Anda di halaman 1dari 8

1

Olympic Mathematic

2
TRIK MENJAWAB SOAL OLIMPIADE MATEMATIKA

Ketekunan
Calvin

Coolidge

mengatakan

Tak

satupun

dapat

menggantikan ketekunan untuk mencapai keberhasilan.

Paham Konsep
Paham Konsep berarti mengerti makna setiap kata dalam soal.

Mampu Berpikir Kreatif


Dasar dari berpikir kreatif adalah menghubung-hubungkan
yakni menghubungkan antara yang diketahui dengan yang
ditanyakan.

Selamat berjuang untuk menjadi orang yang lebih dari orang lain

Olympic Mathematic

14

3
BAB IV.

BAB I

KOMBINATORIKA

TEORI BILANGAN

A. PERMUTASI DAN KOMBINASI

A. KETERBAGIAN
Kita mengetahui bahwa 10 dibagi 3 hasil baginya 3 sisa 1 yang dapat

A.1. Permutasi
Banyaknya cara menyusun r anggota dari sebuah himpunan

ditulis :

yang mempunyai n anggota dengan memperhatikan urutan

10
1
= 3 + atau 10 = 3 x 3 + 1
3
3

dapat dihitung dengan rumus:


n!
P(n,r) = P =
( n r )!
n
r

Secara umum, a dan b + ! q, r


a = qb + r , 0 r < b
q = hasil bagi

Dengan n! = n . (n-1) . (n-2) ..3.2.1.

r = sisa

A.2. Kombinasi
Banyaknya cara menyusun r anggota dari sebuah himpunan

Jika r = 0 maka a habis dibagi b dan ditulis b a

yang mempunyai n anggota tanpa memperhatikan urutan dapat

Jika 0 < r < b maka a tidak habis dibagi b dan ditulis b

dihitung dengan rumus:


C (n,r) = CRN =

n!
r! ( n r )!

Sifat-sifat pembagian:
1. a b dan b a maka a c
2. ab a dan a c maka b c

B. KOEFISIEN BINOMIAL

3. a b dan a c maka a (bx + cy) , x, y

Teorema:
Jika x dan y adalah variabel dan n adalah bilangan asli, maka berlaku
n
(x + y) = x n r y r
r =0 r
n

Keterbagian oleh 2n
Suatu bilangan habis dibagi 2n jika n bilangan terakhir dari
bilangan dari bilangan tersebut habis dibagi 2n.

Olympic Mathematic

Olympic Mathematic

13


Keterbagian 3,9, dan 11

B.3.3. Teorema Secant-Tangent

Misalkan a = anan-1an-2.a1a0.

 Bilangan a habis dibagi 3 jika jumlah angka-angkanya (an +

an-1 + an-2 +.+ a1 + a0) habis dibagi 3.


A

 Bilangan a habis dibagi 9 jika jumlah angka-angkanya (an +

O
A`

an-1 + an-2 +.+ a1 + a0) habis dibagi 9


 Bilangan a habis dibagi 11 jika jumlah silang tanda ganti

Jika P adalah sebuah titik di luar lingkaran, garis


singgung dari P menyinggung lingkaran di titik T dan

angka-angkanya (an - an-1 + an-2 -.)

garis melalui P memotong lingkaran di A dan A`, maka:


B. BILANGAN KHUSUS

PA . PA` = PT2

Bilangan Prima dan Komposit


Bilangan prima adalah bilangan asli yang hanya dapat dibagi oleh
bilangan itu sendiri dan satu (hanya memiliki 2 faktor). Misal:
2,3,5,7,9,11,
Bilangan komposit adalah bilangan asli yang mempunyai lebih
dari 2 faktor. Misal : 4,6,8,9,.
Teorema: (Topik Eratosthenes)
bilangan komposit n ada bilangan prima p sehingga p n
dan p n

Jika tidak ada bilangan prima p yang dapat membagi n dengan p


n maka n bilangan prima.

Olympic Mathematic

Olympic Mathematic

12

5
B.3. Teorema-Teorema Pada Lingkaran

Bilangan Kuadrat
Hal-hal penting yang perlu diperhatikan:

B.3.1. Teorema Tali Busur


B

1. Angka satuan yang mungkin untuk bilangan kuadrat yaitu

A`

0,1,4,5,6,9.
A

2. Setiap bilangan kuadrat dibagi 4 maka sisanya 0 atau 1.

B`

3. Jika p bilangan prima dan p


Jika AA` dan BB` adalah talibusur-talibusur sebuah

n2maka p2 n2

C. GCD DAN ALGORITMA EUCLID

lingkaran yang berpotongan di titik P di dalam

Jika a,b,d yang memenuhi sifat d a dan d b, maka d disebut

lingkaran, maka

pembagi persekutuan dari a dan b. Nilai terbesar dari d disebut FPB


PA . PA` = PB . PB`

GCD (Greator Common Divisor) ditulis dengan GCD (a,b).

B.3.2. Teorema Secant

Teorema (Algoritma Euclide)


Diberikan 2 bilangan bulat a dan b dengan a > b > 0, maka GCD
A

A`

(a,b) bisa dicari dengan mengulang logaritma pembagian.


a = q1 b + r1

0 < r1 < b

b = q2 r1 + r2 0 < r2 < r1
B`

r1 = q3 r2 + r3 0 < r3 < r2
M

Jika AA` dan BB` adalah talibusur-talibusur sebuah


lingkaran yang berpotongan di titik P di luar lingkaran,
maka:

0 < rn < rn-1

rn-1 = qn+1 rn + 0
maka rn , sisa terakhir dari pembagian di atas yang bukan nol

PA . PA` = PB . PB`

Olympic Mathematic

rn-2 = qn rn-1 + rn

merupakan GCD (a,b).

Olympic Mathematic

11
A.3.3 Teorema De Ceva

D. KONGRUEN

n,a,b , n > 1, a kongruen dengan b modulo n, dituliskan:


E

a b (mod n)

Jika a dan b memberikan sisa yang sama apabila dibagi oleh n.

B
F
Jika titik-titik D,E, dan F terletak pada sisi-sisi BC, CA,

E. PERSAMAAN DIOPHANTINE
Suatu persamaan berbentuk ax + by = c dengan a,b,c dan a,

dan AB dari ABC sedemikian sehingga garis-garis

b 0 disebut persamaan linier diophantine jika penyelesaiannya

AD, BE, CF adalah konkuren melalui titik P, maka:

dicari untuk bilangan-bilangan bulat.

BD CE AF
=1
.
.
DC EA FB

Teorema:
Persamaan liner diophantine ax + by = c mempunyai
penyelesaian jika dan hanya jika FPB (a,b) membagi c.
Teorema:

B. LINGKARAN
B.1. Sudut

Jika d = GCD (a,b) dan x0 , y0 penyelesaian persamaan

Rumus sudut utama pada lingkaran:

diophantine ax + by = c, maka penyelesaian umum persamaan


keliling =

tersebut adalah:
x = x0 +

b
a
k dan y = y0 - k
d
d

1
pusat yang menghadap busur yang sama
2

(i). Sudut-sudut keliling yang menghadap busur yang sama


adalah sama besar.
(ii). Sudut keliling yang menghadap setengah lingkaran adalah
90o .
(iii). Jumlah sudut-sudut berhadapan pada segiempat talibusur
adalah 180o .
B.2. Keliling dan Luas

Olympic Mathematic

Olympic Mathematic

10

7
BAB II
ABC sebangun dengan PQR A = P ,B = Q ,C = R

AB AC BC
=
=
PQ PR QR
AB AC
=
danA = P
PQ PR

ALJABAR

A. PERSAMAAN POLINOM
Bentuk umum persamaan polinom berderajat n adalah
an x n + an 1 x n 1 + ... + a1 x + ao = 0

ao ,a1 ,....,an dan x1 merupakan akar-akar bulat persamaan di


A.3. Teorema-teorema pada segitiga

atas, maka x1 merupakan faktor dari ao . Jadi akar-akar bulat yang

A.3.1 Teorema Phytagoras

mungkin untuk persamaan di atas adalah faktor-faktor dari ao .

A.3.2 Teorema Menelaos


C
E

B. KETAKSAMAAN
Misalkan x suatu bilangan real, maka ketaksamaan yang paling
D

mendasar adalah:

x2 0

Jika sebuah garis transversal memotong sisi-sisi BC,


CA, AB dari segitiga ABC di titik-titik D, E, dan F
maka berlaku:

Salah satu strategi umtuk membuktikan ketaksamaan adalah dengan


mengubahnya menjadi bentuk di atas.
C. RATAAN ARITMATIKA, GEOMETRI, DAN HARMONIK

BD CE AF
.
.
= 1
DC EA FB

Secara umum, jika terdapat n buah bilangan real positif a1 ,a2 ,.....,an
maka didefinisikan bahwa:

Olympic Mathematic

Arithmetic Mean (AM)

a1 + a2 + ... + an
n

Geometric Mean (GM)

Olympic Mathematic

a1 a2 ... an

Harmonic Mean (AM)

Selalu berlaku:

BAB III

1 1
1
+ + ... +
a1 a2
an

GEOMETRI

AM GM HM

A. SEGITIGA
A.1. Sudut

Jumlah sudut-sudut segitiga adalah

180o .
Jadi : A + B + C = 180o
A

C
Pada segitiga berlaku:
AC = BC A = B
Akibatnya:
AC=BC =AB A = B = C
A

A.2. Kesebangunan

A
Olympic Mathematic

Olympic Mathematic