Anda di halaman 1dari 1

Prinsip Kerja KLT

Pada proses pemisahan dengan kromatografi lapis tipis,


terjadi hubungan kesetimbangan antara fase diam dan fase gerak,
dimana ada interaksi antara permukaan fase diam dengan gugus fungsi
senyawa organik yang akan diidentifikasi yang telah berinteraksi dengan
fasa geraknya. Kesetimbangan ini dipengaruhi oleh 3 faktor, yaitu :
kepolaran fase diam, kepolaran fase gerak, serta kepolaran dan ukuran
molekul.
Pada kromatografi lapis tipis, eluent adalah fase gerak yang
berperan penting pada proses elusi bagi larutan umpan ( feed) untuk
melewati
fase
diam
(adsorbent).
Interaksi
antara adsorbent dengan eluent sangat
menentukan
terjadinya
pemisahan komponen. Oleh sebab itu pemisahan komponen
secara kromatografi dipengaruhi oleh laju alir eluentdan jumlah
umpan. Eluent dapat
digolongkan
menurut
ukuran
kekuatan
teradsorpsinya pelarut atau campuran pelarut tersebut pada adsorben
dan dalam hal ini yang banyak digunakan adalah jenis adsorben alumina
atau sebuah lapis tipis silika. Suatu pelarut yang bersifat larutan relatif
polar, dapat mengusir pelarut yang tak polar dari ikatannya dengan
alumina (gel silika). Semakin dekat kepolaran antara senyawa dengan
eluen maka senyawa akan semakin terbawa oleh fase gerak tersebut.
Hal ini berdasarkan prinsip like dissolved like.

Sumber: http://ndrasendana.blogspot.in/2013/12/kromatografilapis-tipis.html?m=l
Diakses 9 april 2015 pukul 23:20