Anda di halaman 1dari 8

JURNAL INSTRUMEN SPEKTROSKOPI

Penentuan Kadar Besi Fe (II) Dalam Sampel Air TPA Puuwatu Dan Sampel
Air Jembatan Tapak Kuda Kendari Dengan Menggunkan Metode
Spektroskopi UV-Vis
Afandi, Annatia Ndisay dan Drs.Hj. Mashuni S.si, M.si
Jurusan Kimia Fakultas Matematika Dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Halu Oleo (UHO)
Jln. H.E.A. Mokodompit, Lrg. Kusuma 92323 Kendari
e-mail : afandi.an89@gmail.com
______________________________________________________________________________

ABSTRAK
Analisis kandungan besi Fe (II) dalam larutan sampel air TPA Puuwatu dan
sampel air jembatan tapak kuda Kendari dengan metode spektroskopi UV-Vis
pada panjang gelombang 380-780 nm dilakukan dengan penambahkan
hidroksilamin klorida berfungsi agar ion besi tetap stabil berada pada keadaan
bilangan oksidasi

2+

. Natrium asetat berfungsi untuk menjaga larutan berada

pada pH optimal untuk pembentukan kompleks besi fenantrolin. Ortophenantrolin berfungsi sebagai pembentuk senyawa kompleks ion besi yang
berwarna merah jingga memberikan serapan di daerah sinar tampak pada
panjang gelombang maksimum 508,8 nm yang dapat dianalisis dengan metode
spektrofotometri dengan memperhitungkan besar absorbansinya.
Kata kunci Besi Fe (II), Natrium Asetat, Hidroksilamin klorida, Fenantrolin
dan spektroskopi UV-Vis.
__________________________________________________________________
penting, seperti pankreas, otot jantung

I. PENDAHULUAN
Kandungan logam berat dalam
air biasanya mengandung logam besi
(Fe) adalah satu unsur penting dalam
air permukaan dan air tanah. Besi (Fe)
merupakan salah satu mikroelemen
yang dibutuhkan oleh tubuh, besi (Fe)
banyak

berperan

dalam

proses

metabolisme tubuh. Namun, kelebihan


kadar besi (Fe) dalam tubuh dapat
mengakibatkan rusaknya organ-organ

dan ginjal.
Penentuan

kadar

besi

(Fe)

dalam air dapat ditentukan dengan


metode spektrofotometer UV-Vis yang
didasarkan

pada

cahaya

yang

diabsorbsi atau ditransmisikan oleh


sampel. Larutan besi (Fe) yang tidak
berwarna
terlebih

harus
dahulu

dikompleks
sehingga

kan

larutan

menjadi berwarna agar dapat dianalisa

Spektroskopi UV-Vis Jurusan Kimia FMIPA UHO 2014

Page 1

JURNAL INSTRUMEN SPEKTROSKOPI

menggunakan spektrofotometer UV-

mengukur energi secara relatif jika

Vis.

energi

tersebut

ditransmisikan,

Spektrofotometri UV-Vis adalah

direfleksikan atau diemisikan sebagai

anggota teknik analisis spektroskopik

fungsi fungsi dari panjang gelombang

yang memakai sumber REM (radiasi

(Khopkar, 2010).

elektrom agnetik) ultraviolet dekat (190-

Penyerapan panjang gelombang

380 nm) dan sinar tampak (380-780 nm)

nampak

dengan

spektro

elektron yang reversibel dan relatif

UV-Vis

rendah energinya dalam molekul. Pada

memakai

fotometer.

instrumen

Spektrofotometri

melibatkan energi elektronik yang cukup


besar pada molekul yang dianalisis,
sehingga spektrofotometri UV-Vis lebih
banyak dipakai untuk analisis kuantitatif
dibandingkan kualitatif.

Berdasarkan
diatas,

maka

latar

perlu

belakang

dilakukanlah

percobaan untuk menentukan kadar


besi (Fe) dalam sampel air dari TPA
dan air sungai dari jembatan tapak
kuda

Kendari

dengan

metode

spektrofotometri UV-Vis.

menyebabkan

perpindahan

umumnya zat berwarna mempunyai


elektron-elektron
tereksitasi.

yang

Terutama

mudah
senyawaan

organik tertentu merupakan sumber


warna yang berguna untuk zat warna.
Molekul-molekul senyawaan organik
yang tak mempunyai ikatan rangkap
ataupun

cincin

benzena,

tidak

menyerap secara selektif dalam bagian


nampak dari suatu spektrum, oleh
karena itu senyawaan ini tak berwarna.
Sebaliknya molekul dengan ikatan

II. TINJAUAN PUSTAKA


Spektrofotometer sesuai dengan

rangkap

atau

inti

benzena

dapat

menyerap beberapa panjang gelombang

namanya adalah alat yang terdiri dari

nampak

spektrometer

fotometer.

berwarna.

Elektron

Spektrometer menghasilkan sinar dari

dieksitasi

oleh

spektrum dengan panjang gelombang

biasanya

terdapat

tertentu dan fotometer adalah alat

molekul

pengukur

yang

dihubungkan oleh ikatan rangkap dan

ditransmisikan atau yang diabsorbsi.

tunggal secara berselang-seling. Gugus

dan

intensitas

cahaya

dan

yang

meneruskan
yang

cahaya
dalam

beberapa

cahaya
mudah
nampak
sebuah
atomnya

Jadi spektrofotometer digunakan untuk


Spektroskopi UV-Vis Jurusan Kimia FMIPA UHO 2014

Page 2

JURNAL INSTRUMEN SPEKTROSKOPI

atom semacam itu disebut kromofor

dikomplekskan

(pengemban warna) (Keenan, 1990).

pengompleks, sehingga menghasilkan

Besi

adalah

senyawa

yang

warna spesifik. Senyawa besi memiliki

beraneka ragam penggunaannya serta

dua tingkat oksidasi, yaitu Fe2+ (ferro)

melimpah keberadaannya. Besi yang

dan Fe3+(ferri). Pada umumnya besi

dapat dikonsumsi oleh manusia berada

cenderung membentuk senyawa dalam

dalam bentuk ionnya yaitu Fe2+ dan

bentuk ferri dari pada dalam bentuk

3+

Fe . Dalam

logam

dengan

tubuh,

esensial

ferro. Senyawa-senyawa yang dapat

yang

digunakan untuk mereduksi Fe3+ (ferri)

berfungsi dalam mengangkut O2 dari

menjadi Fe2+ (ferro) (Dianawati, et all

paru-paru

2013).

memproduksi

besi

hemoglobin

ke

jaringan

tubuh,

mengangkut elektron dalam sel dan

Penetapan kadar besi dapat

mensistesis enzim yang mengandung

dilakukan secara spektrofotometri UV-

besi

untuk

Vis. Sebelum diukur absorbansinya,

menggunakan O2 selama memproduksi

besi yang terdapat dalam sampel

energi seluler. Pada tubuh manusia

direaksikan dengan 1,10 fenantrolin

(yang memiliki berat sekitar 70 kg)

membentuk komplek yang berwarna

hanya terkandung besi sebanyak 3,5 gr,

merah.

70%

absorbansinya

yang

dibutuhkan

diantaranya

dalam

bentuk

Setelah

itu
untuk

baru

diukur

menentukan

hemoglobin. Namun apabila jumLah

konsentrasi besi dalam sampel pada

kadar besi yang dikonsumsi terlalu

511 nm (Rahayu, 2007).

berlebihan
kerusakan

dapat
hati,

menyebabkan
diabetes

dan

penyumbatan pembuluh jantung. Oleh


karena itu diperlukan suatu analisa
untuk menentukan besarnya kadarbesi
pada air (Radityo, 2012).

dengan metode spektrofotometri UVBesi

yang

akan

a. alat
Alat yang di gunakan dalam
percobaan ini yaitu, labu ukur 50 mL,
gelas ukur 10 mL, pipet ukur 5 mL,
gelas kimia 5 mL, spektrofotometer

Kadar besi dapat ditentukan

Vis.

III. METODOLOGI

dianalisis,

direduksi terlebih dahulu kemudian

UV-Vis, spatula, kuvet, dan filler,


batang pengaduk, pipet tetes, pipet
ukur 10, 5, dan 1 mL.
b. Bahan

Spektroskopi UV-Vis Jurusan Kimia FMIPA UHO 2014

Page 3

JURNAL INSTRUMEN SPEKTROSKOPI

Bahan yang di gunakan dalam


percobaan ini yaitu, sampel air, garam
Fe(NH4)2(SO4)2, larutan hidroksilamin-

fenantrolin kedalam labu takar dan


aquades sampai tanda tera.
4. Pembuatan larutan blanko

HCl 5%, larutan 1,10 fenotrolin 0,1%,

Sebanyak 16 mL CH3COONa

larutan CH3COONa 0,5%, aquades,

dimasukan kedalam labu takar 50 mL

dan H2SO4 2 M.

dan ditambahkan 10 mL fenantrolin

c. Prosedur kerja

dan aguades sampai tanda tera.

1. Pembuatan larutan baku Fe (II)


100 ppm
Garam

Fe(NH4OH)2 (SO4).

6H2O ditimbang sebanyak 0,025 gr


dimasukan kedalam gelas kimia dan
kemudian

dilarutkan

menggunakan

IV. HASIL DAN


PEMBAHASAN
a. Penentuan Panjang Gelombang
Maksimum (max)
Panjang gelombang maksimum
kompleks

besi(II)-1,10-

fenantrolin

aquades dan ditambah kan 50 mL

ditentukan

H2SO4 97% dalam labu takar 50 mL.

metode spektrofotometri UV-Vis. Hal

2. Preparasi deret standar dan

dengan

menggunakan

ini merupakan pengukuran awal pada

sampel

penelitian

Dimasukan masing-masing 0,5

maksimum

ini.

Panjang

ini

gelombang

ditunjukkan

pada

mL, 1 mL, 1,5 mL dan 2 mL larutan

panjang gelombang yang memiliki

standar dalam labu takar dan kemudian

absorbansi maksimal.

ditambahkan 16 mL CH3COONa dan

Penentuan

fenantrolin kedalam labu takar dan

berdasarkan

aquades sampai tanda tera.

pengompleks

3. Preparasi

besi(II)

dan

1,10-fenantrolin.

Sebelum Reaksi yang terjadi pada

sampel dari TPA Puuwatu dan

pembentukan kompleks besi(II)-1,10-

jembatan tapak kuda

fenantrolin sebagai berikut:

masing-masing
labu

reaksi

ditentukan

sampel

Sampel

takar

50

larutan

max

sebanyak
dimasukan
mL

10

mL

kedalam

setelah

Fe2+(aq)+

3C12H8N2(aq)

[Fe(C12H8N2)3]2+(aq)

itu

Larutan kompleks besi(II)-1,10-

ditambahkan 16 mL CH3COONa dan

fenantrolin yang diukur absorbansinya


untuk penentuan max berwarna merah

Spektroskopi UV-Vis Jurusan Kimia FMIPA UHO 2014

Page 4

JURNAL INSTRUMEN SPEKTROSKOPI

jingga sehingga dipilih kisaran panjang

0,8

gelombang

0,6y = 0,1626x - 0,091


R = 0,9458
0,4

nilai

nm

sehingga

adsorbansi

sebesar

508,8 nm.
Tabel 1.1. absorbansi larutan standar

Pengukuran Deret Standar dan

absorbansi

diperoleh

480-560

0,2
0
0

Sampel
(max)

kosentrasi

absorbansi

(ppm)

(A)

0,115

508,8

0,191

508,8

0,353

508,8

0,603

508,8

x1

1.121

508,8

x2

0,045

508,8

kosentrasi

gambar 1.1. kurva kalibrasi


c. Analisis Data
a. Penentuan kosentrasi sampel air
dari TPA
Dik : absorbansi = 1,121
y = 0,1626x - 0,091
Dit : kosentrasi (ppm) = ......?
Penyelesaian :
Y = aX + b

b. Pembuatan Kurva Kalibrasi


Kurva

kalibrasi

1,121 = 0,1626x - 0,091


merupakan

suatu garis yang diperoleh dari titiktitik

yang

menyatakan

suatu

konsentrasi terhadap absorbansi yang


diserap

setelah

dilakukan

analisa

regresi linier. Konsentrasi besi secara

1,121 + 0,091 = 0,1626x


2,212 = 0,1626 x
X=
X = 7,453 ppm
b. Penentuan kosentrasi sampel air

spektrofotometri UV-Vis ditentukan

dari jembatan tapak kuda

berdasarkan

yang

Dik : absorbansi = 0,045

dibuat dengan mengukur absorbansi

y = 0,1626x - 0,091

kurva

kalibrasi

larutan standar besi dengan variasi 0-4

Dit : kosentrasi (ppm) = ......?

ppm.

Penyelesaian :
Y = aX + b
0,045 = 0,1626x - 0,091
0,045 + 0,091 = 0,1626 x

Spektroskopi UV-Vis Jurusan Kimia FMIPA UHO 2014

Page 5

JURNAL INSTRUMEN SPEKTROSKOPI

0,136 = 0,1626x

Penentuan panjang gelombang


maksimum

X=

dilakukan

dengan

mengukur absorbansi larutan standar 2

X = 0,836 ppm

ppm dan 3 ppm sehingga diperoleh


Analisis penentuan kadar besi
(Fe) dalam sampel air pada praktikum
ini menggunakan teknik spektrofoto
metri UV-Vis. Spektrofotometri yang
digunakan tepatnya adalah spektrofoto
metri cahaya tampak 380-780 nm

pada berbagai panjang gelombang.


Dari

hasil

besi(II)-1,10-

ditentukan

dengan

fenantrolin

menggunakan

metode spektrofotometri UV-Vis. Hal


ini merupakan pengukuran awal pada
penelitian

ini.

maksimum

Panjang

ini

gelombang

ditunjukkan

pada

panjang gelombang yang memiliki


absorbansi maksimal. Kurva hubungan
antara

absorbansi

dengan

panjang

gelombang dari suatu larutan baku


pada konsentrasi tertentu dibuat untuk
menentukan

panjang

gelombang

maksimum. Larutan kompleks besi(II)1,10-fenantrolin yang diukur absor


bansinya

untuk

penentuan

max

berwarna merah jingga sehingga dipilih


kisaran panjang gelombang 480-560
nm.

dapat

tersebut

menyerap

cahaya

secara

maksimal pada panjang gelombang


508,8 nm.
preparasi

sampel,

hidroksilamin klorida yang ditambah

Panjang gelombang maksimum


kompleks

ini

disimpulkan bahwa larutan standar

karena logam besi mempunyai panjang


gelombang lebih dari 400 nm.

percobaan

kan ke dalam larutan berfungsi agar ion


besi tetap stabil berada pada keadaan
bilangan

oksidasi

kompleks

yang

sangat

stabil

2+

Sehingga

terbentuk
dan

dapat

bersifat
diukur

absorbansi menggunakan spektrofoto


meter pada panjang gelombang 508,8
nm. Natrium asetat merupakan suatu
garam

yang

merupakan

bersifat

buffer

basa

atau

yang

penyangga

berfungsi untuk menjaga larutan berada


pada pH optimal untuk pembentukan
kompleks besi fenantrolin, yaitu pada
kisaran pH 6-8. pH harus tetap dijaga
dalam

kondisi

optimal

karena

dikhawatirkan jika pH terlalu besar,


akan terjadi endapan-endapan misalnya
Fe(OH)2.
percobaan

Spektroskopi UV-Vis Jurusan Kimia FMIPA UHO 2014

Orto-phenantrolin
ini

berfungsi

dalam
sebagai

Page 6

JURNAL INSTRUMEN SPEKTROSKOPI

pembentuk

kompleks

0,091. Sehingga konsentrasi Fe(II)

senyawa

dalam sampel air dari TPA diperoleh

kompleks, ion besi dapat memberikan

sebesar 7,453 ppm dan konsentrasi

warna yang dapat dianalisis dengan

Fe(II) dalam sampel air dari jembatan

metode

tapak

sehingga

senyawa
dalam

bentuk

spektrofoto

memperhitung

metri

dengan

kan

kuda

sebesar

0,836

ppm.

besar

Berdasarkan surat keputusan Menteri

absorbansinya. Adapun dalam keadaan

Kesehatan Republik Indonesia No.

dasar, larutan besi tidak berwarna.

907/MENKES/SK/VII/

Kurva kalibrasi

2002,

kadar

merupakan

besi yang diperbolehkan di dalam air

suatu garis yang diperoleh dari titik-

sehingga air dikatakan sebagai air

titik

suatu

bersih adalah 0,3 miligram per liter

konsentrasi terhadap absorbansi yang

atau 0,3 ppm. Maka air sampel dari

diserap

analisa

TPA dan air dari jembatan tapak kuda

regresi linier. Konsentrasi besi secara

dari hasil analisis tersebut mempunyai

spektrofotometri UV-Vis ditentukan

kadar

berdasarkan

ambang batas, sehingga air

yang

menyatakan

setelah

dilakukan

kurva

kalibrasi

yang

dibuat dengan mengukur absorbansi


larutan standar besi Fe (II) dengan
variasi

0-4

ppm

sehingga

0,1626x - 0,091 dengan R sebesar


0,9458 yang dapat digunakan untuk
menentukan kosentrasi larutan sampel.
Penentuan kadar besi dalam
sampel air dari TPA dan sampel air
jembatan

tapak

kuda

yang

besarnya

diatas
tersebut

tidak layak untuk dikonsumsi.


V. KESIMPULAN

kita

memeperoleh persamaan garis y =

dari

besi

dapat

dihitung dengan mensuptitusi nilai


absorbansi sampel air dari TPA (y =
1,121) dan sampel air dari jembatan
tapak kuda (y = 0,045) pada persamaan
garis larutan standar y = 0,1626x -

Setelah

melakukan

pratikum

dapat ditarik suatu kesimpulan bahwa


kadar besi Fe(II) dalam

sampel air

dari TPA diperoleh sebesar 7,453 ppm


dan konsentrasi besi Fe(II) dalam
sampel air dari jembatan tapak kuda
sebesar 0,836 ppm dari hasil analisis
dengan menggunakan spektrofotometer
UV-Vis. tersebut mempunyai kadar besi
yang besarnya diatas

ambang batas,

sehingga air tersebut tidak layak untuk


dikonsumsi.

Spektroskopi UV-Vis Jurusan Kimia FMIPA UHO 2014

Page 7

JURNAL INSTRUMEN SPEKTROSKOPI

DAFTAR PUSTAKA
(1)Dianawati, Sisca Dan Sugiarso,
Djarot.K.S.,2013. Studi Gangguan
Ag(I) Dalam Analisa Besi Dengan
Pengompleks1,10-Fenantrolin Pada
pH 4,5 Secara Spektrofotometri UvVis. JURNAL SAINS DAN SENI
POM ITS (2). No 2.
(2)Keenan, Kleinfelter dan Wood.
Kimia Untuk Universitas. Jakarta:
Erlangga, 1990
(3)Khopkar, S. M.. Konsep Dasar
Kimia Analitik. Jakarta: Universitas
Indonesia, 2010.
(4)Radityo, Ari Hapsoro, Drs. Djarot
Sugiarso,
K.S.,
M.Si.2012.
Perbandingan
Kemampuan
Pereduksi
Natrium
Tiosulfat
(Na2S2O3) Dan Kalium Oksalat
(K2C2O4) Pada Analisa Kadar Total
Besi Secara Spektrofotometri UVVis. Prosiding Tugas Akhir
Semester Genap 2011/2012.
(5)Rahayu,
sri
wiranti.,
Djalil,
Asmiyanti. D.J., dan Fauziah., 2007.
Validasi Penetapan Kadar Besi
Dalam Sediaan Tablet Multivitamin
Dengan Metode Spektrofotometri
Uv-Vis. Farmasi. (06). No 01.

Spektroskopi UV-Vis Jurusan Kimia FMIPA UHO 2014

Page 8

Anda mungkin juga menyukai