Anda di halaman 1dari 15

Laporan praktikum sistem ekskresi

pada manusia
September 27, 2013 by blueiscoveringatlantis
LAPORAN PRAKTIKUM.
Mata Praktikum
Materi

: Biologi
: Sistem Ekskresi Manusia

Tanggal Pelaksanaan Praktikum : 23 September 2013


I.Pendahuluan

1. A.

Latar belakang

Setiap harinya ginjal manusia bekerja menyaring darah dan menghasilkan urin. Jumlah Urin
yang dihasilkan setiap manusia berbeda-beda tergantung dari jumlah air yang dikonsumsi,
suhu serta tekanan yang dialami seseorang. Dalam kehidupan sehari-hari kita mengetahui
bahwa urin manusia rata-rata berwarna kekuningan dan sedikit berbau. Nantinya didalam
laporan ini akan dijelaskan apa saja yang terkandung didalam urine manusia ,dan didalam
percobaan kali ini kita akan mengetahui ada atau tidaknya kandungan Glukosa, Protein dan
endapan klorida dalam urin, Nantinya dari beberapa uji tersebut kita mengetahui tingkat
kesehatan ginjal seseorang.
1. B.

Tujuan
1. Untuk mengenal bau Amonia
2. Menentukan pH suatu urin
3. Mengetahui ada/tidak Glukosa di dalam urin
4. Mengetahui ada/tidak Protein di dalam urin
5. Mengetahui ada/tidak endapan klorida di dalam urin

II.Materi Pokok
Urin atau air seni atau air kencing adalah cairan sisa yang diekskresikan oleh ginjal
yang kemudian akan dikeluarkan dari dalam tubuh melalui proses urinasi.
Pengeluaran urin diperlukan untuk mem-buang molekul-molekul sisa dalam darah

yang disaring oleh ginjal dan untuk menjaga homeostasis cairan tubuh. Secara umum
urin berwarna kuning. Urin encer warna kuning pucat (kuning jernih), urin kental berwarna kuning pekat, dan urin baru / segar berwarna kuning jernih. Urin yang
didiamkan agak lama akan berwarna kuning keruh. Urin berbau khas jika dibiarkan
agak lama berbau Amonia. pH urin berkisar antara 4,8 7,5, urin akan menjadi lebih
asam jika mengkonsumsi banyak protein,dan urin akan menjadi lebih basa jika
mengkonsumsi banyak sayuran. Berat jenis urin 1,002 1,035.
Secara kimiawi kandungan zat dalan urin diantaranya adalah sampah nitrogen (ureum,
kreatinin dan asam urat), asam hipurat zat sisa pencernaan sayuran dan buah, badan
keton zat sisa metabolisme lemak, ion-ion elektrolit (Na+, Cl, K+, Amonium, sulfat,
Ca2+ dan Mg2+), Hormone, zat toksin (obat, vitamin dan zat kimia asing), zat abnormal
(protein, glukosa, sel darah Kristal kapur dsb).
Interpretasi warna urin dapat menggambarkan kondisi kesehatan organ dalam
seseorang.
a. Keruh, Kekeruhan pada urin disebabkan adanya partikel padat pada urin seperti
bakteri, sel epithel, lemak, atau Kristal-kristal mineral.
b. Pink, merah muda dan merah. Warna urin seperti ini biasanya disebabkan oleh efek
samping obat-obatan dan makanan tertentu seperti Bluebery dan gula-gula, warna ini
juga bisa digunakan sebagai tanda adanya perdarahan di system urinaria, seperti
kanker ginjal, batu ginjal, infeksi ginjal, atau pembengkakkan kelenjar prostat.
c. Coklat muda seperti warna air teh, warna ini merupakan indikator adanya
kerusakan atau gangguan hati seperti hepatitis atau sirosis.
d. Kuning gelap, Warna ini disebabkan banyak mengkonsumsi vitamin B kompleks
yang banyak ter-dapat dalam minuman berenergi.
III.Metode Praktikum dan Pembahasan
Alat dan bahan

6. 6 buah tabung reaksi


7. Pembakar(Bunsen)
8. Penjepit tabung reaksi
9. Kertas Lakmus(Indikator Universal)
10. Biuret
11. Benedict
12. Larutan AgNO3

13. 5 Pipet Pasteur


14. Kertas polos(putih)
15. 3 sampel urin

Cara kerja

1.Uji pH urin
1.Masukkan sampel urin A,urin B,urin C kedalam tempat yang berbeda
sebanyak 1 cm
2.Celupkan kertas lakmus(Indikator Universal) kedalam urin
3.Tunggu selama 5 menit
4.Cocokkan perubahan warna kertas indikator dengan warna standart
pH
5.Catat hasil pengamatan.
2.Uji kandungan Amonia
1.Masukkan sampel urin A,urin B,dan urin C kedalam tabung reaksi
sebanyak 1 Cm
2.Panaskan diatas api Bunsen,sambil digoyang-goyangkan
3.Setelah timbul gelembung kecil pada urin,segera jauhkan dari api
Bunsen
4.Cium aromanya
5.Catat hasil pengamatan
3.Uji kandungan Glukosa
1.Masukkan sampel urin A,urin B,dan urin C kedalam tabung reaksi
sebanyak 1 Cm
2.Teteskan Benedict kedalam tabung reaksi sebanyak 5-10 tetes
3.Panaskan diatas api Bunsen,sambil digoyang-goyangkan

4.Setelah timbul gelembung kecil pada urin,segera jauhkan dari api


Bunsen
5.Amati warna urin di dalam tabung reaksi
6.Catat hasil pengamatan
4.Uji kandungan Protein
1. Masukkan sampel urin A,urin B,dan urin C kedalam tabung reaksi
sebanyak 1 Cm
2. Teteskan Biuret kedalam tabung reaksi sebanyak 5-10 tetes
3. Goyang-goyangkan tabung reaksi di depan kertas putih
4.Amati perubahan warna yang terjadi
5. Catat hasil pengamatan
5.Uji kandungan klorida
1. Masukkan sampel urin A,urin B,dan urin C kedalam tabung reaksi
sebanyak 1 Cm
2. Teteskan larutan AgNO3 kedalam tabung reaksi sebanyak 5-10 tetes
3. Goyang-goyangkan tabung reaksi
4. Amati perubahan warna yang terjadi,adanya endapan warna
putih/bening menunjukkan bahwa adanya klorida radikal di dalam urin
5. Catat hasil pengamatan

Tabel Hasil Pengamatan :

1. Uji pH

Sampel Urine

Nomor pH

Urine A

Urine B

Urine C

1. Uji Glukosa

Sampel Urine

Perubahan Warna setelah ditetesi Benedict (7 tetes)


& dipanaskan

Urine A

Agak Kehijauan

Urine B

Tidak Berubah Warna

Urine C

Tidak Berubah Warna

1. Uji Amoniak

Sampel Urine

Aroma setelah dipanaskan

Urine A

Pesing +++

Urine B

Pesing +

Urine C

Pesing ++

1. Uji Protein

Sampel Urine

Perubahan Warna setelah ditetesi Biuret (7 tetes)

Urine A

Coklat Kekuningan

Urine B

Tidak Berubah Warna

Urine C

Tidak Berubah Warna

1. Uji Klor

Sampel Urine

Perubahan Warna setelah ditetesi AgNO3 (7 tetes)

Urine A

Putih +++

Urine B

Putih++

Urine C

Putih+

Pertanyaan :

1. Jelaskan apakah Urine yang kamu amati normal atau tidak !


Jawab : Menurut pengamatan yang telah kami lakukan, Yang pertama menguji bau amoniak
dari hasil penguraian urea dalam urin. Yaitu dengan memanaskan terlebih dahulu sampai
mendidih kemudian diketahui bagaimana baunya, ternyata setelah dilakukan uji, urin tersebut
berbau pesing, Yang kedua yaitu menguji kandungan protein dalam urin, dengan
menggunakan larutan biuret 7 tetes dan membiarkan selama 5 menit, semula warna pada urin
yaitu kuning setelah diberi biuret dan dibiarkan selama 5 menit ternyata perubahan warna
yang terjadi yaitu tetap kuning dan tidak terjadi endapan/berubah warna menjadi ungu ,
berarti dapat diketahui bahwa urin tersebut tidak mengandung protein.
Kemudian yang
ketiga yaitu menguji kandungan glukosa dalam urin, dengan menambahkan 7 tetes larutan
benedict dan memanaskan hingga mendidih, warna mula mula pada urin yaitu kuning dan

setelah di panaskan warna urin berubah menjadi kuning kehijauan, dan tidak terjadi
endapan/berubah menjadi warna merah bata, dari hal itu dapat diketahui bahwa urin tersebut
tidak mengandung glukosa Dan uji yang terakhir yaitu menguji kandunga klorida dalam urin,
dilakukan dengan menambahkan 7 tetes larutan AgNO3 ,kemudian melihat hasilnya, dan
hasil yang diperoleh yaitu bahwa warna urin berubah dari kuning menjadi putih, disebabkan
karena urin tersebut mengandung garam. Dan terjadi endapan, endapan itu adalah endapan
garam.
Dari hasil pemeriksaan urin, diketahui bahwa tidak ada endapan pada uji glukosa, dan uji
protein . Berarti urin yang kami amati adalah urine sehat/Normal dan tidak ada kelainan .
1. Sebutkan Komposisi Urine yang normal !
Jawab :

Komposisi

Gram/24 Jam

Air

12,00-14,00

Urea

25,00-28,50

Asam Urat

0,6

Kreatin

1,5

Ammonia

0,7

Asam Kipurat

0,6

Allantoin

0,01

Hidrat Arang

0,9

Asam Oksalat

0,02

Asam Laktat

0,01

Keton (aseton)

0,01

Asam Amino

3,00

Klorida

12,00

Alam Fosfat

2,3

Asam Sulfat

1,8

K+

2,00

Na+

Ca+

0,2

Mg2-

0,2

Fe3+

0,01

3. Bagaimana proses pembuatan urine?Jelaskan!


Jawab :

1. 1.

Filtrasi (Penyaringan)

Filtrasi terjadi di badan Malpighi yang di dalamnya terdapatglomerulus yang dikelilingi


sangat dekat oleh kapsula Bowman dan menghasilkan urin primer (filtrate glomerulus).
Proses filtrasi terjadi ketika darah yang mengandung air, garam, gula, urea dan zat-zat lain
serta sel-sel darah dan molekul protein masuk ke glomerulus, tekanan darah menjadi tinggi
sehingga mendorong air dan komponen-komponen yang tidak dapat larut, melewati pori-pori
endotelium kapiler glomerulus, kecuali sel-sel darah dan molekul protein. Kemudian menuju
membran dasar dan melewati lempeng filtrasi, masuk ke dalam ruang kapsula Bowman. Hasil
filtrasi dari glomerulus dan kapsula Bowman disebut filtrat glomerulus atau urin primer. Urin
primer ini mengandung: air, protein, glukosa, asam amino, urea dan ion anorganik. Glukosa,
ion anorganik dan asam amino masih diperlukan tubuh.
1. 2.

Reabsorbsi (Penyerapan Kembali)

Terjadi di tubulus kontortus proksimal dan lengkung Henle serta menghasilkan urin sekunder
(filtrate tubulus). Proses tahap ini dilakukan oleh sel-sel epitelium di seluruhtubulus ginjal.
Banyaknya zat yang direabsorpsi tergantung kebutuhan tubuh saat itu. Zat-zat yang
direabsorpsi antara lain adalah: glukosa, asam amino, ion-ion Na+, K+, Ca, 2+, Cl-, HCO3-,
dan HbO42-, sedangkan kadar urea menjadi lebihtinggi.
Proses reabsorpsi : mula-mula urin primer masuk dari glomerulus ke tubulus kontortus
proksimal, kemudian mulai direabsorpsi hingga mencapai lengkung Henle. Zat-zat yang
direabsorpsi di sepanjang tubulus ini adalah glukosa, ion Na+, air, dan ion Cl-. Setiba
di lengkung Henle, volume filtrat telah berkurang. Hasil tahap reabsorpsi ini dinamakan urin
sekunder atau filtrat tubulus. Kandungan urin sekunder adalah air, garam, urea, dan pigmen
empedu yang berfungsi memberi warna dan bau pada urin.
1. 3.

Augmentasi (pengeluaran)

Terjadi di tubulus distal dan menghasilkan urin sesungguhnya. Proses Augmentasi : Urin
sekunder masuk ke dalam tubulus kontortus distal, dalam tubulus kontortus distal, pembuluh
darah menambahkan zat lain yang tidak digunakan dan terjadi reabsorbsi aktif ion Na+ dan
Cl dan sekresi H+ dan K+. Di tempat sudah terbentuk urin yang sesungguhnya yang tidak
terdapat glukosa dan protein lagi, selanjutnya akan disalurkan ke tubulus kolektivus ke pelvis
renalis disini terjadi urin sesungguhnya. Dari kedua ginjal, urin dialirkan oleh pembuluh
ureter ke kandung urin (vesika urinaria) kemudian melalui uretra, urin dikeluarkan dari tubuh

1. 4.
Gangguan-gangguan apa saja yang bisa diamati berdasarkan pengamatan yang
telah kamu lakukan?

Jawab :
1. Glikosuria, ini disebabkan adanya kerusakan pada tabung ginjal.

1. Diabetes Melitus (Kencing Manis), ditandai dengan adanya kandungan Glukosa di


dalam Urine seseorang,yang apabila diuji menggunakan benedict akan menghasilkan
warna merah bata ,disebabkan karena pankreas tidak menghasilkan atau
hanya menghasilkan sedikit sekali insulin. Insulin adalah hormon yang mampu mengubah
glukosa menjadi glikogen sehingga mengurangi kadar gula dalam darah. Selain itu, insulin
juga membantu jaringan tubuh menyerap glukosa sehingga dapat digunakan sebagai
sumber energi. Penyakit ini menyebabkan penderitanya sering buang air kecil, cepat haus
dan lapar, serta menimbulkan masalah pada metabolism lemak dan protein.

1. Sindroma Nefrotik dan FSGS(Focal Segmental Glomerulo Sclerosis),ditandai dengan


adanya kandungan protein di dalam Urine sesorang,yang apabila diuji menggunakan
biuret akan menghasilkan warna Ungu, Penyebab Sindroma Nefrotik 80 %
disebabkan penyakit saringan ginjal (Glomerulo Nephritis), sedangkan 20% karena
penyakit lain, antara lain Kencing Manis, Penyakit Lupus, Hepatitis dsb.

1. Proteinuria. Kebocoran protein di urine yang terjadi melalui saringan ginjal bersifat
nefrotoksis (racun terhadap ginjal) artinya secara bertahap akan merusak ginjal.
Proteinuria ini merangsang proses inflamasi di pipa tubulus dan akhirnya membuat
jaringan ginjal menjadi jaringan parut (fibrosis). Makin banyak proteinuria, makin
berat proses kerusakannya.

IV. KESIMPULAN
Berdasarkan praktikum yang telah dilakukan,maka dapat diambil beberapa kesimpulan,antara
lain
1. Dapat diketahui kandungan zat yang terdapat dalam urine dengan melakukan uji
amoniak, uji klorida, uji protein dan uji glukosa.
2. Dari hasil uji kandungan urine, diketahui bahwa tidak ada endapan pada uji glukosa,
dan uji protein , berarti urine itu sehat dan tidak ada kelainan.
3. Proses pembentukan urine:

Filtrasi (Penyaringan) : Penyaringan darah di glomerulus

terjadi di badan Malpighi yang di dalamnya terdapatglomerulus yang dikelilingi sangat dekat
oleh kapsula Bowman.
Menghasilkan urine primer/filtrate glomerulus.

Reabsorbsi (Penyerapan Kembali) : Penyerapan kembali zat-zat yang masih


dibutuhkan oleh tubuh.

Terjadi di tubulus kontortus proksimal dan lengkung Henle.


Menghasilkan urine sekunder/filtrate tubulus.

Augmentasi (pengeluaran) : Penambahan zat-zat yang tidak dibutuhkan lagi oleh


tubuh.

Terjadi di tubulus distal dan menghasilkan urin sesungguhnya.


1. Unsur abnormal pada urine :

Protein: Proteinuria (albuminuria) yaitu adanya albumin dan globulin dalam urin
dengan konsentrasi abnormal.

Glukosa: glukosuria tidak tetap dapat ditemukan setelah stress emosi (pertandingan
atletik yang menegangkan), 15% kasus glikosuria tidak karena diabetes.

1. Gangguan Pada GinjalBeberapa kelainan dan gangguan fungsi ginjal adalah sebagai
berikut :

Nefritis : kerusakan pada glumerulus akibat alergi racun kuman, biasanya disebabkan
oleh bakteri Steptococcus.

Albuminuria : ditemukannya albumin pada urin. Adanya albumin dalam urin


merupakan indikasi adanya kerusakan pada membran kapsul endotelium.

Glikosuria : ditemukannya glukosa pada urin.

Hematuria : ditemukannya sel darah merah dalam urin.

Ketosis : ditemukannya senyawa keton di dalam darah.

Diabetes Insipidus : penyakit yang menyebabkan penderita mengeluarkan urin terlalu


banyak. Penyebabnya adalah kekurangan hormon ADH.

Glikosuria, ini disebabkan adanya kerusakan pada tabung ginjal.

Diabetes Melitus (Kencing Manis), ditandai dengan adanya kandungan Glukosa di


dalam Urine seseorang

Sindroma Nefrotik dan FSGS(Focal Segmental Glomerulo Sclerosis),ditandai dengan


adanya kandungan protein di dalam Urine sesorang

Proteinuria. Kebocoran protein di urine yang terjadi melalui saringan ginjal bersifat
nefrotoksis (racun terhadap ginjal)

https://blueiscoveringatlantis.wordpress.com/2013/09/27/laporan-praktikumsistem-ekskresi-pada-manusia/