Anda di halaman 1dari 23

MAKALAH GURU PROFESIONAL

NAMA
NIM

:
:

NAMA DOSEN:

DAMAYANTI
8620714150035
FATHONAH, S.Pd

BAB I
PENDAHULUAN

A.

Latar Belakang
Guru memang menempati kedudukan yang terhormat di masyarakat.

Guru dapat dihormati oleh masyarakat karena kewibawaannya, sehingga


masayarakat tidak meragukan figur guru. Masyarakat percaya bahwa
dengan adanya guru, maka dapat mendidik dan membentuk kepribadian
anak didik mereka dengan baik agar mempunyai intelektualitas yang tinggi
serta jiwa kepemimpinan yang bertanggungjawab. Jadi dalam pengertian
yang sederhana, guru dapat diartikan sebagai orang yang memberikan ilmu
pengetahuan kepada anak didik. Sedangkan guru dalam pandangan
masyarakat itu sendiri adalah orang yang melaksanakan pendidikan
ditempat-tempat tertentu, tidak mesti di lembaga pendidikan yang formal
saja tetapi juga dapat dilaksanakan dilembaga pendidikan non-formal seperti
di masjid, di surau / mushola, di rumah dan sebagainya.
Seorang guru mempunyai kepribadian yang khas. Di satu pihak guru
harus ramah, sabar, menunjukkan pengertian, memberikan kepercayaan dan
menciptakan suasana aman. Akan tetapi di lain pihak, guru harus
memberikan tugas,mendorong siswa untuk mencapai tujuan, menegur,
menilai, dan mengadakan koreksi. Dengan demikian, kepribadian seorang
guru seolah-olah terbagi menjadi 2 bagian. Di satu pihak bersifat empati, di
pihak lain bersifat kritis. Di satu pihak menerima, di lain pihak menolak.
Maka seorang guru yang tidak bisa memerankan pribadinya sebagai guru, ia
akan berpihak kepada salah satu pribadi saja. Dan berdasarkan hal-hal
tersebut, seorang guru harus bisa memilah serta memilih kapan saatnya
berempati kepada siswa, kapan saatnya kritis, kapan saatnya menerima dan
kapan saatnya menolak. Dengan perkatan lain, seorang guru harus mampu
berperan ganda. Peran ganda ini dapat di wujudkan secara berlainan sesuai
dengan situasi dan kondisi yang di hadapi.
Tugas guru sebagai suatu profesi, menuntut kepada guru untuk
mengembangkan

profesionalitas

diri

sesuai

perkembangan

ilmu

pengetahuan dan teknologi. Mendidik, mengajar, dan melatih anak didik


adalah tugas guru sebagai suatu profesi. Tugas guru sebagai pendidik,
meneruskan dan mengembangkan nilai-nilai hidup kepada anak didik. Tugas
guru sebagai pengajar berarti meneruskan dan mengembangkan ilmu
pengetahuan dan teknologi kepada anak didik. Tugas guru sebagai pelatih
berarti mengembangkan ketrampilan dan menerapakannya dalam kehidupan
demi masa depan anak didik. Guru juga mempunyai kemampuan, keahlian
atau sering disebut dengan kompetinsi profesional. Kompetensi profesional
yang dimaksud tersebut adalah kemampuan guru untuk menguasai masalah
akademik yang sangat berkaitan dengan pelaksanaan proses belajar
mengajar, sehingga kompetensi ini mutlak dimiliki guru dalam menjalankan
tugasnya sebagai pendidik dan pengajar.
B.

Rumusan masalah

a.

Bagaimana cara meningkatkan profesionalitas guru serta apa yang

harus dilakukan oleh seorang guru agar mempunyai kepribadian yang baik di
mata anak didik dan masyarakat ?
b. Bagaimana cara meningkatkan kemampuan guru dalam berkomunikasi
dengan anak didik ?
c. Apa yang harus dilakukan guru dalam proses pengajaran agar proses
belajar mengajar menjadi efektif ?
C.
a.

Tujuan
Untuk meningkatkan profesionalitas guru dan membentuk kepribadian

seorang guru yang baik.


b.
Untuk meningkatkan kemampuan guru dalam berkomunikasi dengan
anak didik.
c. Agar guru dapat melaksanakan proses pengajaran dengan lancar dan
efektif.

BAB II
GURU DAN TUGAS-TUGASNYA
A. Definisi Guru dan tugas-tugasnya
Dalam dunia pendidikan, istilah guru bukanlah hal yang asing. Guru
adalah seorang yang memiliki seperangkat koleksi nilai dan kemampuan
yang lebih, dimana dengan koleksi itu dia dapat merubah tantangan menjadi
peluang. Dan guru juga merupakan pendidik atau agen pembelajaran
(learning agent) dengan memiliki peran sebagai fasilitator, motifator,
pemacu, dan pemberi inspirasi belajar bagi peserta didik. Menurut
pandangan lama , guru adalah sosok manusia yang apatut digugu dan
ditiru . Digugu dalam arti segala ucapannya dapat dipercayai . Ditiru berarti
segala tingkah lakunya harus dapat menjadi contoh atau teladan bagi
masyarakat . Menurut kamus umum bahasa indonesia, guru di artikan
sebagai orang yang pekerjaannya mengajar dan di maknai sebagai tugas
profesi.
Definisi guru menurut pandangan para ahli, yaitu Guru jabatan, dan
pekerjaan yang memerlukan keahlian khusus. Dan pekerjaan seorang guru
tidak bisa di lakukan oleh sembarang orang di luar bidang kependidikan,
meskipun kenyataannya masih di dapati guru yang berasal dari luar bidang
kependidikan (menurut pandangan Moh. Uzer Usman, 1992:4). Guru adalah
salah satu komponen manusiawi dalam suatu proses belajar mengajar, yang
berperan serta dalam usaha untuk membentuk sumber daya manusia yang
potensial di bidang pembangunan (Sardiman, 2001:123). Guru adalah semua
orang yang berwenang dan bertanggung jawab terhadap pendidikan muridmurid, baik secara individual maupun secara klasikal, baik di sekolah
maupun di luar sekolah (Djamarah, 1994:33). Jadi, pengertian guru secara
khusus dapat di artikan sebagai seorang pengajar di sekolah negeri ataupun
swasta

yang

mempunyai

kemampuan

berdasarkan

latar

belakang

pendidikan formal minimal bersetatus sarjana, dan telah mempunyai


ketetapan hukum yang sah sebagai guru berdasarkan undang-undang guru
yang berlaku di Indonesia. Sedangkan arti guru secara umum adalah
pendidik dan pengajar pada pendidikan anak usia dini jalur sekolah atau
pendidikan formal, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah.
Tugas guru merupakan suatu proses mendidik, mengajar, dan melatih
peserta didik. Mendidik berarti meneruskan dan mengembangkan nilai-nilai
hidup (afektif). Mengajar berarti menruskan dan mengembangkan ilmu
pengetahuan dan teknologi (kognitif). Melatih berarti mengembangkan
keterampilan para siswa (psikomotorik). Ketiga tugas guru tersebut harus
terintegrasi

menjadi

satu

kesatuan

dan

tidak

terpisah-pisah

dalam

melaksanakan tugas mengajar, seorang guru tidak bisa mengabaikan nilainilai kehidupan dan keterampilan. Guru mengajarkan ilmu pengetahuan dan
teknologi, tetapi tidak menyampingkan nilai-nilai penggunaan ilmu dan
teknologi tersebut. Demikian juga dalam melatih para siswa, seorang guru
tidak bisa mengabaikan tugasnya sebagai pengajar dan pendidik.
Seorang guru di tuntut mempunyai beberapa kemampuan sebagai berikut:
1.
Berwawasan luas, menguasai bidang ilmu, dan mampu mentransfer
atau menerangkan kembali kepada siswa.
2. Mempunyai sikap dan tingkah laku atau kepribadian yang patut di
teladani sesuai dengan nilai-nilai kehidupan atau values yang di anut
masyarakat dan bangsa.
3. Memilki keterampilan sesuai bidang ilmu yang di milikinya.
Disamping memiliki tugas utama sebagai pendidik, pengajar, pembimbing
dan pelatih, maka tugas utama guru menurut Depdikbud (1984:7)
a. Tugas profesional yaitu mendidik dalam rangka menyumbangkan
kepribadian, mengajar dalam rangka menyeimbangkan kemampuan berpikir,
kecerdasan, dan melatih dalam rangka membina ketrampilan. Untuk dapat
melaksanakan tugas mengajar dengan baik guru harus memiliki kemampuan
profesional yaitu terpenuhinya 10 kompetensi guru yang meliputi

Menguasai bahan ajar

Mengelola program belajar mengajar

Mengelola kelas

Menggunakan media atau sumber belajar

Menguasai landasan pendidikan

Mengelola interaksi belajar mengajar


Menilai prestasi belajar mengajar
Mengenal fungsi bimbingan dan penyuluhan
Mengenal dan menyelenggarakan administrasi sekolah
Memahami dan menafsirkan hasil penelitian guna

keperluan

pengajaran.
b. Tugas manusiawi, yaitu membina anak didik dalam rangka meningkatkan
dan mengembangkan martabat diri sendiri, kemampuan manusia yang
optimal, serta pribadi yang mandiri.
c. Tugas
kemasyarakatan,
yaitu

dalam

rangka

terbentuknya

yang

berdasarkan

masyarakat

indonesia

mengembangkan
pancasila

dan

undang-undang dasar 1945.


B. KEMAMPUAN PROFESIONAL
Kemampuan, keahlian atau sering disebut dengan kompetensi
profesional guru sebagaimana dikemukakan oleh Piet A. Sahartian dan Ida
Alaida adalah kompetensi profesional guru yaitu kemampuan penguasaan
akademik atau mata pelajaran yang diajarkan dan terpadu dengan
kemampuan mengajarnya sekaligus sehingga guru itu memiliki wibawa
akademis.
Pada

dasarnya,

terdapat

seperangkat

tugas

yang

harus

dilaksanakan oleh guru berhubungan dengan profesinya sebagai pengajar,


tugas guru ini sangat berkaitan dengan kompetensi profesionalnya. Pada
hakikatnya

guru

merupakan

profesi,

yang

mana

profesi

itu

sendiri

merupakan pekerjaan yang didasarkan pada pendidikan intelektual khusus,


yang bertujuan memberi pelayanan dengan terampil kepada orang lain
dengan mendapat imbalan tertentu . Sedangkan profesional sering diartikan
sebagai suatu keterampilan teknis yang berkualitas tinggi yang dimiliki oleh
seseorang. (Iskandar,2009)
Kompetensi guru berkaitan dengan profesionalisme , yaitu guru
yang profesional adalah guru yang berkemampuan (kompeten). Oleh karena
itu, kompetensi profesionalisme guru dapat diartikan sebagai kemampuan
dan wewenang guru dalam menjalankan profesi keguruannya dengan

kemampuan yang tinggi. Sebagai keharusan dalam mewujudkan sekolah


berbasis pengetahuan yaitu pemahaman tentang pembelajaran, kurikulum,
dan perkembangan manusia termasuk gaya belajar membutuhkan seorang
guru yang profesional.
Berdasarkan Undang-undang No. 14 Tahun 2005 tentang guru dan
dosen, Bab IV kualifikasi dan kompetensi, pasal 6 menyebutkan bahwa guru
dan dosen wajib memiliki kualifikasi akademik dan kompetensi sebagai agen
pembelajaran yang sehat jasmani dan rohani, memiliki kemampuan untuk
mewujudkan tujuan pendidikan nasional, serta memiliki sertifikat profesi.
Persyaratan keikutsertaan untuk memperoleh sertifikasi profesi, dijelaskan
lebih jauh dalam pasal 7 ayat (1) yang berbunyi kualifikasi akademik guru
diperoleh melalui pendidikan tinggi program sarjana (S1) atau program
diploma empat (D4)
Berikut ini Beberapa alasan mendasar guru harus profesional menurut
Iskandar 2009:
1. Guru bertanggung jawab menyiapkan sumberdaya manusia (SDM) yang
berkualitas, beriman, bertakwa, dan berilmu pengetahuan serta memahami
teknologi
2. Karena

guru

bertanggung

jawab

bagi

kelngsungan

hidup

suatu

bangsa.Menyiapkan seorang pelajar untuk menjadi seorang pemimpin masa


depan. Student today leader tomotrrow
3. Karena guru bertanggung jawab atas keberlangsungan budaya dan
peradaban suatu generasi. Change of attitude and behavior
Kompetensi Guru juga merupakan seperangkat pengetahuan, keterampilan,
dan perilaku yang harus dimiliki, dihayati, dikuasai, dan diaktualisasikan oleh
Guru dalam melaksanakan tugas keprofesionalan. Berdasarkan Peraturan
Pemerintah (PP) Nomor 74 Tahun 2008 tentang Guru, dinyatakan
bahwa kompetensi yang harus dimiliki oleh Guru meliputi kompetensi
pedagogik,

kompetensi

kepribadian,

kompetensi

sosial,

dan

kompetensi profesional yang diperoleh melalui pendidikan profesi. Berikut


akan dijelaskan tentang ke- Empat kompetensi diatas :

1.

Kompetensi Pedagogik

Kompetensi pedagogik merupakan kemampuan yang berkenaan dengan


pemahaman peserta didik dan pengelola pembelajaran yang mendidik dan
dialogis.

Secara

pemahaman

substantif

terhadap

kompetensi

peserta

didik,

ini

mencakup

perancangan

dan

kemampuan
pelaksanaan

pembelajaran, evaluasi hasil belajar, dan pengembangan peserta didik untuk


mengaktualisasikan berbagai potensi yang dimilikinya.
Secara rinci masing-masing elemen kompetensi pedagogik tersebut dapat
dijabarkan menjadi subkompetensi dan indikator esensial sebagai berikut:
a. Memahami peserta didik. Subkompetensi ini memiliki indikator esensial:
memamahami

peserta

didik

dengan

memanfaatkan

prinsip-prinsip

perkembangan kognitif, memahami peserta didik dengan memanfaatkan


prinsip-prinsip kepribadian; dan mengidenti- fikasi bekal-ajar awal peserta
didik.
b. Merancang pembelajaran, termasuk memahami landasan pendidik-an
untuk kepentingan pembelajaran. Subkompetensi ini memiliki indikator
esensial: menerapkan teori belajar dan pembelajaran; menentukan strategi
pembelajaran berdasarkan karakteristik peserta didik, kompetensi yang ingin
dicapai,

dan

materi

ajar;

serta

menyusun

rancangan

pembelajaran

berdasarkan strategi yang dipilih.


c.

Melaksanakan

esensial:

pembelajaran.

menata

latar

Subkompetensi

(setting)

ini

pembelajaran;

memiliki
dan

indikator

melaksanakan

pembelajaran yang kondusif.


d. Merancang dan melaksanakan evaluasi pembelajaran. Subkompe-tensi ini
memiliki indikator esensial: melaksanakan evaluasi (assess-ment) proses dan
hasil

belajar

secara

berkesinambungan

dengan

berbagai

metode;

menganalisis hasil penilaian proses dan hasil belajar untuk menentukan


tingkat

ketuntasan

belajar

(mastery

level);

dan

memanfaatkan hasil

penilaian pembelajaran untuk perbaikan kualitas program pembelajaran


secara umum.

e. Mengembangkan peserta didik untuk mengaktualisasikan berbagai


potensi yang dimilikinya. Subkompetensi ini memiliki indikator esensial:
memfasilitasi

peserta

didik

untuk

pengembangan

berbagai

potensi

akademik; dan memfasilitasi peserta didik untuk mengem-bangkan berbagai


potensi nonakademik.
2. Kompetensi Kepribadian
Kompetensi
mencerminkan

kepribadian
kepribadian

merupakan
yang

kemampuan

mantap,

stabil,

personal

dewasa,

arif,

yang
dan

berwibawa, menjadi teladan bagi peserta didik, dan berakhlak mulia. Secara
rinci setiap elemen kepribadian tersebut dapat dijabarkan menjadi sub
kompetensi dan indikator esensial sebagai berikut:
a. Memiliki kepribadian yang mantap dan stabil. Subkompetensi ini memiliki
indikator esensial: bertindak sesuai dengan norma hukum; bertindak sesuai
dengan norma sosial; bangga sebagai pendidik; dan memeliki konsistensi
dalam bertindak sesuai dengan norma.
b. Memiliki kepribadian yang dewasa. Subkompetensi ini memiliki indikator
esensial: menampilkan kemandirian dalam bertindak sebagai pendidik dan
memiliki etos kerja sebagai pendidik.
c. Memiliki kepribadian yang arif. Subkompetensi ini memiliki indikator
esensial: menampilkan tindakan yang didasarkan pada kemanfaatan peserta
didik, sekolah, dan masyarakat dan menunjukkan keterbukaan dalam
berpikir dan bertindak.
d. Memiliki kepribadian yang berwibawa. Subkompetensi ini memiliki
indikator esensial: memiliki perilaku yang berpengaruh positif terhadap
peserta didik dan memiliki perilaku yang disegani.
e. Memiliki akhlak mulia dan dapat menjadi teladan. Subkompetensi ini
memiliki indikator esensial: bertindak sesuai dengan norma religius (imtaq,
jujur, ikhlas, suka menolong), dan memiliki perilaku yang diteladani peserta
didik.
3. Kompetensi Profesional

Kompetensi professional merupakan kemampuan yang berkenaan dengan


penguasaan materi pembelajaran bidang studi secara luas dan mendalam
yang mencakup penguasaan substansi isi materi kurikulum matapelajaran di
sekolah dan substansi keilmuan yang menaungi materi kurikulum tersebut,
serta menambah wawasan keilmuan sebagai guru.
Secara

rinci

masing-masing

elemen

kompe-tensi

tersebut

memiliki

subkompetensi dan indikator esensial sebagai berikut:


a. Menguasai substansi keilmuan yang terkait dengan bidang studi.
Subkompetensi ini memiliki indikator esensial: memahami materi ajar yang
ada dalam kurikulum sekolah; memahami struktur, konsep dan metode
keilmuan yang menaungi atau kohe-ren dengan materi ajar; memahami
hubungan konsep antarmata pelajaran terkait; dan menerapkan konsepkonsep keilmuan dalam kehidupan sehari-hari.
b. Menguasai langkah-langkah penelitian dan kajian kritis untuk me-nambah
wawasan dan memperdalam pengetahuan/materi bidang studi.
4. Kompetensi Sosial
Kompetensi sosial berkenaan dengan kemampuan pendidik sebagai bagian
dari masyarakat untuk berkomunikasi dan bergaul secara efektif dengan
peserta didik, sesama pendidik, tenaga kependidikan, orangtua/wali peserta
didik, dan masyarakat sekitar.
Kompetensi ini memiliki subkompetensi dengan indikator esensial sebagai
berikut :
a. Mampu berkomunikasi dan bergaul secara efektif dengan peserta didik.
Subkompetensi ini memiliki indikator esensial: berkomunikasi secara efektif
dengan peserta didik.
b. Mampu berkomunikasi dan bergaul secara efektif dengan sesama pendidik
dan tenaga kependidikan. c. Mampu berkomunikasi dan bergaul secara
efektif dengan orang tua/wali peserta didik dan masyarakat sekitar.
C. Kematangan Kepribadian guru

Setiap guru mempunyai kepribadian masing-masing sesuai ciri-ciri pribadi


yang mereka miliki. Ciri-ciri inilah yang membedakan seorang guru dengan
guru lainnya. Kepribadian menurut Zakiah Daradjat (1980) dalam Sagala,
Syaiful 2009 disebut sebagai sesuatu yang abstrak , sukar dilihat secara
nyata , hanya dapat diketahui lewat penampilan, tindakan, dan ucapan
ketika menghadapi persoalan. Kepribadian mencakup semua unsur baik fisik
maupun psikis. Dalam tindakannya, ucapan, cara bergaul, berpakaian, dan
dlam menghadapi setiap persoalan atau masalah, baik yang ringan maupun
yang berat.oleh karena itu, masalah kepribadian adalah suatu hal yang
sangat menentukan tinggi rendahnya kewibawaan seorang guru dalam
pandangan anak didik atau masyarakat. Dengan kata lain, baik tidaknya
seseorang ditentukan oleh kepribadian. Lebih baik lagi seorang guru,
masalah kepribadian merupakan factor-faktor yang menentukan terhadap
keberhasilan melaksanakan tugas sebagai pendidik. Kepribadian dapat
menentukan apakan guru menjadi pendidik dan Pembina yang baik ataukan
akan menjadi perusak atau penghancur bagi hari depan

anak didik,

terutaman bagi anak didik yang masih kecil (tingkat sekolah dasar) dan
mereka yang sedang mengalami kegoncangan jiwa (tingkat remaja).
Jadi pengertian kepribadian adalah unsur yang menentukan keakraban
hubungan guru dengan anak didik.sebagai teladan, guru harus memeliki
kepribadian yang dapat dijadikan profil dan idola, seluruh kehidupannya
adalah figure yang berwibawa. Itulah kesan terhadap guru sebagai sosok
yang ideal. Sedikit saja guru berbuat yang tidak atau kurang baik, akan
mengurangi kewibawaanya dan karismapun secara berlahan lebur dari jati
diri. Karena itu, kebribadian adalah masalah yang sangat sensitife sekali.
Penyatuan kata dan perbuatan dituntut dari guru, bukan lain perkataan
dengan perbuatan.
Kematangan kebribadian guru meliputi:
1. Mengenal fisik
Dalam pengembangan diri seseorang
mengenal

identitas

diri,

kelebihan,

perlu

dan

mengetahuai arah pengembangan dirinya.

mengenal

kekurangan

fisik.
maka

Dengan
ia

akan

2. Mengenal kebribadian
Disinilah letak perubahan seseorang karenadia berada dalam dirinya.
Seorang ahli biologii mengatakan bahwa kita bisa merubah seseorang jika
kita tidak mengetahui dasar kebribadiannya.
3. Mengenal bakat
Menurut Horwad Garner, seorang fisiologi

sekaligus

peneliti

telah

menemukan sebuah teori tentang multiple intelgence (kecerdasan ganda)


yang mnyatakan, bahwa dalam diri manusia banyak terdapat potensi yang
perlu dikembangkannya.
Untuk menjadi guru yang memiliki kepribadian dengan melatih diri dalam
kegiatan yang dapat menciptakan kepribadian yang sempurna yaitu:

Percaya diri
Berpenampilan rapi
Selalu tersenyum
Berperilaku sopan
Mengucapan salam setiap masuk ruangan
Menjaga kebersihan

Dan adapun kriteria kepribadian yang lain diantaranya meliputi :


1. Perluasan perasaan diri maksudnya adalah, seorang guru perlu terlibat
dalam berbagai aktifitas. Aktifitas itu sangat besar nilainya dari pada suatu
pendapatan yang diperoleh semakin banyak terlibat dalam kegiatan maka ia
akan semakin sehat secara psikologis.
2. Hubungan diri yang hangat dengan orang lain, orang yang sehat secara
psikologis mampu memperlihatkan keintiman terhadap orang tua, anak,
patner, teman akrab. Ia akan merasakan perkembangan diri semakin baik.
3. Kematangan Emosional, sifat dari kepribadian yang sehat adalah:
penerimaan diri, menerima emosi manusia, mampu mengontrol emosi
sendiri, sabar terhadap kekecewaan.
4. Orang yang sehat memandang dunia mereka secara objektif, dapat
menerima realitas apa adanya
5. Keterampilan-keterampilan

dan

tugas-tugas,

keberhasilan

dalam

pekerjaan menunjukan perkembangan keterampilan dan bakat tertentu

suatu

tingkat

kemampuan.

6. Pemahaman Diri, dapat memahami kepribadian, watak, Mengenal bakatbakat alamiah yang dimiliki serta punya gambaran atau konsep yang jelas
tentang diri sendiri dengan segala kekuatan dan kelemahannya.
7. Filsafat hidup yang mempersatukan.
D. Kemampuan guru berkomunikasi dalam proses pengajaran
1.

Proses Komunikasi

Dalam proses komunikasi terdapat komponen-komponen dasar sebagai


berikut: pertama pengirim pesan (sender). Pengirim pesan adalah orang
yang mempunyai ide untuk disampaikan kepada seseorang dengan harapan
dapat dipahami oleh orang yang menerima pesan sesuai dengan yang
dimaksudkannya.

Kedua

Pesan,

Pesan

adalah

informasi

yang

akan

disampaikan atau diekspresikan oleh pengirim pesan. Pesan dapat verbal


atau non verbal dan pesan akan efektif bila diorganisir secara baik dan jelas.
Materi pesan dapat berupa: informasi, ajakan, rencana kerja, pertanyaan dan
sebagainya. Ketiga Simbol atau isyarat, Pada tahap ini pengirim pesan
membuat kode atau simbol sehingga pesannya dapat dipahami oleh orang
lain. Biasanya seorang guru menyampaikan pesan dalam bentuk kata-kata,
gerakan anggota badan. Keempat adalah media atau penghubung adalah
alat untuk menyampaikan pesan seperti : TV, radio, surat kabar, papan
pengumuman, telepon dan lainnya. Kelima adalah mengartikan kode atau
isyarat. Setelah pesan diterima melalui indera maka penerima pesan harus
dapat mengartikan simbol atau kode dari pesan tersebut, sehingga dapat
dipahami. Keenam adalah penerima pesan, Penerima pesan adalah orang
yang dapat memahami pesan dari pengirim meskipun dalam bentuk kode
atau isyarat tanpa mengurangi arti pesan yang dimaksud oleh pengirim.
Ketujuh adalah balikan. Balikan adalah isyarat atau tanggapan yang berisi
kesan dari penerima pesan dalam bentuk verbal maupun non verbal.
2.

Komunikasi dalam Pembelajaran

Pembelajaran merupakan suatu proses komunikasi. Komunikasi adalah


proses pengiriman informasi dari guru kepada siswa untuk tujuan tertentu.

Komunikasi dikatakan efektif apabila komunikasi yang terjadi menimbulkan


arus informasi dua arah, yaitu dengan munculnya feedback dari pihak
penerima pesan. Kualitas pembelajaran dipengaruhi oleh efektif tidaknya
komunikasi yang terjadi di dalamnya. Tujuan pendidikan akan tercapai jika
prosesnya komunikatif Keberhasilan pembelajaran harus didukung oleh
komponen-komponen instruksional yang terdiri dari pesan berupa materi
belajar, penyampai pesan yaitu guru, bahan untuk menuangkan pesan,
peralatan yang mendukung kegiatan belajar, teknik atau metode yang
sesuai, serta latar atau situasi yang kondusif bagi proses pembelajaran.
Belajar

membutuhkan

interaksi,

hal

ini

menunjukan

bahwa

proses

pembelajaran merupakan proses komunikasi, artinya didalamnya terjadi


proses penyampaian pesan dari seorang guru kepada siswa. Pesan yang
dikirimkan biasanya berupa informasi atau keterangan dari guru sebagai
sumber pesan. Pesan tersebut diubah dalam bentuk sandi-sandi atau
lambang-lambang seperti kata-kata, bunyi-bunyi, gambar dan sebagainya.
Melalui saluran (channel) seperti OHP, film, dan lain sebagainya. pesan
diterima oleh siswa melalui indera (mata dan telinga) untuk diolah, sehingga
pesan yang disampaikan oleh guru dapat diterima dan dipahami oleh siswa.
Komunikasi efektif dalam pembelajaran merupakan proses transformasi
pesan

berupa

ilmu

pengetahuan

dan

teknologi

dari

guru

sebagai

komunikator kepada siswa sebagai komunikan, dimana siswa mampu


memahami maksud pesan sesuai dengan tujuan yang telah ditentukan,
dengan demikian dapat menambah wawasan ilmu pengetahuan dan
teknologi serta menimbulkan perubahan tingkah laku menjadi lebih baik.
Guru adalah pihak yang paling bertanggungjawab terhadap berlangsungnya
komunikasi yang efektif dalam pembelajaran, sehingga guru dituntut
memiliki kemampuan berkomunikasi yang baik agar menghasilkan proses
pembelajaran yang efektif.
3.

Kemampuan Guru dalam Komunikasi Pembelajaran

Proses belajar mengajar akan senantiasa merupakan proses kegiatan


interaksi antara dua unsur manusiawi di mana siswa sebagai pihak yang

belajar dan guru sebagai pihak yang mengajar. Proses itu sendiri merupakan
mata rantai yang menghubungkan antara guru dan siswa sehingga terbina
komunikasi yang memiliki tujuan yaitu tujuan pembelajaran.
Di dalam komunikasi pembelajaran, tatap muka seorang guru mempunyai
peran yang sangat penting di dalam kelas yaitu peran mengoptimalkan
kegiatan belajar. Ada tiga kemampuan esensial yang harus dimiliki guru agar
peran tersebut terealisasi, yaitu kemampuan merencanakan kegiatan,
kemampuan

melaksanakan

kegiatan

dan

kemampuan

mengadakan

komunikasi. Ketiga kemampuan ini disebut generic essensial. Ketiga


kemampuan ini sama pentingnya, karena setiap guru tidak hanya mampu
merencanakan sesuai rancangan, tetapi harus terampil melaksanakan
kegiatan belajar dan terampil menciptakan iklim yang komunikatif dalam
kegiatan pembelajaran.
Iklim komunikatif yang baik dalam hubungan interpersonal antara guru
dengan guru, guru dengan siswa, dan siswa dengan siswa merupakan
kondisi yang memungkinkan berlangsungnya proses belajar mengajar yang
efektif, karena setiap personal diberi kesempatan untuk ikut serta dalam
kegiatan di dalam kelas sesuai dengan kemampuan masing-masing.
Sehingga timbul situasi sosial dan emosional yang menyenangkan pada tiap
personal, baik guru maupun siswa dalam melaksanakan tugas dan tanggung
jawab masing-masing.
Dalam menciptakan iklim komunikatif guru hendaknya memperlakukan siswa
sebagai individu yang berbeda-beda, yang memerlukan pelayanan yang
berbeda pula, karena siswa mempunyai karakteristik yang unik, memiliki
kemampuan yang berbeda, minat yang berbeda, memerlukan kebebasan
memilih yang sesuai dengan dirinya dan merupakan pribadi yang aktif.
Untuk itulah kemampuan berkomunikasi guru dalam kegiatan pembelajaran
sangat diperlukan.
Adapun usaha guru dalam membantu mengembangkan sikap positif pada
siswa misalnya dengan menekankan kelebihan-kelebihan siswa bukan
kelemahannya, menghindari kecenderungan untuk membandingkan siswa

dengan siswa lain dan pemberian insentif yang tepat atas keberhasilan yang
diraih siswa. Kemampuan guru untuk bersikap luwes dan terbuka dalam
kegiatan pembelajaran bisa dengan menunjukkan sikap terbuka terhadap
pendapat siswa dan orang lain, sikap responsif, simpatik, menunjukkan sikap
ramah, penuh pengertian dan sabar. Dengan terjalinnya keterbukaan,
masing-masing pihak merasa bebas bertindak, saling menjaga kejujuran dan
saling berguna bagi pihak lain sehingga merasakan adanya wahana tempat
bertemunya kebutuhan mereka untuk dipenuhi secara bersama-sama.
Kemampuan guru untuk tampil secara bergairah dan bersungguh-sungguh
berkaitan dengan penyampaian materi di kelas yang menampilkan kesan
tentang penguasaan materi yang menyenangkan. Karena sesuatu yang
energik, antusias, dan bersemangat memiliki relevansi dengan hasil belajar.
Perilaku guru yang seperti itu dalam proses belajar mengajar akan menjadi
dinamis, mempertinggi komunikasi antar guru dengan siswa, menarik
perhatian siswa dan menolong penerimaan materi pelajaran.
Kemampuan guru untuk mengelola interaksi siswa dalam

kegiatan

pembelajaran berhubungan dengan komunikasi antara siswa, usaha guru


dalam menangani kesulitan siswa dan siswa yang mengganggu serta
mempertahankan tingkah laku siswa yang baik. Agar semua siswa dapat
berpartisipasi dan berinteraksi secara optimal, guru mengelola interaksi
tidak hanya searah saja yaitu dari guru ke siswa atau dua arah dari guru ke
siswa dan sebaliknya, melainkan diupayakan adanya interaksi multi arah
yaitu dari guru ke siswa, dari siswa ke guru dan dari siswa ke siswa. Jadi
semua

kemampuan

guru

di

atas

mengarah

pada

penciptaan

iklim

komunikatif yang merupakan wahana atau sarana bagi tercapainya tujuan


pembelajaran yang optimal.
Posisi guru dan anak didik boleh berbeda tetapi keduanya tetap seiring dan
setujuan, bukan seiring tetapi tidak setujuan, Oleh karena itu guru harus
mempunyai kemampuan dalam berkomunikasi dengan anak didiknya,
adapun cara guru dalam berkomunikasi dengan anak didiknya yaitu sebagai
berikut :

Mengajar

merupakan

suatu

aktifitas

mengorganisasi

atau

mengatur

lingkungan sebaik-baiknya dan menghubungkannya dengan anak sehingga


terjadi belajar-mengajar (Nasution, 1982.8) sedangkan pengajaran bukanlah
sesuatu yang terjadi secara kebetulan, melainkan adanya kemampuan guru
yang

dimiliki

Brig,1979:19)

tentang

dasar-dasar

Sedangkan

menurut

mengajar
Moh

yang

Uzer

baik.

(Gagne

&

Usman(1990:1).dalam

Suryosubroto 2009, proses belajar mengajar adalah suatu proses yang


mengandung serangkain perbuartan guru dan siswa atas dasar hubungan
timbal balik yang berlangsung dalam situasi edukatif untuk mencapai tujuan
tertentu. Proses belajar mengajar merupakan inti dari proses pendidikan
formal dengan guru sebagai pemegang utama. Jadi, keberhasilan proses
belajar mengajar sangat ditentukan oleh kemampuan guru dalam mengelola
proses belajar mengajar. Dari pendapat diatas dapat disimpulkan bahwa
mengajar pada hakikatnya adalah melakukan kegiatan belajar, sehingga
proses belajar-mengajar dapat berlangsung secara efektif dan efisien.
Didalam proses pengajaran seorang guru profesional harus memiliki 5 tugas
pokok diantaranya :
a. Merencanakan kegiatan pembelajaran
Sebelum melaksanakan kegiatan pembelajaran, seorang guru di tuntut
membuat

perencanaan

pembelajaran.

Fungsi

dari

perencanaan

pembelajaran itu adalah untuk mempermudah guru dalam melaksanakan


tugas selanjutnya.
b. Melaksanakan kegiatan pembelajaran
Melaksanakan kegiatan pembelajaran merupakan salah satu aktifitas inti
guru di sekolah. Dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran, seorang guru
harus benar-benar siap materi, siap mental, siap metodologi, siap media, dan
siap strategi pembelajaran. Hal ini akan di dapat apabila sebelumnya guru
melaksanakan langkah pertama, yaitu membuat perencanaan pembelajaran
dengan

cermat.

Guru

juga

harus

pandai

pembelajaran sehingga menarik bagi siswa.


c. Mengevaluasi hasil pembelajaran

menggunakan

teknologi

Kegiatan evaluasi ini di maksudkan untuk mendapatkan umpan balik atau


feed back atas kegiatan pembelajaran yang di lakukan. Dengan evaluasi,
guru dapat mengetahui apakah siswa telah mencapai standar kompetensi
yang di tetapkan ataupun sudah di tetapkan. Selain itu, evaluasi juga di
maksudkan untuk mengetahui efektifitas pembelajaran yang di lakukan
guru.

Tanpa

kegiatan

evaluasi,

seorang

guru

tidak

mungkin

dapat

mengetahui perkembangan siswa dan dirinya dalam proses pembelajaran.


d. Menindaklanjuti hasil pembelajaran
Setelah dilakukan evaluasi, seorang guru dituntut melakukan upaya
perbaikan dan pengayaan. Perbaikan dilakukan bagi siswa yang belum
mencapai ketuntasan belajar, sedangkan pengayaan dilakukan terhadap
siswa yang sudah mencapai ketuntasan belajar tetapi dipandang perlu untuk
meningkatkan kemampuannya.
e. Melakukan bimbingan dan konseling
Tidak semua siswa mengalami pertumbuhan dan perkembangan belajar dan
psikologis yang stabil. Dalam melaksanakan tugasnya sebagai pembimbing
atau konselor, guru dituntut memiliki kemampuan sebagai konselor. Guru
harus

pandai

mengarahkan

siswa

untuk

dapat

menemukan

permasalahannya dan menemukan jalan pemecahan oleh siswa itu sendiri.

BAB III
ANALISIS MASALAH DAN SOLUSI

A. Permasalahan
Guru merupakan sosok manusia yang patut dipercaya dan ditiru, ucapannya
dapat dipercaya dan tingkah lakunya harus bisa menjadi contoh atau teladan
bagi masyarakat, selain itu guru sebagai tugas profesi yang bertugas dalam
mengajar, mendidik, dan melatih anak didik dalam pendidikan formal, tetapi
dalam melaksanakan tugasnya seringkali ada guru yang tingkah laku dan
ucapannya tidak dapat dipercaya dan ditiru karena tidak bisa memerankan
tugasnya sebagai seorang guru dengan baik. Dan pada kenyataannya
disekeliling kita banyak terdapat guru yang tidak mencerminkan kepribadian
sebagai seorang guru yang baik, guru yang sudah tersertifikasipun belum
tentu dikatakan sebagai guru yang profesional karena dalam kemampuan
berkomunikasi dengan anak didik kurang maksimal dan dalam menerangkan
proses belajar mengajar terkadang ada guru yang belum menguasai materi
yang disampaikannya. Misalnya saja di dunia barat, seorang guru kadangkadang hanya bertugas mengajar saja. Masalah nilai-nilai hidup tidak
disentuh, bahkan sama sekali tidak diperdulikan. Bagi mereka, yang penting
siswa dapat menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, diluar cakupan
tersebut guru tidak mau tahu. tetapi di indonesia tidak demikian, karena
negara kita menganut azas keterpaduan antara ilmu pengetahuan dan
teknologi, nilai-nilai hidup dan ketrampilan dalam pendidikan.
Seharusnya sebagai seorang guru mempunyai kepribadian yang baik yang
bisa memberi contoh kepada anak didiknya agar anak didiknya menjadi lebih
baik, tetapi dalam kenyataanya di indonesia masih saja

ditemukan

kepribadian buruk guru yang kerap kita jumpai di sekolah-sekolah, meskipun


hal tersebut disadari oleh setiap guru, namun dalam praktiknya guru
memiliki kepribadian yang tidak baik, contohnya : sering meninggalkan kelas
disaat jam pelajaran, tidak menghargai siswa, pilih kasih terhadap siswa,
kurang persiapan dalam pembelajaran, menyuruh siswa menyuruh menulis
di papan tulis, tidak disiplin, kurang memperhatikan siswa, dan matrealistis.
B. Solusi

Agar

dapat

meningkatkan

kepribadian

guru

yang

baik

dan

tingkat

profesionalitas yang tinggi serta kemampuan guru dalam berkomunikasi


dengan anak didik maka diperlukan beberapa cara,yaitu:
1. Guru harus berfikir pro-aktif
Orang pro-aktif tidak berteriak gelap saat menghadapi suasana gelap,
namun akan berupaya membuat suasana gelap menjadi terang meskipun
hanya dengan menyalakan sebuah lilin, artinya guru harus selalu aktif dalam
segala aktifitasnya baik itu disekolah dan kehidupan bermasyarakat.
2. Memiliki tujuan (visi dan misi) yang jelas
Manusia tanpa tujuan ibarat layang-layang yang putus talinya atau seperti
perahu tanpa nahkoda. Artinya seorang guru harus mempunyai tujuan yang
jelas supaya dalam mengajar tidak asal-asalan, guru harus mengemban visi
dan misi, yaitu membangun masa depan bangsa dan negara serta umat
manusia.
3. Pandai membuat dan menentukan skala prioritas
Perioritas utama bagi guru adalah masa depan anak didiknya, bukan
kepentingan pribadi dan kelompoknya.
4. Berfikir menang-menang
Dalam pola hubungan dan komunikasi guru berfikir menang-menang, ia tidak
akan membiarkan dirinya dirugikan tetapi ia pun tidak mau merugikan orang
lain.
5. Senang bekerjasama
Guru mengembangkan kemitraan dalam menunaikan tugasnya ia tidak
memandang dirinya sebagai orang super, ia juga tidak memandang peserta
didiknya lemah. Tetapi ia memandang setiap manusia sebagai sosok yang
memiliki potensi dan mampu memberdayakan potensi yang dimilikinya
untuk meraih sukses.

6. Memperhatikan orang lain.


Guru memberikan perhatian yang lebih terhadap siswa dan profesinya oleh
karena itu guru menanam investasi kebaikan pada siswa dan tugas
profesinya.
7.

Selalu belajar sepanjang waktu

Guru menyadari bahwa belajar merupakan tuntutan mutlak agar pemikiran


dan ilmunya tetap tajam. Sehingga ilmu yang didapatkannya selalu
bertambah dan terus berkembang sepanjang masa.

BAB IV
PENUTUP
A.
Guru

Kesimpulan
adalah

seorang

yang

memiliki

seperangkat

koleksi

nilai

dan

kemampuan yang lebih, dimana dengan koleksi itu dia dapat merubah
tantangan menjadi peluang. Tugas guru merupakan suatu proses mendidik,
mengajar, dan melatih peserta didik. Mendidik berarti meneruskan dan
mengembangkan nilai-nilai hidup (afektif).
Seorang guru di tuntut mempunyai beberapa kemampuan sebagai berikut:
1.
Berwawasan luas, menguasai bidang ilmu, dan mampu mentransfer
atau menerangkan kembali kepada siswa.

2.

Mempunyai sikap dan tingkah laku atau kepribadian yang patut di

teladani sesuai dengan nilai-nilai kehidupan atau values yang di anut


masyarakat dan bangsa.
3.
Memilki keterampilan sesuai bidang ilmu yang di milikinya.
secara umum ada 10 kompetensi dasar yang diperlukan seorang guru dalam
menjalankan tugas mengajar yaitu sebagai berikut : Menguasai bahan ajar,
Mengelola program belajar mengajar, Mengelola kelas, Menggunakan media
atau sumber belajar, Menguasai landasan pendidikan, Mengelola interaksi
belajar mengajar, Menilai prestasi belajar mengajar, Mengenal fungsi
bimbingan dan penyuluhan, Mengenal dan menyelenggaran administrasi
sekolah, Memahami dan menafsirkan hasil penelitian guna keperluan
pengajaran.
Setiap guru mempunyai kepribadian masing-masing sesuai ciri-ciri pribadi
yang mereka miliki. Yang mana kepribadian itu sendiri adalah unsur yang
menentukan keakraban hubungan guru dengan anak didik.sebagai teladan,
guru harus memeliki kepribadian yang dapat dijadikan profil dan idola,
seluruh kehidupannya adalah figure yang berwibawa.
guru harus mempunyai kemampuan dalam berkomunikasi dengan anak
didiknya, adapun cara guru dalam berkomunikasi dengan anak didiknya
yaitu sebagai berikut (Djamarah,2010): Korektor, Inspirator, Informator,
Organisator, Motivator, Inisiator, Fasilitator, Pembimbing, Demonstrator,
Pengelola kelas, Mediator, Supervisor, dan Evaluator.
Didalam proses pengajaran seorang guru profesional harus memiliki 5 tugas
pokok diantaranya: Merencanakan kegiatan pembelajaran, Melaksanakan
kegiatan pembelajaran, Mengevaluasi hasil pembelajaran, Menindaklanjuti
hasil pembelajaran, Melakukan bimbingan dan konseling
B. Saran
Guru memiliki kedudukan yang terhormat karena guru merupakan pahlawan
tanpa tanda jasa yang patut untuk dihormati, oleh karena itu sebagai

seorang guru harus selalu menjaga sikap dan kepribadiaannya dengan baik
agar menjadi contoh bagi anak didik dan masyarakat.
Sumber daya manusia harus lebih ditingkatkan agar generasi baru yang
nantinya akan menjadi seorang guru (calon guru) menjadi guru yang lebih
professional dan berkualitas.
Guru juga harus mengurangi kebiasaan buruk yang sering dilakukan antara
lain : sering meninggalkan kelas disaat jam pelajaran, tidak menghargai
siswa, pilih kasih terhadap siswa, kurang persiapan dalam pembelajaran,
menyuruh siswa menyuruh menulis di papan tulis, tidak disiplin, kurang
memperhatikan siswa, dan matrealistis.
Untuk itu mari kita tingkatkan mutu

pendidikan

nasional

memprioritaskan guru yang benar-benar professional dan berkualitas.

dengan