Anda di halaman 1dari 12

LAPORAN PRAKTIKUM FARMAKOLOGI SISTEM DAN ORGAN

ANASTESI LOKAL DAN PERINJEKSI


Tanggal Percobaan : 20 April 2015
Di susun oleh Kelompok 1:
-

Nur Azmi Agung p (0661 13 136 )


M Rivan Rahardian (0661 13 145)

- Vina Ayu P
(0661 13 156)
- Shelby febriyani R ( 0661 13 164)

Dosen pembimbing :
Drh. Mien R.,M.c.,ph.D
E.mulyati Effendi,.MS
Yulianita,.S.Farm
Nisa Najwa,.S.Fam.,Apt
Asisten dosen :
muklis
Vina ramdhan

PROGRAM STUDI FARMASI


FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS PAKUAN
BOGOR
TAHUN
2015

LEMBAR PENGESAHAN
ANASTESI LOKAL DAN PERINJEKSI
KELOMPOK 1
20 APRIL 2015

Dosen Pembimbing :
Drh. Mien R.,M.c.,ph.D
E.mulyati Effendi,.MS
Yulianita,.S.Farm
Nisa Najwa,.S.Fam.,Apt

Ketua

( M Rivan Rahardian)

Anggota 1

(Nur Azmi A.P)

Anggota 2

Anggota 3

(Vina Ayu P)

(Shelby F.R)

BAB I
PENDAHULUAN
I.1. Tujuan percobaan

Dapat mengetahui mulai kerja dan lamanya kerja suatu anastesi


Dapat mengetahui cara kerja dari suatu anastesi local dan anastesi umum

I.2. Latar belakang


Anastetika adalah suatu obat yang mempengaruhi system syaraf pusat . Perlu
diketahui bahwa obat yang mempengaruhi system syaraf pusat terdiri dari dua macam
yaitu menstimulasi system syaraf pusat dan ada juga yang mengerem bagian otak
lainnya. Anastetika merupakan mekanisme excitatory amino acid yang menyerang
neurostarmitter lokasinya di interneuron

yang menimbulkan efek anastetik yaitu

hilangnya presepsi nyeri dan reflex kesadaran. Efek yang ditimbulkan anstetika
adalah depresan. Tidak semua anastetika bebentuk gas atau cairan yang mudah
menguap yang biasanya di aplikasikan dengan inhalasi. Ada pula, anstetika yang tidak
menguap sehingga harus diaplikasikan dengan cara injeksi, kelompok barbiturate,
chorallhydrat, urethane dan magnesium sulfat pada hewan coba dapat menimbulkan
anastesia. Maka dari itu kami melakukan percobaan terhadap hewan coba dengan
menggunakan urethane, MgSO4, dan chorallhydrat. Untuk melihat gejala-gejala yang
terjadi akibat pengaruh senyawa kimia tersebut.
1.3

Hipotesis

Mencit yang disuntikan larutan MgSO4 maupun kloralhidrat dapat menimbulkan

efek salivasi, urinasi dan defekasi.


Durasi dan onset yang diperoleh mencit (yang disuntikan MgSO 4) lebih cepat
waktunya dibandingan dengan mencit (yang disuntikan kloralhidrat)

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
Injeksi adalah sediaan steril berupa larutan, emulsi atau suspensi atau serbuk
yang harus dilarutkan atau disuspensikan terlebih dahulu sebelum digunakan yang
disuntikkan dengan cara merobek jaringan ke dalam kulit atau melalui kulit atau
selaput lendir. Dimasukkan ke dalam tubuh dengan menggunakan alat suntik. Suatu
sediaan parenteral harus steril karena sediaan ini unik yang diinjeksikan atau
disuntikkan melalui kulit atau membran mukosa ke dalam kompartemen tubuh yang
paling dalam. Sediaan parenteral memasuki pertahanan tubuh yang memiliki efesiensi
tinggi yaitu kulit dan membran mukosa sehingga sediaan parenteral harus bebas dari
kontaminasi mikroba dan bahan-bahan beracun dan juga harus memiliki kemurnian
yang dapat diterima.
Anastetika adalah suatu obat yang mempengaruhi system syaraf pusat.
Anastetika dapat diaplikasikan dengan cara injeksi, kelompok chorallhydrat, urethane
dan magnesium sulfat pada hewan coba dapat menimbulkan anastesia. Berikut
penjelasan dari senyawa-senyawa ini :

Urethane
Etil karbamat (juga disebut urethane) adalah senyawa kimia dengan rumus

molekul C3H7NO2 pertama disusun pada abad kesembilan belas. Secara struktural,
itu adalah ester dari asam carbamic. Meskipun nama umum nya, itu bukan komponen
poliuretan. sebuah, senyawa putih kristal, CHNO, diproduksi oleh aksi ammonia di
etil karbonat atau dengan pemanasan nitrat urea dan etil alkohol: digunakan sebagai
hipnosis dan obat penenang, pelarut, dll
Penggunaan utama dari uretan telah sebagai bahan kimia intermediate pada
penyusunan

resin

amino.

Proses

ini

melibatkan

reaksi

dengan

formaldehida untuk memberikan hidroksimetil derivatif yang digunakan sebagai


silang agen di perawatan tekstil tekan permanen yang dirancang untuk memberikan
mencuci-dan-pakai

properti

untuk

kain

(IARC

1974).

Uretan

juga

dimanfaatkan sebagai solubilizer dan co-pelarut dalam pembuatan pestisida,


fumigants,

dan

kosmetik,

sebagai

perantara

untuk

obat-obatan,

dan

dalam penelitian biokimia (HSDB 2000). Urethane sebelumnya digunakan sebagai


bahan

aktif

dalam

obat

yang

diresepkan

untuk

pengobatan

neoplastik

penyakit, sebagai solusi sclerosing untuk penderita varises, sebagai hipnosis, dan
sebagai sebuah bakterisida topikal (IARC 1974). Selain itu, dua antikonvulsi
obat-obatan, trimethadione dan paramethadione, dapat terkontaminasi dengan
urethane.

Batas

yang

diperbolehkan

telah

ditetapkan

pada

ppm.

Ini

obat antikonvulsan dapat digunakan hanya untuk mengobati epilepsi yang refrakter
dengan obat lain yang tersedia (CHIP 1979). Hal ini juga digunakan dalam kedokteran
hewan obat sebagai anestesi. Urethane mungkin terjadi sebagai, kristal tak berwarna
berbau kolumnar atau putih bubuk, butiran. Hal ini sedikit larut dalam minyak zaitun
dan larut dalam air, eter, gliserol, dan kloroform. Ketika dipanaskan sampai
dekomposisi, telepon ini memancarkan asap beracun oksida nitrogen. Uretan adalah
tersedia

di

Amerika

Serikat

sebagai

N.F.

kelas

dalam

bentuk

leburan

padat atau kristal yang mengandung bahan aktif 99,43%. Rute utama dari paparan
potensi manusia uretan adalah mengisap, menelan, dan kontak dermal.

MgSO4
Magnesium sulfat (atau magnesium sulfat) adalah senyawa kimia yang

mengandung magnesium, sulfur dan oksigen, dengan rumus MgSO4. Hal ini sering
dijumpai sebagai epsomite heptahydrate (MgSO4 7H2O), biasa disebut garam
Epsom, dari kota Epsom di Surrey, Inggris, di mana garam itu disuling dari mata air
yang muncul dimana kapur berpori dari Downs Utara tidak memenuhi berpori
London tanah liat.
Magnesium sulfat anhidrat digunakan sebagai zat pengering. Karena bentuk
anhidrat adalah higroskopis (mudah menyerap air dari udara) dan karena itu sulit
untuk menimbang secara akurat, hidrat sering disukai saat menyiapkan solusi,
misalnya dalam persiapan medis. Garam Epsom telah secara tradisional digunakan
sebagai komponen garam mandi. Oral magnesium sulfat biasanya digunakan sebagai
pencahar garam. Garam Epsom juga tersedia dalam bentuk gel untuk aplikasi topikal
dalam mengobati sakit dan nyeri. Perendaman dalam air hangat yang mengandung
garam Epsom (magnesium sulfat) dapat bermanfaat untuk menenangkan, rileks.

Chloral hidrat
Hidrat chloral adalah obat sedatif dan hipnotik serta pereaksi kimia dan

prekursor. Nama hidrat chloral menunjukkan bahwa terbentuk dari chloral


(trichloroacetaldehyde) dengan penambahan satu molekul air. Rumus kimia adalah
C2H3Cl3O2.

Ia ditemukan melalui klorinasi etanol pada tahun 1832 oleh Justus von Liebig
di Giessen Its sifat obat penenang itu. pertama kali diterbitkan pada tahun 1869 dan
selanjutnya, karena sintesis mudah, penggunaannya tersebar luas Ia banyak digunakan
recreationally dan misprescribed di akhir abad 19. Hidrat chloral larut di air dan
alkohol, mudah membentuk solusi terkonsentrasi. Suatu larutan hidrat chloral dalam
alkohol disebut "tetes KO"digunakan untuk mempersiapkan Finn Mickey.
Hal ini, bersama dengan kloroform, sisi produk-kecil dari klorinasi air ketika
residu organik yang terkandung di dalam air, meskipun jarang melebihi konsentrasi 5
mikrogram per liter (mg / L).
Penggunaan jangka panjang hidrat chloral dikaitkan dengan pesatnya
perkembangan toleransi terhadap efek dan kemungkinan kecanduan serta efek yang
merugikan termasuk ruam, ketidaknyamanan lambung dan gagal ginjal, jantung dan
hati berat. Overdosis akut sering ditandai dengan mual, muntah, kebingungan, kejang,
lambat dan pernapasan tidak teratur, aritmia jantung, dan koma. Konsentrasi plasma,
serum atau darah chloral hydrate dan / atau trichloroethanol, metabolit aktif utama,
bisa diukur untuk mengkonfirmasikan diagnosis keracunan pada pasien rumah sakit
atau untuk membantu dalam penyelidikan medicolegal dari kematian. Terkadang
overdosis anak kecil menjalani prosedur perawatan gigi atau bedah sederhana telah
terjadi. Hemodialisis telah berhasil digunakan untuk mempercepat pembebasan obat
pada korban keracunan.
Hidrat chloral exerts sifat farmakologi melalui meningkatkan kompleks
reseptor GABA. Hal ini cukup adiktif, seperti penggunaan kronis diketahui
menyebabkan gejala ketergantungan dan penarikan. Kimia dapat mempotensiasi
antikoagulan berbagai dan lemah mutagenik in vitro dan in vivo.

BAB III

METODE KERJA

III.1 Alat dan Bahan


a. Alat :
- Jarum suntik
- Timbangan hewan coba
b. Bahan
- Chloralhidrat
- Urethane
- MgSO4
III.2 Cara Keja
1. Disediakan hewan coba (mencit)
2. Diamati keadaan normal hewan coba yang dipakai dengan cara yang lazim
- Frekuensi jantung
- Laju nafas
- Refleks
- Tonus otot
- Kesadaran
- Rasa nyeri

3. Disuntikan dengan dosis bertingkat (Urethan, Chloralhydrat, MgSO4 1%) pada


hewan coba secara subcutan % dari dosis yang paling rendah dengan selang 5 menit

4. Penyuntikan pertama
Diamati : - Frekuensi jantung
- Laju nafas
- Refleks
- Tonus otot
- Kesadaran
- Rasa nyeri

5. Penyuntikan kedua
Diamati : - Frekuensi jantung
- Laju nafas
- Refleks
- Tonus otot
- Kesadaran
- Rasa nyeri
6. Sampai terlihat gejala anestesi

BAB IV

HASIL DAN PEMBAHASAN


IV.1. Hasil pengamatan
Table I. data biologis normal hewan coba
berat badan
Frekuensi jantung
Laju nafas
Reflex
Tonus otot
Kesadaran
Rasa nyeri
Gejala lain :
-

24 gram
72 x/m
64x/m
+++
+++
+++
+++

Salivasi
Defekasi
Urinasi
Kejang

+
+
-

Table II. Data pengamatan


Zat
Urethane

Kel
1

0,4 ml

Onset
1menit
53 detik
37menit
13menit

0,6 ml

53detik
20menit

0,6 ml

43detik
21menit

1,2 ml

24detik
58menit

25menit

0,8 ml

6detik
7menit

41menit

0,8 ml

48detik
6menit

47detik
11menit

20detik

17detik

4
2

Dosis maksimal
1,2 ml

Chloralhidrat
5

MgSO4
6
8

Durasi
17menit 2detik
18menit

>1jam

IV.2. pembahasan
Pada praktikum kali ini yaitu mengenai anastesi local dan perinjeksi dengan
menggunakan hewan coba yaitu mencit dan zat yang digunakan yaitu MgSO4,
chloralhidrat dan urethane. Pada praktikum kali ini kelompok kami mendapatkan zat

urethane 1%. Sebelum zat disuntikan, hewan coba di cek terlebih dahulu keadaan
biologisnya.
Zat disuntikan dengan rute subkutan dan dengan dosis bertahap dari mulai 0.1
ml dan dosis maksimum yang dibutuhkan sampai mencapai onset yaitu 1,2 ml pada
waktu 1menit 53 detik dan saat mencapai durasi pada menit ke 17
Jika dibandingkan dengan zat lain urethane termasuk paling cepat mencapai onset
maupun durasi
Chloralhidrat adalah Obat yang tergolong sedative . Sedatif menekan reaksi
terhadap perangsangan, terutama rangsangan emosi tanpa menimbulkan kantuk yang
berat. Onset obat ini secara perenteral berlangsung cepat, pada pemberian dosis 0,1
ml. Selagi memasukkan obat, hewan coba sudah menunjukkan tanda-tanda hilang
kesadaran sampai mengalami tidur yang dalam dan kehilangan rasa nyeri. Pemberian
obat pentothal harus secara perlahan, jika pemberian obat dengan kecepatan tinggi
akan menimbulkan penekanan pernafasan.Obat ini digunakan untuk anestesi umum
pada operasi kecil yang berlangsung singkat.
Ion magnesium pada MgSO4 dapat menekan saraf pusat sehingga
menimbulkan anestesi dan mengakibatkan penurunan reflek fisiologis. Pengaruhnya
terhadap system syaraf perifer mirip dengan ion kalium, yaitu menyebabkan
kelemahan otot. Hal ini disebabkan karena adanya hambatan pada neuromuskular
perifer. MgSO4 menghambat pelepasan asetilkolin dan menurunkan kepekaan motor
endplate maka MgSO4 mempunyai pengaruh potensial, sinergis dan memperpanjang
pengaruh dari obat-obat pelemas otot non depolarisasi dan depolarisasi sehingga kerja
obat-obat tersebut akan lebih kuat dan lebih lama

BAB V
KESIMPULAN
1.
2.
3.
4.

Anastetika adalah suatu obat yang mempengaruhi system syaraf pusat


Onset of action dengan menggunakan zat MgSO4 lebih lama
duration of action dengan menggunakan chloralhidrat lebih lama
kelompok barbiturate, chorallhydrat, urethane dan magnesium sulfat pada hewan
coba dapat menimbulkan anastesia

DAFTAR PUSTAKA

Anonim I, 2008.Farmakologi-1.
Frandson, R.D. 1986. Anatomi dan Fisiologi Ternak Edisi II. Gadjah Mada University

Press: Yogyakarta.
Dukes. 1995. Physiology of Domestic Animal Comstock Publishing : New York

University Collage, Camel.


Frandson, R.D. 1992. Anatomi dan Fisiologi Ternak Edisi IV. Gadjah Mada

University Press: Yogyakarta.


Katzung, B.G., 1998. Farmakologi Dasar dan Klinik. Edisi VI. Jakarta: Penerbit Buku

Kedokteran EGC. Hal. 351.


Setiawati, A. dan F.D. Suyatna, 1995. Pengantar Farmakologi Dalam Farmakologi

dan Terapi. Edisi IV. Editor: Sulistia G.G. Jakarta: Gaya Baru. Hal. 3-5.
Sulaksono, M.E., 1992. Faktor Keturunan dan Lingkungan Menentukan Karakteristik

Hewan Percobaan dan Hasil Suatu Percobaan Biomedis. Jakarta.


Smith, J. J dan J. P Kamping. 1988. Sirkulatory physiology. 2nd edition. Baltimore,

wiliam and wilkins


Schmidt, K and Neilsen. 1997. Animal Physiology Fifth Edition. Cambidge
University Press: Australia.

Anda mungkin juga menyukai