Anda di halaman 1dari 9

I.

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Vegetasi sebagai salah satu komponen dari ekosistem yang dapat
menggambarkan pengaruh dari kondisi-kondisi fakta lingkungan yang mudah
diukur dan nyata. Mendeskripsikan vegetasi harus di mulai dari suatu titik
padang bahwa vegetasi merupakan bagian hidup yang tersusun dari tumbuhan
yang menempati suatu ekosistem. Beraneka tipe hutan, kebun, savana, dan
tundra merupakan contoh-contoh vegetasi.
Mempelajari komunitas tumbuhan kita tidak dapat melakukan
penelitian pada seluruh area yang ditempati komonitas, terutama apabila area
itu cukup luas. Oleh karena itu kita dapat melakukan penelitian disebagian area
komunitas tersebut dengan syarat bagian tersebut dapat mewakili sebagian
komunitas yang ada. Luas area tempat tempat pengambilan contoh komunitas
tumbuhan atau vegetasi sangat bervariasi, tergantung dari bentuk/ struktur
vegetasi tersebut. Seluas apapun percontohan itu diambil harus dapat
menggambarkan bentuk vegetasi secara keseluruhan.
Luas minimum atau kurva area merupakan langkah awal yang
digunakan untuk menganalisis suatu vegetasi yang menggunakan petak contoh
(kuadrat). Luas minimum digunakan untuk memperoleh luasan petak contoh
(sampling area) yang dianggap representatif dengan suatu tipe vegetasi pada
suatu habitat tertentu yang sedang dipelajari. Luas petak contoh mempunyai
hubungan erat dengan keanekaragaman jenis yang terdapat pada areal tersebut.
Makin tinggi keanekaragaman jenis yang terdapat pada areal tersebut, maka

makin luas petak contoh yang digunakan. Bentuk luas minimum dapat
berbentuk bujursangkar, empat persegi panjang dan dapat pula berbentuk
lingkaran. Luas petak contoh minimum yang mewakili vegetasi hasil luas
minimum, akan dijadikan patokan dalam analisis vegetasi dengan metode
kuadrat (Sugianto, 1994). Berdasarkan uraian tersebut maka perlu diadakan
praktikum Kurva Spesies Area.
B. Rumusan Masalah
Rumusan masalah pada praktikum Kurva Spesies Area adalah sebagai
berikut :
1. Bagaimana teknik penarikan sampel di savana dan menentukan luas
minimum suatu plot percontohan dalam suatu areal ?
2. Bagaimana teknik penarikan sampel di savana dan menentukan luas
minimum plot percontoh dalam analisis vegetasi ?
C. Tujuan Praktikum
Tujuan yang ingin dicapai pada praktikum Kurva Spesies Area adalah
sebagai berikut :
1. Untuk mengetahui teknik penarikan sampel di savana dan menentukan luas
minimum suatu plot percontohan dalam suatu areal.
2. Untuk mengetahui teknik penarikan sampel di savana dan menentukan luas
minimum plot percontoh dalam analisis vegetasi.

D. Manfaat Praktikum
Manfaat yang diperoleh pada praktikum Kurva Spesies Area adalah
sebagai berikut :
1. Dapat mengetahui teknik penarikan sampel di savana dan menentukan luas
minimum suatu plot percontohan dalam suatu areal.

2. Dapat mengetahui teknik penarikan sampel di savana dan menentukan luas


minimum plot percontoh dalam analisis vegetasi.

II. TINJAUAN PUSTAKA

III.
METODE PRAKTIKUM
A. Waktu dan Tempat
Praktikum Kurva Spesies Area dilaksanakan pada hari Minggu 26 April
2015 pukul 08.30-10.00 WITA dan bertempat di Vegetasi Savana, Fakultas
Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Halu Oleo, Kendari.
B. Alat dan Bahan
1. Alat
Alat yang digunakan pada praktikum Kurva Spesies Area dapat
dilihat pada tabel 1.
Tabel 1. Alat dan kegunaan pada praktikum Kurva Spesies Area
No
Alat
Kegunaan
.
1. Patok kayu
Untuk membuat plot pengamatan
2. Tali rafia
Sebagai pembatas plot pengamatan
3. Meteran roll
Untuk mengukur luas area pengamatan
4. Alat tulis
Untuk menuliskan hasil pengamatan
2. Bahan
Bahan yang digunakan pada praktikum Kurva Spesies Area adalah
semua jenis tumbuhan yang terdapat dalam suatu area pengamatan.
C. Prosedur Kerja
Prosedur kerja yang dilakukan pada praktikum Kurva Spesies Area
adalah sebagai berikut :
1. Melakukan survei lapangan untuk menentukan lokasi objek pengamatan.
2. Membuat plot ukuran 1 x 1 m.
3. Mengamati dan mencatat spesies tumbuhan yang terdapat pada plot
pertama.
4. Memperluas ukuran plot menjadi 2x ukuran semula yaitu 1 x 2 m.
5. Mengamati dan mencatat semua spesies tumbuhan yang terdapat pada plot
kedua.

6. Memperluas kembali plot kedua menjadi 2x lipat menjadi plot ketiga dan
kembali mencatat semua spesies yang terdapat pada plot ketiga.
7. Melakukan penambahan plot beberapa kali sehingga memperoleh data yang
menunjukkan terjadinya penurunan jumlah spesies dalam plot atau
penambahan terjadi kurang dari 10%.
8. Membuat hasil pengamatan.

IV.
HASIL DAN PEMBAHASAN
A. Hasil Pengamatan
Hasil pengamatan pada praktikum Kurva Spesies Area dapat dilihat
pada tabel 2.
Tabel 2. Hasil pengamatan pada praktikum Kurva Spesies Area
No
Ukuran
Luas
Jumlah
Penambaha
.
Petak (m)
Petak
Jenis
n Jenis

10%

1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.

(m2)
1
2
4
8
16
32
64

1x1
2x1
2x2
2x4
4x4
4x8
8x8

10
13
12
12
11
14
14

6
5
3
4
3
1

60%
38,5%
25%
33,3%
27,3%
7,1%

Grafik 1. Perbandingan Penambahan Jenis terhadap Luas Plot

Kurva Spesies Area


7
6
5
4

Penambahan jenis 3
2
1
0
1x1

2x1

2x2

2x4

4x4

4x8

8x8

Luas plot

B. Pembahasan
Luas minimum adalah luas terkecil yang dapat mewakili karakteristik
komunitas tumbuhan atau vegetasi secara keseluruhan. Luas minimum dan
jumlah minimum dapat digabung dengan menentukan luas total dari jumlah
minimum yang sesuai dengan luas minimum yang sudah dapat didapat terlebih
dahulu. Penyebaran individu suatu populasi mempunyai 3 kemungkinan yaitu:
Penyebaran acak, Penyebaran secara merata, Penyebaran secara kelompok,
untuk mengetahui apakah penyebaran individu suatu polpulasi secara merata
atau kelompok maka penentuan letak percontoh dalam analisis vegetasi dapat

dibedakan dengan cara pendekatan yaitu: Penyebaran percontohan secara acak,


penyebaran percontohan secara sistematik, penyebaran secara semi acak dan
semi sistematik ( Rahadjanto, 2001).
Untuk memahami luas, metode manapun yang di pakai untuk
menggambarkan suatu vegetasi yang penting adalah harus disesuaikan dengan
tujuan luas atau sempitnya suatu area yang diamati. Bentuk luas minimum
dapat berbentuk bujur sangkar, empat persegi panjang dan dapat pula
berbentuk lingkaran. Luas petak contoh minimum yang mewakili vegetasi hasil
luas minimum, akan dijadikan patokan dalam analisis vegetasi dengan metode
kuadrat (Anwar,1995).
Praktikum kurva spesies area ini menggunakan vegetasi savana sebagai
areal pengamatan. Penentuan luas area minimum pada vegetasi savana ini
digunakan dengan mengikuti hukum minimum Leibig, bahwa menentukan luas
area minimum suatu vegetasi digunakan petak contoh dengan pembuatan plot,
dimana penambahan plot dilakukan sampai tidak terjadi penambahan jumlah
spesies dalam areal sampel atau jika terjadi penambahan spesies tetapi kurang
dari 10%. Berdasarkan data real hasil pengamatan, pada plot 1x1 m diperoleh
tumbuhan sebanyak 10 jenis, setelah ukuran plot diperbesar menjadi 2x ukuran
semula yaitu plot 1x2 m diperoleh spesies tumbuhan sebanyak 13 jenis dengan
penambahan spesies baru sebanyak 6 spesies dengan persentase kehadiran
spesies dari plot sebelumnya yakni 60%. Pengamatan plot 2x2 m diperoleh
tumbuhan sebanyak 12 jenis dalam hal ini terjadi penambahan spesies baru
sebanyak 5 spesies dengan persentase kehadiran spesies yakni 38,5%.
Pengamatan plot 2x4 m diperoleh tumbuhan sebanyak 12 spesies dengan

penambahan jenis sebanyak 3 spesies baru, persentase kehadiranya yakni 25%.


Pengamatan plot 4x4 m diperoleh tumbuhan sebanyak 11 spesies dengan
penambahan jenis sebanyak 4 spesies baru dari plot-plot sebelumnya,
persentase kehadiran spesies yakni 33,3%. Pengamatan plot 4x8 m diperoleh
tumbuhan sebanyak 14 spesies dengan penambahan jenis sebanyak 3 spesies
baru, persentase kehadiran spesies yakni 27,3%. Pengamatan plot 8x8 m
diperoleh tumbuhan sebanyak 14 spesies dengan penambahan jenis sebanyak 1
spesies baru dari 6 plot sebelumnya. Persentase kehadiran spesies yakni 7,1%.
Hal ini menandakan bahwa penambahan jumlah plot dihentikan sebab
persentase kehadiran spesies dari plot sebelumnya kurang dari 10% yakni
hanya 7,1%.

V. PENUTUP
A. Simpulan
Simpulan yang diperoleh pada praktikum Kurva Spesies Area adalah
sebagai berikut :
1. Teknik penarikan sampel yang dilakukan di lapangan dengan menggunakan
petak contoh atau petak kuadrat dengan menggunakan ukuran plot yang
bervariasi, dimana penambahan plot akan terus dilakukan sampai tidak
terjadi lagi penambahan jumlah spesies atau penambahan kurang dari 10%.
2. Keterampilan mahasiswa dapat dilatih dalam penarikan sampel dan
menentukan luas minimum, dengan menggunakan plot contoh atau plot
kuadrat sebagai acuan dalam menentukan luas area minimum untuk
mengamati penambahan jumlah spesies dalam suatu area plot kajian yang
disesuaikan dengan hukum leibig.
B. Saran

Saran yang dapat diajukan pada praktikum ini adalah agar praktikan
dapat lebih aktif lagi dalam mengikuti kegiatan praktikum.