Anda di halaman 1dari 12

KRITERIA KANTIN SEHAT

Kantin sekolah sehat memiliki syarat sebagai berikut:


Ada persediaan air bersih untuk mengolah makanan, mencuci tangan dan
mencuci peralatan makan.
Mempunyai tempat penyimpanan bahan makanan dan peralatan makan yang
bebas dari serangga dan hewan pengerat.
Ada tempat khusus penyimpanan bahan bukan pangan (sabun cuci piring,
cairan anti serangga) yang terpisah dari tempat penyimpanan bahan pangan.
Tempat yang bersih dan tertutup untuk pengolahan dan persiapan penyajian
makanan.
Kasir berada di tempat khusus, minimal orang yang bertugas di kasir tidak
bertugas menyiapkan makanan karena kuman penyakit dapat tersebar ke
makanan melalui tangan yang habis memegang uang.
Mempunyai tempat pembuangan sampah padat, cair dan gas.
Pastikan juga jajanan kemasan yang dijual di kantin belum kadaluarsa dan
sudah lolos sertifikasi BPOM.

Persyaratan sanitasi kantin sesui Kepmenkes diatas meliputi faktor bangunan, konstruksi, dan
fasilitas sanitasi, sebagai berikut :
Bangunan

Bangunan kantin kokoh, kuat dan permanen.

Ruangan harus ditata sesuai fungsinya, sehingga memudahkan arus tamu, arus
karyawan, arus bahan makanan dan makanan jadi serta barangbarang lainnya yang
dapat mencemari makanan.

Konstruksi

Lantai harus dibuat kedap air, rata, tidak licin, kering dan bersih.

Dinding. Permukaan dinding harus rata, kedap air dan dibersihkan.

Ventilasi. Ventilasi alam harus cukup menjamin peredaran udara dengan baik, dapat
menghilangkan uap, gas, asap, bau dan debu dalam ruangan. Ventilasi buatan
diperlukan bila ventilasi alam tidak dapat memenuhi persyaratan.

Pencahayaan. Intensitas pencahayaan setiap ruangan harus cukup untuk melakukan


pekerjaan pengolahan makanan secara efektif dan kegiatan pembersihan ruangan.

Atap. Tidak bocor, cukup landai dan tidak menjadi sarang tikus dan serangga lainnya.

Langit-langit. Permukaan rata, bersih, tidak terdapat lubang-lubang.

Fasilitas sanitasi

Air bersih. Kualitas air bersih harus memenuhi syarat fisik (tidak berbau, tidak berasa,
tidak berwarna, jernih), serta jumlahnya cukup memadai untuk seluruh kegiatan.

Air limbah. Air limbah mengalir dengan lancar, sistem pembuangan air limbah harus
baik, saluran terbuat dari bahan kedap air, saluran pembuang air limbah tertutup.

Toilet. Tersedia toilet, bersih. Di dalam toilet harus tersedia jamban, peturasan dan bak
air. Tersedia sabun/deterjen untuk mencuci tangan. Di dalam toilet harus tersedia bak
dan air bersih dalam keadaan cukup.

Tempat sampah. Tempat sampah dibuat dari bahan kedap air, tidak mudah berkarat,
mempunyai tutup. Tersedia pada setiap tempat/ruang yang memproduksi sampah.
Sampah dibuang tiap 24 jam.

Tempat cuci tangan. Fasilitas cuci tangan ditempatkan sedemikian rupa sehingga
mudah dicapai oleh tamu dan karyawan. Fasilitas cuci tangan dilengkapi dengan air
mengalir, sabun/deterjen, bak penampungan yang permukaanya halus, mudah
dibersihkan dan limbahnya dialirkan ke saluran pembuangan yang tertutup.

Tempat mencuci peralatan. Terbuat dari bahan yang kuat, aman, tidak berkarat dan
mudah dibersihkan. Bak pencucian sedikitnya terdiri dari 3 bilik/bak pencuci yaitu
untuk mengguyur, menyabun dan membilas.

Tempat mencuci bahan makanan. Terbuat dari bahan yang kuat, aman, tidak berkarat
dan mudah dibersihkan.

Tempat penyimpanan air bersih (tandon air) harus tertutup sehingga dapat menahan
masuknya tikus dan serangga.

Ruang dapur, ruang makan dan penyajian

Dapur. Dapur harus bersih, ruang dapur harus bebas dari serangga, tikus dan hewan
lainnya.

Ruang makan. Ruang makan bersih, perlengkapan ruang makan (meja, kursi, taplak
meja), tempat peragaan makanan jadi harus tertutup, perlengkapan bumbu kecap,
sambal, merica, garam dan lain-lain bersih.

Penerapan beberapa parameter diatas pada dasarnya bertujuan untuk meminimalisasi faktor
makanan sebagai media penularan penyakit dan masalah kesehatan. Persyaratan sanitasi
tersebut juga sebagai salah satu bentuk sistem kewaspadaan dini, juga sebagai alat untuk
menilai faktor resiko. Prosedur ini umum, dalam kaitan dengan hygiene dan sanitasi
makanan, kita kenal sebagai system Hazard Analysis and Critical Control Point (HACCP).
Sistem ini pada dasarnya merupakan pendekatan yang mengidentifikasikan hazard spesifik
dan tindakan untuk mengendalikannya. Yang dimaksud dengan hazard dapat berupa agens
biologis, kimiawi, atau agen fisik - pada makanan yang berpotensi menyebabkan efek yang
buruk pada kesehatan.
Berikut beberapa syarat yang dituntut Badan Pengawas Obat dan
Makanan (BPOM) sebelum memberikan piagam bintang atau gelar
kantin sehat, antara lain:
1. Tidak menjual jajan yang tidak memenuhi kualifikasi sehat, seperti
yang mengandung zat berbahaya atau mikroba.
2. hygienis dan sanitasi
Peralatanan juga diperhatikan. Makanan yang matang dan mentah harus
dipisahkan. Pisau harus bersih, setelah digunakan untuk makanan mentah dicuci
terlebih dahalu. Lihat kondisi tempat sampah yang cukup bersih.
3. Tidak memberi keleluasaan pada anak untuk mengambil jajanan
sendiri
"Kalau anak boleh ambil sendiri, itu tangannya ada bermacam-macam yang
pegang. Kalau es pun yang ada bungkusnya, kan yang pegang ada banyak
tangan, terus bungkusnya akhirnya digigit juga. Ada banyak kumannya itu,"
lanjut Halim.
4. Ada wastafel atau tempat cuci tangan
Jangankan tempat khusus untuk cuci tangan si pembeli, kebanyakan kantin
bahkan hanya menggunakan 1 ember air untuk mencuci piring seharian. "Ini
jelas tidak sehat," tegas Halim.
5. Penjaga kantin harus tahu benar jajan dan produsen yang menitipkan
barang dagangan di kantinnya, baik kualitas dagangan dan cara
pengolahannya.
6. Botol saus atau kecap yang ditutup rapat
"Kalau botol kecapnya tidak ditutup, kan jadi banyak lalat. Ya tidak bisa dapat
piagam. Sangat sederhana tapi sangat berisiko untuk anak-anak," papar Halim.

Ketentuan umum penilaian dalam pemilihan kantin yang higienis, adalah sebagai berikut:
Memiliki kualitas air baik (tidak berbau, tidak berasa, tidak berwarna, jernih)
Memiliki ventilasi yang baik

Pengelolaan air limbah kantin harus baik: mengalir dengan lancar, sistem pembuangan air
limbah harus baik, saluran terbuat dari bahan kedap air,dan saluran pembuang air limbah
tertutup
Memiliki tempat sampah yang tertutup dengan jumlah dan posisi yang memadai
Tersedia tempat cuci tangan dan tempat cuci peralatan dan bahan makanan yang terpisah
satu sama lain dan dilengkapi dengan air kran, saluran pembuangan air tertutup, bak
penampungan dan sabun
Memiliki tempat yang tertutup untuk menyimpan peralatan memasak dan perangkat
makan sehingga terbebas dari hama
Memiliki lingkungan tempat pencucian peralatan yang harus bersih
Alat dan bahan pembersih yang digunakan harus terjaga kondisinya
Tempat pengolahan makanan harus bersih, rapi, dan higienis
Tempat display/etalase makanan yang tertutup
Penjaja makanan yang terjaga kebersihan dan terbebas dari penyakit menular
Sekolah berhasil memaparkan kebutuhan yang mendesak dari pembenahan kantin yang
bersangkutan
Sekolah memenuhi atau paling tidak memenuhi seluruh kriteria penilaian Kantin
Higienis Sunlight
Sekolah memiliki program yang baik terhadap upaya pembenahan kantin yang akan
dilakukan
Program yang diajukan dari sekolah dasar yang mengirimkan submisi data harus sesuai
dengan kapasitas sekolah yang bersangkutan (contoh: ukuran kantin, letak kantin, dan sumber
daya manusia yang memadai)
BPOM pada tahun ini meluncurkan Gerakan Menuju Pangan Jajanan Anak Sekolah yang
Aman, Bermutu dan Bergizi karena melihat sedemikian kuat pengaruh jajanan kantin
terhadap kesehatan anak. Syarat jajan pangan anak sekolah yang baik haruslah aman, artinya
terhindar dari cemaran yang merugikan kesehatan , bermutu atau memenuhi kriteria
keamanan pangan, kandungan gizi, dan standar lain dan bergizi, mengandung zat gizi yang
bermanfaat bagi tumbuh kembang anak
Jajan yang tidak aman sendiri dikategorikan jika tercemar mikroba akibat sanitasi yang
buruk, cemaran zat kimia yang berpotensi menimbulkan keracunan atau tercemar benda fisik.
Survei menujukkan jenis pangan penyebab KLB keracunan tertinggi adalah pangan jajanan
(27%) dan pangan jasa boga 22%.
Hasil pengawasan PJAS oleh BPOM (tahun 2009-2012) menunjukkan jenis jajan yang Tidak
Memenuhi Syarat (karena penyalahgunaan bahan berbahaya, bahan tambahan pangan atau
logam berat berlebih dan atau cemaran mikroba) berkisar antara 44% lebih namun mulai bisa
diturunkan hingga 23%. Belum lagi bicara tentang bilai gizi. Kebanyakan jajanan sekolah
rendah kandungan gizinya, jelas Roy.
Keputusan Menkes No.1429/Menkes/SK/XII/2006 tentang Pedoman Penyelenggaraan
Kesehatan Lingkungan Sekolah mensyaratkan agar semua Kantin/ Warung Sekolah
memenuhi kriteria-kriteria kantin yang sehat dan higienis. Seperti memiliki tempat cuci
peralatan makanan dan minuman dengan air yang mengalir, ada tempat cuci tangan bagi

pengunjung, jauh dari tempat pembuangan sampah, hingga perysaratan menutup makanan
dengan kemasan yang baik.
Orangtua hendaknya waspada dengan gejala-gejala keracunan makanan pada anak yang bisa
berdampak fatal. Keracunan pangan, terutama pada anak, dapat menjadi ancaman yang
serius. Gejala keracunan pangan yang dominan dan umum dijumpai misalnya muntah, nyeri
perut dan diare. Gejala biasanya dapat terjadi dalam waktu 2 - 36 jam setelah mengonsumsi
makanan yang tercemar. Orangtua tidak boleh menganggap enteng sakit perut karena dapat
mengindikasikan keracunan pangan, ujar Roy.
Untuk mencegah hal-hal seperti ini, orangtua hendaknya ikut mendukung upaya peningkatan
keamanan pangan di sekolah. Caranya dengan membiasakan anak-anaknya untuk berperilaku
sehat antara lain dengan menyiapkan bekal makanan yang aman untuk dibawa anaknya ke
sekolah dan menangani anak yang sakit dengan tepat.
Ajari anak untuk memilih makanan yang tidak menyimpang mutu dan keamanannya
(dikenali dari bau, rasa, warna) pada saat membeli makanan. Anak juga diharuskan memilih
makanan yang tertutup pada saat dijajakan dan mempertahankan makanan dalam bungkusnya
bila tidak segera dimakan, agar terhindar dari lalat dan debu. tan

Bagaimana Kantin Sekolah yang Seharusnya?


author : K. Tatik Wardayati
Thursday, 27 June 2013 - 08:00 am
More Sharing ServicesShare | Share on facebook Share on twitter

akmalguthrian
Sebuah contoh kantin sekolah sehat.
Intisari-Online.com Kantin sekolah secara luas berfungsi untuk memberikan pelayanan
kebutuhan berbagai makanan serta minuman yang aman dan bergizi untuk seluruh komunitas
sekolah. Juga dapat menunjang pendidikan kewirausahaan siswa sejak dini bila proses yang
ada di kantin dapat menarik perhatian siswa dan menyediakan pangan jajanan dengan harga
yang wajar.
Kantin sekolah juga diharapkan dapat menunjang pengetahuan tentang keamanan pangan dan
gizi yang dipelajari di sekolah. Dari kantin sekolah diharapkan siswa dapat menerapkan
standar kebersihan dalam menangani, menyiapkan, menyajikan pangan dalam kehidupan
sehari-hari.
Keputusan Menkes no. 1429/Menkes/SK/XII/2006 menetapkan sejumlah persyaratan
kesehatan lingkungan ruang bangunan kantin atau warung sekolah seperti berikut ini.

Tersedianya tempat cuci peralatan makanan dan minuman dengan air yang mengalir.

Tersedia tempat cuci tangan bagi pengunjung.

Tersedia tempat penyimpanan bahan makanan.

Tersedia tempat makanan jadi/siap jadi yang tertutup.

Tersedia tempat menyimpan peralatan makan dan minum.

Lokasi minimal berjarak 20 meter dari tempat penampungan sampah sementara


(TPS).

Berdasarkan SK Menkes di atas, maka tata laksana kantin/warung sekolah diharapkan seperti
ini.

Makanan jajanan dalam keadaan terbungkus dan atau tertutup.

Makanan jajanan dalam kemasan harus dalam keadaan baik dan tidak kadaluarsa.

Tempat penyimpanan makanan harus selalu terpelihara, bersih, terlindung dari debu,
terhindari dari bahan kimia berbahaya, serangga, dan hewan lain.

Tempat pengolahan/dapur atau penyiapan makanan harus bersih dan memenuhi


persyaratan kesehatan sesuai ketentuan yang berlaku.

Peralatan yang sudah dipakai, dicuci dengan air bersih yang mengalir atau dalam 2
(dua) wadah yang berbeda dan dengan menggunakan sabun.

Peralatan bersih harus disimpan di tempat yang bebas dari pencemaran.

Peralatan yang digunakan untuk mengolah dan menyajikan makanan jajanan harus
sesuai dengan peruntukannya.

Dilarang menggunakan kembali peralatan yang dirancang hanya untuk sekali pakai.

Penyaji makanan harus selalu menjaga kebersihan dengan selalu mencuci tangan
sebelum memasak dan dari toilet.

Sarana & Prasarana Kantin Sehat

Kantin yang sehat secara fisik tentunya harus mempunyai sarana dan prasarana yang
memadai. Berdasarkan fisiknya tersebut, kantin sehat dapat dibedakan menjadi kantin
dengan ruangan tertutup dan kantin dengan ruangan terbuka seperti di koridor atau di
halaman sekolah. Meskipun kantin berada di ruang terbuka, namun ruang pengolahan
dan tempat penyajian makanan harus dalam keadaan tertutup. Kedua jenis kantin
tersebut harus memiliki sarana dan prasana sebagai berikut: (1) sumber air bersih, (2)
tempat penyimpanan, (3) tempat pengolahan, (4) tempat penyajian dan ruang makan,
(5) fasilitas sanitasi, (6) perlengkapan kerja dan (7) tempat pembuangan limbah.
Kantin dengan ruang tertutup harus mempunyai bangunan tetap dengan persyaratan
tertentu, sedangkan kantin dengan ruang terbuka (koridor atau halaman) harus
mempunyai tempat tertutup untuk persiapan dan pengolahan serta penyajian makanan
dan minuman.
Sumber air bersih
Kedua jenis kantin harus mempunyai suplai air bersih yang cukup, baik untuk
kebutuhan pengolahan maupun untuk kebutuhan pencucian dan pembersihan. Sumber
air dapat diperoleh dari PAM maupun dari air tanah (sumur). Air yang akan digunakan
memasak dan disimpan dalam ember, harus menggunakan gayung bertangkai panjang
untuk mengeluarkan air dari ember/wadah air, jangan mengotori air dengan
mencelupkan tangan ke dalam ember/wadah air. Ember/wadah air harus selalu
tertutup. Syarat-syarat air yang digunakan adalah air harus bebas dari mikroba dan
bahan kimia yang dapat membahayakan kesehatan seseorang, tidak berwarna dan
berbau, memenuhi persyaratan kualitas air bersih dan atau air minum dan untuk air
yang akan digunakan untuk memasak atau mencuci bahan pangan harus memenuhi
persyaratan bahan baku air minum.
Tempat Penyimpanan
Baik kantin tertutup maupun kantin terbuka mempunyai persyaratan tempat
penyimpanan yang sama. Keduanya harus mempunyai tempat penyimpanan bahan
baku, tempat penyimpanan makanan jadi yang akan disajikan, tempat penyimpanan
bahan bukan pangan dan tempat penyimpanan peralatan. Tempat penyimpanan harus
mudah dibersihkan dan bebas dari hama seperti serangga, binatang pengerat seperti
tikus, burung, atau mikroba dan ada sirkulasi udara. Penyimpanan bahan baku dan
produk pangan harus sesuai dengan suhu penyimpanan yang dianjurkan. Untuk bahan
mentah termasuk bumbu dan bahan tambahan pangan (BTP) tempat penyimpanannya
harus terpisah dengan produk atau makanan yang siap disajikan.
Kedua jenis kantin tersebut pun harus menyediakan tempat khusus untuk menyimpan
bahan-bahan bukan pangan seperti bahan pencuci dan minyak tanah. Bahan
berbahaya seperti pemberantas serangga, tikus, kecoa, bakteri dan bahan berbahaya
lainnya tidak boleh disimpan di kantin. Kantin juga mempunyai tempat penyimpanan
peralatan makan yang bebas pencemaran (lemari). Peralatan harus mudah

dibersihkan, kuat dan tidak mudah berkarat. Permukaan peralatan yang kontak
langsung dengan pangan harus halus, tidak bercelah, tidak mengelupas, dan tidak
menyerap air Peralatan bermotor seperti pengaduk dan blender hendaknya dapat
dibongkar agar bagian-bagiannya mudah dibersihkan.
Tempat Pengolahan/ Tempat Persiapan Makanan
Ruang pengolahan atau persiapan makanan mempunyai persyaratan yang sama, baik
untuk kantin ruang tertutup maupun kantin ruang terbuka. Ruangan ini harus selalu
dalam keadaan bersih dan terpisah dari ruang penyajian dan ruang makan dan harus
tertutup. Terdapat tempat/meja yang permanen dengan permukaan halus, tidak
bercelah dan mudah dibersihkan. Ruang pengolahan tidak berdesakan sehingga setiap
karyawan yang sedang bekerja dapat leluasa bergerak. Ventilasi yang cukup harus
tersedia agar udara panas dan lembab di dalam ruangan pengolahan dapat dibuang
keluar dan diganti dengan udara segar. Terdapat lampu penerangan yang cukup terang
sehingga karyawan dapat mengerjakan tugasnya dengan baik, teliti dan nyaman.
Lampu penerangan tidak berada langsung di atas meja pengolahan pangan. Jika lampu
berada langsung di atas tempat pengolahan, lampu tersebut harus diberi
penutup/pelindung

Tempat Penyajian (Display Makanan) dan Ruang Makan


Kantin ruang tertutup maupun kantin ruang terbuka harus mempunyai tempat
penyajian makanan seperti lemari display, etalase atau lemari kaca yang
memungkinkan konsumen dapat melihat makanan yang disajikan dengan jelas.
Tempat penyajian atau display makanan ini harus selalu tertutup untuk melindungi
makanan dari debu, serangga dan hama lainnya.
Makanan camilan harus mempunyai tempat penyajian yang terpisah dari tempat
penyajian makanan sepinggan. Makanan camilan yang dikemas dapat digantung atau
ditempatkan dalam wadah dan disajikan pada tempat yang terlindung dari sinar
matahari langsung atau debu. Khusus untuk buah potong harus mempunyai tempat
display tersendiri dan dijaga kebersihannya, terhindar dari kontaminasi debu, serta
sedapat mungkin dalam keadaan dingin/didinginkan.
Ruang makan di kantin seyogyanya menyediakan meja dan kursi dalam jumlah yang
cukup dan nyaman. Meja dan kursi tersebut harus selalu dalam keadaan bersih, tidak
berdesakan sehingga setiap konsumen dapat leluasa bergerak. Permukaan meja harus
mudah dibersihkan. Ruang makan pada kantin ruang tertutup harus mempunyai
ventilasi yang cukup agar udara panas dan lembab di dalam ruangan pengolahan dapat
dibuang keluar dan diganti dengan udara segar sedangkan untuk kantin yang
menggunakan koridor, taman atau halaman sekolah sebagai tempat makan, tempat
tersebut harus selalu dijaga kebersihannya, rindang (tidak terkena matahari langsung
jika tidak ada atap), ada pertukaran udara, serta jauh dari tempat penampungan
sampah, WC dan pembuangan limbah (jarak minimal 20 m).
Fasilitas Sanitasi

Fasilitas sanitasi pada kantin tertutup maupun kantin di ruang terbuka mempunyai
persyaratan yang sama yaitu: tersedia bak cuci piring dan peralatan dengan air
mengalir serta rak pengering, tersedia wastafel dengan sabun/detergen dan lap bersih
atau tisue di tempat makan dan di tempat pengolahan/persiapan makanan, tersedia
suplai air bersih yang cukup, baik untuk kebutuhan pengolahan maupun untuk
kebutuhan pencucian dan pembersihan dan tersedia alat cuci/pembersih yang terawat
baik seperti sapu lidi, sapu ijuk, selang air, kain lap, sikat, kain pel, dan bahan
pembersih seperti sabun/deterjen dan bahan sanitasi.
Perlengkapan Kerja dan Penyimpanan Uang di Kasir
Perlengkapan kerja karyawan kantin yang harus disediakan antara lain baju kerja,
tutup kepala, dan celemek berwarna terang, serta lap yang bersih. Jika tidak
memungkinkan menggunakan tutup kepala, rambut harus tertata rapi dengan dipotong
pendek atau diikat. Berkenaan dengan tempat penyimpanan uang, maka uang harus
mempunyai tempat penyimpanan khusus yang terpisah dan berada jauh dari tempat
penyajian atau display makanan siap saji karena uang merupakan sumber kontaminasi
mikroba yang sering tidak kita sadari. Sebaiknya orang yang menerima pembayaran
(kasir) tidak merangkap sebagai pengolah dan/atau penyaji makanan, agar tidak
terjadi pemindahan mikroba melalui uang.
Tempat Pembuangan Limbah (Padat, Cair dan Gas)
Baik kantin yang tertutup maupun kantin di ruang terbuka mempunyai persyaratan
pembuangan limbah yang sama, antara lain : (1) tempat sampah atau limbah padat di
kantin harus tersedia dan jumlahnya cukup serta selalu tertutup, di dalam maupun di
luar kantin harus bebas dari sampah. Jarak kantin dengan tempat penampungan
sampah sementara minimal 20 meter. Sampah harus dibuang secara berkala dan
teratur dan dibuang pada tempatnya, (2) terdapat selokan atau saluran pembuangan air
(termasuk air limbah dan berfungsi dengan baik serta mudah dibersihkan bila terjadi
penyumbatan), dan (3) terdapat lubang angin yang berfungsi untuk mengalirkan udara
segar dan membuang limbah gas hasil pemasakan makanan.
Pengawasan Rutin
Untuk mewujudkan kantin sehat di sekolah perlu peran serta aktif dari berbagai
macam pihak. Kepala sekolah dan para guru mempunyai peranan yang sangat penting
dalam mengarahkan kantin sekolah untuk dapat menyediakan makanan yang sesuai
dengan PUGS (Pedoman Umum Gizi Seimbang). Selain kepala sekolah dan guru,
kelompok orang tua siswa juga dapat berperan agar kantin dapat menyediakan
makanan yang sehat, bergizi, dan aman bagi kesehatan.
Secara informal pengawasan kantin sekolah dilakukan oleh seluruh pihak termasuk
orang tua dan murid, secara formal sekolah dapat menunjuk guru atau petugas UKS
sebagai pembina dan pengawas internal kantin sehat di sekolah dan sebagai pengawas
eksternal dapat dilibatkan Petugas Dinas Kesehatan/ Puskesmas.
Untuk dapat melaksanakan fungsinya sebagai pembina dan pengawas kantin sehat di
sekolah, maka seorang pengawas kantin sehat harus mendapat tugas dari sekolah
sebagai pembina dan pengawas kantin sekolah, telah mengikuti pelatihan Pembinaan
Pengawas Kantin Sekolah dan memiliki pengetahuan mengenai Gizi Seimbang dan
Beragam, Keamanan Pangan, Cara Pengolahan Pangan yang Baik, Sanitasi dan
Higiene serta Persyaratan Sarana dan Prasarana Kantin Sehat.
Demikian juga halnya dengan siswa. Para siswa hendaknya diberikan penyuluhan
tentang makanan jajanan yang sehat dan aman sehingga mereka dapat memilih
makanan jajanan yang baik untuk dikonsumsi. Tentunya, apabila semua pihak yang

terkait bahu membahu mewujudkan kantin sehat yang sesungguhnya, maka harapan
Departemen Pendidikan Nasional untuk melahirkan generasi mendatang yang tidak
hanya cerdas tetapi juga mempunyai akreditas kesehatan yang baik melalui program
kantin sehat sekolah akan mendapatkan hasil yang maksimal.

KRITERIA KANTIN SEHAT DISEKOLAH


Diposkan oleh SMKN 1 Sukabumi on Kamis, 13 September 2012 di 00.07
Ada beberapa kriteria untuk kantin sehat diantaranya :
1. Tidak beruhubungan langsung dengan WC/Toilet dan berjarak kurang lebih 20
m dari TPS
2. Tidak ditemukan lalat dan serangga lainnya
3. Tidak ada sarang laba-laba dan debu
4. Peralatan makan dan masak tersusun rapih dan mudah dibersihkan
5. Ruangan kantin rapih dan bersih
6. Fasilitas dan perlengkapan kantin bersih dan rapih
7. Luas ventilasi lebih dari 20% dari luas ruangan kantin
8. Pencahayaan terang alami atau dengan bantuan lampu
9. Setiap menu makanan yang disajikan banyak mengandung karbohidrat,
protein, vitamin dan mineral
10. Seluruh makanan yang disediakan tertutup atau terbungkus
11. Makanan pabrikan berkemasan tidak rusak, berlebel ijin BPOM/depkes dan
tidak kadaluarsa.
12. Makanan dan minuman yang disajikan tidak mengandung zat warna yang
dilarang, bersoda dan pemanis yang lengket.
13. Alat makan dan minum dicuci dengan air yang mengalir dan pakai sabun
14. Alat perlengkapan makan dan minum setelah dicuci dikeringkan dengan
ditiriskan di rak
15. Cuci tangan menggunakan air mengalir dan sabun
16. Ada tempat sampah yang tertutup
17. Kantin selalu diawasi diantaranya oleh TP.PKK, Ibu Dharmawanita, Guru
pelaksana UKS, KKR atau Dokcil.

18. Saluran pembuangan air lancar dan selalu bersih tidak ada kotoran air yang
menggenang.
19. Penyaji/pengelola kantin tidak sedang sakit, selalu rapih, bersih,
menggunakan tutup kepala dan selalu menggunakan alat saat menjamah
makanan.
20. Terdapat jadwal daftar menu penyajian di setiap hari dan ada surat
keterangan kesehatan kantin dari Dinkes/PKM/BPOM.
21. Alat- alat dari Bahan yang mudah dibersikan,tidak berbahaya & tidak luntur