Anda di halaman 1dari 14

KATA PENGANTAR

Puji syukur senantiasa kami panjatkan kehadirat Allah SWT. atas segala
limpahan rahmat dan karunia-Nya, sehingga kami mampu merampungkan seluruh
rangkaian kegiatan praktikum yang diwujudkan dalam bentuk Laporan Akhir.
Tak lupa kami mengucapkan terimakasih kepada Dosen pembimbing
matakuliah anatomi tumbuhan, atas bimbingan dan arahan yang diberikan kepada
kami, serta ucapan terima kasih kepada teman - teman yang ikut berpartisipasi
dalam penyelesaian laporan ini.
Dalam laporan ini masih terdapat banyak kekurangan, untuk itu kami
memohon kritik dan saran yang membangun, agar pada pembuatan laporan
selanjutnya bisa lebih baik. Akhir kata kami ucapkan terimakasih.

Tanjung pinang, 7 mei 2015

Penulis

Daftar isi

KATA PENGANTAR.........................................................................................................2
BAB I PENDAHULUAN..................................................................................................4
1.1 Latar Belakang..........................................................................................................4
1.2

Rumusan Masalah..............................................................................................4

1.3 Tujuan.......................................................................................................................4
BAB II KAJIAN PUSTAKA.............................................................................................5
2.1 Jaringan Meristem....................................................................................................5
2.2 Jaringan Parenkim....................................................................................................5
2.3 Jaringan epidermis....................................................................................................6
2.4 Jaringan Kolenkim....................................................................................................7
2.5 Jaringan Sklerenkim.................................................................................................7
2.6 Jaringan Xilem..........................................................................................................7
2.7 Jaringan Floem.........................................................................................................7
BAB III METODE PRAKTIKUM.....................................................................................9
3.1 Waktu dan Tempat....................................................................................................9
3.2 Alat dan Bahan.........................................................................................................9
3.3

Prosedur Kerja....................................................................................................9

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN..........................................................................10


4.1 Hasil Pengamatan...................................................................................................10
4.2 Pembahasan............................................................................................................12
BAB V PENUTUP...........................................................................................................14
5.1 Kesimpulan.............................................................................................................14
5.2 Saran.......................................................................................................................14
Daftar pustaka..................................................................................................................15

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Dalam organisme terdapat pembagian tugas di antara sel-sel tersebut.
Untuk melakukan tugas yang bermacam-macam terjadilah organisasi dan
spesialisasi sel. Dalam kasus ini muncul istilah differensiasi, yaitu pertumbuhan
sel dari bentuk tidak terspesialisasi menjadi terspesialisasi(berbagai bentuk sesuai
tugasnya).Bebeapa macam jaringan sel membentuk sebuah sistem organ
tumbuhan, dan beberapa system organ membentuk tumbuhan tersebut.
Dengan demikian maka yang dimaksud dengan jaringan adalah tiap-tiap
kumpulan protoplas yang mempunyai dinding atau merupakan suatu kumpulan sel
yang bentuk dan fungsinya sama. Dalam pengertian kumpulan sel itu hendaknya
tidak keliru dalam menafsirkannya, janganlah suatu tumbuhan yang banyak
mempunyai sel selalu ditafsirkan sebagai berjaring.
1.2 Rumusan Masalah
1) Apa saja nama jaringan yang tertadapat pada tumbuhan?
2) Bagaimana bentuk dari jaringan pada tumbuhan?
3) Apa fungsi dari jaringan-jaringan tersebut ?
1.3 Tujuan
1) Mengamati jaringan tumbuhan secara langsung.
2) Mengetahui bentuk jaringan tumbuhan.
3) Mengetahui fungsi jaringan tumbuhan.

BAB II
KAJIAN PUSTAKA

Jaringan adalah kumpulan sel-sel dengan struktur dan fungsi yang sama.
Jenis jaringan yang berbeda memiliki struktur berbeda sesuai dengan
fungsinya.Suatu jaringan disatukan oleh suatu matriks ekstrakuler lengket yang
melapisi sel-sel itu atau menenun mereka bersama-sama menjadi suatu anyaman
serat.Kali ini kita pelajari jaringan tumbuhan terlebih dahulu. Jenis-jenis jaringan
pada tumbuhan antara lain: Jaringan meristem, jaringanparenkim, jaringan
epidermis,jaringank lorenkim,jaringan kolenkim,jaringan sklerenkim, jaringan
xylem dan jaringan floem.
2.1 Jaringan Meristem
Jaringan meristem adalah jaringan muda yang selalu membelah membentuk
jaringan yang lain. Jaringan ini terdiri atas jaringan embrional yang belum
mengalami diferensiasi. Ada dua jenis jaringan meristem, yaitu meristem primer
dan meristem sekunder. Meristem primer banyak terdapat pada ujung akar dan
ujung batang, dan digunakan untuk pertumbuhan primer (pertumbuhan
memanjang). Yang dimaksud meristem sekunder adalah kambium yang berfungsi
untuk pertumbuhan sekunder (pertumbuhan membesar).
2.2 Jaringan Parenkim
Jaringan parenkim adalah jaringan yang selnya berdinding selulosa tipis
yang berfungsi sebagai pengisi bagian tubuh tumbuhan. Ciri-ciri khas jaringan ini
adalah sel-selnya berukuran besar, berdinding tipis dan susunannya renggang
sehingga banyak ruang antar sel dan vakuolanya besar. Jaringan ini terletak Pada
korteks dan empulur batang dan akar, pada buah, serta di antara Xilem dan floem.
Adapun fungsi jaringan parenkim antara lain :
a. Sebagai pengisi tubuh
b. Tempat menyimpan cadangan makanan
c. Parenkim yang berklorofil berfungsi sebagai tempat fotosintesis
Jaringan ini dibagi dua, yang pertama adalah parenkim yang berada di daun,
disebut mesofil. Mesofil yang berbentuk panjang disebut palisade, sedangkan

yang berbentuk bulat disebut jaringan spons. Jenis jaringan parenkim yang kedua
adalah jaringan parenkim berklorofil yang letaknya tidak di daun, disebut
klorenkim.
2.3 Jaringan epidermis
Jaringan epidermis adalah jaringan yang terdapat pada tubuh sebelah
luar. Jaringan epidermis tersusun atas sel-sel hidup berbentuk pipih selapis yang
berderet rapat tanpa ruang antar sel. Jaringan epidermis umumnya tidak
berklorofil, kecuali pada epidermis tumbuhan Bryophita dan Pterydophyta serta
sekitar stomata. Fungsi jaringan epidermis antara lain :
a. Pelindung, tidak dapat ditembus air dari luar, kecuali akar yang
muda.
b. Peresap air dan mineral pada akar yang muda. Oleh karena itu
akar-akar yang muda epidermisnya diperluas dengan tonjolantonjolan yang disebut bulu akar.
c. Untuk penguapan air yang berlebiha. Bisa melalui evaporasi atau
gutasi.
d. Tempat difusi O2 dan CO2 sewaktu respirasi, terjadi pada
epidermis yang permukaannya bergabus.
Epidermis memiliki beberapa struktur khas sebagai berikut :
a. Stomata (mulut daun), yaitu lubang pada lapisan epidermis daun.
Sekitar stomata terdapat sel yang berklorofil disebut sel penutup.
Stomata berfungsi sebagai tempat masuknya CO2 dan keluarnya
O2 sewaktu berfotosintesis. Selai itu stomata juga berfungsi untuk
penguapan air.
b. Trichoma, yaitu rambut-rambut yang tumbuh pada permukaan luar
dari epidermis daun dan batang. Berfungsi untuk menahan
penguapan air.
c. Bulu-bulu akar, yaitu rambut-rambut yang tumbuh pada permukaan
akar yang dapat diresapi oleh larutan garam-garam tanah.

2.4 Jaringan Kolenkim


jaringan kolenkim adalah jaringan yang terdiri atas sel-sel hidup yang
memiliki selulosa tebal, penebalan yang utama terjadi pada sudut-sudutnya.

Jaringan ini biasanya berkelompok membentu untaian atau silinder. Jaringan ini
terletak pada bagian terluar batang dan urat daun. Fungsinya sebagai penyokong
dan memperkuat organ.
2.5 Jaringan Sklerenkim
Jaringan sklerenkim terdiri atas sel-sel yang bersifat mati dan seluruh
bagian dinding selnya mengalami penebalan. Letaknya adalah di bagian korteks,
perisikel, serta di antara xylem dan floem. Jaringan sklerenkim pada bagian keras
biji dan buah berupa sklereida
Sklerenkim ada dua jenis, yaitu berbentuk fiber (serat) misalnya rami, dan slereida
pada kulit kacang atau kulit biji. Fungsi jaringan sklerenkim adalah sebagai alat
penyokong dan pelindung.
2.6 Jaringan Xilem
Jaringan Xilem terdapat pada bagian kayu tanaman.fungsinya menyalurkan
air dari akar menuju bagian atas tanaman. Xilem terdiri atas unsur-unsur sebagai
berikut:
a. Unsur trakeal terdiri dari trakea yang sel-selnya berbentuk tabung
dan trakeid yang sel-selnya lancip panjang, dinding selnya
berlubang-lubang
b. Serabut Xilem yang terdiri dari sel-sel panjang dan ujungnya
meruncing
c. Parenkim kayu yang berisi berbagai zat seperti cadangan makanan,
tannin dan Kristal
2.7 Jaringan Floem
Jaringan Floem terdapat bagian kulit kayu berfungsi menyalurkan zat
makanan hasil fotosintesis ke seluruh bagian tumbuhan. Floem terdiri atas unsurunsur sebagai berikut,
- Buluh tapis berbentuk tabung dengan bagian ujung berlubang-lubang
a. Sel pengiring berbentuk silinder-silinder dan lebih besar daripada
sel-sel tapis serta plasmanya pekat
b. Serabut floem, bentuknya panjang dengan ujung-ujung berhimpit
dan dindingnya tebal

c. Parenkim floem, selnya hidup memiliki diding primer dengan


lubang kecil yang disebut noktah halaman. Parenkim floem berisi
tepung, dammar, atau Kristal.

BAB III
METODE PRAKTIKUM
3.1 Waktu dan Tempat
Praktikum tentang pengenalan mikroskop dan pengamatan jaringan
tumbuhan ini dilaksanakan pada: Selasa, 28 April 2015. Pukul 15.00 s/d
17.00. Di laboratorium FIKP.
3.2 Alat dan Bahan
a)
b)
c)
d)
e)
f)
g)

Mikroskop dan perlengkapannya.


Pisau kater
Daun Durian
Daun Adam Hawa
Ujung akar bawang
Daun kumis kucing
Daun beringin

3.3 Prosedur Kerja


a)
b)
c)
d)
e)
f)
g)
h)
i)
j)
k)
l)
m)

Mempersiapakan alat dan bahan.


Mengamati preparat ujung akar bawang.
Menggambar hasil pengamatan ujung akar bawang.
Mengamati preparat daun durian.
Menggambar hasil pengamatan daung durian.
Mengamati preparat daun adam hawa
Menggambar hasil pengamatan daun adam hawa.
mengamati preparat daun kumis kucing.
menggambar hasil pengamatan daun kumis kucing.
mengamati preparat daun beringin.
menggambar hasil pengamatan daun beringin.
Lepaskan kaca objek dari penjepit objek
Menyimpan Mikroskop di tempat yang aman.

BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1 Hasil Pengamatan
Gambar 1. Perbesaran okuler 5 x objektif 10

Akar bawang.

Keterangan:
1. Jaringan epidermis
2. Korteks
3. Stele
Gambar 2. Perbesaran okuler 5 x objektif 10
Daun durian.

Keterangan:
1.
2.
3.
4.
5.
6.

epidermis atas
epidermis bawah
tulang daun
floem
xylem
hipodermis

Gambar 3. Perbesaran okuler 5 x objektif 10


Daun kumis kucing

10

Keterangan
1.
2.
3.
4.
5.

epidermis atas
epidermis bawah
hipodermis
palisade
tulang daun

Gambar 4 Perbesaran okuler 5 x objektif 10


Daun beringin

Keterangan:
1.
2.
3.
4.
5.

epidermis atas
epidermis bawah
hipodermis
palisade
spons

Gambar 5 Perbesaran okuler 5 x objektif 10

11

Daun adam hawa

Keterangan:
1.
2.
3.
4.
5.

epidermis atas
epidermis bawah
hipodermis
palisade
stomata

4.2 Pembahasan
Pada preparat pertama atau pada akar bawang, kami mengamati adanya
jaringan epidermis, stele dan korteks. Ciri-ciri jaringan epidermis adalah:
1) Terdiri atas satu lapis sel tunggal
2) Tersusun dari sel-sel hidup
3) Beragam bentuk, ukuran dan susunannya, tetapi biasanya tersusun rapat
tidak ada ruang antar sel
4) Tidak memiliki klorofil
5) Mengalami modifikasi membentuk derivat jaringan epidermis, misal
stomata, spina (duri), vilamen , sel kipas, sel kersik (sel silika), dan
trikomata (rambut-rambut)
6) Dinding sel jaringan epidermis bagian luar yang berbatasan dengan udara
mengalami penebalan, sedangkan dinding sel jaringan epidermis bagian
dalam yang berbatasan dengan jaringan lain dinding selnya tetap tipis.
Fungsinya : Sebagai jaringan pelindung juga berfungsi sebagai tempat pertukaran
zat. Sedangkan pada preparat ke dua dan ketiga kami juga melihat adanya jaringan
epidermis yang terdapat di luar jaringan lainya, selain itu kami juga melihat
adanya jaringan pengangkut xilem dan floem yang berfungsi mengangkut
makanan. Jaringan pengangkut dapat dilihat jelas pada preparat ke kudua atau

12

pada daun durian. Sedangkan pada preparat ke empat atau daun beringin terdapat
tampak jelas yakni jaringan spons atau jaringan bunga karang, yang berfungsi
menampung CO2 untuk proses fotosintesis. Selain itu juga kami mengamati
tampak jelasnya jaringan palisade atau parinkim asimilasi yang berfungsi sebagai
tempat cadangan makanan. Dan pada preparat kelima atau pada daun adam hawa
yang tampak jelas selain jaringan yang tampak pada preparat sebelumnya yakni
adanya stomata yang berperan penting dalam proses fotosintesis.
(Catatan: pada dasarnya semua jaringan yang ada pada tumbuhan, ada pada
kelima preparat diatas. Tapi kami hanya bisa mengamati apa yang bisa
kamiamati.)

13

BAB V
PENUTUP

5.1 Kesimpulan
Adapun kesimpulan dari praktikum kali ini adalah bahwa sanya setiap
tumbuhan memiliki jaringan penusunya masing-masing selain itu, pada setiap
jaringan itu tersusun atas sel-sel.

5.2 Saran
Waktu dalam percobaan ini sebaiknya lebih dimanfaatkan lagi. Dan Irisan
(daun adam hawa, akar bawang, daun kumis kumis kucing, daun beringin, dan
daun durian) untuk preparat sebaiknya diiris setipis mungkin supaya sel/jaringan
yang terlihat pada mikroskop tidak terlihat seperti menumpuk. Sehingga bisa
diamati dengan jelas.

14

Daftar pustaka

Anto. Jaringan Tumbuhan. http:www.membuatblog.2010.web.id (Diakses tanggal


01 November 2012).
Campbell, Neil, dkk. Biologi. Jakarta: Erlangga, 2000.
Iwan, Wahyu. Biologi. Bogor: CV Regina, 2006.

15