Anda di halaman 1dari 2

Komposisi kalkulus

Komposisi kalkulus bervariasi sesuai dengan lama deposit, posisinya di dalam


mulut dan bahkan lokasi geografi dari individu.
Terdiri dari 80% massa anorganik, air dan matriks organic dari protein dan
karbohidrat, juga sel-sel epithelial deskuamasi, bakteri filament gram positif, kokus
dan leukosit. Prporsi filament pada kalkulus adalah lebih besar daripada bagian mulut
lainnya. Fraksi anorganik terutama terdiri dari fosfat kalsium dalam bentuk
hidroksiapatit, brushite, whitlockite dan fosfat oktalsium. Selain itu juga terdapat
sejumlah kecil kalsium karbonat, magnesium fosfat dan fluoride. Kandungan fluoride
dari kalkulus adalah beberapa kali lebih besar daripada di dalam plak.
Permukaan kalkulus tertutup oleh plak bakteri tetapi pada pusat deposit yang
tebal ada kemungkinan steril. Perbedaan bentuk dan distribusi yang nyata dari
kalkulus supragingiva dan subgingiva menunjukkan bahwa komposisi dan cara
depositnya juga berbeda. Komposisi kalkulus subgingiva sangat mirip seperti
kalkulus supragingiva kecuali bahwa rasio Ca/P nya lebih tinggi dan kandungan
sodiumnya lebih besar. Protein saliva tidak ditemukan pada kalkulus subgingiva,
menunjukkan bahwa deposit ini sumbernya nonsaliva.

Faktor-faktor
1. Kavitas karies terutama di dekat tepi gingival, dapat merangsang terbentuknya
timbunan plak.
2. Sisa makanan adalah baji yang kuat dari makanan terhadap gingival di antara
gigi-geligi. Bila gigi-geligi bergerak saling menjauhi dapat terbentuk baji
makanan, khususnya bila ada plunger cusp. Di sini dipertanyakan apakah
memang terjadi trauma fisik karena daerah timbunan makanan biasanya
merupakan daerah stagnasi plak.

3. Geligi tiruan lepasan dengan desain yang buruk. Dapat menimbulkan iritasi
jaringan melalui berbagai cara. Gigi geligi tiruan yang longgar atau tidak
terpoles dengan baik cenderung berfungsi sebagai focus timbunan plak.
4. Pesawat ortodonti yang dipakai siang dan malam, kecuali bila pasien sudah
diajarkan cara membersihkan plak yang bertumpuk pada pesawat.
5. Susunan gigi yang tidak beraturan yang merupakan predisposisi dari retensi
plak dan mempersulit upaya menghilangkan plak.

Sumber : Buku ajar periodonti edisi 2. J.D Manson dan B.M. Eley. Penerbit
hipokrates. 1993