Anda di halaman 1dari 7

Menu

shantamaria
Smile! Youre at the best

INTERPRETASI DATA LOGGING GEOFISIKA DI DAERAH


TAMBANG BATUBARA
1 Pengertian Logging
Logging merupakan metode pengukuran besaran-besaran sik batuan reservoir
terhadap kedalaman lubang bor. Loging sumur (well logging) juga dikenal dengan
borehole logging adalah cara untuk mendapatkan rekaman log yang detail
mengenai formasi geologi yang terpenetrasi dalam lubang bor. Log dapat berupa
pengamatan visual sampel yang diambil dari lubang bor (geological log), atau
dalam pengukuran sika yang dieroleh dari respon piranti instrumen yang di
pasang didalam sumur (geohysical log). Well loging dapat digunakan dalam bidang
eksplorasi minyak dan gas, batubara, air bawah tanah dan geoteknik.
Logging sumur adalah pengukuran dalam lubang sumur menggunakan instrumen
yang ditempatkan pada ujung kabel wireline dalam lubang bor. Sensor yang
terletak diujung kabel wireline akan mendeteksi keadaan dalm sumur. Loging sumur
dilakukan setelah drill string dikeluarkan dari sumur. Terdapat dua kabel yang
terkoneksi dengan permukaan, kedalaman sumur direkam ketika sensor turun dan
diangkat kembali untuk memulai pendeteksian. Subset kecil dari data pengukuran
dapat ditransmisikan ke permukaan real time menggunakan pressure pulses dalam
wells mud uid colomn. Data telemetri dari dalam tanah mempunyai bandwidth
yang kecil kurang dari 100bit per detik, sehingga informasi dapat didapat real time
dengan bandwidth yang kecil.
2 Konsep Dasar Logging
Seiring dengan meningkatnya ilmu pengetahuan dan teknologi maka hadirlah
survey geosika tahanan jenis yang merupakan suatu metode yang dapat
memberikan gambaran susunan dan kedalaman lapisan batuan dengan mengukur
sifat kelistrikan batuan. Loke (1999) mengungkapkan bahwa survey geosika
tahanan jenis dapat menghasilkan informasi perubahan variasi harga resistivitas
baik arah lateral maupun arah vertical. Metode ini memberikan injeksi listrik ke
dalam bumi, dari injeksi tersebut maka akan mengakibatkan medan potensial
sehingga yang terukur adalah besarnya kuat arus (I) dan potensial (V), dengan
menggunakan survey ini maka dapat memudahkan para geologist dalam
melakukan interpretasi keberadaan cebakan-cebakan batubara dengan biaya
eksplorasi yang relatif murah.
Logging geosik untuk eksplorasi batubara dirancang tidak hanya untuk
mendapatkan informasi geologi, tetapi untuk memperoleh berbagai data lain,

seperti kedalaman, ketebalan dan kualitas lapisn batubara, dan sifat geomekanik
batuan yang menyertai penambahan batubara. Dan juga mengkompensasi berbagai
masalah yang tidak terhindar apabila hanya dilakukan pengeboran, yaitu
pengecekan kedalaman sesungguhnya dari lapisan penting, terutama lapisan
batubara atau sequence rinci dari lapisan batubara termasuk parting dan lain-lain.
2.1 Log Sinar Gamma
Log Sinar Gamma adalah log yang digunakan untuk mengukur tingkat
radioaktivitas suatu batuan. Radioaktivitas tersebut disebabkan karena adanya
unsur Uraniun, Thorium, Kalium pada batuan. Ketiga elemen ini secara terus
menerus memancarkan gamma ray yang memiliki energi radiasi yang tinggi.
Kekuatan radiasi sinar gamma yang paling kuat dipancarkan oleh mudstone dan
yang paling lemah dipancarkan batubara. Terutama yang dari mudstone laut
menunjukan nilai yang ekstra tinggi, sedangkan radiasi dari lapisan sandstone lebih
tinggi disbanding batubara. Log sinar gamma dikombinasikan dengan log utama,
seperti log densitas, netron dan gelombang bunyi, digunakan untuk memastikan
batas antara lapisan penting, seperti antara lapisan batubara dengan langit-langit
atau lantai.
Skala log gamma ray dalam satuan API unit (APIU). Log gamma ray biasanya
ditampilkan pada kolom pertama, bersama sama dengan kurva SP dan Kaliper.
Skala log gamma ray dari kiri ke kanan biasanya 0 100 atau 0 150 API.
Walaupun terdapat juga suatu kasus dengan nilai gamma ray sampai 200 API
untuk jenis organic rich shale.
Log gamma ray sangat efektif dalam menentukan zona permeable, dengan dasar
bahwa elemen radioaktif banyak terkonsentrasi pada shale yang impermeable, dan
hanya sedikit pada batuan yang permeable. Pada formasi yang impermeable kurva
gamma ray akan menyimpang ke kanan, dan pada formasi yang permeable kurva
gamma ray akan menyimpang ke kiri. Log gamma ray memiliki jangkauan
pengukuran 6 12 in. Dengan ketebalan pengukuran sekitar 3 ft.
Pengukuran dilakukan dengan jalan memasukkan alat detektor ke dalam lubang
bor. Oleh karena sinar gamma dapat menembus logam dan semen, maka logging
gamma ray dapat dilakukan pada lubang bor yang telah dipasang casing ataupun
telah dilakukan cementing. Walaupun terjadi atenuasi sinar gamma karena casing
dan semen, akan tetapi energinya masih cukup kuat untuk mengukur sifat radiasi
gamma pada formasi batuan disampingnya. Formasi yang mengandung
unsur-unsur radioaktif akan memancarkan radiasi radioaktif dimana intensitasnya
akan di terima oleh detektor dan di catat di permukaan.
Untuk memisahkan jenis-jenis bahan radioaktif yang berpengaruh pada bacaan
gamma ray dilakukan gamma ray spectroscopy. Karena pada hakikatnya besarnya
energy dan intensitas setiap material radioaktif tersebut berbeda-beda.
Spectroscopy ini penting dilakukan ketika kita berhadapan dengan batuan
non-shale yang memungkinkan untuk memiliki unsur radioaktif, seperti mineralisasi
uranium pada sandstone, potassium feldsfar atau uranium yang mungkin terdapat
pada coal dan dolomite.

Beberapa jenis batuan dapat dikenal dari variasi kandungan fraksi lempungnya,
misalnya batu lempung hamper seluruh terdiri dari mineral lempung, batu pasir
kwarsa sangat sedikit mengandung mineral lempung, batu lanau cukup banyak
mengandung mineral lempung dan sebagainya. Oleh karena itu respo gamma dapat
digunakan untuk menafsirkan jenis litologinya. Beberapa contoh batuan sesuai sifat
radioaktifnya adalah sebagai berikut:
Radioaktifnya sangat rendah
Anhidrid, garam, batubara dan nodule silica. Silica yang berlapis mengandung
radioaktif lebih tinggi dari berbentuk nodule.
Radioaktif rendah
Batu gamping murni, dolomite dan batu pasir. Batu gamping dan dolomite yang
berwarna gelap lebih tinggi radioaktifnya daripada yang berwarna terang.
Radioaktif menengah
Arkosa, pelapukan granit, batu lanau, batu gamping lempunagn dan napal. Batu
yang berwarna gelap lebih tinggi radioaktifnya daripada yang berwarna terang.
Radioaktif sangat tinggi
Serpih, batu lempung dan abu gunung api.
Tabel 3.1. Karakteristik Respon Sinar Gamma
Radioaktif
sangat rendah

Radioaktif rendah
(32,5 60 API)

(0 32,5 API)
AnhidritSalt

BatupasirBatugamping

Batubara

Dolomit

Radioaktif

Radioaktif

menengah

sangat tinggi

(60 100 API)

(>100 API)

ArkoseBatuan

Batuan

granit

serpihAbu

Lempungan
Pasiran

vulkanik
bentonit

gamping

Cara membaca repon gamma untuk mendapatkan batas litologi adalah dengan
cara mengambil sepertiga antara respon maksimal dan respon minimal. Cara ini
merupakan aturan yang ditara-ratakan untuk mendapat ketelitian batas litologi.
Biasanya aturan demikian cukup teliti untuk lapisan batubara yang tidak banyak
mengandung lapisan pemisah (parting) di dalamnya.
Suatu hal yang perlu diperhatikan untuk dapat mengkorelasi respon gamma dari
beberapa lubang bor adalah panjang probe selama pengukuran harus tetap dan

kecepatan penaikan probe ari dalam lubang harus tetap. Selain itu perlu pula
ditinjau pengarh chasing walaupun kecil akan tetap ada.
Sebelum bekerja dengan alat pngukur radiasi gamma harus diadakan kalibrasi alat
tersebut terhadap sumber radiasi sinar gamma yang telah diketahui dan
pembacaannya disesuaikan dengan selang waktu ynag sesuai. Apabila selang
waktu tersebut terlalu cepat respon cenderung menjadi rata dan kurang peka
terhadap perubahan litologi yang kecil. Sebaliknya apabila selang waktu tersebut
terlalu lambat perbedaan yang kecil terekam pada respon sehingga perbedaan
besar sukar terlihat.
2.2 Log Densitas
Awalnya penggunaan log ini dipakai dalam industri explorasi minyak sebagai alat
bantu interpretasi porositas. Kemudian dalam explorasi batubara malah
dikembangkan menjadi unsur utama dalam identikasi ketebalan bahkan qualitas
seam batubara. Dimana rapat masa batubara sangat khas yang hampir hanya
setengah kali rapat masa batuan lain pada umumnya. Lebih extrem lagi dalam
aplikasinya pada idustri batubara karena sifat sik ini (rapat masa) hampir linier
dengan kandungan abu sehingga pemakaian log ini akan memberikan gambaran
khas bagi tiap daerah dengan karakteristik lingkungan pengendapannya.
Dalam operasinya logging rapat masa dilakukan dengan mengukur sinar g yang
ditembakan dari sumber melewati dan dipantulkan formasi batuan kemudian
direkam kembali oleh dua detector yang ditempatkan dalam satu probe dengan
jarak satu sama lain diatur sedemikan rupa. Kedua detector short dan long space
diamankan dari pengaruh sinar g yang datang langsung dari sumber radiasi.
Sehingga yang terekam oleh kedua detector hanya sinar yang telah melewati
formasi saja. Dalam hal ini efek pemendaran sinar radiasi seperti ditentukan dalam
efek pemendaran Compton.
Sinar gamma dari sumber radioaktif dipancar oleh tumbukan dengan elektron di
dalam lapisan tanah dan energi sinar gamma akan hilang kepada elektron untuk
setiap tumbukan (efek compton). Densitas elektron di dalam material sebanding
dengan densitas curahan atau massa (bulk or mass density) material.
Logging densitas dilakukan untuk mengukur densitas batuan disepanjang lubang
bor. Densitas yang diukur adalah densitas keseluruhan dari matriks batuan dan
uida yang terdapat pada pori. Prinsip kerja alatnya adalah dengan emisi sumber
radioaktif. Semakin padat batuan semakin sulit sinar radioaktif tersebut ter-emisi
dan semakin sedikit emisi radioaktif yang terhitung oleh penerima (counter).
Density Log menunjukkan besarnya densitas lapisan yang ditembus oleh lubang
bor sehingga berhubungan dengan porositas batuan. Besar kecilnya density juga
dipengaruhi oleh kekompakan batuan dengan derajat kekompakan yang variatif,
dimana semakin kompak batuan maka porositas batuan tersebut akan semakin
kecil. Pada batuan yang sangat kompak, harga porositasnya mendekati harga nol
sehingga densitasnya mendekati densitas matrik. Log density adalah kurva yang
menunjukkan besarnya densitas bulk density (rb) dari batuan yang ditembus oleh
lubang bor. Log densitas digunakan untuk mengukur densitas semu formasi

menggunakan sumber radioaktif yang ditembakkan ke formasi dengan sinar


gamma yang tinggi dan mengukur jumlah sinar gamma rendah yang kembali ke
detektor.
Karakteristik masing-masing batuan pada log densitas adalah sebagai berikut:
Batubara mempunyai densitas yang rendah (1,20 1,80 gr/cc)
Konglomerat mempunyai densitas menegah (2,25 gr/cc)
Mudstone, batupasir, batugamping mempunyai densitas menengah sampai
tinggi (2,65 2,71 gr/cc)
Batuan vulkanik basa dan batuan vulkanik non basa mempunyai densitas
tinggi (2,7 2,85 gr/cc)
Tabel 3.2. Nilai Rapat Massa Batuan
Jenis batuan

Rapat massa sebenarnya

Rapat massa saat

(gr/cc)

logging (gr/cc)

Sandstone

2,650

2,684

Limestone

2,710

2,710

Dolomites

2,870

2,876

Anhidrid

2,960

2,977

Antrasite coal

1,400-1,800

1,355-1,796

Bituminous coal

1,200-1,500

1,173-1,514

3 Perekaman Data Logging


Perekaman data logging menggunakan software WellCad. Data logging yang telah
diperoleh kemudian dicetak dalam lembaran data logging dimana terdapat nama
perusahaan, nomor lubang bor, lokasi pengeboran, jenis log, kedalaman
pengeboran, kedalaman alat logging, batas atas logging mulai dieksekusi, batas
bawah logging selesai dieksekusi, nama perekam log, nama geologist penanggung
jawab serta kedalaman penggunaan chasing. Selain itu lembar data logging juga
memuat informasi mengenai grak hasil pembacaan log gamma dan log densitas
yag kemudian dilakukan interpretasi jenis lapisan batuan beserta kedalaman dan
ketebalannya.
4 Interpretasi Data Logging
Interpretasi didefenisikan sebagai suatu kegiatan untuk menjelaskan arti dari
sesuatu. Sedangkan interpretasi log merupakan suatu kegiatan untuk menjelaskan
hasi perekaman mengenai berat jenis elektron. Interpretasi log dapat menyediakan
jawaban mengenai ketebalan lapisan batubara, kedalamannya, korelasi lapisan
batubara, jenis batuan roof (20 cm di atas lapisan batubara), jenis oor (20 cm di

bawah lapisan batubara), mengetahui kondisilubang bor dan sebagainya. Log


gamma digunakan bersamaan dengan log densitas yang merupakan log geosika
yang utama dalam eksplorasi batubara.

Share this:

Twitter

Facebook

Suka
Jadilah yang pertama menyukai ini.

Leave a reply

Mei 29, 2013

Berikutnya

Berikan Balasan
Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Nama

*
Surel

*
Situs web

Komentar

Kirim Komentar

Beri tahu saya komentar baru melalui email.

Pos-pos Terakhir
Pembuatan SKCK dan Surat Keteragan Sehat di Banjarmasin
KK baru dan KTP sementara
KEAGUNGAN CINTA
STRUKTUR BUMI DAN MEKANISME TERJADINYA GEMPA
CEPAT RAMBAT GELOMBANG BUNYI DALAM FLUIDA

Komentar Terakhir

Arsip
Maret 2014
Mei 2013

Kategori
Uncategorized

Meta
Mendaftar
Masuk log
RSS Entri
RSS Komentar
WordPress.com

View Full Site


Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

Now Available! Download WordPress for Android