Anda di halaman 1dari 2

A.

Kondisi Klien
Klien terlihat gelisah, curiga terhadap orang yang berada di sekelilingnya, kadangkadang klien berbicara sendiri dan berkata bahwa dirinya adalah Imam Mahdi yang tahu
bahwa kapan dunia akan kiamat, perhatian terhadap lingkungan sekitar menurun.
B. Diagnosa Keperawatan
Gangguan proses pikir: waham
C. Tujuan Khusus
Klien dapat membina hubungan saling percaya dengan orang lain
D. Tindakan Keperawatan
1. Bina hubungan saling percaya
2. Perkenalan diri dengan klien secara sopan
3. Sapa klien dengan ramah
4. Jelaskan tujuan pertemuan
5. Jujur & tepati janji
6. Beri perhatian kepada klien
7. Tunjukkan sikap empati kepada klien
E. Strategi Komunikasi
1. Fase Orientasi:
a. Salam Terapeutik:
Assalamualaikum, Selamat pagi, Bapak. Perkenalkan saya perawat Nikmatul
Khoiriyah, bapak bisa panggil saya perawat Ria (sambil mengulurkan tangan kepada
klien untuk berjabat tangan). Saya perawat disini yang akan membantu bapak selama
dirawat di sini. Nah sekarang saya yang bertanya ya pak? nama Bapak siapa?. Oh
Bapak Suwarjo, namanya bagus sekali, saya boleh panggil apa? Baiklah akan saya
panggil pak Jo.
b. Evaluasi/validasi:
Bagaimana perasaan bapak hari ini? Bapak terlihat segar, tetapi apa yang membuat
bapak terlihat begitu curiga terhadap saya?. Bapak bisa menceritakan apa yang
mengganjal di pikiran bapak sekarang kepada saya Baiklah semoga setelah bertemu
dengan saya masalah bapak akan teratasi. Begitu ya pak?
c. Kontrak:
Topik: Bapak, tujuan saya menemui bapak saat ini adalah ingin mengenal lebih dekat
pak Jo sehingga kita bisa saling kenal dan bapak bisa menceritakan segala masalah
bapak, selain itu saya dapat membantu apa yang bapak butuhkan disini. Bagaimana
pak? Apakah bapak setuju?
Waktu: Berapa lama bapak mempunyai waktu dengan saya? Bagaimana kalau 20
menit, cukup? Baiklah kalau begitu 15 menit saja ya pak?

Tempat: Dimana enaknya kita bercakap-cakap, Pak? Bapak

mau disini, di teras depan atau ditaman, Pak? baik Pak, kita
akan berbincang-bincang di kursi teras depan
2. Fase Kerja:
Nah, tadi saya sudah menyebutkan nama saya, coba ulangi siapa nama saya? Lupaya
Pak? Masak masih sebentar kok sudah lupa? Saya ulangi lagi nama saya Perawat Ria.
Baiklah semoga bapak bisa mengenal saya, begitu pula sebaliknya sehingga bapak bisa
merasa nyaman bercerita kepada saya. Bapak, mengapa bapak terlihat gelisah serta
selalu berbicara sendiri tentang Imam Mahdi?. Oh begitu ya pak? saya mengerti apa
yang bapak maksudkan. Coba jelaskan darimana bapak mendapatkan ilham bahwa
bapak adalah seorang Imam Mahdi?
3. Fase Terminasi:
a. Evaluasi Subyektif :
bagaimana perasaan Bapak setelah bertemu dan berbincang-bincang dengan saya?
Baiklah, saya rasa bapak sudah mulai terbuka dan merasa nyaman dengan kehadiran
saya Bagus, saya berharap bapak lebih bisa mengungkapkan perasaan bapak dan lebih
terbuka dengan harapan agar masalah bapak dapat teratasi.
b. Evaluasi Obyektif :
Nah, sekarang coba sebutkan lagi siapa nama saya? Bagus sekali. Mulai sekarang
kalau ketemu saya jangan lupa panggil saya perawat Ria ya pak? iya, seperti itu pak,
Bagus sekali.
c. Tindak Lanjut :
Baiklah pak, saya rasa perkenalan kita cukup sekian, kita sudah cukup saling
mengenal saat ini, Saya berharap setiap bapak bertemu dengan saya dan saat
memerlukan bantuan saya, bapak mau memanggil saya supaya selama bapak di sini
dapat bekerjasama dengan saya serta bapak mampu segera sembuh kembali
d. Kontrak yang akan datang:
Waktu: Sekarang 15 menitnya sudah habis, berarti pertemuan kita disini juga sudah
selesai. Nanti pukul 11.00 sebelum makan siang saya akan datang kembali menemui
bapak, bagaimana pak? Apakah bapak bersedia?
Topik: saya akan datang untuk mendiskusikan masalah yang sedang bapak hadapi
saat ini
Tempat: Nanti dimana kita bisa bertemu kembali?. Baiklah kalau begitu, nanti kita
bertemu lagi disini ya pak? Assalamualaikum.