Anda di halaman 1dari 67

PETUNJUK TEKNIS

PENGAWAS PERIKANAN
BIDANG PEMBUDIDAYAAN IKAN

DIREKTORAT JENDERAL PERIKANAN BUDIDAYA


KEMENTERIAN KELAUTAN DAN PERIKANAN
2013

RINCIAN BUTIR KEGIATAN PENGAWAS PERIKANAN DAN ANGKA


KREDITNYA

I.

RINCIAN UNSUR PENDIDIKAN

I.1 Pendidikan sekolah dan memperoleh Ijazah/ gelar :


Kriteria.
a. Ijazah/gelar yang diperoleh setelah tanggal penilaian terakhir; atau
b. Sebelum tanggal penilaian terakhir tetapi belum digunakan; atau
c. Belum tercantum dalam keputusan jabatan/kepangkatan yang
bersangkutan.
Bukti fisik:
a. Foto copy Ijazah/STTB/Diploma yang dilegalisir pejabat yang
berwenang, seperti :
- Dekan/Ketua Sekolah Tinggi/ Direktur Program Pasca Sarjana
untuk Ijazah perguruan tinggi negeri;
- Koordinator Perguruan Tinggi Swasta untuk Ijazah lulusan
perguruan tinggi swasta;
- Tim Penilai Ijazah Luar Negeri pada Direktorat Jenderal
Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan Nasional untuk
lulusan perguruan tinggi luar negeri.
Catatan:
a.
b.

c.

Kesesuaian Ijazah dilihat dari program studi


yang tercantum dalam Ijazah;
Apabila memperoleh Ijazah/gelar yang lebih
tinggi dan sesuai maka angka kredit yang diberikan adalah
sebesar selisih angka kredit yang pernah diberikan (Ijazah lama)
dengan angka kredit Ijazah/ gelar yang lebih tinggi tersebut;
Memperoleh
Ijazah/gelar
Doktor/Pasca
Sarjana/Sarjana/Diploma IV/Diploma III/Diploma II dibidang
perikanan/biologi atau bidang lain yang berkaitan dengan
pengawasan pembudidayaan ikan pada semua Perguruan Tinggi/
Akademi dengan angka kredit yang diberikan untuk setiap Ijazah
a. Doktor (S3), sebesar 200;
b. Pasca Sarjana (S2), sebesar 150;
c. Sarjana (S1)/ Diploma IV, sebesar 100;
d. Diploma III, sebesar 60;

e. SLTA, sebesar 25.


d.

Memperoleh
Ijazah/gelar
Doktor/Pasca
Sarjana/Sarjana/Diploma IV/Diploma III/ Diploma II di luar
disiplin ilmu perikanan/biologi atau bidang lain yang berkaitan
dengan pengawasan perikanan bidang pembudidayaan ikan,
angka kredit diberikan untuk setiap Ijazah, yaitu :
a. Doktor (S3), sebesar 15;
b. Pasca Sarjana (S2), sebesar 10;
c. Sarjana (S1) / Diploma IV sebesar 5.

I.2 Pendidikan dan pelatihan teknis fungsional di bidang pengawasan


perikanan bidang pembudidayaan ikan dan memperoleh Surat
Tanda Tamat Pendidikan dan Pelatihan (STTPP) atau Sertifikat.
Kriteria.
a. Pendidikan dan Pelatihan fungsional yang sesuai dengan tugasnya.
Kesesuaian dapat dilihat dari bahan kajian yang tercantum dalam
STTPP tersebut. Pendidikan dan Pelatihan yang dianggap sesuai,
apabila Diklat tersebut berkaitan dengan :
(1) Bidang pengawasan ikan yang menjadi tugas Pengawas
Pembudidayaan Ikan yang bersangkutan;
(2) Sekurang-kurangnya 60% dari bahan kajian yang diberikan
pada pelatihan memiliki kesesuaian tugasnya.
b. Pelatihan fungsional harus memuat :
(1) materi kajian yang diberikan atau judul latihan yang mewakili
materi yang sesuai;
(2) jangka waktu pelaksanaan, tanggal, hari atau jumlah jam
latihan; dan
(3) penyelenggara harus jelas dan apabila diselenggarakan oleh
swasta harus yang telah diakui oleh Kementerian yang
bersangkutan.
c. Diklat Fungsional yang bersifat wajib adalah diklat yang
diselenggarakan dengan tujuan untuk memenuhi kompetensi
jabatan fungsional pengawas pembudidayaan ikan pada
pengangkatan pertama (Diklat Dasar)
d. Diklat teknis adalah diklat yang diselenggarakan dengan tujuan
untuk meningkatkan kompetensi di bidang pengawasan
pembudidayaan ikan.
Bukti Fisik.
a. STTPP yang dilegalisir oleh Pusat Pendidikan dan Pelatihan
Perikanan, Kementerian Kelautan dan Perikanan.
b. Surat Penugasan (Form B)
Pemberian Angka kredit, setiap STTPP/ Sertifikat yang sesuai, yaitu ;
a.
b.
c.
d.
e.
f.
g.

Lama
Lama
Lama
Lama
Lama
Lama
Lama

pelatihan
pelatihan
pelatihan
pelatihan
pelatihan
pelatihan
pelatihan

lebih dari 960 jam, sebesar 15;


antara 641 s.d 960 jam, sebesar
antara 481 s.d 640 jam, sebesar
antara 161 s.d 480 jam, sebesar
antara 81 s.d 160 jam, sebesar
antara 30 s.d 80 jam, sebesar
Kurang dari 30 jam, sebesar 0,5.

9;
6;
3;
2;
1;

I.3 Pendidikan dan pelatihan pra-jabatan


Pendidikan dan pelatihan (diklat) pra-jabatan merupakan diklat yang
wajib diikuti bagi setiap calon PNS, diklat ini diselenggarakan dengan
tujuan untuk memenuhi persyaratan pengangkatan bagi setiap calon
pegawai negeri (capeg) untuk dapat diangkat menjadi Pegawai Negeri
Sipil (PNS) secara penuh.
Tolok Ukur
a.Terlaksananya keikutsertaan pada diklat pra jabatan

b.Diperolehnya sertifikat kelulusan diklat pra jabatan


Catatan: diikuti satu kali selama menjadi PNS
Bukti Fisik :
a. Sertifikat kelulusan diklat pra jabatan
b. Surat Penugasan ( Form B)
Pelaksana kegiatan dan Pemberian Angka Kredit, setiap sertifikat
untuk :
a. Golongan II sebesar 1,5
b.Golongan III sebesar 2

II.

II.A

RINCIAN BUTIR PENGAWASAN

RINCIAN BUTIR KEGIATAN PENGAWAS PERIKANAN PELAKSANA


BIDANG PEMBUDIDAYAAN IKAN (II/b s.d II/d)

II.A.2.b

Menyiapkan bahan dan peralatan untuk uji kualitas air atau


tanah
dalam
rangka
pemeriksaan
kelayakan
lokasi
pembudidayaan ikan.

Tolok Ukur
Terlaksananya penyiapan dan pencatatan peralatan dan bahan untuk
pengujian kualitas air dan atau tanah (Jenis, Jumlah, fungsi).
Catatan :
a. dilakukan setiap kegiatan pengawasan;
b. Alat dan bahan pengujian kualitas air : DO Meter, pH meter,
termometer, water quality test kit;
c. Alat dan bahan Pengujian kualitas tanah : pH meter tanah, soil
quality test kit, alat potensio redoks.
Satuan Hasil : per kegiatan pengawasan
Bukti Fisik :
a. Laporan Pelaksanaan Kegiatan (Form A)
b. Surat Penugasan (Form B)
Pelaksana kegiatan dan Pemberian Angka Kredit :
Pengawas Perikanan Pelaksana dan angka kredit sebesar 0,010

II.A.2.d.1)Menyiapkan pengujian laboratorium untuk sarana produksi


budidaya ikan/udang/rumput laut

Tolok Ukur (TU) :


a. Tersedianya data inventarisasi bahan kimia dan peralatan
laboratorium (jenis, dan jumlah) untuk pengujian sarana produksi
budidaya ikan/udang/rumput laut/kekerangan (pakan, pupuk,
kapur, obat ikan, bahan kimia, bahan biologi, dan bahan lainnya);
b. Terlaksananya pencatatan persiapan bahan dan peralatan untuk
pengujian laboratorium.
Catatan :
a. Dilakukan setiap kali kegiatan pengawasan;
b. Penanggung jawab kegiatan adalah ketua tim kegiatan pengawasan.
Satuan Hasil : Laporan
Bukti Fisik :
a. Laporan Pelaksanaan Kegiatan (Form A)
b. Surat Penugasan (Form B)
Pelaksana kegiatan dan Pemberian Angka Kredit :
Pengawas Perikanan Pelaksana dan angka kredit sebesar 0,010
II.A.2.d.2).a)

Melakukan pemeriksaan sumber benih/induk untuk


sarana produksi budidaya ikan/udang/rumput laut

Tolok ukur (TU) :


Terlaksananya pemeriksaan sumber benih/induk (asal usul,
jenis/varietas/strain, ukuran, jumlah, umur)
Catatan :
Dilakukan per varietas dan per lokasi sumber benih/induk.
Satuan Hasil : Laporan
Bukti Fisik :
a. Laporan hasil pemeriksaan (Form A)
b. Surat penugasan (Form B)
Pelaksana kegiatan dan Pemberian Angka Kredit :
Pengawas Perikanan Pelaksana dan angka kredit sebesar 0,013
II.A.2.d.2).b) Melakukan pemeriksaan morfometrik dan meristik pada
benih/induk
untuk
sarana
produksi
budidaya
ikan/udang/rumput laut
Tolok ukur :
a. Terlaksananya pengamatan morfometrik benih/induk (panjang
standar, tinggi badan, panjang kepala, umur, bobot) yang
disesuaikan dengan varietas;
b. Terlaksananya pengamatan meristik benih/induk (jumlah jari-jari
sirip, gurat sisik) yang disesuaikan dengan varietas.
Catatan :

Dilakukan per varietas (penjelasan pada lampiran untuk finfish dan


non finfish)
Satuan Hasil : Laporan
Bukti Fisik :
a. Laporan hasil pemeriksaan (Form A)
b. Surat penugasan (Form B)
Pelaksana kegiatan dan Pemberian Angka Kredit :
Pengawas Perikanan Pelaksana dan angka kredit sebesar 0,016

II.A.2.d.3).a)

Melakukan pemeriksaan pakan alami untuk


produksi budidaya ikan/udang/rumput laut

sarana

Tolok Ukur (TU) :


Terlaksananya pemeriksaan pakan alami yang digunakan (jenis,
sumber, jumlah, frekuensi, dan waktu pemberian).
Catatan :
Dilakukan per unit usaha budidaya
Satuan Hasil : Laporan
Bukti Fisik :
a. Laporan hasil pemeriksaan (Form A)
b. Surat penugasan (Form B)
Pelaksana kegiatan dan Pemberian Angka Kredit :
Pengawas Perikanan Pelaksana dan angka kredit sebesar 0,016

II.A.2.e.1) Melakukan persiapan pemeriksaan dalam rangka proses


pembudidayaan ikan
Tolok Ukur (TU) :
a. Terlaksananya persiapan pemeriksaan wadah yang digunakan
untuk proses pembudidayaan (jenis bahan, bentuk, ukuran,
volume);
b. Terlaksananya persiapan pemeriksaan air media yang digunakan
untuk proses pembudidayaan (jenis, sumber, volume, perlakuan);
c. Terlaksananya persiapan pemeriksaan peralatan dan sarana
perikanan yang digunakan untuk proses pembudidayaan (jenis,
bahan, jumlah, fungsi).
Catatan :
Dilakukan per unit usaha budidaya
Satuan Hasil : Laporan
Bukti Fisik :
a. Laporan hasil pemeriksaan (Form A)
b. Surat penugasan (Form B)

Pelaksana kegiatan dan Pemberian Angka Kredit :


Pengawas Perikanan Pelaksana dan angka kredit sebesar 0,016

II.A.2.e.4)

Melakukan

pemeriksaan

penebaran

benih/bibit

pada

proses pembudidayaan ikan


Tolok Ukur (TU) :
Terlaksananya pemeriksaan penebaran benih/bibit (sumber, jenis,
jumlah, ukuran, padat tebar, waktu tebar, kondisi kesehatan secara
visual, perlakuan aklimatisasi).
Catatan :
Dilakukan per unit usaha
Satuan Hasil : Laporan
Bukti Fisik :
a. Laporan hasil pemeriksaan (Form A)
b. Surat penugasan (Form B)
Pelaksana kegiatan dan Pemberian Angka Kredit :
Pengawas Perikanan Pelaksana dan angka kredit sebesar 0,020

II.A.2.e.5).c)

Melakukan

pemeriksaan

wadah

pada

pengelolaan

induk/benih/pembesaran pada proses pembudidayaan


ikan
Tolok Ukur (TU) :
Terlaksananya pemeriksaan wadah yang digunakan untuk proses
pembudidayaan (jenis bahan, bentuk, ukuran, volume, dan fungsi)
Catatan :
Dilakukan setiap komoditas per unit usaha budidaya per semester
Satuan Hasil : Laporan
Bukti Fisik :
a. Laporan hasil pemeriksaan (Form A)
b. Surat penugasan (Form B)
Pelaksana kegiatan dan Pemberian Angka Kredit :
Pengawas Perikanan Pelaksana dan angka kredit sebesar 0,020
II.A.2.f.1) Melakukan pemeriksaan penampungan hasil produksi pada
kegiatan pasca panen benih/induk/ikan konsumsi.
Tolok Ukur (TU) :
a. Terlaksananya pemeriksaan wadah penampungan (bahan, jumlah,
bentuk, ukuran);

b. Terlaksananya pemeriksaan kualitas benih/induk/ikan konsumsi

dalam wadah penampungan (jenis, umur, ukuran, kepadatan,


warna, kesehatan);
c. Terlaksananya pemeriksaan penggunaan obat ikan dan bahan
biologi lainnya yang digunakan dalam penampungan (jenis, dosis,
fungsi);
d. Terlaksananya pencatatan waktu dan cara selama penampungan
/pemberokan/mempuasakan benih/induk/ikan konsumsi.
Catatan :
Dilakukan per unit usaha
Satuan Hasil : Laporan
Bukti Fisik :
a. Laporan hasil pemeriksaan (Form A)
b. Surat penugasan (Form B)
Pelaksana kegiatan dan Pemberian Angka Kredit :
Pengawas Perikanan Pelaksana dan angka kredit sebesar 0,012
II.A.2.f.2)

Melakukan pemeriksaan sortasi hasil produksi pada pasca


panen benih/induk/ikan konsumsi.

Tolok Ukur (TU) :


a. Terlaksananya pemeriksaan metoda sortasi benih/induk/ikan
konsumsi;
b. Terlaksananya pemeriksaan kualitas (keseragaman warna dan
ukuran, normalitas) dan kuantitas (jumlah, bobot, umur)
benih/induk/ikan konsumsi hasil seleksi.
Catatan :
Dilakukan per komoditas dan per unit usaha
Satuan Hasil : Laporan
Bukti Fisik :
a. Laporan hasil pemeriksaan (Form A)
b. Surat penugasan (Form B)
Pelaksana kegiatan dan Pemberian Angka Kredit :
Pengawas Perikanan Pelaksana dan angka kredit sebesar 0,010
II.A.2.f.4) Melakukan pemeriksaan pengemasan pada kegiatan pasca
panen benih/induk/ikan konsumsi.
Tolok Ukur (TU) :
a. Terlaksananya pemeriksaan wadah dan peralatan pengemasan
(jenis, ukuran, dan jumlah);
b. Terlaksananya pemeriksaan volume dan kualitas air (suhu dan
salinitas) untuk pengemasan;
c. Terlaksananya pemeriksaan penggunaan bahan (jenis, dosis, fungsi)
yang digunakan dalam pengemasan;

d. Terlaksananya pemeriksaaan pelaksanaan pengemasan (kepadatan,


perbandingan oksigen dengan air, ukuran wadah).
Catatan :
Dilakukan per komoditas per unit usaha
Satuan Hasil : Laporan
Bukti Fisik :
a. Laporan hasil pemeriksaan (Form A)
b. Surat penugasan (Form B)
Pelaksana kegiatan dan Pemberian Angka Kredit :
Pengawas Perikanan Pelaksana dan angka kredit sebesar 0,012
II.A.3.a Menyiapkan peralatan dan bahan untuk kegiatan pengujian
pada pengawasan produksi sarana budidaya.
Tolok Ukur (TU) :
Terlaksananya penyusunan daftar kebutuhan bahan dan alat
(parameter uji, jenis) pada pengawasan produksi sarana budidaya
(pakan, pupuk, obat ikan, kapur).
Catatan :
Setiap kegiatan pengawasan produksi sarana budidaya
Satuan Hasil : Laporan
Bukti Fisik :
a. Laporan hasil pemeriksaan (Form A)
b. Surat penugasan (Form B)
Pelaksana kegiatan dan Pemberian Angka Kredit :
Pengawas Perikanan Pelaksana dan angka kredit sebesar 0,010
II.A.4.a

Melakukan persiapan bahan dan peralatan pada pengawasan


sumberdaya induk/benih.

Tolok Ukur (TU)


Terlaksananya penyusunan daftar kebutuhan bahan dan peralatan
lapang (jenis, jumlah, fungsi).
Catatan:
Dilakukan setiap kali pengawasan
Satuan Hasil : Laporan
Bukti Fisik :
a. Laporan hasil pemeriksaan (Form A)
b. Surat penugasan (Form B)
Pelaksana kegiatan dan Pemberian Angka Kredit :

Pengawas Perikanan Pelaksana dan angka kredit sebesar 0,012


II.A.4.b.1) Melakukan persiapan alat dan bahan untuk pengukuran pada
pengawasan lingkungan pembudidayaan ikan.
Tolok Ukur (TU):
Terlaksananya penyusunan daftar kebutuhan bahan dan peralatan
lapang (jenis, jumlah, fungsi).
Catatan :
Dilakukan setiap kali pengawasan
Satuan Hasil : Laporan
Bukti Fisik :
a. Laporan hasil pemeriksaan (Form A)
b. Surat penugasan (Form B)
Pelaksana kegiatan dan Pemberian Angka Kredit :
Pengawas Perikanan Pelaksana dan angka kredit sebesar 0,012

II.2

RINCIAN BUTIR KEGIATAN PENGAWAS PERIKANAN PELAKSANA


LANJUTAN BIDANG PEMBUDIDAYAAN IKAN (III/a s.d III/b)

II.A.1.a.1).a)

Mengumpulkan data sekunder dan informasi obyek


pengawasan dalam rangka penyusunan rancangan teknis
pelaksanaan

Tolok Ukur (TU) :


Terlaksananya
pengumpulan
data
sekunder
tentang
unit
pembudidayaan (data dan informasi pendukung tentang lokasi, jenis
komoditas, jumlah unit usaha, wadah budidaya,) dan kepemilikan unit
pembudidayaan
(perorangan/kelompok/badan
usaha,
tahun
pendirian/operasional).

Catatan :
Dilakukan untuk setiap obyek pengawasan
Satuan Hasil : data
Bukti Fisik :
a. Laporan hasil pemeriksaan (Form A)
b. Surat penugasan (Form B)
Pelaksana kegiatan dan Pemberian Angka Kredit :
Pengawas Perikanan Pelaksana Lanjutan dan angka kredit sebesar
0,060

II.A.2.a Memeriksa kelengkapan dan keabsahan dokumen (teknis dan


non teknis) unit usaha pembudidayaan ikan
Tolok ukur:
a. Terkumpulnya data dan informasi tentang kelengkapan
pemeriksaan dokumen (SIUP, Akta pendirian, tanda pencatatan,
AMDAL, Sertifikat CBIB dan CPIB, MPM, SPO, SNI, RUTRW) dan;
b. Terlaksananya pemeriksaan kesesuaian dokumen pendukung
(kelengkapan, keabsahan, dan batas kadaluarsa).
Catatan :
Dilakukan setahun sekali per unit usaha pembudidayaan
Satuan Hasil : Laporan
Bukti Fisik :
a. Laporan hasil pemeriksaan (Form A)
b. Surat penugasan (Form B)
Pelaksana kegiatan dan Pemberian Angka Kredit :
Pengawas Perikanan Pelaksana Lanjutan dan angka kredit sebesar
0,040
II.A.2.c

Melakukan pengamatan dan pencatatan pemeriksaan


prasarana pembudidayaan ikan (pokok/pendukung/penunjang)

Tolok Ukur :
a. Terlaksananya pemeriksaan dan pencatatan prasarana yang
digunakan (bahan, jenis, bentuk, jumlah dan fungsi);
b. Terlaksananya pemeriksaan perlakuan (treatment) pada prasarana
yang digunakan (instalasi, saluran, filtrasi, tandon).
Catatan:
Dilakukan per semester per unit usaha
Satuan Hasil : Data
Bukti Fisik :
a. Laporan hasil pemeriksaan (Form A)
b. Surat penugasan (Form B)
Pelaksana kegiatan dan Pemberian Angka Kredit :
Pengawas Perikanan Pelaksana Lanjutan dan angka kredit sebesar
0,040
II.A.2.d.3).b)

Melakukan
pemeriksaan
pemeriksaan
sarana
ikan/udang/rumput laut

pakan
buatan
pada
produksi
budidaya

Tolok ukur :
a. Terlaksananya pemeriksaan fisik pakan buatan yang digunakan
(bentuk, ukuran, sifat/karakteristik, kemasan, cara dan tempat
penyimpanan);

b. Terlaksananya pemeriksaan pakan buatan yang digunakan (status


registrasi , asal, jenis, dosis, tanggal kadualuarsa).
Catatan :
Dilakukan per unit usaha budidaya
Satuan Hasil : Laporan
Bukti Fisik :
a. Laporan hasil pemeriksaan (Form A)
b. Surat penugasan (Form B)
Pelaksana kegiatan dan Pemberian Angka Kredit :
Pengawas Perikanan Pelaksana Lanjutan dan angka kredit sebesar
0,040
II.A.2.d.4).a)

Melakukan
pemeriksaan
pemeriksaan
sarana
ikan/udang/rumput laut

pupuk
organik
pada
produksi
budidaya

Tolok Ukur (TU):


a. Terlaksananya pemeriksaan pupuk organik yang digunakan (jenis,
dosis, cara dan tempat penyimpanan);
b. Terlaksananya pemeriksaan kesesuaian peruntukan penggunaan
pupuk organik (frekuensi, waktu pemberian, dan cara penggunaan).
Catatan :
Dilakukan per unit usaha budidaya
Satuan Hasil : Laporan
Bukti Fisik :
a. Laporan hasil pemeriksaan (Form A)
b. Surat penugasan (Form B)

Pelaksana kegiatan dan Pemberian Angka Kredit :


Pengawas Perikanan Pelaksana Lanjutan dan angka kredit sebesar
0,030
II.A.2.e.2) Melakukan pemeriksaan seleksi benih/induk/bibit pada
proses pembudidayaan ikan
Tolok Ukur (TU) :
a. Terlaksananya pemeriksaan benih/induk/bibit (asal/sumber,
jenis, umur, warna, keseragaman ukuran, gerakan);
b. Terlaksananya pemeriksaan kesehatan secara visual untuk ikan
(kondisi fisik, tingkah laku dan gerakan) dan untuk bibit rumput
laut (ujung thalus, warna, dan umur;
c. Terlaksananya pengujian ketahanan benih untuk ikan air payau
dan laut (screening, stress test);
Catatan :

Dilakukan per unit usaha


Satuan Hasil : Laporan
Bukti Fisik :
a. Laporan hasil pemeriksaan (Form A)
b. Surat penugasan (Form B)
Pelaksana kegiatan dan Pemberian Angka Kredit :
Pengawas Perikanan Pelaksana Lanjutan dan angka kredit sebesar
0,040
II.A.2.e.5).b) Melakukan
pemeriksaan
induk/benih/pembesaran

air

pada

pengelolaan

Tolok Ukur (TU) :


Terlaksananya pemeriksaan air media yang digunakan (sumber, warna,
bau, kekeruhan, tinggi air, debit/prosentase pergantian harian) pada
pemeliharaan induk/benih/pembesaran.
Catatan :
Dilakukan setiap kali pengawasan/siklus produksi per unit usaha
budidaya
Satuan Hasil : Laporan
Bukti Fisik :
a. Laporan hasil pemeriksaan (Form A)
b. Surat penugasan (Form B)
Pelaksana kegiatan dan Pemberian Angka Kredit :
Pengawas Perikanan Pelaksana Lanjutan dan angka kredit sebesar
0,040
II.A.2.f.3) Melakukan pemeriksaan sanitasi dan hygiene pada pasca
panen benih/induk/ikan konsumsi
Tolok Ukur (TU) :
a. Terlaksananya pemeriksaan sanitasi dan hygiene tempat
penampungan panen (wadah, air, dan peralatan);
b. Terlaksananya pemeriksaan perlakuan/treatment yang dilakukan
pada benih/induk/ikan konsumsi saat pasca panen (jenis, bahan,
dan dosis).
Catatan :
Dilakukan setiap kali pengawasan per komoditas dan pada unit usaha
Satuan Hasil : Laporan
Bukti Fisik :
a. Laporan hasil pemeriksaan (Form A)
b. Surat penugasan (Form B)

Pelaksana kegiatan dan Pemberian Angka Kredit :


Pengawas Perikanan Pelaksana Lanjutan dan angka kredit sebesar
0,020
II.A.2.f.5)

Melakukan pemeriksaan distribusi


benih/induk/ikan konsumsi

pada

pasca

panen

Tolok Ukur (TU) :


a.
Terlaksananya pemeriksaan jenis, ukuran, dan kepadatan
benih/induk/ikan konsumsi dalam transportasi;
b.
Terlaksananya pemeriksaan transportasi (sarana transportasi,
wadah, jarak dan waktu tempuh);
c.
Terlaksananya pencatatan lokasi/daerah tujuan distribusi;
d.
Terlaksananya pemeriksaan penggunaan obat ikan, bahan
kimia, bahan biologi, dan bahan lainnya (jenis, dosis, frekuensi
penggunaan) pada transportasi.
Catatan :
Dilakukan setiap pengawasan per unit usaha
Satuan Hasil : Laporan
Bukti Fisik :
a. Laporan hasil pemeriksaan (Form A)
b. Surat penugasan (Form B)
Pelaksana kegiatan dan Pemberian Angka Kredit :
Pengawas Perikanan Pelaksana Lanjutan dan angka kredit sebesar
0,020

II.3

RINCIAN BUTIR KEGIATAN PENGAWAS PERIKANAN PENYELIA


BIDANG PEMBUDIDAYAAN IKAN (III/c s.d III/d).

II.A.1.a.1).b) Mengumpulkan data primer dan informasi obyek


pengawasan dalam rangka penyusunan rancangan teknis
pelaksanaan
Tolok Ukur (TU) :
Terlaksananya pengumpulan data primer pada kawasan budidaya
(potensi wilayah, jenis komoditas, jumlah unit usaha, kapasitas
produksi, luas lahan, peruntukan lahan, dan teknologi budidaya).
Catatan :
Dibuat setiap melakukan kegiatan pengawasan
Satuan Hasil : Data
Bukti Fisik :
a. Laporan hasil pemeriksaan (Form A)
b. Surat penugasan (Form B)

Pelaksana kegiatan dan Pemberian Angka Kredit :


Pengawas Perikanan Penyelia dan angka kredit sebesar 0,200
II.A.1.a.2) Menyusun rancangan teknis pengawasan, sebagai anggota
Tolok Ukur (TU) :
a. Tersusunnya inventarisasi dan tabulasi tujuan obyek pengawasan;
b. Tersusunnya
program
rancangan
teknis
pengawasan
(objek/kawasan, personil yang terlibat, jadwal pelaksanaan,
kebutuhan peralatan lapang, dokumentasi, serta koordinasi
dengan instansi terkait).
Catatan :
a. Dilakukan untuk setiap obyek pengawasan;
b. Dibuat setiap melakukan kegiatan pengawasan;
c. Apabila dilakukan oleh tim harus dicantumkan nama seluruh tim
dan jenjang jabatannya;
d. Dibuat berdasarkan rencana tahunan atau penugasan khusus;
e. Rancangan teknis pengawasan dapat terdiri dari beberapa
rancangan teknis;
f.
Rancangan teknis diajukan bersamaan dengan rencana tahunan.
Satuan Hasil : Rancangan
Bukti Fisik :
a.
Laporan hasil pemeriksaan (Form A)
b.
Surat penugasan (Form B)
c.
Rancangan teknis kegiatan pengawasan
Pelaksana kegiatan dan Pemberian Angka Kredit :
Pengawas Perikanan Penyelia dan angka kredit sebesar 0,200
II.A.2.d.4).b)

Melakukan
pemeriksaan
pemeriksaan
sarana
ikan/udang/rumput laut

pupuk
anorganik
pada
produksi
budidaya

Tolok ukur (TU) :


Terlaksananya pemeriksaan jenis, jumlah/dosis penggunaan, cara dan
tempat penyimpanan pupuk anorganik yang digunakan.
Catatan :
Dilakukan per unit usaha budidaya
Satuan Hasil : Laporan
Bukti Fisik :
a. Laporan hasil pemeriksaan (Form A)
b. Surat penugasan (Form B)
Pelaksana kegiatan dan Pemberian Angka Kredit :
Pengawas Perikanan Penyelia dan angka kredit sebesar 0,06
II.A.2.e.3) Melakukan pemeriksaan pemijahan induk dan penetasan
telur pada proses pembudidayaan ikan

Tolok Ukur (TU) :


a. Terlaksananya pemeriksaan asal induk (alam/hasil budidaya,
bersertifikat), jenis, jumlah, ukuran, ratio jantan-betina, dan berat
induk yang digunakan;
b. Terlaksananya pemeriksaan sarana dan prasarana yang
digunakan (jenis, jumlah, ukuran/volume dan fungsi);
c. Terlaksananya pencatatan informasi masa pemijahan dan waktu
penetasan telur;
d. Terlaksananya pemeriksaan kualitas telur secara visual;
e. Terlaksananya
pemeriksaan
kualitas
air
dalam
wadah
pemijahan/penetasan telur (suhu, pH, salinitas dan parameter
kualitas air lain yang diperlukan).
Catatan :
Dilakukan per komoditas dan per unit usaha
Satuan Hasil : Laporan
Bukti Fisik :
a. Laporan hasil pemeriksaan (Form A)
b. Surat penugasan (Form B)
Pelaksana kegiatan dan Pemberian Angka Kredit :
Pengawas Perikanan Penyelia dan angka kredit sebesar 0,100
II.A.2.e.5).a) Melakukan
pemeriksaan
induk/benih/pembesaran

pakan

pada

pengelolaan

Tolok ukur :
a. Terlaksananya pemeriksaan kesesuaian penggunaan jenis
dengan spesies ikan yang dipelihara;
b. Terlaksananya pemeriksaan cara pemberian pakan (jumlah,
frekuensi, dan waktu pemberian);
c Terlaksananya pemeriksaan kesesuaian penggunaan jenis
pada
kemasan (kandungan nutrisi, status registrasi,
kadaluarsa dan kode produksi).

pakan
dosis,
pakan
masa

Catatan :
Dilakukan per komoditas dan per unit usaha
Satuan Hasil : Laporan
Bukti Fisik :
a. Laporan hasil pemeriksaan (Form A)
b. Surat penugasan (Form B)
Pelaksana kegiatan dan Pemberian Angka Kredit :
Pengawas Perikanan Penyelia dan angka kredit sebesar 0,080

II.A.2.e.6) Melakukan pemeriksaan pengelolaan panen pada proses


pembudidayaan ikan

Tolok Ukur (TU) :


a. Terlaksananya pemeriksaan pengelolaan panen benih/induk/ikan
konsumsi hasil pembudidayaan (waktu panen, cara panen, bahan
dan alat yang digunakan);
b. Terlaksananya pemeriksaan cara pengangkutan benih/induk/ikan
konsumsi dari lokasi budidaya ke penampungan.
Catatan :
Dilakukan per komoditas dan per unit usaha
Satuan Hasil : Laporan
Bukti Fisik :
a. Laporan hasil pemeriksaan (Form A)
b. Surat penugasan (Form B)
Pelaksana kegiatan dan Pemberian Angka Kredit :
Pengawas Perikanan Penyelia dan angka kredit sebesar 0,100
II.A.2.g

Melakukan pemeriksaan catatan/rekaman kegiatan usaha


pembudidayaan ikan

Tolok Ukur (TU):


a. Terlaksananya
pemeriksaan
catatan
proses
produksi
(benih/induk/ikan konsumsi, kualitas air, pakan, obat ikan dan
bahan biologi lainnya, status kesehatan ikan);
b. Terlaksananya pemeriksaan catatan panen dan pasca panen
(waktu, jumlah produksi, ukuran, distribusi panen).
Catatan :
Dilakukan per komoditas dan per unit usaha
Satuan Hasil : Laporan
Bukti Fisik :
a. Laporan hasil pemeriksaan (Form A)
b. Surat penugasan (Form B)
Pelaksana kegiatan dan Pemberian Angka Kredit :
Pengawas Perikanan Penyelia dan angka kredit sebesar 0,060
II.A.3.b Melakukan pengujian dan penilaian
pengawasan produksi sarana budidaya

mutu

pakan

pada

Tolok Ukur (TU) :


a. Terlaksananya pemeriksaan fisik pakan (bentuk dan ukuran, sifat,
aroma, warna, tekstur);
b. Terlaksananya pengamatan dan pemeriksaan keberadaan pakan
(sumber/asal, pengemasan, cara dan tempat penyimpanan);
c. Terlaksananya pengambilan sampel pada distributor/agen pakan
dan atau unit usaha budidaya untuk pengujian mutu pakan di
laboratorium (kandungan nutrisi, residu, water stability) dan
pencatatan hasil ujinya.

Catatan :
a. Dilakukan per komoditas dan per unit usaha/distributor/agen
pakan;
b. Lihat PER.02/MEN/2010 tentang pengadaan dan peredaran
pakan.
Satuan Hasil : Laporan
Bukti Fisik :
a. Laporan hasil pemeriksaan (Form A)
b. Surat penugasan (Form B)
Pelaksana kegiatan dan Pemberian Angka Kredit :
Pengawas Perikanan Penyelia dan angka kredit sebesar 0,100
II.A.4.b.2) Melakukan
pemeriksaan
pembudidayaan ikan

kondisi

lingkungan

Tolok Ukur (TU) :


Terlaksananya pemeriksaan fisika, kimia, dan biologi kondisi
lingkungan (kualitas air, tanah, jenis dan sumber cemaran, kecerahan,
kedalaman, kondisi arus).
Catatan :
a. Dilakukan dalam satu kawasan budidaya per semester
b. Hasil pemeriksaan di Laboratorium LHU dilampirkan
Satuan Hasil : Laporan
Bukti Fisik :
a. Laporan hasil pemeriksaan (Form A)
b. Surat penugasan (Form B)
Pelaksana kegiatan dan Pemberian Angka Kredit :
Pengawas Perikanan Penyelia dan angka kredit sebesar 0,100

II.4

RINCIAN KEGIATAN PENGAWAS PERIKANAN PERTAMA BIDANG


PEMBUDIDAYAAN IKAN (III/a s.d III/b)

II.A.1.a.2) Menyusun rencana pengawasan tahunan (mengevaluasi


hasil pengawasan sebelumnya, mengolah dan menganalisis
untuk menyusun rencana kerja pengawasan), sebagai
anggota
Tolok Ukur (TU) :
a. Terlaksananya evaluasi hasil pengawasan sebelumnya;
b. Terlaksananya penyusunan tujuan dan sasaran pengawasan
tahunan;
c. Terlaksananya penyusunan metoda pengawasan tahunan;

Terlaksananya pengumpulan bahan konsep rencana pengawasan


tahunan;
e. Terlaksananya penyusunan rencana pengawasan tahunan.
d.

Catatan :
a. Pengawas hanya bisa mengerjakan dua (2) butir kegiatan (butir
kegiatan jabatannya sendiri dan kegiatan diatas atau dibawah
jenjang jabatannya);
b. Dilaksanakan setahun sekali untuk setiap kegiatan pengawasan;
c. Apabila belum ada pejabat ahli utama atau madya maka sebagai
ketua tim adalah kepala unit kerja;
d. Dibuat secara berurutan dengan sepengetahuan kepala unit kerja;
e. Satu rencana tahunan untuk satu unit kerja;
f.
Penunjukkan anggota tim penyusun ditetapkan oleh Kepala Unit
Kerja atas rekomendasi koordinator pejabat fungsional.
Satuan Hasil : Rencana tahunan
Bukti Fisik :
a. Laporan hasil pemeriksaan (Form A)
b. Surat penugasan (Form B)
c. Rencana kerja tahunan kegiatan pengawasan
Pelaksana kegiatan dan Pemberian Angka Kredit :
Pengawas Perikanan Pertama dan angka kredit sebesar 0,150

II.A.1.b.1).a)

Mengolah data dan informasi objek pengawasan dalam


rangka penyusunan rancangan teknis pelaksanaan

Tolok Ukur (TU) :


a. Terlaksananya pengelompokan dan tabulasi data dan informasi
(primer dan sekunder);
b. Terlaksananya pengolahan/pembahasan data dan informasi
(primer dan sekunder).

Catatan :
Dibuat setiap melakukan kegiatan pengawasan
Satuan Hasil : Laporan
Bukti Fisik :
a. Laporan hasil pemeriksaan (Form A)
b. Surat penugasan (Form B)
Pelaksana kegiatan dan Pemberian Angka Kredit :
Pengawas Perikanan Pertama dan angka kredit sebesar 0,060
II.A.1.b.2).b) Menyusun rancangan teknis pengawasan, sebagai anggota
Tolok Ukur (TU) :
a. Terlaksananya penyusunan rancangan teknis (latar belakang,
tujuan, metodologi pelaksanaan, bahan dan alat);

b.

Tersusunnya rancangan teknis pengawasan (objek/kawasan,


pelaksana, jadwal pelaksanaan, kebutuhan peralatan lapang,
monitoring dan evaluasi serta pelaporan, dan koordinasi dengan
instansi terkait).

Catatan :
a. Dilakukan untuk setiap obyek pengawasan;
b. Dibuat setiap melakukan kegiatan pengawasan;
c. Apabila dilakukan oleh tim harus dicantumkan nama seluruh tim
dan jenjang jabatannya;
d. Dibuat berdasarkan rencana tahunan;
e. Rancangan teknis pengawasan dapat terdiri dari beberapa
rancangan teknis;
f.
Rancangan teknis diajukan bersamaan dengan rencana
tahunan.
Satuan Hasil : Rancangan
Bukti Fisik :
a. Laporan hasil pemeriksaan (Form A)
b. Surat penugasan (Form B)
c. Rancangan teknis kegiatan pengawasan
Pelaksana kegiatan dan Pemberian Angka Kredit :
Pengawas Perikanan Pertama dan angka kredit sebesar 0,100

II.A.2.a.

Menganalisis kelengkapan dan keabsahan dokumen unit


usaha pembudidayaan ikan (teknis dan non teknis)

Tolok Ukur (TU) :


a. Menentukan metode analisis pemeriksaan dokumen (observasi dan
komparasi);
b. Terlaksananya inventarisasi data dokumen (kepemilikan, SIUP, akte
pendirian, AMDAL, CPIB/CBIB, ISO, MPM, SNI, SPO);
c. Terlaksananya penyusunan analisis data dokumen.
Catatan :
Dilakukan per objek kegiatan pengawasan
Satuan Hasil : Laporan
Bukti Fisik :
a. Laporan hasil pemeriksaan (Form A)
b. Surat penugasan (Form B)

Pelaksana kegiatan dan Pemberian Angka Kredit :


Pengawas Perikanan Pertama dan angka kredit sebesar 0,040
II.A.2.b.1) Melakukan pemeriksaan kesesuaian rencana tata ruang
pemerintah daerah pada pemeriksaan kelayakan lokasi
pembudidayaan ikan

Tolok Ukur :
Terlaksananya laporan hasil pemeriksaan kesesuaian penggunaan
lokasi pembudidayaan ikan dengan rencana tata ruang wilayah.
Catatan:
Dilakukan setiap kawasan budidaya
Satuan Hasil : Laporan
Bukti Fisik :
a. Laporan hasil pemeriksaan (Form A)
b. Surat penugasan (Form B)
c. Rencana tata ruang dan wilayah (RTRW) atau masterplan
Pelaksana kegiatan dan Pemberian Angka Kredit :
Pengawas Perikanan Ahli Pertama dan angka kredit sebesar 0,030
II.A.2.b.3).a) Pengujian dan penilaian parameter fisika kualitas tanah
pada pemeriksaan kelayakan lokasi pembudidayaan ikan
Tolok Ukur (TU):
a. Terlaksananya inventarisasi data fisik tanah (warna dan jenis);
b. Terlaksananya pengujian fisik tanah (porositas dan tekstur);
c.
Terlaksananya penilaian parameter fisika kualitas tanah.
Catatan: dilakukan setiap objek pengawasan.
Satuan Hasil : Data
Bukti Fisik :
a. Laporan hasil pemeriksaan (Form A)
b. Surat penugasan (Form B)
Pelaksana kegiatan dan Pemberian Angka Kredit :
Pengawas Perikanan Ahli Pertama dan angka kredit sebesar 0,030
II.A.2.b.4).a)

Melakukan pengujian dan penilaian air tawar pada


penilaian kualitas air sumber (kimia, fisika, biologi)

Tolok Ukur (TU) :


a.
Terlaksananya pengujian kualitas air sumber (kimia, fisika dan
biologi);
b.
Terlaksananya penilaian kualitas air sumber.
Catatan:
Dilakukan per unit usaha
Satuan Hasil : Data
Bukti Fisik :
a. Laporan hasil pemeriksaan (Form A)
b. Surat penugasan (Form B)
Pelaksana kegiatan dan Pemberian Angka Kredit :
Pengawas Perikanan Ahli Pertama dan angka kredit sebesar 0,040

II.A.2.b.4).b)

Melakukan pengujian dan penilaian air payau pada


penilaian kualitas air sumber (kimia, fisika, biologi)

Tolok Ukur (TU) :


a.
Terlaksananya pengujian kualitas air sumber (kimia, fisika dan
biologi)
b.

Terlaksananya penilaian kualitas air sumber

Catatan:
Dilakukan per unit usaha
Satuan Hasil : Data
Bukti Fisik :
a. Laporan hasil pemeriksaan (Form A)
b. Surat penugasan (Form B)
Pelaksana kegiatan dan Pemberian Angka Kredit :
Pengawas Perikanan Ahli Pertama dan angka kredit sebesar 0,050
II.A.2.b.4).c)

Melakukan pengujian dan penilaian air laut pada


penilaian kualitas air sumber (kimia, fisika, biologi)

Tolok Ukur (TU) :


a.
Terlaksananya pengujian kualitas air sumber (kimia, fisika dan
biologi);
b.
Terlaksananya penilaian kualitas air sumber.
Catatan:
Dilakukan per unit usaha
Satuan Hasil : Data
Bukti Fisik :
a. Laporan hasil pemeriksaan (Form A)
b. Surat penugasan (Form B)
Pelaksana kegiatan dan Pemberian Angka Kredit :
Pengawas Perikanan Ahli Pertama dan angka kredit sebesar 0,040

II.A.2.c Mengolah hasil pemeriksaan prasarana pembudidayaan ikan


(pokok, pendukung, penunjang)
Tolok Ukur :
Terlaksananya inventarisasi, kompilasi dan pengolahan data hasil
pemeriksaan prasarana pembudidayaan ikan.
Catatan:
Dilakukan per unit usaha

Satuan Hasil : Data


Bukti Fisik :
a. Laporan hasil pemeriksaan (Form A)
b. Surat penugasan (Form B)
Pelaksana kegiatan dan Pemberian Angka Kredit :
Pengawas Perikanan Ahli Pertama dan angka kredit sebesar 0,040

II.A.2.d. 2) a)
secara fisika

Melakukan

penilaian/pengujian

sarana

produksi

Tolok ukur :
a. Terlaksananya inventarisasi dan kompilasi data hasil pengujian
sarana produksi (benih/induk/pakan/pupuk);
b. Terlaksananya penilaian dan analisis data hasil pengujian sarana
produksi (benih/induk/pakan/pupuk) serta kesesuaian dengan
SNI atau standar lainnya
Catatan :
Dilakukan per sarana produksi per unit usaha
Satuan Hasil : Laporan
Bukti Fisik :
a. Laporan hasil pemeriksaan (Form A)
b. Surat penugasan (Form B)
Pelaksana kegiatan dan Pemberian Angka Kredit :
Pengawas Perikanan Ahli Pertama dan angka kredit sebesar 0,040

II.A.2.e. Menganalisis catatan/rekaman kegiatan usaha pembudidayaan


ikan
Tolok Ukur (TU):
a. Terlaksananya inventarisasi dan kompilasi catatan/rekaman
kegiatan;
b. Terlaksananya analisis rekaman kegiatan dalam bentuk tabulasi
atau grafik dan uraian hasil olahan dan analisis data.
Catatan :
Dilaksanakan per kegiatan/per semester per unit usaha
Satuan Hasil : Laporan
Bukti Fisik :
a. Laporan hasil pemeriksaan (Form A)
b. Surat penugasan (Form B)
Pelaksana kegiatan dan Pemberian Angka Kredit :

Pengawas Perikanan Ahli Pertama dan angka kredit sebesar 0,040


II.A.3.a.1).a) Melakukan pengujian dan penilaian mutu pupuk pada
pengawasan produksi sarana budidaya
Tolok Ukur (TU) :
a. Terlaksananya inventarisasi/kompilasi pupuk yang digunakan (jenis,
komposisi, peruntukan) di tingkat pembudidaya dan atau di tingkat
distributor/agen;
b. Terlaksananya
pengujian kesesuaian
mutu
pupuk
dengan
standar/acuan;
c. Terlaksananya penilaian hasil pengujian kesesuaian mutu pupuk.
Catatan :
Dilaksanakan per kegiatan pengawasan
(contoh standar/acuan : SNI pupuk urea 02-2801-1998)
Satuan Hasil : Laporan
Bukti Fisik :
a. Laporan hasil pemeriksaan (Form A)
b. Surat penugasan (Form B)
Pelaksana kegiatan dan Pemberian Angka Kredit :
Pengawas Perikanan Ahli Pertama dan angka kredit sebesar 0,030
II.A.3.c.1) Mengumpulkan data dan informasi pada pengembangan
pengawasan produksi dan distribusi sarana budidaya (SDM,
penerapan teknologi, produksi, peluang pasar)
Tolok Ukur (TU) :
Terlaksananya pengumpulan data dan informasi hasil pengawasan
(jenis, jumlah produksi, status registrasi, masa kadaluarsa, kode
produksi, distribusi/rantai pemasaran) pada produksi dan distribusi
sarana budidaya (pakan, pupuk, obat ikan, bahan kimia dan bahan
biologi lainnya) baik pada skala industri maupun skala kecil dan
menengah.
Catatan :
Dilakukan
budidaya

setiap

kegiatan

pengawasan

pada

produsen

sarana

Satuan Hasil : Laporan


Bukti Fisik :
a. Laporan hasil pemeriksaan (Form A)
b. Surat penugasan (Form B)
Pelaksana kegiatan dan Pemberian Angka Kredit :
Pengawas Perikanan Ahli Pertama dan angka kredit sebesar 0,060

II.A.4.a.1).a) Melakukan penilaian spesies/varietas dalam rangka


mengidentifikasi dan menginventarisasi pada pengawasan
sumberdaya induk/benih
Tolok Ukur (TU) :
a. Terlaksananya identifikasi dan inventarisasi spesies/ varietas/
strain/ klon/ hibrida yang akan dinilai (jenis, kondisi kesehatan,
kecenderungan penyimpangan/abnormalitas);
b. Tersusunnya laporan hasil penilaian spesies/ varietas/ strain/
klon/ hibrida.
Catatan :
Dilakukan setiap kali penilaian spesies/ varietas/ strain/ klon/
hibrida, dan atau di pembudidaya yang menggunakan induk unggul
Satuan Hasil : Laporan
Bukti Fisik :
a. Laporan hasil pemeriksaan (Form A)
b. Surat penugasan (Form B)
Pelaksana kegiatan dan Pemberian Angka Kredit :
Pengawas Perikanan Ahli Pertama dan angka kredit sebesar 0,040

II.A.4.b.1).a)

Melakukan pemeriksaan potensi sumber pencemaran


pada pengawasan lingkungan pembudidayaan ikan

Tolok Ukur (TU) :


a. Terlaksananya identifikasi sumber pencemaran (rumah tangga,
industri, pertanian, peternakan, dan aktivitas budidaya lain
disekitarnya) ;
b. Terlaksananya
pemeriksaan
potensi
sumber
pencemaran
(budidaya terhadap lingkungan dan atau sebaliknya lingkungan
terhadap budidaya).
Catatan :
Dilakukan setiap kali pengawasan lingkungan
Satuan Hasil : Laporan
Bukti Fisik :
a.
Laporan pelaksanaan kegiatan (Form A);
b.
Surat penugasan (Form B).
Pelaksana kegiatan dan Pemberian Angka Kredit :
Pengawas Perikanan Ahli Pertama dan angka kredit sebesar sebesar
0,030
II.5

RINCIAN KEGIATAN PENGAWAS PERIKANAN AHLI MUDA BIDANG


PEMBUDIDAYAAN IKAN (III/c s.d III/d)

II.A.1.a.2) Menyusun rencana pengawasan Tahunan (mengevaluasi


hasil pengawasan sebelumnya, mengolah dan menganalisis
untuk menyusun rencana kerja pengawasan), sebagai
Anggota
Tolok Ukur (TU) :
a.
Terlaksananya evaluasi hasil pengawasan sebelumnya;
b.
Terlaksananya penyusunan tujuan dan sasaran pengawasan
tahunan;
c.
Terlaksananya penyusunan metoda pengawasan tahunan;
d.
Terlaksananya pengumpulan
bahan konsep rencana
pengawasan tahunan;
e.
Terlaksananya penyusunan rencana pengawasan tahunan.
Catatan :
a. Pengawas hanya bisa mengerjakan dua (2) butir kegiatan (butir
kegiatan jabatannya sendiri dan kegiatan diatas atau dibawah
jenjang jabatannya);
b. Dilaksanakan setahun sekali untuk setiap kegiatan pengawasan;
c. Apabila belum ada pejabat ahli utama atau madya maka sebagai
ketua tim adalah kepala unit kerja;
d. Dibuat secara berurutan dengan sepengetahuan kepala unit kerja
e. Satu rencana tahunan untuk satu unit kerja;
f.
Penunjukkan anggota tim penyusun ditetapkan oleh Kepala
Unit Kerja atas rekomendasi koordinator pejabat fungsional.
Satuan Hasil : Rencana tahunan
Bukti Fisik :
a. Laporan hasil pemeriksaan (Form A)
b. Surat penugasan (Form B)
c. Rencana kerja tahunan kegiatan pengawasan
Pelaksana kegiatan dan Pemberian Angka Kredit :
Pengawas Perikanan Ahli Muda dan angka kredit sebesar 0,300
II.A.1.b.1).b) Menganalisis data dan informasi obyek pengawasan
dalam rangka penyusunan rancangan teknis pelaksanaan
Tolok Ukur (TU) :
a. Terlaksananya
b. Terlaksananya
c. Terlaksananya
d. Terlaksananya

penyusunan metoda analisis data dan informasi;


inventarisasi data hasil pengawasan;
pengelompokan data olahan;
analisis data dan informasi.

Catatan :
Dilakukan per kegiatan pengawasan
Satuan Hasil : Laporan
Bukti Fisik :
a. Laporan hasil pemeriksaan (Form A)
b. Surat penugasan (Form B)

Pelaksana kegiatan dan Pemberian Angka Kredit :


Pengawas Perikanan Ahli Muda dan angka kredit sebesar 0,120
II.A.1.b.2).b) Menyusun rancangan teknis pengawasan, sebagai anggota
Tolok Ukur (TU) :
a. Terlaksananya penyusunan rancangan teknis (latar belakang,
tujuan, metodologi pelaksanaan, bahan dan alat)
b. Tersusunnya rancangan teknis pengawasan (objek/kawasan,
pelaksana, jadwal pelaksanaan, kebutuhan bahan dan alat,
monitoring dan evaluasi serta pelaporan, dan koordinasi dengan
instansi terkait);
Catatan :
a. Dibuat setiap melakukan kegiatan pengawasan;
b. Apabila dilakukan oleh tim harus dicantumkan nama seluruh
anggota tim dan jenjang jabatannya;
c. Dibuat berdasarkan rencana tahunan dan penugasan khusus;
d. Rancangan teknis diajukan bersamaan dengan rencana tahunan.
Satuan Hasil : Rancangan
Bukti Fisik :
a. Laporan hasil pemeriksaan (Form A)
b. Surat penugasan (Form B)
c. Rancangan teknis kegiatan pengawasan
Pelaksana kegiatan dan Pemberian Angka Kredit :
Pengawas Perikanan Pertama dan angka kredit sebesar 0,200
II.A.2.b.2)

Mengidentifikasi dan menginventarisasi lokasi


pemeriksaan kelayakan lokasi pembudidayaan ikan

pada

Tolok Ukur.
a. Terlaksananya inventarisasi hasil identifikasi kesesuaian lokasi
pembudidayaan ikan dengan rencana tata ruang wilayah
(berdasarkan data dari PP Pertama);
b. Terlaksananya identifikasi kelayakan lokasi berdasarkan kajian
teknis (sumber air, bebas banjir, jauh dari sumber pencemaran,
mudah dijangkau).
Catatan:
a. Dibuat setiap melakukan kegiatan pengawasan;
b. Apabila dilakukan oleh tim harus dicantumkan nama seluruh
anggota tim dan jenjang jabatannya;
c. Dibuat berdasarkan rencana tahunan dan penugasan khusus;
d. Rancangan teknis pengawasan dapat terdiri dari beberapa
rancangan teknis;
e. Rancangan teknis diajukan bersamaan dengan rencana tahunan.
Satuan Hasil : Laporan
Bukti Fisik :

a.
b.

Laporan hasil pemeriksaan (Form A)


Surat penugasan (Form B)

Pelaksana kegiatan dan Pemberian Angka Kredit :


Pengawas Perikanan Ahli Muda dan angka kredit sebesar 0,060

II.A.2.b.3)b) Pengujian dan penilaian parameter kimia kualitas tanah


pada pemeriksaan kelayakan lokasi pembudidayaan ikan
Tolok Ukur (TU) :
a. Terlaksananya inventarisasi data parameter kimia (pH/potensial
redoks/ bahan organik/unsur hara);
b. Terlaksananya pengujian parameter kimia tanah;
c. Terlaksananya penilaian parameter kimia kualitas tanah.
Catatan: Dilakukan setiap objek pengawasan
Satuan Hasil : Data
Bukti Fisik :
a. Laporan hasil pemeriksaan (Form A)
b. Surat penugasan (Form B)
Pelaksana kegiatan dan Pemberian Angka Kredit :
Pengawas Perikanan Ahli Muda dan angka kredit sebesar 0,080

II.A.2.d.1) Melakukan pemeriksaan bahan kimia dan biologi lainnya


pada
pemeriksaan
sarana
produksi
budidaya
ikan/udang/rumput laut
Tolok ukur (TU) :
a. Terlaksananya pemeriksaan penggunaan bahan kimia dan biologi
lainnya (jenis, komposisi bahan aktif, legalitas bahan, dosis, dan
frekuensi);
b. Terlaksananya pemeriksaan cara pengadaan dan penyimpanan
bahan yang digunakan (sumber pengadaan, cara dan tempat
penyimpanan, masa kadaluarsa).
Catatan :
Dilakukan per unit usaha budidaya
Satuan Hasil : Laporan
Bukti Fisik :
a. Laporan hasil pemeriksaan (Form A)
b. Surat penugasan (Form B)
Pelaksana kegiatan dan Pemberian Angka Kredit :
Pengawas Perikanan Ahli Muda dan angka kredit sebesar 0,060

II.A.2.d.2).b)

Melakukan penilaian/pengujian
sarana produksi budidaya

secara

kimia

pada

Tolok ukur (TU) :


a. Terlaksananya inventarisasi dan kompilasi data hasil pengujian
secara kimia pada sarana produksi (pakan/pupuk/obat
ikan/bahan kimia lainnya);
b. Terlaksananya penilaian data hasil pengujian secara kimia pada
sarana produksi (pakan/pupuk/obat ikan/bahan kimia lainnya)
kesesuaian dengan SNI atau standar lainnya.
Catatan :
Dilakukan per unit usaha budidaya
Satuan Hasil : Laporan
Bukti Fisik :
a. Laporan hasil pemeriksaan (Form A)
b. Surat penugasan (Form B)
Pelaksana kegiatan dan Pemberian Angka Kredit :
Pengawas Perikanan Ahli Muda dan angka kredit sebesar 0,080
II.A.2.f.1) Mengumpulkan
data
dan
informasi
pada
analisis
pengembangan usaha pembudidayaan ikan (SDM, penerapan
teknologi, produksi, peluang pasar)
Tolok Ukur (TU):
a. Terlaksananya pemeriksaan SDM (jumlah, umur, tingkat
pendidikan, kompetensi);
b. Terlaksananya pemeriksaan penerapan teknologi (jenis dan
efektivitas teknologi);
c. Terlaksananya pemeriksaan produksi (komoditas, jumlah,
produktifitas);
d. Terlaksananya pemeriksaan peluang pasar (kebijakan dan
tindakan untuk melakukan kerjasama dan promosi);
e. Terlaksananya pemeriksaan tentang permodalan usaha (sumber,
tingkat penggunaan, tingkat pengembalian);
f.
Terlaksananya pemeriksaan bantuan sarana prasarana produksi
(jenis, jumlah, tingkat pemanfaatan).
Catatan :
Dilakukan per unit usaha budidaya
Satuan Hasil : Laporan
Bukti Fisik :
a. Laporan hasil pemeriksaan (Form A)
b. Surat penugasan (Form B)
Pelaksana kegiatan dan Pemberian Angka Kredit :
Pengawas Perikanan Ahli Muda dan angka kredit sebesar 0,060

II.A.3.a.1).b) Melakukan pengujian dan penilaian mutu obat ikan,


bahan kimia, dan bahan biologis lainnya pada
pengawasan produksi sarana budidaya
Tolok Ukur (TU) :
a. Terlaksananya inventarisasi obat ikan, bahan kimia, dan bahan
biologi (jenis, merek, kandungan/komposisi, bentuk, berat bersih
kemasan, fungsi/peruntukkan, kode produksi dan masa
kadaluarsa);
b. Terlaksananya pemeriksaan keberadaan obat ikan, bahan kimia,
dan bahan biologi lainnya (sumber, pengemasan, penyimpanan,
dan penanganan) di tingkat pembudidaya dan distributor/agen;
c. Terlaksananya pengujian dan penilaian obat ikan, bahan kimia,
dan bahan biologi lainnya secara visual (perubahan warna,
perubahan bentuk, bau/aroma).
Catatan
:
Dilakukan per objek pengawasan (produsen/ distributor/ agen/ toko/
pembudidaya)
Satuan Hasil : Laporan
Bukti Fisik :
a. Laporan hasil pemeriksaan (Form A)
b. Surat penugasan (Form B)
Pelaksana kegiatan dan Pemberian Angka Kredit :
Pengawas Perikanan Ahli Muda dan angka kredit sebesar 0,120
II.A.3.b

Melakukan pengawasan distribusi sarana budidaya

Tolok Ukur (TU) :


a. Terlaksananya pengawasan rantai distribusi sarana budidaya
(komoditas, obat ikan, pakan, pupuk, kapur, bahan kimia dan
bahan biologi lainnya);
b. Terlaksananya
pemeriksaan
dokumen
(legalitas/surat
keterangan/surat ijin peredaran sarana budidaya);
c. Terlaksananya pemeriksaan distribusi sarana budidaya (waktu,
jarak tempuh distribusi, dan jenis transportasi yang digunakan).
Catatan :
Dilakukan per jenis sarana budidaya
Satuan Hasil : Laporan
Bukti Fisik :
a. Laporan hasil pemeriksaan (Form A)
b. Surat penugasan (Form B)
Pelaksana kegiatan dan Pemberian Angka Kredit :
Pengawas Perikanan Ahli Muda dan angka kredit sebesar 0,060

II.A.4.a.1).b) Mengidentifikasi dan inventarisasi induk/benih alam


pada pengawasan sumberdaya induk/benih
Tolok Ukur (TU) :
a. Terlaksananya identifikasi sumberdaya induk/benih alam (lokasi
penangkapan, jenis, potensi induk/benih alam);
b. Terlaksananya inventarisasi data induk/benih hasil penangkapan
(jumlah hasil tangkapan, jumlah nelayan penangkap, ukuran yang
ditangkap, alat tangkap, penanganan hasil tangkapan);
c. Terlaksananya identifikasi dan inventarisasi data kondisi
lingkungan sumberdaya induk/benih alam (kondisi fisik tanah,
kondisi fisik perairan, vegetasi, jenis biota).
Catatan :
Dilakukan per kegiatan pengawasan
Satuan Hasil : Laporan
Bukti Fisik :
a. Laporan hasil pemeriksaan (Form A)
b. Surat penugasan (Form B)
Pelaksana kegiatan dan Pemberian Angka Kredit :
Pengawas Perikanan Ahli Muda dan angka kredit sebesar 0,080
II.A.4.a.2).a) Melakukan Pemeriksaan/pengujian fisik dan morfometrik
pada pengawasan sumberdaya induk/benih
Tolok Ukur (TU) :
a. Terlaksananya pengamatan fisik induk/benih (warna, ukuran,
umur, bentuk, normalitas dan kesehatan);
b. Terlaksananya pemeriksaan morfometrik (panjang standar, tinggi
badan, bobot, rasio panjang standar dibanding tinggi badan).
Catatan :
Dilakukan per varietas per unit usaha
Satuan Hasil : Laporan
Bukti Fisik :
a. Laporan hasil pemeriksaan (Form A)
b. Surat penugasan (Form B)
Pelaksana kegiatan dan Pemberian Angka Kredit :
Pengawas Perikanan Ahli Muda dan angka kredit sebesar 0,060

II.A.4.b.1).b) Melakukan pemeriksaan upaya pengelolaan lingkungan


pada pengawasan lingkungan pembudidayaan ikan
Tolok Ukur (TU)

a.

b.

c.

Terlaksananya hasil pemeriksaan kondisi lingkungan (sumber air,


saluran air pasok, bangunan di area budidaya, pemukiman,
aktivitas, dan vegetasi di sekitar area budidaya);
Terlaksananya hasil pemeriksaan potensi pencemaran lingkungan
pembudidayaan (limbah rumah tangga, limbah industri, limbah
peternakan, limbah pertanian, dan limbah perikanan);
Terlaksananya pemeriksaan upaya pengelolaan lingkungan
pembudidayaan (perlakuan air pasok, sanitasi lingkungan,
instalasi pengolahan limbah, tata letak saluran pemasukan dan
pembuangan).

Catatan :
Dilakukan per unit usaha budidaya
Satuan Hasil : Laporan
Bukti Fisik :
a. Laporan hasil pemeriksaan (Form A)
b. Surat penugasan (Form B)
Pelaksana kegiatan dan Pemberian Angka Kredit :
Pengawas Perikanan Ahli Muda dan angka kredit sebesar 0,060
II.A.4.b.2) Melakukan pengujian mutu lingkungan (air dan tanah) pada
pengawasan lingkungan pembudidayaan ikan
Tolok Ukur (TU)
a. Terlaksananya pengujian mutu air lingkungan budidaya (warna,
bau, kecerahan, kekeruhan, DO, CO2, amonia, pH, suhu, nitrit,
nitrat, BOD/COD, TOM, phosphat, salinitas, alkalinitas,
kesadahan, Fe, H2S);
b. Terlaksananya pengujian mutu tanah lingkungan budidaya (pH,
potensial redoks, bahan organik, N P rasio).
Catatan :
Dilakukan per kawasan
Satuan Hasil : Laporan
Bukti Fisik :
a. Laporan hasil pemeriksaan (Form A)
b. Surat penugasan (Form B)
Pelaksana kegiatan dan Pemberian Angka Kredit :
Pengawas Perikanan Ahli Muda dan angka kredit sebesar 0,080

II.6

RINCIAN

KEGIATAN

PENGAWAS

PERIKANAN

BIDANG PEMBUDIDAYAAN IKAN (IV/a s.d IV/c)

AHLI

MADYA

II.A.1.a.2 Menyusun rencana pengawasan Tahunan (mengevaluasi hasil


pengawasan sebelumnya, mengolah dan menganalisis untuk
menyusun rencana kerja pengawasan), sebagai anggota
Tolok Ukur (TU) :
a. Terlaksananya evaluasi hasil pengawasan sebelumnya;
b. Terlaksananya analisa hasil pengawasan tahunan;
c. Terlaksananya penyusunan tujuan dan sasaran pengawasan
tahunan;
d. Terlaksananya penyusunan metoda pengawasan;
e. Terlaksananya pengumpulan bahan konsep rencana pengawasan
tahunan;
f.
Terlaksananya penyusunan rencana pengawasan tahunan.
Catatan :
a. Pengawas hanya bisa mengerjakan dua (2) butir kegiatan (butir
kegiatan jabatannya sendiri dan kegiatan diatas atau dibawah
jenjang jabatannya);
b. Dilaksanakan setahun sekali untuk setiap kegiatan pengawasan;
c. Apabila belum ada pejabat ahli utama atau madya maka sebagai
ketua tim adalah kepala unit kerja;
d. Dibuat secara berurutan dengan sepengetahuan kepala unit kerja;
e. Satu rencana tahunan untuk satu unit kerja;
f.
Penunjukkan anggota tim penyusun ditetapkan oleh Kepala Unit
Kerja atas rekomendasi koordinator pejabat fungsional.
Satuan Hasil : Rencana tahunan (per kegiatan pengawasan)
Bukti Fisik :
a. Laporan hasil pemeriksaan (Form A)
b. Surat penugasan (Form B)
c. Rencana tahunan
Pelaksana kegiatan dan Pemberian Angka Kredit :
Pengawas Perikanan Ahli Madya dan angka kredit sebesar 0,450
II.A.1.b.2)a)

Menyusun rancangan teknis pengawasan, sebagai ketua

Tolok Ukur (TU) :


Terlaksananya penyusunan rancangan teknis meliputi latar belakang,
tujuan, metodologi pelaksanaan, bahan dan alat, objek/kawasan,
Rencana Anggaran Biaya, pelaksana/ pengawas yang terlibat, jadwal
pelaksanaan,dan koordinasi dengan instansi terkait.
Catatan :
a. dibuat setiap melakukan kegiatan pengawasan;
b. apabila dilakukan oleh tim harus dicantumkan nama seluruh
anggota tim dan jenjang jabatannya;
c. dibuat berdasarkan rencana tahunan dan penugasan khusus;
d. rancangan teknis pengawasan dapat terdiri dari beberapa
rancangan teknis;
e. rancangan teknis diajukan bersamaan dengan rencana tahunan.
Satuan Hasil : Rancangan

Bukti Fisik :
a. Laporan hasil Rancangan teknis
b. Surat penugasan (Form B)
Pelaksana kegiatan dan Pemberian Angka Kredit :
Pengawas Perikanan Ahli Madya dan angka kredit sebesar 0,300
II.A.2.b.3)c) Melakukan pengujian dan penilaian kualitas tanah
(parameter biologi), pada pemeriksaan kelayakan lokasi
pembudidayaan ikan
Tolok Ukur (TU) :
a. Terlaksananya pengujian kualitas parameter biologi tanah (makro
dan mikro benthos);
b. Terlaksananya penilaian parameter biologi kualitas tanah;
c. Terlaksananya analisis pengujian dan penilaian kualitas tanah
Catatan:
Dilakukan per obyek pengawasan per unit usaha budidaya
Satuan Hasil : Data
Bukti Fisik :
a. Laporan hasil pemeriksaan (Form A)
b. Surat penugasan (Form B)
Pelaksana kegiatan dan Pemberian Angka Kredit :
Pengawas Perikanan Ahli Madya dan angka kredit sebesar 0,120

II.A.2.d.2)c)

Melakukan penilaian/pengujian sarana produksi budidaya


secara biologi

Tolok ukur (TU) :


a.
Terlaksananya
penilaian/pengujian sarana
produksi
:
benih/induk dan atau pupuk dan atau pakan secara biologi
(Pertumbuhan, SR, FCR, efisiensi pakan);
b.
Terlaksananya kompilasi data hasil pengujian sarana produksi
benih/induk, pupuk, pakan;
c.
Terlaksananya analisis hasil penilaian/pengujian sarana
produksi yang dinilai/diuji secara biologi.
Catatan :
Dilakukan per unit usaha
Satuan Hasil : Laporan
Bukti Fisik :
a. Laporan hasil pemeriksaan (Form A)
b. Surat penugasan (Form B)
Pelaksana kegiatan dan Pemberian Angka Kredit :
Pengawas Perikanan Ahli Madya dan angka kredit sebesar 0,150

II.A.2.f.2) Mengolah dan menganalisis data pengembangan usaha


pembudidayaan ikan ( SDM, penerapan teknologi, produksi,
peluang pasar)
Tolok Ukur (TU):
a. Terlaksananya inventarisasi data dan informasi pengembangan
usaha budidaya (potensi lahan, SDM, penerapan teknologi,
kapasitas produksi, permodalan usaha, bantuan sarana
prasarana dan peluang pasar);
b. Terlaksananya pengolahan serta analisis data dan informasi
tentang pengembangan usaha pada unit pembudidayaan ikan;
c. Tersusunnya laporan hasil analisis pengembangan usaha.
Catatan :
Dilakukan per unit usaha budidaya
Satuan Hasil : Laporan
Bukti Fisik :
a. Laporan hasil pemeriksaan (Form A)
b. Surat penugasan (Form B)
Pelaksana kegiatan dan Pemberian Angka Kredit :
Pengawas Perikanan Ahli Madya dan angka kredit sebesar 0,120

II.A.3.a.2) Mengolah dan menganalisis data pengawasan produksi


sarana budidaya
Tolok Ukur (TU) :
a. Terlaksananya inventarisasi data pengawasan produksi sarana
budidaya (data berasal dari pp pertama butir II.A.3.a.1)a) dan pp
muda butir II.A.3.a.1)b);
b. Terlaksananya pengolahan serta analisis data pengawasan
produksi sarana budidaya;
c. Tersusunnya laporan hasil pengolahan dan analisis.
Catatan :
Dilakukan per objek pengawasan (produsen/ distributor/ agen/ toko/
pembudidaya)
Satuan Hasil : Laporan
Bukti Fisik :
a. Laporan hasil pemeriksaan (Form A)
b. Surat penugasan (Form B)
Pelaksana kegiatan dan Pemberian Angka Kredit :
Pengawas Perikanan Ahli Madya dan angka kredit sebesar 0,120
II.A.3.c.2) Mengolah dan menganalisis data pengembangan pengawasan
produksi dan distribusi sarana budidaya (SDM, penerapan
teknologi, produksi, peluang pasar)

Tolok Ukur (TU) :


Terlaksananya pengolahan dan analisis data hasil pengawasan pada
produksi dan distribusi sarana budidaya (pakan, pupuk, obat ikan,
bahan kimia dan bahan biologi lainnya) baik pada skala industri
maupun skala kecil dan menengah. (Kegiatan ini berkaitan dengan PP
Ahli Pertama butir kegiatan II.A.3.c.1).
Catatan :
Dilakukan setiap kegiatan pengawasan terhadap produsen sarana
budidaya
Satuan Hasil : Laporan
Bukti Fisik :
a. Laporan hasil pemeriksaan (Form A)
b. Surat penugasan (Form B)

Pelaksana kegiatan dan Pemberian Angka Kredit :


Pengawas Perikanan Ahli Madya dan angka kredit sebesar 0,120
II.A.4.a.1).c)

Mengidentifikasi dan inventarisasi induk/benih hasil


pemuliaan pada Pengawasan Sumberdaya Induk/Benih

Tolok Ukur (TU) :


a. Terlaksananya
identifikasi
dan
inventarisasi
sumberdaya
induk/benih hasil pemuliaan (lokasi, jenis/ species/ varietas/
stain/ klon/ hibrid, asal, proses pemuliaan, data produksi dan
distribusi);
b. Terlaksananya pengamatan mutu benih/induk hasil pemuliaan
(kondisi kesehatan dan performance);
c. Terlaksananya analisis data mutu benih/induk hasil pemuliaan.
Catatan :
Dilakukan per komoditas hasil pemuliaan per siklus
Satuan Hasil : Laporan
Bukti Fisik :
a. Laporan hasil pemeriksaan (Form A)
b. Surat penugasan (Form B)
Pelaksana kegiatan dan Pemberian Angka Kredit :
Pengawas Perikanan Ahli Madya dan angka kredit sebesar 0,150
II.A.4.a.2).b)

Melakukan
pemeriksaan/pengujian
pengawasan sumberdaya induk/benih

fisiologi

pada

Tolok Ukur (TU) :


a. Terlaksananya pemeriksaan/pengujian fisiologi sumberdaya
induk/benih (gerakan, laju pertumbuhan, SR, respon terhadap

b.

pakan, FCR, Bio assay, respon terhadap perubahan lingkungan,


umur/bobot pertama tingkat kematangan gonad, stress tes)
Terlaksananya analisis hasil pemeriksaan fisiologi sumberdaya
induk/benih

Catatan :
Dilakukan per komoditas per pemeriksaan/pengujian
Satuan Hasil : Laporan
Bukti Fisik :
a. Laporan hasil pemeriksaan (Form A)
b. Surat penugasan (Form B)
Pelaksana kegiatan dan Pemberian Angka Kredit :
Pengawas Perikanan Ahli Madya dan angka kredit sebesar 0,090
II.A.4.b.3) Mengolah dan menganalisis data pengawasan lingkungan
pembudidayaan ikan
Tolok Ukur (TU):
a. Terlaksananya pengolahan dan analisis data pemeriksaan kondisi
lingkungan pembudidayaan ikan;
b. Terlaksananya pengolahan dan analisis data pemeriksaan potensi
sumber pencemaran;
c. Terlaksananya pengolahan dan analisis data pemeriksaan
pengelolaan lingkungan pembudidayaan ikan (data berasal dari PP
Muda II.A.4.b.1)b);
d. Terlaksananya pengolahan dan analisis data pengujian mutu
lingkungan budidaya (air dan tanah) data berasal dari PP Muda
II.A.4.b.2).
Catatan :
Dilakukan per kawasan
Satuan Hasil : Laporan
Bukti Fisik :
a. Laporan hasil pemeriksaan (Form A)
b. Surat penugasan (Form B)
Pelaksana kegiatan dan Pemberian Angka Kredit :
Pengawas Perikanan Ahli Madya dan angka kredit sebesar 0,120

II.A.5.a.2) Melakukan evaluasi pengawasan pembudidayaan ikan,


sebagai anggota
Tolok Ukur (TU):
Terlaksananya evaluasi terhadap seluruh hasil pengawasan secara
komprehensif (pengawasan kegiatan pada unit usaha pembudidaya
ikan; pengawasan produksi dan distribusi sarana budidaya;

pengawasan sumberdaya dan lingkungan pembudidaya ikan) sebagai


bahan penyusunan rekomendasi.
Catatan :
Dilakukan per kawasan per tahun
Satuan Hasil : Laporan
Bukti Fisik :
a.
Laporan hasil pemeriksaan (Form A)
b.
Surat penugasan (Form B)
Pelaksana kegiatan dan Pemberian Angka Kredit :
Pengawas Perikanan Ahli Madya dan angka kredit sebesar 0,120
II.A.5.b.1).(2)

Merumuskan bahan rekomendasi hasil pemeriksaan


untuk bahan rekomendasi kepada UPT/Dinas, sebagai
anggota

Tolok Ukur (TU)


Tersusunnya rumusan bahan rekomendasi hasil pemeriksaan kepada
UPT/Dinas.
Catatan :
Dilakukan per kawasan per tahun
Satuan Hasil : Laporan
Bukti Fisik :
a.

Laporan hasil pemeriksaan (Form A)

b.

Surat penugasan (Form B)

Pelaksana kegiatan dan Pemberian Angka Kredit :


Pengawas Perikanan Ahli Madya dan angka kredit sebesar 0,060

II.7 RINCIAN KEGIATAN PENGAWAS PERIKANAN AHLI UTAMA BIDANG


PEMBUDIDAYAAN IKAN (IV/d s.d IV/e)

II.A.1.a.1) Menyusun rencana pengawasan Tahunan (mengevaluasi


hasil pengawasan sebelumnya, mengolah dan menganalisis
untuk menyusun rencana kerja pengawasan); sebagai ketua.
Tolok ukur (TU) :
a. Terlaksananya evaluasi hasil pengawasan sebelumnya;
b. Terlaksananya analisa hasil pengawasan tahunan;
c. Tersusunnya rencana pengawasan tahunan.
Catatan :

a.

b.
c.
d.
e.

Pengawas hanya bisa mengerjakan dua (2) butir kegiatan (butir


kegiatan jabatannya sendiri dan kegiatan diatas atau dibawah
jenjang jabatannya);
Dilaksanakan setahun sekali untuk setiap kegiatan pengawasan;
Dibuat secara berurutan dengan sepengetahuan kepala unit kerja;
Satu rencana tahunan untuk satu unit kerja;
Penunjukkan anggota tim penyusun ditetapkan oleh Kepala Unit
Kerja atas rekomendasi koordinator pejabat fungsional.

Satuan Hasil : Rencana Tahunan


Bukti Fisik :
a. Laporan rencana tahunan
b. Surat Keputusan Kepala Unit Kerja
Pelaksana kegiatan dan Pemberian Angka Kredit :
Pengawas Perikanan Ahli Utama dan angka kredit sebesar 0,600

II.A.4.a.1).d)
Mengidentifikasi dan menginventarisasi sumberdaya
induk/benih ekspor/ impor.
Tolok Ukur (TU) :
a. Terlaksananya
identifikasi
dan
inventarisasi
sumberdaya
induk/benih untuk ekspor/impor;
b. Terlaksananya pengamatan data ekspor/impor benih/induk
(komoditas, jumlah, ukuran, negara asal dan tujuan);
c. Terlaksananya penilaian
dokumen ekspor/impor (surat
keterangan asal, sertifikat kesehatan, analisa resiko impor,
deskripsi spesies/varietas/klon/hibrida benih/induk dari negara
asal pengirim, surat rekomendasi ekspor/impor);
d. Terlaksananya pengambilan dan pemeriksaan sampel benih/induk
jenis baru untuk dilakukan pengujian/penelitian pengaruhnya
terhadap keamanan sumberdaya ikan dan lingkungan;
e. Terlaksananya pengamatan peredaran benih/induk impor di
dalam negeri (jenis, lokasi perkembangan, kondisi suplai-demand,
perkembangan harga);
f. Terlaksananya pengolahan dan analisis data mutu benih/induk
ekspor/impor.
Catatan :
Dilakukan setiap kegiatan ekspor/impor.
Satuan hasil : Laporan
Bukti Fisik :
a. Laporan hasil pengawasan (Form A)
b. Surat penugasan (Form B)
Pelaksana kegiatan dan Pemberian Angka Kredit :
Pengawas Perikanan Ahli Utama dan angka kredit sebesar 0,160

II.A.4.a.2).c)

Melakukan pemeriksaan/
sumberdaya induk/benih

pengujian

genetik

pada

Tolok Ukur (TU) :


a. Terlaksananya pengambilan dan pengujian sampel ikan yang akan
diuji (komoditas,ukuran, jumlah, kondisi kesehatan, bagian tubuh
ikan yang diambil sampel : sirip ekor, sirip punggung);
b. Terlaksananya penentuan bahan dan metoda pengujian genetik;
c. Terlaksananya pengamatan dan pencatatan data pengujian genetik
(Elektrophoresis/ DNA);
d. Terlaksananya analisa data hasil pemeriksaan/pengujian genetik.
Catatan :
Dilakukan setiap kali penilaian species/ komoditas
Satuan hasil : laporan
Bukti Fisik :
a. Laporan hasil pemeriksaan/pengujian genetik (Form A)
b. Surat penugasan (Form B)
Pelaksana kegiatan dan Pemberian Angka Kredit :
Pengawas Perikanan Ahli Utama dan angka kredit sebesar 0,240
II.A.4.a.3) Mengolah dan menganalisis data pengawasan sumberdaya
induk/benih
Tolok Ukur (TU) :
a.

Tersusunnya, pengelompokan dan pengolahan data tentang hasil


penilaian
spesies/varietas,
pengamatan/pengujian
lokasi
penangkapan benih/induk di alam, benih/induk hasil pemuliaan,
benih/induk ekspor/impor;
b. Terlaksananya kompilasi data pengujian fisik dan morfometrik
(Morphologi ikan: bentuk, warna, ukuran berat/panjang/tinggi);
fisiologi (Respon terhadap pakan; FCR; Toleransi terhadap
lingkungan; umur dan tingkat kematangan gonad; pengujian bio
essay, parameter kimia air media & lingkungan; dan genetik
( Elektrophoresis/DNA); dan
c.Tersusunnya, analisis data tentang hasil penilaian spesies/varietas,
pengamatan/pengujian lokasi penangkapan benih/induk di alam,
benih/induk hasil pemuliaan, benih/induk ekspor/impor.
Catatan:
Dilakukan setiap
induk/benih.

melakukan

pengujian/penilaian

Satuan Hasil : Laporan


Bukti Fisik :
a. Laporan hasil pengawasan (Form A)
b. Surat penugasan (Form B)
Pelaksana kegiatan dan Pemberian Angka Kredit :

sumberdaya

Pengawas Perikanan Ahli Utama dan angka kredit sebesar 0,200

II.A.5.a.1) Melakukan evaluasi


sebagai ketua

pengawasan

pembudidayaan

ikan,

Tolok Ukur (TU)


Terlaksananya evaluasi terhadap seluruh hasil pengawasan secara
komprehensif (pengawasan kegiatan pada unit usaha pembudidaya
ikan; pengawasan produksi dan distribusi sarana budidaya;
pengawasan sumberdaya dan lingkungan pembudidayaan ikan)
sebagai rekomendasi.
Satuan Hasil : Laporan
Bukti Fisik :
a. Laporan hasil evaluasi pengawasan (Form A)
b. Surat penugasan (Form B)
Pelaksana kegiatan dan Pemberian Angka Kredit :
Pengawas Perikanan Ahli Utama dan angka kredit sebesar 0,160
II.A.5.b.1).(1) Merumuskan bahan rekomendasi hasil pemeriksaan
untuk bahan rekomendasi kepada UPT/ Dinas, sebagai
ketua
Tolok Ukur (TU)
Tersusunnya
UPT/Dinas

bahan

rekomendasi

hasil

pemeriksaan

kepada

Satuan Hasil : Laporan


Bukti Fisik :
a. Laporan bahan rekomendasi (Form A)
b. Surat penugasan (Form B)
Pelaksana kegiatan dan Pemberian Angka Kredit :
Pengawas Perikanan Ahli Utama dan angka kredit sebesar 0,080

II.A.5.b.2) Mempresentasikan bahan rekomendasi hasil pemeriksaan


kepada UPT/Dinas
Tolok Ukur (TU): Terlaksananya presentasi bahan rekomendasi
Satuan Hasil : Laporan
Bukti Fisik :

a.
b.
c.

Laporan bahan presentasi rekomendasi


Surat penugasan (Form B)
Daftar hadir peserta

Pelaksana kegiatan dan Pemberian Angka Kredit :


Pengawas Perikanan Ahli Utama dan angka kredit sebesar 0,080

C.

PENGEMBANGAN PROFESI
Semua jenjang jabatan, baik pada tingkat Terampil maupun Ahli

mempunyai kesempatan yang sama dalam melaksanakan butir kegiatan


pada unsur pengembangan profesi. Nilai angka kredit yang diperoleh pada
setiap bagian kegiatan bila dilaksanakan sendiri yang disertai bukti fisik
sesuai satuan hasil dan mengacu pada Permen PAN & RB No 1 TAHUN
2011 pasal 18 (1) dan (2) jika Pengawas Perikanan secara bersama-sama
membuat karya tulis ilmiah di bidang pengawas perikanan, diberikan
angka kredit dengan ketentuan sebagai berikut ;
a.

Apabila terdiri dari 2 (dua) orang penulis maka pembagian angka


kreditnya adalah 60 % (enam puluh persen) bagi penulis utama dan

b.

40 % (empat puluh persen) untuk penulis pembantu;


Apabila terdiri dari 3 (tiga) orang penulis maka pembagian angka
kreditnya adalah 50 % (lima puluh persen) bagi penulis utama dan
masing-masing 25 % (dua puluh lima persen) untuk penulis

c.

pembantu; dan
Apabila terdiri dari 4 (empat) orang penulis maka pembagian angka
kreditnya adalah 40 % (puluh puluh persen) bagi penulis utama
dan masing-masing 20 % (dua puluh

d.

persen) untuk penulis

pembantu; dan
Jumlah penulis pembantu paling banyak 3 (tiga) orang.

Unsur pengembangan profesi terbagi atas sub unsur dan butir kegiatan
sebagai berikut :

III.1.a.1) Membuat Karya tulis/ ilmiah hasil penelitian/ kajian/


survei/ evaluasi di bidang pembudidayaan perikanan yang
dipublikasikan. Dalam bentuk buku yang diterbitkan dan

diedarkan secara nasional.


Tolok Ukur (TU) :
a. Penerbitan oleh penerbit yang memiliki dewan redaksi dan
mempunyai SIUP, atau diterbitkan oleh lembaga pemerintah dan
dicetak paling sedikit 300 eksemplar dan disebarluaskan atau
menjadi juara satu, dua dan tiga dalam lomba karya tulis tingkat
nasional;
b. Pengkajian bidang dan belum ada yang menulisnya.
Bukti Fisik :
Buku asli atau fotokopi yang disahkan oleh Kepala/Pimpinan unit
kerja Pengawas Pembudidayaan Ikan dan khusus juara lomba karya
tulis ilmiah disertakan fotokopi sah piagam kejuaraannya
Pelaksana kegiatan dan Pemberian Angka Kredit :
Semua jenjang pengawas dan angka kredit untuk setiap buku sebesar
12,5
III.1.a.2) Membuat Karya tulis/ ilmiah hasil penelitian/ kajian/
survei/ evaluasi di bidang pembudidayaan perikanan yang
dipublikasikan. Dalam majalah ilmiah yang diakui oleh LIPI
Tolok Ukur (TU) :
a. Pengakuan oleh Departeman yang bersangkutan;
b. Pengakuan oleh organisasi profesi.
Bukti Fisik :
Majalah asli atau fotokopi majalah yang bersangkutan yang disahkan
oleh Pimpinan unit kerja Pengawas Bidang Pembudidayaan Ikan
Pelaksana kegiatan dan Pemberian Angka Kredit :
Semua jenjang pengawas dan angka kredit untuk setiap naskah
sebesar 6

III.1.b.1) Membuat
karya
tulis/karya
ilmiah
hasil
penelitian,
pengkajian, survey dan evaluasi di bidang perikanan yang
tidak dipublikasikan. Dalam bentuk buku
Tolok Ukur (TU):
a.
b.

Pengkajian Pengawasan Pembudidayaan Ikan dan belum ada


yang menulisnya; serta
Pendokumentasian di perpustakaan pada kantor Pusat /
Propinsi/ Kabupaten / Kota / kecamatan.

Bukti Fisik
Buku asli atau fotokopi yang disahkan oleh pimpinan unit kerja
Pengawas pembudidayaan Ikan
Pelaksana kegiatan dan Pemberian Angka Kredit :

Semua jenjang pengawas dan angka kredit untuk setiap buku sebesar
8
III.1.b.2)

Membuat karya tulis/karya ilmiah hasil penelitian,


pengkajian, survey dan evaluasi di bidang perikanan yang
tidak dipublikasikan. Dalam bentuk makalah

Tolok Ukur (TU):


a.

Pengkajian Pengawasan Pembudidayaan Ikan dan belum ada


yang menulisnya; serta

b.

Pendokumentasian di perpustakaan pada kantor Pusat /unit


kerja/ satker/ Propinsi / Kabupaten / Kota / kecamatan.

Catatan :
a. Makalah disahkan oleh pimpinan unit kerja/ yang mewakili;
b. Legalitas makalah oleh perpustakaan unit kerja;
c. Apabila tidak ada abstrak dikurangi 5%
d. Bila tidak ada tinjauan pustaka dalam pembahasan atau analisis,
makalah tidak dinilai
e. Bila tidak ada daftar pustaka dikurangi 5%
Bukti Fisik : Makalah
Pelaksana kegiatan dan Pemberian Angka Kredit :
Semua jenjang pengawas dan angka kredit untuk setiap Naskah
sebesar 4
III.1.c.1)

Membuat karya tulis ilmiah berupa tinjauan atau ulasan


ilmiah hasil gagasan sendiri di bidang pengawasan
pembudidayaan ikan yang di publikasikan. Dalam bentuk
buku yang diterbitkan dan diedarkan secara nasional

Tolok Ukur (TU) :


a. Penerbitan oleh penerbit yang memiliki dewan redaksi atau
diterbitkan oleh lembaga pemerintah dan dicetak paling sedikit
300 eksemplar dan disebarluaskan atau menjadi juara satu, dua
dan tiga dalam lomba karya tulis iilmiah tingkat nasional;
b. Pengkajian ilmiah mengenai pengawasan pembudidayaan ikan dan
belum ada yang menulisnya.
Bukti Fisik
Buku asli atau fotokopi buku yang disahkan oleh pimpinan unit kerja
khusus juara lomba karya tulis ilmiah disertakan fotokopi sah piagam
kejuaraannya.
Pelaksana kegiatan dan Pemberian Angka Kredit :
Semua jenjang pengawas dan angka kredit untuk setiap buku sebesar
8
III.1.c.2) Membuat karya tulis ilmiah berupa tinjauan atau ulasan
ilmiah hasil gagasan sendiri di bidang pengawasan

pembudidayaan ikan yang di publikasikan. Dalam bentuk


majalah ilmiah yang diakui oleh LIPI
Tolok Ukur (TU) :
a. Pengakuan oleh Kementerian yang bersangkutan;
b. Pengakuan oleh organisasi profesi.
Bukti Fisik
Majalah asli atau fotokopi majalah yang disahkan oleh Pimpinan unit
kerja
Pelaksana kegiatan dan Pemberian Angka Kredit :
Semua jenjang pengawas dan angka kredit untuk setiap naskah
sebesar 4

III.1.d.1)

Membuat karya tulis/ karya ilmiah berupa tinjauan atau


ulasan ilmiah dengan gagasan sendiri di bidang perikanan
yang tidak dipublikasikan. Dalam bentuk buku.

Tolok Ukur (TU) :


a. Pengakuan oleh Kementerian yang bersangkutan
b. Pengakuan oleh organisasi profesi
Bukti Fisik
Buku asli atau fotokopi yang disahkan oleh Pimpinan unit kerja
Pelaksana kegiatan dan Pemberian Angka Kredit :
Semua jenjang pengawas dan angka kredit untuk setiap buku sebesar
7,5
III.1.d.2) Membuat karya tulis/ karya ilmiah berupa tinjauan atau
ulasan ilmiah dengan gagasan sendiri di bidang perikanan
yang tidak dipublikasikan. Dalam bentuk Makalah.
Tolok Ukur (TU) :
a.
Makalah disahkan oleh Pimpinan unit kerja/ yang mewakili
b.
Legalitas makalah oleh perpustakaan unit kerja
Catatan
a.
b.
c.

:
Bila tidak ada daftar pustakaan dikurangi 5%;
Apabila tidak ada abstrak dikurangi 5%;
Bila tidak ada tinjauan pustaka dalam pembahasan atau analisis,
makalah tidak dinilai.

Bukti Fisik : Makalah


Pelaksana kegiatan dan Pemberian Angka Kredit :
Semua jenjang pengawas dan angka kredit untuk setiap Makalah
sebesar 3,5

III.1.e

Membuat tulisan ilmiah popular di bidang perikanan yang


disebarluaskan melalui media massa.

Tolok ukur (TU) :


a.
Pengkajian pengawasan pembudidayaan ikan dan belum ada
yang menulisnya;
b.
Penulisan dalam satu kesatuan atau berseri atau bersambung
dinilai satu kali.
Bukti fisik
a.
Fotokopi atau guntingan media massa yang memuat tulisan
tersebut dengan mencantumkan nama dan tanggal penerbitan
dan disahkan oleh pimpinan unit kerja
b.
Naskah yang disajikan dan keterangan kepala studio yang
bersangkutan tentang waktu penyiaran/penayangan apabila
tulisan tersebut disiarkan melalui media radio atau televisi.
Pelaksana kegiatan dan Pemberian Angka Kredit :
Semua jenjang pengawas dan angka kredit untuk setiap naskah
sebesar 2

III.1.f

Menyampaikan prasaran berupa tinjauan, gagasan dan atau


ulasan ilmiah di bidang perikanan pada pertemuan ilmiah

Tolok ukur (TU):


a. Prasaran mengenai pengawasan pembudidayaan ikan;
b. Pertemuan ilmiah minimal tingkat Kabupaten/Kota.
Bukti Fisik
a. Makalah yang disampaikan dalam pertemuan ilmiah asli atau
fotokopi yang disahkan oleh pimpinan unit kerja;
b. Keterangan bahwa yang bersangkutan menyampaikan prasaran
dalam pertemuan ilmiah dari penyelenggara.
Pelaksana kegiatan dan Pemberian Angka Kredit :
Semua jenjang pengawas dan angka kredit untuk setiap naskah
sebesar 2,5

III.2.a Menyusun
pengawasan

dan

atau

menyempurnakan

standar

bidang

Tolok Ukur (TU):


a.
b.

Surat penunjukan tim penyusun juknis pengawasan;


Juknis yang disahkan unit kerja terkait.

Pelaksana kegiatan dan Pemberian Angka Kredit :


Semua jenjang pengawas dan angka kredit untuk setiap standar
bidang pengawasan sebesar 8

III.2.b Menyusun dan atau menyempurnakan pedoman pengawasan


Tolok Ukur (TU):
a.
Surat penunjukan tim penyusunan pedoman pengawasan
b.
Pedoman pengawasan yang disyakhan unit kerja terkait
Pelaksana kegiatan dan Pemberian Angka Kredit :
Semua jenjang pengawas dan angka kredit untuk setiap pedoman
pengawasan sebesar 6

III.2.c Menyusun dan


pengawasan

atau

menyempurnakan

petunjuk

teknis

Tolok Ukur (TU):


a.
b.

Surat penunjukan tim penyusun juknis pengawasan


Juknis yang disyakhan unit kerja terkait

Pelaksana kegiatan dan Pemberian Angka Kredit :


Semua jenjang pengawas dan angka kredit untuk setiap juknis sebesar
3
III.3

Mengikuti
sertifikat.

uji

kompetensi/

sertifikasi

dan

mendapatkan

Tolok Ukur (TU):


a.
Surat penugasan /penunjukan keikutsertaan dalam uji
komnpetensi;
b.
Materi uji, kurikulum (Copy);
c.
Copy sertifikat yang dilegalisir unit kerja terkait.
Pelaksana kegiatan dan Pemberian Angka Kredit :
Semua jenjang pengawas dan angka kredit untuk setiap sertifikat
sebesar 1
III.4.a.1)

Menerjemahkan/menyadur buku dan bahan lainnya di


bidang pengawasan bidang pembudidayaan ikan yang
dipublikasikan dalam bentuk Buku yang diterbitkan dan
diedarkan secara nasional

Tolok Ukur (TU) :


a. .Penerbitan oleh penerbit yang memiliki dewan redaksi dan
mempunyai SIUP; atau
b. Penerbitan oleh lembaga pemerintah dan dicetak paling sedikit 300
eksemplar dan disebarluaskan;
c. Belum ada yang menerjemahkan/menyadurnya.
Bukti fisik
Buku asli dan hasil terjemahan atau fotokopi yang disahkan oleh
pimpinan unit kerja

Pelaksana kegiatan dan Pemberian Angka Kredit :


Semua jenjang pengawas dan angka kredit untuk setiap buku sebesar 7

III.4.a.2)

Menerjemahkan/menyadur buku dan bahan lainnya di


bidang pengawasan bidang pembudidayaan ikan yang
dipublikasikan dalam bentuk Majalah ilmiah yang dakui
oleh instansi yang berwenang

Tolok ukur (TU) :


a. Pengakuan oleh instansi yang berwenang;
b. Pengakuan oleh organisasi profesi
Bukti fisik
Majalah asli atau fotokopi hasil karya yang bersangkutan dan
disahkan oleh pimpinan unit kerja
Pelaksana kegiatan dan Pemberian Angka Kredit :
Semua jenjang pengawas dan angka kredit untuk setiap Majalah
sebesar 3,5

III.4.b.1) Menerjemahkan/saduran
di
bidang
Pengawasan
Pembudidayaan Ikan yang tidak dipublikasikan dalam bentuk
Buku.
Tolok ukur (TU):
a.
Belum ada yang menerjemahkan/ menyadurnya;
b.
Buku hasil terjemahan yang disahkan oleh pimpinan unit kerja;
c.
Legalitas buku hasil terjemahan oleh perpustakaan unit kerja.
Bukti fisik
Buku hasil terjemahan
Pelaksana kegiatan dan Pemberian Angka Kredit :
Semua jenjang pengawas dan angka kredit untuk setiap Buku sebesar
3
III.4.b.2) Menerjemahkan/saduran
di
bidang
Pengawasan
Pembudidayaan Ikan yang tidak dipublikasikan dalam bentuk
Makalah.
Tolok ukur (TU):
a.
b.
c.

Makalah terjemahan terkait bidang pengawasan dan perikanan


budidaya;
Makalah hasil terjemahan disahkan oleh pimpinan unit kerja;
Makalah didokumentasikan di perpustakaan.

Bukti fisik :
Makalah
Pelaksana kegiatan dan Pemberian Angka Kredit :

Semua jenjang pengawas dan angka kredit untuk setiap Makalah


sebesar 1.5
Catatan :
a.
b.

D.
IV.1

Fotokopi sumber makalah yang diterjemahkan harus dilampirkan;


Legalitas makalah oleh perpustakaan unit kerja.

PENUNJANG TUGAS PENGAWASAN


Mengajar/ melatih pada pendidikan dan pelatihan pengawasan
perikanan

Tolok Ukur (TU):


a. Kegiatan tersebut diselenggarakan oleh pemerintah, atau badan.
atau yayasan organisasi yang telah diakui oleh pemerintah;
b. Kegiatan tersebut memenuhi salah satu atau lebih persyaratan
yaitu sebagai berikut :
1. Sesuai dengan bidang tugas Pengawas Pembudidayaan Ikan;
2. Di bidang perikanan;
3. Pelaksanaan
kebijaksanaan
pemerintah
di
bidang
pembangunan perikanan;
4. Penerapan/penyebaran teknologi

tepat

guna

di

bidang

perikanan.
Bukti fisik
Surat keterangan/piagam dari panitia penyelenggara yang disertai
jadwal dan jumlah jam mengajar/melatih.
Pelaksana kegiatan dan Pemberian Angka Kredit :
Semua jenjang pengawas dan angka kredit untuk setiap 2 (dua) jam
pelajaran sebesar 0.15

IV.2 Mengikuti bimbingan di bidang pengawasan perikanan


Tolok Ukur (TU):
a. Pengarahan dan bimbingan dibidang pembudidayaan ikan yang
diselenggarakan oleh pemerintah, atau badan. atau yayasan
organisasi yartg telah diakui oleh pemerintah.
b. Kegiatan tersebut memenuhi salah satu atau lebih persyaratan
sebagai berikut :
1. Sesuai dengan bidang tugas Pengawas Pembudidayaan Ikan
yang bersangkutan;
2. Di bidang perikanan budidaya;
3. Pelaksanaan
kebijaksanaan
pemerintah
di
bidang
pembangunan perikanan;
4. Penerapan/penyebaran teknologi tepat guna di bidang
perikanan.
Bukti fisik
Surat keterangan/sertifikat dari panitia penyelenggara yang disertai
jadwal dan jumlah jam berlatih.

Pelaksana kegiatan dan Pemberian Angka Kredit :


Semua jenjang pengawas dan angka kredit
sertifikat/surat keterangan sebesar 0.06

IV.3.a

untuk

setiap

Peran serta dalam seminar/ lokakarya dibidang pengawasan,


sebagai:

IV.3.a.1) Pemrasaran
IV.3.a.2) Pembahas/Moderator/Narasumber
IV.3.a.3) Peserta
Tolok Ukur (TU) :
Pembahasan dalam bidang perikanan, ilmu pengetahuan dan
teknologi sesuai dengan tugas Pengawas Pembudidayaan Ikan yang
bersangkutan.
Catatan :
Apabila bukti fisik berupa surat keterangan maka harus dilampirkan
surat penugasan.
Bukti fisik
Sertifikat/ Surat keterangan/Surat penugasan

Pelaksana kegiatan dan Pemberian Angka Kredit :


Semua jenjang pengawas dan angka kredit untuk setiap kali mengikuti
kegiatan tersebut sesuai dengan peran yang bersangkutan yaitu:
1). Sebagai Pemrasaran sebesar 3;
2). Sebagai pembahas/moderator/narasumber sebesar 2;
3). Sebagai peserta sebesar 1.

IV.3.b

Mengikuti delegasi ilmiah, sebagai

IV.3.b.1) Ketua
IV.3.b.2) Anggota
Tolok Ukur :
Pembahasan bersifat ilmiah yang sesuai dengan tugas Pengawas
Pembudidayaan Ikan yang bersangkutan.
Bukti fisik :
Keterangan
dari
penyelenggara/panitia
bahwa
Pengawas
Pembudidayaan Ikan yang bersangkutan menghadiri dan berperan
serta sesuai dengan peranannya dalam delegasi ilmiah tersebut.
Pelaksana kegiatan dan Pemberian Angka Kredit :
Semua jenjang pengawas dan angka kredit untuk setiap kali mengikuti
kegiatan tersebut sesuai dengan peran yang bersangkutan yaitu:
1). Sebagai Ketua sebesar 1,5;

2). Sebagai Anggota sebesar 1.

IV. 4

Menjadi
anggota
organisasi
profesi
provinsi/
nasional/internasional pengawas perikanan, sebagai :

IV.4.a

Ketua/ Wakil ketua

IV.4.b

Anggota

Tolok Ukur (TU):


a. Organisasi profesi nasional atau internasional;
b. Organisasi diakui oleh Pemerintah.
Bukti fisik :
a. Fotokopi kartu anggota atau keputusan sebagai pengurus;
b. Pernyataan dari pengurus bahwa yang bersangkutan aktif.
Pelaksana kegiatan dan Pemberian Angka Kredit :
Semua jenjang pengawas dan angka kredit untuk setiap tahun sesuai
dengan peran yang bersangkutan yaitu:
a. Sebagai Ketua/ Wakil ketua aktif sebesar 1;
b. Sebagai Anggota aktif sebesar 0,75.

IV.5

Menjadi anggota Tim Penilai jabatan fungsional Pengawas


Perikanan

Tolok Ukur (TU) :


a. Sekurang-kurangnya telah 1 (satu) tahun;
b. Ditetapkan oleh pejabat yang berwenang.
Bukti Fisik :
Fotokopi atau salinan surat keputusan keanggotaan tim penilai yang
ditetapkan oleh pejabat yang berwenang.
Pelaksana kegiatan dan Pemberian Angka Kredit :
Semua jenjang pengawas dan angka kredit untuk setiap tahun Angka
kredit maksimal diberikan untuk setiap DUPAK yaitu 0,04

IV.6 Memperoleh penghargaan

/tanda jasa Satya Lencana Karya

Satya, untuk
IV.6.1) 30 (tiga puluh) tahun
IV.6.2) 20 (dua puluh) tahun
IV.6.3) 10 (sepuluh) tahun
Tolok Ukur (TU) :
Diberikan oleh Pemerintah Republik Indonesia/Negara asing atau
organisasi profesi atau organisasi ilmiah atas prestasi yang dicapai
dalam bidang perikanan

Bukti fisik :
Salinanf/fotokopi piagam penghargaan atau tanda jasa yang disahkan
oleh pimpinan unit kerja.
Pelaksana kegiatan dan Pemberian Angka Kredit :
Semua jenjang pengawas dan angka kredit untuk setiap kali sertifikat/
tanda jasa Satya Lencana Karya Satya sesuai dengan tingkat
penghargaaan yaitu:
1) 30 (tiga puluh) tahun, sebesar 3
2) 20 (dua puluh) tahun, sebesar 2
3) 10 (sepuluh) tahun , sebesar 1

IV.G

IV.G.1)
IV.G.2)

Memperoleh ijazah yang tidak sesuai dengan bidang tugasnya,


memperoleh gelar kesarjanaan lainnya, untuk tingkat:
Diploma III
Sarjana (S1) / Diploma IV.

Tolok Ukur (TU):


Gelar sarjana/Pasca sarjana/Doktor adalah gelar yang diperoleh lagi
disamping gelar yang telah diperolehnya atau gelar kesarjanaan yang
bukan perikanan atau yang tidak sesuai dengan bidang tugasnya.
Bukti fisik
Fotocopi ijazah yang disahkan/ dilegalisir oleh :
a. Dekan/Ketua Sekolah Tinggi/Direktur Program Pasca Sarjana
atau pejabat yang ditunjuk, apabila lulusan perguruan tinggi
negeri;
b. Koordinator Perguruan Tinggi Swasta atau Pejabat yang ditunjuk,
apabila lulusan perguruan tinggi swasta;
c. Tim penilai Ijazah Luar Negeri pada Direktorat Jenderal
Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan Nasional untuk
lulusan di perguruan tinggi luar negeri.
Pelaksana kegiatan dan Pemberian Angka Kredit :
Semua jenjang pengawas dan angka kredit untuk setiap ijazah yang
diperolehnya, yaitu:
1) Diploma III, sebesar 3
2) Sarjana (S1) / Diploma IV, sebesar 5

PENDIDIKAN BIDANG LAIN DI LUAR PERIKANAN


1. Pendidikan S1

Biologi

Teknik Lingkungan/ ilmu lingkungan/ ilmu lingkungan hidup

Kimia/ ilmu kimia

Penyuluhan

Ilmu tanah

2. Pendidikan S2

Biologi molekuler

Pengelolaan pesisir

Manajemen Sumberdaya Lingkungan

Lingkungan

Perencanaan Wilayah dan lingkungan

Manajemen agribisnis

PENUTUP

Petunjuk

Teknis

Penilaian

Angka

Kredit

Pengawas

Perikanan

Bidang

Pembudidayaan Ikan ini merupakan pedoman bagi pengawas perikanan bidang


pembudidayaan, pengelola kepegawaian, tim penilai, pejabat penetap angka kredit dan
pejabat yang berkepentingan dalam melaksanakan semua ketentuan yang berhubungan
dengan

administrasi

kepegawaian

dan

kegiatan

teknis

pengawasan

di

bidang

pembudidayaan ikan.
Petunjuk teknis ini disusun dengan tujuan mempermudah dan menyeragamkan
pemahaman
memperlancar

pelaksanaan
tugas-tugas

pengawasan
Pengawas

pembudidayaan

Perikanan

ikan,

Pembudidayaan

sehingga
Ikan,

dapat

pengelola

kepegawaian, tim penilai, pejabat penetap angka kredit dan pejabat yang berkepentingan.
Petunjuk teknis ini mencakup tugas pokok, bidang kegiatan dan rincian butir
kegiatan yang dinilai, pengusulan penilaian dan penetapan angka kredit bagi jabatan
fungsional Pengawas Perikanan Bidang Pembudidayaan Ikan.
Petunjuk teknis ini bersifat dinamis dan terbuka untuk koreksi dan perbaikan bila ada
perubahan penetapan peraturan perundangan ataupun kaidah pengawasan perikanan yang
secara teknis harus dilaksanakan. Sehubungan dengan itu petunjuk teknis ini dapat ditinjau
kembali secara berkala dan disempurnakan sebagaimana mestinya.
Dengan tersusunnya petunjuk teknis ini diharapkan dapat bermanfaat dalam
pengembangan karir pejabat fungsional Pengawas Perikanan Pembudidayaan Ikan.

LAMPIRAN

Lampiran 1.

Istilah dan Pengertian Dalam Kegiatan Pengawas Perikanan


Bidang Pembudidayaan Ikan
Air Media

Air yang digunakan untuk suatu kegiatan budidaya

Akta pendirian

Keterangan tertulis yang dibuat oleh notaris atau pejabat


yang berwenang memuat dasar perusahaan yang didirikan

AMDAL

Analisis Mengenai Dampak Lingkungan


Kajian mengenai dampak besar dan penting suatu
usaha/atau kegiatan yang direncanakan pada lingkungan
hidup yang diperlukan bagi proses pengambilan keputusan
tentang penyelenggaraan usaha dan/atau kegiatan di
Indonesia

Bahan Biologi lainnya

Probiotik, immunostimulan, vaksin, vitamin.

Benih/Bibit

Hasil perkembangbiakan secara vegetatif atau generatif yang


akan digunakan pada kegiatan pembesaran atau budidaya

Bioassay

penentuan konsentrasi aktifitas atau efek dari perubahan


substansi dengan menguji pengaruhnya terhadap organisme
hidup dan membandingkannya dengan aktifitas standar yang
ditentukan

Data primer

Data sekunder

data /informasi yang terkait dengan obyek pengawasan yang


diperoleh melalui komunikasi langsung/ wawancara dengan
narasumber atau pihak-pihak yang berkompeten atau yang
diperoleh dari sumber asli (responden) melalui kuesioner,
kelompok fokus, dan panel
Data dan informasi yang mendukung kelengkapan informasi
data primer tentang obyek pengawasan yang diperoleh dari
berbagai sumber seperti Biro Pusat Statistik (BPS), buku,
laporan, jurnal, literatur dan lain-lain

Debit/Prosentase Air

Jumlah atau besaran air yang digunakan pada kegiatan


sirkulasi air atau pergantian air media pemeliharaan

Distribusi

Proses yang menunjukkkan penyaluran produk dari produsen


hingga ke konsumen

DNA

Deoxyribo Nucleic Acid, substansi kimiawi yang membawa


materi informasi atau gen. DNA merupakan polimer yang
terdiri dari tiga komponen utama, yaitu : gugus fosfat, gula
deoksiribosa, dan basa nitrogen, yang terdiri dari Adenina
(A), Guanina (G), Sitosina (C), Timina (T). Sebuah unit
monomer DNA yang terdiri dari ketiga komponen tersebut
dinamakan nukleotida, sehingga DNA tergolong sebagai
polinukleotida.

Dosis

Kadar dari sesuatu (kimiawi/fisik/biologis) yang dapat


mempengaruhi suatu organisme

Elektroforesis

Proses migrasi dari fragmen DNA mengikuti arus listrik dari


kutub negatif menuju kutub positif di dalam gel yang
direndam dalam larutan penyangga (buffer)

Filtrasi

Proses penyaringan air media pemeliharaan dengan


melewatkan air melalui filter baik filter gravitasi maupun filter
pressure untuk mendapatkan air dengan kualitas yang lebih
layak.

Finfish

Kelompok ikan yang memiliki sirip (carp, catfish, dsb)

Genetik

Pewarisan sifat pada organisme dan suborganisme (ilmu


yang mempelajari gen).

Gerakan

Parameter yang digunakan untuk mengetahui kualitas


benih ikan/udang dengan melihat keaktifan gerakan dan
respon benih/bibit terhadap gerakan

Hibrida

Hibrida merupakan generasi hasil persilangan antara dua


atau lebih populasi yang berbeda, baik fenotipe (sesuatu
yang dapat dilihat/diamati/diukur, sesuatu sifat atau karakter)
maupun genotipenya (keadaan genetik dari suatu individu
atau sekumpulan individu populasi)

Hygiene

Kondisi yang menggambarkan kesehatan/kebersihan suatu


sistem budidaya

Induk

Organisme (ikan/udang) yang digunakan untuk proses


pengembangbiakan atau produksi benih/bibit

Keseragaman warna

Parameter yang digunakan untuk mengetahui kualitas


benih ikan/udang dengan melihat prosentase warna yang
ada dalam suatu populasi benih/bibit

Klon

kata clone atau clon, dalam bahasa Inggris, yang juga


dibentuk dari kata bahasa Yunani, ("klonos") yang
berarti "cabang" atau "ranting", merujuk pada penggunaan
pertama dalam bidang hortikultura sebagai bahan tanam
dalam perbanyakan vegetatif. Kloning dalam biologi adalah
proses menghasilkan individu-individu dari jenis yang sama
(populasi) yang identik secara genetik. Kloning merupakan
proses reproduksi aseksual yang biasa terjadi di alam dan
dialami oleh banyak bakteria, serangga, atau tumbuhan.

MPM

Manager Pengendali Mutu


Orang yang mengatur dan mengendalikan jalannya suatu
kegiatan produksi sehingga dihasilkan suatu produk yang
sesuai dengan standart mutu

Meristik

berkaitan dengan penghitungan jumlah bagian-bagian tubuh


ikan, seperti; jumlah jari-jari sirip, jumlah sisik, jumlah gigi,
jumlah tapis insang, jumlah kelenjar buntu (pyloric caeca),
jumlah vertebra, jumlah gelembung renang.

Morfometrik

ukuran bagian-bagian tertentu dari struktur tubuh ikan,


seperti : panjang total, panjang baku, panjang cagak, tinggi
dan lebar badan, tinggi dan panjang sirip, diameter mata.

Non finfish

Kelompok ikan tidak bersirip (moluska, crustacea, bivalva,


rumput laut, penyu, dan biota lainnya yang tidak bersirip)

Pakan Buatan

Pakan yang sengaja dibuat/disiapkan oleh manusia dengan


bahan dan komposisi/formulasi tertentu

Panen

Kegiatan mengumpulkan suatu hasil usaha budidaya

Pasca Panen

Kegiatan yang dilakukan setelah proses panen selesai yang


menitik beratkan pada usaha untuk menjaga kesegaran hasil
panen

Pencemaran

Masuk atau dimasukkannya mahluk hidup, zat, energi dan/


atau komponen lain ke dalam air atau udara. Pencemaran
(menurut SK Menteri Kependudukan Lingkungan Hidup No
02/MENKLH/1988) juga bisa berarti berubahnya tatanan
(komposisi) air atau udara oleh kegiatan manusia dan proses
alam, sehingga kualitas air/ udara menjadi kurang atau tidak
dapat berfungsi lagi sesuai dengan peruntukkannya. Sumber
: http://id.wikipedia.org/wiki/

Pengujian Biologi

Pengujian kualitas air melalui pemeriksaan parameter biologi


yang meliputi; macam/jenis, dan jumlah organisme air
seperti plankton (organisme yang melayang-layang/
bergerak pasif mengikuti gerak aliran air terdiri dari

fitoplankton, dan zooplankton), benthos (hewan dan


tumbuhan yang hidup di dasar atau hidup pada endapan),
neuston (organisme yang mengapung di permukaan air), dll
Pengujian Fisika

Pengujian parameter kualitas air yang dapat ditentukan


secara langsung, yang meliputi ; suhu, warna, kekeruhan,
bau dan rasa

Pengujian Kimia

Pengujian kualitas air terhadap kandungan kimia yang


terdapat dalam sampel air meliputi; Derajat Keasaman (pH),
Oksigen terlarut (DO), Karbondioksida (CO2), Kesadahan
(CaCO3), Amonia (NH3), Nitrit (NO2), BOD dan COD.

Prasarana budidaya

Segala bentuk komponen fisik yang mendukung kegiatan


pembudidayaan ikan (wadah budidaya, saluran air, gudang,
hatchery, jalan produksi, rumah jaga, instalasi listrik, genset,
tandon, fasilitas panen, dan lain-lain)

Pupuk anorganik

Pupuk yang dibuat oleh pabrik-pabrik pupuk dengan meramu


bahan-bahan kimia anorganik berkadar hara tinggi. Misalnya
urea berkadar N 45-46% (setiap 100 kg urea terdapat 45-46
kg hara nitrogen)

Pupuk Organik

Pupuk yang tersusun dari materi mahluk hidup seperti


pelapukan sisa tanaman, hewan dan manusia yang
berbentuk padat atau cair dan bisa digunakan untuk
memperbaiki sifat (fisik/kimia) tanah

Residu

Ampas, endapan, sisa

RUTRW

Rencana Umum Tata Ruang Wilayah


Rencana tata ruang yang meliputi penetapan kawasan
lindung, kawasan budidaya, sistem budidaya, transportasi,
pusat pemukiman, pengaturan kawasan dan pengembangan
kawasan tertentu.

RTRW

Rencana Tata Ruang Wilayah


Merupakan metode-metode yang digunakan oleh sektor
publik untuk mengatur penyebaran penduduk dan aktivitas
dalam ruang yang skalanya bervariasi. Perencanaan tata
ruang terdiri dari semua tingkat penatagunaan tanah,
termasuk perencanaan kota, perencanaan regional,
perencanaan lingkungan, rencana tata ruang nasional,
sampai tingkat internasional. Secara nasional disebut
Rencana Tata Ruang Wilayah Nasional, yang dijabarkan ke
dalam Rencana Tata Ruang Wilayah Propinsi, dan Rencana
Tata Ruang Wilayah (RTRW) tersebut perlu dijabarkan ke
dalam Rencana Tata Ruang Wilayah Kota (RTRWK).
Sumber : http://id.wikipedia.org/wiki/

Sanitasi

Upaya yang dilakukan untuk menjamin terwujudnya kondisi


yang memenuhi persyaratan kesehatan.

Sarana Budidaya

Bahan yang diperlukan dalam kegiatan pembudidayaan ikan


(benih, induk, pakan, pupuk, obat ikan, dan lain-lain)

Screening

Proses pemilihan dan pemilahan produk antara produk yang


sesuai dan yang tidak sesuai standar mutu

Sertifikat CBIB

Surat keterangan yang dikeluarkan oleh direktur jenderal


bagi unit usaha pembesaran ikan yang menyatakan bahwa
unit tersebut telah memenuhi persyaratan CBIB.

Sertifikat CPIB

Surat keterangan yang dikeluarkan oleh direktur jenderal


bagi unit usaha pembenihan ikan yang menyatakan bahwa
unit tersebut telah memenuhi persyaratan CPIB

SIUP

Surat Izin Usaha Perdagangan


Izin usaha yang dikeluarkan instansi pemerintah melalui
dinas perindustrian dan perdagangan kota/wilayah sesuai

domisili perusahaan yang digunakan utk menjalankan usaha


dibidang perdagangan barang/jasa di Indonesia sesuai
dengan klasifikasi lapangan usaha Indonesia (KLUI)
SNI

Standart Nasional Indonesia


Suatu norma yang biasa berupa dokumem formal yang
menciptakan kriteria, metode, proses dan praktek rekayasa
atau teknis yang seragam dan berlaku di Indonesia.

Spesies

konsep taksonomi yang digunakan dalam biologi untuk


menunjuk pada populasi organisma yang sejenis atau serupa

SPO

Standart Prosedur Operasional


Pedoman atau acuan untuk melaksanakan tugas pekerjaan
sesuai dengan fungsi dan alat penilai kerja berdasarkan
indikator teknis, administratif dan prosedural sesuai dengan
tata kerja, prosedur kerja dan sistem kerja pada unit kerja
bersangkutan

Strain/Galur

galur :dalam pertanian (Ing.: line atau strain [khusus


peternakan]) adalah sekelompok individu yang memiliki
komposisi genetik yang serupa sebagai akibat perkawinan
sekerabat

Stress Test

Metode yang dilaksanakan untuk mengetahui kualitas


benih/bibit yang dilakukan dengan cara memberikan stress
tertentu dan dengan jangka waktu tertentu terhadap
perubahan lingkungan seperti perendaman air tawar dan
perendaman formalin, perubahan suhu, perubahan salinitas,
dll)

Tandon

Tempat penampungan air media pemeliharaan sebelum


digunakan untuk kegiatan budidaya

Tabulasi

Langkah memasukkan data berdasarkan hasil penggalian


data di lapangan. Untuk memperoleh nilai suatu variabel,
misalnya nilai X1, X2, atau X3, bisa langsung data asli dari
lapangan dan bisa merupakan hasil penjumlahan dari
beberapa poin pertanyaan yang telah dijawab oleh
responden.

Thallus Rumput Laut

Bagian ujung rumput yang digunakan sebagai parameter


pertumbuhan rumput laut dan bisa digunakan untuk bibit
pada kegitan budidaya rumput laut

Titrasi

Metode analisis kimia secara kuantitatif yang biasa


digunakan dalam laboratorium untuk menentukan
konsentrasi dari reaktan. Teknik ini dikenal dengan analisi
volumetrik

Varietas

Peringkat taksonomi di bawah spesies

Visual

Dapat dilihat dengan indera penglihatan

Water Stability

Kekompakan butiran pakan yang dinyatakan dalam satuan


waktu (waktu yang diperlukan oleh butiran pakan agar
terurai/hancur ketika dimasukkan ke air).

Lampiran 2.

JUMLAH ANGKA KREDIT KUMULATIF MINIMAL


UNTUK PENGANGKATAN DAN KENAIKAN JABATAN/PANGKAT
PENGAWAS PERIKANAN TERAMPIL DENGAN PENDIDIKAN SUPM/ SMK
JENJANG JABATAN, GOLONGAN, RUANG DAN ANGKA KREDIT
JABATAN FUNGSIONAL PENGAWAS PERIKANAN

NO
1

UNSUR

PELAKSANA
LANJUTAN

PELAKSANA

PENYELIA

II/b

II/c

II/d

III/a

III/b

III/c

III/d

25

25

25

25

25

25

25

12

28

44

60

100

140

220

11

15

25

35

55

40

60

80

100

150

200

300

UNSUR UTAMA
A. Pendidikan
1. Pendidikan sekolah
2. Diklat
B. Pengawasan
Perikanan

< 80

C. Pengembangan
Profesi
2

UNSUR PENUNJANG
Kegiatan yang
mendukung pelaksanaan
tugas pengawasan
perikanan
JUMLAH

> 20

Lampiran 3
JUMLAH ANGKA KREDIT KUMULATIF MINIMAL
UNTUK PENGANGKATAN DAN KENAIKAN JABATAN/PANGKAT
PENGAWAS PERIKANAN TERAMPIL DENGAN PENDIDIKAN DIPLOMA III
JENJANG JABATAN GOLONGAN DAN ANGKA KREDIT
JABATAN FUNGSIOMAL PENGAWAS PERIKANAN

NO
1

UNSUR

UNSUR UTAMA
A. Pendidikan
1. Pendidikan sekolah

PELAKSANA

PELAKSANA
LANJUTAN

II/c

II/d

III/a

III/b

III/c

III/d

60

60

60

60

60

60

16

32

72

112

192

18

28

48

60

80

100

150

200

300

PENYELIA

2. Diklat
B. Pengawasan Perikanan

< 80

C. Pengembangan Profesi
2

UNSUR PENUNJANG
Kegiatan yang mendukung
pelaksanaan tugas
pengawasan perikanan
JUMLAH

> 20

Lampiran 4
JUMLAH ANGKA KREDIT KUMULATIF MINIMAL
UNTUK PENGANGKATAN DAN KENAIKAN JABATAN/ PANGKAT
PENGAWAS PERIKANAN AHLI DENGAN PENDIDIKAN SARJANA (S1)/ DIPLOMA IV.
JENJANG JABATAN GOLONGAN DAN ANGKA KREDIT JABATAN
FUNGSIOMAL PENGAWAS PERIKANAN

NO
1

UNSUR
UNSUR UTAMA
A. Pendidikan
1. Pendidikan sekolah

PERTAMA

MUDA

MADYA

UTAMA

III/a

III/b

III/c

III/d

IV/a

IV/ b

IV /c

IV/b

100

100

100

100

100

100

100

100

IV/c
100

2. Diklat
A. Pengawasan
Perikanan

< 80

40

80

120

240

360

480

600

780

10

20

80

60

90

120

150

190

100

150

200

300

400

550

700

850

1050

C. C. Pengembangan
Profesi
2

UNSUR PENUNJANG
Kegiatan yang
mendukung pelaksanaan
tugas pengawasan
perikanan
JUMLAH

> 20

Lampiran 5
JUMLAH ANGKA KREDIT KUMULATIF MINIMAL
UNTUK PENGANGKATAN DAN KENAIKAN JABATAN/ PANGKAT
PENGAWAS PERIKANAN AHLI DENGAN PENDIDIKAN PASCA SARJANA (S2)
JENJANG JABATAN GOLONGAN DAN ANGKA KREDIT JABATAN
FUNGSIOMAL PENGAWAS PERIKANAN

NO
1

UNSUR

PERTAMA

UNSUR UTAMA
A. Pendidikan
1. Pendidikan sekolah

MUDA

MADYA

UTAMA

III/b

III/c

III/d

IV/a

IV/ b

IV /c

IV/

100

100

100

100

100

100

100

40

120

200

320

440

10

30

50

80

110

150

200

300

400

550

700

IV/c
100

2. Diklat
B. Pengawasan
Perikanan

< 80

560

720

C. C. Pengembangan
Profesi
2

UNSUR PENUNJANG
Kegiatan yang
mendukung pelaksanaan
tugas pengawasan
perikanan
JUMLAH

> 20

140
850

Lampiran 6
JUMLAH ANGKA KREDIT KUMULATIF MINIMAL
UNTUK PENGANGKATAN DAN KENAIKAN JABATAN/ PANGKAT
PENGAWAS PERIKANAN AHLI DENGAN PENDIDIKAN DOKTOR (S3)
JENJANG JABATAN GOLONGAN DAN ANGKA KREDIT
JABATAN FUNGSIOMAL PENGAWAS PERIKANAN

NO
1

UNSUR

UNSUR UTAMA
A. Pendidikan
1. Pendidikan sekolah

MUDA

MADYA

UTAMA

III/c

III/d

IV/a

IV/ b

IV /c

IV/

200

200

200

200

200

200

80

160

280

400

20

40

70

100

110

200

300

400

550

700

IV/c
200

2. Diklat
B. Pengawasan
Perikanan

< 80

520

680

C. C. Pengembangan
Profesi
2

UNSUR PENUNJANG
Kegiatan yang
mendukung pelaksanaan
tugas pengawasan
perikanan
JUMLAH

> 20

130
850

180
1050

180
1050

Lampiran 7

NO

ANGKA KREDIT KUMULATIF UNTUK PENYESUAIAN BAGI


JABATAN PENGAWAS PERIKANAN TERAMPIL

GOL. /
RUAN
G

STTB/ IJAZAH
ATAU YANG
SETINGKAT

1
1

2
II/ b

II/ c

II/ d

III/ a

III/ b

III/ c

III/ d

3
SLTA / D.I
SARJANA
MUDA /D II/D III
SLTA / D I
SARJANA
MUDA /D II/D III
SLTA / D.I
SARJANA
MUDA /D II/D III
SLTA / D.I
SARJANA
MUDA /D II/D III
SLTA / D.I
SARJANA
MUDA /D II/D III
SLTA / D.I
SARJANA
MUDA /D II/D III
SLTA / D.I S/D
SARJANA MUDA
D II/D III

Lampiran 8
NO

GOL./
RUANG

1
1

2
III/ a

III/ b

III/ c

III/ d

IV/ a

IV/ b

IV/ c

IV/ d

IV/ e

KURAN
G
1
TAHUN
4
40
40

GOLONGAN ATAU RUANG


1
2
3
4TAHUN
TAHUN TAHU TAHUN /LEBIH
N
5
45
46

6
50
52

7
55
58

8
60
65

60
60

65
66

70
72

75
78

80
85

80
80

83
85

87
90

91
95

95
100

100
100

110
111

120
122

130
133

140
145

150
150

160
161

170
172

180
183

190
195

200
200

222
223

244
247

267
271

290
295

300

300

300

300

30

ANGKA KREDIT KUMULATIF UNTUK PENYESUAIAN BAGI


JABATAN PENGAWAS PERIKANAN AHLI
STTB / IJAZAH
GOLONGAN ATAU RUANG
ATAU YANG
KURANG
1
2
3
SETINGKAT
1 TAHUN
TAHUN
TAHUN
TAHUN
3
4
5
6
7
SARJANA / D IV
100
112
124
137
PASCA SARJANA
100
116
132
148
SARJANA / D.IV
150
162
174
187
PASCA SARJANA
150
163
177
191
DOKTOR
150
163
180
195
SARJANA / D.IV
200
225
250
275
PASCA SARJANA
200
226
252
278
DOKTOR
200
227
254
282
SARJANA / D.IV
300
325
350
375
PASCA SARJANA
300
326
352
378
DOKTOR
300
327
354
382
SARJANA / D.IV
400
437
474
512
PASCA SARJANA
400
438
477
516
DOKTOR
400
440
480
520
SARJANA / D.IV
550
587
624
662
PASCA SARJANA
550
588
626
665
DOKTOR
550
590
630
670
SARJANA / D.IV
700
735
770
805
PASCA SARJANA
700
736
772
808
DOKTOR
700
737
774
812
SARJANA / D.IV
850
900
949
998
PASCA SARJANA
850
901
950
999
DOKTOR
850
902
951
1000
SARJANA / D.IV
1050
1050
1050
1050
PASCA SARJANA
DOKTOR

4 TAHUN
/LEBIH
8
150
155
200
205
210
300
305
310
400
405
410
550
555
560
700
705
710
840
845
850
1040
1045
1050
1050

Lampiran 9

Form A.
LAPORAN PELAKSANAAN
KEGIATAN PENGAWASAN PEMBUDIDAYAAN IKAN
1. Pengawas Perikanan Pembudidayaan Ikan

2
3.

a.

Nama dan NIP

b.

Pangkat dan Golongan

: ..........................................................

c.

Jenjang Jabatan

: ..........................................................

Nama Kegiatan

: Pengawasan sarana dan prasarana budidaya

No. Judul Kegiatan

Pelaksanaan Kegiatan
a. Waktu Pelaksanaan

b. Tempat / Lokasi

4.

Hasil Kegiatan

: Terlampir dalam Lampiran Form A

5.

Dasar Pelaksanaan

: Surat Penugasan No.......


tempat, tanggal, bulan, tahun

Pengawas Perikanan Pembudidayaan Ikan

( ........................................... )
NIP. 080.............................

Mengetahui;
Pimpinan Unit Kerja/
Pejabat yg ditunjuk

(________________________)
NIP...........................................
Catatan: Laporan hasil kegiatan dilampirkan

Lampiran 10.
Form B
Kop surat

SURAT PENUGASAN
Nomor :
Yang bertandatangan di bawah ini :
Nama
NIP
Pangkat/golongan
Jabatan
Unit Kerja

: ................................
: 080 ...........................
: Pembina Tk. ..... / ......
: Kepala Balai......................................
: ...........................................................

Menugaskan kepada pejabat fungsional Pengawas Perikanan Pembudidayaan Ikan sebagai


berikut :
Nama
NIP
Pangkat/golongan
Jabatan
Unit Kerja

: ................................
: 080 ...........................
: Pengatur ...... Tk. ..... / ......
: Pengawas Perikanan.................................
: ..................................................................

Untuk mengikuti/ melaksanakan kegiatan

Yang dilaksanakan pada tanggals/d ..di


Demikian surat tugas ini dibuat untuk dilkaksanakan dengan penuh rasa tanggung
jawab.

tempat, tanggal, bulan, tahun


Pimpinan Unit Kerja/ Pejabat yg
ditunjuk
(________________________)
NIP...........................................
Lampiran 11.

SURAT PERNYATAAN
MELAKUKAN KEGIATAN PENGAWASAN PEMBUDIDAYAAN IKAN

Yang bertandatangan di bawah ini,

Nama
NIP
Pangkat/golongan ruang/TMT
Jabatan
Unit kerja

: ..
: ...
: ...
: ...
:

Menyatakan bahwa,
Nama
NIP
Pangkat/golongan ruang/TMT
Jabatan
Unit kerja

: ...............................................................
: ...............................................................
: ...............................................................
: ...............................................................
: ..

Telah melakukan kegiatan pengawasan pembudidayaan ikan sebagai berikut :


NO
1

URAIAN KEGIATAN
PENGAWASAN
PEMBUDIDAYAAN IKAN
2

TANGGAL

SATUAN
HASIL

JUMLAH
VOLUME
KEGIATAN
5

JUMLAH
ANGKA
KREDIT
6

JUMLAH
Demikian pernyataan ini dibuat untuk dapat dipergunakan sebagaimana mestinya
tempat, tanggal, bulan, tahun.
Atasan langsung

()
NIP..
Lampiran 12.
SURAT PERNYATAAN
MELAKUKAN KEGIATAN PENGEMBANGAN PROFESI
Yang bertandatangan di bawah ini,
Nama
NIP
Pangkat/golongan ruang/TMT
Jabatan
Unit kerja

: ..
: ...
: ...
: ...
:

Menyatakan bahwa,
Nama
NIP
Pangkat/golongan ruang/TMT
Jabatan
Unit kerja

: .........................................................................
: .........................................................................
: .........................................................................
: .........................................................................
: ..

Telah melakukan kegiatan pengembangan profesi sebagai berikut :

KET.
BUKTI
FISIK
7

URAIAN KEGIATAN
PENGEMBANGAN PROFESI

TANGGAL

NO

SATUAN
HASIL

JUMLAH
VOLUME
KEGIATAN
5

JUMLAH
ANGKA
KREDIT
6

KETERANGAN
BUKTI FISIK
7

JUMLAH
Demikian pernyataan ini dibuat untuk dapat dipergunakan sebagaimana mestinya
tempat, tanggal, bulan, tahun.
Atasan langsung

()
NIP..

Lampiran 13

SURAT PERNYATAAN
MELAKUKAN KEGIATAN PENUNJANG PENGAWASAN PERIKANAN
Yang bertandatangan di bawah ini,
Nama
:
NIP
:
Pangkat/golongan ruang/TMT
:
Jabatan
:
Unit kerja
:
Menyatakan bahwa,
Nama
: .........................................................................
NIP
: .........................................................................
Pangkat/golongan ruang/TMT
: .........................................................................
Jabatan
: .........................................................................
Unit kerja
: ..
Telah melakukan kegiatan penunjang pengawasan perikanan sebagai berikut :
NO
1

URAIAN KEGIATAN
PENUNJANG
PENGAWASAN
PERIKANAN
2

TANGGAL

SATUAN
HASIL

JUMLAH
VOLUME
KEGIATAN

JUMLAH
ANGKA
KREDIT

KETERANGAN
BUKTI FISIK

JUMLAH
Demikian pernyataan ini dibuat untuk dapat dipergunakan sebagaimana mestinya
tempat, tanggal, bulan, tahun.
Atasan langsung

()
NIP..

Lampiran 14
OUTLINE KARYA ILMIAH

Abstrak

minimal 150 kata


I

PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
1.2 Maksud dan Tujuan

II.

TINJAUAN PUSTAKA

III.

BAHAN DAN METODE

IV.

HASIL DAN PEMBAHASAN

V.

KESIMPULAN DAN SARAN

Daftar Pustaka