Anda di halaman 1dari 9

LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA FARMASI ANALITIK I

IDENTIFIKASI GOLONGAN VITAMIN


Tanggal Praktikum : 17 November 2011

Nama :

Anggi Klamentina

Kelas :

Farmasi 3B

NIM

31109039

JURUSAN FARMASI
SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN
BAKTI TUNAS HUSADA
TASIKMALAYA
2011

I.

PENDAHULUAN

a. Tujuan Percobaan
Mengidentifikasi suatu sampel senyawa campuran dalam suatu obat
b. Dasar Teori
Vitamin adalah sekelompok senyawa organik berbobot molekul kecil
yang memiliki fungsi vital dalam metabolisme organisme. Dipandang dari sisi
enzimologi (ilmu tentang enzim), vitamin adalah kofaktor dalam reaksi kimia
yang dikatalisasi oleh enzim. Istilah "vitamin" sebenarnya sudah tidak tepat
untuk dipakai tetapi akhirnya dipertahankan dalam konteks ilmu kesehatan
dan gizi. Nama ini berasal dari gabungan kata latin vita yang artinya hidup dan
amina (amine) yang mengacu pada suatu gugus organik yang memiliki atom
nitrogen (N), karena pada awalnya vitamin dianggap demikian. Kelak
diketahui bahwa banyak vitamin sama sekali tidak memiliki atom N.
Beberapa fungsi vitamin yang penting diantaranya:
Vitamin A berfungsi :mempertahankan struktur dan fungsi jaringan epitel,
membantu pertumbuhan dan proses penglihatan.
Vitamin D berfungsi :meningkatkan absorbsi kalsium dan fosfor dalam
saluran pencernaan, mepunyai peranan penting pada proses klasifikasi , dan
berhubungan dengan aktifitas enzim fosfatase alkali di dalam serum.
Vitamin B1 berfungsi :sebagai koenzim (tiamin difosfat, tiamin pirofosfat)
pada reaksi-reaksi metabolisme karbohidrat misalnya : pada reaksi
dekarboksilasi ooksidatif asa piruvat menjadi asetil-koenzim A dan reaksi
transketolasi pada the hexose monophosphate shunt.
Vitamin B6 berfungsi :fungsi vitamin B6 yang utama ialah sebagai koenzim
pada metabolisme asam amino, diantaranya pada proses-proses dekarboksilasi
dan transminasi.
Vitamin C berfungsi :fungsi utama vitamin C ialah mempertahankan keadaan
zat-zat
intersel
jaringan
cartilage,
dentin
dan
tulang.
Pada umumnya vitamin tidak dapat dibuat sendiri oleh hewan (atau manusia)
karena mereka tidak memiliki enzim untuk membentuknya, sehingga harus
dipasok dari makanan. Akan tetapi, ada beberapa vitamin yang dapat dibuat
dari zat-zat tertentu (disebut provitamin) di dalam tubuh.
Contoh vitamin yang mempunyai provitamin adalah vitamin D.
Provitamin D banyak terdapat di jaringan bawah kulit. Vitamin lain yang
disintetis di dalam tubuh adalah vitamin K dan vitamin B12. Kedua macam
vitamin tersebut disintetis di dalam usus oleh bakteri: (Yazid ; 2006)

Bedasarkan kelarutannya vitamin dibagi menjadi dua kelompok, yaitu


vitamin yang larut dalam air (vitamin C dan semua golongan vitamin B) dan
yang larut dalam lemak (vitamin A, D, E, dan K). Oleh karena sifat
kelarutannya tersebut, vitamin yang larut dalam air tidak dapat disimpan
dalam tubuh, sedangkan vitamin yang larut dalam lemak dapat disimpan
dalam tubuh.
Vitamin yang larut dalam lemak adalah vitamin A, D, E dan K. Untuk
beberapa hal, vitamin ini berbeda dari vitamin yang larut dalam air. Vitamin
ini terdapat dalam lemak dan bagian berminyak dari makanan. Vitamin ini
hanya dicerna oleh empedu karena tidak larut dalam air. Adapun sumber dan
macam-macam penyakit yang ditimbulkan dari masing-masing jenis vitamin
adalah sebagai berikut :
1. Vitamin A
sumber vitamin A = susu, ikan, sayuran berwarna hijau dan kuning, hati,
buah-buahan warna merah dan kuning (cabe merah, wortel, pisang, pepaya,
dan
lain-lain)
Penyakit yang ditimbulkan akibat kekurangan vitamin A = rabun senja,
katarak, infeksi saluran pernapasan, menurunnya daya tahan tubuh, kulit yang
tidak sehat, dan lain-lain.
2. Vitamin B1
sumber yang mengandung vitamin B1 = gandum, daging, susu, kacang hijau,
ragi, beras, telur, dan sebagainya
Penyakit yang ditimbulkan akibat kekurangan vitamin B1 = kulit
kering/kusik/busik, kulit bersisik, daya tahan tubuh berkurang.
3. Vitamin B12
sumber yang mengandung vitamin B12 = telur, hati, daging, dan lainnya
Penyakit yang ditimbulkan akibat kekurangan vitamin B12 = kurang darah
atau anemia, gampang capek/lelah/lesu/lemes/lemas, penyakit pada kulit, dan
sebagainya
4. Vitamin C
sumber yang mengandung vitamin C = jambu klutuk atau jambu batu, jeruk,
tomat, nanas, sayur segar, dan lain sebagainya

Penyakit yang ditimbulkan akibat kekurangan vitamin C = mudah infeksi


pada luka, gusi berdarah, rasa nyeri pada persendian, dan lain-lain
5. Vitamin D
sumber yang mengandung vitamin D = minyak ikan, susu, telur, keju, dan
lain-lain
Penyakit yang ditimbulkan akibat kekurangan vitamin D = gigi akan lebih
mudah rusak, otok bisa mengalami kejang-kejang, pertumbuhan tulang tidak
normal yang biasanya betis kaki akan membentuk huruf O atau X.

6. Vitamin E
sumber yang mengandung vitamin E = ikan, ayam, kuning telur, kecambah,
ragi, minyak tumbuh-tumbuhan, havermut, dsb
Penyakit yang ditimbulkan akibat kekurangan vitamin E = bisa mandul baik
pria maupun wanita, gangguan syaraf dan otot, dll.
7. Vitamin K
sumber yang mengandung vitamin K = susu, kuning telur, sayuran segar, dkk
Penyakit yang ditimbulkan akibat kekurangan vitamin K = darah sulit
membeku bila terluka/berdarah/luka/pendarahan, pendarahan di dalam tubuh,
dan sebagainya (organisasi)
Vitamin B1 (Thiamin) pertama kali dikristalkan oleh Jansen dan
Donath pada tahun 1962 dan pertama kali disintetis oleh Roger R.Williams
dan kawan-kawannya pada tahun 1936 (Neal dan Sauberlich,1980). Ketiga
reaksi enzim yang diketahui pada hewan dan manusia yang melibatkan
thiamin pirofosfat sebagai suatu ko-enzim adalah dekarboksilase piruvat,
dekarboksilase - ketoglutarat (dalam siklus krebs) dan transketolase (dalam
pentose-fosfat shunt) Dan juga merupakan hal yang sangat penting dalam
reaksi gelap dari proses fotosintetis, selama konversi CO menjadi karbohidrat.
Enzim yang mengikat thiamin, pirofosfat membentuk substrat dalam reaksireaksi tersebut. Secara fisiologis, tiamin dalam bentuk tiamin difosfat
(kokarboksilase) bertindak sebagai koenzim pada sistem dekarboksilase
oksidatif piruvat atau alfa-ketoglutarat masing-masing pada sistem enzim
piruvat atau ketoglutarat dehidrogenase. (Toha ;1992).
II.

PROSEDUR

a. Alat : tabung reaksi, rak tabung, pipet, gelas kimia 250ml, spiritus, kaki
tiga, kassa, spatula.
c. Bahan : AgNO3, CuSO4, HNO3, aquadest, NaOH, Diazo A, Diazo B, FeCl 3,
Pb-Asetat, HCl, dll.

Cara Kerja

1. Vitamin A
- S + AgNO3 rosa
- S + Flouresensi hijau kuning pupus
- S + CHCl3 + SbCl3 dalam CHCl3 beberapa menit ungu merah
2. Vitamin B1
- S + Pirolisa bau seperti kacang
- S + NaOH larutan kuning
- S + K3Fe (CN)6 + HCl + NaOH add alkalis + amil alkohol laisan
amil alkohol biru ungu
- S + Pb-asetat + NaOH (6N) warna kuning panaskan terjadi
endapan
3. Vitamin B6
- S + FeCl3 merah darah
- S + CuSO4 + NaOH biru ungu
- S + Diazo A + Diazo B + NaOH kuning
- S + H2SO4 + NaOH kuning tua
4. Vitamin B12
- S + H2SO4 bening
- S + CuSO4 + NaOH bening
5. Vitamin C
- S + FeCl3 warna hilang
- S + Luff mereduksi dingin
- S + AgNO3 abu-abu hitam
- S + Nessler kuning coklat abu-abu cepat hitam
6. Vitamin E
- S + H2SO4 coklat bening
- S + GeCl3 coklat susu
7. Nikotinamid
- S + FeCl3 kuning coklat
- S + NaOH kuning
- S + P-DAB HCl kuning
8. Vitamin K

S + etanol + HCl pekat merah


S + H2SO4 kuning jingga, coklat hijau
III.

DATA HASIL PENGAMATAN

1. Uji organoleptik
Uji organoleptik meliputi uji makroskopik, uji mikroskopik, warna dari sampel,
bau dan rasa dari sampel.
2. Uji kelarutan
Uji kelarutan meliputi kelarutan sampel daalam air, dalam asam, dalam basa dan
dalam pelarut organik.
Caranya : siapkan 4 buah tabung reaksi, masing-masing tabung berturut-turut diisi
dengan air/aquades, latutan asam, larutan basa, dan pelarut
organik. Kemudian sampel dilarutkan dalam masing-masing tabung.

3. Uji golongan
Caranya sampel yang akan di identifikasi di reaksikan dengan fehling A dan
fehling B apabila ada perubahan warna berarti ada senyawa pereduksi
4. Uji penegasan
Caranya : analit direaksikan dengan suatu reagen tertentu yang spesifik dan
selektif, kemudian amati perubahan warna yang terjadi
Nomer Sampel
Warna
Bau
Rasa
Bentuk
Kelarutan

39
Kuning muda
Tidak berbau
Tidak berasa
Serbuk
Larut dalam air

Reaksi Penegasan :
1. Vitamin K
- S + etanol + HCl pekat merah
- S + H2SO4 kuning jingga, coklat hijau
2. Vitamin A
- S + AgNO3 rosa
- S + Flouresensi hijau kuning pupus

62
Putih kemerahan
Tidak berbau
Tidak berasa
Serbuk
Larut dalam air

S + CHCl3 + SbCl3 dalam CHCl3 beberapa menit ungu merah

Dugaan Sampel Nomer 39 adalah Vitamin A dan Sampel Nomer 62 adalah


Vitamin K.

IV.

PEMBAHASAN

Dalam praktikum kali ini menentukan sampel golongan vitamin. Pertamatama dilakukan terlebih dahulu uji organoleptik dimana meliputi antara warna,
bau, rasa, dan bentuk dari sampel tersebut. Sampel nomer 39 berwarna putih
kekuningan, tidak berbau dan tidak berasa. Sedangkan sampel nomer 62 berwarna
putih, tidak berbau dan tidak berasa. Kedua sampel tersebut sama-sama mudah
larut dalam lemak.
Dalam uji penegasan sampel nomer 39 pada saat di reaksikan dengan AgNO3
menghasilkan warna rossa. Dan pada sampel nomer 62 pada saat direaksikan
dengan H2SO4 menghasilkan warna kuning hal ini disebabkan karena H2SO4
bersifat sebagai merupakan asam mineral (anorganik) yang kuat.

Vitamin A merupakan salah satu jenis vitamin larut dalam lemak yang
berperan penting dalam pembentukan sistem penglihatan yang baik.[1] Terdapat
beberapa senyawa yang digolongkan ke dalam kelompok vitamin A, antara lain
retinol, retinil palmitat, dan retinil asetat.
Struktur Vitamin A

Struktur Vitamin K

V.

KESIMPULAN

Sampel pada nomer 39 adalah Vitamin A dan sampel nomer 62 adalah Vitamin K.

VI.

DAFTAR PUSTAKA

http://melangkahdengansepatuku.blogspot.com/2011/02/blog-post.html
http://id.wikipedia.org/wiki/Vitamin_K
http://id.wikipedia.org/wiki/Vitamin_A
http://www.scribd.com/doc/38354323/Laporan-Vitamin
Sulaiman, A.H., 1995. Biokimia untuk Pertanian. USU-Press, Medan
Departemen Kesehatan Republik Indonesia.
Indonesia edisi ketiga 1979. Jakarta: Depdiknas

(1979).

Farmakope