Anda di halaman 1dari 10

ryanrakhmats.wordpress.

com

15-05-2015

Gaya Lateral Tanah Akibat Gempa ke Dinding Basemen dan Dinding Kantilever
Ryan Rakhmat Setiadi, ST
Gaya lateral tanah ke dinding penahan tanah (DPT) ditinjau akibat beban statik dan dinamik (beban
gempa). Insinyur perlu merencanakan banyaknya tulangan yang diperlukan untuk menahan gaya gaya
tersebut.
Besarnya nilai gaya lateral tanah terutama akibat beban dinamik cukup banyak diperdebatkan di
kalangan geoteknik. Pada buku Kramer, 1996 direkomendasikan menggunakan persamaan MonobeOkabe untuk dinding kantilever (tanpa restraint di top wall) dan persamaan Wood, 1973 untuk dinding
basemen (dengan restraint di top wall).

(Prof. N. Mononobe dan Dr. S. Okabe serta persamaan gaya lateral pada dinding kantilever akibat beban
statik dan dinamik - sumber : Tawhata 2008)

ryanrakhmats.wordpress.com

15-05-2015

(Metode Wood (1973) untuk gaya lateral gempa pada dinding basemen sumber : Kramer, 1996)

ryanrakhmats.wordpress.com

15-05-2015

Pada persamaan Monobe-Okabe, mereka merekomendasikan resultan nilai gaya lateral dinamik gempa
berada pada 0.33 kali tinggi DPT. Seed dan Whitman (1970) membuat simplifikasi rumus Monobe-Okabe
untuk menghindari gaya lateral yang terlalu besar akibat persamaan tersebut berbentuk kurva kuadrat
dan nilai KAE menjadi sangat besar untuk nilai PGA yang tinggi, mereka juga mengoreksi resultan nilai
gaya lateral dinamik pada metode Monobe-Okabe dan merekomendasikan gaya resultan lateral berada
pada 0.6 kali tinggi DPT (distribusi tekanan berbentuk segitiga terbalik). Senada dengan Seed dan
Whitman (1970), Wood (1973) juga merekomendasikan resultan gaya pada 0.6 kali tinggi basemen.

(Tekanan Lateral dan Persamaan Simplifikasi Monobe-Okabe oleh Seed dan Whitman (1970) Sumber :
Sitar et al, 2012)
Beberapa percobaan laboratorium menggunakan metode Centrifuge dilakukan baik untuk dinding
kantilever, dinding basemen, di tanah pasir maupun tanah dengan kohesi (clay). Hasil dari eksperimen
tersebut menunjukkan bahwa asumsi dimana resultan gaya lateral tanah akibat beban dinamik berada
pada 0.6 kali tinggi DPT adalah kurang tepat dan membuat diagram momen yang terjadi menjadi sangat
konservatif, selain itu didapatkan bahwa metode simplifikasi Monobe-Okabe oleh Seed dan Whitman
(1970) merupakan metode yang paling rasional untuk perencanaan dinding penahan tanah baik tipe
kantilever maupun tipe dinding basemen (Sitar et al, 2012).

ryanrakhmats.wordpress.com

15-05-2015

ryanrakhmats.wordpress.com

15-05-2015

ryanrakhmats.wordpress.com

15-05-2015

Berdasarkan hasil dari eksperimen Sitar et al, 2012 dan dari pengamatan bahwa tidak ada catatan
kegagalan struktur dinding penahan tanah pada gempa gempa sebelumnya (kegagalan yang terjadi
umumnya karena slope stability tanah atau bearing capacity), Lew, 2012 merekomendasikan prosedur
perencanaan dinding penahan tanah. Kutipan dari papernya adalah sebagai berikut :

NCHRP design chart yang dimaksud Lew, 2012 adalah sebagai berikut :

ryanrakhmats.wordpress.com

15-05-2015

ryanrakhmats.wordpress.com

15-05-2015

ryanrakhmats.wordpress.com

15-05-2015

Dari beberapa temuan Sitar et al, 2012 dan rekomendasi Lew, 2012 dapat disimpulkan bahwa
aproximasi Monobe-Okabe oleh Seed dan Whitman (1970) direkomendasikan untuk digunakan. Selain
persamaannya yang cukup simple, metode Seed dan Whitman (1970) cukup familiar di design office.
Untuk tanah dengan kohesi, selain metode Seed dan Whitman (1970), pendekatan NCHRP juga yang
direkomendasikan, dimana pengaruh kohesi dapat mengurangi gaya lateral yang terjadi. Penggunaan
metode Wood (1973) untuk design dinding basemen juga harus mulai ditinggalkan beserta asumsi
resultan gaya lateral berada di 0.6 kali tinggi DPT, karena hasilnya sangat konservatif.
Selain itu yang perlu dicatat juga adalah Lew, 2012 menyimpulkan bahwa faktor gaya lateral statik
adalah 1.6 (dengan nilai koefisien lateral at-rest) berdasarkan IBC sudah cukup besar, sementara untuk
faktor gaya lateral statik + dinamik, perlu dipisah dimana untuk statik menggunakan faktor 1.6 (dengan
nilai koefisien lateral adalah aktif, bukan at-rest) dan dinamik faktornya 1.0 . Hal ini membuat umumnya
gaya lateral statik dimana faktornya 1.6 dengan koefisien lateral at-rest akan lebih besar untuk PGA
rendah (PGA <0.4 g). Hal ini sesuai dengan hipotesa Seed dan Whitman (1970) bahwa retaining
structures yang di desain dengan gaya statik dan faktor safety yang mencukupi akan memberikan
performance yang baik saat gempa terjadi sampai PGA 0.3 g.

1.2 DL + 1.6 (L + Hs-r) ----------------------- IBC eq. 16.2


0.9 DL + 1.0 (E + He) + 1.6 Hs-a ------------ IBC eq. 16.7
(Beban kombinasi rekomendasi Lew, 2012 dimana Hs-r = gaya lateral tanah statik at-rest, Hs-a =
gaya lateral tanah statik dengan koefisien lateral aktif, dan He = gaya lateral tanah dinamik)

Untuk lebih jelasnya mengenai gaya lateral tanah pada DPT, pembaca dapat langsung membacanya
pada sumber paper yang penulis kutip masing masing.
Referensi :
a) Lew, M. (2012). Recent Findings on Seismic Earth Pressures, The Structural Design of Tall and
Special Buildings, Wiley Online Library, doi: 10.1002/tal.1052.
b) Lew M, Sitar N, Al Atik L. 2010a. Seismic earth pressures: fact or fiction. Proceedings of the Earth
Retention Conference 3, Geo-Institute of ASCE, Bellevue, WA
c) Lew M, Sitar N, Al Atik L, Pourzanjani M, Hudson MB. 2010b. Seismic earth pressures on deep
building basements. Proceedings, Structural Engineers Association of California Convention,
Indian Wells, CA.
d) Sitar N, Mikola RG, Candia G. 2012. Seismically induced lateral earth pressures on retaining
structures and basement walls. Proceedings, Geo-Congress 2012. Geo-Institute of ASCE:
Oakland, CA.
e) Kramer, S.L. (1996). Geotechnical Earthquake Engineering. Prentice Hall, Upper Saddle River,
New Jersey.

ryanrakhmats.wordpress.com
f)

15-05-2015

Tawhata, Ikuo (2008). Geotechnical Earthquake Engineering. Springer, Springer-Verlag Berlin


Heidelberg.

Note : Paper a - d bisa dicari di google, jika tidak ditemukan namun sangat tertarik, dapat menghubungi
email penulis