Anda di halaman 1dari 16

BAB III

ASUHAN KEPERAWATAN
A. Pengkajian
a. Status Respiratori
Kebebasan saluran nafas, kedalaman bernafas, kecepatan, sifatnya. Bunyi nafas :
ada dan sifatnya.
b. Status Sirkulatori
Nadi, tekanan darah, suhu, warna kulit, pengisian kapiler.
c. Status Neurologis
Tingkat kesadaran, penurunan tingkat kesadaran merupakan gejala shock dan
harus segera dilaporkan kepada ahli bedah dan disertai gejala lain yang jelas.
d. Balutan
Keadaan balutan, terdapat drain, terdapat selang yang harus disambung dengan
system drainase.
e. Kenyamanan
Terdapat nyeri, mual, muntah, sikap tidur yang nyaman dan memperlancar
ventilasi.
f. Keamanan
Terdapat pengaman pada tempat tidur, alergi atau sensitive terhadap obat,
makanan, plester, larutan. Munculnya proses infeksi ; demam.
B. Diagnosa Keperawatan
a) Pre Operasi
1. Nyeri akut berhubungan dengan benjolan di inguinal
2. Cemas berhubungan dengan prosedur pembedahan
3. Ansietas berhubungan dengan kurangnya informasi
b) Intra Operasi
1.

Resiko

jatuh

berhubungan

dengan anastesi narkotik


2.

Resiko perdarahan berhubungan dengan proses pembedahan

3.

Resiko tinggi terhadap kekurangan volume cairan berhubungan dengan


pembatasan pemasukan cairan secara oral (prosedur medis/adanya rasa mual);
kehilangan darah selama pembedahan.
9|Page

c) Post Operasi
1. Bersihan jalan nafas tidak efektif berhubungan dengan peningkatan sekresi
trakeobronkial sekunder terhadap efek anestesi; batuk tidak efektif sekunder
terhadap depresi SSP atau nyeri dan splinting otot.
2. Gangguan rasa nyaman (nyeri) sehubungan dengan kompresi syaraf, prosedur
bedah.
3. Perubahan perfusi jaringan berhubungan dengan penurunan aliran darah
pembentukan hematoma.
4. Kerusakan mobilitas fisik sehubungan dengan nyeri, spasme otot.
5. Resiko tinggi infeksi berhubungan dengan pertahanan primer tidak adekuat ;
prosedur invasif, insisi bedah.
6. Resiko perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh yang berhubungan dengan
muntah, mual, gangguan peristaltik usus
C. Intervensi
A. Pre Operasi
No
1

Diagnosa
Nyeri

Tujuan
akut Setelah

berhubungan

Rasional
a. membantu menentukan

dilakukan

tindakan

Kaji

tingkat

pilihan intervensi dan

5 menit klien

nyeri,

durasi,

memberikan

inguinal dapat mengontrol nyeri

lokasi

dan

dengan benjolan selama


di

Intervensi

ditandai dengan

keperawatan

dengan criteria hasil :

Do :
a.

intensitas

dasar

untuk perbandingan dan


evaluasi terhadap terapi

b. Observasi
Klien a. Klien mengatakan nyeri

Nampak
melindungi
bagian

berkurang

ketidaknyamana b. perilaku
n non verbal

b. Klien mengatakan perut c. Gunakan strategi


sudah tidak sebah

komunikasi

non

verbal

menunjukkan
ketidaknyamanan klien
terhadap nyeri

inguinal
c. Wajah klien tenang
terapetik
b. klien Nampak
tidak nampak menahan d. Gunakan teknik c. komunikasi
terapetik
kesulitan
sakit
distraksi
dapat
menenangkan
mengangkat
klien
kaki kirinya
e. ciptakan suasana
c.
Klien
10 | P a g e

Nampak

lingkungan yang d. memfokuskan perhatian

menyeringai

tenang

menahan
sakit

klien

f. kolaborasi
dan

dengan

pusing

menurunkan
dokter

tegangan

otot

untuk pemberian e. lingkungan


analgetik

Ds :

dapat

tenang
mengurangi

factor-faktor

a.Klien

stress

selama nyeri

mengatakan
perut

membantu

f. analgetik

terasa

dapat

mengurangi rasa nyeri

sebah
b.selangkangan

yang dirasakan klien

terasa
kencang pada
bagian
benjolannya
c.Klien
mengatakan
agak pusing
d.Klien
mengatakan
takut

untuk

miring ke kiri
2

Cemas

Setelah

dilakukan

berhubungan

tindakan

dengan prosedur selama

prosedur,

berkurang

dengan

menit

termasuk sensasi

informasi

yang

klien

seperti keadaan

diberikan perawat

kecemasan

ditandai dengan

berkurang dengan kriteria:

a.

a. klien Nampak tenang


Klien b.

Nampak
b.

c.
Klien

Nampak

klien mengatakan
rasa takutnya berkurang

tegang

a. kecemasan klien akan

keperawatan

pembedahan
Do :

a. jelaskan

klien menyatakan

selama prosedur. b. dengan


b. Temani

klien

ditemani

perawat

kecemasan

untuk

klien

meningkatkan

berkurang

keamanan

akan

sedikit

dan c. membantu menentukan

siap untuk dilakukan

menurunkan

jenis intervensi yang

operasi

kecemasan

akan dilakukan
11 | P a g e

cemas

c. Dengarkan

d. mengetahui

keluhan klien

Ds :
a.

d. Identifikasi

Klien

kecemasan

takut

dilakukan
operasi
Klien

klien

dalam

yang akan membantu

secara

identifikasi masalah

verbal

perasaan,

dilakukan

persepsi

f. kontak

mata

menumbuhkan
dan

ketakutan

hubungan

salinh

percaya antara perawat

f. pertahankan

klien

kontak mata

prosesnya

sama

bekerja

mengungkapkan

kapan

bagaimana

dan

memberikan informasi

tentang

dan

perasaan

untuk

menanyakan

operasi

terbuka

e. Dorong

akan

b.

klien

perubahan level e. membuat

mengatakan
sedikit

perkembangan keadaan

g. menurunkan

g. turunkan

stimulus

cemas dapat mencegah

stimulus

cemas

pembuat cemas

berkelanjutan
h. sikap

yang
penerimaan

perawat
h. tunjukkan

dapat

meningkatkan

penerimaan

kepercayaan diri klien

i. jaga ketenangan i. suasana yang tenang


dapat

mengurangi

stimulus
3

Ansietas

Setelah

dilakukan a. Identifikasi

berhubungan

tindakan

perawatan

dengan

selama

kurangnya

pengetahuan

informasi

bertambah

ditandai dengan
Do :
Klien

factor

menit

dan

klien

yang

cemas
a. Pengetahuan

internal
eksternal

dasar

yang memadai dapat


meningkatkan
kerjasama

pasien

meningkatkan

mengenai

program

_actor_a

motivasi

pengobatan

a. Klien tenang

tua

Nampak b. Klien

dengan

Nampak siap

dapat

pembuat

orang
dan

keluarga.Jelaska

dan

mendapatkan
penyembuhan
12 | P a g e

yang

tegang dan takut

menjalani operasi

pengertian,

optimal

Ds :

tanda

Klien

komplikasi,

mengenai

lokasi

menanyakan

rencana tindakan

operasi

dapat

kapan dilakukan

yang

mningkatkan tindakan

operasi

dilakukan.

dan

bagaimana

gejala, b. Pengetahuan

akan

kooperatif klien

b. Jelaskan

prosedurnya

mengenai
jadwal,

dan

lokasi operasi
c. Jelaskan

c. Durasi

tindakan

operasi

dapat

menenangkan klien
d. Tingkat

durasi

tindakan operasi
d. Identifikasi

kecemasan

klien

untuk

mengetahui

kesiapan

klien operasi

kecemasan klien
e. Gambarkan

e. Gambaran

tidakan

preoperatife

dapat

tindakan

meningkatkan kesipan

preoperasi rutin

klien

(anestesi,

melaksanakan operasi

diet,

dalam

test
laboratorium, IV
terapi,

ruang

tunggu
keluarga).

B Intra Operasi
No
1

Diagnosa
Resiko

Tujuan
jatuh Setelah

berhubungan
dengan

Intervensi
dilakukan a. Berikan

tindakan

keperawatan

sederhana

Rasional
petunjuk a.
dan

seimbangan

anastesi selama 45 menit resiko

singkat pada pasien

pemikiran

narkotik ditandai jatuh dapat diminimalisir

tentang posisi saat

membuat

dengan

operasi

merasa

Do :

dengan

kriteria

tidak jatuh

klien

b. Siapkan

peralatan

Ketidak

dalam

proses
akan
pasien
kesulitan

memahami

13 | P a g e

a. klien di bius

dan bantalan untuk

dengan anastesi

posisi

spinal

yang

dibutuhkan

b. klien

petunjuk

sesuai

prosedur

panjang
b.

operasi

mengalami

dan

penurunan

spesifik klien

kebutuhan

Bantalan
diperlukan

untuk

melindungi

bagian-

bagian

tubuh

yang

menonjol

kekuatan
ekstremitas

yang

c. Letakkan

eletroda

penetral

(bantalan

bagian bawah
c. mobilitas

untuk

mencegah terjadinya
penekanan saraf

elektrokauter) yang

terbatas

meliputi

Ds : -

massa

seluruh
otot-otot

yang paling besar c.

Mencega

dan

yakinkan

bahwa

bantalan

perlukaan akibat alat

berada pada posisi

terjadinya

elektronik

yang baik
d.

Stabilkan
kereta
maupun

baik
pasien
meja

operasi pada waktu


memindahkan
pasien ke dan dari
meja operasi

d.

Kereta
atau meja yang tidak
stabil dapat terpisah,
menyebabkan pasien
terjatuh

14 | P a g e

Resiko

Setelah

dilakukan

a. Lindungi sekitar a.

perdarahan

tindakan

perawatan

kulit dan anatomi

berhubungan

selama 45 menit resiko

yang sesuai seperti

dengan

proses perdarahan dapat dicegah

pembedahan

dengan kriteria ;

kassa

terjadi

perdarahan

menjalani
pembedahan
pada
inguinalis
lateralis

integritas kulit

perdarahan
a. Tidak

a. Klien

kerusakan

untuk menghentikan

ditandai dengan
Do :

penggunaan

Cegah

b.

b. Tidak

b.Pantau pemasukan

terjadinya

dan

pengeluaran

kekurangann cairan,

cairan

selama

yang mempengaruhi

c. Kapasitas vital sesuai

prosedur

operasi

keselamatan pemakai

yang di harapkan

dilakukan

peningkatan

ada

Kemungkinan

output

cairan

obat
organ

b. Klien dalam

c.Pastikan

keadaan tidak

dan alat-alat yang

pengaruh

digunakan

anastesi
Ds : -

dan

kondisi

pasien

keamanan elektrikal

sadar karena

anestesi,fungsi

c. Kegagalan fungsi alat


dapat terjadi selama

selama

prosedur

operasi.

Misalnya

kabel

prosedur operasi

coter pada keadaan


utuh.

Mendemonstrasikan
3

Resiko

tinggi keseimbangan

cairan

1) Ukur

dan

pemasukan

terhadap

yang adekuat, tanda

pengeluaran

kekurangan

tanda vital stabil, turgor

cairan.

volume

cairan normal, mukosa lembab,

berhubungan

pengeluaran urine sesuai.

catat 1)

dan akurat akan

2) Periksa pembalut
terhadap

Dokumentasi yang
membantu dalam

mengidentifikasi
dalam pengeluaran
cairan / kebutuhan

15 | P a g e

dengan

terjadinya

pembatasan

perdarahan,

pemasukan cairan

luka

secara

terjadinya

oral

(prosedur

kaji pilihan-pilihan yang


untuk

mempengaruhi
intervensi

pembengkakan

medis/adanya
rasa

penggantian dan

3) Pantau suhu kulit,

mual);

palpasi

kehilangan darah

perifer

2)

Perda

denyut

rahan

yang

berlebihan

dapat

selama

mengacu

pada

pembedahan.

hipovolemia.
3). Kulit yang dingin
4) Kolaborasi

dan

lembab,

denyut

pemberian cairan yang


sesuai

lemah

petunjuk, mengindikasikan

tingkatkan

penurunan

sirkulasi

kecepatan IV jika perifer dan dibutuhkan


diperlukan

untuk

penggantian

cairan tambahan
5) Pantau

hasil

laboratorium,misa

4).Menggantikan

lnya Hb,Ht

kehilangan cairan

5).Indikator
hidrasi/volume sirkulasi
C Post Operasi
N

Diagnosa

Tujuan

Intervensi

Rasional

16 | P a g e

Bersihan jalan a. Jalan napas pasien a. Pertahankan jalan nafas


1

nafas

tidak

bersih,

ditandai

efektif

dengan

bunyi

berhubungan

napas normal pada

dengan

auskultasi

peningkatan
sekresi

pasien

a. Mencegah obstruksi

dengan

jalan nafas. Elevasi

meletakkan pasien pada

kepala

posisi yang sesuai.

miring

b. RR : 12 20 X / b. Observasi
menit

frekuensi,

akan

aspirasi dari muntah,


posisi

trakeobronkia

pemakaian

akan

pernafasan

sekunder

terhadap efek

otot

bantu

fungsi
tidak

yang

benar

mendorong

ventilasi pada lobus

c. Observasi pengembalian

anestesi;

otot,

paru bagian bawah

terutama

dan

otot-otot pernafasan

menurunkan

tekanan

efektif

pada

diafragma.

sekunder

d. Lakukan

terhadap
depresi

posisi

mencegah terjadinya
kedlaman pernafasan dan

batuk

dan

penghisapan

lendir jika diperlukan


SSP

b.
Dilakukan

untuk

memastikan

atau nyeri dan

e. Kolaborasi

splinting otot.

pemberian

efektivitas

tambahan oksigen sesuai

pernafasan sehingga

kebutuhan

upaya
memperbaikinya
dapat

segera

dilakukan
c. Setelah

pemberian

obat obat relaksasi


otot

selama

masa

intraoperatif,
pengembalian fungsi
otot

pertama

terjadi

Gangguan
rasa

1. Melaporkan nyeri
hilang

kali
pada

diafragma,

otot

interkostal,

yang

akan diikuti dengan

dan
17 | P a g e

nyaman
(nyeri)

terkontrol.
2.

relaksasi

kelompok

otototot

utama

sehubungan

engungkapkan

dengan

metode

kompresi

memberi

lamanya serangan, faktor

abdominal,

syaraf,

penghilangan.

pencetus

selanjutnya

prosedur

a. Kaji

yang

nyeri,

3. mendemonstrasikan

bedah.

penggunaan

adanya

seperti leher, bahu,

keluhan

catat

dan

lokasi

atau

yang

oleh

memperberat

diikuti

otot

berukuran

b. Pertahankan tirah baring

intervensi terapi

otototot

sedang

selama

fase

akut

seperti lidah, faring,

letakkan

pasien

pada

otot otot ekstensi

posisi

semi

fowler

dan

dengan

tulang

spinal,

diakhiri oleh mata,

pinggang dan lutut dalam

mulut wajah dan jari

keadaan

jari tangan

fleksi

atau

fleksi

dan

posisi terlentang dengan

d. Obstruksi jalan nafas

atau tanpa meninggikan

dapat terjadi karena

kepala 10-30 derajat.

adanya darah atau

Perubahan

Melaporkan

atau c. Batasi aktivitas selama

perfusi

mendemonstrasikan

fase akut sesuai dengan

tenggorokan

jaringan

situasi normal.

kebutuhan

trakea

berhubungan

otot

mukus

dalam
atau

dilakukan

d. Instruksikan pada pasien

untuk meningkatkan

dengan

untuk melakukan teknik

pengambilan oksigen

penurunan

relaksasi atau visualisasi

yang akan diikat oleh

aliran

darah

e. Kolaborasi

pembentukan

dalam

Hb

pemberian theraphy

hemat

a.

Membantu
menentukan pilihan
intervensi

dan

memberikan

dasar

untuk perbandingan
4

1)
Kerusakan

Mengungkapkan

mobilitas fisik pemahaman


sehubungan

situasi

atau

tentang

Lakukan

penilaian

terhadap

fungsi

neurologist

secara

dan

evaluasi

terhadap terapy.
b.

Tirah baring dalam

faktor
18 | P a g e

dengan nyeri, resiko


spasme otot

dan

aturan

periodik

posisi yang nyaman

pengobatan individual.

memungkinkan
pasien

2) Pertahankan

pasien

untuk

menurunkan spasme

dalam posisi terlentang

otot

sempurna

penekanan

selama

beberapa jam

pada

bagian

3) Pantau tanda-tanda vital,


catat

menurunkan

kehangatan,

tubuh

tertentu.
c.

pengisian kapiler

Menurunkan

gaya

gravitasi dan gerak


yang

dapat

menghilangkan
spasme
4) Kolaborasi

dalam

dan tekanan.
d.

Memfokuskan
perhatian

5).Berikan
Resiko tinggi Meningkatkan

tindakan

waktu pengamanan sesuai indikasi

dan

menurunkan edema

pemberian cairan atau


darah sesuai indikasi

otot

klien

membantu
menurunkan

infeksi

penyembuhan dengan dengan situasi yang spesifik

tegangan otot dan

berhubungan

tepat,

meningkatkan proses

dengan

eritema

pertahanan

demam

primer
adekuat

tidak
;

bebas

dari

dan

tidak

penyembuhan.
6).Catat respon emosi atau
perilaku

pada

immobilisasi,

saat
berikan

prosedur

aktivitas yang disesuaikan

infasif, insisi

dengan pasien

bedah

e.Intervensi cepat dan


mempercepat proses
penyembuhan
1).Penurunan
perubahan

7).Bantu

pasien

ambulasi progresif

8).Ikuti

aktivitas

mungkin

dalam mencerminkan
aktivitas edema,

melakukan

atau
resolusi
inflamasi

sekunder
atau 2).Penekanan
daerah operasi
19 | P a g e

pada
dapat

prosedur
6

dengan

periode menurunkan

istirahat
Resiko

1.

hematoma.

perubahan

eningkatkan

9).Berikan

nutrisi kurang

masukan oral.

pasien

dari

2.

atau

untuk

Bantu 3).Perubahan

melakukan nadi

M latihan rentang gerak aktif, hipovolemi


enjelaskan faktor pasif

kehilangan

tubuh

penyebab apabila

pembatasan

berhubungan

diketahui

mencuci

muntah, mual,

baik

tangan

darah,
pemasukan

yang
4).Terapi

gangguan
usus

akibat

teknik oral, mual, muntah.

1) Tekankan

dengan

peristaltik

kecepatan

mencerminkan

kebutuhan
yang

resiko

pengganti

cairan
tergantung

teknik pada derajat hipovolemi

2) Pertahankan
aseptik

pada

penggantian balutan dan 5).Tergantung


bagian
tubuh
prosedur infasif.

pada
yang

tanda-tanda terkena, jenis prosedur


vital, insist dan balutan, yang kurang hati-hati
meningkatkan
catat karakteristik luka, akan
kerusakan.
adanya eritema.

3) Monitor

4) Ganti

balutan

indikasi.

sesuai 6).Immobilitas
dipaksakan

yang
dapat

memperbesar
kegelisahan,
5) Kolaborasi

peka

pemberian terhadap rangsang.

antibiotic
7).Keterbatasan aktivitas
tergantung pada kondisi
dan berkembang sesuai
dengan toleransi.
1) Tentukan
kalori

kebutuhan 8).Meningkatkan
harian
yang penyembuhan
membentuk
20 | P a g e

dan

kekuatan

adekuat,

kolaborasi otot.

dengan ahli gizi.


9).Memperkuat
abdomen
2)

Jelaskan

dan

tulang

dengan

fleksor
belakang,

pentingnya nutrisi yang memperbaiki


adekuat,

otot

mekanika

negosiasikan tubuh.
klien

tujuan

masukan untuk setiap 1).Menurunkan

resiko

kali makan dan makan penyebaran bakteri.


makanan kecil
2).Menurunkan
3)

Timbang

resiko

masuknya bakteri.

berat badan dan pantau


hasil laboratorium

4)

Anjurkan

3).Memberikan

deteksi

dini

proses

terjadinya

infeksi.

pasien untuk menjaga


kebersihan mulut secara
teratur

pasien 4).Balutan
kotor
dalam
melakukan memberikan media bagi
personal hygiene.
pertumbuhan bakteri.
5)

pantau

Atur rencana 5).Untuk


menurunkan
perawatan
untuk jumlah organisme (pada
mengurangi

atau infeksi yang telah ada

menghilangkan

sebelumnya),

untuk

ketidaknyamanan
dapat
mual,

yang menurunkan penyebaran


menyebabkan dan pertumbuhannya.

muntah,

mengurangi
makan

dan
nafsu 1).Mencukupi
sesuai
memudahkan
21 | P a g e

kalori
kebutuhan,

menentukan
yang

intervensi

sesuai

dan

mempercepat

proses

penyembuhan.
2).Pasien

dapat

mengontrol
nutrisi

masukan

yang

adekuat

sesuai kebutuhan, yang


digunakan
cadangan

sebagai
energi

yang

untuk beraktivitas.
3).Dapat

digunakan

untuk

memudahkan

melakukan

intervensi

yang akurat dan sesuai


dengan kondisi klien.
4).Meningkatkan
makan

dan

nafsu

memberi

kenyamanan

dalam

mengkonsumsi makanan
sehingga

kebutuhan

kalori terpenuhi.
5).Menentukan intervensi
yang
meningkatkan
oral.

D. Rencana Pemulangan
22 | P a g e

sesuai
masukan

1.
2.
4.

Menggunakan korset/penyangga
Hindari hal-hal yang memicu tekanan di dalam rongga perut
3. Tindakan operasi dan pemberian analgesik pada hernia yang menyebabkan nyeri
sesuai resep dokter
Hindari mengejan, mendorong atau mengangkat benda berat
5. Jaga balutan luka operasi tetap kering dan bersih, mengganti balut steril setiap hari
dan kalau perlu
6. Hindari faktor pendukung seperti konstipasi dengan mengonsumsi diet tinggi serat
dan masukkan cairan adekuat

BAB IV
PENUTUP
A. KESIMPULAN
Hernia adalah penonjolan sebuah organ atau struktur melalui mendeteksi di
dinding otot perut. Hernia umumnya terdiri dari kulit dan subkutan meliputi jaringan,
sebuah peritoneal kantung, dan yang mendasarinya visera, seperti loop usus atau
organ-organ internal lainnya.
Hernia kongenital disebabkan oleh penutupan struktural cacat atau yang
berhubungan dengan melemahnya otot-otot normal. Hernia diklasifikasikan menurut
lokasi di mana mereka muncul. Sekitar 75% dari hernia terjadi di pangkal paha. Ini
juga dikenal sebagai hernia inguinalis dan femoralis. Sekitar 10% adalah hernia
ventral insisional dinding abdomen, 3% adalah hernia umbilikalis. Jenis lain dapat
mencakup hiatus hernia dan diafragmatik hernia.
B. SARAN
23 | P a g e

Adapun saran yang penulis sampaikan adalah diharapkan agar pasien dapat
melatih penguatan otot yang mungkin dapat membantu. Menjaga berat badan normal,
sehat secara fisik, dan menggunakan teknik mengangkat yang tepat dapat mencegah
herniasi. Awal pengkajian dan diagnosis herniasi sangat membantu dalam pencegahan
tercekik. Setelah herniasi terjadi, individu harus mencari perhatian medis dan
menghindari mengangkat dan tegang yang berkontribusi pada cekikan.

DAFTAR PUSTAKA
Chandra, Linda (ed). 2000. Inti Sari Prinsip-Prinsip Ilmu Bedah. EGC:Jakarta
Charlene J. Reeves dkk. 2002. Keperawatan Medikal Bedah. Penerbit Salemba Media:Jakarta
Nurarif, Amin Huda dan Hardhi Kusuma. 2013. Nanda Nic-Noc.Mediaction:Yogyakarta
Safitri, Amalia (ed). 2006. At a Glance Ilmu Bedah. EGC:Jakarta
Swearingen. 2001. Keperawatan Medikal Bedah Edisi II. EGC:Jakarta
Carpetino, L. J. 2001. Rencana Asuhan dan Dokumentasi Keperawatan, Diagnosa
Keperawatan, dan Masalah Keperawatan. EGC:Jakarta

24 | P a g e