Anda di halaman 1dari 16

ASUHAN KEPERAWATAN PADA AGREGAT REMAJA

Asuhan keperawatan agregat remaja yang dilakukan di Kelurahan Kemiri Muka menggunakan pendekatan
proses keperawatan yang meliputi pengkajian status kesehatan remaja, perumusan diagnosa keperawatan,
perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi. Pemberian asuhan keperawatan melibatkan kader kesehatan, karang
taruna, tokoh masyarakat, tokoh agama, guru pada institusi pendidikan, remaja dan orang tua, kelompok
pengajian, pimpinan wilayah setempat.
I. Pengkajian
Pengkajian pada agregat remaja menggunakan pendekatan Community as partner meliputi : data inti
komunitas dan subsystem.
A. Data inti komunitas, terdiri dari:
1.

Demografi : Jumlah remaja keseluruhan menurut data Monografi kelurahan untuk usia
10-19 tahun + 3324 orang, jumlah remaja menurut jenis kelamin dan golongan umur tergambar
pada grafik di bawah ini.

Diagram 1 : Karakteristik Remaja Berdasarkan Umur dan Jenis Kelamin di Kelurahan Kemiri Muka
bulan Nopember tahun 2005
50
45
40

44
38

35
30

20

22

Percent

17

Jenis kelamin

10

Perempuan
0

Laki-laki
11-13 tahun

14-16

17-19

Umur responden

Dari 97 responden remaja antara laki-laki yang berumur 14-16 tahun dan perempuan berumur 17-19
tahun mempunyai prosentase yang hampir sama yaitu 45 % dan 44 %.
2.

Status perkawinan
100% dari responden belum kawin.

3.

Nilai, kepercayaan dan agama :


Agama yang dianut oleh remaja tergambar pada diagram di bawah ini :
Diagram 2 : Karakteristik Responden Berdasarkan Agama di Kelurahan Kemiri Muka bulan Nopember
tahun 2005

Kristen
3.1%

Islam
96.9%

Dari diagram di atas mayoritas responden beragama Islam yaitu 96,9 %.


Berdasarkan winshield survey dan data dari monografi didapatkan fasilitas ibadah yang tersedia di wilayah
Kemiri Muka adalah 14 masjid yang tersebar di 20 RW, terdapat majelis talim yang digunakan remaja untuk
kegiatan keagamaan dalam wadah organisasi Remas (Remaja Masjid).
Sedangkan dari hasil wawancara dengan tokoh masyarakat dan aparat pemerintah, menyatakan bahwa
nilai/norma/budaya tentang pergaulan remaja sangat menghargai adanya aturan pembatasan pergaulan antara
laki-laki dan perempuan, misalnya adanya rumah kost yang terpisah antara laki-laki dan perempuan, jarang
ada remaja yang nongkrong di jalan kecuali malam minggu dan hari libur sekolah. Dari hasil winshield
survey, tidak didapatkan remaja yang nongkrong atau berlalu lalang dijalan mulai pagi sampai siang hari.
B. Data subsystem
Delapan subsitem yang dikaji sebagai berikut :
1. Lingkungan Fisik
Inspeksi

: Tipe perumahan mayoritas permanen, jarak antara satu rumah yang satu dengan lainnya
sangat berdekatan. Kebersihan lingkungan terjaga dengan baik, status kepemilikan
sebagian besar rumah sendiri dan sebagaian rumah kontrakan. Tidak ditemukan
aktifitas remaja pada pagi sampai siang hari di lingkungan rumah. Tampak aktifitas
remaja di beberapa sekolah baik ditingkat pertama maupun menengah, misalnya di
komplek sekolah Putra Bangsa dan PGRI.

Auskultasi : Hasil wawancara dengan kepala desa, ketua RW, ketua karang taruna, guru, remaja dan
orang tua remaja didapatkan bahwa di RW 18 kegiatan remaja yang sudah berjalan
seperti olahraga, kesenian, pengajian rutin remaja sekali seminggu di majelis talim
dan qosidahan.
Angket

: Adanya kebiasaan pada lingkungan remaja yang kurang baik bagi perkembangan remaja
yaitu orang tua dan lingkungan remaja yang merokok sehingga kebiasaan ini diikuti
oleh remaja. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel berikut :

Tabel 3 : Tabulasi silang antara adanya lingkungan yang merokok dan siapa yang merokok menurut remaja di
di Kelurahan Kemiri Muka bulan Nopember
tahun 2005
Lingkungan
Merokok
Tidak ada
Ada
Total

Siapa saja yang merokok di lingkungan remaja


Tidak
Ortu
Saudara
Tetangga
Ortu &
ada
& teman
saudara
12 (75%) 2
2

Ortu &
teman

semua

Total
16

(12,5%)

(12,5%)

(16,5%)

(6,2%)

33

14

19

81

17

(40,7%)

(17,3%)

(6,2%)

(23,4%)

(4,9%)

(1,2%)

(83,5%)

(17,5%)

35

14

21

97

(36,1%)

(14,4%)

(5,1%)

(21,6%)

(4,1%)

(1%)

(100%)

Pada tabel di atas disebutkan oleh remaja bahwa lingkungan sekitar yang merokok sebagian besar adalah
orang tua sebesar 33 responden, kemudian oleh orang tua dan saudara sebesar 19 orang dan saudara sebesar
14 orang. Data ini mencerminkan bahwa perilaku dari lingkungan tempat tinggal remaja dapat menjadi contoh
nyata dan panutan bagi remaja terutama untuk kebiasaan merokok
2. Pelayanan kesehatan dan pelayanan sosial
Pelayanan kesehatan khusus remaja dan konseling untuk remaja belum ada di wilayah kelurahan Kemiri
Muka.
3.

Ekonomi

Berdasarkan hasil wawancara terdapat remaja yang telah selesai sekolah dan bekerja sebagai satpam,
tukang parkir dan sebagainya sehingga remaja telah memiliki penghasilan sendiri, jumlah remaja masih
yang menganggur laki-laki 17 orang dan perempuan 16 ( data dari Kelurahan ).
4. Keamanan dan transportasi.
a. Keamanan :
1) Kebiasaan merokok
Dari 97 angket yang terkumpul, didapatkan data tentang kebiasaan merokok pada

remaja adalah

sebagai berikut :
Diagram 4 : Kebiasaan merokok yang dilakukan oleh remaja di
Nopember tahun 2005

Kelurahan Kemiri Muka bulan

80
76

60

40

Percent

20

24

0
Ya

Tidak

Kebiasaan merokok

Pada diagram diketahui mayoritas remaja tidak merokok sebesar 74 orang (76 %). Ini merupakan hal yang
positif bagi perilaku remaja dan dapat diberikan penguatan untuk tetap berperilaku tidak merokok.
Diharapkan perilaku tersebut akan lebih meningkat apabila sudah terbentuk kelompok remaja peduli
kesehatan di wilayah ini.
Berdasarkan wawancara dari kader kesehatan menyatakan bahwa sebagian remaja di wilayah Kemiri Muka
mempunyai kebiasaan merokok mulai dari SMP. Dari hasil inspeksi, mayoritas toko/warung yang ada di
wilayah ini menjual rokok.
Alasan kebiasaan merokok pada remaja dapat dilihat pada tabel di bawah ini.
Tabel 5: Frekuensi alasan merokok remaja yang merokok di Kelurahan Kemiri Muka bulan Nopember tahun
2005
Alasan merokok
Terlihat gagah dan dewasa
Ingin coba-coba
Untuk mengatasi stress
Diajak teman
Total

Jumlah
2
11
9
1
23

Persentase
8,7
47,8
39,2
4,3
100

Dari tabel di atas terlihat bahwa alasan merokok bagi remaja yang merokok mayoritas adalah ingin coba-coba
yaitu 47,8% (11 orang). Hal ini sesuai dengan perkembangan psikologis remaja bahwa pada usia ini remaja
cenderung ingin coba coba melakukan sesuatu hal belum pernah dilakukan, sehingga perlu pengarahan yang
intensif dari orang tua.

Dari responden yang merokok diketahui lama merokok adalah sebagai berikut :
Tabel 6 : Frekuensi lama merokok oleh remaja di Kelurahan Kemiri Muka bulan Nopember tahun 2005

Lama merokok

Jumlah

Persentase

Kurang 1 tahun
Lebih 1 tahun
Total

12
11
23

52,2
47,8
100

Dari 23 responden, dapat diketahui lama merokok yang dilakukan oleh remaja sebesar 52,2% kurang dari 1
tahun, sehingga mempunyai potensi untuk diubah perilaku kebiasaan merokoknya.
Sedangkan sikap orang tua terhadap kebiasaan merokok pada remaja terlihat pada diagram di bawah ini.
Diagram 7: Pendapat orang tua mengenai kebiasaan merokok pada remaja di Kelurahan Kemiri Muka bulan
Nopember tahun 2005
Membiarkan
9.3%

Melarang
90.7%

Pada diagram di atas terlihat bahwa mayoritas orang tua melarang anaknya untuk merokok sebesar 90,1 %.
Keadaan ini sudah positif, namun orang tua juga perlu mengubah kebiasaan merokoknya sehingga remaja
mempunyai role model ( contoh ) yang baik.
Dari keseluruhan responden, pengetahuan tentang bahaya merokok bagi tubuh dan apa saja bahaya dari
merokok dapat diketahui dari tabulasi silang dibawah ini
Tabel 8 :

Tabulasi silang antara pengetahuan merokok berbahaya bagi tubuh dan apa saja bahaya merokok
pada remaja di Kelurahan Kemiri Muka bulan Nopember tahun 2005

Tahu bahaya merokok


bagi tubuh
Ya
Tidak
Total

Betul

Apa saja bahaya merokok


Salah

86 (92,5%)
86 (88,7%)

7 (7,5%)
4 (100%)
11(11,3%)

Total
93 ( 95,9%)
4 (4,1%)
97 (100%)

Didapatkan gambaran bahwa mayoritas remaja menyatakan bahwa merokok berbahaya bagi tubuh 95,9%
dengan jawaban yang benar sebanyak 86 responden (92,5%). Ini merupakan kondisi yang baik karena remaja
telah mengetahui bahwa merokok mempunyai dampak buruk bagi kesehatan dan merupakan modal untuk
mengubah perilaku kebiasaan merokok pada remaja.

2) Mencoba narkoba
Diagram 9 : Remaja pernah mencoba menggunakan narkoba di Kelurahan Kemiri Muka bulan Nopember
tahun 2005

120

100
97
80

60

40

Percent

20

0
Tidak Pernah

Pernah

Pernah mencoba narkoba

Dari diagram dapat diketahui bahwa sebanyak 3,1% atau 3 responden pernah mencoba narkoba, sedangkan
97% tidak pernah mencoba narkoba. Data ini perlu diwaspadai karena berdasarkan kompas tanggal, 20
N0pember 2005 diketahui bahwa angka pengguna narkoba nasional 2 % dari seluruh populasi penduduk
Indonesia.
Pengetahuan remaja mengenai tanda-tanda pengguna narkoba dan kemampuan menguraikan tanda-tanda
tersebut terlihat pada tabulasi silang di bawah ini.
Tabel 10:

Tabulasi silang antara remaja yang tahu tanda pengguna narkoba dan apa saja tanda narkoba yang
diketahui oleh remaja di Kelurahan Kemiri Muka bulan Nopember tahun 2005

Tahu tanda-tanda
pengguna narkoba

Tidak tahu

Tahu
Tidak tahu
Total

1(1,7%)
37(94,9%)
38(39,2%)

Apa saja tanda-tanda narkoba


Benar
55(94,8%)
56(56,7%)

Salah
2(3,5%)
2(5,1%)
3(3,1%)

Total
58(59,8%)
39(40,2%)
97(100%)

Berdasarkan tabulasi silang di atas diketahui bahwa sebagian besar remaja mengetahui tanda-tanda pengguna
narkoba dengan benar sebanyak 55 responden (94,8%). Data ini menunjukkan bahwa remaja memiliki
pengetahuan yang cukup tentang tanda-tanda pengguna narkoba, sehingga remaja dapat diberdayakan untuk
ikut mewaspadai terhadap remaja yang berisiko menggunakan narkoba.
Keinginan remaja untuk mencegah penggunaan narkoba dari peran orang tua dapat diketahui dengan diagram
berikut :

Diagram 11 : Peran orang tua yang diinginkan remaja untuk mencegah penggunaan narkoba di Kelurahan
Kemiri Muka bulan Nopember tahun 2005

50
45
40
39

30

20
15

Percent

10

0
Menasehati

Perhatian

Memberi kasih sayang

Peran orang tua yang diinginkan remaja

Empat puluh empat remaja (45,4%)menginginkan orang tua berperan dalam mencegah penggunaan
narkoba dengan cara menasehati sedangkan remaja yang menginginkan perhatian sebanyak 38 orang
(39,2%). Dengan data ini dapat diketahui bahwa remaja perlu dukungan dari orang tua agar remaja
terhindar dari penggunaan narkoba.
Berikutnya adalah subsystem dari data keamanan pada remaja adalah mengenai seringnya remaja minumminuman keras, data yang diperoleh sebagai berikut :
3) Kebiasaan minum-minuman keras
Diagram 12 : Kebiasaan minum-minuman keras pada remaja di Kelurahan Kemiri Muka bulan Nopember
tahun 2005

Ya
2.1%

Tidak
97.9%

Dari diagram diatas didapatkan bahwa mayoritas remaja tidak pernah minum-minuman keras yaitu 98%, hal
ini merupakan situasi yang sangat baik sehingga remaja yang pernah melakukan minum-minuman keras dapat
terpengaruh untuk lebih baik.

4) Keterlibatan tawuran

Diagram 13 : Keterlibatan tawuran pada remaja di Kelurahan Kemiri Muka bulan Nopember tahun 2005
Pernah
5.2%

Tidak pernah
94.8%

Pada tabel di atas terlihat bahwa remaja yang pernah melakukan kekerasan termasuk tawuran adalah 9 orang
(9,3%) dengan alasan emosi 6 orang (66,7%), ikut teman 2 orang (22,2%) dan 1 orang (11,1%) adalah karena
gengsi . Diketahui perkembangan emosi pada usia remaja masih labil sehingga mudah terpengaruh dan
tersinggung yang dapat meningkatkan amarahnya.
5) Perilaku kekerasan
Tabel 14 : Tabulasi silang antara remaja yang pernah melakukan kekerasan dan penyebab melakukan
kekerasan remaja di Kelurahan Kemiri Muka
bulan Nopember tahun 2005
Melakukan
Emosi

kekerasan
Ya
Tidak

Penyebab melakukan kekerasan


Gengsi
Ikut teman

6 (66,7%)

1(11,1%)

2 (22,2%)

Total
9 (9,3%)
88 (90,7%)

Pada tabel di atas terlihat bahwa remaja yang pernah melakukan kekerasan adalah 9 orang (9,3%) dengan
alasan emosi 6 orang (66,7%), ikut teman 2 orang (22,2%) dan 1 orang (11,1%) adalah karena gengsi .
Sedangkan mayoritas remaja (90,7%) tidak pernah melakukan perilaku kekerasan
6) Seksualitas
Diagram 15 : Pengetahuan tentang seksualitas pada remaja di Kelurahan Kemiri Muka bulan Nopember
tahun 2005
80
74

60

40

26

Percent

20

0
Tahu

Tidak tahu

Tahu tentang seksualitas

Pada gambar tersebut dapat diketahui bahwa remaja yang mengetahui tentang seksualitas sebanyak 74 %.
Keadaan ini merupakan hal yang positif karena sesuai dengan data yang diperoleh tidak ada anak usia remaja
yang melakukan pernikahan dini.
Diagram 16 : Remaja yang mengetahui akibat seks bebas di Kelurahan Kemiri Muka bulan Nopember tahun
2005

Tidak tahu
17.5%

Tahu
82.5%

Berdasarkan diagram di atas dapat diketahui gambaran remaja yang mengetahui akibat seks bebas yaitu
sebesar 82,5 %. Hal ini sesuai dengan hasil wawancara dan observasi bahwa di lingkungan ini norma
pergaulan remaja antara laki-laki dan wanita sudah baik dan tidak diketahui ada pergaulan bebas antar remaja.
Data dari hasil wawancara dengan Babinkamtibmas lingkungan Kelurahan Kemiri Muka
diketahui bahwa tawuran pada remaja, akhir-akhir ini tidak pernah terjadi, tawuran terakhir terjadi kurang
lebih satu tahun yang lalu pada murid sekolah di SMU Putra Bangsa. Keterangan ini juga diperoleh dari ketua
Karang Taruna RW 9. Untuk minum-minuman keras pada remaja juga sudah tidak pernah terjadi lagi,
meskipun mereka berkumpul bersama, dahulu setiap malam Minggu dan malam libur sekolah para remaja
berkumpul kemudian ada yang membawa minuman keras. Kebiasaan merokok memang banyak terjadi pada
remaja di lingkungan Kelurahan Kemiri Muka. Perilaku seks bebas pada remaja di wilayah ini tidak pernah
terjadi karena norma masyarakat masih kuat untuk mengatur pergaulan remaja. Pada setiap malam Minggu
terdapat kegiatan trek-trekan yang dikoordinir oleh Polsek Beji.
b. Transportasi
Jenis transportasi yang dapat digunakan remaja berdasarkan inspeksi dan wawancara adalah sepeda
motor, ojeg dan angkutan umum.
5. Politik dan pemerintahan
Pada subsystem politik dan pemerintahan bagi remaja adalah keikutsertaan remaja dalam organisasi
sosial di masyarakat serta kebijakan pemerintah terhadap masalah yang terkait dengan remaja.
Berdasarkan hasil angket, diketahui bahwa remaja yang mengikuti atau tidak mengikuti organisasi sosial
dan pendapatnya tentang organisasi sosial tersebut dapat membantu menghindari bahaya terhadap
masalah remaja yang terjadi dapat dilihat pada uraian dibawah ini.
Diagram 17 : Kegiatan Organisasi Sosial yang Diikuti Responden di Kelurahan Kemiri
Nopember tahun 2005

Muka bulan

50
46
40

30

31

20

Percent

15
10
7
0
Tidak ikut

Remas
Karang taruna

Organisasi sekolah

Ikut Organisasi

Dari diagram diatas, tampak bahwa mayoritas remaja (69%) mengikuti kegiatan sosial dan keagamaan.
Keadaan ini merupakan faktor pendukung terbentuknya kelompok remaja peduli

kesehatan di wilayah

Kelurahan Kemiri Muka.

Data dari hasil wawancara dengan ketua karang taruna RW 18 dan ketua remaja masjid

RW 9 menyatakan

bahwa sebagian besar remaja aktif dalam organisasi remas yang mempunyai kegiatan rutin setiap seminggu
sekali.
Tabel 18 :

Frekuensi pendapat remaja tentang keikutsertaan organisasi dapat menghindari penggunaan


narkoba pada remaja di Kelurahan Kemiri Muka bulan Nopember tahun 2005
Pendapat remaja
Ya
Tidak
Jumlah

Jumlah
62
5
67

Persentase
92,5
7,5
100

Sebagian besar (92,5%) mempunyai pandangan yang positif terhadap keikutsertaan dalam organisasi. Hal ini
merupakan data yang mendukung terhadap pembentukan kader kesehatan remaja yang belum terbentuk di
wilayah ini.
Data hasil wawancara dengan kader kesehatan beberapa RW didapatkan data bahwa remaja perlu mempunyai
organisasi yang kegiatannya mendiskusikan tentang masalah-masalah remaja terutama untuk kesehatannya.
Para kader tersebut juga mendukung bila terbentuk suatu wadah untuk remaja yang terkait dengan masalah
kesehatan di wilayahnya. Pernyataan kader kesehatan tersebut didukung juga oleh ketua karang taruna RW 16
dan 18, ketua remaja masjid RW 9, Babinkamtibmas dan Kasie Kesejahteraan Sosial kelurahan Kemiri Muka.
Dari hasil pengkajian di institusi sekolah di wilayah Kemiri Muka yaitu di SMU Putra Bangsa, sekolah
tersebut belum mempunyai kader kesehatan meskipun sudah memiliki klinik kesehatan sekolah. Menurut
wakasek bag kurikulum, remaja memang perlu mempunyai suatu organisasi tersendiri dimana mereka bisa
saling bertukar informasi seputar masalah remaja dan kesehatannya, agar pergaulan diantara mereka
berdampak positif. Wakasek tersebut sangat mendukung bila difasilitasi untuk membentuk organisasi bagi
remaja yang khusus membahas masalah kesehatan remaja di sekolahnya.
Kebijakan pemerintah tentang remaja saat ini tidak ada, hal tersebut berdasarkan hasil wawancara dengan
Kasie Kesejahteraan Sosial kelurahan Kemiri Muka.
6. Komunikasi
a. Komunikasi formal
Media komunikasi yang digunakan oleh remaja untuk memperoleh informasi pengetahuan tentang
seksualitas, narkoba, perubahan-perubahan yang terjadi pada remaja baik secara fisik dan psikologis
dan masalah-masalah lain yang lazim terjadi pada remaja. Keikutsertaan remaja pada pertemuan
resmi/seminar yang membahas masalah remaja dan keinginan lagi untuk mengikuti kegiatan serupa.
Hasil pengkajian yang telah diperoleh adalah sebagai berikut:
Diagram 19 : Sumber informasi yang digunakan remaja untuk memperoleh pengetahuan tentang seksualitas di
Kelurahan Kemiri Muka bulan Nopember tahun 2005
70

60

64

50

40

30
29

P e rce n t

20

10
7
0
media

orang tua,teman,guru

keduanya

Darimana tahu info tentang seks

Berdasarkan data di atas mayoritas remaja mengetahui mengenai informasi tentang seksualitas bersumber dari
media sebesar 62 responden (64%). Media informasi yang digunakan remaja ini mempunyai dampak positif
dan negatif. Kemungkinan dampak negative dari media ini, apabila remaja menggunakan media yang salah
seperti VCD porno, situs porno dan majalah porno untuk memperoleh informasi tentang seksualitas.

Diagram 20 : Remaja mengenal permasalahannya di Kelurahan Kemiri Muka bulan Nopember tahun 2005

Mengenal masalah remaja


Tidak
10.3%

Ya
89.7%

Diagram di atas menunjukkan bahwa mayoritas remaja di Kelurahan Kemiri Muka mengenal permasalahan
remaja sebanyak 89,7 %. Data ini dapat digunakan sebagai upaya preventif bagi remaja terhadap masalah
remaja yang muncul.
Tabel 21 : Tabulasi silang antara pengetahuan remaja tentang perubahan tubuh dan jawaban yang diberikan di
Kelurahan Kemiri Muka bulan Nopember tahun 2005
Mengetahui
tanda perubahan tubuh
Ya
Tidak
Total

Apa saja perubahan tubuh


Betul
Salah
69 (82,1%)
15 (17,9%)
13 (100%)
69 (71,1%)
28 (28,9%)

Total
84(86,6%)
13(13,4%)
97(100%)

Dari tabel silang di atas dapat dilihat bahwa mayoritas remaja mengetahui tanda perubahan tubuh dengan
benar sebanyak 69 responden (82 %). Hal ini dapat dimanfaatkan sebagai pengetahuan dasar apabila
dilakukan pendidikan kesehatan pada remaja dan untuk mempersiapkan perkembangan fisik dan mental
remaja bersangkutan..
Diagram 22 : Pengetahuan bahaya PMS (Penyakit Menular Seksual) pada remaja di Kelurahan Kemiri Muka
bulan Nopember tahun 2005
70
65

60

Berdasarkan
diagram

50

dapat

40

di atas
diketahui

mayoritas remaja
35

30

mengetahui
bahaya dari PMS

20

Percent

yaitu sebesar 65 %
10

(63

responden )

sedangkan

0
Tahu

Tidak tahu

Tahu bahaya PMS

yang

tidak mengetahui
bahaya dari PMS

sebanyak 35 % ( 34 responden ).
Tabel 23 : Tabulasi silang antara pengetahuan bahaya PMS dan mengapa bahaya PMS terjadi pada remaja di
Kelurahan Kemiri Muka bulan Nopember tahun 2005
Tahu bahaya PMS

Mengapa terjadi pada remaja

10

Tidak tahu
3 (4,8%)
29(85,3%)
32(33%)

Tahu
Tidak tahu
Total

Betul
53 (84,1%)

Salah
7(11,1%)
5(14,7)
12(12,4%)

53(54,6%)

Total
63(64,9%)
34(35%)
97(100%)

Dari tabel diatas dapat digambarkan remaja yang tahu bahaya PMS dan menjawab dengan betul adalah 53
responden (84,1%). Hal ini mendukung perilaku yang positif pada remaja untuk tidak melakukan seks bebas
yang berakibat PMS.
Tabel 24 : Tabulasi silang antara remaja yang mengikuti seminar masalah remaja dan ketertarikan remaja
untuk mengikuti pertemuan lagi di Kelurahan Kemiri Muka bulan Nopember tahun 2005
Mengikuti seminar
tentang masalah remaja
Pernah
Tidak pernah
Total
Tabulasi

silang

diatas

dapat

Tertarik untuk ikut pertemuan serupa


Ya
Tidak
49 (96,1%)
2(3,9%)
36(78,3%)
10(21,7%)

51(52,6%)
46(47,4%)

85(87,6%)

97(100%)

memberi

Total

12(12,4%)

gambaran

bahwa

mayoritas

remaja

pernah

mengikuti

seminar/pertemuan tentang masalah remaja misalnya masalah narkoba dari kepolisian atau narasumber yang
kompeten. Remaja yang mempunyai keinginan untuk mengikuti pertemuan kembali yaitu sebanyak 49
responden (96,1%). Ini merupakan kondisi yang positif bagi remaja untuk peningkatan pengetahuan tentang
masalah remaja.
b. Komunikasi informal
Komunikasi informal yang dilakukan remaja di wilayah Kelurahan Kemiri Muka meliputi data tentang
diskusi yang dilakukan remaja dengan orang tua, peran orang tua dalam menyelesaikan dan mencegah
masalah remaja, keterlibatan orang tua dan lingkungan dalam menyelesaikan remaja. Agar lebih jelasnya
dapat dilihat pada uraian dibawah ini :
Diagram 25 : Frekuensi diskusi yang dilakukan antara remaja dengan orang tua di
bulan Nopember tahun 2005

Kelurahan Kemiri Muka

70

60

62

50

40

30
27

Percent

20

10

11

0
Sering

Jarang

Tidak pernah

Sering kom/diskusi masalah dg ortu

Berdasarkan diagram di atas, maka mayoritas remaja menjawab jarang mengadakan diskusi dengan orang tua
dalam mengatasi masalah remaja yaitu sebesar 60 responden (62%). Keadaan ini sangat berisiko terhadap
terjadinya perilaku remaja untuk mencari informasi melalui orang lain atau media yang belum tentu
kebenarannya. Sehingga diharapkan orang tua berperan sebagai pendengar aktif dan pemberi solusi bagi
permasalahan yang dihadapi oleh remajanya.

11

Diagram 26 : Perlunya orang tua membantu mengatasi masalah remaja di Kelurahan


Nopember tahun 2005

Kemiri Muka bulan

Tidak perlu
1.0%

Perlu
99.0%

Pada gambar di atas dapat dilihat bahwa hampir 100 % responden menyatakan perlu mendapatkan bantuan
orang tua untuk mengatasi masalah yang terjadi pada para remaja.
Tabel 27 :

Frekuensi siapa yang dilibatkan oleh remaja untuk membantu menyelesaikan masalah di
Kelurahan Kemiri Muka bulan Nopember tahun 2005

Siapa yang dilibatkan remaja untuk membantu


menyelesaikan masalah
Orang tua
Saudara
Teman
Tetangga
Orang tua dan teman
Saudara dan teman
Jumlah

Jumlah

Persentase

36
5
36
1
18
1
97

37,1
5,2
37,1
1
18,6
1
100

Dapat diketahui bahwa remaja lebih banyak memilih menyelesaikan masalahnya dengan orang tua saja atau
teman saja mempunyai prosentase yang sama yaitu masing-masing

37,1 % (36 responden), sedang yang

memilih menyelesaikan masalah dengan orang tua dan teman sebanyak 18,6 %.
7. Pendidikan
Diagram 28 : Karakteristik Responden Berdasarkan Pendidikan di Kelurahan Kemiri Muka bulan
Nopember tahun 2005
70

60

60

50

40

30
27

Pe rce n t

20

10
9
0
SD

SMP

SMA

Mahasisw a

Sarjana

Pendidikan

Pendidikan responden terbanyak adalah SMA

sebanyak 58 responden (60%), 26 orang (27%)

berpendidikan SMP, 9 responden (9%) mahasiswa dan sisanya adalah putus sekolah dan sarjana.
Berdasarkan winshield survey diwilayah kelurahan Kemiri Muka terdapat beberapa SMP dan SMU/SMK
yaitu komplek Putra Bangsa di RW 16 dan PGRI di RW 7 serta sebuah sekolah tinggi di wilayah RW
17.
8. Rekreasi

12

Tempat rekreasi yang sering dimanfaatkan warga biasanya ke mall yang letaknya cukup dekat dengan
pemukiman. Untuk pengembangan bakat remaja dibidang olah raga dan seni diwilayah kelurahan Kemiri
Muka terdapat lapangan basket, lapangan volly, lapangan bulutangkis, lapangan tenis meja, lapangan
golf, sanggar senam/fitness, dan rumah bilyard. Sebagian remaja putri diwilayah RW 18 mempunyai
kegiatan qosidahan yang berpusat di masjid At-Taqwa. Data ini berasal dari hasil wawancara dan data
monografi kelurahan Kemiri Muka.
E. Analisis Data
NO

PENGELOMPOKAN DATA

KEMUNGKINAN
PENYEBAB

MASALAH

Diagnosa Keperawatan komunitas yang muncul adalah


1.

Risiko peningkatan angka merokok pada remaja di wilayah Kelurahan Kemiri Muka b/d kurangnya
lingkungan keluarga sebagai role model pada remaja ditandai dengan remaja merokok 23 responden
(24%), lingkungan remaja yang merokok adalah 83,5% dan terbanyak adalah orang tua 36%,
namun sikap orang tua 90,7% melarang remaja merokok, hasil wawancara dengan kader kesehatan,
banyak remaja mulai merokok sejak SMP. Menurut Babinkamtibmas dan ketua karang taruna
memang banyak remaja di wilayah Kelurahan Kemiri Muka yang mempunyai kebiasaan merokok.
Hasil inspeksi didapatkan mayoritas toko/warung yang ada menjual rokok. Alasan merokok bagi
remaja adalah coba-coba (47,8%), mengatasi stress (39,2%).

III. Perencanaan
a.

Prioritas masalah
Langkah awal dalam melakukan perencanaan adalah memprioritaskan diagnosa keperawatan dengan
menggunakan ranking dari semua diagnosa yang telah ditemukan. Tujuan dari prioritas masalah
adalah untuk mengetahui diagnosa keperawatan komunitas yang mana yang akan diselesaikan
terlebih dahulu dengan masyarakat.

Prioritas untuk diagnosa komunitas pada agregrat remaja di wilayah Kelurahan


Kemiri Muka adalah sebagai berikut :
Diagnosa keperawatan pada
agregrate remaja

Risiko
peningkatan
angka
merokok pada remaja
Risiko peningkatan penggunaan
narkoba pada remaja
Potensial peningkatan dukungan
komunitas terhadap pembentukan
kader kesehatan remaja
Risiko penyalahgunaan media
cetak dan elektronik pada remaja
Ketidakefektifan
komunikasi
remaja dengan orang tua

Pentingnya
penyelesaian
masalah
1 : rendah
2 : sedang
3 : tinggi
2

Perubahan
positif
untuk
penyelesaian di
komunitas
0 : tidak ada
1 : rendah
2 : sedang
3 : tinggi
1

Penyelesaian
untuk
Peningkatan
kualitas hidup
0 : tidak ada
1 : rendah
2 : sedang
3 : tinggi
3

Total score

Kesimpulan : masalah komunitas yang menjadi prioritas adalah potensial peningkatan dukungan komunitas
terhadap pembentukan kelompok remaja peduli kesehatan dan yang akan dilakukan implementasi karena
dengan terbentuknya kader kesehatan remaja, maka remaja di

wilayah Kelurahan Kemiri Muka akan

mempunyai wadah atau organisasi sebagai tempat berbagi informasi tentang masalah yang sering dialami oleh
remaja terutama masalah kesehatan dan alternativ penyelesaiannya secara positif. Tujuan terbentuknya

13

kelompok remaja peduli kesehatan tersebut untuk memelihara serta meningkatkan status kesehatan remaja di
wilayah Kelurahan Kemiri Muka.

14

b. Rencana Intervensi
Diagnosa
keperawatan
1.
Potensial
peningkata
n dukungan
komunitas
terhadap
pembentuk
an
kader
kesehatan
remaja

Tujuan
1. Jangka
panjang :
Terbentuknya
kelompok
remaja peduli
kesehatan di
wilayah
Kelurahan
Kemiri Muka
dalam waktu 2
minggu
2. Jangka
pendek :
a. Remaja
menyetujui
untuk
kelompok
remaja peduli
kesehatan
dengan
mengisi
informed
consent
dengan
sepengetahua
n orang tua
b. Remaja
mendapatkan
pembekalan
materi dasar
sebagai syarat
untuk menjadi
kelompok
remaja peduli
kesehatan
c. Remaja
dilantik
sebagai
kelompok
remaja peduli
kesehatan di
wilayah
kelurahan
Kemiri Muka
oleh Bapak
Lurah

Rencana Tindakan
1.

2.

3.

4.

5.
6.

7.

Lakukan
pendekatan
secara
informal dengan pengurus
organisasi remaja di setiap
RW
Diskusikan
rencana
pembentukan
kelompok
remaja peduli kesehatan
dengan aparat pemerintah
terkait berdasarkan data
yang diperoleh
Lakukan kemitraan
dengan lintas program dan
sector yang terkait dengan
remaja : dengan institusi
Sekolah Menengah Atas
Lakukan kemitraan
dengan
LSM
yang
berminat
dengan
kesehatan remaja
Lakukan proses rekruitmen
untuk menjadi kelompok
remaja peduli kesehatan
Beri pembekalan materi
dasar tim kepada remaja
di SMU Putra Bangsa
untuk menjadi kelompok
remaja peduli kesehatan
Beri pembekalan materi
dasar tim dengan PKBI
kepada
remaja
untuk
menjadi kelompok remaja
peduli kesehatan

Lakukan kerjasama
dengan pihak kelurahan
untuk melantik kelompok
remaja peduli kesehatan
yang telah terbentuk
9. Lakukan kerjasama dengan
pokjakes untuk melakukan
monitoring
kegiatan
kelompok remaja peduli
kesehatan

Sasaran

Metoda

Waktu

Ketua Karang
Taruna
dan
Ketua Remaja
Masjid.
Kasie
Kesejahteraan
Sosial,
Babinkam
tibmas

Komunikasi
dan
informasi

Tgl
8
Desember
2005

Setiap RW

Diskusi

Tgl
8
Desember
2005

Kelurahan
Kemiri
Muka

Sekolah

Kerjasama

Tgl
12
Desember
2005

SMU Putra
Bangsa

LSM PKBI

Kerjasama

Tgl
12
Desember
2005

PKBI DKI
Jakarta

Remaja

Penyebaran
informed
consent

Tgl
12
Desember
2005

Setiap RW

Komunikasi,
informasi,
edukasi

Tgl
19
Desember
2005
Jam 09.00
13.00
Tgl
21
Desember
2005
Jam 13.00
16.00
Tgl
21
Desember
2005

SMU Putra
Bangsa

Tgl
21
Desember
2005

Setiap RW

Remaja
di
SMU
Putra
Bangsa
Remaja
di
kelurahan
Kemiri Muka

Komunikasi,
informasi
edukasi

Kelurahan

Kerjasama

Pokja kes

monitoring

8.

Tempat

Kelurahan
Kemiri
Muka
Kelurahan
Kemiri
Muka

15

16