Anda di halaman 1dari 102

ar

.b

ab

tp
://
j

ht

.g

ps
id

o.

ar
.b

ab

tp
://
j

ht

.g

ps
id

o.

ht

tp
://
j

ab

ar
.b

ps

.g

o.

id

STATISTIK DAERAH
PROVINSI JAWA BARAT
2014

STATISTIK DAERAH PROVINSI JAWA BARAT 2014


ISSN: 0215.2169
Nomor Publikasi: 32.000.14.02
Katalog BPS: 1101002.32
Ukuran Buku: 17,6 cm x 25 cm
Jumlah Halaman: ii + 93 halaman

id

Naskah:
Bidang Neraca Wilayah dan Analisis Statistik

ab

.g
ps

ar
.b

Diterbitkan oleh:
Badan Pusat Statistik Provinsi Jawa Barat

o.

Gambar Kulit:
Bidang Neraca Wilayah dan Analisis Statistik

ht

tp
://
j

Boleh dikutip dengan menyebut sumbernya

KATA PENGANTAR
Puji dan syukur kami sampaikan kepada Allah SWT publikasi Statistik Daerah
Provinsi Jawa Barat 2014 dapat diterbitkan tepat pada waktunya. BPS Provinsi Jawa
Barat berkomitmen untuk menepati penerbitan setiap publikasi sesuai dengan jadwal
yang telah ditetapkan dalam Senarai Rencana Terbit atau lebih dikenal sebagai Advance
Release Calendar (ARC).

ar
.b

ps

.g

o.

id

Buku ini memberikan gambaran umum data dan informasi terpilih seputar Jawa
Barat. Publikasi ini melengkapi publikasi-publikasi lain yang telah terbit setiap tahun, yang
memuat berbagai indikator kegiatan ekonomi dan sosial lainnya di Jawa Barat. Dengan
analisis sederhana publikasi Statistik Daerah Provinsi Jawa Barat diharapkan dapat
membantu pengguna data untuk memahami perkembangan pembangunan seputar Jawa
Barat.

tp
://
j

ab

Selanjutnya diharapkan buku ini bermanfaat untuk evaluasi kegiatan-kegiatan


yang telah dilaksanakan dan bisa menjadi landasan pemikiran untuk pengambilan
keputusan dalam melaksanakan pembangunan yang berkelanjutan di Jawa Barat. Kritik
dan saran sangat kami harapkan guna perbaikan pada masa yang akan datang.

ht

Kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu
hingga terselesaikannya publikasi Statistik Daerah Provinsi Jawa Barat 2014.

Bandung, September 2014


Kepala Badan Pusat Statistik
Provinsi Jawa Barat

Gema Purwana

Statistik Daerah Provinsi Jawa Barat 2014

DAFTAR ISI

11. Industri Pengolahan

35

2. Pemerintahan

12. Konstruksi

38

3. Penduduk

13. Hotel & Pariwisata

40

4. Ketenagakerjaan

11

14. Transportasi & Komunikasi

5. Pendidikan

14

43

ps

.g

o.

id

1. Geografi & Iklim

47

18

16. Harga-Harga

51

21

17. Pengeluaran Penduduk

55

8. Pembangunan Manusia

24

18. Perdagangan

59

9. Pertanian

27

19. Pendapatan Regional

62

33

20. Perbandingan Regional

65

ar
.b

15. Perbankan & Investasi

6. Kesehatan

ht

tp
://
j

ab

7. Perumahan

10. Pertambangan & Energi

ii

Statistik Daerah Provinsi Jawa Barat 2014

GEOGRAFI & IKLIM

Luas wilayah dataran Jawa Barat mencapai 54,03 persen


terletak di bagian utara dengan ketinggian 0-10m dpl.

Provinsi

Jawa

Barat

Gambar 1.1 Peta Provinsi Jawa Barat

secara

geografis terletak di antara 550'-750'


Lintang Selatan dan 10448'-10848'
Bujur Timur, dengan batas wilayah:
sebelah Utara, berbatasan dengan
Laut Jawa dan DKI Jakarta;
sebelah Timur, berbatasan dengan
Provinsi Jawa Tengah;

id

sebelah Selatan, berbatasan dengan

.g

sebelah Barat, berbatasan dengan

o.

Samudera Indonesia;

ps

Tabel 1.1 Statistik Geografi Jawa Barat


Tahun 2011

ar
.b

Provinsi Banten.
Luas wilayah Provinsi Jawa Barat
wilayah

daratan

seluas

ab

meliputi

3.710.061,32

hektar. Sebagian besar

Uraian

Satuan

2011

(1)

(2)

(3)

Luas

(000 Ha)

3 710

berbatasan

dengan

tp
://
j

wilayah kabupaten/kota di Jawa Barat


laut

sehingga

cukup

panjang,

ht

wilayah Jawa Barat memiliki garis pantai


yaitu

755,83

wilayah

pegunungan

curam

(9,5% dari total luas wilayah Jawa


Barat)

terletak di

bagian

Desa

448

Desa Bukan di Pesisir

Desa

5 457

Desa di Lembah

Desa

181

Desa di Lereng

Desa

1 569

Desa di Pedataran

Desa

4 155

KM.

Daratan Jawa Barat dapat dibedakan


atas

Desa di Pesisir

Selatan

Sumber: Podes 2011

dengan ketinggian lebih dari 1.500 m di


atas

permukaan

laut

lereng

bukit

yang

terletak

di

bagian

(dpl),

landai
tengah

wilayah
(36,48%)
dengan

ketinggian 10-1.500 m dpl, dan wilayah


dataran luas (54,03%) terletak di bagian
utara dengan ketinggian 0-10 m dpl.

Statistik Daerah Provinsi Jawa Barat 2014

GEOGRAFI & IKLIM


Tahun 2013 tercatat potensi adanya peningkatan curah hujan dengan
intesitas tinggi terjadi pada bulan Desember yaitu mencapai 418.

Tabel 1.2. Statistik Curah Hujan Jawa Barat


Tahun 2012-2014

Berdasarkan

Desa

wilayah pesisir sebanyak 448, sebagian

Curah Hujan
2013

Potensi

(Podes) tahun 2011 desa yang ada di

Bulan
2012

data

wilayah Jawa Barat merupakan desa

2014
309,0

bukan pesisir yang jumlahnya mencapai

250,0

88,9

5.457 desa, dengan komposisi 181 desa

305,0

418,7

di lembah 1.569 desa di lereng dan 4.155

290,8

286,0

216,6

Mei

257,1

171,0

176,7

Juni

60,5

231,5

195,5

159,0

*)

berasal

74,0

*)

banyaknya aliran sungai menyebabkan

303,7

Maret

155,5

April

Juli

34,2

Agustus

0,0

172,0

Oktober

125,0

234,0

*)

November

537,0

164,0

*)

Desember

637,0

418,0

Rata-Rata

209,23

223,45

234,2

tp
://
j

*) Data tidak tersedia

dari

endapan

vulkanis

serta

sebagian

besar

dari

luas

tanahnya

digunakan untuk pertanian.

*)

ab

September

Barat yang memiliki lahan yang subur

ar
.b

27,0

*)

buah desa di pedataran. Selain itu, Jawa

id

Februari

o.

216,9

.g

82,9

ps

Januari

ht

Gambar 1.2. Statistik Iklim Jawa Barat


Tahun 2013

Kecepatan Angin
Rata-rata:
3 (Knot)

Curah hujan adalah ketinggian air

hujan yang jatuh pada tempat yang datar.


Sedangkan curah hujan bulanan adalah
jumlah
selama

curah

hujan

yang

28 atau 29 hari

terkumpul
untuk bulan

Februari, dan 30 atau 31 hari untuk bulanbulan lain.


Berdasarkan pantauan BMKG di Kota
Bandung sebagai ibu kota Provinsi Jawa
Barat, untuk tahun 2013 tercatat potensi
adanya peningkatan curah hujan dengan

Kecepatan Angin
terbesar:
13 (Knot)

TekananUdara:
923,1 (mb)

intesitas

tinggi

terjadi

pada

bulan

Desember, yaitu mencapai 418.0 mm.


Pada bulan April tercatat sebesar 286.0
mm, sedangkan curah hujan terendah
pada bulan Agustus yaitu 74,0 mm.

Statistik Daerah Provinsi Jawa Barat 2014

PEMERINTAHAN

Memasuki tahun 2012 tepatnya tanggal 25 Oktober terjadi momen penting yaitu
terbentuknya Kabupaten Pangandaran, pemekaran dari Kabupaten Ciamis.

Memenuhi

kebutuhan

pembangunan

dan

pelayanan

publik,

dipandang

sebagai

untuk

percepatan

penambahan atau pemekaran wilayah dari

perbaikan

tahun 2011 sampai tahun 2013. Begitu

juga

pemekaran
sebuah

mempercepat

wilayah

juga dengan jumlah desa dan kelurahan

terobosan

tidak mengalami perubahan dari tahun

pembangunan

tersebut melalui peningkatan kualitas dan

sebelumnya

yaitu

sebanyak

5.962

desa/kelurahan.

kemudahan memperoleh pelayanan bagi

bagian

meningkatkan

dari

wilayah

juga

upaya

untuk

kemampuan

pemerintah

Dengan adanya pemekaran wilayah


ini diharapkan pembangunan di Jawa
Barat akan lebih merata.

id

merupakan

Pemekaran

o.

masyarakat.

daerah dalam memperpendek rentang


sehingga

pemerintah

ar
.b

meningkatkan efektifitas penyelenggaraan

.g

pemerintah

ps

kendali

Tabel 2.1. Statistik Pemerintahan Jawa Barat


Tahun 2011-2013

dan

pengelolaan

pembangunan Dengan dikembangkannya

Wilayah
Administrasi

2011

2012

2013

Kabupaten

17

18

18

Kota

Kecamatan

626

626

626

Desa dan
Kelurahan

5 918

5 962

5 962

peluang

untuk

menggali

tp
://
j

memberikan

ab

daerah baru yang otonom, maka akan

berbagai potensi ekonomi daerah baru

jumlah

penduduk

ht

yang selama ini tidak tergali. Mengingat


Jawa

Barat

sudah

menembus angka 43 juta jiwa. Maka


pemekaran

disejumlah

Kabupaten/Kota
dilaksanakan.

sudah
Memasuki

tepatnya

tanggal

25

momen

penting

yaitu

daerah
seharusnya
tahun

Oktober

2012
terjadi

terbentuknya

Kabupaten Pangandaran, pemekaran dari


Kabupaten Ciamis, sehingga di wilayah
Provinsi

Jawa

Barat

terdapat

18

Sumber: Jawa Barat Dalam Angka 2014

Kabupaten dan 9 Kota. Sedangkan untuk


wilayah

kecamatan

tidak

terjadi

Statistik Daerah Provinsi Jawa Barat 2014

PEMERINTAHAN
Hasil PEMILU 2014, posisi wakil rakyat terbanyak adalah dari Partai
Demokrasi Indonesia Perjuangan sebanyak 20 orang.

Gambar 2.1. Jumlah Anggota DPRD Provinsi


Jawa Barat Tahun 2014

sebagai

penyelenggara

pemilu

sudah

memutuskan hanya ada 12 partai politik


yang lolos sebagai peserta pemilu 2014.
Hasil

PEMILU

tahun

2014

banyak

mengalami perubahan dalam perolehan


suara seperti yang terlihat pada Gambar
2.1. Hasil PEMILU 2014 posisi wakil
rakyat terbanyak adalah dari partai PDI

ditempati

oleh

Partai

Golkar

o.

kedua

id

Perjuangan sebanyak 20 orang. Urutan

.g

dengan jumlah anggota dewan sebanyak

ps

17 orang. Partai Demokrat dan Gerindra


Sumber: Jawa Barat Dalam Angka 2014

ht

tp
://
j

ab

Gambar 2.2. Jumlah Anggota DPRD


Jawa Barat Menurut
Kabupaten/Kota

ar
.b

menempati urutan ketiga dan keempat


dengan jumlah anggota dewan masingmasing 12 orang, Partai Gerindra dan
gabungan

Hanura

dan

PKB

dengan

memperoleh kursi di dewan sebanyak 11


dan 10 orang. Partai PPP, Nasdem, dan
PAN masing-masing mendapatkan kursi
9, 5, dan 4.
Anggota Dewan Perwakilan Rakyat
Daerah Kabupaten/Kota periode tahun
2004-2009 terdiri dari laki-laki sebanyak

Sumber: Jawa Barat Dalam Angka 2014

Pesta demokrasi lima tahunan pada


pemilu tahun 2014 di Provinsi Jawa Barat
banyak mengalami perubahan terutama
pada perolehan suara partai peserta

967 orang dan perempuan sebanyak 103


orang. Pada periode 2009-2014 jumlah
anggota dewan laki-laki menjadi 1.034
orang dan perempuan sebanyak 181
orang.

pemilu. Komisi Pemilihan Umum (KPU)


selaku lembaga yang diberi wewenang

Statistik Daerah Provinsi Jawa Barat 2014

PEMERINTAHAN
PNS perempuan sebanyak 166.674 orang atau 47.81 persen dari total PNS
di Jawa Barat.

Keberhasilan

Tabel 2.2. Jumlah Pegawai Negeri Sipil


di Jawa Barat 2011-2013

penyelenggaraan

tugas-tugas pemerintahan, pelaksanaan


pembangunan,

dan

pelayanan
Jumlah
PNS

masyarakat akan banyak ditentukan oleh


keberadaan

PNS

yang

2011

2012

2013

Laki-Laki

194 918

191 513

181 905

Perempuan

170 466

172 675

166 674

365 384

364 188

337 888

Golongan I

11 305

10 109

6 275

Golongan II

105 979

98 684

60 667

Golongan III

164 656

161 074

168 572

Golongan IV

83 444

94 321

102 374

merupakan

aparatur negara, abdi negara, dan abdi


masyarakat dalam rangka menciptakan
Good

Governance

dan

Clean

menurut jenis kelamin, jumlah pegawai


laki-laki jauh lebih besar dari pada

Total

ar
.b

jumlah pegawai perempuan. Fenomena

o.

pegawai

.g

komposisi

ps

Berdasarkan

id

Government.

ini mungkin juga dijumpai di provinsi-

ab

provinsi lain. Jumlah PNS laki-laki pada

tp
://
j

tahun 2013 sebanyak 181.905 orang


atau 52,18%, PNS perempuan sebanyak
166.674 orang atau 47,81% dari total

Sedangkan
golongan

bila

ht

PNS yang ada di Jawa Barat (Tabel 2.2),


dilihat

jumlah

PNS

berdasarkan
terbanyak

mengelompok pada golongan III dengan

Sumber: Jawa Barat Dalam Angka 2014

jumlah 168.572, terbanyak kedua adalah


golongan

IV

dengan

jumlah

PNS

sebanyak 102.374 orang, Golongan II


mencapai

60.667

orang

PNS,

sedangkan yang paling sedikit terdapat


pada golongan I sebanyak 6.275 orang.

Statistik Daerah Provinsi Jawa Barat 2014

PEMERINTAHAN
PNS yang berpendidikan S1 banyak mendominasi yaitu 34,74 persen.

Gambar 2.3. Tingkat Pendidikan PNS


Jawa Barat Tahun 2013

Keberadaan PNS sejatinya adalah


untuk memberikan pelayanan terbaik
bagi seluruh masyarakat dan hal ini tidak
dapat dipisahkan dari SDM Pegawai
Negeri Sipil tersebut. Tingkat pendidikan
PNS menjadi hal yang terpenting untuk
mewujudkan

tercapainya

tugas-tugas

pemerintahan. Dari jumlah PNS yang

id

tersebar di seluruh kabupaten/kota di

o.

Jawa Barat tercatat ada 337.888 orang


beragam

disiplin

ilmu

.g

dengan

ht

tp
://
j

ab

ar
.b

ps

pendidikan.
Dari

jumlah

PNS

tersebut

yang

berpindidikan S1 banyak mendominasi


yaitu sekitan 34,74%, tertinggi kedua
adalah
SLTA

mereka
yaitu

sebanyak

yang

sebanyak
24,40%,

berpendidikan
24,52%,
D-III

D-II

8,06%,

sedangkan lainnya 8,28% yang terdiri


dari pendidikan S3, S2, D-I, D-IV, SD,
dan SMP, SLTA 98.967 (27.17%), D-II
86,872 (23.85%) D-III 8,61% sedangkan
lainnya yang mencakup pendidikan SD,
SLTP, D-IV, S2, dan S3 sebanyak
8.54%.

Statistik Daerah Provinsi Jawa Barat 2014

PENDUDUK

Penduduk merupakan modal dasar pembangunan. Jumlah penduduk yang besar


disertai dengan kualitas yang baik akan memberikan suatu keuntungan, namun jika
sebaliknya maka akan menjadi masalah yang besar.

Data kependudukan merupakan data

ketersediaan

data

perkembangan

yang sangat strategis dan bersifat lintas

kependudukan sampai tingkat lapangan

sektor.

menjadi

Integrasi

berbagai

aspek

kependudukan

dalam

perencanaan

pembangunan

dan

bagaimana

faktor

kunci

pelaksanaan

keberhasilan

program-program

kependudukan.

pembangunan kependudukan itu sendiri


Proyeksi

akan dicapai, akan menjadi pekerjaan

mewujudkan

kebijakan

keterkaitan

kebijakan

ke depan pengelolaan perkembangan

dan

serasi

kualitas

antara

penduduk,

tp
://
j

kuantitas

yang

mewujudkan

ab

keseimbangan

dapat

pengarahan mobilitas penduduk dan

oleh

ht

penataan persebarannya yang didukung


upaya-upaya

pemberdayaan

perlindungan

dan

penduduk

dan

peningkatan

pemahaman

dan

pengetahuan

tentang

o.

tahun

mendatang.

Proyeksi Penduduk Jawa Barat lima

ar
.b

haruslah menjadi prioritas penting agar

kependudukan

mengasumsikan

dengan

pembangunan

untuk

.g

berbagai

penduduk

datang

tahunan yaitu dari tahun 2010 sampai

ps

dinamika

masa

memperoleh informasi penduduk dengan

perkembangan kependudukan, sebagai


wujud

di

id

upaya

bertujuan

sebagai informasi untuk pengambilan

besar yang harus diwujudkan. Dalam hal


ini,

penduduk

dengan tahun 2035 mencatat bahwa


tahun

2010

penduduk

Jawa

Barat

sebanyak 43.227,1 orang hasil proyeksi


tahun 2035 tercatat sebanyak 57.137,3
orang (Tabel 3.1).
Tabel 3.1. Proyeksi Penduduk Jawa Barat
2010-2035

Tahun

Proyeksi Penduduk
(Ribu Orang)

2010

43 227,1

2015

46 709,6

2020

49 935,7

kebijakan, perencanaan pembangunan,

2025

52 785,8

dan evaluasi hasil-hasil pembangunan,

2030

55 193,8

2035

57 137,3

wawasan

kependudukan bahkan sejak usia dini.


Data
peranan

kependudukan
penting

dalam

memegang
menentukan

baik bagi pemerintah maupun pihak lain


termasuk dunia usaha. Oleh karena itu

Sumber: Statistik Indonesia 2014

Statistik Daerah Provinsi Jawa Barat 2014

PENDUDUK

Tiga wilayah dengan penduduk terbanyak di Jawa Barat meliputi Kabupaten Bogor
5.202.674 (11,47%),Kabupaten Bandung 3.405.475 (7,51%), dan
Kota Bekasi 2.570.397 (5,66%).

Tabel 3.2. Jumlah Penduduk Menurut


Kabupaten/Kota dan
Jenis Kelamin di Jawa Barat
Tahun 2013
Kabupaten/Kota

Jawa
terpadat

tercatat

Perempuan

penduduknya

sebanyak

2 663,4

2 538,6

Sukabumi

1 222,8

1 185,6

laki-laki

Cianjur

1 146,6

1 078,6

perempuan.

Bandung

1 729,3

1 676,0

penduduk

Garut

1 262,6

1 239,7

Tasikmalaya

853,8

866,3

Ciamis

763,5

778,0

5.202.674

.g

Majalengka

585,0

585,4

Sumedang

561,4

Indramayu

861,4

Subang

756,0

Purwakarta

457,5

o.

Bogor sebanyak

(11,47%),

Kabupaten

Bandung 3.405.475 (7,51%), dan Kota


Bekasi sebanyak 2.570.397 (5,66%).

ab

0,39% dari total penduduk Jawa Barat.

740,8

1 470,2

807,6

781,0

Jika

diperhatikan

menurut

jenis

kelamin, terlihat bahwa penduduk lakilebih

ht

laki

514,7

498,2

158,1

153,6

1 242,8

1 215,6

151,2

150,4

Bekasi

1 297,9

1 272,4

Depok

990,2

971,9

Cimahi

288,0

282,9

Tasikmalaya

328,3

323,2

perempuan

88,8

90,8

Majalengka

23 004,1

22 336,6

di Jawa Barat

id

terbanyak

dengan

Kota Banjar sebanyak 179.706 Jiwa atau

1 531,8

Sumber: Jawa Barat Dalam Angka 2014

wilayah

740,8

Bekasi

Jawa Barat

Tiga

penduduk

811,2

1 082,4

Banjar

22.336.641

Jumlah penduduk terkecil terdapat di

1 142,8

Bandung Barat

dan

563,7

Karawang

Cirebon

orang

ps

518,4
1 020,2

Bandung

45.340.799

meliputi Kabupaten

ar
.b

524,3
1 072,8

Cirebon

tp
://
j

Kuningan

Sukabumi

Indonesia.

dengan komposisi 23.004.158 penduduk

Bogor

Bogor

di

provinsi

yang tersebar di seluruh kabupaten/kota

Kabupaten

Kota

merupakan

Pada tahun 2013 penduduk Jawa Barat

Penduduk (000) orang


Laki-laki

Barat

banyak

dibanding

jumlah

penduduk perempuan. Gambaran ini


terlihat dihampir seluruh wilayah, kecuali
Kabupaten
49,74%,

Tasikmalaya
perempuan

Kabupaten Ciamis

(laki-laki
50,36%),

(laki-laki 49,53%,

50,47%),
(laki-laki

Kabupaten
49,98%,

perempuan 50,02%), dan Kota Banjar


(laki-laki 49,47%, perempuan 50,53%).

Statistik Daerah Provinsi Jawa Barat 2014

PENDUDUK

Sebaran penduduk di Jawa Barat tidak merata, ini terlihat dari hampir setengah
penduduk Jawa Barat tinggal di wilayah ibukota provinsi (Bandung Raya)
dan wilayah penyangga ibukota (Jakarta).

Gambar 3.1. Distribusi Penduduk


Berdasarkan Wilayah
Tahun 2013

Penduduk Jawa Barat belum merata


dan tersebar dengan baik. Hal ini erat
kaitannya dengan kemampuan wilayah
dalam

mendukung

kehidupan

perekonomian penduduknya. Sebaran


penduduk

banyak

mengelompok

di

wilayah kabupaten/kota penyangga Ibu


Kota.

Jumlah

penduduk

di

daerah

id

penyangga ibu kota, yaitu di Kabupaten


Bogor, Kota Bogor, Kabupaten Bekasi,

o.

Sumber: Jawa Barat Dalam Angka 2014

ar
.b

penduduk Jawa Barat atau seperempat


penduduk Jawa Barat tinggal di daerah

ab

penyangga ibu kota.

tp
://
j

Jumlah penduduk yang tinggal di

Jika

ps

13.749.807 jiwa atau 30,32% dari jumlah

.g

Kota Bekasi, dan Kota Depok sebanyak

dijumlahkan

penduduk

yang

tinggal di penyangga ibu kota dan


Bandung Raya, maka didapat jumlah
penduduk di kedua daerah tersebut
sebanyak 20.411.007 jiwa atau 51,97%

Bandung Raya (Kabupaten Bandung,

dari total jumlah penduduk Jawa Barat.

Kabupaten

Terlihat

Bandung

Barat,

Kota

bahwa

hampir

separuh

penduduk Jawa Barat tinggal di kedua

8.023.750 jiwa atau 17,69 % dari total

daerah tersebut.

ht

Bandung, dan Kota Cimahi) sebanyak

penduduk Jawa Barat, artinya hampir


seperlima penduduk Jawa Barat tinggal
di Bandung Raya/ibu kota provinsi.
Selebihnya

penduduk

yang

dikelompokkan pada wilayah lainnya


mencapai 23.567.242 jiwa atau 51,97%
yang tersebar di kabupaten/kota di luar
wilayah Bandung Raya dan penyangga
ibu kota.

Statistik Daerah Provinsi Jawa Barat 2014

PENDUDUK
Tabel 3.3. Statistik Kependudukan
Provinsi Jawa Barat
Tahun 2010-2013

Laju pertumbuhan rumah tangga di


Provinsi Jawa Barat selama kurun waktu
empat tahun sebesar 4,66%. Jumlah

Tahun

Jumlah
Penduduk

rumah

RataRata
Anggota
Rumah
Tangga

Jumlah
Rumah
Tangga

tangga

pada

tahun

2010

11.573.793. Pada tahun 2012 menjadi


12.114.274

atau

mengalami

penambahan 540.581 rumah tangga.


Rata-rata anggota rumah tangga dari
tahun

11 573 793

3,7

2010

hingga

tahun

2013

id

43 053 732

cenderung stabil yaitu 3,7 pada periode

o.

2010

.g

tahun 2010-2012 dan 3,8 pada tahun

2012

44 548 431

11 908 513

2013

45 340 799

3,7

ar
.b

11 761 192

3,7

tp
://
j

ab

43 826 775

ps

2013.

2011

3,8

ht

12 114 274

10

Statistik Daerah Provinsi Jawa Barat 2014

KETENAGAKERJAAN
Tahun 2013 jumlah angkatan kerja dan jumlah penduduk bekerja terus mengalami
peningkatan, hal ini menunjukkan indikasi ke arah yang lebih baik.

Provinsi

Jawa

Barat

Tabel 4.1. Jumlah Angkatan Kerja dan


Penduduk Usia 15 Tahun yang
Bekerja Tahun 2010-2013
(Juta Orang)

merupakan

wilayah dengan jumlah penduduk lebih


dari 31 juta orang yang berumur 15
tahun ke atas pada tahun 2011. Selama
kurun waktu 4 tahun terakhir ini

yaitu

2010

Angkatan Kerja = 18,89


Bekerja = 16,94

2011

Angkatan Kerja = 19,36


Bekerja = 17,45

2012

Angkatan Kerja = 20,15


Bekerja = 18,32

dari Agustus 2010 sampai Agustus


2013,

penduduk

yang

bekerja

menunjukkan indikasi signifikan kearah

id

yang lebih baik.

ar
.b

18,89 juta orang. Pada tahun 2011

.g

dari jumlah angkatan kerja sebesar

ps

tahun 2010 sebanyak 16,94 juta orang

o.

Jumlah penduduk yang bekerja pada

meningkat menjadi 17,45 juta orang dari

2013

Angkatan Kerja = 20,62


Bekerja =18,73

Sumber: Jawa Barat Dalam Angka 2014

selanjutnya

pada

tahun

2013

Tabel 4.2. Tingkat Pengangguran Terbuka


Jawa Barat Tahun 2010-2013 (%)

tp
://
j

juta

ab

jumlah angkatan kerja sebesar 19,36

meningkat menjadi 18,73 juta orang dari


jumlah angkatan kerja sebanyak 20,62

Pada

ht

juta orang.

tahun

pengangguran

Jawa

2011
Barat

tingkat
sebesar

9,81% menurun menjadi 9,00% pada


tahun 2012, hingga menjadi 9,16% pada

Sumber: Jawa Barat Dalam Angka 2014

tahun 2013.

Statistik Daerah Provinsi Jawa Barat 2014

11

KETENAGAKERJAAN
Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja pada tahun 2013 mencapai 62,82 persen.

Gambar 4.3. Tingkat Partisipasi


Angkatan Kerja Jawa Barat
Tahun 2011-2013 (%)

2013

(2)

(3)

tp
://
j

(1)

2012

ab

3,97

ht

Pertanian

Industri

3,86

3,80

.g

tahun 2013 mengalami penurunan dari

ps

Agustus
Lapangan
Pekerjaan Utama

TPAK di Provinsi Jawa Barat pada

ar
.b

Tabel 4.1. Penduduk Usia 15 Tahun ke Atas


yang Bekerja menurut Lapangan
Pekerjaan Utama Agustus 2012Agustus 2013 (Jutaan)

o.

id

Sumber: Jawa Barat Dalam Angka 2014

TPT (Tingkat Pengangguran Terbuka),


memberikan indikasi tentang penduduk
usia kerja yang termasuk dalam
kelompok pengangguran.
TPAK (Tingkat partisipasi angkatan
kerja),
mengindikasikan
besarnya
penduduk usia kerja yang aktif secara
ekonomi.
TPAK menunjukkan besaran relatif dari
pasokan tenaga kerja (labour supply)
yang tersedia untuk memproduksi
barang-barang dan jasa dalam suatu
perekonomian.

tahun

sebelumnya,

yaitu

menjadi

62,82%. IM artinya penduduk usia kerja


yang aktif di Provinsi Jawa Barat pada
tahun

2013

dibandingkan
sebelumnya,

sebesar

62,82%.

dengan
maka

Jika

tahun-tahun

TPAK

sempat

mengalami penigkatan dari tahun 2011,


3,93

yaitu dari 61,34% menjadi 63,63% pada


tahun 2012

Perdagangan

4,60

4,80

Selama periode Agustus 2012 hingga


Jasa-jasa

2,82

3,12

Agustus 2013 sektor perdagangan tetap


memiliki kontribusi terbesar terhadap
penyerapan tenaga kerja di Provinsi

Lainnya

3,08

3,07

Total

18,32

18,73

Jawa Barat. Sekitar ini menyerap tenaga


kerja sebesar 4,60 juta jiwa pada tahun

Sumber: Jawa Barat Dalam Angka 2014

12

2012

dan

mengalami

peningkatan

menjadi 4,80 juta jiwa pada tahun 2013.

Statistik Daerah Provinsi Jawa Barat 2014

KETENAGAKERJAAN

Penduduk yang bekerja jika dilihat dari tingkat pendidikannya


pada tahun 2013 didominasi oleh penduduk yang berpendidikan
SD ke bawah dan yang berpendidikan SLTA ke atas.

Gambar 4.4. Penduduk yang Bekerja


Menurut Tingkat Pendidikan
yang Ditamatkan Tahun 2013
(%)

Penduduk yang bekerja pada tahun


2013 sebagian yang berpendidikan SD
ke bawah, seperti terlihat dari gambar

SLTA
Ke Atas
33.29

4.4 yaitu sebesar 39,11%. Kemudian


diikuti yang berpendidikan SLTA ke atas

SD ke
Bawah
39.11

sebesar 33,29% dan yang berpendidikan


SLTP sebesar 27,60%.
SLTP
27.60

Pada tahun 2013 penduduk usia 15


yang masuk

dalam

id

tahun ke atas

Sumber: Jawa Barat Dalam Angka 2014

pengangguran

jiwa

terbuka

dan

sebanyak

.g

18.731.943

ar
.b

sebanyak

1.888.667 jiwa. Dari total angkatan kerja

Tabel 4.2. Penduduk Usia 15 Tahun ke Atas


Menurut Jenis Kegiatan Utama
Seminggu yang Lalu di
Provinsi Jawa Barat Tahun 2013

ps

jiwa yang terdiri dari yang bekerja

o.

angkatan kerja berjumlah 20.620.610

Uraian

Laki-laki

Perempuan

Total

Angkatan
Kerja

13 843 730

6 776 880

20 620 610

Bekerja

12 635 203

6 096 740

18 731 943

Pengangguran
Terbuka

1 208 527

680 140

1 888 667

Bukan
Angkatan
Kerja

2 747 144

9 457 283

12 204 427

pada

jumlah

perempuan.

tp
://
j

dari

ab

tersebut jumlah laki-laki lebih banyak

Sedangkan yang bukan angkatan kerja


di Provinsi Jawa Barat pada tahun 2013

ht

ini mencapai 12.204.427 jiwa, dengan


jumlah perempuan lebih banyak jika
dibandingkan jumlah laki-laki.

Sumber: Jawa Barat Dalam Angka 2014

Statistik Daerah Provinsi Jawa Barat 2014

13

PENDIDIKAN

Terdapat 12 kabupaten/kota di Provinsi Jawa Barat yang memiliki rata-rata lama


sekolah di atas angka rata-rata lama sekolah Provinsi Jawa Barat pada tahun 2013.

Gambar 5.1. Rata-rata Lama Sekolah


Provinsi Jawa Barat 2011-2013

Pendidikan merupakan salah satu


aspek yang sangat penting terhadap

8,12

kemajuan suatu bangsa. Semakin bagus


kualitas

pendidikan

akan

semakin

8,11

8,10

menentukan arah perbaikan kualitas

8,08
8,08

sumber daya manusianya. Komponen

8,06

pendidikan yang bisa dijadikan acuan

8,06

melihat kemajuan dari sisi pendidikan

melek huruf.

Barat

mengenyam

rata-rata
pendidikan

seseorang
sekitar

Gambar 5.2. Rata-rata Lama Sekolah


Kabupaten/Kota di Provinsi
Jawa Barat Tahun 2013

8-9

ab

Jawa

ar
.b

seseorang mengenyam pendidikan. Di

2013

.g

gambaran mengenai seberapa lama

2012

ps

Rata-rata lama sekolah merupakan

2011

o.

8,02

id

8,04

adalah rata-rata lama sekolah dan angka

tp
://
j

tahun atau kisaran tamat SLTP.

Rata-rata lama sekolah Tahun 2013 di

ht

Provinsi Jawa Barat adalah sebesar


8,11. Apabila kita bandingkan dengan

KO TA B EK A SI

KA RA W A NG

BE K AS I

KO TA DE P O K
INDR AM A YU
SUB A NG

KO TA B O G O R
PUR W A K AR TA
BO G O R

CIRE B O N
KO TA CI RE BO N

KOT A C IMA H I

SUM E DA NG
MA J AL EN G KA

BA NDU NG B A RA T
KO TA S UK AB UM I

KO TA B AN DUN G
KUN ING A N

SUK A B UMI

CIA NJ UR

BA NDU NG

rata-rata lama sekolah di kabupaten/kota

KO TA TA SI KM A LA YA

di Jawa, terdapat 12 kabupaten/kota

KOT A BAN J AR

TAS IK MA LA Y A
GA RU T
CIA MIS

yang memiliki rata-rata lama sekolah di


atas angka provinsi (Gambar 5.2). Dari

40

40

80 Miles

12 kabupaten/kota tersebut merupakan


N

daerah perkotaan atau di sekitar daerah


perkotaan dengan rincian 9 kota dan 3

RLS 2013
DI Bawah RLS Jabar
Di Atas RLS Jabar

kabupaten.

14

Statistik Daerah Provinsi Jawa Barat 2014

PENDIDIKAN

Angka melek huruf di Provinsi Jawa Barat di atas 96 persen.


Artinya sudah lebih dari 96 persen dari penduduk di Provinsi Jawa Barat
bisa membaca dan menulis.

Angka melek huruf di Provinsi Jawa

bisa kita lihat dengan penambahan

Barat sejak tahun 2011 hingga tahun

jumlah sekolah baik swasta maupun

2013

negeri yang ada di daerah tersebut.

terus

mengalami

peningkatan.

Pada tahun 2011 angka melek huruf

Jumlah

sekolah

sebesar 96,29%, tahun 2012 dan tahun

pendidikan di Provinsi Jawa Barat pada

2013 masing-masing sebesar 96,39 dan

tahun 2011, untuk tingkat SD ada

96,87%. Artinya sudah lebih dari 96%

sebanyak

dari penduduk di Provinsi Jawa Barat

sebanyak

bisa membaca dan menulis.

sebanyak 1.618 sekolah dan tingkat

5.

menurut

891

sekolah,

SLTP

sekolah,

SLTA

id

3.632

tingkat

Perguruan Tinggi ada sebanyak 351

ar
.b

huruf provinsi Jawa Barat. Sementara itu

.g

angka melek huruf di atas angka melek

sekolah.

Gambar 5.3. Rata-rata Lama Sekolah


Provinsi Jawa Barat
Tahun 2011-2013

ps

daerah selatan Jawa Barat memiliki

o.

Dari gambar 5.4 terlihat bahwa

terdapat 8 kabupaten/kota di sebelah

ab

utara Jawa Barat memiliki angka melek

provinsi

tp
://
j

huruf di bawah angka melek huruf


Jawa

Barat.

Hal

2011
96,29

2012
96,39

2013
96,87

ini

mengindikasikan bahwa secara umum

ht

masyarakat Jawa Barat sudah sadar

Gambar 5.4. Angka Melek Huruf


Kabupaten/Kota di Jawa Barat
Tahun 2013

akan pentingnya pendidikan terlihat dari


banyaknya daerah di Jawa Barat yang

KO T A B EK A SI

KA RA W A NG

BE K AS I

memiliki angka melek huruf di atas

KO T A DE P O K
INDR AM A YU
KO T A B O G O R

SUB A NG

BO G O R
PUR W A K AR T A

CIRE B O N

96,87% atau lebih dari 96% penduduk di

KO T A CI RE BO N

KOT A C IMA H I

SUM E DA NG
MA J AL EN G KA

BA NDU NG B A RA T
KO T A S UK AB UM I

sebagian besar wilayah Jawa Barat atau

KO T A B AN DUN G
KUN ING A N

SUK A B UMI

CIA NJ UR

BA NDU NG

KOT A BAN J AR

KO T A T A SI KM A LA YA

didaerah selatan bisa membaca dan

T AS IK MA LA Y A
GA RU T
CIA MIS

menulis.
40

40

80 Miles

Fasilitas pendidikan yang lengkap


N

merupakan

salah

satu

kesadaran

pemerintah daerah maupun pusat akan

AMH 2013
Di Bawah AMH Jabar
Di Atas AMH Jabar

pentingnya pendidikan. Salah satunya

Statistik Daerah Provinsi Jawa Barat 2014

15

PENDIDIKAN

Angka Partisipasi Sekolah atau APS di Provinsi Jawa Barat paling besar
berada pada usia 7-12 tahun yaitu berpendidikan SD.

Gambar 5.5. Jumlah Sekolah Menurut


Tingkat Pendidikan di Provinsi
Jawa Barat Tahun 2011

SD
5.891

SLTP

SLTA

3.632

Angka

sekolah

menggambarkan penduduk usia sekolah


yang

PT

1.618

partisipasi

sedang

partisipasi

351

bersekolah.

sekolah

bisa

Angka

kita

lihat

perjenjang usia yaitu usia SD usia SLTP,


usia SLTA dan usia perguruan tinggi. Di

Sumber: Podes Jawa Barat 2011

Provinsi Jawa Barat Angka Partisipasi


Gambar 5.6. Angka Partisipasi Sekolah
di Provinsi Jawa Barat
Tahun 2011-2013

Sekolah paling tinggi yaitu pada usia SD

id

yaitu 7-12 tahun, dengan APS di atas

o.

98%, artinya hampir semua penduduk

.g

usia sekolah SD atau yang berusia 7-12

ps

tahun sedang mengenyam pendidikan di

ht

tp
://
j

ab

ar
.b

SD.

Sumber: Statistik Indonesia, 2014

Kelompok usia 13-15 tahun memiliki


kisaran APS di atas 85%, artinya lebih
dari 85% penduduk usia 13-15 tahun
atau usia SLTP sedang bersekolah. APS
penduduk usia 13-15 tahun dari tahun
2011

hingga

tahun

2013

terus

mengalami peningkatan.
Usia 16-18 tahun atau pendidikan
SLTA

masih

relatif

rendah

jika

dibandingkan dengan APS pada tingkat


pendidikan SD maupun SLTP. Hal ini
terlihat dari APS usia 16-18 tahun
berkisar antara 50 hingga 59 antara
tahun 2011 sampai tahun 2013.
Angka partisipasi sekolah paling
rendah di Provinsi Jawa Barat yaitu usia

16

Statistik Daerah Provinsi Jawa Barat 2014

PENDIDIKAN

Gambar 5.7. Jumlah Lembaga Pendidikan


Keterampilan di Jawa Barat
Tahun 2011

19-24 tahun atau Perguruan Tinggi.


Pada tahun 2011 usia Perguruan tinggi
APS sebesar 10,71 terus mengalami
peningkatan menjadi 17,12 tahun. Hal ini

Bahasa Asing

mengindikasikan bahwa dari tahun ke

523

tahun

jumlah

mengenyam

penduduk

pendidikan

yang

Komputer
743

Perguruan

Tinggi di Jawa Barat secara persentase


Menjahit/Tata Busana
713

id

mengalami peningkatan.

dengan

dalam

keahlian,

perkembangan

rangka

karena
jaman

ar
.b

menambah

ini

seiring
yang

ab

keterampilan

.g

formil. Banyak orang memilih pendidikan

ps

merupakan pendidikan diluar pendidikan

o.

Lembaga pendidikan keterampilan

tp
://
j

menuntut setiap orang memilih keahlian


lebih sebagai modal mencari pekerjaan.

Kecantikan
312
Montir Mobil/Motor
206
Elektronika
119

Di Provinsi Jawa Barat Pada tahun 2011


pendidikan

ht

lembaga

keterampilan

komputer dan menjahit/ tata busana

Lainnya
121

paling banyak jumlahnya di Jawa Barat


yaitu masing-masing sebanyak 743 dan

Sumber: Statistik Potensi Desa Jawa Barat, 2011

713, kemudian diikuti oleh lembaga


pendidikan bahasa asing sebanyak 523
lembaga.
Salah satu target MDGs (Millennium
Development Goals) tahun 2015
adalah Memastikan bahwa setiap
anak, baik laki-laki dan perempuan
mendapatkan dan menyelesaikan
tahap pendidikan dasar.

Statistik Daerah Provinsi Jawa Barat 2014

17

KESEHATAN

Dalam menjangkau kesehatan ke pelosok pedesaan Pemerintah Jawa Barat


menyediakan sarana Puskesmas keliling sebanyak 788 unit, balai pengobatan 3.111
unit, dan Posyandu sebanyak 50.266 unit.

Dalam

rangka

Gambar 6.1. Jumlah Sarana Kesehatan


di Jawa Barat Tahun 2013

pengembangan

pelayanan kesehatan bagi masyarakat,


pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui
Dinas

Kesehatan

terus

Puskesmas Keliling
788

berupaya

meningkatkan layanannya, baik berupa


sarana maupun prasarana kesehatan.

Balai Pengobatan
3.111

Dari gambar 6.1 terlihat bahwa


sarana kesehatan selain rumah sakit,

id

ada beberapa sarana kesehatan yang

pelosok

pedesaan

dan

mampu

ar
.b

ke

.g

yang cara kerjanya mampu menjangkau

menjangkau daerah daerah yang sulit

Sumber: Jawa Barat Dalam Angka 2014

Tabel 6.1. Statistik Balita di Jawa Barat


Tahun 2013

mendapatkan akses ke rumah sakit.

ab

Bayi
Lahir Hidup

tp
://
j

Jumlah puskesmas keliling di Jawa

BBLR
(Bayi Berat
Lahir Rendah)

Barat pada tahun 2013 adalah 788 unit.

adalah
3.111
khusus
hamil,

balai
unit.

pengobatan
Terdapat

untuk
dan

posyandu.

kesehatan

ht

Penunjang

pula

pelayanan

lansia

serta

program

balita, ibu

melalui

Cara

penyelenggaraan

lainnya

sebanyak

kerja

Jumlah Balita
Balita dengan
Gizi Buruk
Sumber: Jawa Barat Dalam Angka 2014

program
dan

pemanfaatan

posyandu memerlukan peran serta aktif


masyarakat dalam bentuk partisipasi
penimbangan balita setiap bulannya,
sehingga dapat meningkatkan status gizi
balita.

18

Posyandu
50.266

ps

pedesaan seperti puskesmas keliling

o.

dapat menjangkau sampai kepelosok

Statistik Daerah Provinsi Jawa Barat 2014

915 280

18 997

3 346 574
24 348

KESEHATAN
Posyandu
masyarakat

dibentuk

oleh

programnya Keluarga Berencana telah

desa/kelurahan

dengan

memfasilitasi masyarakat terutama usia

tujuan untuk mendekatkan pelayanan

produktif

kesehatan dasar, terutama Kesehatan

peserta KB. Di Jawa Barat sarana KB

Ibu dan Anak (KIA), Keluarga Berencana

selama

(KB),

sebanyak 3.418, pos KB sebanyak 7.766

imunisasi,

gizi,

penanggulangan

diare

dan
kepada

untuk

tahun

berperan

2013

aktif

meliputi

jadi

KKB

unit dan PKBRS sebanyak 129 unit.

masyarakat setempat.
6.1

menunjukkan

bahwa

id

Tabel

Gambar 6.2. Jumlah sarana Pelayanan KB


di Jawa Barat Tahun 2013

orang,

hidup

namun

mencapai
sangat

915.280

disayangkan

ar
.b

masih banyak bayi lahir hidup dengan

.g

lahir

ps

bayi

o.

pada tahun 2013 di Provinsi Jawa Barat

KKB
3.418

PKBRS
129

berat lahir rendah yaitu mencapai 18.997

ab

orang atau 2.07% dari total bayi lahir

tp
://
j

hidup . Balita yang mengalami gizi buruk


sebanyak 24.348 orang atau 0.72% dari

Pos KB Desa
7.766

total 3.346.574 orang balita. Diharapkan

ht

dengan banyaknya pos yandu bayi


dengan gizi buruk dan Bayi lahir dengan
berat badan rendah bisa diberantas.
Keluarga
suatu

Berencana

program

dirancang

untuk

merupakan

pemerintah

yang

tujuan

PLK

1.654

menyeimbangkan

antara kebutuhan manusia dan populasi


penduduk,

Gambar 6.3. Jumlah Petugas Pelayanan KB


yang dihubungi oleh Akseptor
di Jawa Barat Tahun 2013

umumnya

Dokter

1.738

adalah

untuk membentuk keluarga kecil yang


sejahtera dengan jumlah dua anak

Bidan

6.914

sudah cukup. Untuk menekan populasi


penduduk

pemerintah

melalui

Statistik Daerah Provinsi Jawa Barat 2014

19

KESEHATAN
Sebanyak 89.32 persen ibu melahirkan ditolong oleh tenaga medis dalam hal ini
bidan dan dokter.

Gambar 6.4. Penolong Kelahiran


di Jawa Barat Tahun 2013

Dalam mendapatkan pelayanan dari


petugas

KB,

masyarakat

lebih

cenderung melakakukannya di bidan


yaitu sebanyak 6.914 orang atau lebih
dari 67%

dari total akseptor

yang

mendatangi petugas KB. Sedangkan


yang mempercayakan ke dokter dan
PLKB

berjumlah

masing-masing

id

sebanyak 1.738 dan 1.654 orang.

o.

Keselamatan ibu dan bayi dalam

.g

proses melahirkan menjadi perhatian

ps

khusus di negara berkembang seluruh

ht

tp
://
j

ab

ar
.b

dunia, tidak

terkecuali

di Indonesia

persalinan yang ditangani oleh tenaga


medis

dan

terlatih

berperan

untuk

menyelamatkan nyawa ibu dan anak


juga sebagai indikator kemajuan suatu
daerah.
Dalam

menanggulangi

tingginya

angka kematian ibu dan anak di Jawa


Barat pemerintah setempat melakukan
berbagai upaya antara lain dengan
menempatkan

tenaga

medis

seperti

bidan terlatih atau dukun beranak yang


sudah mendapatkan pelatihan dengan
standar kesehatan yang memadai.
PadaTahun 2013
di Provinsi Jawa Barat masih
ditemukan balita dengan gizi buruk
sebanyak 24.348 orang atau 2,071
persen dari total balita 3.346.574
orang.

20

Dari gambar 6.2 terlihat bahwa ibu


melahirkan yang ditolong oleh tenaga
medis

sebanyak

890.407

orang

sedangkan sisanya sebanyak 106.455.

Statistik Daerah Provinsi Jawa Barat 2014

PERUMAHAN
Rumah Tangga dengan luas lantai lebih dari 7 persen rumah tangga
di Jawa Barat menempati luas lantai <20 M.

Rumah merupakan kebutuhan yang

rumah sehat dan layak huni sudah mulai

sangat mendasar bagi setiap manusia.

dirasakan oleh masyarakat Jawa Barat.

Banyak kriteria agar rumah tersebut


Tabel 7.1. Statistik Perumahan Jawa Barat
Tahun 2012-2013

dikatakan sehat dan layak huni, menurut


Kementrian Kesehatan RI rumah harus

memenuhi kebutuhan fisologis yakni,

Rumah
Tangga
dengan Luas
Lantai (%)

pencahayaan, penghawaan dan ruang

<20 M

gerak; privacy; memenuhi persyaratan

20-49

7,30

7,14

41,01

39,44

51,69

53,41

rumah

tangga;

tempat

o.

ar
.b

berlindung. Menurut WHO salah satu


indikator rumah sehat adalah rumah
tinggal yang memiliki luas lantai per

ab

kapita minimal 10 M

tp
://
j

Pada tabel 7.1 bisa kita cermati


bahwa rumah tangga yang menempati

2013

Lantai Bukan
Tanah

87,01

87,66

Tanah

3,66

3,54

Bambu

9,33

8,82

Sumber: Susenas Tahun 2013

ht

luas lantai dari kurang dari 20 m

2012

ps

limbah

Rumah
Tangga
Menurut
Jenis Lantai
Terluas (%)

.g

penyediaan air bersih, pengelolaan tinja


dan

2013

>50 M

pencegahan penularan penyakit dengan

2012

id

memenuhi empat kriteria yaitu dapat

sebanyak 7,30% pada tahun 2012,


terjadi sedikit penurunan pada tahun

Gambar 7.2. Banyaknya Rumah Tangga


Berdasarkan Jenis Atap Terluas
di Provinsi Jawa Barat
Tahun 2013

2013 menjadi 7,14%. Kelompok yang


menempati

luas

mengalami

sedikit

41,01%

pada

lantai

tahun

20-49

penurunan
2012

dari

menjadi

39,44% pada tahun 2013. Kenaikkan


terjadi pada kelompok masyarakat yang
2

menempati luas lantai diatas 50 m yaitu


51,69%

pada

tahun

2012

menjadi

53,41%

pada

tahun

2013.

Hal

ini

mengindikasikan bahwa kesadaran akan

Statistik Daerah Provinsi Jawa Barat 2014

21

PERUMAHAN
Sebagian besar masyarakat Jawa Barat sudah menempati rumah layak huni
dengan standar rumah sehat yang memadai.

Gambar 7.2. Persentase Jenis Dinding


Terluas di Jawa Barat
Tahun 2013

Jika dilihat berdasarkan jenis lantai,


atap dan dinding, maka sebagian besar
masyarakat

Jawa

Barat

sudah

menempati rumah layak huni dengan


standar rumah sehat yang memadai.
Tembok

Bambu

Pada tabel 7.1 terlihat bahwa rumah

80,10 %

16,11%

tangga yang menempati lantai bukan


tanah

87,66%

87,01%.

sebelumnya

Penduduk

yang

id

sebanyak

yang

Kayu

menggunakan lantai dari tanah dan

0,86%

2,93%

bambu masing-masing sebesar 3,66%

.g

o.

Lainnya

ps

dan 9,33% pada tahun 2012 untuk tahun

ht

tp
://
j

ab

ar
.b

2013 3,54% dan 8,82%.


Jenis atap yang banyak digunakan
oleh rumah tangga di Jawa Barat adalah
atap

genteng

sebanyak

88,86%.

Pemakaian asbes dan beton masingmasing sebesar 7,32% dan

3,18%

sedangkan lainnya hanya 0,65% yang


terdiri

dari

(Gambar
banyak

sirap,

7.1).

seng,

Jenis

digunakan

ijuk/rumbia

dinding

oleh

yang

masyarakat

Jawa Barat adalah jenis tembok sebesar


80,10%,

tembok

dari

jenis

bambu

sebanyak 16,11% dari jenis kayu 2,93%


dan lainnya 0,86%.

22

Statistik Daerah Provinsi Jawa Barat 2014

PERUMAHAN
Sumber air bersih mulai sulit didapatkan terutama di kota-kota besar
di Provinsi Jawa Barat.

Air merupakan sumber kehidupan


bagi

semua

terkecuali

mahluk

hidup,

manusia

kehidupan

tidak

yang

sehari-harinya

dimasukan

mencuci

dan

kategori

diatas

mencapai 11%.

dalam
Gambar 7.3. Persentase Sumber Air Minum
Penduduk Jawa Barat
Tahun 2013

banyak

membutuhkan air mulai dari mandi,


minum

pada

sebagainya.

Ironisnya sumber air bersih mulai sulit


didapatkan terutama di kota-kota besar.

perkotaan

kebutuhan

dalam

air

o.

pemenuhan

di

minum

banyak menggunakan air minum dalam

ar
.b

kemasan atau isi ulang serta air ledeng.

.g

hidup

ps

yang

id

Kebanyakan masyarakat Jawa Barat

Dari gambar 7.3 dapat dilihat bahwa


air

minum

yang

banyak

ab

sumber

adalah

tp
://
j

digunakan oleh masyarakat Jawa Barat


air kemasan bermerk dan isi

ulang sebanyak 32,30% banyak tersebar

ht

di kota-kota besar. Urutan kedua adalah


sumber air minum dari sumur terlindung
sebanyak 19,77% sumber air ini banyak
tersebar

di

kota-kota

kecil

dan

pedesaan. Ketiga adalah sumur bor atau


pompa sebanyak

20,21%, kemudian

mata air terlindung dan sumber air


minum

dari

ledeng

masing

masing

sebesar 9,74% dan 6,689%. Sumber air


lainnya

yang

mencakup

sumur

tak

terlindung, mata air tak terlindung, air

Salah satu target MDGs adalah


mencapai perbaikan yang berarti
dalam kehidupan penduduk miskin di
pemukiman kumuh pada tahun
2020.

sungai, air hujan, dan yang tidak bisa

Statistik Daerah Provinsi Jawa Barat 2014

23

PEMBANGUNAN MANUSIA

Gini Rasio Provinsi Jawa Barat masuk kategori ketimpangan sedang, karena berada
antara 0,3 sampai 0,5.

Pembangunan manusia menekankan

sedang, karena berada

kekayaan utama sebuah negara adalah

antara 0,3

sampai 0,5.

rakyatnya. Tujuan pembangunan ialah


Gambar 8.1. Perkembangan Indeks
Pembangunan Manusia (IPM)
Provinsi Jawa Barat
Tahun 2009-2013

untuk membangun sebuah lingkungan


yang

memberdayakan

menikmati

kehidupan

rakyat

untuk

panjang

yang

sehat dan kreatif, sehingga kualitas


manusia,

kekuatan

baik

sebagai

sosial-budaya
negara

tersebut

akan

o.

ekonomi

maupun

id

sumberdaya

Indeks

Provinsi

Pembangunan

Jawa

Barat

Manusia

ar
.b

8.1,

ps

Seperti yang terlihat pada gambar

.g

meningkat.

2009

2012
2011

73,11

2013
73,58

2010 72,73

72,29

71,64

mengalami

ab

peningkatan dari tahun ke tahun. Indeks

tahun

tp
://
j

Pembangunan Manusia 2009 hingga


2013

terus

mengalami

peningkatan. Pada tahun 2009 IPM


dan pada tahun 2013

berada

titik

pada

ht

sebesar 71,64

menggambarkan

73,58.

Hal

bahwa

dari

Sumber: BPS

Gambar 8.2. Gini Rasio (GR) Jawa Barat


Tahun 2009-2013

ini
sisi

pendidikan kesehatan dan daya beli


masyarakat

Jawa

Barat

mengalami

perbaikan dari tahun ke tahun.


Gini rasio merupakan salah satu
indikator

yang

ketimpangan

dapat
pendapatan

Sumber: BPS

melihat
antar

golongan penduduk. Gini Rasio Provinsi


Jawa Barat masuk kategori ketimpangan

24

Statistik Daerah Provinsi Jawa Barat 2014

PEMBANGUNAN MANUSIA
Gini Rasio Provinsi Jawa Barat masuk kategori ketimpangan sedang,
karena berada antara 0,3 sampai 0,5.

Gambar 8.3. Angka Indeks Pembentuk IPM


Jawa Barat Tahun 2013

Pembentuk

IPM

terdiri

8
dari

Indeks, antara lain Indeks Pendidikan,


Indeks Kesehatan, dan Pengeluaran

Indeks AMH = 96,87


pendidikan RLS = 8,11

Perkapita. Indeks Pendidikan terdiri dari


angka melek huruf (AMH) dan rata-rata
lama sekolah (RLS), Indeks Kesehatan
terdiri dari Angka Harapan Hidup (AHH),

Indeks
KesehatanAHH = 68,84

dan Indeks Pengeluaran Perkapita per

id

tahun yang disesuaikan (PPP).

2013 memiliki angka melek huruf (AMH)

.g

PPP PPP = 641,63

o.

Provinsi Jawa Barat pada tahun

ht

tp
://
j

ab

ar
.b

ps

sebesar 96,87 yang artinya sebesar


96,87% penduduk di Provinsi Jawa
Barat yang bisa membaca dan menulis,
RLS sebesar 8,11 yang artinya rata-rata
sekolah penduduk di provinsi Jawa Barat
selama 8,11 tahun.
Angka Harapan Hidup (AHH)
sebesar 68,84 yang artinya rata-rata
penduduk di Provinsi Jawa Barat dapat
bertahan hidup selama 68,84 tahun.
Komponen

terakhir

yang

menjadi pembentuk IPM adalah PPP


Indeks Pembangunan Manusia di
Jawa Barat pada tahun 2007-2013
masuk pada kategori menengah
atas, antara 66-80.

/Pengeluaran Perkapita, sebesar 641,63


ribu rupiah. Ini artinya pada tahun 2013
pengeluaran perkapita penduduk Jawa
Barat rata-rata sebesar 641.630 rupiah.

Statistik Daerah Provinsi Jawa Barat 2014

25

PEMBANGUNAN MANUSIA
Provinsi Jawa Barat masuk pada kategori ketimpangan pendapatan rendah.

Tabel 8.1. Statistik Kemiskinan Provinsi


Jawa Barat Tahun 2010-2013

Garis kemiskinan di Provinsi Jawa


Barat sejak tahun 2010 hingga tahun
2013 baik di daerah kota maupun desa
mengalami

peningkatan.

perkotaan

pada

tahun

Di

Uraian

daerah

2013

garis

2010

2011

2012

2013

Garis Kemiskinan

kemiskinan mencapai 258.538 dan di

Jumlah penduduk miskin pada tahun


2013 mencapai mencapai 4.297,04 ribu

bank

228 401

239 189

258 538

Desa

185 335

204 199

216 610

240 945

4 773,70

4 648,63

4 477,50

4 297,04

11,27

10,65

10,09

9,52

o.

.g
dunia,

di

ps

kriteria

ar
.b

Menurut

212 210

Jumlah
Penduduk
Miskin (000
jiwa)

jiwa. Di Jawa Barat tingkat kemiskinan


berkisar antara 9 sampai 12%.

Kota

id

daerah perdesaan mencapai 240.945.

Provinsi Jawa Barat pada tahun 2013

Persentase
Penduduk
Miskin (000
jiwa)

persentase pengeluaran terbesar berada

Sumber: BPS

persentase sebesar 48,50%. Kemudian

Tabel 8.4. Persentase Pengeluaran Menurut


Kriteria Bank Dunia Tahun 2013*

tp
://
j

ab

pada pengeluaran 20% tertinggi dengan

diikuti oleh pengeluaran 40% menengah

20 %
tertinggi
48.5

Selanjutnya

ht

dengan persentase sebesar 34,25%.


pada

pengeluaran

40%

terendah dengan persentase sebesar


17,25%.

Berdasarkan

data

40 %
terenda
h17.25
40 %
meneng
ah
34.25

tersebut

dapat disimpulkan bahwa Provinsi Jawa


Barat masuk pada kategori ketimpangan
pendapatan

rendah

karena

40%

pengeluaran terendahnya terhadap total


pendapatan seluruh penduduk lebih dari

*Tahun 2013 merupakan data Susenas Triwulan III


(September)
Sumber: Statistik Indonesia

17%.

26

Statistik Daerah Provinsi Jawa Barat 2014

PERTANIAN

Selain penghasil padi Jawa Barat juga memiliki potensi palawija,


dengan produktivitas tertinggi pada tanaman ubi kayu yaitu sebesar 22,39 ton/ha.

Pada tahun 2013 peran sektor

cuaca. Pada tahun 2013 produksi jamur

pertanian terhadap perekonomian Jawa

merupakan produksi terbesar di Jawa

Barat adalah sebesar 11,95% yang

Barat yaitu sebesar 32.683.883 ton

meliputi

dengan luas panen sebesar 4.200.810

subsektor

yang

menjadi

penopang di sektor pertanian, yaitu


tanaman

bahan

perkebunan,

makanan,

peternakan

ha.

tanaman

dan

Gambar 9.1. Luas Panen, Produksi, dan


Produktivitas Padi di Jawa Barat
Tahun 2011-2013

hasil-

hasilnya, kehutanan, dan perikanan.

2011

2.029.891

Ha.

Apabila dilihat dari tahun sebelumnya,

Luas Panen (Ha) 1.918.799


Produksi (Ton)
11.271.861

2012

ar
.b

luas panen di Jawa Barat pada tahun

.g

seluas

ps

2013

o.

panen tanaman padi di Jawa Barat pada


tahun

Luas Panen (Ha) 1.964.466


Produksi (Ton)
11.633.891

id

Berdasarkan gambar 11.1, luas

2013 ini mengalami sedikit penigkatan.

Luas Panen (Ha) 2.029.891


Produksi (Ton)
12.083.162

ab

Hal ini tentu saja berpengaruh terhadap

tp
://
j

produksi padi yang juga mengalami

2013

peningkatan dari 11.271.861 ton pada

pada tahun 2013.

ht

tahun 2012 menjadi 12.083.162 ton

Selain penghasil padi Jawa Barat


juga memiliki potensi palawija. Tanaman
palawija pada tahun 2013, produktivitas

Sumber: Jawa Barat Dalam Angka 2013

Gambar 9.2. Produktivitas Tanaman Palawija


di Jawa Barat Tahun 2013
Ubi Kayu
22.39

Ubi Jalar
18.21

tertinggi pada tanaman ubi kayu yaitu


sebesar 22,39 ton/ha, kemudian diikuti
oleh tanaman ubi jalar sebesar 18,21
ton/ha.
Komoditas

tanaman

Jagung
7.21

Kacang
Hijau
Kacang
Kedelai 1.21 Tanah
1.43
1.68

bahan

makanan lainnya seperti sayuran sangat

Sumber: Jawa Barat Dalam Angka 2013

bergantung pada faktor musim dan

Statistik Daerah Provinsi Jawa Barat 2014

27

PERTANIAN

Pada tahun 2013 produksi jamur merupakan produksi sayuran terbesar


di Jawa Barat yaitu sebesar 32.683.883 ton.

Tabel 9.1. Luas Panen dan Produksi


Komoditas Sayuran di Jawa Barat
Tahun 2013

Produksi bawang putih pada tahun


2013

di Jawa

Barat

paling sedikit

dibandingkan dengan produksi bahan


Luas Panen
(Ha)

Sayuran

Produksi
(Ton)

sayuran yang lainnya, tentunya hal ini

Bawang Daun

14 362

191 345

sangat

Bawang Merah

11 257

115 585

penduduk Jawa Barat. Kecilnya produksi

Kentang

13 820

258 716

Kubis

14 531

319 492

Lobak

1 040

20 820

Petsai

15 873

233 030

Kacang Panjang

10 827

120 393

Komoditas perkebunan besar di

Wortel

6 886

125 044

Jawa Barat berupa perkebunan besar

Buncis

6 363

102 108

Bayam

4 210

27 933

Ketimun

10 295

155 350

Cabe

17 903

250 914

Tomat

12 679

353 340

Terung

5 040

87 682

Labu Siam

1 797

Kangkung

5 648

Kembang Kol
Cabe Rawit

o.

id

dari daerah penghasil bawang putih.

.g

negara dan perkebunan besar swasta.

ar
.b

ps

Komoditas teh merupakan komoditas


yang memiliki produksi terbesar di Jawa
Barat baik yang dimiliki oleh negara

dengan luas area perkebunan teh yang

ab

65 419
1 775

luas di Jawa Barat. Tiga Kabupaten

22 923

8 353

123 756

yang jumlah pohon the terbanyak di


Jawa Barat, antara lain Kabupaten

199

4 958

32 683 883

Melinjo

675 121

361 918

Petai

597 129

390 537

9 688

76 984

Kacang Merah

komoditas ini mengakibatkan arus impor

maupun swasta. Hal ini didukung pula

4 200 810

Jamur

Cianjur, Kabupaten Tasikmalaya, dan


Kabupaten Purwakarta.

Sumber: Jawa Barat Dalam Angka 2013

28

kebutuhan

1 593

ht

Blewah

163

mencukupi

131 848

tp
://
j

Bawang Putih

tidak

Statistik Daerah Provinsi Jawa Barat 2014

PERTANIAN

Ayam ras potong merupakan unggas yang jumlahnya paling banyak


di Jawa Barat yaitu sebanyak 106.756.896 ekor pada tahun 2013.

Tabel 9.2. Daerah Penghasil Komoditas


Strategis Perkebunan di Jawa
Barat Tahun 2013
Berdasarkan Jumlah Pohon/Lajar/
Rumpun dan Luas Tanaman

Jawa Barat merupakan provinsi


dengan jumlah penduduk yang besar.
Kebutuhan konsumsi penduduk akan
semakin

besar

pertumbuhan

seiring

jumlah

pertumbuhan

dengan

penduduk

ekonominya.

dan

Dengan

demikian produksi hasil ternak perlu


terus dikembangkan, sehingga mampu

id

memenuhi kebutuhan penduduk.

peningkatan
domba.

yang

adalah

mengalami

kambing

Sedangkan

ternak

dan

lain

Ras

potong

ht

Ayam

tp
://
j

jumlahnya mengalami penurunan pada


tahun 2013.

.g

ar
.b

2013

ab

hingga

ps

besar di Jawa Barat sejak tahun 2011

o.

Berdasarkan data dinas peternakan


provinsi Jawa barat, populasi ternak

merupakan

unggas yang jumlahnya paling banyak di


Jawa Barat yaitu sebanyak 106.756.896
ekor pada tahun 2013. Selain jenis ini

Komoditas Kab/Kota
Jumlah Pohon Luas Tanaman (Ha)
Teh
Kab Cianjur
38.792.470
48.796.616
Kab Tasikmalaya
33.893.740
37.642.869
Kab Purwakarta
16.188.494
22.725.300
Kopi
Kab Bandung
12.450.112
46.849.918
Kab Ciamis
9.738.245
35.838.326
Kab Garut
8.473.886
32.847.463
Karet
Kab Sukabumi
5.080.484
38.979.176
Kab Cianjur
2.870.642
27.956.145
Kab Garut
2.428.667
27.340.935
Kelapa Kab Ciamis
4.438.137
94.546.000
Kab Tasikmalaya
2.053.571
56.012.780
Kab Sukabumi
1.008.454
24.830.958
Cengkeh Kab Garut
748.342
25.110.198
Kab Sukabumi
716.896
18.583.875
Kab cianjur
591.711
18.625.946

Sumber: BPS, Sensus Pertanian 2013

Gambar 9.3. Jumlah Ternak Menurut Jenis


di Jawa Barat
2011

2012

2013

Sapi Potong

Sapi Potong

422.989

429.637

382.949

Sapi Perah

Sapi Perah

Sapi Perah

139.970

136.054

103.832

Kerbau

Kerbau

Kerbau

menjanjikan dari sisi keuntungannya

130.157

121.854

108.303

karena

Kuda

Kuda

Kuda

14.080

14.418

14.193

banyak diminati masyarakat dari sisi


peternak juga jenis ras potong lebih

lebih

gampang

dalam

pemeliharaannya. Sedangkan itik sangat


sedikit peminatnya di Jawa barat hanya
sebanyak 8.290.355 ekor.

Sapi Potong

Kambing

Kambing

Kambing

2.016.867

2.303.256

2.559.699

Domba

Domba

Domba

7.041.437

8.249.844

9.391.590

Babi

Babi

Babi

9.846

7.620

7.296

Sumber: Dinas Peternakan Provinsi Jawa Barat

Statistik Daerah Provinsi Jawa Barat 2014

29

PERTANIAN

Pada tahun 2013 produksi jamur merupakan produksi sayuran terbesar


di Jawa Barat yaitu sebesar 32.683.883 ton.

Gambar 9.4. Jumlah Unggas Menurut Jenis


di Jawa Barat Tahun 2013

Dari sektor perikanan produksi ikan


terbanyak berasal dari budidaya ikan di

27.497.344

Ayam Buras

kolam yaitu sebanyak 406.813,28 ton


dengan

7.912.685.192

12.882.262

Ayam Ras
Petelur

nilai

produksi
rupiah.

sebesar

Produksi

ikan

yang berasal berasal dari penangkapan,


terbanyak berasal dari laut sebanyak
106.756.896

Ayam Ras
Potong

183.744,96 ton dengan nilai produksi

id

sebesar 88.480.166.115 rupiah.


Berdasarkan
lengkap

Sensus

pencacahan

Pertanian

2013

.g

Itik

hasil

o.

8.290.355

ps

(ST2013), jumlah usaha pertanian di


wilayah

ar
.b

Sumber: Dinas Peternakan Provinsi Jawa Barat

Laut

183 744,96

ht

Penangkapan

Produksi
(Ton)

Nilai
Produksi
(Rp)

tp
://
j

Tempat Penangkapan/
Pemeliharaan

ab

Tabel 9.3. Produksi dan Nilai Produksi Ikan


Menurut Tempat Penangkapan
di Jawa Barat tahun 2013

tersebar
sebanyak

Provinsi
di

Jawa

seluruh

3.058.612

Barat

yang

kabupaten/kota
rumah

tangga.

Kondisi ini menurun jika dibandingkan


jumlah rumah tangga usaha tani pada
tahun 2003 yaitu sebanyak 4.345.148

88 480 166 115

rumah

tangga,

terjadi

penurunan

Perairan
Umum

Tambak

301 215,88

4 677 800 859

Kolam

406 813,28

7 912 685 192

Sawah

27 016,74

430 048 838

1 528,75

3 944 390

sebanyak 958.439 rumah tangga naik

285,98

5 201 066

sebanyak 115.096 rumah tangga atau

Kolam
Air

9 802,47

168 621 864

Jaring
Apung

179 017,74

2 380 000 036

1.286.536 rumah tangga atau turun


sebesar

29,61%.

Hasil

pencacahan

lengkap ST2013 jumlah rumah tangga


usaha kehutanan sebanyak 1.073.535

Budidaya

Laut
Karamb
a

rumah tangga sedangkan tahun 2003

12,01%.

Sumber: Dinas Perikanan Provinsi Jawa Barat

30

Statistik Daerah Provinsi Jawa Barat 2014

PERTANIAN

ST2013 mencatat bahwa jumlah RTUP kategori ikan hias, Kabupaten Bogor
merupakan wilayah yang terbanyak membudidayakan ikan hias.

Berdasarkan

data

dari

Gambar 9.5. Jumlah RTUP Pertanian


dan RTUP Kehutanan di
Jawa Barat Tahun 2003
dan 2013

dinas

perikanan Provinsi Jawa Barat pada


tahun

2013

yang

melakukan

penangkapan ikan di laut sebanyak


21.017 orang/kk dan tidak ada yang

3 058 612

2013

melakukan penangkapan di perairan


umum.

Sedangkan

yang

melakukan
4 345 148

budidaya ikan sebagian besar penduduk

1 073 535

budidaya ikan di kolam

958 439

id

lebih memilih

yaitu sebanyak 293.717 orang/kk dan

o.

Pertanian
Kehutanan
Sumber: BPS, Sensus Pertanian 2013

ar
.b

1.043 orang/kk.

jumlah

menunjukkan

RTUP

Tabel 9.4. Jumlah Rumah Tangga Perikanan


di Jawa Barat 2011-2013
(orang/kk)

ps

budidaya ikan di laut yaitu sebanyak

.g

hanya sedikit yang memilih melakukan

ST2013

kategori

bahwa

ikan

hias,

Tempat
Penangkapan/
Pemeliharaan

ab

Kabupaten Bogor merupakan wilayah

tp
://
j

yang terbanyak membudidayakan ikan

2011

2012

2013

Laut

19 697

13 746

21 017

Perairan
Umum

26 486

26 856

Tambak

23 434

23 746

23 763

Penangkapan

hias hal ini terlihat dari banyaknya rumah

ht

tangga yang mengusahakan ikan hias


yaitu sebanyak

2003

1.321 rumah tangga.

Kolam

283 024

293 762

293 717

Selanjutnya Kabupaten Sukabumi dan

Sawah

75 251

65 513

65 418

Laut

1 096

1 047

1 043

Karamba

1 723

1 520

1 153

Kolam
Air

1 655

1 670

1 670

Jaring
Apung

6 129

6 394

5 913

Kota

Depok

jumlah

mengusahakan

RTUP

budidaya

yang

ikan

masing-masing sebanyak 519 rumah


tangga

dan

selanjutnya

465

rumah

Kabupaten

tangga,

yang

juga

banyak mengusahakan ikan hias adalah


Kota

Bekasi,

Kabupaten

Budidaya

hias

Sumber: Dinas Perikanan Provinsi Jawa Barat

Karawang,

Kabupaten Cirebon, Kota Bogor, dan


Kabupaten Bekasi (Gambar 9.6).

Statistik Daerah Provinsi Jawa Barat 2014

31

PERTANIAN

Gambar 9.6. Jumlah RTUP Ikan Hias

Kab.
Sukabumi

Kota
Depok

1.321

519

465

Kota
Bekasi

Kab.
Karawang

Kab.
Cirebon

274

190

78

Kota
Bogor

Kab.
Bekasi

78

70

.g
ps
ar
.b

ht

tp
://
j

ab

Sumber: BPS, Sensus Pertanian 2013

o.

Kab.
Bogor

id

Delapan Terbesar di Provinsi


Jawa Barat Tahun 2013

32

Statistik Daerah Provinsi Jawa Barat 2014

PERTAMBANGAN & ENERGI


Secara geografis beberapa tempat di Jawa Barat terdapat gugusan
gunung api.

Kontribusi

sektor

Tabel 10.1. Produksi Bahan Galian Tambang


di Jawa Barat (Ton) 2012-2013

pertambangan

dan penggalian terhadap PDRB Jawa


Barat

masih

sebesar

sangat

2,37%

yaitu

tahun

2013.

pada

Namun

demikian

Provinsi

Jawa

berpotensi

rendah

pertambangan

Barat

untuk

masih

terus

Jenis
Bahan Galian

di

sangat

digali

dan

Batu Kapur

8 356 016 004

7 550 957 620

Bentonit

157 916 183

5 454 310

Feldspar

2 642 482

4 149 431

Barat

Pasir/Pasang

id

geografis beberapa tempat di Jawa

ditemukan adalah jenis batu andesit

148 837,50
8 715,00
1 772 545 365

Pasir Kuarsa, Batu


Urug, Pasir Kerikil

6 558 812 914

3 514 137 167

Tanah Liat

9 772 489 331

5 335 714 130

.g

o.

8300,00

ps

galian tambangpun yang paling banyak

59 191 974
1 346 577 859

2 032 020 034

Sirtu

terutama gunung api sehingga bahan

2013
8 024 317 855

Marmer

gunung

2012
7 622 427 626

Fosfat

gugusan

Produksi

Andesit, Andesit
Batu Hias

menjadikan sumber pendapatan. Secara

terdapat

10

Pasir/Tanah Urug

59 929 574

Trass

2 031 766 507

1 534 774 448

api. Batu jenis ini masih jadi primadona

Zeolit

3 839 054

12 003 12

916 600

46 492 530

121 038 571

679 178 091

22 081,00

317,1

ar
.b

69 075 184

yang banyak terdapat di lereng gunung

ab

dan banyak diminati oleh para kontraktor

tp
://
j

karena harganya jauh lebih murah dari


batu granit.

Batu Bulat / Kali,


Alam, Split. Ades
Pasir Besi
Gipsum
Bijih Besi

galian

ht

Selama tahun 2013 produksi bahan


batu

8.024.317.855

andesit

ton,

sebanyak

terbanyak

kedua

Gambar 10.1. Usaha Pertambangan


Berdasarkan SK Bupati di
Jawa Barat Tahun 2011

adalah jenis bahan galian batu kapur


sebanyak 7.550.957.620 ton, selain itu
Jawa Barat juga merupakan sumber
tanah liat sebagai bahan untuk membuat
bata merah dan genting pada tahun
2013

mencapai

5.335.714.130

Jumlah Ijin Usaha


Pertambangan:
645
Luas Area:
268.036,87 Ha

ton,

selanjutnya adalah pasir kuarsa, batu


urug,

pasir

kerikil

sebanyak

3.514.137.167 ton (Tabel 10.1).

Statistik Daerah Provinsi Jawa Barat 2014

33

10

PERTAMBANGAN & ENERGI

Gambar 10.2. Jumlah Pelanggan, Daya


Tersambung, dan Energi
Listrik Terjual di Jawa Barat
Tahun 2013

Pada tahun 2011 di Jawa Barat luas


areal pertambangan yang memiliki ijin
atau SK bupati sebanyak 268 hektar,
sedangkan usaha pertambangan yang
memiliki ijin bupati sebanyak 645 unit
usaha (gambar 10.1).
Data energi listrik selama dua tahun
terakhir yaitu tahun 2012-2013, berturut-

id

turut menunjukkan peningkatan baik

o.

jumlah pelanggan, daya tersambung,

.g

maupun energi yang terjual.

Hal

ini

ab

ar
.b

ps

sebagai respon dari kebutuhan energi

ht

tp
://
j

Tabel 10.3. Jumlah Pelanggan, Daya


Tersambung, dan Energi Listrik
Terjual Menurut Jenis Tarif
di Jawa Barat Tahun 2013
Jenis
Tarif

Jumlah
Pelanggan

Daya
Tersambung

listrik yang semakin meningkat, baik


pelanggan

rumah

tangga,

pabrik,

ataupun usaha lainnya. Ketersediaan


energi

listrik

yang

memadai

dan

berkesinambungan menjadi hal yang


penting

untuk

menggerakkan

roda

perekonomian terutama sektor industri.

Energi yang
Terjual

Pada tahun 2013 jumlah pelanggan


berdasarkan kelompok pemakai tercatat

R (Rumah
Tangga)

9 698 693

8 189 723 050

14 486 337 716

B (Bisnis)

292 509

2 256 888 910

3 493 121 568

I (Industri)

12 471

6 246 436 850

19 879 769 306

P (Publik)

50 675

301 647 618

587 032 371

TCI

18 329

590 123 200

850 915 607

10 276 128

17 998 810 968

39 931 828 559

yang paling tinggi adalah pada pemakai


rumah tangga yaitu 9.698.693, begitu
pun

daya

tersambung

sebesar

8.189.723.050 VA, sedangkan energi


terjual lebih didominasi oleh kelompok
pelanggan

Jumlah

industri

19.879.769.306 KWH, sedangkan untuk


rumah

tangga

energi

sebesar 14.486.716 KWH.

34

sebesar

Statistik Daerah Provinsi Jawa Barat 2014

yang

terjual

11

INDUSTRI PENGOLAHAN
Pada tahun 2013 laju pertumbuhan sektor industri tumbuh sebesar 5,32 persen
dengan peranan sebesar 34,56 persen.

Industri merupakan sektor utama

bisa menyerap tenaga kerja sebanyak

dalam perekonomian Indonesia yang

4.221.393

orang

dengan

jumlah

memberikan kontribusi terbesar dalam

investasi sebesar Rp. 213.076.638,83,-.

pertumbuhan ekonomi di Jawa Barat. Di


Tabel 11.1. PDRB dan LPE Sektor Industri
Provinsi Jawa Barat

Indonesia sektor industri dibagi menjadi


empat kelompok yaitu industri berskala
besar, sedang, industri kecil, dan industri

Uraian

Satuan

2011

2012

2013

Trilyun

319,98

338,97

369,83

Persen

6,21

3,94

5,32

Persen

37,16

35,69

34,56

usaha kerajinan rumah tangga.

sektor

industri, setelah sempat tumbuh positif


sampai 6,21% pada tahun 2011 dan

ar
.b

pada tahun 2012 laju pertumbuhan

LPE

sektor industri tumbuh sebesar 3,94%.

secara

struktur

Jawa

Barat,

karena

tp
://
j

perekonomian

ab

Sektor industri pengolahan penting bagi

sektor

ini

berperan

o.

pertumbuhan

.g

surut

Peranan

ps

pasang

id

PDRB
ADHB

Provinsi Jawa Barat mengalami

Sumber: Olahan BPS Jawa Barat, 2014

Tabel 11.2. Jumlah Unit Industri Kecil,


Menengah, dan Besar di
Jawa Barat

2010

2011

2012

sebesar 35,69% pada tahun 2012. Pada

ht

tahun 2013 laju pertumbuhan sektor

Unit Usaha

Unit Usaha

Unit Usaha

203.060

203.312

203.419

Tenaga Kerja

Tenaga Kerja

(Orang)

(orang)

Tenaga Kerja
(orang)

4.216.671

4.221.285

4.221.393

Investasi
(Rupiah)

Investasi
(Rupiah)
212.529.638,83

Investasi
(Rupiah)

industri tumbuh sebesar 5,32% dengan


peranan sebesar 34,56%.
Sejak tahun 2010 hingga tahun
2012 jumlah unit usaha industri kecil
menengah dan besar di Jawa Barat

130.681.582,73

terus

mengalami

peningkatan

213.076.638,83

dari

203.060 unit usaha menjadi 203.419

Sumber: Disperindag Provinsi Jawa Barat

pada tahun 2012. Peningkatan jumlah


tersebut seiring dengan meningkatnya
penyerapan tenaga kerja dan jumlah
investasi. Pada tahun 2012 sektor ini

Statistik Daerah Provinsi Jawa Barat 2014

35

11

INDUSTRI PENGOLAHAN
Selama tahun 2011 hingga tahun 2013, indeks produksi triwulanan industri mikro,
kecil, dan menengah pertumbuhan tertinggi terjadi padatriwulan II tahun 2013.

Gambar 11.1. Indeks Produksi Triwulanan

Indeks produksi merupakan salah

Industri Mikro dan Kecil


(2010=100) di Jawa Barat
Tahun 2011-2013

satu

indikator

untuk

melihat

perkembangan produksi sektor industri


pengolahan secara periodik maupun
secara tahunan. Berdasarkan gambar
11.1 terlihat bahwa indeks produksi IMK
(Industri Mikro dan Kecil) triwulanan
selama 3 tahun terakhir ini cenderung

id

berfluktuasi. Pada triwulan I dan II tahun

o.

2012 mengalami penurunan kemudian

.g

mengalami peningkatan kembali pada

ps

triwulan III tahun 2012, terlihat pola yang

Gambar 11.3. Pertumbuhan Produksi

ar
.b

sama pada tahun 2013 dimana triwulan I

Sumber: Statistik Indonesia 2014

tp
://
j

ab

Industri Mikro dan Kecil


(2010=100) di Jawa Barat
Tahun 2011-2013

dan triwulan II mengalami penurunan.


Selama tahun 2011 indeks produksi
IMK pertumbuhan tertinggi terjadi pada
triwulan

IV

sebesar

5,13%,

dan

pertumbuhan

terendah

terjadi

pada

2012

2013

triwulan I 2011 sebesar 0,05%. Pada

TW I = 0,05
TW II = 4,91
TW III = 1,52
TW IV = 5,13

TW I = -2,19
TW II = -6,38
TW III = 5,08
TW IV = 2,92

TW I = 4,78
TW II = 9,36
TW III = -7,29
TW IV = 1,24

tahun

ht

2011

2012

indeks

produksi

IMK

pertumbuhan

tertinggi

terjadi

pada

triwulan

sebesar

5,08%,

dan

III

pertumbuhan terendah pada triwulan II


sebesar -6,38% selanjutnya pada tahun
2013 indeks produksi IMK pertumbuhan
Sumber: Statistik Indonesia 2014

tertinggi terjadi di triwulan II sebesar


9,36% dan terendah pada triwulan III
sebesar -7,29%.

36

Statistik Daerah Provinsi Jawa Barat 2014

INDUSTRI PENGOLAHAN
Indeks

produksi

tahunan

11

Gambar 11.2. Indeks Produksi Tahunan


Industri Mikro Kecil
di Jawa Barat 2011-2013

industri mikro kecil di Provinsi Jawa


Barat sejak tahun 2011 hingga tahun
2013

mengalami

cukup

signifikan.

indeks

pertumbuhan

yang

Pada

2012

tahun

produksi

mengalami

2011

2012

2013

105,90

107,73

120,14

pertumbuhan sebesar 1,73% dari tahun


sebelumnya,

kemudian

mengalami

Sumber: Statistik Indonesia 2014

disebabkan
peningkatan

Pertumbuhan

terjadinya
produksi

dari

ini

beberapa
beberapa

ht

tp
://
j

ab

jenis industri di Jawa Barat.

o.

11,52%.

pertumbuhan

.g

dengan

ps

sebesar

2013

ar
.b

tahun

id

pertumbuhan yang cukup besar pada

Statistik Daerah Provinsi Jawa Barat 2014

37

12

KONSTRUKSI
Nilai konstruksi yang diselesaikan Provinsi Jawa Barat selama periode 2008 hingga
2013 mengalamai peningkatan.

Sektor konstruksi merupakan salah

Tabel 12.1. Indeks Triwulanan dan


Pertumbuhan Sektor Konstruksi
Tahun 2012 dan 2013

satu sektor penting dalam perekonomian


di

Jawa

Barat.

Indeks

kegiatan
2012

konstruksi triwulan di Jawa Barat selama


2012-2013

triwulan

II

Uraian

menunjukkan

2013

TW.
II

TW.
III

TW.
IV

TW. I

TW.
II*

adanya fluktuasi pada jumlah pekerja

Pekerja Tetap

107,04

109,64

111,89

108,19

108,50

dan balas jasa. Paling tinggi penyerapan

Pekerja Harian

125,27

129,20

137,16

133,91

143,58

Balas Jasa

143,86

149,35

158,95

153,18

163,83

1,46

2,42

2,06

-3,31

0,28

pekerja tetap pada triwulan IV 2012 yaitu


sebesar 111,89 dan pada pekerja harian

id

Pertumbuhan
Pekerja Tetap

yang

Pertumbuhan
Pekerja Harian

4,31

3,14

6,16

-2,37

7,22

dibayarkan kepada sektor konstruksi

.g

o.

paling tinggi pada triwulan I 2013 yaitu

3,48

3,82

6,43

-3,64

6,95

143,58.

Balas

jasa

ar
.b

bervariasi pada tiap triwulan. Selama

Pertumbuhan
Balas Jasa

ps

sebesar

periode triwulan II 2013 hingga triwulan

II 2013 balas jasa yang dibayarkan

Sumber: Indikator Konstruksi Triwulan II-2013 BPS


*) Angka sementara

Gambar 12.1. Nilai Konstruksi yang


Diselesaikan Jawa Barat
Tahun 2008-2013
(000 Rupiah)

tp
://
j

tinggi terjadi di triwulan I 2013.

ab

kepada pekerja sektor konstruksi paling

Nilai konstruksi yang diselesaikan

2008=22.527.888,00

2008

hingga

peningkatan.
sebesar
meningkat
rupiah

ht

Provinsi Jawa Barat selama periode


2013

Dari

nilai

konstruksi

22.527.888

ribu

menjadi

58.496.447

pada

tahun

2009=28.817.581,33

mengalami

2013.

2010=36.730.174,74

rupiah

Hal

ribu
2011=42.304.805,00

ini

menggambarkan bahwa Provinsi Jawa


Barat

mengalami

2012=50.400.626,00

peningkatan

pembangunan yang cukup signifikan


karena

terlihat

peningkatan

konstruksinya dari tahun ke tahun.

38

2013*=58.496.447,00

nilai

Sumber: Statistik Indonesia

Statistik Daerah Provinsi Jawa Barat 2014

12

KONSTRUKSI
Provinsi Jawa Barat merupakan 3 besar provinsi yang memiliki perusahaan
konstruksi terbanyak di Indonesia.

Gambar 12.2. Indeks Kondisi, Prospek

Pada

Bisnis dan Masalah Bisnis


di Provinsi Jawa Barat

periode

bisnisnya,

80
60
40
20
0

indeks
TW III

TW IV

2012

yang

umum

menjalankan

ditunjukkan
masalah

dengan

bisnis

yang

TW II*

periode triwulan III tahun 2012 para


pengusaha

2013
TW I
63.94
61.06
34.10

TW II*
55.56
54.63
25.92

Sumber: Indikator Konstruksi Triwulan II 2013 BPS

sempat

merasa

sedikit

masalah dalam menjalankan bisnisnya

id

TW IV
50.52
50.26
33.98

dengan indeks sebesar 23,41. Dari sisi

o.

2012
TW III
55.51
52.94
23.41

kondisi dan prospek bisnis secara umum

.g

Kondisi
Prospek Bisnis
Masalah Bisnis

dalam

nilainya di atas 25%, kecuali pada


TW I
2013

TW II
46.88
50.63
39.21

pengusaha

konstruksi masih menganggap cukup


bermasalah

TW II

ini

ps

pada tahun 2012 dan awal 2013 para


pengusaha

ar
.b

Gambar 12.3. Jumlah Perusahaan

2011

2012

=
10.262

10.284

9.602

sektor konstruksi, kecuali di awal tahun


2012 sempat sedikit mengalami pesimis

9.892

konstruksi menggambarkan banyaknya

Peningkatan

Sumber: Statistik Indonesia BPS RI

ht

kemajuan

tepatnya di triwulan II 2012.

2013

tp
://
j

2010

pada

ab

Konstruksi di Jawa Barat


Tahun 2010-2013

optimis

jumlah

perusahaan

pekerjaan kosntruksi di suatu daerah


tertentu. Provinsi Jawa Barat merupakan

Catatan :
IMB (indeks masalah bisnis)
< 25 % = sedikit masalah
25 % < IMB <= 50% : cukup masalah
50% < IMB <= 100% : bermasalah
Prospek dan Kondisi Bisnis (PKB)
PKB > 50% : pengusaha cenderung optimis akan
usahanya
PKB < 50% : pengusaha cenderung pesimis kondisi
usahanya

besar

provinsi

perusahaan

yang

konstruksi

memiliki

terbanyak

di

Indonesia. Terlihat dari tahun 2010


hingga

2013

jumlah

perusahaan

konstruksi selalu mengalami perubahan,


terjadi penurunan dari 2010 hingga 2012
menjadi 9.602 perusahan. Selanjutnya
terjadi sedikit penambahan sekitar 290
perusahan pada tahun 2013.

Statistik Daerah Provinsi Jawa Barat 2014

39

13

HOTEL & PARIWISATA


Jumlah Wisatawan ke objek wisata tahun 2011 naik sebesar 91,33 persen
sedangkan jumlah wisatawan ke akomodasi naik 37,64 persen.

Jawa Barat merupakan salah satu

Tabel 13.1. Statistik Hotel dan Pariwisata


Jawa Barat Tahun 2010-2012

provinsi di Indonesia yang memiliki alam


dan pemandangan yang indah serta

Uraian

memiliki berbagai potensi yang dapat

2010

2011

2012

Jumlah Pengunjung ke Objek Wisata

diberdayakan, antara lain menyangkut

Jumlah

sumber daya alam dan pemanfaatan

14 791 328

28 300 085

28 679 423

344 607

844 557

454 408

14 446 721

27 455 528

28 679 423

Wisatawan
Mancanegara

pesisir dan laut, serta sumber daya

Wisatawan
Nusantara

perekonomian yang ditandai dengan

Jumlah Pengunjung Hotel & ke Akomodasi Lainnya

semakin

Jumlah

di

sektor

o.

menggeliatnya

perdagangan juga keragaman budaya

dikunjungi

oleh

menarik

untuk

wisatawan.

Letak

geografis yang berbatasan dengan DKI


dan

Provinsi

sebelah

Jawa

timur

Tengah,

Wisatawan
Nusantara

6 112 103

8 412 644

10 788 199

256 493

497 335

666 830

5 855 644

7 915 309

10 121 289

Gambar 13.1. Persentase Tingkat


Penghunian Kamar Hotel
dan akomodasi Lainnya
di Jawa Barat Tahun 2013

dengan

membuat

ab

Jakarta

.g

kalah

ps

tidak

Wisatawan
Mancanegara

ar
.b

yang

id

lahan, sumber daya hutan, sumber daya

tp
://
j

Provinsi Jawa Barat merupakan wilayah

strategis untuk mengembangkan sektor

Hal

ht

pariwisata.
tersebut

terbukti

Hotel
Berbintang

46,32

dengan

Hotel
37,68
Non Bintang

meningkatnya jumlah pengunjung ke


objek wisata di Jawa Barat mengalami
kenaikan yang cukup signifikan yaitu dari

Akomodasi
Lainnya

28.679.423 pada tahun 2011 menjadi


28.679.423 atau mengalami kenaikan
sebesar

1,32%

dengan

proporsi

Sumber: Jawa Barat Dalam Angka

kenaikan wisatawan nusantara sebesar


1.223.895 orang.

40

Statistik Daerah Provinsi Jawa Barat 2014

16,00

13

HOTEL & PARIWISATA


Jumlah Wisatawan ke objek wisata tahun 2011 naik sebesar 91,33 persen
sedangkan jumlah wisatawan ke akomodasi naik 37,64 persen.

Tabel 13.2. Statistik hotel Bintang dan

Wisatawan

Non Bintang di Jawa Barat


Tahun 2011-2013

manca

Negara

mengalami penurunan 390.149 orang.


Hal ini merupakan pekerjaan rumah bagi

Uraian

2011

2012

2013

pemerintah
khususnya

Jumlah Hotel
Hotel Berbintang

199
1 377

Dinas

Jawa

Barat

Pariwisata

dan

Kebudayaan untuk lebih gencar dalam

210
1 649

Hotel Non
Bintang

Provinsi

mempromosikan tempat wisata di Jawa

1 442

Barat.

Jumlah Kamar

Bila

kunjungan wisatawan

13 648

18 643

terjadi

tidak

demikian

dengan kunjungannya terhadap hotel

31 721

.g

29 374

penurunan

o.

52 493
Hotel Non
Bintang

id

mancanegara terhadap obejek wisata


Hotel Berbintang

ps

dan akomodasi lainnya, yang terjadi

Jumlah Tempat Tidur

penambahan sebanyak 169.495 orang

82 603

85 861

ar
.b

71 611

ab

Hotel Bintang &


Non Bintang

Gambar 13.3. Rata-rata Lama Menginap

tp
://
j

Tamu Asing dan Domestik


di Provinsi Jawa Barat
Tahun 2013 (Hari)

atau terjadi kenaikan sebesar 25,41%.


Wisatawan nusantara yang mengunjungi
Hotel dan akomodasi lainnya terjadi
penambahan sebesar 2.205.980 orang
atau naik sebesar 21,79% dibanding
tahun sebelumnya.

Bila dilihat dari

1,39

1,26

November

1,46

1,3

Oktober

1,49

1,3

dan

September

1,6

1,26

penambahan sebanyak 2.375.555 orang

Agustus

1,64

1,27

atau terjadi kenaikan sebesar 22,01%.

Juli

1,8

1,37

Juni

1,49

1,36

Mei

1,49

1,36

ht

Desember

keseluruhan wisatawan mancanegara


wisatawan

domestik

terjadi

Dari keseluruhan tingkat hunian


hotel

pada tahun 2013 menunjukan

tingkat hunian hotel berbintang sebesar

April

1,69

1,28

Maret

1,72

1,4

46,32%, hotel non bintang sebanyak

Februari

1,45

1,3

37,68%, dan tingkat hunian akomodasi

Januari

1,54

1,36

lainnya

0%

20% 40% 60% 80% 100%

Hotel Bintang

sebanyak

16,00%

(Gambar

13.1).

Hotel Non Bintang

Statistik Daerah Provinsi Jawa Barat 2014

41

13

HOTEL & PARIWISATA

Dalam

rangka

perkembangan

sektor

mendukung
di

tamu menginap tertinggi terjadi pada

Provinsi Jawa Barat maka keberadaan

bulan Juli 1,37 hari dan terendah pada

hotel menjadi hal yang penting untuk

bulan September dan bulan Desember

memfasilitasi

yaitu 1,26 hari.

para

pariwisata

pada hotel non bintang rata-rata lama

wisatawan

yang

berkunjung.
Berdasarkan

data

Statistik

perhotelan pada tahun 2013, terjadi

id

penurunan jumlah hotel sebanyak 3 unit

2013

terjadi

penambahan

ar
.b

tahun

.g

tahun 2013. Jumlah kamar hotel untuk

ps

2012 menjadi 1.649 unit hotel pada

o.

yaitu dari 1.652 unit hotel pada tahun

sebanyak 2.129 yaitu dari 50.364 unit

ab

kamar menjadi 52.493 unit kamar hotel.

tp
://
j

Penambahan jumlah unit kamar diikuti


juga dengan penambahan tempat tidur.
Pada tahun 2013 terjadi penambahan

ht

tempat tidur sebanyak 3.258 buah dari


82.603 tahun 2012 menjadi 85.861
buah.
Dari Tabel 13.3 terlihat bahwa ratarata lama menginap pada hotel di Jawa
Barat

selama

tahun

2013

adalah

dibawah 2 hari, pada hotel berbintang


rata-rata tamu menginap tertinggi terjadi
pada bulan Juli yaitu 1,8 hari. Hal ini
terkait dengan momen libur sekolah,
yang terendah pada bulan Desember
yaitu 1,39 hari, begitu pula yang terjadi

42

Statistik Daerah Provinsi Jawa Barat 2014

Grand Hotel Preanger adalah salah


satu hotel besar dan tertua di
Bandung.

14

TRANSPORTASI & KOMUNIKASI


Tahun 2013 kondisi jalan di Jawa Barat 45,27% dengan kondisi baik
dan hampir 85,02% sudah beraspal.

Pengembangan

transportasi

Gambar 14.1. Statistik Jenis Permukaan


Jalan di Jawa Barat 2013

beserta infrastrukturnya sangat penting


dalam menunjang dan menggerakkan
dinamika

pembangunan,

transportasi

berfungsi

katalisator

dalam

pertumbuhan

1000

karena
sebagai
100

mendukung

ekonomi

dan

pengembangan wilayah.

10

id

Jenis permukaan jalan akan sangat

beraspal

sudah

mencapai

jalan

raya

Dari

Jawa

Kerikil

Tanah

Tidak
dirinci
1345,34

2012 19090,67 1994,79

317,8

2013 19344,85 1916,25

295,54 1194,51

infrastruktur
Barat

gambar

sudah

14.1

Gambar 14.2. Statistik Kondisi Jalan


di Jawa Barat 2013

dapat

tp
://
j

membaik.

di

bahwa

ab

mengindikasikan

ar
.b

19.344.85 km atau mencapai 85,02% ini

Aspal

.g

yang

ps

Pada tahun 2013 jenis permukaan jalan

o.

mempengaruhi kinerja sektor angkutan.

terlihat bahwa jenis permukaan jalan


yang masih kerikil sepanjang 1.916.25

ht

km atau 8,42%, tidak dirinci sepanjang

12000
10000
8000
6000
4000

1.194 atau 5,2%, dan sisanya masih

2000

tanah sebesar sepanjang 295.54 atau

1,29%.
Jika dilihat secara spasial, jalan

Rusak

Rusak
Berat

2012 10033,67 5071,39

4406,06

3237,47

2013 10299,74 4999,02

4163,72

3288,67

Baik

Sedang

terpanjang dengan permukaan aspal


pada tahun 2013 berada di Kabupaten
Karawang yaitu sepanjang 2.537,27 Km,
sedangkan yang terpendek ada di Kota
Cimahi yaitu sepanjang 118,96 Km. Hal
ini tentu saja akan sejalan dengan luas
wilayahnya.

Statistik Daerah Provinsi Jawa Barat 2014

43

14

TRANSPORTASI & KOMUNIKASI

Tabel 14.1. Lalu Lintas Penumpang dan

Total panjang jalan di Jawa Barat

Barang Kereta Api di Wilayah


Jawa Barat Tahun 2013

pada tahun 2013 yang tersebar di


kabupaten/kota

sepanjang

22.751,55

KM dengan kondisi jalan kategori baik


sepanjang 10.299,74 KM atau 45,27%,
kategori yang sebelumnya mencapai
10.033,67 atau 44,10%, kategori sedang
mencapai 4.999,02 KM atau 21,97% dari

kondisi

rusak

sepanjang

o.

dengan

id

total panjang jalan yang ada. Jalan

.g

4.163,72 KM atau sebesar 18,30% dan

ps

kondisi jalan rusak berat sepanjang

ab

ar
.b

3.288,67 km atau sebesar 14,45%.

tp
://
j

Tabel 14.2. Banyaknya Penerbangan dan

Bulan
[1]
Januari
Februari
Maret
April
Mei
Juni
Juli
Agustus
September
Oktober
November
Desember
Jumlah

ht

Penumpang Domestik/
Internasional di Bandara
Husein Sastranegara Bandung
Tahun 2013
Penerbangan

Penumpang

Berangkat Datang Berangkat Datang


[2]
[3]
[4]
[5]
962

963

83 213

89 245

846

843

73 345

76 486

1 035

1 043

90 431

90 208

898

897

82 306

82 843

883

879

89 650

89 112

857

870

91 426

91 957

768

766

77 364

77 037

851

851

86 903

88 910

922

968

79 924

79 559

836

843

80 531

81 467

662

660

79 338

78 294

693

703

87 730

82 317

10 213

10 286

1 002 161

1 007 435

Trend

pertumbuhan

angkutan

kereta api dari tahun-ketahun terus


mengalami pertumbuhan, hal ini sejalan
dengan

semakin

tingginya

tingkat

mobilitas penduduk baik yang masuk


maupun keluar Jawa Barat, didukung
oleh kepercayaan masyarakat terhadap
transportasi ini, karena merasa lebih
aman nyaman bebas dari kemacetan.
Dari data penumpang yang berangkat
dari tiap stasiun yang ada di Jawa Barat,
pada tahun 2013 ada sekitar 36.851.061
orang

penumpang

yang

diangkut.

Selama tahun 2013 puncak penumpang


tertinggi pada bulan Mei yaitu sebanyak
3,3

juta

orang

penumpang

yang

diangkut, sedangkan yang terendah ada


pada bulan November sebanyak 2,2 juta

44

Statistik Daerah Provinsi Jawa Barat 2014

TRANSPORTASI & KOMUNIKASI

orang

penumpang.

Barang

yang

Tabel 14.3. Jumlah Surat yang Dikirim Lewat


Pos Dalam dan luar Negeri
Tahun 2011-2013

diangkut pada tahun 2013 sebanyak


480.960

ton,

dengan

14

pengangkutan

terbanyak terjadi pada bulan November


seberat 62.985 ton (Tabel 14.1).
Salah satu bandar udara di Jawa
Barat yang merupakan pintu gerbang
akses ke Jawa Barat, khususnya kota
adalah

Bandara

Husein

id

Bandung

Gambar 14.3. Jumlah Pos Paket yang

baik

domestik

maupun internasional tercatat bahwa

ar
.b

selama tahun 2013 penumpang yang

.g

penumpang

berangkat sebanyak 1.002.161 orang.

Dikirim & Diterima Menurut


Pengiriman Dalam dan Luar
Negeri di Jawa Barat 2013

ps

lalulintas

o.

Sastranegara. Dari data penerbangan

Jenis Paket

Pengiriman

Penerimaan

348.703

342.452

261.086

286.945

Luar
Negeri

4.824

5.306

Bila kita cermati tabel 14.2, intensitas

ab

penumpang terbanyak ada pada bulan

Biasa

91.426

untuk

berangkat

sebanyak

Kilat

91.957

orang.

Sedangkan

intensitas

ht

penumpang

tp
://
j

Juni untuk penumpang datang sebanyak

terendah

pada

bulan

Februari sebanyak 73.345 orang untuk


berangkat
datang

sedangkan
sebanyak

Sedangkan

untuk

penumpang

76.486

orang.

penerbangan

tertinggi yaitu pada bulan Maret dengan


intensitas penerbangan sebanyak 1.035
sedangkan penerbangan yang datang
1.043 kali.

Statistik Daerah Provinsi Jawa Barat 2014

45

14

TRANSPORTASI & KOMUNIKASI

Dalam

perekonomian

suatu

286.945 paket yang diterima, paket luar

wilayah, teknologi informasi mempunyai

negeri 4.824 yang dikirim 5.306 yang

peran yang penting dalam perekonomian

diterima.

karena

dengan

berkembangnya

teknologi informasi, perekonomian suatu


wilayah

akan

mengalami

perubahan

yang sangat signifikan. Banyak hal yang


dirasa berbeda dan berubah dibanding
cara

yang

berkembang

id

dengan

o.

sebelumnya, saat ini jarak dan waktu

aplikasi

ekonomi.

tercipta

untuk

ps

Berbagai

pertumbuhan

ar
.b

mendukung

.g

bukanlah masalah yang berarti untuk

memfasilitasinya. Media surat sebagai


alat

komunikasi

yang

pada

eranya

ab

merupakan alat utama dalam melakukan

tp
://
j

komunikasi, kini pada era digital surat


sudah mulai tergantikan oleh media

ht

lainnya seperti: e-mail, telepon, dan


bentuk media digital lainnya. Namun
demikian keberadaan Pos dalam hal
surat menyurat masih banyak diminati
terbukti pada tahun 2013 terkirim surat
biasa sebanyak 4.549.454, kilat khusus
dan express masing masing 5.489.623
dan 3.186.287. Demikian juga dengan
pos paket yang dikirim dan diterima oleh
PT. Pos Bandung. Jenis paket biasa
348.73 paket yang dikirim dan 342.452
yang

diterima.

pengiriman

46

Paket

sebanyak

kilat
261.086

untuk
dan

Statistik Daerah Provinsi Jawa Barat 2014

15

PERBANKAN & INVESTASI


Pada tahun 2013 masyarakat lebih memilih simpanan dalam bentuk tabungan jika
dibandingkan dalam bentuk giro atau simpanan berjangka.

Menurut definisi Bank Indonesia,

Tabel 15.1. Jumlah Perbankan di


Jawa Barat 2011-2013 (Unit)

bank merupakan lembaga keuangan


dengan

fungsi

intermediasi,

sebagai
yang

lembaga

Uraian

2011

2012

2013

membantu

kelancaran sistem pembayaran, serta

Bank Umum

66

66

57

merupakan

Bank BPR

321

307

307

Bank Syariah

39

38

43

Pembiayaan

43

43

43

lembaga

yang

menjadi

sarana dalam pelaksanaan kebijakan


pemerintah yaitu kebijakan moneter.
Kebijakan perbankan dirumuskan dan

id

Sumber: Bank Indonesia, 2014

o.

dilaksanakan oleh BI pada dasarnya

Gambar 15.1. Posisi Simpanan Masyarakat

ps

menciptakan, menjaga, dan memelihara

dan

ar
.b

sistem perbankan yang sehat.


Perkembangan

.g

merupakan bagian dari upaya untuk

Rupiah dan Valuta Asing


Bank Umum dan BPR
di Provinsi Jawa Barat
Tahun 2011-2013
(trilyun rupiah)

kemajuan

ab

perbankan terutama di wilayah Jawa

sisi kuantitas

tp
://
j

Barat salah satunya dapat diamati dari


dalam

suatu periode.

Jumlah bank di Jawa Barat pada kurun

ht

dua tahun 2011-2013 yaitu meliputi Bank


Umum, Bank BPR, Bank Syariah, dan
Pembiayaan menunjukkan perubahan,
yaitu jumlah

Bank Umum berkurang

menjadi 57 dan Bank Syariah bertambah


menjadi 43 unit seperti terlihat pada
Tabel 15.1.

Sumber: Bank Indonesia, 2014

Statistik Daerah Provinsi Jawa Barat 2014

47

15

PERBANKAN & INVESTASI


Realisasi total investasi PMA pada tahun 2013 meningkat tetapi peningkatan itu tidak
diikuti oleh penambahan jumlah tenaga kerja.

Tabel 15.2. Realisasi Investasi PMA

Dalam kurun tiga tahun (2011-2013)

di Jawa Barat Tahun 2011-2013


Uraian

Tenaga
Kerja (TK)

minat masyarakat untuk menyimpan

Investasi (Juta
Rupiah)

dana pada lembaga perbankan masih

yang

2011

280 713

41 445 630,519

2012

344 383

36 656 553,903

2013

290 907

67 500 904, 581

tinggi. Hal ini terbukti dari pertumbuhan


signifikan

simpanan

dari

ketiga

masyarakat

di

bentuk
lembaga

perbankan yaitu giro, tabungan, dan


simpanan
tabungan

dan

posisi simpanan

Giro,

berjangka,

masyarakat tertinggi

o.

Tabel 15.3. Realisasi Investasi PMDN


di Jawa Barat Tahun 2011-2013

Untuk

simpanan

id

Sumber: BKPPMD, 2014

berjangka.

.g

terjadi pada tahun 2013. Masyarakat

115 997

93 007

2013

88 223

ht

Sumber: BKPPMD, 2014

7 305 546,091

16 023 966,764

tp
://
j

2012

ar
.b

2011

Investasi (Juta
Rupiah)

ab

Tenaga
Kerja (TK)

ps

pada tahun 2013 paling banyak memilih

Uraian

simpanan dalam bentuk tabungan yaitu


sebesar

135,613

trilyun

rupiah,

kemudian diikuti dalam bentuk simpanan


berjangka sebesar 220,937 triyun rupiah,
dan sebesar 54,703 trilyun rupiah.

26 018 005,187

Secara

umum

perekonomian

Provinsi Jawa Barat selama kurun waktu


2011-2013 tumbuh di atas 6%. Hal ini
menjadi pendorong bagi perkembangan
iklim investasi dalam kurun tiga tahun
terakhir (2011-2013). Upaya perbaikan
dan penambahan infrastruktur, efisiensi
birokrasi,

dan

kebijakan

yang

mendukung merupakan beberapa kunci


peningkatan investasi. Potensi konsumsi
domestik yang besar merupakan daya
tarik

tersendiri

bagi

investor

untuk

berinvestasi di Indonesia khususnya


potensi pasar di Jawa Barat.

48

Statistik Daerah Provinsi Jawa Barat 2014

15

PERBANKAN & INVESTASI


Realisasi total investasi PMDN tahun 2013 meningkat tipis dan terjadi
pengurangan jumah tenaga kerja.

Realisasi

investasi

PMA

penurunan terus dari tahun 2011 hingga

(penanaman modal asing) di Provinsi

tahun 2013.
Berkembangnya
perekonomian

15.3

penurunan

posisi pinjaman baik berupa valuta asing

investasi asing ke Jawa Barat sebesar

maupun rupiah. Apabila kita lihat jenis

11,55%

sebesar

penggunaanya, menurut data dari Bank

4.789.076,616 juta rupiah. Kemudian

Indonesia jenis penggunaanya ada yang

terjadi peningkatan investasi yang cukup

berupa modal kerja, investasi dan juga

signifikan pada tahun 2013, dengan

untuk konsumsi.

kenaikan investasi sebesar 84,14% atau

menurun

Pinjaman dalam bentuk rupiah, di

.g

atau

sebesar 30.844.350,68 juta rupiah.

Provinsi Jawa Barat, sejak tahun 2011


hingga tahun 2013 terus mengalami
peningkatan jumlah pinjaman. Apabila

tenaga kerja yang besar pula, hal ini bisa

kita amati lebih cermat dari tahun ke

terjadi karena adanya peningkatan upah

tahun paling banyak digunakan untuk

minimum tenaga kerja yang meningkat

konsumsi, yaitu sebesar 113.092.435

sehingga banyak perusahaan yang tidak

juta rupiah terus berkembang hingga

melakukan penambahan jumlah tenaga

menjadi 161.268.419 juta rupiah pada

ht

tp
://
j

2013 tidak diikuti dengan penyerapan

ab

ar
.b

Peningkatan investasi pada tahun

ps

terjadinya

mempengaruhi

id

tahun 2011 hingga 2013. Pada tabel


terlihat

juga

keadaan

o.

Jawa Barat mengalami fluktuasi sejak

kerja.
Sedangkan

tahun

Kemudian

penggunaan

PMDN

pinjaman juga banyak yang digunakan

negeri)

untuk modal kerja sebesar 96.031.788

terlihat terjadinya peningkatan investasi

juta rupiah pada tahun 2011, meningkat

dari tahun 2011 hingga tahun 2013 ini,

menjadi 122.682.888 juta rupiah pada

terjadi peningkatan sebesar 119,34%

tahun 2012 dan menjadi 140.278.954

pada tahun 2012 dan sebesar 62,37%

juta rupiah pada tahun 2013. Pinjaman

pada tahun 2013. Tetapi peningkatan

rupiah yang digunakan untuk investasi

investasi

paling kecil yaitu sebesar 64.432.180

(penanaman

ini

pada

2013.

modal

tidak

dalam

diikuti

dengan

peningkatan penyerapan tenaga kerja,


jumlah

tenaga

kerja

juta rupiah pada tahun 2013.

mengalami

Statistik Daerah Provinsi Jawa Barat 2014

49

15

PERBANKAN & INVESTASI


Masyarakat Jawa Barat lebih banyak menggunakan pinjaman untuk keperluan
konsumsi jika dibandingkan untuk investasi dan modal kerja..

Tabel 15.5. Posisi Pinjaman Rupiah dan


Valuta asing yang Diberikan
Bank Umum dan BPR Menurut
Jenis Penggunaan
Berdasarkan Lokasi Proyek
di Provinsi Jawa Barat
(Juta Rupiah)

Masyarakat Jawa Barat banyak


melakukan pinjaman dalam bentuk valas
untuk digunakan sebagai modal kerja
dan

investasi,

hanya

sedikit

yang

digunakan untuk konsumsi. Terus terjadi


peningkatan pinjaman dalam

bentuk

valas sejak tahun 2011 hingga tahun


2013 yang digunakan sebagai modal

id

kerja dan investasi. Pada tahun 2013


bentuk valas

yang

o.

pinjaman dalam

.g

digunakan untuk modal kerja sebesar

ps

36.521.142 juta rupiah dan investasi

tp
://
j

ab

ar
.b

sebesar

ht

Sumber: Bank Indonesia, 2014

50

21.767.308

juta

rupiah.

Pinjaman dalam bentuk valas yang


digunakan
pada

untuk

tahun

1.287.980

konsumsi

2012
juta

yaitu

rupiah

terbesar
sebesar
kemudian

mengalami penurunan kembali pada


tahun 2013 menjadi sebesar 372.492
juta rupiah

Statistik Daerah Provinsi Jawa Barat 2014

16

HARGA-HARGA
Beras, gula pasir, dan telur ayam ras mengalami kenaikan harga
secara berturut-turut selama Tahun 2011-2013.

Perkembangan harga barang dan

Kementrian

Perdagangan

RI

jasa di suatu wilayah dalam suatu

peningkatan harga CPO dikarenakan

periode dapat memberikan gambaran

permintaan

perekonomian

ditambah dengan adanya kekhawatiran

wilayah

tersebut.

ekspor

Pemantauan harga barang dan jasa

terhadap

kurangnya

secara

Amerika

Serikat

berkala

konsumen

di

beberapa

dilakukan

keseimbangan

pasar

yang

meningkat,

pasokan
sehingga

dari
turut

untuk

menjaga

mengangkat sentiment harga pada CPO.

dan

antisipasi

Sementara harga minyak goreng pada

harga

Tahun

2012

meski

mengalami

id

adanya permainan harga di pasaran.

pertumbuhan tetapi melambat sebesar

2013

secara

serentak

pada Tahun 2011.

ar
.b

ras dan daging ayam ras selama Tahun

.g

minyak goreng, gula pasir, telur ayam

8,16% dibandingkan kenaikan harga

ps

pokok di Kota Bandung yaitu beras,

o.

Perkembangan lima harga bahan

menunjukkan

Tabel 16.1. Pertumbuhan Harga Lima


Bahan Pokok di Kota Bandung
Tahun 2011-2013 (Persen)

ab

peningkatan. Hal ini terindikasi dari

tp
://
j

kenaikan rata-rata harga.

Selama tiga tahun berturut-turut


beras

secara

ht

komoditas

umum

mengalami peningkatan harga. Pada


tahun 2013 harga beras 8.708 rupiah per
kg.

Komoditas

minyak

goreng

mengalami penurunan harga dari tahun


2012 menjadi 11.176 rupiah pada tahun
2013.
minyak

Pada

tahun

goreng

2011
melesat

komoditas

Komoditas

2011

2012

2013

Beras
Umum

7 477

8 077

8 708

Minyak
Goreng

10 333

11 176

10 603

Gula Pasir

10 507

11 853

12 351

Telur
Ayam Ras

14 781

15 894

17 374

Daging
Ayam Ras

23 959

25 112

29 273

Sumber: Jawa Barat Dalam Angka 2014

dengan

kenaikan sebesar 23,88%. Kenaikan


yang signifikan ini disebabkan kenaikan
harga Minyak Kelapa Sawit Mentah atau
Crude Palm Oil (CPO) di tingkat dunia.
Lebih

jauh,

menurut

informasi

dari

Statistik Daerah Provinsi Jawa Barat 2014

51

16

HARGA-HARGA
Harga daging ayam ras mengalami kenaikan harga di atas 16 persen sepanjang
Tahun 2013.

Gambar 16.1. Pertumbuhan Harga Lima


Bahan Pokok di Kota Bandung
Tahun 2012-2013 (Persen)

Selama tiga tahun terakhir (20112013) komoditas gula pasir berturut-turut


mengalami kenaikan harga. Kenaikan
harga di tahun 2012 sebesar 12,81%
lebih besar dibanding kenaikan harga
pada

Tahun

2013

sebesar

4,20%.

Kenaikan harga tersebut dipicu oleh


kenaikan Harga Patokan Petani (HPP)

id

yang ditetapkan oleh pemerintah.

o.

Harga komoditas telur ayam ras

.g

selama tiga tahun terakhir (2011-2013)

ps

mengalami peningkatan secara berturut-

ab

ar
.b

turut, peningkatan pada tahun 2013 lebih

ht

tp
://
j

Sumber: Jawa Barat Dalam Angka 2014, diolah

besar jika dibandingkan tahun 2012 yaitu


sebesar 9,31% dan pada Tahun 2012
meningkat

sebesar

7,53%.

Supply

komoditas telur ayam ras tidak dapat


mengimbangi demand yang tinggi selain
itu

faktor

cuaca

juga

berpengaruh

terhadap produksi sehingga memicu


terjadinya

kenaikan

harga

terutama

menjelang hari raya.


Harga komoditas daging ayam ras
pada Tahun 2013 mengalami kenaikan
sebesar 16,57%, harga daging ayam ras
mencapai sebesar Rp. 29.273 per kg.
Hal ini menurut keterangan dari Ketua
Perhimpunan Peternak Ayam Nasional
disebabkan oleh kenaikan harga bibit
ayam atau DOC, distribusi, populasi,
kenaikan harga pakan, dan lainnya.

52

Statistik Daerah Provinsi Jawa Barat 2014

16

HARGA-HARGA

Selain itu demand

Tabel 16.2. Inflasi di Tujuh Kota Jawa Barat


Selama Tahun 2011-2013

yang meningkat

selama momen Ramadhan dan Lebaran


turut menjadi pemicu kenaikan harga

Inflasi (%)
Kota

Inflasi merupakan kenaikan harga

2012

2013

barang dan jasa secara umum yang

Bogor

2,85

4,06

7,97

dikonsumsi oleh masyarakat pada suatu

Sukabumi

4,26

3,98

6,89

Bandung

2,75

4,02

7,86

Cirebon

3,20

3,36

9,46

3,45

3,46

8,55

Depok

2,95

4,11

8,03

.g

2011

4,17

3,87

10,97

periode tertentu. Tingkat inflasi yang


secara

terus

menerus

akan

menyebabkan menurunnya daya beli

Bekasi

o.

masyarakat.

ar
.b

Barat masih berada di kisaran 3-4%

Tasikmalaya

ps

Pada tahun 2011 hingga tahun


2012 tingkat inflasi di tujuh kota di Jawa

id

terjadi

Sumber: Jawa Barat Dalam Angka 2014

setahun. Tetapi hal itu tidak terjadi di

tahun 2013, tingkat inflasi di tujuh kota di

ab

Jawa Barat terjadi pada kisaran 6-

tp
://
j

10,97% setahun.

Pada tahun 2012 Inflasi tertinggi

2010
6,60

2011
3,10

2012
3,86

2013
9,15

ht

terjadi di 3 Kota di Jawa Barat, yaitu

Gambar 16.2. Inflasi Gabungan Tujuh Kota


di Jawa Barat 2010-2013 (%)

Kota Depok, Kota Bogor, dan Kota


Bandung masing-masing sebesar 4,11;
4.06; dan 4,02. Sementara empat kota
Jawa Barat lainnya memiliki inflasi di
bawah 4% yaitu Kota Sukabumi (3,98%),
Kota Tasikmalaya (3,87%), Kota Bekasi
(3,46%) dan Kota Cirebon (3,36%).
Penyebab

inflasi

tahun

2012

yaitu

terutama karena meningkatnya harga


komoditas gula pasir, minyak goreng,
dan beras.

Statistik Daerah Provinsi Jawa Barat 2014

53

16

HARGA-HARGA

Gambar 16.3. Inflasi Bulanan Gabungan


Tujuh Kota di Jawa Barat
Tahun 2013 (Persen)

Tingkat inflasi di Jawa Barat dari


tahun ke tahun mengalami perubahan.
Inflasi (Y-o-Y) tahun 2013 tercatat paling
besar selama empat tahun terakhir yaitu
sebesar 9,15%.
Apabila
bulanan

kita

dari

lihat

Januari

untuk
2013

inflasi
hingga

Desember 2013 gabungan tujuh kota di

id

Jawa Barat, terlihat pergerakan inflasi

Pada

tahun

2013

sempat mengalami deflasi pada bulan


September,

Oktober,

dan

ar
.b

April,

.g

3,87%.

ps

sebesar

o.

tertinggi pada bulan Juli 2013 yaitu

November dengan deflasi terbesar pada


bulan September yaitu sebesar 0,71%.
tahun

2013

2013

yaitu

ab

Desember

akhir

mengalami

inflasi

tp
://
j

Pada

sebesar 0,38% atau terjadi kenaikan

ht

Indeks Harga Konsumen (IHK) dari


143,81 pada November 2013 menjadi
144,35 pada Desember 2013.

54

Statistik Daerah Provinsi Jawa Barat 2014

17

PENGELUARAN PENDUDUK
Pengeluaran penduduk Jawa Barat mengalami transformasi orientasi konsumsi
menjadi dominan pada kelompok komoditi bukan makanan.

Pengeluaran
pengertian

penduduk

yang

lebih

seluruh pengeluaran

dalam

luas

ribu. Sedangkan golongan

adalah

pengeluaran

yang dilakukan

seratus

kelompok

ribu

hanya

mencapai 4%.

oleh penduduk atau masyarakat untuk


Gambar 17.1. Perbandingan Konsumsi
perkapita Makanan dan
Non Makanan Tahun 2013
di Provinsi Jawa Barat

memenuhi kebutuhannya, dalam hal ini


pengeluaran konsumsi rumahtangga dan

berpengaruh

terhadap

pola

konsumsinya,

semakin

besar

Pada

tahun

2013

pengeluaran konsumsi rumahtangga di

Makanan
49,80

ar
.b

Jawa Barat untuk makanan lebih kecil


daripada non makanan. Kecenderungan
konsumsi

penduduk

suatu

Non
Makanan
50,20

.g

konsumsinya.

besar

o.

semakin

ps

pendapatan

id

investasi. Pendapatan penduduk sangat

wilayah

ab

dengan perekonomian yang lebih baik

makanan

akan

tp
://
j

dan maju, maka proporsi konsumsi


menjadi

lebih

kecil

Perubahan

ht

daripada non makanan.

tersebut

sangat

Gambar 17.2. Konsumsi Perkapita Makanan


Menurut Golongan
Pengeluaran Perkapita
di Provinsi Jawa Barat 2013

dipengaruhi oleh konsumsi makanan

4% 6%

penduduk pada golongan pengeluaran


perkapita di atas satu juta rupiah per
bulan.

Konsumsi

golongan

tersebut

mencapai

32%

perkapita

pada

sangat

tinggi

atau

sebesar

Rp.

8%
32%

150.000-199.999
200.000-299.999

11%
22%

100.000-149.999

17%

687.592, begitu pun dengan kelompok

300.000-499.999
500.000-749.999
750.000-999.999
>1000.000

pengeluaran 750 ribu ke atas mencapai


22% jauh melebihi konsumsi rata-rata
penduduk yang hanya sebesar Rp.365

Statistik Daerah Provinsi Jawa Barat 2014

55

17

PENGELUARAN PENDUDUK
Persentase jumlah penduduk terbesar berada pada golongan pengeluaran
perkapita antara Rp.300 ribu-Rp.499 ribu yaitu sebesar 32,43 persen.

Tabel 17.1. Konsumsi Perkapita


Non Makanan Menurut Golongan
Pengeluaran Perkapita
di Provinsi Jawa Barat 2013

Jumlah

terlihat

pada golongan pengeluaran 750 ribu ke

48 742

74 313

atas. Dari kelompok tersebut yang lebih

22 261

34 443

52 410

3 866

3 454

5 526

9 959

76

443

972

3 176

407

703

1 481

2 733

tangga sebesar 399.738 rupiah dengan

45 449

20

243

699

total pengeluaran kelompok ini adalah

133.001

60.703

24 471

33 822

16 629

besar nilainya pengeluarannya adalah


untuk kebutuhan aneka barang dan jasa
yaitu sebesar 411.757 rupiah, disusul

91.406 143.289

diatas

juta

perorang

per

tahun.

Ratarata Per
Kapita

ar
.b

perkapita yang hanya 363.995 rupiah.

154 684

kecil ada pada kelompok pengeluaran

411 757

136 734

150 ribu keatas yaitu dengan total

56 636

21 822

181 208

399 738

144 348
26 444
15 985

ab

125 425
1.Perumahan dan Fasilitas
Rumah Tangga
93 100
2.Aneka Barang dan Jasa
18 824
3.Pakaian Alas kaki dan
Tutup Kepala
4. Barang-barang tahan lama 7 351

dengan perumahan dan fasilitas rumah

Keadaan ini melebihi angka rata-rata

tp
://
j

Sedangkan rata-rata pengeluaran paling

60.703

rupiah

dengan

penyumbang

122 010

27 862

6 191

10 801

47 723

12 747

1 724

4 881

46 896

10 146

rumah tangga yaitu sebesar 33 ribu

252 615

383 667

1 084 760

363 995

perorang perbulannya. Jika dilihat rata-

ht

5. Pajak Pemakaian dan


Premi
6. Keperluan Pesta dan
Upacara
Jumlah

makananpun

Lanjutan
Jenis barang

non

id

5. Pajak Pemakaian dan


Premi
6. Keperluan Pesta dan
Upacara

kebutuhan

o.

3.Pakaian Alas kaki dan


Tutup Kepala
4. Barang-barang tahan lama

konsumsi

masyarakat terhadap makanan, untuk

.g

1.Perumahan dan Fasilitas


Rumah Tangga
2.Aneka Barang dan Jasa

halnya

ps

Jenis Barang

Seperti

Sumber: Jawa Barat Dalam Angka 2014

pengeluaran
kebutuhan

rata

terbesar
perumahan

perkapita

makanan,

untuk

penyumbang

ada
dan

pada
fasilitas

kebuhan
yang

non
paling

Keterangan Golongan Pengeluaran:

besar adalah perumahan dan fasilitas

1: 100 000 s.d.149 999


2: 150 000 s.d. 199 999
3: 200 000 s.d. 299 999
4: 300 000 s.d. 499 999

rumah tangga sebesar 154.684 rupiah.

56

5. 300 000 s.d. 499 999


6: 500 000 s.d. 749 999
7: 750 000 s.d. 999 999
8: > 1 000 000

Statistik Daerah Provinsi Jawa Barat 2014

PENGELUARAN PENDUDUK
Konsumsi terhadap sayur-sayuran dan buah-buahan masih sangat minim,
hanya sekitar 2 persen.

Konsumsi
mendominasi

kelompok
pada

Gambar 17.3. Persentase Konsumsi


Makanan Perkapita Menurut
Golongan dan Kelompok
Komoditi di Jawa Barat 2013

padi-padian

golongan

(pengeluaran perkapita 100 ribu atau


lebih),

yaitu

mencapai

17

33,00%.

Persentase tersebut semakin menurun


seiring dengan semakin meningkatnya
golongan. Sebaliknya untuk pengeluaran
makanan dan minuman yang sudah jadi
meningkatnya

golongan

id

semakin

o.

pengeluaran semakin tinggi pengeluaran

ar
.b

makanan dan minuman jadi tertinggi ada

ps

17.4 terlihat bahwa pengeluaran untuk

.g

untuk kebutuhan tersebut, dari Gambar

pada kelompok pengeluaran golongan 6

atau kelompok pengeluaran 750 ribu

ab

atau lebih sebanyak 16,97%. Kebutuhan

tp
://
j

tembakau yang paling dominan ada

Gambar 17.4. Peranan Konsumsi Perkapita


Makanan dan Non Makanan
Menurut Golongan
Pengeluaran Tahun 2012

pada kelompok pengeluaran 4 yaitu

ht

pengeluaran 300 ribu sampai dengan


499 ribu mencapai 9,43%. Sedangkan
jika

dilihat

pengeluaran
minuman

dari

rata-rata

untuk
sudah

perkapita

makanan
jadi

dan
masih

mendominasi yaitu sebesar 15,01%.


Diurutan kedua adalah konsumsi padi
padian sebesar 7,86% barang dan jasa.

Statistik Daerah Provinsi Jawa Barat 2014

57

17

PENGELUARAN PENDUDUK

Gambar 17.5. Konsumsi Perkapita Menurut


Kelompok Komoditi di
Jawa Barat Tahun 2013

pangan secara instan dengan cara


membeli makanan dan minuman jadi
atau siap santap.

Dampak positifnya

adalah terhadap pertumbuhan sektor


industri makanan dan minuman serta
sektor

restoran,

terutama

wilayah

perkotaan. Konsumsi kelompok komoditi


padi-padian sebesar 8%, Berikutnya
8

yang mempunyai porsi cukup besar yaitu

perkapita di atas Rp.1 juta), proporsi

6% melebihi porsi konsumsi terhadap

pengeluaran untuk barang tahan lama

pakaian dan alas kaki yang hanya 3%.

ar
.b

cukup besar yaitu mencapai lebih dari 18

o.

(pengeluaran

.g

golongan

ps

Pada

id

adalah konsumsi tembakau dan sirih

Konsumsi terhadap barang tahan lama

persen. Orientasi konsumsi penduduk

mempunyai

Jawa Barat pada tahun 2013 didominasi

selebihnya adalah konsumsi kelompok

kelompok

perumahan

dan

sebesar

5%,

komoditi yang besarnya kurang dari 4%.

fasilitas rumahtangga yang mencapai

Konsumsi

21%. Kebutuhan akan tempat tinggal

mencapai 15% yang terdiri dari umbi,

merupakan

daging, kacang buah, dan sebagainya.

tp
://
j

ab

komoditi

porsi

mendasar

ht

kebutuhan

penduduk dengan tingkat harga yang


cukup tinggi, terutama pada wilayah
pusat

kegiatan

ekonomi.

Berikutnya

adalah konsumsi untuk barang dan jasa,


termasuk didalamnya kebutuhan untuk
pendidikan dan kesehatan, dengan porsi
mencapai 18%.
Konsumsi

untuk

makanan

dan

minuman jadi juga memiliki proporsi


yang cukup besar yaitu mencapai 14%.
Hal ini menggambarkan kecenderungan
penduduk untuk memenuhi kebutuhan

58

Statistik Daerah Provinsi Jawa Barat 2014

bahan

makanan

lainnya

PERDAGANGAN
Pertumbuhan komponen ekspor sepanjang tahun 2013
didorong oleh meningkatnya permintaan barang dan jasa dari luar negeri.

Gambar 18.1. Peranan Ekspor dan Impor


Terhadap PDRB Jawa Barat
Tahun 2011-2013 (Persen)

Selama tiga tahun terakhir (20112013)

ekspor

mempunyai

18

peranan

penting bagi perekonomian Jawa Barat.


Tercatat

selama

periode

tersebut

kontribusi ekspor di atas 35% terhadap


total PDRB Jawa Barat. Perlambatan

2012,

kinerja

berlangsung

hal

ekspor

umumnya

ini

di

dan

hingga

mempengaruhi

Indonesia

Jawa

Barat

pada
pada

o.

tahun

global

id

ekonomi

komponen

ekspor

ar
.b

sepanjang tahun 2013 didorong oleh

ps

Pertumbuhan

.g

khususnya.

meningkatnya permintaan barang dan


dari

komponen

luar

negeri.
ekspor

Kontribusi

Sumber: BPS Provinsi Jawa Barat

terhadap

ab

jasa

tp
://
j

perekonomian Jawa Barat pada tahun


2013 berhasil meningkat di atas 36%,

Gambar 18.2. Laju Pertumbuhan Ekspor dan


Impor Terhadap PDRB
Jawa Barat Tahun 2011-2013

ht

yaitu 36,39% setelah sebelumnya selalu


berada di bawah 36%.

Selama periode 2011-2013 kinerja


ekspor mengalami pertumbuhan. Pada
tahun

2011

pertumbuhan

ekspor

sebesar 7,28%. Perlambatan ekspor


terjadi tahun 2012 dengan pertumbuhan
5,52%. Pada tahun 2013 ekspor di Jawa
Barat menunjukkan kinerja yang cukup
signifikan dengan pertumbuhan sebesar
10,06%.

Sumber: BPS Provinsi Jawa Barat

Statistik Daerah Provinsi Jawa Barat 2014

59

18

PERDAGANGAN

Gambar 18.3. Nilai Ekspor (Juta Rupiah) dan


Laju Pertumbuhan Ekspor (%)
Provinsi Jawa Barat
2011-2013

Kinerja

impor

Jawa

Barat

mengalami pertumbuhan positif selama


tahun

(2010-2012).

pertumbuhan

impor

Tercatat

tertinggi

selama

periode tersebut terjadi pada tahun 2011


sebesar 11,65%, kemudian pada Tahun
2012 pertumbuhan positif ini kembali
berlangsung, meski melambat menjadi

id

sebesar 3,42%.

o.

Kinerja

ekspor

tahun

2013

.g

mengalami peningkatan pertumbuhan

ar
.b

ps

sebesar

ht

tp
://
j

ab

Gambar 18.4. Nilai Ekspor Non Migas


Menurut Negara Tujuan
di Provinsi Jawa Barat
Tahun 2011-2013 (Ribu USD)

10,06%

jika

dibandingkan

dengan tahun 2012, meskipun demikian


peningkatan signifikan tersebut disertai
juga dengan peningkatan pertumbuhan
dari sisi impor yang lebih tinggi di tahun
2013 yaitu sebesar 12,65%.
Secara nilai total ekspor di Jawa
Barat, dari tahun 2011 terus mengalami
peningkatan dari tahun ke tahun. Pada
tahun

2011

305.330.655

nilai
juta

ekspor
rupiah,

sebesar
kemudian

menjadi 340.280.727 juta rupiah pada


tahun 2012 dan sebesar 389.418.175
juta rupiah pada tahun 2013.
Empat negara tujuan ekspor utama
Jawa Barat berdasarkan kontribusinya
Sumber: Bank Indonesia 2014, diolah

terhadap nilai ekspor total pada tahun


2013 adalah Amerika Serikat, Jepang,

60

Statistik Daerah Provinsi Jawa Barat 2014

PERDAGANGAN

18

Gambar 18.5. Nilai Ekspor Non Migas


Berdasarkan Klasifikasi
4 Komoditas Unggulan
di Provinsi Jawa Barat
(Ribu USD)

Thailand, dan China. Pengaruh krisis


finansial global terhadap perekonomian
negara tujuan ekspor Jawa Barat masih
berlangsung hingga Tahun 2013. Hal ini
secara langsung memukul permintaan
ekspor dari negara tersebut. Hal ini
terlihat

dari

penurunan

permintaan

2011

ekspor dari Amerika Serikat sebesar


RRC sebesar 2,70%.

id

1,53% dan

o.

Permintaan ekspor dari negara utama

.g

tujuan ekspor Jawa Barat tercatat masih

2012

2013

Pakaian Jadi 3.508.781


Audio Visual 3.104.730
Alat Listrik 2.098.569
Tekstil Lainnya
2.024.958

ar
.b

Empat komoditas unggulan ekspor

Pakaian Jadi 3.317.425


Audio Visual 3.336.385
Alat Listrik 2.274.305
Tekstil Lainnya
1.953.829

ps

mengalami pertumbuhan positif.

Pakaian Jadi 3.527.907


Audio Visual 3.019.026
Alat Listrik 2.884.156
Tekstil Lainnya
2.185.115

selama tahun 2011-2013 adalah pakaian

ab

jadi, audio visual, alat listrik, dan tekstil

tp
://
j

lainnya. Tercatat pada Tahun 2013 dari


keempat komoditas utama tersebut, dua
komoditas mengalami penurunan nilai

ht

ekspor dari tahun 2012 yaitu audio visual


dan alat listrik dan ada dua komoditas
pakaian jadi dan tekstil lainnya yang
mengalami kinerja ekspor yang positif.

Sumber: Bank Indonesia 2014, diolah

Statistik Daerah Provinsi Jawa Barat 2014

61

19

PENDAPATAN REGIONAL
Pada periode 2010-2013, peranan nontradable sector yang semakin besar terhadap
perekonomian Jawa Barat.

Pergeseran
sector

peranan

menyebabkan

ekonomi

yang

Gambar 19.1. PerkembanganPeranan


Tradable Sector
di Jawa Barat 2011-2013

tradable

dampak
kurang

social
baik.

Sebagaimana diketahui tradable sector


mampu menyerap tenaga kerja lebih
banyak dan pihak yang memperoleh
pendapatan/keuntungan

lebih

banyak

dan mencapai seluruh wilayah. Peranan


sector

diharapkan

selalu

id

tradable

kesejahteraan

meningkatnya

masyarakat.

Pada

tradable

sector

semakin

Sumber: BPS Provinsi Jawa Barat, diolah

ar
.b

periode tiga tahun terakhir peranan

.g

serta

ps

pendapatan

o.

meningkat demi tercapainya pemerataan

menurun,

bahkan pada tahun 2012 sudah mulai


bergeser.

Peranan

tradable

ab

sedikit

tp
://
j

sector lebih kecil daripada non tradable


sector.

ht

Peranan tradable sector di Provinsi


Jawa Barat dari tahun ke tahun terus
terjadi penurunan. Pada tahun 2011
peranan tradable sector sebesar 51,25
persen menjadi 48,25 persen pada
tahun 2013, atau dengan kata lain
peranan

non

tradable

sector

yang

semakin besar terhadap perekonomian


Jawa Barat.

62

Statistik Daerah Provinsi Jawa Barat 2014

Tradable sector adalah sektor


dengan output berupa barang yang
erat kaitannya dengan produksi
dalam pengertian konvensional yaitu
sektor pertanian, pertambangan,
serta industri pengolahan.

19

PENDAPATAN REGIONAL
Laju pertumbuhan Tradable sector masih di bawah Laju Pertumbuhan Ekonomi
(LPE).

Laju

Gambar 19.2. Laju Pertumbuhan


Tradable Sector
di Jawa Barat 2011-2013

pertumbuhan

tradable

sector

selama periode 2011-2013 masih di bawah


Laju Pertumbuhan Ekonomi (LPE). Pada
tahun 2011 sebesar 4,32 persen menurun
menjadi 2,52 sebesar pada tahun 2012 dan
pada tahun 2013 meningkat dengan laju
sebesar 4,75 persen. Non tradable sector
memiliki laju

pertumbuhan yang

sangat

signifikan pada tahun 2011 sebesar 9,47

id

persen, meningkat pada tahun 2012 menjadi

o.

sebesar 11,13 persen dan pada tahun 2013

.g

kembali melambat menjadi 7,60 persen.

ps

Dari sisi pinjaman pada tahun 2011

Sumber: BPS Provinsi Jawa Barat, diolah

ar
.b

dan tahun 2013 untuk tradable sector

ht

tp
://
j

ab

Gambar 19.3. Posisi Pinjaman Rupiah


dan Valas di Provinsi
Jawa Barat Tahun 2011-2013

lebih kecil daripada non tradable sector.


Sedangkan pada tahun 2012 pinjaman
untuk

tradable

sector

lebih

besar

daripada non tradable sector. Apabila


pinjaman ke tradable sector lebih kecil,
hal

ini

penyerapan

kurang
tenaga

produktif
kerja

dalam
karena

tradable sector bisa menyerap lebih


banyak tenaga kerja jika dibandingkan
non tradable sector.

Sumber: Bank Indonesia, 2014

Statistik Daerah Provinsi Jawa Barat 2014

63

19

PENDAPATAN REGIONAL

Jika dilihat struktur perekonmian

secara real bisa kita lihat menggunakan

Jawa Barat secara rinci (Grafik 19.4.)

PDRB ADHK 2000. Pada tahun 2011

terlihat bahwa dominasi sektor industri

PDRB ADHK sebesar 7,81 juta rupiah

pengolahan

yaitu

kemudian meningkat menjadi 8,17 juta

Sektor

rupiah pada tahun 2012 dan pada tahun

perdagangan hotel dan restoran juga

2013 menjadi 8,53 juta rupiah. Hal ini

memberikan

cukup

menggambarkan secara real PDRB per

persen,

kapita tumbuh sebesar 4,42 persen pada

masih

mencapai

terlihat,

34,56

signifikan

persen.

peranan

mencapai

yang
24,44

berikutnya adalah sektor pertanian yaitu

id

tahun 2013.

sebesar 11,95 persen. Sektor jasa-jasa

o.

Gambar 19.4. Struktur Perekonomian


Jawa Barat Tahun 2013

ar
.b

pengangkutan dan komunikasi sebesar

ps

yaitu 8,98 persen, sedangkan sektor

.g

juga menunjukkan peranan yang berarti

8,20 persen. Peranan sektor Bangunan

sebesar 4,40 persen. Ketiga sektor


masing-masing

memberikan

ab

lainnya

tp
://
j

kontribusi kurang dari 4 persen yaitu :


Pertambangan dan penggalian (1,74%);

ht

Listrik, Gas dan Air bersih (2,73%); dan


Keuangan (3,01%).
PDRB

per

kapita

seringkali
Sumber: BPS Provinsi Jawa Barat, diolah

digunakan sebagai indikator pendapatan


per kapita penduduk. Pada periode
2011-2013

memperlihatkan

bahwa

PDRB perkapita Provinsi Jawa Barat


terus

mengalami

Gambar 19.5. PDRB Perkapita Atas Dasar


Harga Berlaku dan PDRB
Perkapita Atas Dasar Harga
Konstan Provinsi Jawa Barat
2011-2013 (Juta Rupiah)

peningkatan.

Peningkatan PDRB perkapita ADHB


masih belum menggambarkan kenaikan
daya beli masyarakat, karena masih
mengandung faktor harga, sedangkan

64

Sumber: BPS Provinsi Jawa Barat, diolah

Statistik Daerah Provinsi Jawa Barat 2014

PERBANDINGAN REGIONAL
Provinsi Jawa Barat merupakan penyumbang terbesar ketiga
di pulau Jawa terhadap total PDRB 33 provinsi tahun 2013.

Tidak

dapat

dipungkiri

bahwa

Gambar 20.1. Kontribusi PDRB


Pulau Jawa dan Luar
Jawa Terhadap PDRB
33 Provinsi Tahun 2013
(Persen)

perekonomian Indonesia masih berpusat


di Pulau Jawa. Jawa Barat merupakan
salah satu provinsi yang mempunyai
kontribusi

cukup

signifikan

20

terhadap

perekonomian Indonesia. Kontribusi atau


peranan

menunjukkan

kemampuan

daerah tersebut dalam menciptakan nilai

id

tambah.

ar
.b

sisanya darin luar Jawa menyumbang

.g

bagi perekonomian nasional, sedangkan

ps

dominan dengan menyumbang 57,99%

o.

Pada tahun 2013 Pulau Jawa masih

ab

sebesar 42,01%.

Pada tahun 2013 di antara 6

tp
://
j

provinsi yang ada di Pulau Jawa, DKI


Jakarta adalah provinsi dengan share

Sumber: BPS RI 2014


2013** angka sementara

Gambar 20.2. Kontribusi PDRB


Pulau Jawa, Luar Jawa,
dan Provinsi-provinsi
di Pulau Jawa Terhadap
Total PDRB 33 Provinsi
Tahun 2013 (Persen)

ht

terbesar (16,57%), disusul oleh Jawa


Timur dengan peranan sebesar 14,99%.
Sedangkan Jawa Barat berada pada
posisi ketiga dengan share sebesar
14,12%. Share terkecil adalah Provinsi
Banten dan DIY masing-masing sebesar
3,23% dan 0,84%.

Sumber: BPS RI 2014


2013** angka sementara

Statistik Daerah Provinsi Jawa Barat 2014

65

20

PERBANDINGAN REGIONAL
DKI Jakarta, Provinsi Jawa Timur dan Provinsi Jawa Barat
memiliki kontribusi paling besar terhadap perkenomian Indonesia.

Tabel 20.1. Perbandingan Kontribusi


PDRB Provinsi-provinsi
di Pulau Jawa Terhadap
Total PDRB 33 Provinsi
Atas Dasar Harga Berlaku
Tahun 2011-2013 (Persen)

Tabel
seberapa
provinsi

20.1
besar
di

menggambarkan
kontribusi

Pulau

Jawa

provinsiterhadap

perekonomian Indonesia. Terlihat dari


tahun ke tahun DKI Jakarta, Provinsi

Tahun

Jawa Timur dan Provinsi Jawa Barat

Provinsi
2012

2013**

memiliki kontribusi paling besar terhadap

DKI Jakarta

16,30

16,39

16,57

perkenomian Indonesia. Terlihat trennya

Jawa Barat

14,30

14,11

14,12

mengalami peningkatan dari tahun 2011

Jawa Tengah

8,27

8,26

8,23

kontribusi pulau Jawa sebesar 57,59%

DI Yogyakarta

0,86

0,85

0,84

Jawa Timur

14,67

14,87

14,99

Banten

3,19

3,17

3,23

Pulau Jawa

57,59

57,65

57,99

o.

id

2011

.g

kemudian mengalami peningkatan pada

ar
.b

ps

tahun 2012 menjadi 57,66%. Pada tahun

Sumber: BPS RI 2014


2013** angka sementara

perekonomian

dengan

Jawa

kontribusinya

Tahun

menjadi

Barat,

terhadap

dimana

perekonomian

Indonesia mengalami sedikit penurunan


dari tahun ke tahun.
Tabel
perbandingan

Provinsi

Indonesia

sebesar 57,99%. Tetapi tidak demikian

ht

tp
://
j

ab

Tabel 20.2. Perbandingan Kontribusi


PDRB Provinsi-provinsi
di Pulau Jawa Terhadap
Pulau Jawa Atas Dasar
Harga Berlaku
Tahun 2011-2013 (Persen)

2013 kontribusi pulau Jawa terhadap

20.2

memperlihatkan

kontribusi

PDRB

atas

2011

2012

2013**

dasar harga berlaku provinsi-provinsi di

DKI Jakarta

28,30

28,44

28,58

pulau Jawa terhadap pulau Jawa. Tiga

Jawa Barat

24,83

24,47

24,35

Provinsi yang memiliki share terbesar

Jawa Tengah

14,36

14,34

14,19

adalah DKI Jakarta, Jawa Timur dan

DI Yogyakarta

1,49

1,47

1,45

Jawa Timur

25,47

25,80

25,86

Banten

5,54

5,49

5,56

100,00

100,00

100,00

Pulau Jawa

Sumber: BPS RI 2014


2013** angka sementara

Jawa Barat. Pada Tahun 2013 DKI


Jakarta menyumbang sebesar 28,58%,
kemudian
menyumbang

Jawa

sebesar

Timur
25,86%.

Sedangkan PDRB Provinsi Jawa Barat


menyumbang

66

Provinsi

Statistik Daerah Provinsi Jawa Barat 2014

sebesar

24,35%

atau

PERBANDINGAN REGIONAL
Sebagian besar provinsi-provinsi di Jawa Barat didominasi
oleh sektor industri pengolahan.

hampir seperempat PDRB Pulau Jawa.


Apabila

kita

provinsi

gabungkan

tersebut

dari

Tabel 20.4. Laju Pertumbuhan Provinsiprovinsi di Pulau Jawa,


Pulau Jawa, Luar Pulau
Jawa dan Indonesia
Tahun 2011-2013

ketiga

maka

20

sudah

membentuk 78,79% PDRB terhadap


pulau Jawa atas dasar harga berlaku.

Tahun
2011

2012

2013**

DKI Jakarta

6,73

6,53

6,11

Jawa Barat

6,51

6,28

6,06

Jawa Tengah

6,03

6,34

5,81

5,17

5,32

5,40

Jawa Timur

7,22

7,27

6,55

.g

Provinsi

6,38

6,15

5,86

Pulau Jawa

6,66

6,59

6,14

5,80

5,53

6,26

5,78

Dari tahun 2011 hingga tahun 2013


laju pertumbuhan ekonomi Pulau Jawa
masih

berada

di

atas

laju

PDB

2013

perlambatan. Tahun 2011 Pulau Jawa


tumbuh

sedangkan
mencapai

sampai

2012

6,66%,

melambat

6,59%

dan

tahun

hingga

2013

ab

melambat hingga 6,14 persen. Di saat

tp
://
j

yang sama LPE PDB juga melambat.


Tahun 2011 LPE PDB adalah sebesar
6,49%, di tahun 2012 menjadi 6,26%

ht

dan di tahun 2013 menjadi 5,78%.


Apabila

kita

tinjau

Banten

ar
.b

mampu

DI Yogyakarta

mengalami

o.

tahun

ps

dan

id

(Indonesia). Walaupun di tahun 2012

Luar
5,87
Pulau Jawa
Indonesia
6,49
(PDB)
Sumber: BPS RI 2014
2013** angka sementara

Tabel 20.4. Laju Pertumbuhan Provinsiprovinsi di Pulau Jawa,


Pulau Jawa, Luar Pulau
Jawa dan Indonesia
Tahun 2011-2013

berdasarkan
Sektor

pertumbuhan ekonomi masing-masing


provinsi yang ada di Pulau Jawa, pada
tahun 2013 terdapat 3 provinsi yang
perekonomiannya tumbuh di atas 6
persen yaitu Jawa Barat sebesar 6,06%,
DKI Jakarta sebesar 6,11% dan Jawa
Timur sebesar 6,55%, sedangkan 3
provinsi

yang

lain

tumbuh di bawah 6%.

perekonomiannya

Pertanian

DKI

Jabar

Jateng

DIY

Jatim

Banten

0,08

11,95

18,30

13,91

14,91

7,98

Pertambangan

0,44

1,74

0,96

0,65

2,00

0,10

Industri
Pengolahan

15,23

34,56

32,56

13,77

26,60

45,58

LGA

0,88

2,73

1,06

1,25

1,29

3,77

Bangunan

11,16

4,40

5,96

10,85

4,74

3,73

21,11

24,44

20,73

20,65

31,34

19,42

10,49

8,20

6,03

8,48

5,94

9,40

27,75

3,01

3,73

10,27

5,10

3,91

Perdagangan,
Hotel dan
Restoran
Pengangkutan
dan Komunikasi
Keuangan,
Persewaan, dan
Jasa
Perusahaan
Jasa-jasa

12,85

8,98

10,67

20,16

8,09

6,11

PDRB

100,00

100,00

100,00

100,00

100,00

100,00

Sumber: BPS RI 2014

Statistik Daerah Provinsi Jawa Barat 2014

67

20

PERBANDINGAN REGIONAL
DI Yogyakarta adalah provinsi dengan pembentukan nilai tambah
bruto terkecil di Pulau Jawa.

Apabila

kita

lihat

dari

struktur

Gambar 20.3. Nilai PDRB Provinsiprovinsi di Pulau Jawa


Atas Dasar Harga Berlaku
Tahun 2011-2013
(triliun rupiah)

ekonominya sebagian besar provinsiprovinsi di Jawa Barat didominasi oleh


sektor

industri

pengolahan,

seperti

Banten sebesar 45,58%, Jawa Barat


sebesar

34,56%

dan

Jawa

tengah

sebesar 32,56%. Kemudian dari sektor


perdagangan hotel dan restoran, antara

id

lain Jawa timur sebesar 31,34%, Jawa

o.

Barat sebesar 24,44% dan juga Jawa

sebesar 20,73% dan 20,65%.


diurutkan

dari

nilai-nilai

ar
.b

Apabila

ps

.g

Tengah dan Jawa Timur masing-masing

PDRB yang ada di Pulau Jawa seperti

ab

yang terlihat pada gambar 20.3 terlihat 3

Sumber: BPS RI 2014

tp
://
j

provinsi dengan nilai terbesar adalah


DKI Jakarta, Jawa Timur dan Jawa
Barat. Tahun 2013 PDRB DKI Jakarta

Jawa

Timur

ht

mencapai 1.255,93 triliun rupiah, PDRB


tahun

2013

mencapai

1.136,33 triliun rupiah. PDRB Jawa


Barat mencapai 1.070,18 triliun rupiah.
Dari enam provinsi yang ada di
Pulau Jawa, DI

Yogyakarta adalah

provinsi

dengan

pembentukan

tambah

bruto

terkecil.

PDRB

nilai
Jawa

Tengah mencapai 623,75 triliun rupiah.


PDRB Banten mencapai 244,55 triliun
rupiah. Dan PDRB DIY mencapai 63,69
triliun rupiah.

68

Statistik Daerah Provinsi Jawa Barat 2014

LAMPIRAN

Lampiran 1.1 Curah Hujan Temperatur dan Hari Hujan di Bandung Tahun 2013/2014
Temperatur (C)

Hari
Hujan

Rata-rata

Maksimum

Minimum

(mm)

(Hari)

(2)

(3)

(4)

(5)

(6)

23,4

28,3

21,0

216,9

26

Februari

23,4

28,6

20,3

250,0

23

Maret

23,8

29,6

20,4

305,0

24

April

23,7

29,1

20,7

286,0

26

Mei

23,5

28,7

20,3

171,0

23

Juni

23,6

28,5

20,3

231,5

16

Juli

22,5

28,0

19,0

159,0

16

Agustus

23,2

29,4

18,5

740,

September

23,7

30,1

19,1

172,0

10

Oktober
November
Desember

23,8
23,8
23,1

30,0
29,8
28,4

19,6
20,0
20,1

234,0
164,0
418,0

21
19
27

Rata-rata

23,5

29,0

19,9

223,45

20

27,0

20,2

309,0

27

22,9

27,8

20,2

88,9

17

23,3

29,0

20,0

418,7

25

23,7

29,6

20,4

216,6

22

23,5

29,4

20,0

176,7

23

23,5

28,9

19,9

195,5

20

23,2

28,6

20,1

234,2

22,3

Maret
April
Mei
Juni
Rata-rata

tp
://
j

Februari

22,5

ht

Januari

o.
.g
ps

ar
.b

Tahun 2014

id

(1)
Tahun 2013
Januari

ab

Bulan

Curah Hujan

Statistik Daerah Provinsi Jawa Barat 2014

69

LAMPIRAN

Lampiran 2.1 Jumlah Wilayah Administrasi Menurut Kabupaten/Kota di Jawa Barat 2013
Jumlah Kecamatan

Perkotaan

Pedesaan

(1)

(2)

(3)

(4)

03. Cianjur
04. Bandung
05. G a r u t
06. Tasikmalaya
07. C i a m i s
08. Kuningan

21. Cirebon
22. Bekasi

47
32

120
73

266
287

31
42

211
162

69
280

39
26

76
65

275
200

123
312

253
112

123
77

220
206

110
53

207
200

73
126

119
183

23
16
10

101
81
12

86
84

6
7

68
33

30
5

151
22

ht

.g
ps

tp
://
j

17
30

ar
.b

31
30

13. Subang
14. Purwakarta

19. Sukabumi
20. Bandung

143

26
26

11. Sumedang
12. Indramayu

17. Bandung Barat


18. Pangandaran
Kota
18. Bogor

291

32
40

09. Cirebon
10. Majalengka

15. Karawang
16. B e k a s i

40

id

02. Sukabumi

o.

Kabupaten
01. Bogor

ab

Kabupaten/Kota

81

12

56

23. Depok
24. Tasikmalaya

11
3

63
15

25. Cimahi
26. Banjar

10
4

61
13

8
12

Jawa Barat

626

2 671

3 291

70

Statistik Daerah Provinsi Jawa Barat 2014

LAMPIRAN

Lampiran 2.2 Jumlah Pegawai Negeri Sipil Provinsi Jawa Barat Berdasarkan Tingkat
Pendidikan Formal dan Jenis Kelamin di lingkungan Dinas/Badan/Lembaga
2013
Tingkat pendidikan Formal menurut jenis kelamin
Education Level by Sex
SLTP
SLTA
Dilploma
S1

18.
19.
20.
21.
22.
23.

Bogor
Sukabumi
Bandung
Cirebon
Bekasi
Depok

24. Cimahi

(5)

S2 & S3
(7)

7 541
6 028
5 372
9 992
7 905
6 611
7 597
4 587
6 327
4 667
5 067
5 519
5 178
2 991
5 203
3 892
1 338

6 077
4 693
5 456
7 816
5 539
4 910
5 132
5 288
4 920
5 408
4 714
4 390
4 231
2 974
4 460
5 264
2 680

356
237
251
329
273
189
257
244
210
185
232
158
208
136
171
339
153

id

4 574
3 662
3 346
5 877
4 406
2 863
3 289
4 024
3 959
3 053
2 763
4 338
3 370
2 889
3 181
3 362
726

(6)

o.

ar
.b

679
495
387
585
619
316
322
234
314
338
426
478
265
295
304
260
107

ab

510
250
238
590
445
237
246
241
208
210
174
326
296
195
269
246
82

(4)

tp
://
j

Kota

(3)

348
147
535
84
247
61

286
145
548
169
330
107

2 771
1 453
5 792
1 654
3 248
1 907

2 417
1 553
4 151
1 494
2 898
2 661

3 039
1 936
9 519
2 771
5 676
2 814

199
142
411
164
438
195

ht

Kabupaten
01. Bogor
02. Sukabumi
03. Cianjur
04. Bandung
05. G a r u t
06. Tasikmalaya
07. C i a m i s
08. Kuningan
09. Cirebon
10. Majalengka
11. Sumedang
12. Indramayu
13. Subang
14. Purwakarta
15. Karawang
16. B e k a s i
17. Bandung Barat

(2)

.g

SD
(1)

ps

Kabupaten/Kota

85

103

1 228

1 859

2 468

124

149

201

2 024

2 982

3 337

155

26. Banjar

48

84

942

967

1 151

51

Jawa Barat

478

479

4 780

1 733

4 531

836

6 945

8 876

85 481

86 770

121 194

2 008

25. Tasikmalaya

Total

Statistik Daerah Provinsi Jawa Barat 2014

71

LAMPIRAN

Lampiran 3.1 Jumlah Penduduk Berdasarkan Hasil Sensus Penduduk (SP) di Jawa Barat
(1980-2010*)
Kabupaten/Kota

SP1980

SP1990

SP2000

SP2010

(1)

(2)

(3)

(4)

(5)

2 493 843

3 736 897

5 508 826

4 763 209

02. Sukabumi

1 517 631

1 848 282

3 508 826

2 339 348

03. Cianjur

1 387 578

1 662 089

1 946 405

2 168 514

04. Bandung

2 669 200

3 201 357

2 470 909

3 174 499

05. G a r u t

1 483 035

1 748 634

2 051 092

2 401 248

06. Tasikmalaya

1 593 189

1 814 980

1 535 859

1 675 544

07. C i a m i s

1 367 578

1 478 476

1 462 197

1 531 359

08. Kuningan

786 414

892 294

984 792

1 037 558

1 331 690

1 649 483

1 931 066

2 065 142

1 032 032

1 121 641

1 166 733

897 722

o.

.g

ar
.b

10. Majalengka

ps

09. Cirebon

id

Kabupaten
01. Bogor

723 627

831 835

968 848

1 091 323

12. Indramayu

1 237 450

1 447 877

1 590 030

1 663 516

13. Subang

1 065 251

1 206 715

1 329 838

1 462 356

ab

11. Sumedang

15. Karawang
16. B e k a s i
17. Bandung Barat

ht

Kota
18 Bogor

457 973

563 102

700 104

851 566

1 236 604

1 491 992

1 787 319

2 125 234

1 143 463

2 104 459

1 668 494

2 629 551

1 245 097

1 513 634
949 066

tp
://
j

14. Purwakarta

246 946

271 711

750 819

19 Sukabumi

109 898

119 981

252 420

299 247

20. Bandung

1461 407

2 058 649

2 136 260

2393 633

21. Cirebon

223 504

254 878

272 263

295 764

22. Bekasi

1 663 802

2336 489

23. Depok

1 143 403

1 736 565

24. Cimahi

442 077

541 139

25. Tasikmalaya

528 216

634 424

26. Banjar

156 555

175 165

23 434 003

29 415 723

35 723 473

43 021 826

Jawa Barat

72

Statistik Daerah Provinsi Jawa Barat 2014

LAMPIRAN

*)

Lampiran 4.1 Penduduk Berumur 15 Tahun ke Atas Menurut Kabupaten/Kota


dan Jenis Kegiatan Utama Seminggu yang Lalu Tahun 2013
Jenis Kegiatan
Angkatan Kerja

Kabupaten/Kota

19 Sukabumi

(2)

(3)

(4)

43 856

447 484

id

2 313 606
1 054 034
1 026 245
1 565 997
1 003 916
840 747
768 578
484 173
897 487
593 765
516 786
794 197
708 791
397 996
985 178
1 366 570
663 136

o.

ar
.b
ab
tp
://
j

403 628

Jumlah

182 128
109 416
145 532
158 494
81 722
53 820
44 938
39 814
133 553
43 631
33 138
76 501
52 004
37 598
96 586
97 922
63 266

ps

2 131 478
944 618
880 713
1 407 503
922 194
786 927
723 640
444 359
763 934
550 134
483 648
717 696
656 787
360 398
888 592
1 268 648
599 870

ht

18 Bogor

Pengangguran Terbuka

.g

(1)
Kabupaten
01. Bogor
02. Sukabumi
03. Cianjur
04. Bandung
05. G a r u t
06. Tasikmalaya
07. C i a m i s
08. Kuningan
09. Cirebon
10. Majalengka
11. Sumedang
12. Indramayu
13. Subang
14. Purwakarta
15. Karawang
16. B e k a s i
17. Bandung Barat
Kota

Bekerja

118 252

14 888

133 140

20 Bandung

1 055 422

130 052

1 185 474

21
22
23
24
25
26

129 208
1 063 637
836 688
231 379
289 166
73 424

12 811
111 702
69 702
29 856
20 174
5 563

142 019
1 175 339
906 390
261 235
309 340
78 987

18 731 943

1 888 667

20 620 610

Cirebon
Bekasi
Depok
Cimahi
Tasikmalaya
Banjar
Jawa Barat

Statistik Daerah Provinsi Jawa Barat 2014

73

LAMPIRAN

Lampiran 4.1 (lanjutan)


Jenis Kegiatan
Bukan Angkatan Kerja

Kabupaten/Kota

18 Bogor
20 Bandung
21
22
23
24
25
26

Cirebon
Bekasi
Depok
Cimahi
Tasikmalaya
Banjar
Jawa Barat

74

[2]

[3]

Lainnya
[4]
178 721
68 328
84 458
119 680
141 504
65 811
52 651
45 934
103 032
42 957
52 319
69 150
56 353
36 339
62 996
55 238
58 565

90 961

183 042

27 544

21 798

57 836

14 472

193 151

395 532

101 948

24 436
247 534
128 654
44 933
48 712
10 234

44 492
436 897
371 691
96 417
94 307
35 235

12 564
66 910
48 329
23 400
20 564
8 996

2 690 091

7 895 573

1 618 763

.g

o.

id

855 855
470 096
367 367
365 481
417 995
248 384
281 814
181 572
389 030
188 471
201 822
277 074
296 260
171 528
424 597
544 969
297 809

ar
.b

ps

289 724
105 560
84 799
153 290
143 395
83 830
56 735
55 445
126 446
46 903
75 137
98 336
59 475
34 461
154 543
206 787
104 812

ab
ht

19 Sukabumi

Mengurus rumah Tangga

tp
://
j

[1]
Kabupaten
01. Bogor
02. Sukabumi
03. Cianjur
04. Bandung
05. G a r u t
06. Tasikmalaya
07. C i a m i s
08. Kuningan
09. Cirebon
10. Majalengka
11. Sumedang
12. Indramayu
13. Subang
14. Purwakarta
15. Karawang
16. B e k a s i
17. Bandung Barat
Kota

Sekolah

Statistik Daerah Provinsi Jawa Barat 2014

LAMPIRAN

*)

Lampiran 4.2 Penduduk Berumur 15 Tahun Keatas yang Bekerja Menurut


Kabupaten/Kota dan Lapangan Pekerjaan Utama di Jawa Barat tahun 2013
Lapangan Pekerjaan Utama
Kabupaten/Kota

18.
19.
20.
21.
22.
23.
24.
25.
26.

Bogor
Sukabumi
Bandung
Cirebon
Bekasi
Depok
Cimahi
Tasikmalaya
Banjar

Jawa Barat

Perdaga
ngan

Jasa-jasa

Lainnya

Total

(2)

(3)

(4)

(5)

(6)

(7)

259 020
286 116
369 529
243 504
310 115
277 217
253 164
148 057
177 122
193 831
161 818
284 003
281 517
83 787
145 861
102 692
145 989

545 895
213 357
84 636
484 843
89 504
154 656
137 933
29 090
72 712
80 836
57 167
38 358
101 391
82 566
214 359
517 881
107 729

571 620
188 513
210 759
280 166
192 922
161 131
156 171
137 034
286 891
109 018
113 721
192 813
154 598
63 822
269 625
282 222
119 967

396 546
86 400
101 268
190 331
204 737
105 693
93 882
65 219
90 526
67 518
77 193
135 527
55 544
56 424
160 004
186 557
88 692

358 397
170 232
114 521
208 659
124 916
88 230
82 490
64 959
136 683
98 931
73 749
66 995
63 737
73 799
98 743
179 296
137 493

2 131 478
944 618
880 713
1 407 503
922 194
786 927
723 640
444 359
763 934
550 134
483 648
717 696
656 787
360 398
888 592
1 268 648
599 870

8 325
4 989
7 460
1 589
2 078
16.061
3 737
27 666
9 077

62 147
17 301
259 268
13 014
283 934
111 713
73 597
91 155
10 568

134 076
41 455
392 918
59 643
235 469
285 035
65 773
69 985
23 842

100 559
23 442
199 134
33 299
278 670
203 454
55 343
52 807
15 837

98 521
31 065
196 642
21 663
263 486
220 425
32 929
47 553
14 100

403 628
118 252
1 055 422
129 208
1 063 637
836 688
231 379
289 166
73 424

3 804 324

3 935 610

4 799 189

3 124 606

3 068 214

18 731 943

o.

.g

ps

ar
.b

ab

tp
://
j

id

Industri

ht

(1)
Kabupaten
01. Bogor
02. Sukabumi
03. Cianjur
04. Bandung
05. G a r u t
06. Tasikmalaya
07. C i a m i s
08. Kuningan
09. Cirebon
10. Majalengka
11. Sumedang
12. Indramayu
13. Subang
14. Purwakarta
15. Karawang
16. B e k a s i
17. Bandung
Barat
Kota

Pertanian

Statistik Daerah Provinsi Jawa Barat 2014

75

LAMPIRAN

Lampiran 5.1 Angka Partisipasi Sekolah (APS) Menurut Kabupaten/Kota


di Provinsi Jawa Barat Tahun 2013
Kelompok Umur
Kabupaten/Kota
19-24

(2)

(3)

(4)

(5)

99.36
99.16
98.17
99.32
98.67
98.26
98.57
98.96
98.88
99.21
98.98
98.58
99.57
99.16
98.80
98.95
96.72

83.59
88.12
87.57
91.98
83.11
92.82
91.51
89.37
82.14
94.52
93.38
89.06
91.87
86.41
91.40
90.09
85.34

52.11
56.42
53.64
50.45
48.92
52.52
67.12
64.50
60.00
61.47
63.61
57.49
56.96
64.36
62.70
62.49
41.97

16.51
18.02
17.59
13.47
17.85
16.36
18.71
14.04
10.47
7.10
23.51
21.60
8.81
5.60
6.09
10.61
9.13

ar
.b

ps

.g

o.

id

16-18

tp
://
j
ht

18. B o g o r

13-15

ab

(1)
Kabupaten
01. Bogor
02. Sukabumi
03. Cianjur
04. Bandung
05. G a r u t
06. Tasikmalaya
07. C i a m i s
08. Kuningan
09. Cirebon
10. Majalengka
11. Sumedang
12. Indramayu
13. Subang
14. Purwakarta
15. Karawang
16. B e k a s i
17. Bandung Barat
Kota

7-12

98.85

87.70

70.29

18.26

19. Sukabumi

99.67

91.68

64.64

21.09

20.
21.
22.
23.
24.
25.

98.95
99.79
98.93
99.37
98.62
97.20

93.57
91.23
94.70
97.41
94.71
93.49

66.89
61.16
77.47
68.51
81.67
69.92

29.08
27.18
28.85
27.93
32.97
21.92

26. Banjar

97.90

93.36

78.25

12.34

Jawa Barat

98.86

89.20

59.37

17.20

76

Bandung
Cirebon
Bekasi
Depok
Cimahi
Tasikmalaya

Statistik Daerah Provinsi Jawa Barat 2014

LAMPIRAN

Lampiran 6.1 Jumlah Lahir Hidup, Bayi Berat Badan Lahir Rendah (BBLR),
Jumlah Balita dan Jumlah Gizi Buruk Balita Menurut Kabupaten/Kota
di Provinsi Jawa Barat Tahun 2012

Kabupaten/Kota

Bayi lahir Hidup

BBLR

Jumlah Balita

Gizi Buruk Balita

(1)

(2)

(3)

(4)

(5)

18.
19.
20.
21.
22.
23.
24.
25.
26.

Bogor
Sukabumi
Bandung
Cirebon
Bekasi
Depok
Cimahi
Tasikmalaya
Banjar

Jawa Barat

423 790
180 270
173 036
281 561
204 725
119 986
95 592
71 778
141 043
79 680
72 855
107 728
94 839
67 403
155 473
248 041
121 447

3 307
1 706
2 236
2 715
982
1 829
175
603
2 799
632
576
468
526
352
1 400
998
1 440

id
o.
.g

ps

1 713
1 908
967
438
1 260
1 096
754
1 131
1 400
771
776
893
405
358
596
706
543

ar
.b
ab

tp
://
j

111 460
49 797
50 356
57 571
59 279
37 240
27 279
21 651
47 040
21 988
21 210
33 680
30 410
22 652
54 330
47 544
31 412

ht

Kabupaten
01. Bogor
02. Sukabumi
03. Cianjur
04. Bandung
05. G a r u t
06. Tasikmalaya
07. C i a m i s
08. Kuningan
09. Cirebon
10. Majalengka
11. Sumedang
12. Indramayu
13. Subang
14. Purwakarta
15. Karawang
16. B e k a s i
17. Bandung Barat
Kota

19 999
7 417
39 442
5 504
45 670
40 381
10 632
13 897
3 508

461
240
902
208
165
826
333
41
106

71 845
22 559
161 647
21 582
183 120
146 350
41 603
46 627
11 994

461
104
1 395
226
1 164
1 008
448
682
116

915 280

18 997

3 346 574

28 348

Statistik Daerah Provinsi Jawa Barat 2014

77

LAMPIRAN

Lampiran 6.2 Jumlah Kasus HIV/AIDS, IMS, DBD,Diare, TB dan Malaria


Menurut Kabupaten/Kota di Provinsi Jawa Barat Tahun 2013

Kabupaten/Kota

HIV/AIDS

IMS

DBD

Diare

TB-PARU

Malaraia

(1)

(2)

(3)

(4)

(5)

(6)

(7)

384

18. Sukabumi
19. Bandung

ab

4 180
2 303
1 863
2 491
1 800
1 107
1 463
867
1 964
1 121
653
1 061
1 289
475
1 761
1 431
806

o.

id

159 013
46 872
65 643
94 085
105 889
27 182
29 660
40 371
75 022
32 444
26 848
40 090
33 476
28 626
75 892
21 079
41 246

ps

.g

1 570
1 189
273
1 127
120
269
138
61
382
134
554
265
541
409
495
818
935

ar
.b

9
48
175
52
16
10
249
3
134
36
32
125
44
4
315
0
38

0
323
8
6
296
69
36
0
0
9
32
0
0
0
0
0
0

109

1 011

28 257

1 022

305

14

922

15 145

367

11

410

114

5 096

38 372

1 947

ht

17. B o g o r

106
19
28
3
1
17
289
9
31
123
15
243
91
16
12
98
4

tp
://
j

Kab/Reg.
01. B o g o r
02. Sukabumi
03. Cianjur
04. Bandung
05. G a r u t
06. Tasikmalaya
07. C i a m i s
08. Kuningan
09. Cirebon
10. Majalengka
11. Sumedang
12. Indramayu
13. Subang
14. Purwakarta
15. Karawang
16. B e k a s i
17. Bandung Barat
Kota/City

20. Cirebon

52

102

19 533

388

21. Bekasi

11

856

42 316

1 504

22. Depok

68

41

739

29 827

1 113

23. Cimahi

133

899

12 942

479

15

34

742

18 748

532

92

6641

137

2349

1 754

19 739

1 155 219

34 124

803

24. Tasikmalaya
25. Banjar
Jawa Barat

78

Statistik Daerah Provinsi Jawa Barat 2014

LAMPIRAN

Lampiran 7.1 Banyaknya Rumah Tangga Menurut Kabupaten/Kota dan Status


Penguasaan Bangunan Tempat Tinggal di Provinsi Jawa Barat
Tahun 2013

Kabupaten/Kota

Milik
Sendiri

Kontrak

Sewa

Lainnya

(1)

(2)

(3)

(4)

(5)

Kab/Reg.

17. B o g o r

ps

ab

tp
://
j

194 800
75 738
81 659
156 630
54 921
49 034
29 393
27 038
138 724
63 923
32 221
95 790
47 163
16 601
61 276
42 556
47 879

1 245 964
645 036
605 542
876 890
632 005
483 027
476 325
274 712
564 059
358 530
329 521
508 157
437 936
232 433
614 973
799 305
428 663

id

.g

o.

99 706
15 911
20 308
48 692
15 661
3 216
6 745
5 721
11 077
9 958
16 060
9 857
6 602
13 945
36 727
130 115
16 932

ar
.b

951 458
553 387
503 575
671 568
561 423
430 777
440 187
241 953
414 258
284 649
281 240
402 510
384 171
201 887
516 970
626 634
363 852

ht

01. B o g o r
02. Sukabumi
03. Cianjur
04. Bandung
05. G a r u t
06. Tasikmalaya
07. C i a m i s
08. Kuningan
09. Cirebon
10. Majalengka
11. Sumedang
12. Indramayu
13. Subang
14. Purwakarta
15. Karawang
16. B e k a s i
17. Bandung Barat
Kota/City

167 982

21 089

59 084

248 155

18. Sukabumi

55 818

6 021

16 616

78 455

19. Bandung

360 948

172 141

136 963

670 052

20. Cirebon

51 657

5 705

21 669

79 031

21. Bekasi

424 919

171 380

68 810

665 109

22. Depok

317 136

106 657

57 256

481 049

23. Cimahi

86 365

30 608

33 194

150 167

131 171

15 595

29 694

177 060

24. Tasikmalaya
25. Banjar
Jawa Barat

41 841

2 188

8 090

52 119

9468 936

998 617

1646 722

12 114 275

Statistik Daerah Provinsi Jawa Barat 2014

79

LAMPIRAN

Lampiran 8.1 Indeks Pembangunan Manusia dan Komponen Pembentuknya


Menurut Kabupaten/Kota di Provinsi Jawa Barat Tahun 2012-2013

Jawa Barat

80

Pengeluaran
Perkapita
Disusaikan

2013

2012

2013

2012

2013

2012

2013

(2)

(3)

(4)

(5)

(7)

(8)

(9)

(10)

(11)

(12)

69,70
67,70
66,70
69,17
66,39
68,40
67,65
67,71
65,52
66,88
67,63
67,64
69,69
67,64
67,30
70,07
68,71
-

70,20
67,90
66,80
69,37
66,51
68,80
67,73
68,11
66,04
67,38
68,13
67,74
69,89
67,74
67,80
70,45
69,23
66,59

95,27
97,56
97,67
98,78
98,98
98,95
97,96
97,02
92,46
95,14
97,82
85,69
92,50
96,65
93,24
94,39
99,14

96.77
98,03
98,02
98,80
99,03
98,98
98,71
97,04
93,26
96,03
98,23
86,11
92,54
97,19
93,45
94,94
99,17
94,22

8,00
6,93
6,87
8,46
7,37
7,34
7,47
7,46
6,88
7,18
7,96
5,96
6,94
7,57
7,32
8,73
8,11

8,01
6,97
6,88
8,49
7,39
7,35
7,68
7,52
6,90
7,27
8,06
6,25
6,98
7,71
7,42
8,84
8,14
7,51

634,52
632,14
620,40
645,17
641,28
636,53
634,46
634,98
637,93
638,12
640,82
642,33
635,84
638,28
635,90
641,01
642,32

637,42
634,88
623,21
648,36
644,10
639,00
636,81
637,63
640,62
640,85
643,30
645,70
638,23
641,64
639,28
644,37
645,01
634,33

73,08
71,50
70,02
74,72
72,12
72,84
72,14
71,99
69,56
71,15
72,95
68,89
71,78
72,21
70,89
74,13
74,07

73,92
71,96
70,38
75,11
72,43
73,26
72,68
72,47
70,25
71,90
73,58
69,52
72,10
72,75
71,56
74,80
74,59
70,74

76,47
75,73
76,86
76,02
77,17
79,71
76,28
75,34
72,10

76,82
76,16
77,32
76,67
77,67
80,14
76,86
75,71
72,84

o.

ps

ar
.b

ab

id

2012

.g

IPM

2013

tp
://
j

(1)
Kabupaten
01. Bogor
02. Sukabumi
03. Cianjur
04. Bandung
05. Garut
06. Tasikmalaya
07. Ciamis
08. Kuningan
09. Cirebon
10. Majalengka
11. Sumedang
12. Indramayu
13. Subang
14. Purwakarta
15. Karawang
16. Bekasi
17. Bandung Barat
18. Pangandaran
Kota
19. Bogor
20. Sukabumi
21. Bandung
22. Cirebon
23. Bekasi
24. Depok
25. Cimahi
26. Tasikmalaya
27. Banjar

Rata-Rata
Lama
Sekolah
(Tahun)

Angka Melek
Huruf
(Persen)

2012

69,07
69,96
69,85
68,54
69,76
73,34
69,32
70,60
66,49

69,25
70,36
70,13
69,04
70,16
73,64
69,82
70,80
66,89

99,32
99,72
99,72
97,44
98,57
99,01
99,80
99,75
97,33

99,05
99,74
99,74
98,24
98,60
99,04
99,82
99,79
98,41

9,81
9,36
10,62
10,13
10,84
10,98
10,61
8,87
8,12

9,82
9,37
10,63
10,14
10,85
10,98
10,76
8,89
8,19

654,10
641,18
644,48
654,29
650,45
654,95
640,62
636,11
637,86

657,97
643,75
648,33
656,73
653,79
658,25
643,19
639,11
640,72

68,61

68,84

96,39

96,87

8,08

8,11

638,90

641,63

ht

Kabupaten/ Kota

Angka
Harapan Hidup
(Tahun)

Statistik Daerah Provinsi Jawa Barat 2014

73,12

73,58

LAMPIRAN

Lampiran 9.1 Luas Panen, Hasil Perhektar, dan Produksi Padi Jawa Barat Tahun 2013

Luas Panen (Ha)

Produktivitas
(Kw/Ha)

Produksi (Ton)

(2)

(3)

(4)

Jawa Barat

559 367
767 668
882 662
584 335
917 503
845 027
662 779
369 242
562 122
659 403
503 912
1 435 938
1 022 571
203 224
1 147 212
537 388
252 712

663
3 515
2 249
528
748
327
543
14 188
6 666

54,07
61,80
60,71
45,15
52,49
57,49
52,41
55,66
61,69

3 585
21 721
13 654
2 384
3 926
1 880
2 846
78 975
41 124

2 029 891

59,53

12 083 162

o.

id

60,00
51,46
57,62
67,70
55,09
62,63
60,31
58,74
63,95
61,05
62,37
61,88
58,55
53,84
60,90
57,69
60,70

ar
.b
ab
tp
://
j
ht

17. Bandung Barat


Kota
18. B o g o r
19. Sukabumi
20. Bandung
21. Cirebon
22. Bekasi
23. Depok
24. Cimahi
25. Tasikmalaya
26. Banjar

93 228
149 180
153 178
86 310
166 557
134 921
109 900
62 857
87 900
108 008
80 793
232 045
174 663
37 747
188 390
93 156
41 631

.g

(1)
Kabupaten
01. Bogor
02. Sukabumi
03. Cianjur
04. Bandung
05. G a r u t
06. Tasikmalaya
07. C i a m i s
08. Kuningan
09. Cirebon
10. Majalengka
11. Sumedang
12. Indramayu
13. Subang
14. Purwakarta
15. Karawang
16. B e k a s i

ps

Kabupaten/Kota

Statistik Daerah Provinsi Jawa Barat 2014

81

LAMPIRAN

Lampiran 11.1 Jumlah Unit Kecil Menengah dan Besar di Jawa Barat Tahun 2012

(3)

(4)

id
159 477
391
693
395
580
221
251

8
9
10
9
9
10
6
9
9

268
130
121
158
107
165
187
118
155

543
131
120
320
582
573
215
064
203

tp
://
j
ht

687
278
294
850
188
899
917
760
972
681

123
140
117
215
194
2

ar
.b

377
410
850
341
704
52

338
214
159
189
168
171
189
191
88
143

o.

975
471
244
483
813
480
408
430
699
396

ab

2
3
10
9
10

Jawa Barat

82

(2)

5 130

Indramayu
Subang
Purwakarta
Karawang
Bekasi

17. Bandung Barat


Kota
18. B o g o r
19. Sukabumi
20. Bandung
21. Cirebon
22. Bekasi
23. Depok
24. Cimahi
25. Tasikmalaya
26. Banjar

Investasi (Rp Juta)

14
15
1
13
9
1
1
2
10
7

11. Sumedang
12.
13.
14.
15.
16.

Tenaga Kerja

.g

(1)
Kabupaten
01. Bogor
02. Sukabumi
03. Cianjur
04. Bandung
05. G a r u t
06. Tasikmalaya
07. C i a m i s
08. Kuningan
09. Cirebon
10. Majalengka

Unit Usaha

ps

Kabupaten/Kota

227
436
821
379
891
308
112
734
248

203 419

Statistik Daerah Provinsi Jawa Barat 2014

4 221 393

8 321
419
13
1 121
3 331
3 350
3
579
843
3 458

681,86
557,49
211,30
566,29
022,61
046,07
465,31
274,92
630,34
385,25

4 960 586,90
5
319
230
555
995
764

414,00
528,20
936,87
445,92
276,21
877,60

23 266
8
8 560
5
7 681
5 189
3 068
921
1 100

318,37
295,65
783,48
097,55
058,93
834,16
699,06
916,05
779,45

1
105
16
7
5

213 076 638,83

LAMPIRAN

Lampiran 13.1 Jumlah Kunjungan Wisatawan ke Akomodasi di Jawa Barat


Menurut Kabupaten/Kota Tahun 2012

Bogor
Sukabumi
Bandung
Cirebon
Bekasi
Depok
Cimahi
Tasikmalaya
Banjar

Jumlah

(2)

(3)

(4)

ab

108 515
584
158 848
19 357
6 515

54
27

1 338 616
492 933
169 751
36 281
401 013
19 303
388 65
171 069
87 937
73 773
50 835
41 708
278 838
109 793
143 242
250 236
203 881

2 428 331
123 616
3 354 857
203 105
65 808
6 275
2 400
10 862
41 106

2 536 846
124 200
3 513 705
222 462
72 323
6 275
2 400
10 916
41 133

id

ar
.b

2 001
251
9 695
18 655
17 016
63 246
16 350

1 290 897
443 795
164 275
36 057
392 449
19 298
254 323
170 981
87 762
73 773
48 834
41 457
269 143
91 138
126 226
186 990 *
187 531

o.

ps

47 719
49 138
4 476
224
8 546
5
134 327
88
175

tp
://
j

18.
19.
20.
21.
22.
23.
24.
25.
26.

Wisatawan Nusantara

ht

(1)
Kabupaten
01. Bogor
02. Sukabumi
03. Cianjur
04. Bandung
05. G a r u t
06. Tasikmalaya
07. C i a m i s
08. Kuningan
09. Cirebon
10. Majalengka
11. Sumedang
12. Indramayu
13. Subang
14. Purwakarta
15. Karawang
16. B e k a s i
17. Bandung Barat
Kota

Wisatawan Mancanegara

.g

Kabupaten/Kota

Statistik Daerah Provinsi Jawa Barat 2014

83

LAMPIRAN

Lampiran 14.1 Panjang Jalan Kabupaten/Kota Menurut Jenis Permukaan


di Provinsi Jawa Barat 2013
Kabupaten/Kota
(1)

Aspal
(2)

Kerikil

Tanah

Tidak Dirinci

Jumlah

(3)

(5)

(6)

(7)

Kabupaten

Kota/City
18.
19.
20.
21.
22.
23.
24.
25.
26.

Bogor
Sukabumi
Bandung
Cirebon
Bekasi
Depok
Cimahi
Tasikmalaya
Banjar

Jawa Barat

84

197,410
63,378
0,700
87,430
82,890
403,907
-

1 748,915
1 730,350
1 301,547
1 155,345
828,760
1 303,323
772,310
416,100
646,650
702,800
796,056
813,720
1 054,400
729,266
2 640,030
842,765
523,630

.g

o.

id

20,860
50,100
11,000
79,559
1,600
27,000
10,150
10,190
55,160
24,427
-

ps

ar
.b

211,770
133,092
838,861
154,200
133,350
18,000
18,580
42,820
111,701
138,160
92,760
-

ab

1 530,645
1 468,480
1 094,077
236,925
672,260
1 142,973
754,310
416,100
646,650
702,800
796,056
795,140
914,000
607,375
2 363,820
321,671
523,630

tp
://
j

Bogor
Sukabumi
Cianjur
Bandung
Garut
Tasikmalaya
Ciamis
Kuningan
Cirebon
Majalengka
Sumedang
Indramayu
Subang
Purwakarta
Karawang
Bekasi
Bandung Barat

698,053
133,250
1 185,380
140,764
1 324,560
117,350
120,453
417,600
220,530

17,359
1,448
4,150

3,973
0,718
0,800

358,800
-

719,385
133,250
1 185,380
142,930
134,560
476,150
120,453
417,600
225,480

19 344,852

1 916,251

295,537

1 194,515

22 751,155

ht

01.
02.
03.
04.
05.
06.
07.
08.
09.
10.
11.
12.
13.
14.
15.
16.
17.

Statistik Daerah Provinsi Jawa Barat 2014

LAMPIRAN

Kabupaten/Kota

Baik

Sedang

Rusak

Rusak Berat

Jumlah

(1)

(2)

(3)

(4)

(5)

(6)

1 333,785

183,980

12,880

218,270

1 748,915

02. Sukabumi

196,040

447,970

1 086,340

1 730,350

03. Cianjur

251,689

253,420

327,880

468,558

1 301 547

04. Bandung

500,780

233,090

213,460

208,015

1 155,345

05. Garut

346,210

188,240

294,310

828,760

06. Tasikmalaya

435,449

283,513

id

264,701

319,660

1 303,323

07. Ciamis

268,760

123,260

41,940

338,350

772,310

08. Kuningan

291,000

38,090

46,000

41,010

416,100

09. Cirebon

223,120

272,280

97,550

53,700

646,650

10. Majalengka

563,050

29,850

69,650

40,250

702,800

11. Sumedang

161,539

275,498

278,282

80,737

796,056

12. Indramayu

538,985

138,225

114,638

21,872

813,720

13. Subang

410,600

378,800

265,000

1 054,400

14. Purwakarta

ab

Lampiran 14.2 Panjang Jalan Kabupaten/Kota Menurut Kondisi Jalan


di Provinsi Jawa Barat Tahun 2013

424,774

119,112

102,368

83,002

729,266

903,980

705,840

1 303,210

2 640,030

594,816

19,691

180,641

119,617

842,765

100,810

161,910

130,830

130,080

523,630

288,293

331,467

77,817

21,808

719,385

89,140

37,840

4,380

1,890

133,250

20. Bandung

687,690

177,810

319,880

1 185,380

21. Cirebon

122,375

16,063

1,362

3,130

142,930

Kota
18. Bogor
19. Sukabumi

ht

17. Bandung Barat

tp
://
j

15. Karawang
16. Bekasi

.g

ps

ar
.b

01. Bogor

o.

Kabupaten

22. Bekasi

1 125,880

198,680

1 324,560

23. Depok

429,490

46,660

476,150

24. Cimahi

87,661

25,312

7,480

1,765

120,453

25. Tasikmalaya

169,037

97,706

98,469

52,388

417,600

26. Banjar

184,280

30,550

10,650

225,480

10 299,743

4 999,017

4 163,718

3 288,677

22 751,155

Jawa Barat

Statistik Daerah Provinsi Jawa Barat 2014

85

LAMPIRAN

Lampiran 17.1 Pengeluaran perkapita Penduduk Jawa Barat Menurut Golongan


Tahun 2013
Golongan Pengeluaran Perkapita
Kelompok Barang
100.000-149.999

150.000-199.999

200.000-299.999

(2)

(3)

(4)

(1)
Makanan

1. Padi-Padian
2. Umbi-umbian
3. Ikan
4. Daging

43 884

49 178

763

1 009

1 158

5 180

6 492

10 139

730

1 128

2 995

4 258

7 066

3 543

6.Sayur-Sayuran

7 074

o.

5. Telur dan Susu

id

A.

9 095

12 791

2 794

4 447

6 055

698

1 754

3 615

3 449

4 722

6 236

1 881

3 993

5 813

1 384

2 289

3 531

.g

7. Kacang-Kacangan

ps

8. Buah-buahan

ar
.b

9. Minyak dan Lemak


10. Bahan Minuman
11. Bumbu bumbuan

1 896

2 908

4 626

8 502

17 515

30 906

5 774

12 000

21 263

87 552

120 789

165 747

1. Perumahan & Fasilitas RT

24 471

33 822

48 742

2. Barang & Jasa

16 629

22 261

34 443

3 866

3 454

5 526

13. Makanan & Minuman jadi

tp
://
j

14. Tembakau & Sirih

ht

Konsumsi Makanan
B.

ab

12. Konsumsi Lainnya

49 553

Non Makanan

3. Pakaian, alas kaki & Tutup Kepala


4. Barang tahan lama

76

443

972

5 Pajak & Asuransi

407

703

1 481

6. Keperluan Pesta

45 449

20

243

133 001

60 703

91 406

Konsumsi Bukan Makanan

86

Statistik Daerah Provinsi Jawa Barat 2014

LAMPIRAN

Lampiran 17.1 (lanjutan)


Golongan Pengeluaran Perkapita
Kelompok Barang
300.000-499.999

500.000-749.999

750.000-999.999

(2)

(3)

(4)

(1)
A.

Makanan
51 833

61 131

64 655

2. Umbi umbian

1 603

2 043

3 920

14 050

20 256

40 453

7 158

14 510

42 000

5. Telur dan Susu

11 983

19 421

50 760

6.Sayur Sayuran

18 982

26 161

40 929

11 046

15 317

6 995

12 679

36 061

8 522

10 596

15 309

8 385

12 007

18 141

5 340

7 128

11 179

6 219

8 868

12 995

59 557

97 712

254 297

36 642

67 682

81 575

245 160

358 629

687 592

1. Perumahan & Fasilitas RT

74 313

125 425

181 208

2. Barang & Jasa

52 410

93 100

144 348

3. Pakaian, alas kaki & Tutup Kepala

9 959

18 824

26 444

4. Barang tahan lama

3 176

7 351

15 985

5 Pajak & Asuransi

2 733

6 191

10 801

6. Keperluan Pesta

699

1 724

4 884

143 289

252 615

383 667

3. Ikan

o.

4. Daging

7. Kacang Kacangan

.g

7 892

8. Buah buahan

ps

9. Minyak dan Lemak


11. Bumbu bumbuan
12. Konsumsi Lainnya

ab

13. Makanan & Minuman jadi

ar
.b

10. Bahan Minuman

Konsumsi Makanan

ht

Non Makanan

tp
://
j

14. Tembakau & Sirih

B.

id

1. Padi Padian

Konsumsi Bukan Makanan

Statistik Daerah Provinsi Jawa Barat 2014

87

LAMPIRAN

Lampiran 17.1 (lanjutan)


golongan pengeluaran perkapita
Kelompok Barang

(1)

Rata rata/ Kapita

(2)

(3)

Makanan

1. Padi-Padian

64 655

57 318

2. Umbi-umbian

3 920

2 203

3. Ikan

40 453

21 251

4. Daging

42 000

16 406

5. Telur dan Susu

id

A.

1.000.000
dan lebih

50 760

22 128

40 929

25 194

15 317

10 264

36 061

14 519

15 309

10 315

18 141

11 235

11 179

6 919

12 995

8 271

254 297

109 448

81 575

49 850

687 592

365 320

1. Perumahan & Fasilitas RT

399 738

154 684

2. Barang & Jasa

411 757

136 734

56 636

21 822

122 010

27 862

5 Pajak & Asuransi

47 723

12 747

6. Keperluan Pesta

46 896

10 146

1 084 760

363 995

o.

6.Sayur-Sayuran

.g

7. Kacang-Kacangan
8. Buah-buahan

ps

9. Minyak dan Lemak


11. Bumbu bumbuan
12. Konsumsi Lainnya

ab

13. Makanan & Minuman jadi

Konsumsi Makanan

ht

Non Makanan

tp
://
j

14. Tembakau & Sirih

B.

ar
.b

10. Bahan Minuman

3. Pakaian, alas kaki & Tutup Kepala


4. Barang tahan lama

Konsumsi Bukan Makanan

88

Statistik Daerah Provinsi Jawa Barat 2014

LAMPIRAN

Lampiran 17.2 Rata-rata Pengeluaran Per Kapita Penduduk Jawa Barat


Menurut Kabupaten/Kota dan Jenis Pengeluaran Tahun 2013
Makanan

Non Makanan

Total

(1)

(2)

(3)

(4)

350 535
212 057
182 461
318 797
172 069
187 493
227 565
254 040
224 096
250 613
289 439
213 764
313 497
437 336
329 863
441 252
191 048

714 298
507 247
450 498
652 109
406 489
440 689
516 004
597 896
541 715
574 224
659 546
558 057
675 235
882 870
723 296
925 069
414 029

493 314
341 423
793 821
402 634
653 686
873 774
562 060
308 929
242 013

921 955
726 303
1 267 266
769 014
1 155 985
1 436 162
990 428
644 901
550 383

o.
.g

ps

363 762
295 190
268 037
333 312
234 420
253 196
288 440
343 856
317 619
323 611
370 107
344 293
361 738
445 533
393 433
483 818
222 981

ar
.b
ab
tp
://
j
ht

Kabupaten
01. B o g o r
02. Sukabumi
03. Cianjur
04. Bandung
05. G a r u t
06. Tasikmalaya
07. C i a m i s
08. Kuningan
09. Cirebon
10. Majalengka
11. Sumedang
12. Indramayu
13. Subang
14. Purwakarta
15. Karawang
16. B e k a s i
17. Bandung Barat
Kota
18 B o g o r
19 Sukabumi
20 Bandung
21 Cirebon
22 Bekasi
23 Depok
24 Cimahi
25 Tasikmalaya
26 Banjar

id

Kabupaten/Kota

Jawa Barat

428 642
384 880
473 445
366 380
502 300
562 388
428 368
335 972
308 369
365 320

363 995

Statistik Daerah Provinsi Jawa Barat 2014

729 315

89

LAMPIRAN

Lampiran 19.1 Produk Domestik Regional Bruto Atas Dasar Harga Berlaku
Tahun 2011-2013 (Juta Rupiah)
2011

2012*)

2013**)

(1)

(2)

(3)

(4)

83 032 459
20 160 893
20 573 046
51 291 762
27 491 630
13 931 810
19 344 956
10 018 854
20 982 831
10 994 066
13 531 778
53 044 751
17 120 524
17 945 516
67 159 367
106 773 286
19 354 913

95 905 597
21 612 465
22 267 596
57 071 406
30 147 122
15 209 601
21 180 009
11 028 955
22 875 087
11 969 770
14 923 718
57 984 660
18 559 472
19 229 169
71 321 444
116 469 972
21 721 238

Jawa Barat

90

o.
.g

ps

ar
.b
ab
tp
://
j
ht

Kabupaten
01. B o g o r
02. Sukabumi
03. Cianjur
04. Bandung
05. G a r u t
06. Tasikmalaya
07. C i a m i s
08. Kuningan
09. Cirebon
10. Majalengka
11. Sumedang
12. Indramayu
13. Subang
14. Purwakarta
15. Karawang
16. B e k a s i
17. Bandung Barat
Kota
18 B o g o r
19 Sukabumi
20 Bandung
21 Cirebon
22 Bekasi
23 Depok
24 Cimahi
25 Tasikmalaya
26 Banjar

id

Kabupaten/Kota

15 487 253
5 921 023
95 612 863
12 177 054
40 520 807
17 913 312
14 164 831
9 274 754
1 948 592

17 323 335
6 658 053
111 121 551
13 216 899
45 857 384
20 001 733
15 543 474
10 151 833
2 136 566

860 981 992

946 860 771

Statistik Daerah Provinsi Jawa Barat 2014

LAMPIRAN

Lampiran 19.2 Produk Domestik Regional Bruto Atas Dasar Harga Konstan
Tahun 2011-2013 (Juta Rupiah)

Kabupaten/Kota

2011

2012*)

2013**)

(1)

(3)

(4)

(5)

Jawa Barat

id

36 530 743
9 383 272
9 134 765
24 443 222
12 204 542
15 209 601
8 199.225
4 380 046
8 949 929
4 855 364
6 154 587
15 815 463
8 049 444
8 194 699
25 339 137
62 067 788
9 016 250

o.
.g

ar
.b

ps

34 464 837
8 993 023
8 693 509
23 026 214
11 743 506
13 931 810
7 809 163
4 182 402
8 539 326
4 634 804
5 879 092
15 058 624
7 701 017
7 708 471
24 031 629
58 433 009
8 502 534

ab
tp
://
j
ht

Kabupaten
01. B o g o r
02. Sukabumi
03. Cianjur
04. Bandung
05. G a r u t
06. Tasikmalaya
07. C i a m i s
08 Kuningan
09. Cirebon
10. Majalengka
11. Sumedang
12. Indramayu
13. Subang
14. Purwakarta
15 Karawang
16. B e k a s i
17. Bandung Barat
Kota
18 B o g o r
19 Sukabumi
20 Bandung
21 Cirebon
22 Bekasi
23 Depok
24 Cimahi
25 Tasikmalaya
26 Banjar

5 081 482
2 041 969
34 463 631
5 557 945
16 571 540
6 948 502
6 871 222
9 274 754
789 958

539 161
2 149 891
37 558 319
5 867 249
17 706 401
7 445 661
7 231 384
10 151 833
831 482

343 111 243

364 405 405

Statistik Daerah Provinsi Jawa Barat 2014

91

LAMPIRAN

Lampiran 20.1 Penduduk Miskin Menurut Provinsi Tahun 2011-2012 (000)


2011

2012

Provinsi
Kota

Desa

Jumlah

Kota

Desa

Jumlah

(2)
176,02

(3)
718,78

(4)
894,81

(5)
165,40

(6)
711,10

(7)
876,60

12 Sumatra Utara

691,13

790,18

1 481,31

669,40

709,10

1 378,40

13 Sumatra Barat

140,49

301,59

442,09

124,30

273,60

397,90

14 Riau

141,92

340,13

482,05

156,40

324,90

481,30

15 Jambi

108,17

164,51

272,67

105,30

164,70

270,10

16 Sumatera Selatan

409,15

665,66

1 074,81

367,60

674,40

1 042,00

id

(1)
11 Nanggroe Aceh Darussalam

95,28

208,33

303,60

92,70

217,80

310,50

18 Lampung

241,94

1 056,77

1 298,71

237,90

981,10

1 219,00

72,06

24,00

46,20

70,20

129,56

131,20

25,32

46,74

106,35

23,21

31 DKI Jakarta

363,42

32 Jawa Barat
33 Jawa Tengah

.g

19 Bangka Belitung
21 Kepulauan Riau

ps

o.

17 Bengkulu

24,60

363,42

366,80

366,80

2 654,69

1 993,93

4 648,63

2 560,00

1 861,50

4 421,50

2 092,51

3 014,85

5 107,36

1 946,50

2 916,90

4 863,40

ar
.b

106,60

0,00

34 Jogjakarta

304,34

256,55

560,88

306,50

255,60

562,10

1 768,23

3 587,98

5 356,21

1 606,00

3 354,60

4 960,50

335,53

354,96

690,49

333,50

314,80

648,30

92,95

73,28

166,23

93,20

67,70

161,00

448,14

894,77

415,40

412,90

828,30

117,04

895,87

1 012,90

117,40

882,90

1 000,30

ab

35 Jawa Timur

tp
://
j

36 Banten

446,63

84,47

295,64

380,11

74,20

281,50

355,70

62 Kalimantan Tengah

29,36

117,54

146,91

32,30

109,60

141,90

63 Kalimantan Barat Selatan

59,47

135,15

194,62

56,50

132,70

189,20

64 Kalimantan Barat Timur

92,14

155,77

247,90

91,50

154,60

246,10

71 Sulawesi Utara

77,25

117,65

194,90

66,80

110,70

177,50

72 Sulawesi Tengah

61,90

361,74

423,63

60,20

349,40

409,60

73 Sulawesi Selatan

51 B a l i
52 Nusa Tenggara Barat
61 Kalimantan Barat

ht

53 Nusa Tenggara Timur

137,02

695,89

832,91

133,60

672,30

805,90

74 Sulawesi Tenggara

29,84

300,17

330,00

29,60

274,70

304,30

75 Gorontalo

19,29

178,98

198,27

17,80

169,90

187,70

76 Sulawesi Barat

29,68

135,19

164,86

29,10

131,50

160,60

81 Maluku

338,90

59,60

300,72

360,32

51,10

287,80

82 Maluku Utara

8,09

89,22

97,31

8,70

79,60

88,30

91 Papua Barat

10,78

239,06

249,84

13,30

210,00

223,20

48,10

928,30

976,40

10 507,80 18 086,90

28 594,60

94 Papua
Indonesia

92

35,27

909,53

944,79

11 046,75

18 046,75

30 018,93

Statistik Daerah Provinsi Jawa Barat 2014

LAMPIRAN

Lampiran 20.2 Indeks Pembangunan Manusia Provinsi dan Nasional Tahun 2009-2012

ht

2012

2013

(2)
71,70
74,19
73,78
76,07
72,74
72,95
72,92
71,42
72,86
75,07
77,60
72,29
72,49
75,77
71,62
70,48
72,28
65,20
67,26
69,15
74,64
69,92
75,56
76,09
71,14
71,62
70,00
70,28
69,64
71,42
69,03
69,15
64,94
72,27

(3)
72,16
74,65
74,28
76,53
73,30
73,42
73,40
74,94
73,37
75,78
77,97
72,73
72,94
76,32
72,18
70,95
72,84
66,23
67,75
69,66
75,06
70,44
76,22
76,54
71,62
72,14
70,55
70,82
70,11
71,87
69,47
69,65
65,36
72,77

(4)
72,51
75,13
74,70
76,90
73,78
73,99
73,93
72,45
73,78
76,20
78,33
73,11
73,36
76,75
72,83
71,49
73,49
66,89
68,28
70,31
75,46
71,08
76,71
76,95
72,14
72,70
71,05
71,31
70,73
72,42
69,98
70,22
65,86
73,29

(5)
73,05
75,55
75,01
77,25
74,35
74,36
74,41
72,87
74,29
76,56
78,59
73,58
74,05
77,37
73,54
71,90
74,11
67,73
68,77
70,93
75,68
71,74
77,33
74,72
77,36
72,54
73,28
71,73
71,77
71,41
72,70
70,63
70,62
66,25
73,81

.g

o.

id

2011

ar
.b
ab

tp
://
j

(1)
Nanggroe Aceh Darussalam
Sumatra Utara
Sumatra Barat
Riau
Jambi
Sumatra Selatan
Bengkulu
Lampung
Bangka Belitung
Kepulauan Riau
DKI Jakarta
Jawa Barat
Jawa Tengah
D ,I , Yogyakarta
Jawa Timur
Banten
Bali
Nusa Tenggara Barat
Nusa Tenggara Timur
Kalimantan Barat
Kalimantan Tengah
Kalimantan Selatan
Kalimantan Timur
Kalimantan Utara
Sulawesi Utara
Sulawesi Tengah
Sulawesi Selatan
Sulawesi Tenggara
Gorontalo
Sulawesi Barat
Maluku
Maluku Utara
Papu Barat
Papua
Indonesia

2010

ps

Provinsi

Statistik Daerah Provinsi Jawa Barat 2014

93

ar
.b

ab

tp
://
j

ht

.g

ps
id

o.

ar
.b

ab

tp
://
j

ht

.g

ps
id

o.

ar
.b

ab

tp
://
j

ht

.g

ps
id

o.