Anda di halaman 1dari 7

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 LATAR BELAKANG


Mikroorganisme yang ada di alam ini mempunyai morfologi, struktur dan sifatsifat yang khas, begitu pula dengan bakteri. Bakteri yang hidup hampir tidak berwarna dan
kontras dengan air, dimana sel-sel bakteri tersebut disuspensikan. Salah satu cara untuk
mengamati bentuk sel bakteri sehingga mudah untuk diidentifikasi ialah dengan metode
pengecatan atau pewarnaan. Hal tersebut juga berfungsi untuk mengetahui sifat
fisiologisnya yaitu mengetahui reaksi dinding sel bakteri melalui serangkaian
pengecatan(Rismawati,2012).
Pewarnaan sederhana merupakan teknik pewarnaan yang paling banyak
digunakan. Melihat dan mengamati bakteri dalam keadaan hidup sangat sulit, karena
selain bakteri itu tidak berwarna juga transparan dan sangat kecil. Untuk mengatasi hal
tersebut maka dikembangkan suatu teknik pewarnaan sel bakteri, sehingga sel dapat
terlihat jelas dan mudah diamati. Oleh karena itu, teknik pewarnaan sel bakteri ini
merupakan

salah

satu

cara

yang

paling

utama

dalam

mikrobiologi(Fauziah,2012).
1.2 RUMUSAN MASALAH
1.2.1 Bagaimanakah teknik pewarnaan sederhana?
1.2.2 Apakah tujuan dari pewarnaan sederhana?
1.3 TUJUAN
1.3.1 Untuk mengetahui teknik pewarnaan sederhana
1.3.2 Untuk mengetahui tujuan dari pewarnaan sederhana
1.4 MANFAAT
1.4.1 Mahasiswa dapat mengetahui teknik pewarnaan sederhana
1.4.2 Mahasiswa dapat mengetahui tujuan dari pewarnaan sederhana

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

penelitian

2.1 DASAR TEORI


2.1.1 Tinjauan Umum
Sel-sel mikroorganisme yang tidak diwarnai umumnya tampak hampir
transparan bila diamati dengan mikroskop cahaya biasa sehingga sukar dilihat
karena sitoplasma selnya mempunyai indeks bias yang hampir sama dengan indek
bias lingkungannya yang bersifat cair. Kontras antara sel dengan lingkungannya
dapat dipertajam dengan mewarnai sampel tersebut. Tujuan pewarnaan untuk
mengamati dengan lebih baik tampang morfologi mikroorganisme secara kasar,
mengidentifikasi bagian-bagian struktural sel mikroorganisme dan membantu
mengidentifikasi atau membedakan mikroorganisme yang serupa. Pewarnaan yang
biasa dilakukan adalah pewarnaan sederhana yaitu pemberian warna pada bakteri
atau jasad renik lainnya dengan menggunakan larutan tunggal suatu pewarna pada
larutan tipis atau olesan yang sudah difiksasi. Kebanyakan bakteri mudah bereaksi
dengan pewarna sederhana karena sitoplasmanya bersifat basofilik (suka basa). Zatzat warna yang digunakan biasanya bersifat alkalin (komponen kromoforiknya
bermuatan positif). Pewarnaan sederhana memungkinkan dibedakannya bakteri
dengan berbagai morfologi dan strukturnya. Pewarna yang biasa dipakai dalam
pewarnaa umum adalah biru metilen. Biasanya hanya untuk membedakan sel dan
latar belakangnya saja tanpa bermaksud melakukan kajian diferensiasi. Biru metilen
memberi warna biru cerah yang bisa bergradasi (biru muda sampai biru agak tua).
Akan tetapi pada beberapa mikroorganisme, beberapa granula di dalam sel tampak
terwarnai lebih gelap daripada bagian sel lain(Citra,2012)
Pewarnaan sederhana menggunakan satu macam zat warna (biru metilen/air
fukhsin) tujuan hanya untuk melihat bentuk sel. Pewarnaan sederhana, merupakan
pewarna yang paling umum digunakan. Berbagai macam tipe morfologi bakteri
(kokus, basil, spirilum, dan sebagainya) dapat dibedakan dengan menggunakan
pewarna sederhana, yaitu mewarnai sel-sel bakteri hanya digunakan satu macam zat
warna saja. Kebanyakan bakteri mudah bereaksi dengan pewarna-pewarna
sederhana karena sitoplasmanya bersifat basofilik (suka akan basa) sedangkan zatzat warna yang digunakan untuk pewarnaan sederhana umumnya bersifat alkalin
(komponen kromoforiknya bermuatan positif). Zat warna yang dipakai hanya terdiri
dari satu zat yang dilarutkan dalam bahan pelarut. Pewarnaan Sederhana
merupakan satu cara yang cepat untuk melihat morfologi bakteri secara umum.

Beberapa contoh zat warna yang banyak digunakan adalah biru metilen (30-60
detik), ungu kristal (10 detik) dan fukhsin-karbol (5 detik)(Switiani,2013).
2.1.2 Prinsip Dasar Pewarnaan Sederhana
Prinsip dasar dari pewarnaan ini adalah adanya ikatan ion antara komponen
selular dari bakteri dengan senyawa aktif dari pewarna yang disebut kromogen.
Terjadi ikatan ion karena adanya muatan listrik baik pada komponen seluler
maupun pada pewarna. Berdasarkan adanya muatan ini maka dapat dibedakan
pewarna asam dan pewarna basa. Pewarna asam dapat tejadi karena bila senyawa
pewarna bermuatan negatif. Dalam kondisi pH mendekati netral dinding sel bakteri
cenderung bermuatan negatif, sehingga pewarna asam yang bermuatan negatif akan
ditolak oleh dinding sel, maka sel tidak berwarna. Pewarna asam ini disebut pewrna
negatif. Contoh pewarna asam misalnya : tinta cina, larutan Nigrosin, asam pikrat,
eosin dan lain-lain(Eka,2012)
2.1.3 Tujuan
Pewarnaan atau pengecatan terhadap mikroba, banyak dilakukan baik secara
langsung (bersama bahan yang ada) ataupun secara tidak langsung (melalui biakan
murni). Tujuan dari pewarnaan tersebut adalah pewarnaan untuk:

Mempermudah melihat bentuk jasad baik bakteri, ragi ataupun fungi.


Memperjelas ukuran dan bentuk jasad
Melihat struktur luar dan kalau memungkinkan juga struktur dalam jasad.
Melihat reaksi jasad terhadap pewarna yang diberikan sehingga sifat fisik dan
kimia yang ada akan dapat diketahui (Eka,2012)

BAB III
METODOLOGI

3.1 WAKTU DAN TEMPAT

Waktu

: Pukul 11.00 13.00 WIB.

Tanggal

: 20 September 2014

Tempat

: Laboratorium Bakteriologi

3.2 ALAT DAN BAHAN


3.2.1 Alat

Ose bulat
Lampu spiritus
Mikroskop
Obyek glass
Kapas
Korek api

3.2.2 Bahan

Suspensi kuman
Gram I (Gentian Violet)
Xylol
Oil Immersi

3.3 PROSEDUR KERJA

Siapkan semua alat dan bahan


Panaskan ose bulat dengan api spiritus sampai merah membara dan dinginkan
Mengambil kuman dalam tabung yang telah diflaming kemudian oleskan pada obyek
glass searah jarum jam dan keringkan
Sediaan difiksasi
Sediaan digenangi dangan cat gentian vioplet selama 1 menit
Cat dibuang dan dicuci dengan air kran
Keringkan
Tetes dengan oil immersa dan periksa dibawah mikroskop 100x
BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1 HASIL PEWARNAAN

Bentuk
Warna
Susunan
Cat

: batang
: ungu
: menyebar
: Gentian Violet

4.2 DISKUSI

Tujuan Pewarnaan
melihat morfologi kuman
melihat susunan kuman
melihat sifat kuman terhadap pewarnaan
mengarahkan pemeriksaan
membantu klasifikasi kuman
Macam-macam Pewarnaan
1. Regresif Staining
2. Progresif Staining (pewarnaan sederhana)
3. Negatif Staining (pewarnaan negatif)
4. Meta Chomatik Staining (pewarnaan granula)
Pewarnaan Sederhana
Adalah pewarnaan yang menggunakan satu macam cat
Cat yang dipakai dalam pewarnaan sederhana
1. Methylen Blue hasilnya biru
2. Gentian Violet hasilnya ungu
3. Fuchsin/ Safranin hasinya merah
Tujuan sediaan difiksasi
1. Untuk membunuh kuman
2. Agar kuman dapat diwarnai
3. Agar kuman sebelum dan sesudah diwarnai bentuknya tetap
4. Agar preparat tahan lama disimpan
BAB V
PENUTUP

5.1 SIMPULAN
Berdasarkan pengamatan yang telah dilakukan dapat disimpulkan adanya bakteri
dengan bentuk batang, berwarna ungu, dan susunannya menyebar.
5.2 SARAN
Pada proses pewarnaan bakteri frekuensi untuk terinfeksi dengan bakteri sangat
tinggi. Oleh karena itu, penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) seperti masker,
handscond, dan jas laboratorium sangat dianjurkan. Selain itu, kebersihan dalam proses
identifikasi juga sangat diperlukan sehingga bakteri yang diisolasi bisa tumbuh dengan
baik.

Oleh karena itu, sepatutnya lah kita menjaga kebersihan dan kesehatan diri kita
dan lingkungan. Dengan melakukan hal-hal tersebut, frekuensi terserang penyakit bisa
ditanggulangi.

DAFTAR PUSTAKA

Rismawati,Rike.2012.Cara

Pewarnaan

Bakteri.[online].

http://rikedianhusada.blogspot.com/p/cara-pewarnaan-bakteri.html (diakses tanggal


11 Desember 2014)
Marhamah,Citra

Adilla.2012.Dasar

Teori

Pewarnaan

Sederhana.[online].

http://citraredprincess.blogspot.com/2012/10/dasar-teori-pewarnaan-sederhana.html
(diakses tanggal 12 Desember 2014)
Yuliani,Switiani

Eka.2013.Pewarnaan

Bakteri.[online].

http://switianiekayuliani.blogspot.com/2013/03/pewarnaan-bakteri.html
tanggal 12 Desember 2014)

(diakses

Rustansi,Eka

Isty.2012.Pewarnaan

Sederhana.[online]

http://ekiisty.blogspot.com/2012/08/pewarnaan-sederhana.html (diakses tanggal 12


Desember 2014)