Anda di halaman 1dari 30

1.

Memahami Prinsip-Prinsip dan Metode Peningkatan Kualitas Aqidah


a. Menentukan pengertian aqidah
Etimologis/lughat/bahasa
Aqidah (

) dalam istilah Islam yang berarti iman. Semua sistem kepercayaan
atau keyakinan bisa dianggap sebagai salah satu aqidah.
Dalam bahasa Arab aqidah berasal dari kata al-aqdu ( ) yang berarti ikatan.
"Al-Aqdu" (ikatan) lawan kata dari al-hallu(penguraian, pelepasan). Dan kata tersebut
diambil dari kata kerja: " Aqadahu" "Ya'qiduhu" (mengikatnya), " Aqdan" (ikatan
sumpah), dan " Uqdatun Nikah" (ikatan menikah). Allah Ta'ala berfirman, "Allah tidak
menghukum kamu disebabkan sumpah-sumpahmu yang tidak dimaksud (untuk
bersumpah), tetapi dia menghukum kamu disebabkan sumpah-sumpah yang kamu
sengaja ..." (Al-Maa-idah : 89).
Ada juga dari kata aqada-yaqidu-aqdan-aqidatan. Aqdan berarti simpul, ikatan,
perjanjian dan kokoh. Setelah terbentuk menjadi aqidah berarti keyakinan.
Jadi kesimpulannya, apa yang telah menjadi ketetapan hati seorang secara pasti
adalah aqidah; baik itu benar ataupun salah.
Abdul Ghani
Akidah adalah keyakinan pada hakekat yang nyata yang tidak menerima
keraguan serta bantahan.
Menurut M Hasbi Ash Shiddiqi
Aqidah menurut ketentuan bahasa (bahasa arab) ialah sesuatu yang dipegang
teguh dan terhujam kuat di dalam lubuk jiwa dantak dapat beralih dari padanya.
Menurut Syaikh Mahmoud Syaltout:
Aqidah adalah segi teoritis yang dituntut pertama-tama danterdahulu dari segala
sesuatu untuk dipercayai dengan suatu keimananyang tidak boleh dicampuri oleh
syakwa sangka dan tidak dipengaruhioleh keragu-raguan
Arifin Zainal Dzamaris
Aqidah adalah suatu yang dianut oleh manusia dan diyakini apakah berwujud
agama atau lainnya
Istilah
Aqidah adalah iman yang teguh dan pasti, yang tidak ada keraguan sedikit pun
bagi orang yang meyakininya. Atau perkara yang wajib dibenarkan oleh hati dan jiwa
menjadi tenteram karenanya, sehingga menjadi suatu kenyataan yang teguh dan
kokoh, yang tidak tercampuri oleh keraguan dan kebimbangan.
Pengakuan dan keyakinan bahwa Allah Swt. adalah
Esa. Esa dalam Zat, Sifat dan Perbuatan-Nya
Pengakuan bahwa para nabi telah diangkat dengan
sebenarnya oleh Allah Swt. untuk menuntun
umatnya
Prinsip prinsip
Akidah
Kepercayaan akan adanya hari kebangkitan.
Keyakinan bahwa Allah Swt. adalah Maha Adil

b. Menjelaskan kandungan firman Allah ( QS An-Najm : 3 - 4 atau Al-Anbiya : 25)


Q.S An-Najm/53 : 3-4

3. dan tiadalah yang diucapkannya itu (Al-Quran) menurut kemauan hawa nafsunya
4. Ucapannya itu tiada lain hanyalah wahyu yang diwahyukan (kepadanya)
Q.S Al-Anbiya/21 : 25















25. Dan Kami tidak mengutus seorang rasulpun sebelum kamu melainkan Kami wahyukan
kepadanya: "Bahwasanya tidak ada Tuhan (yang hak) melainkan Aku, maka sembahlah olehmu
sekalian akan Aku"
Indah Nur Aisyah | Materi UAMBN Aqidah Akhlak MA Miftahul Huda

c. Menentukan metode-metode peningkatan kualitas aqidah


Menurut Al Ghazali, pengembangan pribadi pada hakikatnya adalah perbaikan
akhlak, dalam artian menumbuh-kembangkan sifat-sifat terpuji (mahmudah) dan
sekaligus menghilangkan sifat-sifat tercela (madzmummah) pada diri seseorang. Akhlak
manusia benar-benar dapat diperbaiki, bahkan sangat dianjurkan sesuai sabda
Rasulullah SAW Upayakan akhlak kalian menjadi baik (Hassinuu akhlaqakum). Al
Ghazali menaruh perhatian besar pada masalah akhlak serta mengemukakan berbagai
metode perbaikan ahlak. Metode peningkatan ahlak yang beliau ungkapkan dalam
berbagai buku beliau dapat dikelompokkan atas tiga jenis metode yang berkaitan satu
dengan lainnya yang oleh penulis makalah ini dinamakan :
Metode Taat Syariat
Metode ini berupa pembenahan diri, yakni membiasakan diri dalam hidup
sehari-hari untuk melakukan kebajikan dan hal-hal bermanfaat sesuai dengan
ketentuan
syariat,
aturan-aturan
negara,
dan
norma-norma
kehidupan
bermasyarakat. Disamping itu berusaha untuk menjauhi hal-hal yang dilarang syara
dan aturan-aturan yang berlaku. Metode ini sederhana dan dapat dilakukan oleh
siapa saja dalam kehidupan sehari-hari. Hasilnya akan berkembang sikap dan
perilaku positif seperti ketaatan pada agama dan norma-norma masyarakat, hidup
tenang dan wajar, senang melakukan kebajikan, pandai menyesuaikan diri dan bebas
dari permusuhan.
Metode Pengembangan Diri
Metode yang bercorak psiko-edukatif ini didasari oleh kesadaran atas kekuatan
dan kelemahan diri yang kemudian melahirkan keinginan untuk meningkatkan sifatsifat baik dan sekaligus menghilangkan sifat-sifat buruk. Dalam pelaksanaannya
dilakukan pula proses pembiasaan (conditioning) seperti pada Metode Taat Syariat
ditambah dengan upaya meneladani perbuatan dari pribadi-pribadi yang dikagumi.
Membiasakan diri dengan cara hidup seperti ini secara konsisten akan
mengembangkan kebiasaan-kebiasaan dan sifat-sifat terpuji yang terungkap dalam
kehidupan pribadi dan kehidupan bermasyarakat. Metode ini sebenarnya mirip
dengan metode pertama, hanya saja dilakukan secara lebih sadar, lebih disiplin dan
intensif serta lebih personal sifatnya daripada metode pertama.
Metode Kesufian
Metode ini bercorak spiritual-religius dan bertujuan untuk meningkat kan
kualitas pribadi mendekati citra Insan Ideal (Kamil). Pelatihan disiplin diri ini menurut
Al Ghazali dilakukan melalui dua jalan yakni al-mujaahadah dan al-riyaadhah. Al
Mujaahadah adalah usaha sungguh-sungguh untuk menghilangkan segala hambatan
pribadi (harta, kemegahan, taklid, maksiat). Al-Riyaadhah adalah latihan
mendekatkan diri pada Tuhan dengan selalu berusaha meningkatkan kualitas ibadah.
Kegiatan sufistik ini berlangsung dibawah bimbingan seorang Guru yang benar-benar
berkualitas dalam hal ilmu, kemampuan dan wewenangnya sebagai Mursyid.
Diantara ketiga metode tersebut, metode kesufian dianggap tertinggi oleh Al Ghazali
dalam proses peningkatan derajat keruhanian, khususnya dalam meraih ahlak terpuji.
Cara menerapkan metode metode peningkatan kualitas akhlak dalam kehidupan:
Metode syariat
a) Membiasakan diri untuk selalu melakukan kebaikan dan menjauhi yang di larang
syara
b) Menjauhi permusuhan
c) Membiasakan diri untuk menyesuaikan dengan lingkungan
Metode pengembangan diri
a) Berupaya meneladani perbuatan-perbuatan terpuji dari pribadi-pribadi yang di
kagumi
b) Membiasakan konsisten untuk melakukan kebiasaan-kebiasaan terpuji dan
menghilangkan sifat-sifat tercela yang ada pada diri
c) Berusaha meningkatkan potensi-potensi baik yang ada pada diri untuk menjadi
pribadi yang lebih baik.
Metode kesufian
a) Membiasakan bersifat zuhud
Indah Nur Aisyah | Materi UAMBN Aqidah Akhlak MA Miftahul Huda

b) Melakukan riyaadhah / mendekatkan diri pada tuhan


c) Meningkatkan kualitas ibadah
2. Memahami pengertian dan istilah-istilah tauhid, macam-macam tauhid serta
perilaku orang yang bertauhid
a. Menentukan pengertian Tauhid, Ilmu Kalam dan Ushuludin
1)
Ilmu Kalam
Kalam menurut bahasa ialah ilmu yang membicarakan/membahas tentang masalah
ke-Tuhanan/ketauhidan (meng-Esakan Tuhan), atau kalam menurut loghatnya ialah
omongan atau perkataan/pembicaraan.
Sedangkan menurut istilah Ilmu Kalam ialah sebagai berikut:
a.
Menurut Ibnu Khaldun, Ilmu Kalam ialah ilmu yang berisi alasan alasan
mempertahankan kepercayaan-kepercayaan iman dengan menggunakan dalil
pikiran dan berisi bantahan terhadap orang-orang yang menyeleweng dari
kepecayaan aliran golongan salaf dan ahli sunah
b.
Menurut Husain Tripoli, Ilmu Kalam ialah ilmu yang membicarakan
bagaimana menetapkan kepercayaan-kepercayaan keagamaan agama Islam
dengan bukti- bukti yang yakin
c.
Menurut Syekh Muhammad Abduh definisi Ilmu Kalam adalah ilmu yang
membahas tentang wujud Allah, sifat-sifat yang wajib bagi-Nya, sifat-sifat yang
jaiz bagi-Nya dan tentang sifat-sifat yang ditiadakan dari-Nya dan juga tentang
rasul-rasul Allah baik mengenai sifat wajib, jaiz dan mustahil dari mereka
d.
Menurut Al-Farabi definisi Ilmu Kalam adalah disiplin ilmu yang membahas
Dzat dan Sifat Allah beserta eksistensi semua yang mungkin mulai yang
berkenaan dengan masalah dunia sampai masalah sesudah mati yang
berlandaskan doktrin Islam
e.
Menurut Musthafa Abdul Razak, Ilmu Kalam ialah ilmu yang berkaitan
dengan akidah imani yang di bangun dengan argumentasi-argumentasi rasional
Ilmu Kalam juga dinamakan Ilmu Tauhid, tauhid ialah percaya kepada Tuhan Yang
Maha Esa, tidak ada sekutu baginya. Ilmu Kalam dinamakan Ilmu Tauhid, karena
tujuannya ialah menetapkan keesaan Allah dalam Zat dan perbuatan-Nya dalam
menjadikan alam semesta dan hanya Allah yang menjadi tempat tujuan terakhir alam
ini.
Ilmu Kalam juga dinamakan Ilmu Aqaid atau Ilmu Ushuludin, karena persoalan
kepercayaan yang menjadi pokok ajaran agama itulah yang menjadi pokok
pembicaraannya/pokok bahasannya meliputi persoalan-persoalan mendasar (ushul)
di dalam agama (din).
Ilmu kalam menyerupai Ilmu Theologi, terdiri dari dua kata yaitu Theo artinya
Tuhan dan Logos artinya Ilmu jadi theologi bermakna ilmu tentang ketuhanan.
Dari penjelasan di atas, kita dapatkan definisi ilmu kalam yaitu ilmu yang
membicarakan tentang wujud Allah, sifat-sifat yang wajib ada pada-Nya, sifat-sifat
yang mustahil bagi-Nya, dan sifat-sifat yang mungkin ada pada-Nya. Ilmu ini juga
membicarakan tentang rasul-rasul Allah dan cara menetapkan kerasulannya, serta
mengetahui sifat-sifat yang wajib ada pada mereka, dan sifat-sifat yang tidak
mungkin ada pada mereka.
Ahli ilmu kalam disebut mutakallimin. Golongan ini dianggap sebagai kelompok
tersendiri yang menggunakan akal pikiran dalam memahami nash-nash agama untuk
mempertahankan keyakinannya. Mereka berbeda dengan golongan Hambali (dalam
pengajaran fiqih) yang berpegangan teguh pada keyakinan orang salaf. Mutakallimin
juga berbeda dengan kelompok tasawuf yang mendasarkan pengetahuannya kepada
pengalaman batin dan renungan (kasyf).
2)
Ilmu Tauhid
Menurut bahasa Tauhid berasal dari bahasa Arab, masdar dari kata

artinya:
keesaan. Sedangkan menurut istilah ialah sebagai berikut:
a) Menurut Husain Affandi al-Jasr, Tauhid ialah ilmu yang membahas hal-hal
menetapkan akidah agama dengan dalil yang meyakinkan
b) Menurut M Abduh, Ilmu Tauhid adalah suatu ilmu membahas tentang wujud Allah,
sifat-sifat wajib bagi-Nya sifat-sifat yang boleh dan yang tidak boleh disifati
Indah Nur Aisyah | Materi UAMBN Aqidah Akhlak MA Miftahul Huda

kepada-Nya. Di samping itu Ilmu Tauhid juga menyikapi Rasul-rasul Allah guna
menetapkan risalah mereka, yang boleh mereka nasabkan dan apa yang dilarang
atas mereka
c) Prof. M. Tharir A Muin, Ilmu Tauhid adalah ilmu yang menyelidiki dan membahas
soal yang wajib, jaiz, dan mustahil bagi Allah dan bagi sekalian utusan-utusan-Nya,
dan juga mengupas dalil-dalil yang mungkin cocok dengan akal pikiran sebagai
alat untuk membuktikan adanya Zat yang mewujudkan
d) Ilmu ini dinamakan Ilmu Tauhid karena pembahasannya yang paling menonjol
adalah tentang ke-Esaan Tuhan yang asas pokok agama Islam, sebagaimana yang
berlaku terhadap agama yang benar yang telah di bawa oleh para rasul yang di
utus Allah.
e) Muhammad Abduh dalam bukunya: Risalah at-Tauhid berpendapat: asal makna
tauhid adlah meyakinkan (mengitiqatkan) bahwa Allah adalah satu tidak syarikat
bagi-Nya (Muhammad Abduh, 1969:33).
f) A. R Sutan Masur berpendapat bahwa kata-kata tauhid merupakan bahasa Arab
dalam bentuk bab tafiI yang susunanya dari wahhada (menyatukan), yuwahhidu
(akan tetap menyatukan) dan tauhidan (sungguh disatukan). Dengan demikian,
tauhid ini harus berwujud berusaha menyatukan dengan arti yang tepat. Tauhid
bukan menyatukan Tuhan dengan dari beberapa Tuhan, tetapi dimaksud ialah
merebut hati, mempunyai itiqad bahwa Allah itu hanya satu. Keyakinan itu harus
diitiqatkan dalam qalbu, dibuhul dalam hati, dipegang keras dalam perasaan, ruh
dan pikiran kita (A.R. Sutan Mansur, 1978: 10).
g) M. Thaib Thahir A. Muin menjelaskan: tauhid artinya mengetahui atau mengenal
Allah Taala, mengetahui dan meyakinkan Allah itu tunggal, tidak ada sekutu-Nya
(M. Thaib Thahir A. Muin, t.th:19).
h) A. Hanafi berpendapat arti tauhid ialah percaya tentang wujud Tuhan Yang Maha
Esa, yang tidak ada sekutu bagi-Nya, baik zat, sifat, maupun perbuatan-Nya; Yang
mengutus utusan untuk memberi petunjuk kepada alam dan umat manusia kepada
jalan kebaikan; yang meminta pertanggungjawaban seseorang di akhirat...(A.
Hanafi,t.th: 12).
i) Menurut pendapat Muhammad Abduh: ilmu tauhid adalah suatu ilmu yang
membahas tentang wujud Tuhan, sifat-sifat yang wajib tetap pada-Nya, sifat yang
boleh disifatkan kepada-Nya, sifat yang tidak boleh bagi-Nya, juga tentang Rasul
untuk menetapkan apa yang wajib, boleh dan yang dilarang dinisbahkan
kepadanya (Muhammad Abduh: 36)
j) Said Husein Afandi al-Jisr mendifinisikan ilmu tauhid sebagai sutu ilmu yang
membahas tentang menetapkan akidah atau keyakinan agama dengan landasan
dalil yang pasti (As-Said Husin Afandi al-Jisr, t.th: 6).
k) M. Hasby ash-Shidiqy menjelaskan bahwa ilmu tauhid adalah ilmu yang
membicarakan
tentang
cara-cara
menetapkan
aqidah
agama
dengan
mempergunakan dalil-dalil yang meyakinkan, baik dalil itu naqli, aqli, maupun dalil
wijdani (perasaan yang halus) (M. Hasby ash-Shidiqy, 1973: 1).
l) Dalam kamus New English dictionary theology berarti science with treats of the
facts and phenomena of religion and the relations between good and men (ilmu
yang membahas tentang fakta dan gejala-gejala agama, serta hubungn manusia
dan Tuhan). (A. Hanafi: 11)
m) Dalam encyclopaedia Every mens, theology berarti science of religion, dealing
therefore with god and men in his relation to god (pengetahuan agama yang
karenanya mmembicarakan tentang Tuhan dan manusia dan pertaliannya dengna
Tuhan (A. Hanafi: 11).
n) As. Hornby dalam kamusnya menyebutkan theology is Islam formal study of the
nature of god and of foundations of religious belief (studi formal antara alam dan
Tuhan, atau studi yang menyangkut dalam kehidupan yang mendasar dalam
agama) (As. Hornby, 1974:896).
Ilmu Tauhid disebut juga ilmu aqaid atau ilmu ushuluddin adalah karena tema utama
yang dibicarakan berkaitan dengan akidah pokok atau dasar-dasar akidah yang ada
dalam Islam.
3)

Ilmu Ushuluddin
Indah Nur Aisyah | Materi UAMBN Aqidah Akhlak MA Miftahul Huda

Ushul : pokok, fondmen, prinsip, aqidah, peraturan.


Aiddiin : agama
Ushuluddin adalah pokok-pokok atau dasar-dasar agama.
Ilmu tauhid dapat pula dikatakan ilmu ushuluddin karena menguraikan pokok-pokok
kepercayaan dalam agama islam.
b. Menentukan macam-macam Pengertian tauhid (Tauhid, Uluhiyah, tauhid
rububiyah).
1) Tauhid Al-Uluhiyyah
Tauhid uluhiyyah berasal dari kata ilah yang berarti adalah Tuhan. Tauhid ini
disebut juga dengan tauhid ubudiyyah, yang berasal dari kata abida yang berarti
menyembah. Maksud dari tauhid ini adalah bahwa hanya Allah sajalah yang benarbenar atau satu-satunya yang patut disembahdari sekian banyak nama-nama Tuhan.
Sebab pada umumnya setiap manusia mengakui adanya Tuhan, hanya saja cara
menggambarkannya yang salah. Bagi manusia primitif menggambarkan Tuhan
adalam bentuk animisme, dinamisme, dan polytheisme. Bagi umat Jahiliyah
mentuhankan Manna, Latta, Uzza, dan berbagai patung-patung lain (berhala) yang
brgantung disekitar Kabah ketika itu. Begitu juga umat Hindu menuhankan berbagai
macam dewa dan keyakinan totinisme. Sedangkan penganut Islam tidak mengakui
Tuhan yang lain selain Allah SWT.
Jadi pengertian tauhid uluhiyyah ialah pengakuan yang penuh bahwa Allah
sajalah yang patut disembah, tidak boleh menghadap pengabdian kepada selainnya,
melarang manusia menyembah manusia, benda-benda keramat, kuburan
parawali/pemimpin, dan sebagainya. Dalam hal ini Islam telah menggariskan denagn
tegas bahwa seluruh pengabdian hanya untuk Allah semata, tercakup dalam kalimat
tauhid lailaahaillallah(Tidak ada tuhan yang patut disembah selain
Meng-Esakan Allah dalam ibadah, yakni beribadah hanya kepada Allah dan
karena-Nya semata.
2) Tauhid Ar-Rububiyyah
Perkataan rububiyyah berasal dari kata rabb berarti pencipta dan mengatur
segala yang ada ini. Dengan demikian, pengertian tauhid rububiyyah itu ialah
pengakuan yang buat atau keyakinan yang penuh pada Allah sajalah yang mengatur
dan menciptakan alam semesta ini, baik alam nyata maupun alam ghaib. Hendaklah
diyakinkan bahwa seluruh makhluk yang ada ini adalah ciptaan Allah sendiri tanpa
ada pemabantu-Nya, karena Allah esa dari segala-galanya; Allah itu esa zat-Nya,
sifat, dan prbuatan-Nya.
Meng-Esakan Allah dalam perbuatan-Nya, yakni mengimani dan meyakini bahwa
hanya Allah yang mencipta, menguasai dan mengatur alam semesta ini.
3) Tauhid Al-Asma' was-Sifat
Tauhid sifat adalah tauhid kepada Allah dengan mempercayai bahwa Allah tidak
mempunyai sifat-sifat yang sempurna dan tidak serupa dan dimiliki oleh makluknya,
sebagaimana ia dan rasul-Nya telah mensifatkan. Mustahil bagi Allah mempunyai
sifat-sifat kekurangan, keyakinan seperti inilah yang dinamakan sifat tauhid.
Meng-Esakan Allah dalam asma dan sifat-Nya, artinya mengimani bahwa tidak
ada makhluk yang serupa dengan Allah, dalam dzat, asma maupun sifat.
4) Tauhid Itiqadi, tauhid Itiqadi ialah tauhid pada keyakinan.
5) Tauhid qauli, tauhid qauli itu artinya Tauhid dalam pembicaraan.
6) Tauhid amali, tauhid amali artinya tauhid dengan amalan saleh dalam masyarakat,
dan memelihara kesatuan umat.
c. Ruang Lingkup Tauhid
Pokok-pokok pembahasan yang menjadi ruang lingkup ilmu tauhid meliputi tiga hal
sebagai berikut:
1)
Marifat al-mabda yaitu mempercayai dengan penuh keyakinan tentang
Pencipta alam yaitu Allah Swt. Hal ini sering diartikan dengan wujud yang sempurna,
wujud mutlak atau wajibul wujud.
2)
Marifat al-watsiqah yaitu mempercayai dengan penuh keyakinan tentang
para utusan Allah Swt. yang menjadi utusan dan perantara Allah Swt. dengan umat
Indah Nur Aisyah | Materi UAMBN Aqidah Akhlak MA Miftahul Huda

1)

manusia untuk menyampaikan ajaran-ajaran Nya, tentang kitab-kitab Allah yang


dibawa oleh para utusan-Nya dan tentang para malaikat-Nya.
3)
Marifat al-maad yaitu mempercayai dengan penuh keyakinan akan adanya
kehidupan abadi setelah mati di alam akhirat dengan segala hal ihwal yang ada di
dalamnya.
d. Disajikan kisah orang yang kokoh aqidah Islamnya (Siti Masyitah/Ashabul
Kahfi/Bilal bin Rabah.
Kisah Masyitah dan Bayinya.
Versi 1
Firaun, raja zalim yang memerintah Mesir ribuan tahun lalu, mengaku dirinya
Tuhan. Dia meminta setiap rakyatnya mengakui dan menyembahnya. Mereka yang
ingkar dibunuh.
Seorang sahabat baiknya yang juga penjaga perbendaharaan negara, Hazaqil,
tidak setuju Firaun mengakui dirinya Tuhan.
Pada suatu hari, ketika Firaun menjatuhkan hukuman mati ke atas 40 orang ahli
sihir yang telah beriman kepada Allah, Hazaqil sangat tidak setuju.
Hazaqil menghadap Firaun dan membantah hukuman itu.
Tuanku, patik tidak setuju dengan hukuman mati ke atas 40 ahli sihir itu.
Walaupun mereka beriman kepada Allah, mereka sudah berjasa kepada negara kita
ini, Hazaqil mempertikaikan hukuman yang dijatuhkan oleh Firaun.
Mereka dihukum mati kerana tidak mengakui beta sebagai Tuhan mereka!
tegas Firaun dengan nada marah, sambil menambah:
Kalau kamu mempertahankan nasib ahli-ahli sihir itu, itu bermakna kamu juga
seorang daripada mereka yang beriman kepada Allah.
Firaun mula berfikir mengapa Hazaqil mempertahankan nasib 40 ahli sihir yang
dihukum mati itu.
Oleh kerana kamu salah seorang daripada mereka, beta jatuhkan hukuman
mati ke atas kamu, kata Firaun tanpa teragak-agak menjatuhkan hukuman mati
ke atas sahabat yang juga pegawai kerajaannya itu.
Hazaqil dibawa keluar dari istana. Dia diikat pada sebatang pohon kurma. Dia
kemudian dipanah pengawal Firaun sehingga mati.
Isteri Hazaqil, iaitu Siti Masyitah, yang bertugas sebagai pendandan puteri
Firaun, berasa sangat sedih dan kecewa atas pembunuhan suaminya itu.
Dia semakin benci melihat wajah Firaun dan keimanannya kepada Allah
semakin teguh.
Pada suatu pagi, ketika Siti Masyitah menyikat rambut puteri Firaun, dia
teringatkan suaminya. Tumpuan kepada tugasnya hilang. Tiba-tiba sikat yang
digunakan menyikat rambut puteri Firaun jatuh ke lantai.
Allahu Akbar, kata Siti Masyitah lalu mengambil sikat itu.
Masitah, kamu akan dihukum kerana berkata begitu. Apakah ada Tuhan lain
selain ayahandaku? tanya puteri Firaun.
Ya. Memang ada Tuhan yang patut disembah, bukan ayahanda tuan puteri,
kata Masyitah dengan tegas dan berani.
Puteri sangat marah, lalu mengadu hal itu kepada bapanya. Darah Firaun
menyirap mendengar kata-kata anaknya. Dia lalu meminta Masyitah
menghadapnya.
Siapakah Tuhan kamu? Tanya Firan dengan marah.
Allah, itulah Tuhan saya, jawab Masyitah dengan tegas.
Biadab! Kamu akan dihukum sebab menghina beta, tegas Firaun lalu
memerintahkan pengawal memasak minyak dalam kuali yang sangat besar untuk
dihumbankan Masyitah ke dalamnya.
Dengar rakyat semua, inilah hukuman kepada orang yang tidak mengaku beta
sebagai Tuhan.
Firaun terus memandang Siti Masyitah. Dia berkata: Beta beri satu peluang
terakhir kepada kamu, adakah kamu mengaku beta sebagai Tuhan kamu?
Siti Masyitah tidak peduli. Baginya, biarpun dia dihukum, keimanannya kepada
Allah tidak akan berubah.
Indah Nur Aisyah | Materi UAMBN Aqidah Akhlak MA Miftahul Huda

Tiba-tiba, anaknya yang masih bayi, dengan izin Allah, berkata:


Wahai ibu, janganlah terpedaya dengan kata-kata syaitan yang dilaknat Allah.
Kematian kita akan mendapat rahmat daripada Allah dan pintu syurga sentiasa
terbuka menanti kedatangan kita.
Siti Masyitah terkejut mendengarkan bayinya boleh berkata-kata. Dia bersyukur
kepada Allah lantas dengan hati tabah, menuju ke kuali besar berisi minyak panas
itu.
Allahu Akbar! teriak Siti Masyitah lalu terjun bersama dua orang anaknya ke
dalam kuali itu.
Orang ramai yang hadir dan melihat kejadian itu berasa terkejut dan sedih
melihat Siti Masyitah dan dua anaknya menjadi korban Firaun demi
mempertahankan agama Allah.
Tiba-tiba mereka terhidu bau yang sangat harum keluar daripada kuali besar
berisi minyak mendidih yang telah memasak Masyitah dan anak-anaknya itu.
Versi 2
Apa, di dalam kerajaanku sendiri ada pengikut Musa? Teriak Firaun dengan
amarah yang membara setelah mendengar cerita putrinya perihal keimanan Siti
Masyitoh. Hal ini bermula ketika suatu hari Siti Masyitoh sedang menyisir rambut
putri Firaun, tiba-tiba sisir itu terjatuh, seketika Siti Masyitoh mengucap
Astagfirullah. Sehingga terbongkarlah keimanan Siti Masyitoh yang selama ini
disembunyikannya.
Baru saja aku menerima laporan dari Hamman, mentriku, bahwa pengikut Musa
terus bertambah setiap hari. Kini pelayanku sendiri ada yang berani memeluk
agama yang dibawa Musa. Kurang ajar si Masyitoh itu, umpat Firaun.
Panggil Masyitoh kemari, perintah Firaun pada pengawalnya. Masyitoh datang
menghadap Firaun dengan tenang. Tidak ada secuil pun perasaan takut di hatinya.
Ia yakin Allah senantiasa menyertainya.
Masyitoh, apakah benar kamu telah memeluk agama yang dibawa Musa?.
Tanya Firaun pada Masyitoh dengan amarah yang semakin meledak.
Benar, jawab Masyitoh mantap.
Kamu tahu akibatnya? Kamu sekeluarga akan saya bunuh, bentak Firaun,
telunjuknya mengarah pada Siti Masyitoh.
Saya memutuskan untuk memeluk agama Allah, maka saya telah siap pula
menanggung segala akibatnya.
Masyitoh, apa kamu sudah gila! Kamu tidak sayang dengan nyawamu,
suamimu, dan anak-anakmu.
Lebih baik mati daripada hidup dalam kemusyrikan.
Melihat sikap Masyitoh yang tetap teguh memegang keimanannya, Firaun
memerintahkan kepada para pengawalnya agar menghadapkan semua keluarga
Masyitoh kepadanya.
Siapkan sebuah belanga besar, isi dengan air, dan masak hingga mendidih,
perintah Firaun lagi.
Ketika semua keluarga Siti Masyitoh telah berkumpul, Firaun memulai
pengadilannya.
Masyitoh, kamu lihat belanga besar di depanmu itu. Kamu dan keluargamu
akan saya rebus. Saya berikan kesempatan sekali lagi, tinggalkan agama yang
dibawa Musa dan kembalilah untuk menyembahku. Kalaulah kamu tidak sayang
dengan nyawamu, paling tidak fikirkanlah keselamatan bayimu itu. Apakah kamu
tidak kasihan padanya.
Mendengar kalimat terakhir yang diucapkan Firaun, Siti Masyitoh sempat
bimbang. Tidak ada yang dikhawatirkannya dengan dirinya, suami, dan anakanaknya yang lain, selain anak bungsunya yang masih bayi. Naluri keibuannnya
muncul. Ditatapnya bayi mungil dalam gendongannya. Yakinlah Masyitoh, Allah
pasti menyertaimu. Sisi batinnya yang lain mengucap.
Ketika itu, terjadilah suatu keajaiban. Bayi yang masih menyusu itu berbicara
kepada ibunya, Ibu, janganlah engkau bimbang. Yakinlah dengan janji Allah.

Indah Nur Aisyah | Materi UAMBN Aqidah Akhlak MA Miftahul Huda

2)

Melihat bayinya dapat berkata-kata dengan fasih, menjadi teguhlah iman Siti
Masyitoh. Ia yakin hal ini merupakan tanda bahwa Allah tidak meninggalkannya.
Allah pun membuktikan janji-Nya pada hamba-hamba-Nya yang memegang
teguh (istiqamah) keimanannya. Ketika Siti Masyitoh dan keluarganya dilemparkan
satu persatu pada belanga itu, Allah telah terlebih dahulu mencabut nyawa
mereka, sehingga tidak merasakan panasnya air dalam belanga itu.
Demikianlah kisah seorang wanita shalihah bernama Siti Masyitoh, yang tetap
teguh memegang keimanannya walaupun dihadapkan pada bahaya yang akan
merenggut nyawanya dan keluarganya.
Ketika Nabi Muhammad Saw. isra dari Masjidil Haram di Mekkah ke Masjidil Aqsa
di Palestina, beliau mencium aroma wangi yang berasal dari sebuah kuburan.
Kuburan siapa itu, Jibril? tanya baginda Nabi.
Itu adalah kuburan seorang wanita shalihah yang bernama Siti Masyitoh,
jawab Jibril.
Kisah Bilal Bin Rabbah
Beliau adalah sahabat Nabi yang terkenal. Dia adalah seorang mu'adzin (juru
adzan) di masjid Nabawi. Sebelumnya, ia seorang hamba sahaya milik seorang kafir
Quraisy kemudian memeluk Islam.
Keislamannya menyebabkan Bilal r.a. mengalami banyak penderitaan dan
kesengsaraan akibat perbuatan orang-orang kafir. Umayah bin Khalaf adalah seorang
kafir yang paling keras memusuhi Islam, ia pernah membaringkan Bilal r.a. di atas
padang pasir yang panas membakar ketika matahari sedang terik sambil menindih
batu besar di atas dadanya sehingga Bilal r.a. tidak dapat menggerakan badannya
sedikitpun. Umayah berkata "Apakah kamu bersedia mati dalam keadaan seperti ini?
Ataukah kamu mau terus hidup, dengan syarat kamu tinggalkan agama Islam?"
Walaupun Bilal r.a. disiksa seperti itu namun ia berkata "Ahad!!! Ahad!!!" yang artinya
Esa (maksudnya Allah maha Esa).
Pada malam harinya, Bilal r.a. diikat dengan rantai, kemudian dicambuk terus
menerus hingga badannya luka-luka. Pada siang harinya, dia dibaringkan kembali di
atas padang pasir yang panas. Dengan cara tersebut tuannya berharap Bilal r.a. akan
mati dalam keadaan seperti itu. Orang kafir yang menyiksanya silih berganti, suatu
kali Abu Jahal yang menyiksanya, terkadang Umayah bin Khalaf, bahkan orang lain
pun turut menyiksanya juga. Mereka berusaha sekuat tenaga untuk menyiksa Bilal r.a
dengan siksaan yang lebih berat lagi.
Mereka memaksa Bilal agar memuji Latta dan Uzza, tapi Bilal justru memuji
nama Allah dan Rasul-Nya. Mereka terus memaksanya, Ikutilah yang kami katakan!
Bilal menjawab, Lidahku tidak bisa mengatakannya. Jawaban ini membuat
siksaan mereka semakin hebat dan keras. Apabila merasa lelah dan bosan menyiksa,
Umayyah bin Khalaf, mengikat leher Bilal dengan tali yang kasar lalu
menyerahkannya kepada sejumlah orang tak berbudi dan anak-anak agar
menariknya di jalanan dan menyeretnya di sepanjang Abthah2 Mekah. Sementara itu,
Bilal menikmati siksaan yang diterimanya karena membela ajaran Allah dan RasulNya. Ia terus mengumandangkan pernyataan agungnya, Ahad, Ahad, Ahad,
Ahad. Ia terus mengulang-ulangnya tanpa merasa bosan dan lelah.
Suatu ketika, Abu Bakar Rodhiallahu anhu mengajukan penawaran kepada
Umayyah bin Khalaf untuk membeli Bilal darinya. Umayyah menaikkan harga berlipat
ganda. Ia mengira Abu Bakar tidak akan mau membayarnya. Tapi ternyata, Abu Bakar
setuju, walaupun harus mengeluarkan sembilan uqiyah emas.
Seusai transaksi, Umayyah berkata kepada Abu Bakar, Sebenarnya, kalau
engkau menawar sampai satu uqiyah-pun, maka aku tidak akan ragu untuk
menjualnya.
Abu Bakar membalas, Seandainya engkau memberi tawaran sampai seratus
uqiyah-pun, maka aku tidak akan ragu untuk membelinya
Ketika Abu Bakar memberi tahu Rasulullah Sholallahu alaihi wasallam bahwa ia
telah membeli sekaligus menyelamatkan Bilal dari cengkeraman para penyiksanya,

Indah Nur Aisyah | Materi UAMBN Aqidah Akhlak MA Miftahul Huda

3)

Rasulullah Sholallahu alaihi wasallam berkata kepada Abu Bakar, Kalau begitu,
biarkan aku bersekutu denganmu untuk membayarnya, wahai Abu Bakar.
Ash-Shiddiq Rodhiallahu anhu menjawab, Aku telah memerdekakannya, wahai
Rasulullah.
Setelah Rasulullah Sholallahu alaihi wasallam mengizinkan sahabat-sahabatnya
untuk hijrah ke Madinah, mereka segera berhijrah, termasuk Bilal Rodhiallahu anhu..
Setibanya di Madinah, Bilal tinggal satu rumah dengan Abu Bakar dan Amir bin Fihr.
Bilal tinggal di Madinah dengan tenang dan jauh dari jangkauan orang-orang
Quraisy yang kerap menyiksanya. Kini, ia mencurahkan segenap perhatiannya untuk
menyertai Nabi sekaligus kekasihnya, Muhammad Sholallahu alaihi wasallam.. Bilal
selalu mengikuti Rasulullah Sholallahu alaihi wasallam ke mana pun beliau pergi.
Selalu bersamanyma saat shalat maupun ketika pergi untuk berjihad.
Kebersamaannya dengan RasulullahSholallahu alaihi wasallam ibarat bayangan yang
tidak pernah lepas dari pemiliknya.
Pada saat Rasulullah Sholallahu alaihi wasallam selesai membangun Masjid
Nabawi di Madinah dan menetapkan azan, maka Bilal ditunjuk sebagai orang pertama
yang mengumandangkan azan (muazin) dalam sejarah Islam.
Biasanya, setelah mengumandangkan azan, Bilal berdiri di depan pintu rumah
Rasulullah Sholallahu alaihi wasallam seraya berseru, Hayya alashsholaati hayya
alashsholaati(Mari melaksanakan shalat, mari meraih keuntungan.) Lalu, ketika
Rasulullah Sholallahu alaihi wasallam keluar dari rumah dan Bilal melihat beliau, Bilal
segera melantunkan iqamat.
Sebelum Rasulullah saw wafat, Bilal ditugaskan sebagai juru adzan di masjid Nabi.
Setelah Rasulullah saw wafat pada mulanya dia tetap tinggal di Manidah Thayyibah.
tetapi karena tidak kuat menahan kesedihan setiap kali melewati makam Rasulullah
saw (nabi lahir di Mekah dan meninggal di Madinah maka Bilal r.a. meninggalkan
Madinah sampai beberapa waktu lamanya.
Pernah Pada suatu hari, Bilal r.a. bermimpi bertemu Rasulullah saw. Dalam
mimpinya itu Nabi saw bersabda kepadanya "Wahai Bilal, apa yang menghalangimu
sehingga engkau tidak pernah berziarah kepadaku". Setelah bangun dari dari
tidurnya, Bilal r.a. segera pergi ke Madinah. Setiba di Madinah Hasan dan Husain r.a.
meminta Bilal r.a. agar mengumandangkan adzan. Bilal tidak dapat menolak
permintaan orang-orang yang dicintainya itu. Ketika Bilal r.a. mulai beradzan, maka
terdengarlah suara adzan seperti pada zaman Rasulullah saw. Hal ini sangat
menyentuh hati penduduk Madinah, sehingga kaum wanitapun keluar dari rumah
masing-masing sambil menangis untk mendengarkan suara adzan Bilal r.a.
Setelah beberapa hari lamanya Bilal r.a. tinggal di Madinah, akhirnya dia
meninggalkan kota Madinah dan kembali ke Damaskus dan wafat di sana pada tahun
kedua puluh Hijriyah.
Kisah Ashabul Kahfi
Syam adalah sebuah negeri yang termasuk dalam kekuasaan Romawi dan selalu
diperintah oleh gubernur-gubernur yang amat kejam. Salah satunya ialah Daqianus .
Daqianus ialah seorang penyembah berhala yang amat fanatik. Ia menyebar
mata-mata ke seluruh negeri Syam untuk mengetahui orang-orang yang tidak
menyembah berhala. Jika ia menemukan orang yang tidak menyembah berhala
seperti yang Daqianus lakukan maka, ia mereka akan diseret ke hadapan Daqianus.
Mereka yang tidak menyembah berhala akan di seret ke alun-alun dan dipenggal
di sana. Daqianus ialah manusia dengan hati bagai batu. Ia tertawa lebar
menyaksikan jerit dan tangisan keluarga yang ditinggal dan disaksikan oleh seluruh
penduduk Syam.
Setiap kali kaisar Romawi mengabarkan bahwa ia sangat senang dengan
kepemimpinan Daqianus. Maka, Daqianus segera menggelar pesta besar.
Suatu hari Daqianus, mengadakan pesta pernikahan besar. Ia mengundang
seluruh rakyatnya untuk hadir tanpa terkecuali. Seluruh penduduk diperintahkan agar
menghias rumahnya dengan lampu-lampu yang cantik. Para pengawal juga
mengabarkan bahwa Gubernur agung Daqianus akan memberikan hadiah kepada
Indah Nur Aisyah | Materi UAMBN Aqidah Akhlak MA Miftahul Huda

para rakyatnya sebagai balasan telah bekerja keras. Sambil mengundang rakyat,
prajurit juga mengancam aga tidak ada aktivitas lain selain menghadiri pesta
pernikahan yang diadakan oleh Daqianus.
Hari yang dinanti nati itu pun tiba. Orang-orang berkumpul di sekitar istana yang
dikelilingi sebuah parit yang sangat lebar. Mereka menari dan bernyanyi bersama.
Sementara itu para menteri memadati istana. Tidak lama kemudian muncullah
Daqianus dan mempelai wanitanya yang disambut meriah dengan sorak tepuk
tangan. Daqianus kemudian duduk dengan khusuk di hadapan berhala yang berada
di tengah-tengah istanah. Suasana menjadi senyap. Daqianus menyembah berhala
itu lalu kemudian menyerahkan sesembahan lalu kembali bersujud pada patung yang
terbuat dari emas itu. Ia kemudian duduk dalam singgasananya menyaksikan para
menteri dan rakyatnya yang silih berganti menyembah berhala. Tiba-tiba Daqianus
terlihat gugup dan gelisah.
Menteri, mana Martius dan Nairawis? Mereka tidak dating?
Tidak tahu tuan. Mungkin mereka sedang dalam perjalanan
Jika mereka tidak datang ke hadapanku sekarang maka aku akan menyiksa
keduanya!
Tak lama kemudian mereka berdua pun datang dan segera menghadap gubernur
mengucapkan selamat dan memberkati pernikahannya.
Maafkan hambah Tuan. Hambah terserang penyakit ringan, makanya hambah
meminta Nairawis untuk mengobatiku kata Martius
Benar Tuan, sambung Nairawis, Lihat saja wajahnya yang masih pucat
Ya ya.. sudahlah, mari bergembira. Silahkan beri penghormatan kepada
sesembahan kita kata Daqianus.
Keduanya pun segera mendekati berhala dengan enggan dan menyerahkan
perak sebagai sesembahan. Setelah itu mereka bergabung dengan pejabat yang lain.
Lihat sergah Daqianus kepada menterinya Kaludius, Mereka berdua tidak
menyembah berhala agung dengan khusuk dan mereka hanya memberikan
seserahan yang tidak berguna . ini menandakan betapa rendahnya iman mereka
Maafkan mereka Tuan. Tuan tahu bahwa mereka masih belia. Jika mereka
diberikan tugas kenegaraan, mereka pasti akan semakin dewasa dan bertindak hatihati, bela Kaludius
Kau benar, tapi mereka adalah pejabat yang diperhitungkan dalam negeri ini.
Sungguh disayangkan sikap mereka tidak seperti ayahnya. Aku akan menyelidiki
mereka berdua. Kata Daqianus tidak puas.
Semua pejabat larut dalam kesenangan hingga terbit fajar. Tanpa mereka sadari
Martus dan Nairawis ternyata telah meninggalkan pesta lebih awal.
Martus dan Nairawis adalah dua orang dari ketujuh Ashabul Kahfi. Ketika Martus
pulang ke rumahnya ia langsung berhadapan dengan ayahnya dengan wajah merah
padam. Martus segera menghindar namun ayahnya menarik kerah bajunya dan
memarahi anaknya atas kekecewaan terhadap perilakunya sewaktu berada di istana.
Martus kemudian mengurung diri di kamarnya, menangis terseduh-seduh. Ia merasa
disaingkan oleh seluruh penduduk negeri bahkan oleh ayahnya sendiri yang amat ia
sayangi yang bernama Nasthas, salah seorang menteri dari Daqianus. Sedangkan,
Nairawis ialah anak dari menteri keprcayaan Daqianus yaitu Kaludius.
Suatu hari Daqianus menaruh curiga terhadap Kaludius terkait upeti yang
diminta kepada para pedagang negeri Syam. Ia pun segera memecat menteri
kepercayaannya ini. Karena sakit hati, Kaludius melakukan pemberontakan. Ia
mengumpulkan orang-orang yang sepihak dengannya dan menyerang Daqianus.
Pasukan Daqianus dipimpin oleh Nasthas ayah dari Martas kemudian gugur dalam
peperangan tersebut. Namun walaupun Narthas gugur kemenangan tetap berada di
tangan Daqianus. Kaludius kemudian ditangkap dan dikirim ke Romawi untuk
dipenggal.
Sementara itu, di rumah Maksalaminaya, seorang pengikut ajaran Nabi Isa as,
yang sangat tidak suka dengan pemerintahan Daqianus tiba-tiba rumahnya diketuk.
Masiklaminaya membukakan pintu. Ternyata yang ia temui ialah Martus, sahabat
yang sepaham dengannya. Mereka berdialog dengan peristiwa yang baru saja
Indah Nur Aisyah | Materi UAMBN Aqidah Akhlak MA Miftahul Huda

10

menimpah negerinya . Mereka berdua ialah orang-orang yang kehilangan orang yang
mereka sayangi dari peristiwa tragis itu.
Tidak lama mereka bercakap-cakap. Pintu rumah kembali diketuk. Ternyata
mereka adalah Nairawis dan Dainamus. Dainamus ialah seorang pedagang yang
selalu tertindas dalam ketidak adilan oleh para pedagang besar orang-orang romawi.
Mereka berempat terlibat dalam pembicaraan yang serius. Hingga akhirnya mereka
memutuskan untuk lari dari kota yang penuh dengan kenistaan dan jauh dari Tuhan.
Mereka berempat inilah orang-orang dari Ashabul Kahfi.
Saat berada di rumah Maksalaminaya. Mereka mendengarkan kitab Injil yang
diperoleh dari Hawari Narthusia. Injil ini kemudian dibacakan oleh Maksalaminaya.
Pintu ditutup rapat agar tidak terdengar oleh mata-mata dari Daqianus.
Keesokan harinya terdengar kabar bahwa putra dari Daqianus tewas terbunuh di
sungai. Pembunuhnya ialah Hawawi Narthusia seorang pengikut Nabi Isa as. Ia segera
ditangkap dan disiksa di hadapan Daqianus. Ketika sedang mengawasi penyiksaan
ini. Mata-mata Daqianus mengatakan kepada Daqianus, Tuan, aku pernah melihat
pemuda ini bersama Martus dan Nairawis beserta para pemuda lainnya. Aku kahwatir
mereka bersekongkol menyiapkan rencana licik ini. Mereka menyebarkan bahwa tuan
adalah orang sesat kerena menyembah berhala. Mereka juga mengatakan bahwa
Anda kejam dan sewenang-wenang. Aku khawatir mereka berusaha menggulingkan
Tuan dari jabatan terhormat ini
Mendengar perkataan ini, Daqianus geram. Pergi dan tangkap mereka sekarang
juga, jangan kembali jika kau tidak berhasil menangkapnya! Ada berapa jumlah
mereka?
Mereka hanya berenam Tuan. Martus, Nairawis, Dainamus pedagang kecil yang
miskin, Maksalaminaya, Qalus, dan satunya lagi ialah Kartumis, seorang pengawal
istana yang telah lama menghilang dan menolak untuk mengabdi sebagai pengawal
Tuan lagi.
Besok kau harus bawah mereka ke hadapanku. Jika tidak, akan ku penggal
ehermu
Diantara para pejabat Daqianus, ada yang simpati terhadap nasib Martus dan
Nairawis. Kabar ini pun tersampaikan ke telinga Martus. Mereka berenam sepakat
untuk melarikan diri ke negeri terdekat ar-Raqim.
Dalam perjalanan mereka beristirahat dalam sebuah gubuk di perbatasan
negeri. Ternyata dari dalam gubuk tersebut keluar seorang pria yang sebaya dengan
mereka.
Siapa kalian wahai saudaraku? Adakah yang bias ku bantu? Tanya pria yang
ditemani oleh anjing itu
Kami lari untuk mencari tempat dimana kami bisa menyembah Allah dengan
tenang
Apakah kalian berasal dari kota yang pemerintahannya kejam, Daqianus?
Benar sekali. Engkau sendiri siapa?
Aku sudah tahun tinggal di kota itu. Daqianus memerintahkan aku untuk
menyembah berhala, namun aku enggan melaksanakannya. Ia memerintahkan
prajuritnya untuk membunuhku dan merampas tanahku. Aku tidak tahu harus tinggal
dimana. Makanya, ku bangun gubuk kecil ini
Kalau begitu bergabunglah bersama kami
Namaku Yamlikha potong pria itu.
Sebaiknya engkau dan anjingmu ikut kami, Yamlikha, tawar Nairawis
Kita akan pergi jauh.. jauh sekali sampai kita tiak dapat terlihat oleh mata
Daqianus yang congkak itu tambah Masaklaminaya.
Disinilah cikal bakal pelarian pemuda Ashabul Kahfi dalam perjalanan mereka
kemudian beristirahat dalam sebuah gua. Dan tidak henti-hentinya meminta
perlindungan kepada Allah swt.
Allah swt menjadikan gua ini tampak menyeramkan sehingga siapa pun yang
medekati gua ini, akan terbesit ketakutan dan tak berani memasukinya. Ke tujuh
pemuda dan seeokor anjing ini akhirnya tertidur selama 309 tahun. (al-Kahfi [18]:25)

Indah Nur Aisyah | Materi UAMBN Aqidah Akhlak MA Miftahul Huda

11

300 tahun berlalu dengan pemimpin yang silih berganti dan semuanya ialah
orang yang amat kejam. Hingga akhirnya Allah swt menunjukkan jalan. Negeri Syam
kini dipimpin oleh seorang pengikut Nabi Isa as yang memerintahkan rakyatnya agar
menyembah Allah swt dan menghancurkan berhala. Ia juga berlaku adil dan sangat
bijaksan. Negeri Syam kini menjadi negeri yang makmur dan rakyatnya terhindar dari
kemiskinan.
Suatu hari, sekelompok penganut ajaran sesat mempengaruhi orang-orang agar
tidak percaya dengan adanya kehidupan setelah mati. Dan menentang apa yang
dikatakan oleh ajaran Nabi Isa as.
Mendengar berita tentang sekelompok penyebar ajaran sesat ini. Gebernur
Syam segera memanggil mereka ke istana. Gebernur menasiihati mereka agar segera
bertaubat dengan apa yang telah mereka katakana. Namun, usahanya sia sia. Mereka
tetap tidak merubah pendiriannya. Mereka kemudian dipenjara. Dan dalam penjara
Gubernur sering mengunjungi mereka dan melakukan debat terbuka. Gubernur
berusaha memberikan contoh kehidupan kepada mereka agar mereka menyadari
perbuatannya, namun tetap saja mereka tidak bergeming.
Sang Gubernur kemudian mendirikan shalat dan berdoa kepada Allah swt agar
diberi petunjuk. Malam harinya ia bermimpi melihat matahari terbit dari balik gunung
ar-Raqim. Setelah itu aku melihat pemuda yang teguh menyembah Allah. Salah
seorang diantara mereka berkata Sebarkan berita gembira, Allah swt telah
mendengarkan doamu
Sementara itu dalam gua. Bersamaan dengan terbitnya matahari, anjing milik
Masaklaminaya terbangun dari tidur panjangnya. Ia heran melihat tubuhnya ditumbui
bulu yang amat lebat dan tampak meyeramkan. Anjing itu kemudian menemui
tuannya yang masih tertidur dan membangunkannya dengan gonggongan. Singkat
cerita mereka semua terbangun dan kaget melihat keadaan mereka yang berubah
drastis. Kukuh mereka tak pernah di potong dan sangat panjang. Mereka heran
melihat mereka tidur dengan rambut yang masih pendek, dan ketika mereka
terbangun, rambut mereka melebihi tinggi mereka.
Salah seorang di antara mereka bertanya Berapa hari kita tertidur yang lain
menjawab mungkin sehari atau setengah hari Hanya Allahlah yang mengetahui
berapa lama kita tertidur
Bangun dari tidur panjang mereka dihimpit rasa lapar. Singkat cerita
Masaklaminaya beserta anjingnya keluar untuk membeli makanan. Sesampainya di
pasar orang-orang heran melihatnya ia tampak bagai monster dan tidak mirip sama
sekali dengan manusia. Ia memberikan uang dari 309 tahun lalu yang saat ini tidak
digunakan lagi. Peristiwa ini mengundang keributan hingga akhirnya prajurit
membawa Masaklaminaya ke istana.
Celakalah aku, aku tertangkap Gumam Masaklaminaya dalam hati. Ia belum
sadar dengan apa yang sebenarnya terjadi bahwa mereka telah tertidur selama 309
tahun. Ia mencoba memberontak dari jerat prajurit.. Teman-teman tolog aku.. siapa
pun tolong aku.. Ya Allah tolonglah aku..
Sesampainya di istana ketakutan Masaklaminaya berangsur-angsur meredah, Ia
tidak lagi melihat berhala terpajang di pintu masuk istana.. dalam hatinya dipenuhi
rasa penasaran dan bukan lagi ketakutan.
Singkat cerita Gubernur mendengarkan perkataan Masaklaminaya salah
seorang menteri maju dan berkata Kaukah salah seorang dari tujuh pemudah yang
melarikan diri dari Daaqianus?
Ya, Jadi tuan Tahu. Apakah tuan juga berada pada waktu itu?
Tentu saja tidak. Peritiwa itu sudah berlangsung 300 tahun yang lalu, dan kisah
hilangnya kalian terus dibicarakan oleh orang-orang
Masaklaminaya tersungkur mendengar penjelasan itu.. Maha Suci Allah yang
telah menunjukkan kuasanya.
Mengetahui kebenaran ini Gubernur segera memanggil tawanan kelompok yang
telah menyebarkan ajaran sesat dan menceritakan kisah Masaklaminaya yang telah
ditidurkan selama 309 tahun lamanya.
Dimanakan keenam temanmu yang lainnya? Tanya Gubernur
Indah Nur Aisyah | Materi UAMBN Aqidah Akhlak MA Miftahul Huda

12

Mereka menungguku di dalam gua untuk membawakan makanan untuk


mereka
Bawalah aku ke sana!
Mereka pun segera menuju gua tempat mereka tertidur, gubernur mengikut
sertakan para tahanan sesat itu untuk membuktikan kebenaran kisah
Masaklaminaya.
Sesampainya di gua Masaklaminaya berkata kepada Gubernur. Tuan jika temantemanku mendengar deruh langkah prajurit Tuan, mungkin saja mereka bisa mati
ketakutan. Untuk itu biarkanlah hambah masuk terlebih dahulu
Baiklah, aku mengerti.. lakukanlah apa yang hendak kau lakukan
Masaklaminaya kemudian menemui teman-temannya dengan tidak membawa
apa-apa.
Ada apa Masaklaminaya, kenapa kau tidak membawa makanan?
Tenanglah saudaraku, akan kuceritakan apa yang sebenarnya terjadi
Mengetahui apa yang terjadi sebenarnya.. mereka sadar telah hidup pada
zaman yang amat jauh dengan kehidupan mereka. Ketujuh pemuda itu kemudian
berdoa kepada Allah agar nyawa mereka di cabut. Hingga Allah swt mengabulkan
doanya dan mengangkat mereka menghadap sang Ilahi dengan penuh kerinduan
Sementera itu pasukan yang resah telah lama menunggu masuk ke gua dan
mendapati ke tujuh pemuda itu.. para penyebar ajaran sesat itu pun tak kuasa
menahan deruh air mata yang mengalir dan menyadari kekuasaan Allah swt dan
bersujud di hadapan ke tujuh pemuda tadi.. Maha Suci Allah dengan segala KuasaNya
e. Menentukan kandungan QS Al-Araf: 180 dan An-Nahl: 60 yang berhubungan
dengan macam-macam tauhid.
1) Q.S Al-Araaf/7 : 180




180. Hanya milik Allah asmaa-ul husna, maka bermohonlah kepada-Nya dengan menyebut asmaaul husna itu dan tinggalkanlah orang-orang yang menyimpang dari kebenaran dalam (menyebut)
nama-nama-Nya. Nanti mereka akan mendapat balasan terhadap apa yang telah mereka kerjakan
2) Q.S An-Nahl/16 : 60

60. Orang-orang yang tidak beriman kepada kehidupan akhirat, mempunyai sifat yang buruk; dan
Allah mempunyai sifat yang Maha Tinggi; dan Dialah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana

3. Memahami pengertian syirik, macam-macam syirik dan perilaku orang yang


berbuat syirik
a. Menentukan jenis-jenis syirik akbar atau asghar (besar atau kecil)
1) Jenis-jenis syirik akbar (besar)
Sihir
Q.S Al-Falaq/113:4
Sihir itu haram. Pemilik dan pendatang (pengunjung) sihir.
H.R Bukhari Muslim
Siapa yang datang kepada tukang sihir kemudian bertanya tentang sesuatu
dan membenarkan atau meyakini apa yang dikatakannya, maka tidak akan
diterima shalatnya selama 40 hari
Ramalan
Dukun atau peramal dikatakan kafir karena mengklaim ia mengetahui keghaiban
yang sebenarnya hanya diketahui Allah. Orang-orang yang memanfaatkan jasa
dukun atau peramal dan percaya padanya juga dinyatakan kafir.
2) Syirik Ashghor(kecil)
a) Bersumpah dengan nama selain Allah
b) Memakai azimat
Indah Nur Aisyah | Materi UAMBN Aqidah Akhlak MA Miftahul Huda

13

c)
d)
e)
f)
g)

Mantera
Sihir
Peramalan
Dukun dan tenung
Bernazar kepada selain Allah

b. Menentukan contoh-contoh perbuatan syirik (tanjim/tiyarah/ tamam/sihir).


1) Tanjim (perbintangan)
Kata Tanjim dalam terminologi diartikan : upaya mengetahui sesuatu dengan
mengikuti isyarat bintang-bintang.
Tanjim terbagi dua bagian:
Ilmu Tasyiir
Menjadikan bintang dan benda-benda angkasa sebagai petunjuk penentuan arah
mata angin dan letak geografis suatu negara dan semacamnya (jenis ini
dibolehkan dalam Islam).
Ilmu Tatsir
Menjadikan keadaan bintang dan benda angkasa lainnya sebagai dasar ramalan
untuk masalah ghaib seperti jodoh, rezeki, kematian, dll (hukumnya haram).
Dalam terminologi, sekarang adalah astrologi.
2) Tamam (jimat)
Kata Tamam adalah bentuk jamak dari Tammah, yaitu sesuatu yang dikalungkan di
leher atau bagian dari tubuh seseorang yang bertujuan mendatangkan
manfaat/menolak mudharat.
H.R Ibnu Majah dari Abdullah bin Masud
Aku mendengar Rasulullah berkata : Sesungguhnya jampi, jimat dan pelet adalah
syirik
c. Menentukan kandungan QS Al-Anam : 88 atau An-Nisa : 48.
1) Q.S Al-Anam/6 : 88




88. Itulah petunjuk Allah, yang dengannya Dia memberi petunjuk kepada siapa yang dikehendakiNya di antara hamba-hamba-Nya. Seandainya mereka mempersekutukan Allah, niscaya
lenyaplah dari mereka amalan yang telah mereka kerjakan
2) Q.S An-Nisa/4 : 48



















48. Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa
yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barangsiapa yang
mempersekutukan Allah, maka sungguh ia telah berbuat dosa yang besar

d. Menentukan cara-cara menghindari perbuatan syirik.


Adapun cara menjauhi perbuatan syirik antara lain adalah sebagai berikut:
1) Senantiasa mengingat dan menyakini kebesaran dan kekuasaan Allah SWT yang telah
menciptakan langit dan bumi beserta isinya dengan sempurna.
2) Senantiasa mengingat dan menyakini bahwa Allah SWT telah menciptakan jin dan
manusia tidak lain hanya untuk menyembah/beribadah kepadaNya
3) Senantiasa menggunakan akal pikiran yang sehat bahwa benda-benda mati atau
makhluk hidup adalah ciptaan Allah, jadi menyembah kepada sesama makhluk Allah
adalah perbuatan yang menyekutukan Allah dan sekaligus merendahkan Allah.
4) Meyakini bahwa agama islam adalah agama yang paling sempurna dan dijamin serta
terpelihara kesempurnaannya itu oleh Allah. Dengan demikian untuk membentengi
dari jebakan-jebakan syetan yang mengarah kepada perbuatan syirik itu maka ajaran
islam harus selalu dipelajari, dipahami, diyakini dan diamalkan dalam kehidupan
sehari-hari.
Indah Nur Aisyah | Materi UAMBN Aqidah Akhlak MA Miftahul Huda

14

4. Memahami pengertian akhlak dan ciri akhlak Islami


a. Mengidentifikasi
pengertian
akhlak
menurut
pendapat
ulama
(Al
Ghazali/Ahmad Amin atau Ibnu Maskawih)
o Imam Al-Ghazali
Akhlak ialah karakter yang menetap kuat di dalam jiwa.
o Ibnu Miskawaih
Akhlak adalah keadaan jiwa yang mendorong seseorang untuk melakukan suatu
perbuatan tanpa memerlukan pikiran.
o Ahmad Amin
Menyatakan bahwa akhlak adalah perangai yang melekat pada diri seseorang yang
dapat memunculkan perbuatan baik tanpa mempertimbangkan pikiran terlebih
dahulu. Akhlak merupakan tolak ukur kesempurnaan iman seorang hamba
sebagaimana telah disabdakan oleh rasulullah shalallohu alaihi wasallam: Orang
mumin yang paling sempurna imannya ialah yang terbaik akhlaknya. (H.R. Tirmidzi,
dari Abu Hurairah radhiallohu anhu, diriwayatkan juga oleh Ahmad. Dishahihkan oleh
Al Bani dalam Ash Shahihah No. 284 da 751.)
b. Menentukan pengertian akhlak, etika, moral, dan budi pekerti
akhlak /akhlak/ n budi pekerti; kelakuan: krisis - pendidikan
etika /etika/ /tika/ n ilmu tt apa yg baik dan apa yg buruk dan tt hak dan kewajiban
moral (akhlak)
moral /moral/ n 1 (ajaran tt) baik buruk yg diterima umum mengenai perbuatan,
sikap, kewajiban, dsb; akhlak; budi pekerti; susila: -- mereka sudah bejat, mereka
hanya minum-minum dan mabuk-mabuk, bermain judi, dan bermain perempuan; 2
kondisi mental yg membuat orang tetap berani, bersemangat, bergairah, berdisiplin,
dsb; isi hati atau keadaan perasaan sebagaimana terungkap dl perbuatan: tentara kita
memiliki -- dan daya tempur yg tinggi; 3 ajaran kesusilaan yg dapat ditarik dr suatu
cerita;
bermoral /bermoral/ v 1 mempunyai pertimbangan baik buruk; berakhlak baik: mana
ada penjahat yg -; 2 sesuai dng moral (adat sopan santun dsb): ia melakukan
perbuatan yg tidak
budi /budi/ n 1 alat batin yg merupakan paduan akal dan perasaan untuk menimbang
baik dan buruk: pendidikan untuk memperkembangkan badan dan -- manusia; 2 tabiat;
akhlak; watak: orang yg baik --; 3 perbuatan baik; kebaikan: ada ubi ada talas, ada -ada balas; 4 daya upaya; ikhtiar: mencari -- untuk mengalahkan lawan; 5 akal (dl arti
kecerdikan menipu atau tipu daya):bermain --; - -- bahasa tingkah laku dan tutur kata;
tingkah laku dan kesopanan; -- bicara akal budi; -- pekerti tingkah laku; perangai;
akhlak;
berbudi /berbudi / 1 v mempunyai budi; 2 v mempunyai kebijaksanaan; berakal; 3 v
berkelakuan baik; 4 a murah hati; baik hati;
memperbudikan /memperbudikan/ v memperdayakan; menipu;
sebudi, (dng) - akal /sebudi, (dng) - akal/ (dng) segala usaha
c. Induk Induk Akhlak Terpuji dan Tercela
1) Induk akhlak terpuji
a) Dinamis dan Kreatif
f) Tawadu
b) Sabar
g) Tasamuh
c) Jujur
h) Taawun
d) Tawakal
i) Qanaah
e) Khusnudzan
j) Ikhtiar
k)
2) Induk akhlak tercela
a) Ananiyah
f) Dendam
b) Putus Asa
g) Bergantung kepada orang lain
c) Ghadab
h) Mencaci-maki dan mencela
d) Tamak
i) Gibah
e) Takabur
j) Malas belajar dan malas bekerja
k)
d. Metode peningkatan kualitas akhlak (Buku Kurikulum 2013)
1) Melalui perumpamaan (tamsil)
2) Melalui keteladanan (uswatun khasanah)
Indah Nur Aisyah | Materi UAMBN Aqidah Akhlak MA Miftahul Huda

15

3) Melalui latihan dan pengalaman


4) Melalui ibrah dan mauidzoh

l)
5. Memahami dan meningkatkan keimanan kepada Allah melalui sifat-sifat Allah
dan Asmaul Husna serta meneladani sifat Allah
a. Menunjukan pengertian Al-Afuw / Al-Muqsit / Al-Warits
Al-Afuw
m) Al-Afuww ialah Dzat yang menghapuskan segala kejahatan dan memaafkan
orang-orang yang telah berbuat maksiat. Kata al-Afuww ini mendekati makna AlGhafur, tetapi ia lebih sempurna. Sebab, Al-Ghafur itu adalah as-sitr (merahasiakan),
sedangkan Al-Afuww itu adalah al-mahwu (menghapuskan). Dikatakan bahwa para
malaikat yang ditugasi untuk mencatat amal perbuatan manusia menghaturkan
catatan amal-amalnya pada hari kiamat, lalu mereka lihat sebagian besar lembaran
amal itu telah terhapus, padahal mereka mengetahui apa isinya. Maka sadarlah
mereka bahwa Allah telah menghendaki kebaikan buat orang itu. Firman Allah: Dan
Dialah yang menerinza tobat dari hamba-hamba-Nya dan memaafkan kesalahankesalahan (QS. Asy-Syura: 25).
Al-Muqsit
n) Allah tidak pernah memberatkan satu pihak dengan pihak yang lain, dan Allah
tidak meringankan satu pihak dengan pihak yang lain, kaya dan miskin, kedudukan
raja dan budak, semuanya di Anggap sama.
Al-Warits
o) Dalam kehidupan manusia Allah tidak hanya mewarisi harta, tanah atau daerah
(QS. Al-Ahzab 33.27), Al-Quran (Qs. Al-Fatir 35.32) bahkan atas izin-Nya seseorang
dapat mewarisi ilmu (An-Naml 27.16) yang penting adalah mewarisi surga (QS.
Maryam 19.19)
p)
b. Menunjukan contoh perilaku An-Nafi/ Al-Muiz / Al-Hafizh.
An Nafii` Yang Maha Memberi Manfaat.
q) Allah menciptakan segala sesuatu untuk memenuhi kebutuhan kita. Hewan,
tumbuh-tumbuhan, bahkan seluruh ciptaan Allah di jagad raya ini. Diantara tumbuhtumbuhan banyak sekali kasiat yang bermanfaat, sehingga bisa dijadikan obat untuk
menyembuhkan penyakit yang kita derita, atas izin-Nya pula seseorang dapat
menjadi dokter yang bisa menyembuhkan pasien-pasiennya dan semua itu tidak akan
terjadi kecuali dengan kebesaran Allah swt.
Al Hafizh Yang Maha Memelihara.
r) Begitu besarnya Allah, sehingga segala sesuatu dapat dipelihara-Nya tanpa pilih
kasih. Manusia yang kecil, yang sempit wawasannya tidak bisa mengasihi setiap
orang. Ia memberikan kesehatan kepada fisik kita, Ia pula yang memenuhi kebutuhan
rohani kita dan pada saat melemah Ia lah sumber kekuatan.
Al Mu`izz Yang Maha Memuliakan (makhluk-Nya).
s) Seseorang bisa bangkrut dari usahanya, sebaliknya seseorang bisa meningkat
atau meraih untung dari usahanya. Bahkan ada seorang yang hanya berdagang nasi
pecel, tapi ia dapat berangkat haji ke Baitullah. Tidak sedikit pula orang yang hidup
bergelimbang harta tetapi hidupnya tidak bahagia, mengapa demikian? Karena Allah
mengangkat derajat orang-orang yang sabar, dan Allah mengangkat derajat orang
yang teraniaya. Tidak ada yang tidak mungkin jika Allah menghendaki. Ini adalah
sebagian contoh dari kebesaran Allah melalui sifat-Nya Al-Muizz.
t)
6. Membiasakan perilaku terpuji (husnuzan dan tobat)
a. Menentukan pengertian husnuzan dan taubat
u) Khusnuz-zan berasal dari dua kata Hasuna artinya baik dan Zannun artinya
prasangka. Khusnuz-zan berarti prasangka baik. Dalam keseharian Khusnuz-zan sering
di sebut positive thinking. Khusnuz-zan berarti berprasangka baik atau berfikiran bersih
rehadap prilaku sikap, dan ucapan orang lain.
v) Islam mengajarkan untuk bertabayyun (klarifikasi) dalam setiapinformasi yang di
terima. Sesuai dengan firman Allah : Wahai orang-orang yang beriman ! Jika seseorang
yang fasik datang kepadamu membawa suatu berita maka telitilah kebenarannya, agar
Indah Nur Aisyah | Materi UAMBN Aqidah Akhlak MA Miftahul Huda

16

kamu tidak mencelakakan suatu kaum karena kebodohan (kecerobohan) , yang


akhirnya kamu menyesali perbuatanmu. (Q.S. Al-Hujarat / 49 : 6).
w)
Kembali ke jalan Allah, dengan sebenar-benarnya taubat tanpa mengulangi dosadosa yang lampau.
x)
Macam taubat ada 2, yaitu :
1) Inabah : Upaya peningkatan amal yang baik menuju yang lebih sempurna. Inabah
bukan bertaubat dari dosa, tetapi bertobat atas kekurangan menuju kesempurnaan.
2) Awbah : Tobat kepada Allah bukan atas motivasi dosa dan pahala, akan tetapi
semata-mata ingin dekat dengan Allah dan senantiasa ingin selalu bersama-Nya
y)
b. Menunjukkan nilai positif husnudzon dan taubat
z)
Husnudzan mempunyai beberapa dampak positif sebagai berikut:
o Hubungan persaudaraan lebih harmonis atau lebih baik.
o Terhindar dari penyesalan dalam hubungan dengan sesama manusia.
o Selalu bahagia atas kebahagiaan orang lain.
o Meningkat kadar keimanannya.
o Selalu mendapat pertolongan dan kemudahan hidup dari Allah swt.
aa)
ab)
Dampak positif dari
perilaku taubat, yaitu:
o Taubat dapat menjadi senjata akhlak yang sangat ampuh yang digunakan manusia
dalam hidupnya.
o Membuka pintu harapan bagi manusia yang bingung karena dosa-dosanya yang terus
membayanginya.
o Membebaskan manusia dari perasaan takut.
o Mendorong manusia untuk bertaubat setiap saat dalam hidupnya. Terhindar dari
perbuatan tercela.
o Tergolong orang-orang yang beriman dan selalu dalam lindungan Allah swt.
ac)
7. Menghindari perilaku tercela: riya, zalim dan diskriminasi
1) Menjelaskan pengertian riya
ad)
Berasal dari kata ara yaitu memperlihatkan. Riya artinya menampakkan ibadah
dengan maksud agar dilihat orang agar mendapat pujian. Riya berhubungan dengan
penglihatan.
ae)
2) Menentukan bentuk dan contoh zalim
af)
Rasulullah saw bersabda, Kezaliman itu ada 3 macam: Kezaliman yang tidak
diampunkan Allah, Kezaliman yang dapat diampunkan Allah, dan kezaliman yang tidak
dibiarkan oleh Allah. Adapun kezaliman yang tidak diampunkan Allah adalah syirik,
firman Allah Taala: Sesunggahnys syirik itu kezaliman yang amat besar!, adapun
kezaliman yang dapat diampunkan Allah adalah kezaliman seseorang hamba terhadap
dirinya sendiri di dalam hubungan dia terhadap Allah, Tuhannya.
ag)
Dan kezaliman yang tidak dibiarkan Allah adalah kezaliman hamba-hamba-Nya
di antara sesama mereka, karena pasti dituntut kelak oleh mereka yang dizalimi. (HR.
al-Bazaar & ath-Thayaalisy)
ah)
3) Menghindari hal hal yang mengarah pada diskriminasi
a) Sesama orang yang beriman dan beragama Islam adalah saudara yang saling
menyayangi dan menghormati.
b) Yang membedakan mereka di sisi Allah adalah kualitas ketaqwaan mereka.
c) Keragaman ciptaan, bangsa dan suku adalah sesuatu yang wajar dan niscaya.
d) Allah tidak melihat kemuliaan seseorang dari penampilan luar.
e) Sesungguhnya orang yang paling mulia disisi Allah ialah orang yang paling taqwa.
f) Allah paling tahu siapa yang paling bertaqwa dan siapa yang hanya berpura-pura
bertaqwa.

ai)
8. Memahami pengertian ilmu kalam
a. Menentukan pengertian ilmu kalam
o harfiah ; pembicaraan atau pembicaraan yang bernalar.
Indah Nur Aisyah | Materi UAMBN Aqidah Akhlak MA Miftahul Huda

17

aj) istilah ; ilmu yang membicarakan tentang wujud Allah,sifat-sifat wajib pada-Nya,
sifat-sifat mustahil pada-Nya, sifat-sifat yang mungkin ada pada-Nya.
ak) Sedangkan menurut istilah Ilmu Kalam ialah sebagai berikut:
o Menurut Ibnu Khaldun, Ilmu Kalam ialah ilmu yang berisi alasan alasan
mempertahankan kepercayaan-kepercayaan iman dengan menggunakan dalil pikiran
dan berisi bantahan terhadap orang-orang yang menyeleweng dari kepecayaan aliran
golongan salaf dan ahli sunah
o Menurut Husain Tripoli, Ilmu Kalam ialah ilmu yang membicarakan bagaimana
menetapkan kepercayaan-kepercayaan keagamaan agama Islam dengan bukti- bukti
yang yakin
o Menurut Syekh Muhammad Abduh definisi Ilmu Kalam adalah ilmu yang membahas
tentang wujud Allah, sifat-sifat yang wajib bagi-Nya, sifat-sifat yang jaiz bagi-Nya dan
tentang sifat-sifat yang ditiadakan dari-Nya dan juga tentang rasul-rasul Allah baik
mengenai sifat wajib, jaiz dan mustahil dari mereka
o Menurut Al-Farabi definisi Ilmu Kalam adalah disiplin ilmu yang membahas Dzat dan
Sifat Allah beserta eksistensi semua yang mungkin mulai yang berkenaan dengan
masalah dunia sampai masalah sesudah mati yang berlandaskan doktrin Islam
o Menurut Musthafa Abdul Razak, Ilmu Kalam ialah ilmu yang berkaitan dengan akidah
imani yang di bangun dengan argumentasi-argumentasi rasional
al) Ilmu Kalam juga dinamakan Ilmu Tauhid, tauhid ialah percaya kepada Tuhan Yang
Maha Esa, tidak ada sekutu baginya. Ilmu Kalam dinamakan Ilmu Tauhid, karena
tujuannya ialah menetapkan keesaan Allah dalam Zat dan perbuatan-Nya dalam
menjadikan alam semesta dan hanya Allah yang menjadi tempat tujuan terakhir alam
ini.
am)
Ilmu Kalam juga dinamakan Ilmu Aqaid atau Ilmu Ushuludin, karena
persoalan kepercayaan yang menjadi pokok ajaran agama itulah yang menjadi pokok
pembicaraannya/pokok bahasannya meliputi persoalan-persoalan mendasar (ushul) di
dalam agama (din).
an)
Ilmu kalam menyerupai Ilmu Theologi, terdiri dari dua kata yaitu Theo
artinya Tuhan dan Logos artinya Ilmu jadi theologi bermakna ilmu tentang
ketuhanan.
ao)
Dari penjelasan di atas, kita dapatkan definisi ilmu kalam yaitu ilmu yang
membicarakan tentang wujud Allah, sifat-sifat yang wajib ada pada-Nya, sifat-sifat yang
mustahil bagi-Nya, dan sifat-sifat yang mungkin ada pada-Nya. Ilmu ini juga
membicarakan tentang rasul-rasul Allah dan cara menetapkan kerasulannya, serta
mengetahui sifat-sifat yang wajib ada pada mereka, dan sifat-sifat yang tidak mungkin
ada pada mereka.
ap)
Ahli ilmu kalam disebut mutakallimin. Golongan ini dianggap sebagai
kelompok tersendiri yang menggunakan akal pikiran dalam memahami nash-nash
agama untuk mempertahankan keyakinannya. Mereka berbeda dengan golongan
Hambali (dalam pengajaran fiqih) yang berpegangan teguh pada keyakinan orang salaf.
Mutakallimin juga berbeda dengan kelompok tasawuf yang mendasarkan
pengetahuannya kepada pengalaman batin dan renungan (kasyf).
aq)
b. Menentukan fungsi ilmu kalam
1) Memberikan penguatan landasan keimanan umat Islam melalui pendekatan filosofis
dan logis, sehingga kebenaran Islam tidak saja dipahami secara dogmatis (diterima
apa adanya) tetapi bisa juga dipaparkan secara rasional.
2) Menopang dan menguatkan sistem nilai ajaran Islam yang terdiri atas tiga pilar, yaitu
iman sebagai landasan aqidah, Islam sebagai manifestasi syariat, ibadah dan
muamalah, serta ihsan sebagai aktualisasi akhlak.
3) Turut menjawab problematika penyimpangan teologis agama lain yang dapat
merusak akidah umat Islam, khususnya ketika Islam bersinggungan dengan teologi
agama lain dalam masyarakat yang heterogen.
ar)
c. Menentukan hubungan ilmu kalam dengan ilmu-ilmu lainnya (ilmu tafsir, ilmu
akhlak)
Dengan ilmu tafsir
Indah Nur Aisyah | Materi UAMBN Aqidah Akhlak MA Miftahul Huda

18

as) Ilmu Kalam tidak mungkin berdiri sendiri tanpa mengindahkan sumber-sumber
rujukan yang mendukung, seperti kitab-kitab tafsir Al-Quran dan ilmu-ilmu tafsir.
at) Bila kita cermati berbagai tafsir dan takwil terhadap ayat-ayat seperti Fussilat: 53
dan Al-Anbiya: 22, kita akan menemukan sejumlah keterangan yang menegaskan
hubungan yang kuat antara ilmu kalam dengan dalil-dalil logika yang dibangun di
atasnya.
Dengan ilmu akhlak
au) Bila kita mencermati Kitab Ihya Ulum al-Din, masterpiece Imam al-Ghazali, kita
akan terpesona dengan kelugasan dan kepiawaian Hujjatul Islam (Sang Pembela
Kebenaran Islam) ketika mengulas masalah teologis dalam konteks ilmu akhlak dan
tasawuf. Dalam adikaryanya tersebut, Imam al-Ghazali seringkali menggugah
kesadaran manusia melalui nalar dan logika ilmu kalam.
av) Dengan menggunakan metode penalaran yang sistematis serta didukung buktibukti ilmiah yang tak terbantahkan, Simuh menilai bahwa karya Imam al-Ghazali tsb
telah mampu mengharmoniskan kajian ilmu-ilmu ushuluddin (ilmu kalam dan ilmu
tauhid) dengan ilmu-ilmu syariat (fiqih, ushul fiqih dan akhwal syakhshiyyah).
aw)
ax)
9. Memahami aliran-aliran ilmu kalam (Khawarij, Syiah, Al-Asyariyah, Mutazilah,
dan tokoh-tokohnya) serta teologi transformatif dan teologi pembebasan.
a. Menentukan latar belakang lahirnya ilmu kalam
1) Faktor-faktor dari dalam
Al-Quran di samping mengajak kepada tauhid, mempercayai kenabian dan hal-hal
lain yang terkait dengannya, juga menyinggung golongan-golongan dan agamaagama yang memiliki kecenderungan tidak benar, yang terjadi sejak zaman Nabi
Muhammad SAW.
Kaum muslimin berusaha mempertemukan nash-nash agama Islam dengan
doktrin-doktrin dari agama lain yang kelihatannya bertentangan.
Memakai filsafat untuk memperkuat alasannya.
Persoalan politik umat islam
2) Faktor-faktor dari luar
Pertemuan Islam dengan agama lain.
Perdebatan dengan pihak agama lain
Penggunaan filsafat dalam berdebat.
ay)
b. Menentukan tokoh-tokoh aliran ilmu kalam (Jabariyah/Qadariyah/Mutazilah)
1) Jabariyah
Kelompok ekstrim (Jaham bin Shafwan)
Kelompok moderat (Dhirar bin Amr, Hafaz Al-Fardi, Husein bin Najjar)
2) Qadariyah (Mabad Al-Juhany, Ghilan Al-Dimasyqi, Al-Jad bin Dirham)
3) Mutazilah
az) Tokoh-tokoh aliran Basrah antara lain Washil bin Atha, Al-Allaf, An-Nazzam dan
Al-Jubbai. Tokoh-tokoh aliran Baghdad antara lain Bisyr bin Al-Mutamar dan AlKhayyath. Kemudian pada masa-masa berikutnya lagi ialah Qadhi Abdul Jabbar dan
Az-Zamakhsyari.
ba)
c. Menentukan pandangan Al-Asyariyah tentang dosa besar
bb)
Al-Asyari berpendapat bahwa orang mukmin yang berbuat dosa besar belum
bertobat hingga ia meninggal dunia, tetap tergolong sebagai mukmin dan tidak kafir.
Sedangkan di akhirat nanti hukumannya diserahkan kepada Allah swt, apakah akan
diampuni dan langsung masuk surga atau akan dijatuhi siksa karena kefasikannya,
tetapi pada akhirnya akan dimasukkan ke surga.
bc)
d. Mengidentifikasi tentang pokok-pokok ajaran Jabariyah/Qadariyah
1) Jabariyah
Perbuatan manusia semua atas kehendak Allah. Jadi, perbuatan manusia tanggung
jawab Allah. (jabariyah ekstrim)
Tuhan menciptakan perbuatan manusia, tapi manusia mempunyai bagian di
dalamnya. (Jabariyah moderat)
Tuhan tidak dapat dilihat di akhirat.
Indah Nur Aisyah | Materi UAMBN Aqidah Akhlak MA Miftahul Huda

19

Surga dan neraka tidak abadi, yang abadi adalah Allah.


2) Qadariyah
Para pelaku dosa besar (kafir atau mukmin) akan kekal di dalam neraka.
Allah tidak menciptakan amal perbuatan manusia. Manusia bebas melakukan
perbuatan yang dikehendakinya.
bd)
e. Menentukan pandangan Khawarij tentang orang-orang yang terlibat dalam
tahkim (Ali bin Abi Thalib dan Muawiyah)
1) Ali, Utsman dan orang-orang yang turut dalam peperangan Jamal, dan orang-orang
yang setuju adanya perundingan antara Ali dan Muawiyah, semua dihukumkan
orang-orang kafir.
2) Setiap umat Muhammad yang terus menerus membuat dosa besar, hingga matinya
belum tobat, orang itu dihukumkan kafir dan akan kekal di neraka. Di samping itu,
ada sekelompok Khawarij yang menyebut dirinya golongan Najdah, mereka tidak
menghukumkan orang-orang yang demikian sebagai kafir mutlak, hanya kafir
terhadap Allah saja.
3) Boleh keluar dan tidak mematuhi aturan-aturan negara, bila ternyata kepala negara
itu seorang yang zalim atau khianat.
be)
f. Menentukan prinsip-prinsip dalam teologi transformatif
1) Prinsip Nahyu Anil-Munkar (Mencegah kemungkaran)
bf) Prinsip ini menegaskan bahwa agama sangat membenci semua bentuk rekayasa
sosial yang dapat mengikis dan menelanjangi harkat dan martabat manusia, yang
pada akhirnya hanya menyebabkan dehumanisasi. Prinsip ini menegaskan bahwa
kefakiran dalam berbagai bentuk sosialnya merupakan kekufuran yang harus
diangkat derajatnya lebih tinggi.
2) Prinsip Amar Bil-Maruf (Memerintah pada kebajikan)
bg) Prinsip ini berawal dari sebuah keyakinan bahwa setiap manusia dilahirkan dalam
tempat sosial yang sederajat dan terhormat. Karena itu, bila ternyata manusia
dilahirkan dalam kondisi kepayahan atau di tengah keluarga yang memprihatinkan,
semuanya harus diubah.
bh)
g. Menentukan latar belakang lahirnya teologi modernisme
bi)
Pemikiran Modernisasi Dalam Islam bertujuan untuk mengejar
ketertinggalan dari masyarakat Barat. modernisasi bagi umat islam sangat dianjurkan
untuk meningkatan kemajuan dalam berbagai bidang. Gerakan-gerakan pembaruan
pemikiran keagamaan yang tumbuh dan berkembang di Timur Tengah pada prinsipnya
adalah upaya menghidupkan kembali ajaran rasional mutazilah dan menolak taklid
buta. Tak heran jika banyak orang menyebut pemikiran Abduh sebagai Neo-Mutazilah.
bj)
Pada prinsipnya, pembaru Islam adalah orang yang memikirkan dan
menyikapi fenomena kehidupan, agar umat terbebas dari belenggu sistem yang
stagnan menuju kemajuan (modern) dengan tetap berpegang pada nilai-nilai Islam
hakiki. Jalan mereka untuk membebaskan dan memajukan umat ini pun sangat
heterogen, ada yang akomodatif, provokatif, dan radikal.
bk)
Munculnya para pemikir dan pembaru seperti Jamaluddin Al-Afghani (18391897 M), Muhammad Abduh (1849-1905 M), Muhammad Rasyid Ridha (1865-1935 M),
Muhammad bin Abdil-Wahab (1703-1792 M), Hasan Al-Banna (1906-1949 M), Abul Ala
Al-Maududi (1903-1979 M), Sayyid Quthb (1906-1968 M), dan Ali Abd Ar-Raziq (18881966 M), yang kemudian melahirkan apa yang disebut fundamentalisme, modernisme,
tradisionalisme, sekularisme Islam, nasionalisme, dan lain-lain adalah bentuk-bentuk riil
dari hasil interaksi intensif antara Islam dan persoalan kemasyarakatan.
bl)
Kemunduran umat Islam membuat kalangan intelektual Muslim berpikir
keras bagaimana mengentaskan ketertinggalan umat Islam agar dapat berdiri sejajar
dengan umat lain. Dalam rangka memajukan umat Islam dan mengejar ketertinggalan
dari bangsa lain, Jamaluddin Al-Afghani misalnya, lebih menitikberatkan pada
nasionalisme Muslim dan persatuan umat Islam (Pan-Islamisme) untuk membebaskan
umat Islam dari cengkraman penjajah, sedangkan Muhammad Abduh lebih banyak
berorientasi pada bidang pendidikan dan pemahaman keagamaan dengan
Indah Nur Aisyah | Materi UAMBN Aqidah Akhlak MA Miftahul Huda

20

menghidupkan kembali ajaran rasional mutazilah dan menolak taklid buta. Tak heran
jika banyak orang menyebut pemikiran Abduh sebagai Neo-Mutazilah.
bm)
Rasyid Ridha, salah seorang murid Abduh, dalam modernisasi umat Islam
ia menganjurkan untuk kembali ke Alquran dan Sunnah. Menurut Ridha, dalam setiap
menyelesaikan masalah umat Islam harus berpaling ke dua sumber tersebut, dan tidak
perlu berpaling ke Barat. Ridha juga menekankan pembaruan dalam bidang hukum,
untuk hal ini memerlukan restorasi Khilafah Islamiyah. Menurutnya, sistem politik Islam
yang benar adalah sistem khilafah, di mana khalifah berkonsultasi kepada ulama karena
ulama adalah penafsir hukum Islam. Meskipun Ridha mendukung berdirinya sistem
khilafah, tetapi ia juga mendukung nasionalisme. Menurutnya, nasionalisme tidak akan
melemah persatuan umat Islam transnasional (Pan-Islamisme) hingga ideal Islam tetap
utuh.
bn)
Muhammad bin Adil-Wahab menginginkan masyarakat Islam mengikuti
jejak Nabi Muhammad Saw. secara murni. Gerakan yang dimotorinya adalah gerakan
yang bermaksud mengadakan purifikasi (pemurnian) atas ajaran Islam yang telah
bercampur dengan budaya lokal. Dia menolak segala bentuk kemusyrikan seperti
menziarahi kuburan orang-orang suci dengan maksud meminta berkah dan menyerang
praktik-praktik aliran sufi yang dianggapnya sebagai bidah. Ia menganjurkan kembali
ke Alquran dan Sunah dan menolak otoritas masa lampau dengan tetap
menghormatinya. Pemikiran Abdil-Wahab ini diilhami oleh paham Ibnu Taimiyah, yang
secara rutin menyerukan untuk kembali ke asal-usul Islam. Berbeda dengan Ibnu
Taimiyah, dalam memberantas apa yang dianggapnya salah, Abdil-Wahab menggunakan
kekuatan bersenjata dan kekerasan.
bo)
Hasan Al-Banna (pendiri Ikhwanul Muslimun), Al-Mawdudi (Pendiri Jemaat
Islam), dan Sayyid Quthb (ideolog Ikhwanul Muslimun), adalah tokoh-tokoh yang sama
berjuang melawan pemerintah yang tengah berkuasa yang dianggap tidak sesuai
dengan ajaran Islam. Merekalah, menurut L. Carl Brown (Wajah Politik Islam, 2003: 234),
yang memberikan landasan idologis bagi gerakan-gerakan radikal dari kelompok Sunni.
Mereka dianggap sebagai inspirator yang melahirkan gerakan-gerakan radikal di seluruh
penjuru dunia Islam, karangan-karang mereka merupakan buku yang wajib dibaca bagi
mereka yang masuk dalam gerakan-gerakan radikal. Berbeda dengan Brown yang
memandang Hasan Al-Banna sebagai fundamentalis, Karen Armstrong melihat Al-Banna
tidak sebagai fundamentalis tapi sebagai reformis yang menginginkan reformasi
fundamental masyarakat Islam.
bp)
Sementara itu, modernisasi umat Islam untuk mengejar ketertinggalan dari
masyarakat Barat, menurut Abdurraziq mensyaratkan pemisahan mutlak antara negara
dan Islam. Menurut Raziq, Islam tidaklah datang tidak untuk membentuk sebuah negara
dan begitu juga Nabi Muhammad Saw. hanyalah seorang nabi yang bertugas
menyampaikan risalahnya, beliau tidak punya kewajiban membentuk sebuah negara.
Menurut Abdurraziq, Islam tidak mengenal adanya lembaga kekhalifahan sebagaimana
secara umum dipahami oleh kaum Muslim. Lembaga kekhalifahan tidak ada kaitannya
dengan tugas-tugas keagamaan. Islam tidak memerintahkan untuk mendirikan
kekhalifahan dan juga tidak melarang. Agama (Islam) menyerahkannya kepada pilihan
kita yang bebas.
bq)
Tak bisa disangkal lagi kemunculan teologi modernism didorong motivasi
untuk memodernisasi atau memajukan kaum muslim. Dalam satu dan lain hal, baik
secara langsung atau tidak, teologi modernism diilhami oleh dan mempunyai konteks
yang kuat dengan program modernisasi yang dilancarkan pemerintahan orde baru.
Diantara protagonist terkemuka teologi modernisasi ini adalah Harun Nasution dan
Nurcholis Madjid. Teologi modernism pada intinya berargumen bahwa modernisasi dan
pembangunan umat Islam Indonesia harus dimulai dari pembaruan teologis dan aspekaspek pemikiran lain, dengan kerangka seperti itu maka teologi
br)
moderenisme
pada
intinya
beragumen
bahwa
moderenisasidan
pembangunan umat Islam Indonesia harus dimulai dengan pembaharuan teologis dan
aspek-aspek pemikiran lainya.
bs)
h. Perbedaan antara aliran ilmu kalam
bt)
Indah Nur Aisyah | Materi UAMBN Aqidah Akhlak MA Miftahul Huda

21

a)
b) Jaba
riya
h

i) Tuha
n
hany
a
terba
tas
pada
halhal
yang
dikat
akan
h)
baik.
Tuha
n
tidak
mela
kuka
n
perb
uata
n
buru
k
karen
a ia
men
geta
hui
kebu
ruka
n
dari
perb
uata
n
buru
k itu
Jabariyah Ekstrim :
segala perbuatan
manusia bukanlah
merupakan
perbuatan yang
timbul dari
kemauannya
sendiri
Jabariyah Moderat :
Tuhan menciptakan
perbuatan manusia

c) Q
a
d
a
r
i
y
a
h
j)

o) S
e
g
a
l
a

d) Mutazil
ah

k)

l) Tuhan
Ma
dapat
S
bebuat
Tu
sekehendak m
hati-Nya
y
terhadap Ma
makhluk
Tu
m)
ke

q) Perbuatan
manusia
diciptakan
Allah
(perbuatan
manusia
dibarengi
t
kehendakn
i
ya, dan
n
bukan atas
g
daya
k
kehendakn
a
ya/Al Kasb)
Indah Nur Aisyah | Materi
h UAMBN Aqidah Akhlak MA Miftahul Huda 22
l
a

p) Manusia
mempun
yai daya
yang
besar
dan
bebas
(free will)

e) Asyariyah

bv)

Indah Nur Aisyah | Materi UAMBN Aqidah Akhlak MA Miftahul Huda

23

10. Membiasakan perilaku terpuji (akhlak berpakaian, berhias, berjalan, dan


bertamu)
a. Menentukan pengertian tsiyab dan libas
1) Libas
11. Untuk menunjukkan pakaian lahir maupun batin.
2) Tsiyab
12. Digunakan utnuk menunjukkan pakaian lahir.
13.
b. Menentukan kandungan Q.S Al-Araaf ayat 20 / 26
1) Q.S Al-Araaf/7 : 20

.14











15. 20. Maka syaitan membisikkan pikiran jahat kepada keduanya untuk menampakkan kepada
keduanya apa yang tertutup dari mereka yaitu auratnya dan syaitan berkata: "Tuhan kamu tidak
melarangmu dan mendekati pohon ini, melainkan supaya kamu berdua tidak menjadi malaikat
atau tidak menjadi orang-orang yang kekal (dalam surga)"

16.
2) Q.S Al-Araaf/7 : 26

.17











18. 26. Hai anak Adam, sesungguhnya Kami telah menurunkan kepadamu pakaian untuk

menutup auratmu dan pakaian indah untuk perhiasan. Dan pakaian takwa itulah yang paling baik.
Yang demikian itu adalah sebahagian dari tanda-tanda kekuasaan Allah, mudah-mudahan
mereka selalu ingat
19.
c. Menentukan salah satu dari nilai-nilai positif berhias dalam Islam
1) Kebersihan diri
2) Keindahan
3) Kesopanan
4) Kebaikan diri
5) Kemuliaan diri
6) Kepribadian
7) Penghargaan diri
20.
d. Menentukan kandungan dari Q.S Al-Furqan : 63 dan Al-Isra : 37
1) Q.S Al-Furqan : 63

.21

22. 63. Dan hamba-hamba Tuhan yang Maha Penyayang itu (ialah) orang-orang yang berjalan di
atas bumi dengan rendah hati dan apabila orang-orang jahil menyapa mereka, mereka
mengucapkan kata-kata (yang mengandung) keselamatan

23.
2) Q.S Al-Isra : 37

.24

25. 37. Dan janganlah kamu berjalan di muka bumi ini dengan sombong, karena sesungguhnya
kamu sekali-kali tidak dapat menembus bumi dan sekali-kali kamu tidak akan sampai setinggi
gunung

26.
e. Menentukan bacaan doa naik kendaraan






.
.


.27

28.
"Maha Suci Tuhan yang telah menundukkan semua ini bagi kami padahal kami sebelumnya
tidak mampu menguasainya. Dan sesungguhnya kami akan kembali kepada Tuhan kami"
29.

f. Menentukan kandungan Q.S An-Nur : 27


.30












31.
27. Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu memasuki rumah yang bukan rumahmu
sebelum meminta izin dan memberi salam kepada penghuninya. Yang demikian itu lebih baik
bagimu, agar kamu (selalu) ingat

32.
33. Menghindari perilaku tercela (mabuk-mabukan, berjudi, berzina, dan narkoba)
a. Menentukan kandungan yang terdapat dalam Q.S Al-Baqarah : 219 dan Q.S AlMaidah : 90
1) Q.S Al-Baqarah/2 : 219

.34













35.

219. Mereka bertanya kepadamu tentang khamar dan judi. Katakanlah: "Pada keduanya
terdapat dosa yang besar dan beberapa manfaat bagi manusia, tetapi dosa keduanya lebih besar
dari manfaatnya". Dan mereka bertanya kepadamu apa yang mereka nafkahkan. Katakanlah: "Yang
lebih dari keperluan". Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu supaya kamu
berfikir

36.
2) Q.S Al-Maidah/5 : 90


.37















38. 90. Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya (meminum) khamar, berjudi, (berkorban

b.

c.

untuk) berhala, mengundi nasib dengan panah, adalah termasuk perbuatan syaitan. Maka
jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu mendapat keberuntungan
39. Al Azlaam artinya: anak panah yang belum pakai bulu. orang Arab Jahiliyah
menggunakan anak panah yang belum pakai bulu untuk menentukan Apakah mereka
akan melakukan suatu perbuatan atau tidak. Caranya Ialah: mereka ambil tiga buah
anak panah yang belum pakai bulu. setelah ditulis masing-masing Yaitu dengan:
lakukanlah, jangan lakukan, sedang yang ketiga tidak ditulis apa-apa, diletakkan
dalam sebuah tempat dan disimpan dalam Ka'bah. bila mereka hendak melakukan
sesuatu Maka mereka meminta supaya juru kunci ka'bah mengambil sebuah anak
panah itu. Terserahlah nanti Apakah mereka akan melakukan atau tidak melakukan
sesuatu, sesuai dengan tulisan anak panah yang diambil itu. kalau yang terambil
anak panah yang tidak ada tulisannya, Maka undian diulang sekali lagi.
40.
Dapat menentukan dampak negatif perjudian
Perjudian menyebabkan pelakunya ketagihan sehingga kehilangan banyak uang
Membuat pelakunya senang bermimpi memperoleh uang yang banyak tanpa kerja
keras
Memicu percekcokan, pertikaian, permusuhan bahkan pembunuhan bila ada penjudi
yang kalah taruhan/merasa dicurangi
Dapat membuat pelakunya bangkrut
Dapat menghancurkan kehidupan rumah tangga
Hanya akan menghabiskan waktu yang berharga secara sia-sia dan tanpa hasil yang
berguna
Melalaikan dan melenakan manusia dari kewajiban agama, seperti salat dan puasa
Menjauhkan manusia dari kehidupan sosial yang normal
Mendorong pelakunya percaya kepada ramalan nasib dan angka keberuntungan
sehingga terjebak syirik kecil
Dapat mengakibatkan rusaknya tatanan masyarakat karena banyaknya pengangguran
dan orang yang malas bekerja
Mendorong pelakunya untuk mencuri/merampas harta orang lain.
41.
Menentukan kandungan Q.S An-Nur : 2

.42















43.

2. Perempuan yang berzina dan laki-laki yang berzina, maka deralah tiap-tiap seorang dari
keduanya seratus dali dera, dan janganlah belas kasihan kepada keduanya mencegah kamu untuk
(menjalankan) agama Allah, jika kamu beriman kepada Allah, dan hari akhirat, dan hendaklah
(pelaksanaan) hukuman mereka disaksikan oleh sekumpulan orang-orang yang beriman
44.
d. Menentukan dampak negatif dari menggunakan narkoba
1) Pecandu daun ganja
45.
Cenderung lusuh, mata merah, kelopak mata mengattup terus, doyan
makan karena perut merasa lapar terus dan suka tertawa jika terlibat pembicaraan
lucu, rasa senang dan bahagia, santai dan lemah, acuh tak acuh, mulut kering,
pengendalian diri kurang, sering mengantuk, kurang konsentrasi, depresi.
2) Pecandu Opium (putauw, heroin, morfin, ganja)
46.
Sering menyendiri di tempat gelap sambil dengar musik, malas mandi
karena kondisi badan selalu kedinginan, badan kurus, layu serta selalu apatis
terhadap lawan jenis, perasaan senang dan bahagia, acuh tak acuh (apati), malas
bergerak, mengantuk, rasa mual, pupil mata mengecil (jika overdosis), gangguan
perhatian/daya ingat.
3) Pecandu Amfetamin (shabu, inex,ekstasi)
47.
Suka keluar rumah, selalu riang jika mendengar musik house, wajah
terlihat lelah, bibir suka pecah-pecah dan badan suka keringatan, sering minder
setelah pengaruh inex hilang, gampang gelisah dan serba salah melakukan apa
saja, jarang mau menatap mata jika diajak bicara, mata sering jelalatan,
karakternya dominan curiga, apalagi pada orang yang baru dikenal, badan
berkeringat meski berada di dalam ruangan ber-AC, suka marah dan sensitive,
kewaspadaan meningkat, bergairah, rasa senang/bahagia, pupil mata melebar,
denyut nadi dan tekanan darah meningkat, sukar tidur (insomnia), hilangnya nafsu
makan.
4) Kokain
48.
Denyut jantung cepat, agitasi psikomotor/gelisah, euforia/rasa gembira
berlebihan, banyak bicara, kewaspadaan meningkat, kejang/pupil manik mata
melebar, tekanan darah meningkat, berkeringat/rasa dingin, mual/muntah, mudah
berkelahi.
5) Alkohol
49.
Bicara cadel, jalan sempoyongan, wajah kemerahan, mudah marah,
gangguan konsentrasi.
6) Benzodiazepin (pil nipam, BK, mogadon)
50.
Bicara cadel, jalan sempoyongan, wajah kemerahan, mudah marah,
gangguan konsentrasi
51.
52. Memahami pengertian tasawuf, asal-usul tasawuf, karakteristik tasawuf dan
maqomat tasawuf
a. Menentukan
pengertian
tasawuf
menurut
asal
usulnya
(Shaff/Shafwah/Shuffah)
o Shaff : Barisan di/paling depan
o Shafwah : Terbaik, tertinggi
o Shuffah : Serambi/tempat duduk
53.
b. Menentukan pengertian tasawuf falsafi dan tasawuf amali
o Tasawuf falsafi : Tasawuf-tasawuf yang menekankan pada masalah-masalah filsafat
dan metafisika.
o Tasawuf amali : Tasawuf yang lebih mengutamakan kebiasaan beribadah, tujuannya
agar diperoleh penghayatan spiritual dalam setiap melakukan beribadah. Ini disebut
juga irfani (yang bersifat pengetahuan batin)
54.
c. Menentukan istilah maqamat-maqamat dalam tasawuf
55.
Secara harfiah Maqamat berasal dari bahasa Arab yang berarti tempat
orang berdiri atau pangkal mulia. Istilah ini selanjutnya digunakan untuk arti sebagai
jalan panjang yang harus ditempuh oleh seorang sufi untuk berada dekat kepada Allah.

56.
Maqamat, bentuk jamak dari maqam berarti tahapan, tingkatan, atau
kedudukan. Jadi, maqamat adalah tahapan rohani yang ditempuh oleh para pengamal
tasawuf untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.
57.
Ada beberapa tingkatan dalam maqam yaitu:
1) Tobat
58. Orang yang menempuh jalan sufi terlebih dahulu harus bertobat dari dosa, yang
dilakukan oleh anggota badan, maupun yang tersembunyi di dalam hati.
2) Wara,
59. Wara yaitu meninggalkan segala sesuatu yang syubhat, yaitu segala sesuatu
yang yang diragukan hukumnya, tidak jelas halal-haramnya, dan meninggalkan
segala sesuatu yang tidak berguna.
3) Zuhud
60. Zuhud yaitu mengosongkan hati dari cinta terhadap dunia dan menjalani hidup
untuk beribadah kepada Allah SWT, serta mengosongkan hati dari selain Allah SWT
dan memusatkan hati kepada cinta-Nya.
4) Faqir
61. Faqir yaitu menjalani hidup dengan kesadaran bahwa ia hanya membutuhkan
Allah SWT.
5) Sabar
62. Sabar yaitu sabar dalam menjalani perintah, sabar dalam meninggalkan
larangan, sabar dalam menghadapi kesulitan, dan sabar atas nimah yang
dilimpahkan oleh Allah SWT kepadanya.
6) Tawakal
63. Tawakal yaitu menyerahkan segala sesuatunya kepada Allah SWT, tidak
bergantung kepada selain-Nya, dan tidak pula kepada amal perbuatannya (nafsunya).
7) Rida
64. Rida yaitu menerima dengan senang hati segala sesuatu yang ditakdirkan oleh
Allah SWT dan menyadari bahwa ketentuan-Nya lebih baik daripada keinginannya
65.
d. Menentukan tokoh tasawuf serta doktrin (Ittihad/Hulul/Wahdatul Wujud)
1) Ittihad
66. Tokohnya Abu Yazid Al-Bustami. Ittihad sendiri adalah pengalaman kesatuan
seorang sufi dengan Allah pada saat ia sedang mabuk dalam kenikmatan bersatu
dengan-Nya. Tidak jarang muncul ucapan-ucapan yang ganjil seperti kata-kata: Ana
Al-Haq = (Aku adalah Al-Haq), aku adalah Yang Satu.
2) Hulul
67. Tokohnya Abu Manshur Al-Hallaj. Hulul ialah bertempatnya sifat ketuhanan
kepada sifat kemanusiaan.
3) Wahdatul-Wujud
68. Doktrin ini bertolak dari pandangan, bahwa semua wujud hanya mempunyai satu
realitas, dan realitas tunggal itu ialah Allah swt. Tokohnya Ibnu Arabi.
69.
e. Menjelaskan fungsi dan peranan tasawuf
1) Fungsi tasawuf dalam kehidupan modern.
70. Al-junaid al-baghdadi yang di juluki "bapak tasawuf modern" menjelaskan bahwa
tasawuf berfungsi untuk membersihkan hati dari sifat yang menyamai binatang.
Fungsi tasawuf dalam hidup yaitu:
a) Sebagai benteng pertahanan menghadapi budaya luar yang sifatnya menjeruskan
b) Sebagai petunjuk beberapa jalan hidup pembangunan masyarakat dan ekonomi
c) Memperkuat posisi islm dalam kehidupan masyarakat serta mengembngkan
masyarakat islam yang lebih luas
2) Peranan tasawuf dalam kehidupan modern sebagai berikut :
a) Menjadikan manusia berkepribadian yang saleh dan berakhlak baik
b) Lebih mendekatkan manusia kepada tuhan
c) Sebagai obat mengatasi krisis kerohanian manusia
71.
72.
73. Membiasakan perilaku terpuji (Adil, Ridha dan Amal Shaleh)
a. Menjelaskan pengertian adil, ridla, amal shaleh, persatuan dan kerukunan

1) Adil
74. Adil Berasal dari bahasa arab yang berarti proporsional, tidak berat sebelah, jujur.
75. Secara Istilah :
o Meletakan sesuatu pada tempatnya
o Menerima hak tanpa lebih dan memberikan hak orang lain tanpa kurang

o Memberikan hak setiap yang berhak secara lengkap, tidak melebihi dan mengurangi
2) Ridla
76. Ridha berasal dari bahas arab. Memiliki arti rela, menerima dengan suci hati.
77. Secara Istilah = menerima dengan senang hati apa yang diberikan oleh Allah swt
baik berupa peraturan, hukum, atau pun qadha
3) Amal shaleh
78. Amal saleh berasal dari gabungan dua kata amal dan saleh. Amal berarti perbuatan
dan saleh berarti baik. Jadi amal saleh berarti perbuatan baik.
79. Secara Istilah = setiap amal perbuatan yang yang mengajak dan membawa ketaatan
kepada Allah swt. Baik perbuatan lahir maupun batin
80.
b. Nilai positif adil, ridla, amal shaleh, persatuan dan kerukunan
1) Apabila keadilan diwujudkan dalam kehidupan pribadi, keluarga, masyarakat, serta
bangsa dan Negara, sudah tentu ketinggian, kebaikan, dan kemuliaan akan diraih.
Jika seseorang mampu mewujudkn keadilan dalam dirinya sendiri, tentu akan meraih
keberhasilan dalam hidupnya, memperoleh kegembiraan batin, disenangi banyak
orang, dapat meningkatkan kualitas diri, dan memperoleh kesejahteraan hidup
duniawi serta ukkhrawi (akhirat).
2) Rida merupakan kesadaran diri, perasaan jiwa, dan dorongan hati yang menyebabkan
seseorang berkenaan sepenuh hati untuk menerima apa yang didapat ataupun yang
dihadapi dengan penuh semangat dan rasa kasih saying
3) hasil (buah) dari amal saleh, baik didunia maupun diakhirat, yaitu:
rezeki yang baik (al-Hajj/22:50);
derajat yang tinggi (Taha/20:75);
keberuntungan (al-Qasas/28:67);
keadilan (Yunus/10:4);
keluar dari kegelapan (at-Talaq/65:11);
rahmat dan cinta (al-Jasiyah/45:30);
hilang perasaan takut (Taha/20:112);
pahala yang cukup (Alli Imran/3:57);
ampunanIlahi (Fatir/3:57);
J. kehidupan di surga (al-Muminun/23:40)
4) Persatuan dan kerukunan : terjalinnya ukhuwah, kehidupan ntenang, tentram, damai,
terbangunnya kerjasama, menjadi pilar utama dalam memberdayakan potensi dan
membangun masyarakat kea rah yang lebih maju serta beradab

81.
82. Membiasakan perilaku terpuji (Akhlak terpuji pergaulan remaja)
a. Pengertian dan pentingnya akhlak terpuji dalam pergaulan remaja
83.
Adapun karakteristik yang di miliki remaja, adalah sebagai berikut:
1) Selalu merasa ingin tahu bagaimana kehidupan dunia luar
2) cenderung merasa cepat bosan dan ingin mencoba sesuatu yang baru
3) mulai ada rasa ketertarikan terhadap lawan jenis
4) sibuk dengan pencarian jati diri
5) sifat egois dan suka membantah ( keras kepala ) yang terliat jelas.
b. Bentuk dan contoh
84.
Yang termasuk perilaku pergaulan yang islami adalah:
1) menjaga etika-etika kesopanan dalam bergaul
2) meninggalkan hal-hal yang di larang dalam pergaulan dengan lawan jenis.
3) Banyak bergaul dengan orang-orang saleh
4) Tidak menilai orang dari penampilan fisik dalam bergaul
5) Menghindari prilaku maksiat
6) Menjaga norma-norma agama dan sosial
7) Selalu menjaga aurat dan tidak mengumbar syahwat
8) Tidak mengumbar nafsu
9) Selalu mendekatkan diri kepada Allah
10) tidak mudah terpengaruh dengan hal-hal yang negatif.
c. Nilai negative perilaku remaja
85.
Dilihat dari bentuk dan contoh perilaku terpuji dikalangan remaja, maka
terdapat sisi negatif yang terjadi apabila perilaku pergaulan remaja itu tidak sesuai
dengan akhlak Islam dalam fenomena kehidupan ini, diantara nilai-nilai negatif akibat
perilaku buruk yang terjadi dari fenomena-fenomena yang tampak merupakan krisis
moral atau permasalahan akhlak yang dialami para remaja, dengan akibatnya para
remaja jauh dari akhlak yang terpuji, diantara dampak negative yang berpengaruh pada

diri sendiri yakni, mereka lebih sering menghabiskan waktu hidupnya untuk berfoyafoya dengan hal-hal yang menyimpang dari agama, seperti kerusakan moral remaja
dengan menggunakan narkoba, pengaruh buruk yang diperoleh adalah dapat merusak
hati dan otak, begitupun sikap remaja yang seperti itu cenderung anarkis, berani,
bahkan bisa jauh dan lupa pada Tuhannya, karena pada dasarnya pergaulan yang
semacam itu merupakan akhlak yang tidak sesuai dengan ajaran Islam yang telah
dimuat dalam al-Quran dan hadits, bahkan dengan perilaku seorang remaja yang
seperti itu dapat menjadikan dampak negative pada oaring lain.
86.
87. Menghindari perilaku tercela (israf, tabzir dan Fitnah)
a. Menentukan pengertian israf, tabzir dan fitnah
1) Israf
o Bahasa : Melampaui batas atau berlebih-lebihan.
o Kamus lisan bahasa al-arab
88.
Kata saraf dan israf berarti melampaui batas tujuan (mujawazah al-qashd)
89.
Kesimpulan, israf adalah membelanjakan harta berlebih-lebihan. Pemboros
disebut dengan musrif.
o Menurut Al-Ghazali, israf adalah berlebihan dalam membelanjakan harta, baik
untuk yang diharamkan maupun diperbolehkan.
o Menurut Sufyan Ats-Tsauri, israf adalah menempatkan sesuatu bukan pada
tempatnya, atau memakan sesuatu yang tidak dihalalkan, atau melampaui batas
tujuan makan sesuatu yang dihalalkan.
2) Tabzir
90.
Kata tabzir berasal dari kata bahasa arab yaitu bazara-yubaziru-tabzir yang
artinya pemborosan sehingga menjadi sia-sia, tidak berguna atau terbuang. Secara
istilah tabzir adalah membelanjakan/mengeluarkan harta benda yang tidak ada
manfaatnya dan bukan dijalan Allah. Sifat tabzir ini timbul karena adanya dorongan
nafsu dari setan dan biasanya untuk hal-hal yang tidak disenagi oleh Allah serta ingin
dipuji oleh orang lain
91.
Jika
israf
menekankan
pada
berlebih-lebihannya
maka,
tabzir
menekankannya pada kesia-sian benda yang digunakan itu. Sikap tabzir dapat terjadi
dalam berbagai hal, misalnya boros dalam menggunakan uang, boros dalam
menggunakan harta, boros dalam menggunakan waktu dan lain sebagainya. Agama
Islam melarang pada setiap umatnya untuk berlaku boros, karena hal tersebut dapat
merugikan pada diri sendiri dan orang lain.\
3) Fitnah
92. Kalimah Fitnah dalam bahasa arab bermaksud: Ujian dan cubaan. Imam Ibnu
Hajar berkata : Asal kepada makna fitnah adalah ( ujian) dan ) ujian)
93. Ibnu Manzur berkata: Al-Azhari dan lainnya berkata:Asal makna fitnah adalah
( cubaan), ( Ujian) dan ( ujian)..
94. Adapun dari segi istilah ulama adalah seperti yang didefinasikan oleh
Jurjani:Perkara yang dilakukan untuk mengetahui kebaikan atau keburukan sesuatu.
95. Secara etimologi fitnah itu artinya kesesatan, dan secara istilah syara fitnah
adalah menyebarkan berita bohong/jelek dalam suatu hal/orang lain, baik secara
diam-diam maupun secara terang-terangan. Fitnah ini muncul karena beberapa faktor
yaitu kebencian, kemunafikan dan kedustaan. Fitnah bertujuan utuk menjatuhkan
martabat dan membuat kesengsaraan kepada sesorang/kelompok tertentu.
96.
b. Mengidentifikasi bentuk dan contoh contoh ishraf, tabdzir dan fitnah
1) Israf
97. Menurut syaekh Nashir As Sa'di ada 3 hal yg bisa dikatagorikan berlebihan,
yaitu :
a) Menambah-nambah di atas kadar kemampuan, dan berlebihan dalam hal makan,
karena makan yang terlalu kenyang dapat menimbulkan hal yang negatif pada
struktur tubuk manusia.
b) Bermewah-mewah dalam makan, minum dan lain-lain artinya dalam memakan
atau meminum sesuatu tidak boleh memperturutkan hawa nafsu, sehingga semua
yang di inginkan tersedia.
c) Melanggar batasan-batasan yang telah di tentukan Allah Ta'ala.
Menumpuk-numpuk harta atau sesuatu hal yang tidak telalu dibutuhkan oleh
kita maupun oleh masyarakat.

Melakukan segala sesuatu yang berlebihan, contohnya terlalu banyak tidur bisa
menyebabkan berbagai penyekit terutama malas, dari penyakit malas inilah
timbul berbagai dampak yang tidak baik seperti tidak mau bekerja, kalaupun
bekerja hasilnya pun tidak akan optimal
Melakukan pekerjaan yang sia-sia, terkadang kita sebagai manusia suka denga
hal-hal yang bersifat hura-hura
Memperturutkan hawa nafsunya, manusia dalam menghadapi hidup biasanya
dihadapakan pada dua permasalahan yaitu antara keperluan dan kebutuhan
dengan keinginan.
98.
2) Tabdzir
99. Berikut adalah beberapa tindakan yang tergolong sebagai perbuatan tabzir,
yaitu :
Membantu orang lain dalam kemaksiatan. Contoh : Memberi sumbangan kepada
orang untuk meminum-minuman keras
Mengkonsumsi makanan/minuman yg tidak ada manfaatnya dan justru
membahayakan bagi jiwa dan raga. misal : Rokok
Orang yang bersodakoh tetapi tidak ikhlas
Merayakan Hari Raya lebaran dengan berlebihan
Merayakan pesta pernikahan dengan berlebihan tidak sesuai dengan syari'at
100.
3) Fitnah
101.
Fitnah dapat terjadi antara lain:
Penyakit hati seperti syirik,angkuh,dengki dan kikir.
Ucapan yang salah atau menyimpang dari sebenarnya.
Kebodohan, sebagaimana hadis Nabi Muhammad saw : Bahwa fitnah dapat
muncul dari kebodohan merajalela, ilmu telah tercabut, dan banyak pembunuhan
serta kekacauan.(HR Bukhari-Muslim)
102.
103.
104.
105.
106.
107.
108.
109.
110.
111.
112.
113.
114.
115.
116.
117.
118.
119.
-

120. --Semoga bermanfaat dan membawa


keberkahan. Amiin
121. Jangan lupa belajar, tidak hanya membaca,
memahami tapi juga mengaplikasikan
122. Salam hangat, semoga lulus ujian dengan hasil
terbaik dan memuaskan. Amiin