Anda di halaman 1dari 9

PRAKTIKUM BIOLOGI DASAR

DIFUSI DAN OSMOSIS

WAHYUL INAYAH
130210103049
KELAS C

Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan


Universitas Jember
2013

I.

Judul
Difusi dan Osmosis
Tujuan
Untuk memahami permasalahan yang terjadi dalam percobaan mengenai

II.

difusi dan osmosis


Dasar Teori
Ada tiga macam gerakan ion atau molekul zat untuk melewati membran plasma yaitu

III.

difusi, osmosis dan transpor aktif. Pergerakan molekul-molekul zat secara difusi dan
osmosis tidak memerlukan energi sehingga disebut transpor pasif sedangkan transpor aktif
memerlukan energi untuk pergerakannya (Sulistyowati, 2010:8).
Difusi adalah peristiwa mengalirnya/berpindahnya suatu zat dalam pelaruy dari
bagian berkonsentrasi tinggi e bagian yang berkonsentrasi rendah. Perbedaan konsentrasi
yang ada pada dual larutan disebut gradient konsentrasi. Difusi akan terus terjadi hingga
seluruh pertikel tersebar luas secara merata atau mencapai keadaan kesetimbangan dimana
perpindahan molekul tetap terjadi walupun tidak ada perbedaan konsentrasi. Contoh yang
sederhana adalah pemberian gula pada cairah the tawar. Lamabat laun cairan menjadi manis.
Contoh lain adalah uap air dari cerek yang berdifusi dalam udara. Difusi yang paling sering
terjadi adalah difusi molekuler. Difusi ini terjadi jika terbentuk perpindahan dari sebuah
lapisan (layer) molekul yang diam dari solid atau fluida (id.wikipedia.org).
Ada beberapa faktor yang memengaruhi kecepatan difusi, yaitu

Ukuran partikel. Semakin kecil ukuran partikel, semakin cepat partikel itu akan bergerak,

sehingga kecepatan difusi semakin tinggi.


Ketebalan membran. Semakin tebal membran, semakin lambat kecepatan difusi.
Luas suatu area. Semakin besar luas area, semakin cepat kecepatan difusinya.
Jarak. Semakin besar jarak antara dua konsentrasi, semakin lambat kecepatan difusinya.
Suhu. Semakin tinggi suhu, partikel mendapatkan energi untuk bergerak dengan lebih
cepat. Maka, semakin cepat pula kecepatan difusinya (id.wikipedia.org).
Mekanisme difusi melalui membran dapat berlangsung melalui tiga mekanisme,
yaitu difusi sederhana (simple difusion), difusi melalui saluran yang terbentuk oleh
protein transmembran (simple difusion by chanel formed), dan difusi difasilitasi
(fasiliated difusion). Difusi sederhana melalui membran berlangsung karena molekulmolekul yang berpindah atau bergerak melalui membran bersifat larut dalam lemak (lipid)
sehingga dapat menembus lipid bilayer pada membran secara langsung. Membran sel
permeabel terhadap molekul larut lemak seperti hormon steroid, vitamin A, D, E, dan K
serta bahan-bahan organik yang larut dalam lemak, Selain itu, memmbran sel juga sangat
permeabel terhadap molekul anorganik seperti O,CO2, HO, dan H2O. Beberapa molekul
kecil khusus yang terlarut dalam serta ion-ion tertentu, dapat menembus membran melalui
saluran atau chanel. Saluran ini terbentuk dari protein transmembran, semacam pori
dengan diameter tertentu yang memungkinkan molekul dengan diameter lebih kecil dari
diameter pori tersebut dapat melaluinya. Sementara itu, molekul molekul berukuran

besar seperti asam amino, glukosa, dan beberapa garam garam mineral, tidak dapat
menembus membrane secara langsung, tetapi memerlukan protein pembawa atau
transporter untuk dapat menembus membran. Proses masuknya molekul besar yang
melibatkan transporter dinamakan difusi difasilitasi (Kimball,1999;35).
Transport dengan cara difusi fasilitas mempunyai perbedaan dengan difusi sederhana
yaitu difusi fasilitas terjadi melalui carrier spesifik dan difusi ini mempunyai kecepatan transport
maksimum (Vmax). Suatu bahan yang akan ditransport lewat cara ini akan terikat lebih dahulu
dengan carrier protein yang spesifik, dan ikatan ini akan membuka channel tertentu untuk
membawa ikatan ini ke dalam sel. Jika konsentrasi bahan ini terus ditingkatkan, maka jumlah
carrier akan habis berikatan dengan bahan tersebut sehingga pada saat itu kecepatan difusi menjadi
maksimal (Vmax). Pada difusi sederhana hal ini tidak terjadi, makin banyak bahan kecepatan
transport bahan maakin meningkat tanpa batas. Difusi terfasilitasi adalah sejenis transpor pasif yang
molekul solutnya bergerak menuruni gradien konsentrasi dengan bantuan protein pembawa pada
membran. Suatu protein pembawa mengambil sebuah molekul, kemudian protein tersebut berubah
ke bentuk alternatifnya untuk menyimpan molekul ke sisi lain membran. Dalam hal ini tidak
diperlukan masukan energi.

Gambar diatas adalah contoh peristiwa difusi, di sana tidak nampak adanya membran
semipermeabel jadi peristiwa tersebut proses difusi bukan osmosis dimana yang pindah adalah
partikelnya bukan pelarutnya(jika sebuah larutan), perpindahannya juga dari konsentrasi tinggi ke
konsentrasi rendah.
Peristiwa difusi pada tumbuhan sangat penting untuk keseimbangan hidup tumbuhan.
Karbon dioksida (CO2) dan oksigen (O2) diambil oleh tumbuhan dari udara melalui proses difusi.
Pengambilan air dan garam mineral oleh tumbuhan dari dalam tanah, salah satunya melalui proses
difusi. Difusi zat dari dalam tanah ke dalam tubuh tumbuhan disebabkan konsentrasi garam mineral
di tanah lebih tinggi daripada di dalam sel. Demikian juga gas CO 2 di udara masuk ke dalam tubuh
tumbuhan karena konsentrasi CO2 di udara lebih tinggi daripada di dalam sel tumbuhan. Sebaliknya,
O2 dapat berdifusi keluar tubuh tumbuhan jika konsentrasi O 2 dalam tubuh tumbuhan lebih tinggi
akibat adanya fotosintesis dalam sel (Loveless, 1991: 185).

2. Osmosis
Osmosis merupakan suatu peristiwa perembesan suatu molekul air melintasi membran yang
memisahkan dua larutan dengan potensial air yang berbeda. Proses osmosis berlangsung dari
larutan hipotonik menuju larutan yang hipertonik atau perpindahan air dari molekul larutan yang
potensial airnya tinggi ke potensial yang rendah melalui membran selektif permeabel
(semipermeabel). Membran selektif permeabel adalah selaput pemisah yang hanya dapat dilalui
oleh air dan molekul-molekul tertentu yang larut di dalamnya. Molekul-molekul yang dapat
melewati membran semipermeabel adalah molekul-molekul asam amino, asam lemak dan air,
sedangkan molekul zat yang berukuran besar misalnya polisakarida(pati) dan protein tidak dapat
melewati membran semipermeabel tersebut tetapi memerlukan protein pembawa atau transporter
untuk dapat menembus membran. Larutan yang memiliki konsentrasi tinggi memiliki tekanan
osmosis yang tinggi pula maupun sebaliknya. Setiap sel hidup merupakan sistem osmosis. Jika sel
ditempatkan dalam larutan yang lebih pekat (hipertonis) terhadap cairan sel maka air dalam sel akan
terisap keluar. Hal itu akan menyebabkan plasma menyusut. Jika air sel terus terisap keluar akan
menyebabkan plasma terlepas dari sel-sel dan sel akan mengerut. Sebaliknya jika sel berada dalam
larutan hipotonis (lebih encer daripada cairan sel), air dari luar sel akan masuk ke dalam sel
sehingga sel mengembang. Contoh peristiwa osmosis adalah kentang yang dimasukkan ke dalam air
garam (sulistyowati, 2010:8).

Gambar tersebut adalah contoh dari peristiwa osmosis dimana 2 sel yang masing-masing
memiliki membran plasma dan pada gambar tersebut terjadi perbedaan konsentrasi. Konsentrasi
garam sebelah kanan lebih tinggi akibatnya volume pelarutnya lebih kecil dibandingkan dengan sel
yang sebelah kiri. Akibatnya pelarut dari sel sebelah kanan berpindah ke dalam sel sebelah kiri.
Plasmolisis adalah peritiwa melepasnya plasmalemma atau mebran plasma dari dinding sel
karena dehidrasi (hilangnya air sel) bila sel berada di lingkungan larutan yang hipertonis sehingga
protoplasma mengkerut dan terlepas dari dinding sel. jika dalam suatu bejana yang dipisahkan oleh
selaput semipermiabel ditempatkan dua larutan glukosa yang terdiri atas air sebagai pelarut dan
glukosa sebagai zat terlarut dengan konsentrasi yang berbeda dan dipisahkan oleh selaput selektif
permeabel, maka air dari larutan yang berkonsentrasi rendah akan bergerak atau berpindah menuju

larutan glukosa yang konsentrainya tinggi melalui selaput permeabel. Membran semipermeabel
harus dapat ditembus oleh pelarut, tapi tidak oleh zat terlarut, yang mengakibatkan gradien tekanan
sepanjang membran. Osmosis merupakan suatu fenomena alami, tapi dapat dihambat secara buatan
dengan meningkatkan tekanan pada bagian dengan konsentrasi pekat menjadi melebihi bagian
dengan konsentrasi yang lebih encer. Gaya per unit luas yang dibutuhkan untuk mencegah
mengalirnya pelarut melalui membran permeabel selektif dan masuk ke larutan dengan konsentrasi
yang lebih pekat sebanding dengan tekanan turgor (Yulianto,2012).
Osmosis adalah suatu topik yang penting dalam biologi karena fenomena ini dapat
menjelaskan mengapa air dapat ditransportasikan ke dalam dan ke luar sel. Pada hewan, untuk bisa
bertahan dalam lingkungan yang hipotonik atau hipertonik, maka diperlukan pengaturan
keseimbangan air, yaitu dalam proses osmoregulasi.
Faktorfaktor yang mempengaruhi terjadinya osmosis pada sel hidup :

Ukuran zat terlarut: semakin banyak zat terlarut maka peristiwa terjadinya osmosis akan
semakin cepat. Karena zat terlarut memiliki tekanan osmotik yang berfungsi untuk memecah
zat pelarut bergerak melalui membrane semipermeable.

Tebal membran: semakin tebal suatu membrane akan memperhambat terjadinya osmosis.
Karena dapat menyebabkan semakin sulitnya zat terlarut menembus membrane tersebut.

Luas permukaan

Jarak zat pelarut dan zat terlarut

Suhu

IV.

Alat dan Bahan


1. Alat
a. Cawan petri
b. Scalpel atau pisau potong
c. Gelas ukur
2. Bahan
a. Kentang atau wortel
b. Garam dapur halus
c. Air

V.

Langkah kerja
Menyiapkan dua butir kentang atau wortel, mengupas umbu
kentang dan dipotong sehingga membentuk sperti kubus,
atau bentuk lainnya yang penting bahan dapat bediri
menumpu salah satu bidang sayatan tanapa bergulir

Pada sayatan kentang atau wortel yang mengahadap ke


atas buatlah cekungan yang cukup dalam
Kedalam cekungan salah satu kentang atau wortel isilah
dengan garam dapur halus sebanyak separuh cekungan,
sedangkan yang lain dibiarkan kosong
Biarkan selama kurang lebih tiga puluh menit, kemudian
mengadakan pengamatan dan ukur kembali air dalam
cawan petri setelah kentang atau wortel dikeluarkan
Mendiskusikan gejala apa saja yang terjadi pada cekungan
kedua kentang atau wortel tersebut, apakah ada perbedan?
Adakah perubahan air dalam kedua cawan petri, mengapa?
VI.

Hasil Pengamatan
Data kelas :
No
.
1

2
3

4
5

Bahan
Kentang

Air
sebelum
+ 20 ml

Air

Keterangan

sesudah
15 ml

Kentang menjadi lunak,

garam

dan

Kentang

20 ml

berkurang
Kentang
tetap

15 ml

volume air tetap


Kentang menjadi lunak,

Kentang

20 ml
+ 20 ml

volume

keras,

garam

dan

Kentang

20 ml

berkurang
Kentang

15 ml

keras,volume air tetap


Kentang menjadi lunak,

Kentang

20 ml
+ 20 ml

garam

dan

volume

air

volume

air
tetap

air

berkurang.

VII.

Pembahasan
Pada praktikum kali ini kami melakukan percobaan mengenai
peristiwa difusi dan osmosis, dimana difusi adalah proses pergerakan
acak partikel-partikel gas, cairan dari konsentrasi tinggi ke konsentrasi
yang

lebih

rendah

melalui

membrane

semipermeable.

Dalam

melaksanakan praktikum ini kai menggunakan kentang sebagai bahan

indikatir dan bahan utama untuk mengatahui adanya peristiwa disfusi


dan osmosis.
Dua buah kentang yang sudah disayat dengan ukuran 2x2 cm
berbentuk kubus

agar bisa berdiri. Kemudian disayat pada bagian

permukaan yang nantinya akan dibuat cekungan. Cekungan pada


kentang salah satunya diisi dengan garam dan satuya lagi dibiarkan
kosong. Setelah itu kentang dimasukkan kedalam cawan petri yang
sudah diisi air dengan volume 20 ml. untuk mengetahui adanya peristiwa
difusi dan osmosis, kentang dibiarkan terndam dalam air pada cawan
petri selama 30 menit.
Setelah 30 menit, kedua kentang mengalami perubahan. Pada
kentang yang pada cekungannya diberi garam maka garam tersebut
larut kedalam air Karena kentang tersebut mengalami proses osmosis
dimana air yang ada pada cawan petri merembes melalui membran
kentang menuju ke larutan garam yang ada di dalam cekungan kentang.
Kentang

bertindak

sebagai

membrane

selektif

permeable

yang

memisahkan dua larutan dengan konsentrasi yang berbeda dimana


kentang dapat dilalui oleh air dan zat terlarut didalamnya. Karena proses
osmosis berlangsung dari larutan hipotinik menuju larutan yang potensial
air tinggi yaitu air pada cawan petrimenuju larutan yang berpotensial air
rendah yaitu garam yang ada di dalam kentang. Berdasrkan perisiwa
osmosi yang terjadi tersebut , maka air yang berada di dalam cawan
petri menjadi berkurang karena masuk kedalam larutan garam yang di
dalam kentang yang berkonsentrasi rendah.
Peristiwa difusi dan osmosis ini juga dipebgaruhi oleh beberapa
factor diantaranya luas permukaan, yaitu semakin luas permukaan
bidang permukaan maka pross difusi dan osmosis akan semakin cepat.
Tujuan dari kentang diberi garam yaitu unutk membuktikan adanya
pergerakan acak partikel-partikel cairan dari konsentrasi tinggi ke
konsentrasi rendah.

VIII.

Penutup
VIII.1
Kesimpulan

Peristiwa osmosis adlah perpindahan pelarut dai konsentrasi tinggi ke


konsentrasi yang lebih rendah melalui membrane semipermiabel yang
dalam praktikum ini yaitu kentag yang cekungannya diberi garam.
Sedangkan peistia difusi adalah adalah perpindahan zat terlarut dari konsentrasi tinggi
ke konsentrasi yang lebih rendah baik membran ataupun tidak. Kentanf yang semula berstruktuk
keras atau kaku menjdi lembek karena adnya perisiwa osomosis yang disebabkan pelaryt daric
awn petri atau dari luar kentang merembes kedalam kentang.
VIII.2

Saran

Sebaiknya dalam praktikum ini digunakan alat yang masih befungsi


dengan baik sehingga memudahkan jalannya praktikum. Selain itu
mungkin juga diperlukan lap atau kain pembersih meja dari kooran kulit
kentang.

DAFTAR PUSTAKA
Cambell, J.W. 1999. Biologi Edisi Pertama. Erlangga: Jakarta.
Sulistyowati, Uut. 2010. Biologi. PT. Temprina Media Grafika: Nganjuk.
Loveless, A.R. 1991. Prinsip-Prinsip Biologi Tumbuhan Untuk Daerah Tropik I. Gramedia Pustaka
Utama: Jakarta.
id.wikipedia.org. difusi (http://id.wikipedia.org/wiki/Difusi) diakses tanggal 20
November 2013
Yulianto, Eko.Prinsip Difusi Osmosis (http://konsepbiologi.wordpress.com/2011/07/prinsip-difusiosmosis) diakses tanggal 20 november 2013