Anda di halaman 1dari 25

LAPORAN

PELATIHAN KERJA PADA INDUSTRI


PENGAMATAN PEMASANGAN MOTOR FORCED DRAFT FAN
PADA STARTUP BOILER
PT. PLN (PERSERO) JMK
UNIT INDUK PEMBANGUNAN VIII UPK PJB 2
PLTU 2 JATENG ADIPALA-CILACAP

Disusun Oleh:

Nama

: Anggun Pribadi

No.Mahasiswa

: 111.03.1099

Jurusan

: Teknik Mesin

Fakultas

: Teknologi Industri

Prog. Studi

: S-1

INSTITUT SAINS & TEKNOLOGI AKPRIND


YOGYAKARTA
2015

Lembar Pengesahan

Kerja praktek pada industri dengan judul:


PENGAMATAN PEMASANGAN MOTOR FORCED DRAFT FAN
PADA STARTUP BOILER
Pada:
PT. PLN (PERSERO) JMK UNIT INDUK PEMBANGUNAN VIII UPK PJB
2
PLTU 2 JATENG ADIPALA-CILACAP
Dibuat untuk melengkapi sebagian persyaratan menjadi Sarjana Teknik
pada jurusan Teknik Mesin Institut Sains & Teknologi Akprind Yogyakarta
Menyetujui,
Pembimbing Lapangan

Dosen Pembimbing

Dwi Budi Suyanto

Ir. Hary Wibowo, MT

NIK 8812080ZY

NIK. 89.0661.379.E
Mengetahui,

Kepala LPPM

Ketua Jurusan Teknik Mesin

Ir. Prastyono Eko Pambudi, MT

Drs. H. Khairul Muhajir, MT

NIK. 89.0461.394.E

NIP. 195609091983031001

Halaman Pengesahan
Dengan ini kami telah memeriksa dan mengesahkan bahwa:
Nama

: Anggun Pribadi

Nim

:111.03.1099

Jenjang

: S-1

Jurusan

: Teknik Mesin

Fakultas

: Teknologi Industri

Perguruan tinggi :Institut Sains & Teknologi AKPRIND Yogyakarta


Telah melakukan praktik kerja pada industry di PT. PLN (PERSERO) Unit
Induk Pembangunan VIII UPK PJB 2 PLTU 2 Jateng Adipala-Cilacap pada
tanggal 16 februari sampai dengan 16 april 2015 dan telah menyusun laporan
dengan judul:
PENGAMATAN PEMASANGAN MOTOR FORCED DRAFT FAN
PADA STARTUP BOILER

Cilacap, 16 april 2015


Ketua Tim Supervisi

Wildan Cristian, ST.


NIK 8209152Z

KATA PENGANTAR
Assalamu alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Segala puji syukur penyusun panjatkan kepada Allah SWT yang telah
melimpahkan rahmat, hidayah dan karunia-Nya sehingga penyusun dapat
menyelesaikan laporan Pelatihan Kerja Pada Industri (PKPI) ini dengan lancar.
PKPI ini merupakan syarat untuk menyelesaikan studi program Strata-1 di
Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknologi Industri, Institut Sains & Teknologi
AKPRIND Yogyakarta.
Dalam menyelesaikan laporan PKPI ini, penyusun meminta bantuan,
bimbingan, dan masukan

dari berbagi pihak. Oleh karena itu, pada

kesempatan ini kami mengucapkan terimakasih kepada:


1. Allah SWT yang telah memberi nafas kehidupan hingga detik ini.
2. Ibu Syamsiah dan Bapak Margiyanto atas doa dan dukungan materi
yang diberikan guna mengerjakan laporan PKPI ini.
3. Keluarga kakak tercinta Sigit Purwanto, ST., yang telah memberi
dukungan mental untuk menyelesaikan tugas-tugas yang ada.
4. Bapak Dr. Ir. Sudarsono, M.T., selaku Rektor Institut Sains &
Teknologi AKPRIND Yogyakarta.
5. Bapak Muhammad Sholeh, S.T., M.T., selaku Dekan Fakultas
Teknologi Industri.
6. Bapak Drs. H. Khairul Muhajir, M.T., selaku Ketua Jurusan Teknik
Mesin.
7. Bapak Wildan Christian, ST., selaku Ketua Tim Supervisi Konstruksi
PT. PLN (PERSERO) Unit Induk Pembangunan VIII UPK PJB 2
PLTU 2 Jateng Adipala-Cilacap
8. Bapak Ir. Harry Wibowo, MT., selaku dosen pembimbing PKPI.
9. Bapak Dwi Budi Suyanto, selaku pembimbing lapangan PKPI.
10. Teman-teman Jurusan Teknik Mesin Konsentrasi Konversi Energi,

atas doa dan dukungan materi yang diberikan guna mengerjakan


laporan PKPI ini.
11. Semua pihak yang telah membantu menyelesaikan laporan PKPI ini.

Semoga Allah SWT meridhai dan membalas semua amal kebajikan yang
telah kami lakukan dan semoga laporan PKPI ini dapat bermanfaat bagi yang
mempelajarinya.
Wassalamu alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Yogyakarta, 17 April 2015


Penyusun

Anggun Pribadi

DAFTAR ISI
JUDUL
HALAMAN PENGESAHAN
KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI
DAFTAR GAMBAR
DAFTAR TABEL

BAB I
1.1.

PENDAHULUAN

Latar Belakang Masalah


Kerja Praktik (PKPI) merupakan salah satu salah satu syarat perkuliahan
dan kelulusan bagi mahasiswa Strata-1 jurusan teknik mesin. Selain itu, PKPI
merupakan ajang penggabungan suatu mata kuliah yang sudah di dapat di
bangku kuliah dengan keadaan di lapangan (di dunia industri). Dengan
adanya PKPI ini, diharapkan para mahasiswa mampu menerapkan ilmu yang
diperoleh sehingga mahasiswa
dengan

dapat

meningkatkan

kemampuannya.

Dan

demikian, diharapkan setelah lulus akan menciptakan sumber daya

manusia yang handal.


Pada instalasi pembangkit tenaga di PLTU 2 Jateng Adipala-Cilacap ini
menggunakan system startup boiler yang bertujuan sebagai penyuplai pertama
saat system pada instalasi PLTU akan dioperasikan. Baik dari segi pemanas ruang
bakar maupun pemanas high speed diesel fuel. Yang bertujuan agar proses start
awal lebih efisien.
Penulis ingin melakukan pengamatan yang termasuk dalam perawatan awal pada
konstruksi dan pemasangan motor Forced Draft Fan di startup boiler.
1.2.

Perumusan Permasalahan
Coal & combustion system dalam PLTU terdiri dari coal silo, coal feeder,

pulverizer, coal pipes dan combustion burner. dari coal storage batu bara diangkut
dengan belt conveyor menuju boiler house dan disimpan di dalam coal silo.
Dalam bangunan PLTU, coal silo lokasinya ada di antara boiler house dan
Turbine-Generator building.Untuk menghasilkan pembakaran yang efisien, batu
bara yang masuk ruang pembakaran harus digiling terlebih dahulu hingga
berbentuk serbuk (pulverized coal). Penggilingan batu bara menjadi serbuk
dilakukan pulverizer yang dikenal juga dengan nama bowl-mill. Disebut demikian
karena di dalamnya terdapat mangkuk (bowl) tempat batu bara ditumbuk dengan
grinder.

Pemasukan batu bara dari coal silo ke pulverizer diatur dengan coal feeder,
sehingga jumlah batu bara yang masuk ke pulverizer bisa diatur dari control room.
Batu bara yang sudah digiling menjadi serbuk ditiup dengan udara panas (primary
air) dari pulverizer menuju combustion burner melalui pipa-pipa coal piping. Pada
saat start up, pembakaran tidak langsung dilakukan dengan batu bara, tetapi
mempergunakan bahan bakar minyak. Baru setelah beban mencapai 10%-15%
batu bara pelan-pelan mulai masuk menggantikan minyak. Maka selain coal
piping, burner juga terhubung dengan oil pipe, atomizing air dan scavanging air
pipe yang berfungsi untuk mensuplai BBM.
Agar pembakaran dalam combustion chamber berlangsung dengan baik
perlu didukung dengan sistem suplai udara dan sitem pembuangan gas sisa
pembakaran yang baik. Tugas ini dilakukan oleh Air and Flue Gas System. Air
and Flue Gas System terdiri dari Primary Air (PA) Fans, Forced Draft (FD) Fans,
Induced Draft (ID) Fans, Air Heater, Primary Air Ducts, Secondary Air Ducts dan
Flue Gas Ducts.
Udara yang akan disuplai ke ruang pembakaran dipanaskan terlebih dahulu
agar tercapai efisiensi pembakaran yang baik. Pemanasan tersebut dilakukan oleh
Air Heater dengan cara konduksi dengan memanfaatkan panas dari gas buang sisa
pembakaran di dalam furnace.
1.3.

Batasan Masalah
Pada batasan masalah ini penulis hanya menyampaikan tentang forced
draft fan mulai dari:
1. Standart pemasangan Forced Draft Fan
2. Standart pemasangan motor penggerak
3. Dan alat pendukung hingga udara menuju ke ruang bakar

1.4.

Tujuan PKPI
Tujuan dilakukan PKPI pada di PLTU 2 Jateng Adipala Cilacap 1 x 660

MW adalah sebagao berikut :


1. Sebagai tujuan khusus, agar mahasiswa mengetahui cara dan system
pemasangan Forced Draft Fan.

2. Sebagai perbandingan antara teori dan perkuliahan dengan kenyataan


di lapangan dan

permasalahan yang dihadapi mahasiswa nantinya

tidak lagi canggung apabila terjun ke dunia kerja yang sebenarnya.


3. Mempersiapkan para lulusan dalam

menghadapi dunia kerja yang

akan mereka hadapi.


4. Memberikan gambaran riil yaitu mengenai apa saja yang akan
dikerjakan dan dilakukan seorang Engineer di dalam dunia industri.
5. Sebagai tambahan ilmu bagi rekan-rekan mahasiswa yang lain tentang
perkembangan teknologi mesin konversi energi.
6. Improvisasi kemampuan dasar teknik.
1.5.

Manfaat PKPI
1. Bagi Mahasiswa
a. Meningkatkan pengetahuan kita tentang turbin uap berdasarkan ilmu
yang kita peroleh di lingkungan pendidikan.
b. Memberikan wawasan dan pengalaman tersendiri selama didalam
lingkungan industri sebagai pribadi atau calon engineer.
c. Memperluas pengetahuan tentang mesin konversi energi.
2. Bagi Almamater
a. Untuk mengetahui sejauh mana kemampuan mahasiswa dalam
menghadapi PKPI, mengumpulkan data serta menganalisanya.
b. Mengetahui kebutuhan dunia industri akan lulusan Sarjana (Engineer)
c. Terjadinya hubungan kerja sama yang baik antara Institut dan
perusahaan yang bersangkutan.
d. Memperoleh umpan balik yang baik dari dunia kerja sebagai bahan
evaluasi di bidang akademik untuk perkembangan dan peningkatan
kualitas pendidikan.
3. Bagi Perusahaan
a. Menjalin kerja sama dengan Institut sebagai salah satu pengabdian
bagi dunia pendidikan.

b. Sebagai sarana tukar informasi dan umpan balik untuk meningkatkan


dan mengembangkan teknologi.
c. Sebagai data masukan untuk memperoleh pertimbangan dan
peningkatan kualitas dari system yang sudah ada melalui penerapan
metode kerja yang diperoleh mahasiswa.

BAB II
1.1.

DATA UMUM PERUSAHAAN

Sejarah Singkat PT. PLN (PERSERO) JMK


Terbentuknya PT PLN (PERSERO) Jasa Manajemen Konstruksi

selanjutnya disingkat PLN JMK bermula dari Rapat Umum Pemegang Saham
(RUPS) 2002 yang mengamanatkan penyederhanaan Organisasi PLN Proyek
Induk dengan memutuskan maksimum total SDM di 5 Proyek Induk yang ada
sebanyak 500 orang juga didasarkan pada konsep pemikiran bahwa PT PLN
(PERSERO) akan memisahkan fungsi tugas proyek Induk yang salah satunya
adalah fungsi tugas Manajemen Konstruksi yang akan dikelola oleh sebuah
entitas.
Berangkat dari kerangka pemikiran di atas, maka untuk mewadahi,
membina, memelihara dan meningkatkan kompetensi SDM di bidang proyek
konstruksi agar pengetahuan, keterampilan dan keahlian SDM di bidang ini tidak
hilang dari lingkungan PLN, dimungkinkan dibentuknya organisasi baru dalam
usaha penunjang ketenagalistrikan sebagaimana PLN telah memiliki beberapa
Unit Penunjang lainnya yang telah eksis. Maka pada penghujung tahun 2003,
tepatnya tanggal 22 Desember 2003 melalui Keputusan Direksi PT PLN
(PERSERO) No. 324.K1010/DIRl2003 lahirlah PLN JMK yang menambah
jajaran unit penunjang di lingkungan PLN.
Pada awal terbentuknya, sepanjang tahun 2004 PLN JMK baru memiliki
12 SDM kemudian sampai triwulan III tahun 2005 berkembang menjadi 90 orang
yang sebagian besar adalah mutasi dari PLN Pikitring Jawa Bali & Nusa
Tenggara. Dipenghujung tahun 2005 mendapat tambahan lagi sebanyak 15 orang
dari PLN Pikitring Sumut & Aceh sehingga total SDM PLN JMK sampai dengan
tahun 2005 adalah sebanyak 105 orang. Sebelum resmi memiliki 5 Unit
Operasional, PLN JMK telah didukung oleh 3 Tim Proyek yang memiliki home
base di Jakarta, Semarang dan Surabaya. Kemudian untuk melengkapi Organisasi
ini agar memiliki kemampuan operasional dan daya saing, maka melalui
Keputusan Direksi No.243.K/DIR/2005 tanggal 31 Oktober 2005 telah dibentuk 5
(lima) Unit Organisasi Operasional sebagai ujung tombak dalam menjalankan
bisnisnya yang tersebar dan diharapkan menjangkau seluruh wilayah Indonesia,
yaitu:

1. Unit Supervisi Konstruksi Sumatera Utara, Aceh dan Riau (USK SUAR)
2. Unit Supervisi Konstruksi Sumatera Bagian Selatan (USK SBSL)
3. Unit Supervisi Konstruksi Jakarta Jawa Barat & Banten (USK JJBB)
4. Unit Supervisi Konstruksi Jawa Tengah dan Jogjakarta (USK JTJG)
5. Unit Supervisi Konstruksi Jawa Timur Bali dan Nusa Tenggara (USK JTBN)

Gambar .Rapat Direksi PT.PLN (Persero) JMK


(PT.PLN (Persero) JMK, 2012)
Dengan telah terbentuknya unit-unit Operasional di atas dengan
dukungan komitmen kuat jajaran manajemen, maka diharapkan PLN JMK dapat
menangani supervisi proyek-proyek konstruksi di seluruh wilayah Indonesia
secara lebih efektif dan efisien yang berorientasi pada kepuasan pemberi kerja.
Kompetensi PLN JMK tidak hanya menangani Manajemen Konstruksi pada
Proyek-proyek Pembangkit dan Jaringan skala besar seperti umumnya pekerjaan
pekerjaan di lingkungan Proyek Induk, tetapi juga supervisi konstruksi pada
pekerjaan-pekerjaan distribusi yang berada di lingkup PLN Wilayah/ Distribusi.
Adapun proyek-proyek konstruksi yang telah dan sedang ditangani PLN JMK
pada tahun 2005 tersebar mulai dari sepanjang pulau Jawa sampai Flores,
Sulawesi dan Kalimantan.

Sesuai SK DIR no. 303.K/010/DIR/2007 dan diperbaharui dengan SK


DIR no. 206.K/DIR/2012, 2 Mei 2012, Tugas Utama JMK adalah memberikan
layanan Jasa Manajemen Konstruksi baik secara keseluruhan atau sebagian
pekerjaan pelaksanaan konstruksi mulai dari penyiapan lahan sampai dengan
penyerahan akhir hasil konstruksi kepada pengguna Jasa Manajemen Konstruksi
setelah dilaksanakannya testing dan komisioning secara baik dan benar. Selain itu
Unit

Supervisi

Konstruksi

menjadi

Unit

Manajemen

Konstruksi

yang

berkedudukan di Jakarta, Surabaya, Palembang, Medan dan Makassar.


1.2.

Visi Dan Misi PT. PLN (PERSERO) JMK


Visi JMK adalah:
1. Menjadi Perusahaan yang Profesional dan Unggul bertumpu pada
potensi insani.
2. Menjadi market leader Unit Jasa di bidang Manajemen Konstruksi
Ketenagalistrikan yang berkualitas dan terpercaya.
Sedang misinya adalah :
1. Menjalankan kegiatan usaha yang profesional berorientasi pada etika
bisnis dan tata kelola perusahaan yang baik.
2. Menjalankan bisnis Jasa Manajemen Konstruksi yang berorientasi
pada kepuasan pelanggan dan anggota perusahaan.
3. Memberdayakan Jasa Manajemen Konstruksi sebagai media untuk
meningkatkan kualitas industri ketenagalistrikan.
4. Menjadikan Jasa Manajemen Konstruksi sebagai pendorong kegiatan
usaha bidang Jasa Konstruksi.

1.3.

Struktur Organisasi PT. PLN (PERSERO) JMK

Gambar .struktur organisasi PT.PLN (Persero) JMK


(JMK,2015)

1.4.

Lokasi PT. PLN (PERSERO) JMK UMK II


Kantor PT.PLN (Persero) Jasa Manajemen Konstruksi Unit
Manajemen Konstruksi II beralamatkan di Jl. Ketintang Baru I No. 1-3
Surabaya.

Gambar .. Lokasi kantor pusat UMK II


8

(GMAP,2015)
1.5.

Produk yang Dihasilkan


a.
b.
c.
d.

Manajemen Konstruksi Pembangkit


Manajemen Kontruksi Jaringan
Manajemen Konstruksi Sarana
Manajemen Kontruksi Distribusi

BAB III LANDASAN TEORI


3.1. Pengertian Boiler
Boiler adalah pesawat yang berfungsi untuk menghasilkan uap. Dengan
kata lain adalah boiler merupakan bagian dari pesawat uap. Uap yang dihasilkan
dari boiler masih bersifat jenuh atau Saturated Steam. Uap yang dihasilkan oleh
boiler ini dapat diaplikasikan untuk beberapa hal, yaitu :
a

Digunakan sebagai Heater

Sebagai Pengering

Untuk proses Sterilisasi

Penyulingan, dll

GambarBoiler
(Miura, 2009)
Jadi pada intinya uap jenuh (Saturated Steam) yang dihasilkan oleh
boiler digunakan untuk proses produksi. Beberapa pabrik atau perusahaan
yang banyak menggunakan boiler adalah :
a. Rumah Sakit
b. Pabrik Kertas
c. PLN
d. Pabrik Gula
e. Pabrik Tepung, dll
Boiler yang menghasilkan uap jenuh (Saturated Steam) disebut
dengan Boiler bertekanan rendah (Low Pressure Boiler) yang mana
tekanan yang dihasilkan adalah 15 bar, dengan kapasitas yang besar.
Sedangkan kapasitas adalah produksi uap tiap jamnya.
3.2.

Prinsip Kerja Boiler


Fungi boiler untuk mengubah air menjadi uap. Proses perubahan air

menjadi uap terjadi dengan memanaskan air yang berada didalam pipa-pipa
dengan memanfaatkan panas dari hasil pembakaran bahan bakar. Pembakaran
dilakukan secara kontinyu didalam ruang bakar dengan mengalirkan bahan bakar
dan udara dari luar.
Uap yang dihasilkan boiler adalah uap superheat dengan tekanan dan
temperatur yang tinggi. Jumlah produksi uap tergantung pada luas permukaan
pemindah panas, laju aliran, dan panas pembakaran yang diberikan.
3.3.

Bagian Bagian Boiler


Boiler memiliki alat-alat kelengkapan yang biasa disebut dengan
Appendages. Alat-alat kelengkapan tersebut meliputi ;
1

Pressure Gauge (Manometer) yang berfungsi untuk mengukur tekanan


uap dalam boiler.

10

Gambar .Presure gauge


(Pribadi,2015)

Water Gauge (Sight Glass) yang berfungsi untuk mengetahui level air
dalam boiler.

Gambar Water Gauge


(Pribadi,2015)
3

Safety Valve berfungsi untuk membuang uap yang tekanannya


melebihi tekanan operasional boiler.

11

Gambar .Safty Valve


(Pribadi,2015)
4

Blow Down Valve mempunyai fungsi untuk membuang air yang


berada di dalam boiler saat proses pembakaran awal yang ada di
dalam boiler. Sehingga dapat menghindari terjadinya peluapan air di
dalam boiler yang mengembang karena pemanasan.
Gambar .Blowdown Valve
(Pribadi,2015)

Water Column adalah kolom air yang berfungsi sebagai level switch,
yang terdiri dari Feed Water Off, Feed Water On dan Cut Burner
(Burner Off)
Gambar .Water Coloum
(Pribadi,2015)

Burner
Burner adalah alat yang berfungsi sebagai penyemprot bahan bakar
cair misalnya solar, residu, dll.
Gambar ..Burner
(Pribadi,2015)

12

Pada pabrik gula penggunaan Burner sangat diteskan karena


dengan penggunaan Burner berarti menggunakan bahan bakar yang
beli, sedangkan pabrik gula adalah produsen bahan bakar padat yaitu
bagasse. Oleh karena itu harus diupayakan agar mois atau kandungan
air pada bagasse sekecil mungkin. Namun demikian peralatan Burner
harus tetap dipasang, karena pada sebelum tersedia bahan bakar
bagasse maka Burner harus digunakan. Selain itu mungkin terjadi
gangguan pada pada peralatan bahan bakar bagasse pada saat operasi.
Burner terdiri dari :
a. Motor Listrik
b. Fan, berfungsi untuk memasukkan udara ke dalam Boiler.
c. Electrode berfungsi untuk menimbulkan percikan bunga api
d. Ignition Transformer berfungsi untuk menaikkan kuat arus (Amp)
dan untuk menurunkan tegangan (Volt) yang ditujukan untuk
mempermudah dalam menimbulkan percikan bunga api.
e. Nozel Injector berfungsi untuk mengkabutkan (menyepray) bahan
bakar sehingga dapat mempermudah bahan bakar untuk terbakar.
f. Photo Cell berfungsi untuk menghentikan fungsi electrode bila
sudah terjadi pembakaran.
g. Fuel Pump berfungsi untuk memompa bahan bakar ke dalam ruang
bakar.
7

Main Steam Valve


Main Steam Valve berfungsi untuk memberi kesempatan
keluarnya Okxygen yang ada di dalam boiler saat awal proses
dihidupkannya boiler.

Hand Hole digunakan untuk mempermudah dalam melakukan


maintenance boiler.

3.3.Masalah-masalah pada Boiler

13

Suatu boiler atau pembangkit uap yang dioperasikan tanpa kondisi


air yang baik, cepat atau lambat akan menimbulkan masalah-masalah yang
berkaitan dengan kinerja dan kualitas dari sistem pembangkit uap. Banyak
masalah-masalah yang ditimbulkan akibat dari kurangnya penanganan dan
perhatian khusus terhadap penggunaan air umpan boiler.
Akibat dari kurangnya penanganan terhadap air umpan boiler akan
menimbulkan masalah-masalah sebagai berikut :
1 Pembentukan kerak
2 Peristiwa korosi
3 Pembentukan deposit
4 Terjadinya terbawanya uap (steam carryover)
3.4.Karakteristik Boiler
Ada beberapa petunjuk yang memberi gambaran spesifik dari
boiler dapat diketahui melalui karakteristiknya sebagai berikut :
1

Tekanan effektif dari boiler dinyatakan dalam bar ( kg/ cm 2 )atau


N/m 2 atau Pa (pascal).

Suhu uap panas lanjut


Suhu uap kondisi kering dimana besarnya lebih kecil dari suhu
550C hal ini untuk menyelamatkan pipa boiler.

Produksi uap tiap jam atau kapasitas penyimpanan untuk boiler


untuk Boiler kapasitas rendah besarnya antara 10 kg/jam sampai
250 Kg/ jam. Untuk boiler kapasitas besar bisa mencapai 4000 ton/
jam.

Luas panas pengumpan adalah luas metalik dari pemproduksi uap


yang berhubungan langsung dengan gas panas. Untuk kapasitas
rendah mencapai 2 m2 untuk kapasitas besar mencapai 2000 m2

Produksi uap spesifik adalah produksi uap tiap jam tiap m2 dari
luas panas penguapan untuk kapasitas kecil 10 kg/ jam m 2 dan
kapasitas besar 60 Kg/ jam m2.

14

Randemen termis dari boiler adalah perbandingan antara jumlah


kalor yang diserap oleh boiler untuk penguapan dengan jumlah
kalor yang diberiknan bahan bakar/jam.

3.5.Persiapan Pengoperasian Boiler


Dalam persiapan pengoperasian boiler yang perlu dilakukan adalah sebagai
berikut :
1

Pemeriksaan air yang ada di tandon


Pemeriksaan air yang ada di dalam tandon perlu dilakukan karena supply air

dalam boiler berasal dari air yang ada di dalam tandon. Untuk di PPNS ITS
menggunakan tandon atas sehingga air yang akan masuk kedalam boiler dapat
mengalir secara gravitasi ke dalam boiler. Dan dapat terus menyuplay air ke dalam
boiler saat level air dalam boiler menunjukkan minimnya iar di dalam sehingga
daoat menghindari kerusakan boiler ataupun meledaknya boiler.
2

Pemeriksaan air di Feed Water Tank


Pemeriksaan ini perlu dilakukan untuk mengetahui persedian air yang ada di

dalam FWT.
3

Pemeriksaan air yang ada di dalam boiler lewat Sight Glass

Pemeriksaan Bahan bakar

Pemeriksaan Listrik (Power Supply)

Pengaturan Valve

Start
Dalam proses pengoperasian boiler yang juga harus diperhatikan adalah

kualitas air yang akan digunakan sebagai feed water ke dalam boiler. Karena air
yang akan digunakan dalam boiler apabila tidak diolah terlebih dahulu dapat
menyebabkan korosi pada boiler. Dan hal ini dapat menyebabkan turunnya
performance (efisiensi) boiler. Korosi ini timbul akibat bereaksinya H2O dengan
FeC yang membentuk CO yang dapat menimbulkan korosi. Korosi ini juga dapat
menyebabkan penipisan logam baik pada boiler ataupun saluran-saluran yang ada
sehingga sangat berbahaya sekali jika itu terjadi karena dapat menyebabkan hal-

15

hal yang tidak diinginkan seperti peledakan ataupun kebakaran dan lain
sebagainya.
3.6.

Pemeliharaan Boiler
Boiler yang berperan dalam proses pengubahan air menjadi uap

memerlukan perlakuan dan perawatan khusus. Masalah yang timbul pada boiler
umumnya disebabkan oleh perlakuan air umpan boiler yang tidak memenuhi
persyaratan. Untuk perawatan dan pemeliharaan boiler dapat dilakukan dengan
cara sebagai berikut :
1

Proses Commisioning awal

Proses persiapan awal yang dilakukan baik terhadap boiler yang baru ataupun
boiler yang sudah lama adalah suatu pemeriksaan utama yang terdiri dari proses
penghilangan kerak ataupun material asing pada boiler setelah uji hidrostatik dan
pemeriksaan pada kebocoran boiler. Ketel dioperasikan dengan cara pendidihan
yang menggunakan larutan alkali untuk menghilangkan material-material yang
mengandung minyak dan deposit-deposit yang lain. Selama pendidihan, boiler
dioperasikan pada tekanan rendah yang dijaga setengah dari tekanan penuh.
Waktu pendidihan lebih kurang 24 jam. Untuk boiler tekanan tinggi pembersihan
secara kmia dengan mengurangi zat-zat dilakukan untuk menghilangkan kerak.
Setelah pendidihan atau pembersihan secara asam (acid cleaning) boiler
dikosongkan, diisi kembali dan dicuci dengan air segar. Boiler kemudian siap
untuk beroperasi pada tekanan uap optimal dan menggunakan tombol pengaman.
2

Operasi pada keadaan normal dan emergency (darurat)

Pengoperasian pada keadaan normal dilakukan oleh pabrik-pabrik ketel yang


memerlukan pemeliharaan dan kondisi air ketel yang baik untuk mencegah
timbulnya kerak atau korosi. Untuk memeriksa secara benar/baik perlu
diperhatikan uap dan temperature uap yang dihasilkan serta menjaga kebersihan
gas. Jangka waktu untuk memulai dan untuk pendinginan boiler setelah
dimatikan, ditetapkan dalam petunjuk manual ketel dan harus diikuti/ dipatuhi
dengan baik.

16

Pengoperasian pada keadaan darurat, merupakan hal yang penting untuk


diperhatikan. Keadaan ini dapat berupa kesalahan pada sediaan air umpan atau
sediaan bahan bakar. Kehilangan udara atau kesalahan pada api pembakaran. Unit
boiler yang modern dilengkapi dengan kunci pengaman yang otomatis untuk
aliran sediaan bahan bakar dan pada saat ketel berhenti beroperasi., jika terjadi
keadaan yang membahayakan.
3

Pengawasan dan perawatan

Pembersihan eksternal sering dilakukan dengan penyiaktan dan pengaliran


gas atau dengan air mengalir. Pembersihan internal dengan air dan uap dilakukan
dengan cara manual jika mungkn dan dapat juga dengan menggunakan pembersih
kimia secara otomatis untuk ketel yang modern pada unit boiler terutama pada
bagian ketel yang tidak semuannya dapat dijangkau oleh tangan.
Pembersihan secara kimia harus dilakukan dibawah pengawasan supervisor.
Kebanyakan asam hidroklorik digunakan bersama-sama dengan zat kimia untuk
menghilangkan kerak-kerak yang keras. Pembersihan asam jika dibuat oleh orang
yang tidak kompeten dapat menyebabkan kelebihan zat-zat kimai pada boiler.
Setelah pencucian dengan asam, dinetralkan dengan larutan alkali dan terakhir
kali boiler dioperasikan pada pemanasan tekanan rendah dengan larutan inert.
Pada saat ketel dihentikan uttuk periode yang lama sekitar 1 atau 2 bulan.
Metode storage kering dianjurkan untuk melindungi boiler dari serangan korosi.
Ini memerlukan pembersihan dan pengeringan yang seksama terhadap boiler dan
penutup semua lubang juga menghilangkan air dan udara diruangan boiler dan
alat-alat pengukur tekanan. Penampang material penyerap air ditempatkan untuk
membersihkan kelembapan yang rendah.
4. Ruangan ketel
Ruangan ini berisikan pipa-pipa air yang dipanasi oleh ketel tersebut untuk
dijadikan uap sebagai penggerak turbin uap.
3.7.Keamanan Boiler

17

Secara historis, boiler adalah sumber cedera serius dan kerusakan properti
karena prinsip teknik kurang dipahami. Kerang logam tipis dan rapuh bisa pecah,
sementara jahitannya buruk dilas dikeling atau bisa membuka, mengarah ke
letusan kekerasan terhadap uap bertekanan. Ketika air diubah menjadi uap
mengembang ke lebih dari 1.000 kali volume awalnya dan bergerak ke bawah
pipa uap pada lebih dari 100 kilometer per jam.
Karena uap ini merupakan cara terbaik untuk memindahkan energi dan
panas di sekitar situs dari boiler sentral untuk tempat yang membutuhkan, tapi
tanpa pengobatan air umpan boiler yang tepat, tanaman uap penggalangan akan
menderita pembentukan kerak dan korosi. Paling-paling, ini meningkatkan biaya
energi dan dapat menyebabkan uap berkualitas buruk, efisiensi berkurang,
kehidupan tanaman lebih pendek dan operasi tidak dapat diandalkan. Paling
buruk, dapat memicu terjadinya kerusakan fatal dan korban jiwa.
Tabung boiler Collapsed atau copot juga bisa menyemprotkan mendidihpanas uap dan asap keluar dari asupan udara dan saluran menembak, melukai
petugas pemadam kebakaran yang memuat batubara ke dalam api ruang. Boiler
sangat besar menyediakan ratusan tenaga kuda untuk mengoperasikan pabrik
berpotensi dapat menghancurkan seluruh bangunan.

BAB IV TINJAUAN KHUSUS STANDART OPERASIONAL


PEMASANGAN FORCED DRAFT FAN
Berisi tentang tinjauan khusus pemasangan forced draft fan
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN
5.1.1. Kesimpulan
5.1.2. Saran
DAFTAR KEGIATAN HARIAN
DAFTAR PUSTAKA

18

Miura , 2009, Fire Tube Boiler, Termuat di: http://www.miura.co.id/ images/ fire
%252520tube%252520boiler.jpg , Diunduh padaL: 23 Februari 2015
G.Cusson Ltd., 1986, Kalorimeter Instructioanal Manual Hand Book , England
Maridjo, 1995,

Petunjuk Praktikum Mesin Konversi Penerbit Pusat

Pengembangan Pendidikan Politeknik, Bandung.


M.J. Djokosetyadjo, 1999, Ketel Uap PT Pradnya Paramita, Jakarta .
PT.PLN

(Persero),2012,

Jasa

Manajemen

Konstruksi,

Termuat

di:http://www.pln-jmk.co.id/#, Diunduh pada: 02 Maret 2015


Luffy, 2015, Laporan Praktikum, Termuat di: https://www.academia.edu/
8451928 Diunduh pada: 21 Februari 2015
Gerlap, 2006, Pedoman Efisiensi Energi untuk Industri di Asia Termuat di:
http://www.energyefficiencyasia.org , Diunduh pada: 19 Februari 2015
LAMPIRAN

19