Anda di halaman 1dari 9

PRESENTASI KASUS

BLIGHTED OVUM
Disusun Untuk Memenuhi Sebagian Syarat Mengikuti Ujian Kepaniteraan Klinik
di Bagian Obstetri dan Ginekologi Rumah Sakit Umum Daerah Saras Husada
Purworejo

Diajukan Kepada :
dr. Dradjat Koerniawan Sp.OG

Disusun oleh :
Muhammad Rizki Imannudin
20090310194

SMF OBSTETRI GINEKOLOGI


RSUD SARAS HUSADA PURWOREJO
FAKULTAS KEDOKTERAN DAN ILMU KESEHATAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH YOGYAKARTA
2013

BAB I
TINJAUAN PUSTAKA
A.

Definisi
Blighted ovum adalah keadaan dimana seorang wanita merasa hamil
tetapi tidak ada bayi di dalam kandungannya. Wanita yang mengalaminya
juga merasakan gejala-gejala kehamilan seperti terlambat menstruasi, mual
dan muntah pada awal kehamilan (morning sickness), payudara mengeras,
serta terjadi pembesaran perut, bahkan saat dilakukan tes kehamilan baik test
pack maupun laboratorium hasilnya pun positif.

B.

Etiologi
Sekitar 60% blighted ovum disebabkan oleh kelainan kromosom
dalam proses pembuahan sel telur dan sperma. Infeksi TORCH, rubella, dan
streptokokus, diabetes mellitus yang tidak terkontrol, rendahnya kadar beta
HCG serta faktor imunologis juga dapat menyebabkan blighted ovum. Risiko
juga meningkat bila usia suami atau istri semakin tua karena kualitas sperma
atau ovum menjadi turun.
Salah satu penyebab dari blighted ovum adalah infeksi dari
Toxoplasma gondii, sebuah infeksi darah yang jarang namun serius. Biasanya
menyerang binatang menyusui, burung, dan manusia, Pola transmisinya
adalah transplasenta pada wanita hamil. Mempunyai masa inkubasi 10 23
hari bila penularannya terjadi melalui makanan (daging yang kurang matang),
dan 5 20 hari bila penularannya terjadi melalui kucing. Transmisi ke fetus
terjadi pada sebagian besar kasus pada wanita hamil yang mendapatkan
infeksi primer selama kehamilan.

C.

Patofisiologi
Pada saat konsepsi, sel telur (ovum) yang matang bertemu sperma.
Namun akibat berbagai faktor maka sel telur yang telah dibuahi sperma tidak
dapat berkembang sempurna, dan hanya terbentuk plasenta yang berisi cairan.
Meskipun demikian plasenta tersebut tetap tertanam di dalam rahim. Plasenta
kemudian menghasilkan hormon HCG (human chorionic gonadotropin)

dimana hormon ini akan memberikan sinyal pada indung telur (ovarium) dan
otak sebagai pemberitahuan bahwa sudah terdapat hasil konsepsi di dalam
rahim. Hal inilah yang menyebabkan munculnya gejala-gejala kehamilan
seperti mual, muntah, ngidam dan menyebabkan tes kehamilan menjadi
positif.
D.

Gejala dan Tanda


Blighted ovum biasanya memiliki gejala dan tanda layaknya
kehamilan biasa, seperti periode menstruasi yang terlambat, ataupun hasil
positif ketika dilakukan tes kehamilan. Selain itu, blighted ovum juga dapat
menyebabkan kram perut, serta mengeluarkan flek ataupun perdarahan dari
jalan lahir.

E.

Diagnosis
1.

Anamnesis (tanda-tanda kehamilan)

2.

Pemeriksaan fisik

3.

Pemeriksaan penunjang (USG) diagnosis pasti

Diagnosis blighted ovum dapat ditegakkan bila pada kantong gestasi tidak
dijumpai adanya janin.
F.

Pencegahan
Untuk mencegah terjadinya blighted ovum, maka dapat dilakukan
beberapa tindakan pencegahan seperti pemeriksaan TORCH, imunisasi
rubella pada wanita yang hendak hamil, melakukan pemeriksaan kromosom
terutama bila usia di atas 35 tahun, menghentikan kebiasaan merokok agar
kualitas sperma/ovum baik, memeriksakan kehamilan yang rutin dan
membiasakan pola hidup sehat.

G.

Penatalaksanaan
Jika telah didiagnosis blighted ovum, maka tindakan selanjutnya
adalah mengeluarkan hasil konsepsi dari rahim (kuretase). Hasil kuretase
akan dianalisa untuk memastikan apa penyebab blighted ovum lalu mengatasi
penyebabnya. Jika karena infeksi maka dapat diobati sehingga kejadian ini
tidak berulang. Jika penyebabnya antibodi maka dapat dilakukan program
imunoterapi sehingga kelak dapat hamil sungguhan.

BAB II
LAPORAN KASUS
A. Identitas
Nama
: Ny.T
Usia
: 45 tahun
Alamat
: Pangenjuru Tengah, Purworejo
Pekerjaan
: Ibu Rumah Tangga
Pendidikan
: SMA
Agama
: Islam
Tanggal masuk : 20 November 2013
Nomor RM : 255741
B. Anamnesis
Keluhan utama
: Perdarahan dari jalan lahir
Riwayat penyakit sekarang : Seorang pasien wanita berumur 45 tahun
G3P2A0, Hamil 9 minggu, datang ke Rumah
Sakit dengan keluhan keluar darah dari jalan
lahir sejak 6 hari yang lalu, secara terus
menerus dalam jumlah yang sedikit berupa
flek-flek, pada 1 HSMRS pasien merasakan
perdarahannya semakin banyak dan keluhan
tersebut disertai nyeri pada perut bagian
Riwayat penyakit dahulu

bawah.
: Pasien tidak pernah mengalami penyakit

serupa sebelumnya.
Riwayat penyakit keluarga : Riwayat Asma, Diabetes Melitus, Hipertensi,
Riwayat obstetri

dan Penyakit Jantung disangkal


: G3P2A0
Anak I : laki-laki, 23 tahun, 2000 gr,
spontan, dibantu dukun
Anak II : perempuan, 19 tahun, 2500 gr,

spontan, dibantu dukun dan bidan


Riwayat kontrol kehamilan : Pemeriksaan ANC 1 kali dibidan
Riwayat KB
: Menggunakan KB suntik setelah kalahiran
Riwayat perkawinan
C. Pemeriksaan Fisik
Kondisi Umum
Vital Sign

anak pertama.
: sudah menikah selama 24 tahun.
: Baik, Sadar, Tidak tampak anemis.
: TD : 110/80 mmHg RR : 20 x/menit
N : 80 x/menit
T : 36,5 C

Status Generalisata

: Kepala : mesocephal
Mata
: conjungtiva anemis (-/-), sclera
icteric (-/-)
Hidung : simetris, tidak ada deformitas,
sekret (-/-)
Mulut : bibir tidak tampak sianosis
Leher
: pembesaran limfonodi (-)
Thorax : simetris, ketinggalan gerak (-/-),
sonor (+/+) normal, vocal fremitus (+/+)
normal, vesikular (+/+) normal, COR S1-S2
regular
Abdomen : supel, peristaltik (+) normal, nyeri
tekan (-), timpani (+), tidak ada tanda
peradangan, tidak ada sikatrik
Extremitas : akral hangat, nadi cukup, edema
(-/-)
Kulit

Status Ginekologi

: turgor dan elastisitas kulit baik,

ujud kelainan kulit (-)


: Pemeriksaan Luar :
Inspeksi : sikatrik (-), tanda radang (-),
dinding perut datar, terdapat perdarahan
pervaginam
Palpasi : supel (+), nyeri tekan (-), TFU
belum dapat diukur
Pemeriksaan Dalam :
Vulva, uretra tenang, dinding vagina licin,
portio tebal lunak, tidak ada pembukaan,

sarung tangan lendir darah (+)


D. Pemeriksaan Penunjang
Laboratorium : (Darah Lengkap)
Hb
: 11,5
AL
: 9500
AT
: 206
HMT
: 38,8
Golongan Darah
: AB
PPT
: 12,9
APTT
: 36,6
Kontrol PPT
: 13,0
Kontrol APPT
: 34,0

HbsAg
: Negatip
USG : VU terisi, Gestasional sac (+) umur kehamilan 9 minggu, fetal pole
(-) tidak tampak massa intrauterine, kesan : Blighted Ovum
E. Diagnosis Kerja
Blighted Ovum
F. Terapi
Dilatasi dengan misoprostol 100 g peroral pada pukul 22.00 dan 05.00
Kuretase
20 November 2013
22.00 Dilatasi dengan misoprostol 100 g peroral.
21 November 2013
05.00 Dilatasi dengan misoprostol 100 g peroral.
15.00 Telah dilakukan kuretase a/i Blighted Ovum
Dx : Post Kuretase a/i Blighted Ovum
Tx : Amoxicilin 3 x 500 mg
Paracetamol 3 x 500 mg
SF
2x1

BAB III
PEMBAHASAN
Pasien G3P2A0, merasa hamil 9 minggu datang ke ke Rumah Sakit dengan
keluhan keluar darah (flek) dari jalan lahir. Kemungkinan penyebab dari
perdarahan pada kehamilan trimester pertama adalah abortus dan kehamilan
ektopik terganggu (KET) sehingga perlu dipastikan melalui pemeriksaan
penunjang USG mengenai kondisi dalam rahim sehingga dapat disimpulkan
diagnosis pastinya.
Pada pemeriksaan USG terlihat kantung kehamilan tanpa adanya janin
(embrio) di dalamnya. Disimpulkan bahwa diagnosis dari kasus ini adalah
blighted ovum dimana kantung kehamilan dan plasenta terbentuk tetapi tidak ada
embrio di dalamnya. Blighted ovum pada awalnya tidak dapat dibedakan dengan
kehamilan biasa sampai kemudian terjadi abortus spontan dan dilakukan
pemeriksaan USG.
Setelah dicapai diagnosis pasti blighted ovum, tindakan selanjutnya adalah
dilatasi dan kuretase jaringan untuk menghentikan perdarahan, membersihkan
sisa-sisa jaringan, serta mencegah infeksi. Sisa jaringan yang diambil dapat juga
digunakan sebagai sampel laboratorium untuk mengetahui penyebab terjadinya
blighted ovum.

BAB IV
KESIMPULAN
Blighted ovum adalah keadaan dimana seorang wanita merasa hamil tetapi
tidak ada bayi di dalam kandungannya. Sekitar 60% blighted ovum disebabkan
kelainan kromosom dalam proses pembuahan sel telur dan sperma. Infeksi
TORCH, rubella dan streptokokus, penyakit kencing manis (diabetes mellitus)
yang tidak terkontrol, rendahnya kadar beta HCG serta faktor imunologis seperti
adanya antibodi terhadap janin juga dapat menyebabkan blighted ovum. Risiko
juga meningkat bila usia suami atau istri semakin tua karena kualitas sperma atau
ovum menjadi turun. Jika telah didiagnosis blighted ovum, maka tindakan
selanjutnya adalah mengeluarkan hasil konsepsi dari rahim (kuretase). Hasil
kuretase akan dianalisa untuk memastikan apa penyebab blighted ovum lalu
mengatasi penyebabnya.
.

Daftar Pustaka
Blighted Ovum. 2006. Diakses pada tanggal 20 Oktober 2011, dari
http://www.americanpregnancy.org/pregnancycomplications/blightedovum.ht
ml
Blighted Ovum. 2003. Diakses pada tanggal 20 Oktober 2011, dari
http://www.medicineonline.com/topics/b/2/Blighted-Ovum/info/Prevention&-Expectations.html
Blighted Ovum (Kehamilan kosong). 2008. Diakses pada tanggal 20 Oktober
2011, dari http://doktersehat.com/84/
Kehamilan Kosong (Blighted Ovum). 2011. Diakses pada tanggal 20 Oktober
2011, dari
http://www.conectique.com/tips_solution/pregnancy/during_pregnancy/article
.php?article_id=5733
Prawirohardjo, Sarwono. 2010. Ilmu kebidanan. Edisi keempat. Cetakan kedua.
PT Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo. Jakarta

Anda mungkin juga menyukai