Anda di halaman 1dari 16

Penentuan Kadar Laktosa dan Asam Amino Glisin

dalam Susu Formula Secara Volumetri


BAB 1 PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Susu adalah makanan pertama yang dikenal seorang bayi
lewat air susu ibu (ASI). Masyarakat sudah maklum bahwa
kualitas ASI lebih unggul dibanding susu sapi, susu formula, dan
susu bubuk. Air susu merupakan bahan pangan yang tersusun
oleh zat-zat makanan dengan proporsi yang seimbang. Dari
sudut lain air susu juga dapat dipandang sebagai bahan mentah
yang mengandung sumber-sumber makanan yang penting.
Susu merupakan bahan pangan yang sangat penting dalam
kehidupan manusia. Hal ini sudah diketahui pula oleh orangorang yang hidup jauh sebelum Masehi, bahwasanya susu
dapat mendorong pertumbuhan manusia dengan sangat baik
dari bayi sampai dewasa. Susu merupakan minuman yang
hampir sempurna serta merupakan minuman alamiah, dan juga
sebagai

sumber

makanan

pemberi

kehidupan

sesudah

kelahiran.
Susu merupakan bahan makanan yang seimbang dan
bernilai gizi tinggi, karena mengandung hampir semua zat-zat
makanan seperti karbohidrat, protein, mineral, dan vitamin.
Perbandingan zat-zat tersebut sempurna sehingga cocok untuk
memenuhi kebutuhan manusia. Dengan semakin meningkatnya
kebutuhan akan susu hewani, menyebabkan harga susu sapi
semakin mahal.
Untuk itu sebagai gantinya para ibu memberikan susu
formula pada bayinya sebagai ganti pemberian ASI dalam
keadaan tertentu jika pemberian ASI tidak memungkinkan.
Biasanya para ibu lebih memilih memberikan nutrisi pada
bainya

dengan

memberikan

susu

formula

yang

sudah

diformulasi sedemikain rupa agar dapat menyamai pemberian


ASI.
Nunu Alfiyana Nur
150 2012 0004

Masrura Azrhiany

Penentuan Kadar Laktosa dan Asam Amino Glisin


dalam Susu Formula Secara Volumetri
Volumetri atau titrimetri merupakan suatu metode analisis
kuantitatif didasarkan pada pengukuran volume titran yang
bereaksi sempurna dengan analit. Titran merupakan zat yang
digunakan untuk mentitrasi. Analit adalah zat yang akan
ditentukan konsentrasi/kadarnya.
Untuk itu, pada praktikum kali ini kita akan melakukan
penetapan kadar laktosa pada susu formula menggunakan
metode volumetri atau titrimetri.
1.2 Maksud Praktikum
Adapun maksud dari praktikum ini adalah untuk mengetahui atau
menganalisis kadar laktosa dan asam amino glisin dalam susu formula
secara volumetri.
1.3 Tujuan Praktikum
Adapun tujuan dari praktikum ini adalah untuk menetapkan kadar
laktosa dan asam amino glisin dalam susu formula secara volumetri.

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA


Nunu Alfiyana Nur
150 2012 0004

Masrura Azrhiany

Penentuan Kadar Laktosa dan Asam Amino Glisin


dalam Susu Formula Secara Volumetri
2.1 Teori Umum
Susu merupakan sumber nutrisi yang penting untuk
pertumbuhan

bayi

mammalia,

termasuk

manusia,

yang

mengandung karbohidrat (laktosa), protein, lemak, mineral dan


vitamin. Laktosa yang merupakan satu-satunya karbohidrat
dalam

susu mammalia, adalah disakarida yang terdiri dari

gabungan 2 monosakrida yaitu glukosa dan galaktosa (Heyman,


2006).
Laktosa hanya dibuat di sel-sel kelenjar mamma pada
masa menyusui melalui reaksi antara glukosa dan galaktosa
uridin difosfat dengan bantuan lactose synthetase. Kadar
laktosa dalam susu sangat bervariasi antara satu mammalia
dengan yang lain. ASI mengandung 7% laktosa, sedangkan
susu sapi hanya mengandung 4% (Sinuhaji, 2006).
Laktosa merupakan sumber energi yang memasok hampir
setengah keseluruhan kalori susu (35 45%). Di samping itu
laktosa juga penting untuk absorpsi kalsium. Namun studi klinis
menunjukkan, mineralisasi tulang bayi yang mendapat formula
susu sapi (mengandung laktosa) maupun formula kedelai
(karbohidratnya

terdiri

dari

polimer

glukosa),

tidak

ada

perbedaan (Steichen, 1987).


Galaktosa
merupakan

yang

senyawa

merupakan
yang

hasil

penting

hidrolisa

untuk

laktosa,

pembentukan

serebrosida. Serebrosida ini penting untuk perkembangan dan


fungsi otak. Galaktosa ini juga dapat dibentuk oleh tubuh (di
hati) dari bahan lain (glukosa) (Mayes, 1990).
Gula pereduksi merupakan golongan gula (karbohidrat)
yang dapat mereduksi senyawa-senyawa penerima elektron,
contohnya adalah glukosa dan fruktosa. Ujung dari suatu gula
pereduksi adalah ujung yang mengandung gugus aldehida atau
keto bebas. Semua monosakarida (glukosa, fruktosa, galaktosa)
Nunu Alfiyana Nur
150 2012 0004

Masrura Azrhiany

Penentuan Kadar Laktosa dan Asam Amino Glisin


dalam Susu Formula Secara Volumetri
dan disakarida (laktosa,maltosa), kecuali sukrosa dan pati
(polisakarida), termasuk sebagai gula pereduksi. Umumnya gula
pereduksi yang dihasilkan berhubungan erat dengan aktivitas
enzim, yaitu semakin tinggi aktivitas enzim maka semakin
tinggi pula gula pereduksi yang dihasilkan. Jumlah gula
pereduksi

yang

dihasilkan

selama

reaksi

diukur

dengan

menggunakan pereaksi asam dinitro salisilat/dinitrosalycilic


acid (DNS) pada panjang gelombang 540 nm (Lehninger AL.
1982).
Semakin tinggi nilai absorbansi yang dihasilkan, semakin
banyak pula gula pereduksi yang terkandung (Kanti, 2005).
Laktosa, galacotse 1,4 glukosa merupakan komposisi
gula pada susu mammalia yang unik. Laktosa merupakan
disakarida yang terdiri dari glukosa dan galaktosa. Laktosa
merupakan sumber energi yang memasok hampir setengah dari
keseluruhan kalori yag terdapat pada susu (35-45%). Selain itu,
laktosa juga diperlukan untuk absorbsi kalsium. Hasil hidrolisa
laktosa yang berupa galaktosa, adalah senyawa yang penting
untuk pembentukan sebrosida. Serebrosida ini penting untuk
perkembangan dan fungsi otak. Galaktosa juga dapat dibentuk
oleh tubuh dari glukosa di hati. Karena itu keberadaan laktosa
sebagai karbohidrat utama yang terdapat di susu mammalia,
termasuk ASI, merupakanhal yang unik dan penting (Sinuhaji,
2006).
Laktosa hanya dibuat di sel-sel kelenjar mamma pada
masa menyusui melalui reaksi antara glukosa dan galaktosa
uridin difosfat dengan bantuan lactose synthetase. Kadar
laktosa dalam susu sangat bervariasi antara satu mammalia
dengan yang lain. ASI mengandung 7% laktosa, sedangkan
susu sapi hanya mengandung 4% (Sinuhaji, 2006).

Nunu Alfiyana Nur


150 2012 0004

Masrura Azrhiany

Penentuan Kadar Laktosa dan Asam Amino Glisin


dalam Susu Formula Secara Volumetri
Laktosa merupakan gula pereduksi yang terdapat

pada

atom C pertama dari molekul glukosa. Seperti diketahui laktosa


merupakan

disakarida

yang

tersusun

dari

glukosa

dan

galaktosa dengan ikatan 1-4. Di dalam tubuh latosa disintesis


dalam kelenjar sus (Belizt, 2009).
Laktosa dengan hidrolisis akan menghasilkan D-galaktosa
dan D-glukosa. Ikatan galaktosa dan glukosa terjadi antara
atom karbon nomor 1 pada galaktosa dan atom karbon nomor 4
pada

glukosa.

Laktosa

mempunyai

sifat

mereduksi

dan

mutarotasi. Berikut gambar reaksinya :

Gula reduksi adalah gula yang mempunyai kemampuan


untuk mereduksi. Gula pereduksi merupakan golongan gula
(karbohidrat)

yang

dapat

mereduksi

senyawa-senyawa

penerima elektron, contohnya adalah glukosa dan fruktosa.


Ujung

dari

mengandung

suatu
gugus

gula

pereduksi

aldehida

atau

adalah
keto

ujung

bebas.

yang
Semua

monosakarida (glukosa, fruktosa, galaktosa) dan disakarida


(laktosa,maltosa), kecuali

sukrosa

dan

pati

(polisakarida),

termasuk sebagai gula pereduksi. Umumnya gula pereduksi


yang dihasilkan berhubungan erat dengan aktivitas enzim, yaitu
semakin tinggi aktivitas enzim maka semakin tinggi pula gula
pereduksi

yang

dihasilkan.

Jumlah

gula

pereduksi

yang

dihasilkan selama reaksi diukur dengan menggunakan pereaksi


asam dinitro salisilat/dinitrosalycilic acid (DNS)
Nunu Alfiyana Nur
150 2012 0004

pada panjang
Masrura Azrhiany

Penentuan Kadar Laktosa dan Asam Amino Glisin


dalam Susu Formula Secara Volumetri
gelombang 540 nm. Semakin tinggi nilai absorbansi yang
dihasilkan,

semakin

banyak

pula

gula

pereduksi

yang

terkandung. Hal ini dikarenakan adanya gugus aldehid atau


keton bebas.
Manfaat mengonsumsi laktosa (Kanti, 2005) :
1. Memberikan rasa maanis dengan tingkat kemanisan lebih
rendahdari sukrosa.
2. Membantu penyerapan natrium&kalsium.
3. Memberikan efek positif terhadap fifiologis usus, termasuk
efek prebiotik, melunakan kotoran dan membantu mengikat
air.
Asam amino yang merupakan monomer (satuan pembentuk) protein
adalah suatu senyawa yang mempunyai dua gugus fungsi yaitu gugus
amino dan gugus karboksil. Pada asam amino, gugus amino terikat
pada atom karbon yang berdekatan dengan gugus karboksil (C-) atau
dapat dikatakan juga bahwa gugus amina dan gugus karboksil dalam
asam amino terikat pada atom karbon yang sama (Murray, 2002).
Struktur asam amino secara umum adalah satu atom C yang
mengikat empat gugus: gugus amina (NH2), gugus karboksil (COOH),
atom hidrogen (H), dan satu gugus sisa (R, dari residue) atau disebut
juga gugus atau rantai samping yang membedakan satu asam amino
dengan asam amino lainnya. Atom C pusat tersebut dinamai atom C
(C-alfa) sesuai dengan penamaan senyawa bergugus karboksil, yaitu
atom C yang berikatan langsung dengan gugus karboksil. Oleh karena
gugus amina juga terikat pada atom C ini, senyawa tersebut
merupakan

asam

-amino. Asam amino

biasanya

diklasifikasikan

berdasarkan sifat kimia rantai samping tersebut menjadi empat


kelompok. Rantai samping dapat membuat asam amino bersifat asam
lemah, basa lemah, hidrofilik jika polar, dan hidrofobik jika nonpolar
(Murray, 2002).

Nunu Alfiyana Nur


150 2012 0004

Masrura Azrhiany

Penentuan Kadar Laktosa dan Asam Amino Glisin


dalam Susu Formula Secara Volumetri
Secara umum, protein itu sendiri tidak banyak mengandung glisin
(kecuali pada kolagen yang mengandung glisin dari dua per tiga
kandungannya). Tubuh manusia memproduksi glisin dalam jumlah yang
mencukupi (Murray, 2002).

BAB 3 METODE KERJA


3.1 Alat Praktikum
Adapun alat yang digunakan dalam percobaan ini adalah buret,
corong biasa, erlenmeyer, gelas kimia, gelas ukur, labu takar, pipet
volum, dan timbangan analitik.
3.2 Bahan Praktikum
Adapun bahan yang digunakan dalam percobaan ini adalah asam
trikloroasetat TCA) 30%, larutan NaOH 1 N, larutan Chloromine-T,
reagent ZnSO4, larutan KI 10%, larutan HCl 2 N, larutan baku Na 2S2O3
0,1 N, indikator pasta kanji, asam asetat glacial, larutan baku asam
perklorat 0,1 N, indikator kristal violet, kertas timbang, dan sampel susu
formula vidoran.
3.3 Cara Kerja
1. Penetapan Kadar Laktosa
a. Ditimbang 2 g sampel dan dipindahkan dalam labu terukur 100
ml, ditambahkan 20 ml aquades, kemudian tambahkan 1 ml
asam trikloroasetat (TCA) untuk mengendapkan protein.
b. Setelah 10 menit, netralkan cairan dengan NaOH 1 N dan
encerkan sampai tanda batas. Disaring dan gunakan filtrat yang
jernih.
c. Dipipet 25 ml cairan tadi ke dalam labu terukur 25 ml dan
ditambahkan 5 ml reagent ZnSO4 dan gojong.

Nunu Alfiyana Nur


150 2012 0004

Masrura Azrhiany

Penentuan Kadar Laktosa dan Asam Amino Glisin


dalam Susu Formula Secara Volumetri
d. Ditambahkan 5 ml larutan NaOH 0,75 N dan gojok, kemudian
encerkan dengan aquades sampai tanda. Diamkan suspense tadi
selama sekitar 10 menit untuk mengendapkan protein, kemudian
saring dengan kertas saring dan kumpulkan filtrate.
e. Dipipet 5 mL filtrat jernih, masukkan dalam Erlenmeyer 250 ml
yang tertutup.
f. Ditambahkan 20 ml larutan KI 10%, 25 ml larutan Chloromine-T
tutup erlenmeyer dan gojok larutan, diamkan selama 15 menit.
g. Kemudian tambahkan 10 ml HCl 2 N dan indikator pasta kanji.
h. Dititrasi larutan dengan baku Na 2S2O3 0,1 N sampai warna abuabu terbentuk.
i. Dibuat titrasi blangko dengan mengganti 25 ml larutan susu
dengan aquades.
j. Dihitung kadar laktosa dalam sampel susu formula.
2. Penentuan Asam Amino Glisin
a. Ditimbang seksama sekitar 150 mg sampel susu formula,
larutkan dalam 25 ml aquades.
b. Ditambahkan 10 ml formaldehid dan buat larutan menjadi pH 9,0
(saring jika larutan tidak jernih), kemudian tambahkan 5 tetes
indikator campuran (75 mg fenolftalein dan 25 mg biru timol
dalam 100 ml alkohol 50%).
c. Dititrasi dengan baku NaOH 0,1 N sampai warna kuning hilang
dan timbul warna violet. Tiap ml NaOH 0,1 N setara dengan
7,507 mg glisin. Hitung % kadar glisin dalam sampel susu
formula.

Nunu Alfiyana Nur


150 2012 0004

Masrura Azrhiany

Penentuan Kadar Laktosa dan Asam Amino Glisin


dalam Susu Formula Secara Volumetri
BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1 Hasil Pengamatan
No
Nama Sampel
%Kadar
.
1
Susu formula Vidoran
103,650%
2
Susu formula SGM
148,638&
3
Susu formula Vidoran
160,1495
Perhitungan :
1. Kelompok 1 (Susu Formula vidoran)
Wlaktosa = NNa2S2O3 (Vb-Vs)Na2S2O3 BElaktosa
= 0,09518 (11,1 8,1) 36,30
= 0,09518 (3) 36,30
= 10,365
W laktosa VE Fp 100
% Kadar =
Berat sampel
=

10,365 100 2100


200 mg

= 103, 65 %
2. Kelompok 3 (Susu Formula SGM)
Wglisin
= NNaOH VNaOH Bm glisin
= 0,1 29,7 75,07
= 222,9579
W glisin
% Kadar = Be rat Sampel 100%
=

222,9579
150mg 100%

= 148, 638 %
3. Kelompok 4 (Susu formula vidoran)
Wglisin
= NNaOH VNaOH Bm glisin
= 0,1 32 75,07
= 240,224
W glisin
% Kadar =
Berat Sampel 100%
=

240,224
150 mg

100%

= 160,149 %
4.2 Pembahasan

Nunu Alfiyana Nur


150 2012 0004

Masrura Azrhiany

Penentuan Kadar Laktosa dan Asam Amino Glisin


dalam Susu Formula Secara Volumetri
Susu merupakan bahan pangan yang sangat penting dalam
kehidupan manusia. Hal ini sudah diketahui pula oleh orangorang yang hidup jauh sebelum Masehi, bahwasanya susu
dapat mendorong pertumbuhan manusia dengan sangat baik
dari bayi sampai dewasa. Susu merupakan minuman yang
hampir sempurna serta merupakan minuman alamiah, dan juga
sebagai

sumber

makanan

pemberi

kehidupan

sesudah

kelahiran.
Susu merupakan bahan makanan yang seimbang dan
bernilai gizi tinggi, karena mengandung hampir semua zat-zat
makanan seperti karbohidrat, protein, mineral, dan vitamin.
Perbandingan zat-zat tersebut sempurna sehingga cocok untuk
memenuhi kebutuhan manusia. Dengan semakin meningkatnya
kebutuhan akan susu hewani, menyebabkan harga susu sapi
semakin mahal.
Laktosa

merupakan

karbohidrat

utama

dalam

susu.

Hidrolisis dari laktosa akan menghasilkan D-glukosa dan Dgalaktosa.

Glukosa dan galaktosa disatukan oleh jembatan

oksigen asetal pada orientasi .


Asam amino yang merupakan monomer (satuan pembentuk) protein
adalah suatu senyawa yang mempunyai dua gugus fungsi yaitu gugus
amino dan gugus karboksil. Pada asam amino, gugus amino terikat
pada atom karbon yang berdekatan dengan gugus karboksil (C-) atau
dapat dikatakan juga bahwa gugus amina dan gugus karboksil dalam
asam amino terikat pada atom karbon yang sama.
Pada percobaan ini akan dilakukan penetapan kadar laktosadan
kadar asam amino glisin dalam sampel susu formula. Adapun cara kerja
dari percobaan ini untuk penetapan kadar laktosa adalah ditimbang 2 g
sampel dan dipindahkan dalam labu terukur 100 ml, tambahkan 20 ml
aquades, kemudian tambahkan 1 ml asam trikloroasetat (TCA), tujuan
penambahan TCA adalah untuk mengendapkan protein. Setelah 10
menit, netralkan cairan dengan NaOH 1 N, tujuan penetralan adalah
Nunu Alfiyana Nur
150 2012 0004

Masrura Azrhiany

Penentuan Kadar Laktosa dan Asam Amino Glisin


dalam Susu Formula Secara Volumetri
untuk mendapatkan glisin dalam susu formula dan encerkan sampai
tanda batas, disaring dan gunakan filtrat yang jernih.
Setelah itu dipipet 25 ml cairan tadi kedalam labu terukur 25 ml dan
tambahkan 5 ml reagent ZnSO 4 dan gojong. Tambahkan 5 ml larutan
NaOH 0,75 N dan gojok, kemudian encerkan dengan aquades sampai
tanda. Diamkan suspensi tadi selama sekitar 10 menit untuk
mengendapkan protein, kemudian saring dengan kertas saring dan
kumpulkan filtrate.
Kemudian dipipet 5 mL filtrat jernih, masukkan dalam Erlenmeyer
250 ml yang tertutup. Tambahkan 20 ml larutan KI 10%, 25 ml larutan
Chloromine-T tutup Erlenmeyer dan gojok larutan, diamkan selama 15
menit. Kemudian tambahkan 10 ml HCl 2 N dan indikator pasta kanji.
Titrasi larutan dengan baku Na2S2O3 0,1 N sampai warna abu-abu
terbentuk. Buatlah titrasi blangko dengan mengganti 25 ml larutan susu
dengan aquades. Hitunglah kadar laktosa dalam sampel susu formula.
Adapun kadar laktosa dalam sampel susu formula vidoran adalah
103,65%.
Digunakan pasta kanji adalah untuk memberikan warna biru kalau
nitrit berlebih,

sehingga triiodida akan memberikan warna biru pada

kertas kanji atau pasta kanji.


Sedangkan untuk percobaan penetapan kadar glisin dalam susu
formula didapatkan kadar glisin yang terkandung dalam susu formula
Vidoran adalah 160,149% dan untuk kadar glisin susu formula SGM
adalah 148,638%.
Adapun faktor kesalahan yang dapat mempengaruhi hasil dari
praktikum kali ini adalah kesalahan dalam penimbangan, kesalahan
dalam pengukuran, kesalahan dalam membaca alat berskala, dan pada
saat melihat titik akhir titrasi.

Nunu Alfiyana Nur


150 2012 0004

Masrura Azrhiany

Penentuan Kadar Laktosa dan Asam Amino Glisin


dalam Susu Formula Secara Volumetri
BAB 5 KESIMPULAN DAN SARAN
5.1 Kesimpulan
Dari hasil percobaan yang telah dilakukan dapat disimpulkan
bahwa persen kadar laktosa yang terdapat dalam susu formula vidoran
adalah 103,65%, persen kadar glisin yang terdapat dalam susu formula
SGM adalah 148,638%, sedangkan persen kadar glisin dalam susu
formula vidoran adalah 160,149%.
5.2 Saran
Sebaiknya alat dan bahan yang akan digunakan dalam praktikum
dilengkapi agar praktikan juga lebih mudah dalam menentukan hasil
praktikum.

Nunu Alfiyana Nur


150 2012 0004

Masrura Azrhiany

Penentuan Kadar Laktosa dan Asam Amino Glisin


dalam Susu Formula Secara Volumetri
DAFTAR PUSTAKA
Anonim. 2015. Penuntun Praktikum Analisis Farmasi Kuantitatif.
Fakultas Farmasi; Makassar.
Heyman MB. 2006. Lactose ntolerance in infants, children, and
adolescent. Ped. J. 118, 3, 1279.
Kanti A. 2005. Actinomycetes selulolitik dari tanah hutan Taman
Nasional Bukit Duabelas, Jambi. Biodiversitas 6(2):85-89
Lehninger AL. 1982. Dasar-Dasar Biokimia Jilid 1. Suhartono MT,
penerjemah. Jakarta: Erlangga.
Mayes PA. Gluconeogenesis and control of blood glucose. Dalam:
Murray RK, Granner DK, Mayes PA, Rodwell VW,
penyunting.
Harpers
Biochemestry.
Edisi
ke-22.
Connecticut: Prentice-Hall International Inc., 1990. h. 17998.
Murray, Robert K., dkk.. 2002. Biokimia Harper. ECG: Jakarta.
Sinuhaji

AB. 2006. Intoleransi


nusantara 39, 4, 424-429

laktosa.

Majalah

kedokteran

Steichen J, Tsang RC. Bone mineralisation and growth in term


infants fed soy based or cow milk based formula. J Pediatr
1987; 110:687-92.
Sudarmaji, Slamet. 2003. Analisis Bahan Makanan dan Pertanian.
Yogyakarta: Liberty Yogyakarta.

Nunu Alfiyana Nur


150 2012 0004

Masrura Azrhiany

Penentuan Kadar Laktosa dan Asam Amino Glisin


dalam Susu Formula Secara Volumetri

LAMPIRAN
A. Skema Kerja
1. Penetapan Kadar Laktosa
Ditimbang 2 gram sampel susu, dipindahkandalam labu ukur 100 ml
Ditambahkan 20 ml aquades kemudian ditambahkan 1 ml asam
trikloroasetat untuk mengendapkan protein
Setelah 10 menit, dinetralkan cairan dengan NaOH 1 N dan
diencerkan sampai batas tanda
Saring dan diambil filtrate yang jernih.
Dipipet 25 ml cairan dan dimasukkan ke dalam labu ukur 50 ml dan
ditambahkan 5 ml reagent ZnSO4 dan dikocok
Ditambahkan 5 ml larutan NaOH 0,75 N dan dikocok, kemudian
diencerkan dengan aquades sampai batas tanda
Didiamkan selama 10 menit dan disaring dengan kertas saring dan
dikumpulkan filtrat.
Dipipet 5 ml filtrate jernih, dimasukkan dalam erlenmeyer 250 ml
Ditambahkan 20 ml larutan KI,

50 ml larutan kloramin T dan


dikocok

Didiamkan selama 15 menit dan ditambahkan 10 ml HCl danindicator


pasta kanji
Dititrasi dengan baku Na2S2O3 sampai terbentuk warna abu-abu
Dihitung kadar laktosanya
2. Penetapan Kadar Asam Amino Glisin
Ditimbang 150 mg sampel susu formula
Dilarutkan dalam 25 ml aquades
Nunu Alfiyana Nur
150 2012 0004

Masrura Azrhiany

Penentuan Kadar Laktosa dan Asam Amino Glisin


dalam Susu Formula Secara Volumetri
Ditambahkan 10 ml formaldehid dan dibuat menjadi pH 9,0 (disaring
jika larutan tidak jenuh)
Ditambahkan 5 tetes indikator campuran (75 mg fenolftalein dan 25
mg biru timol dalam 100 ml alcohol 50%)
Dititasi dengan larutan baku NaOH samapai warna kuning hilang dan
timbul warna violet
Dihitung % kadar glisin dalam susu formula

B. Gambar

Setelah penambahan TCA dan setelah penambahan NaOH 1 N

Nunu Alfiyana Nur


150 2012 0004

Masrura Azrhiany

Penentuan Kadar Laktosa dan Asam Amino Glisin


dalam Susu Formula Secara Volumetri

Setelah disaring dan sebelum titrasi

Setelah dititrasi berubah menjadi abu-abu

Nunu Alfiyana Nur


150 2012 0004

Masrura Azrhiany

Anda mungkin juga menyukai