Anda di halaman 1dari 17

UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL VETERAN

JAKARTA

LAPORAN KASUS

Blighted Ovum

Disusun Oleh :
Febri Qurrota Aini

1320221136

Pembimbing :
dr. Adi Rahmanadi, SpOG

KEPANITERAAN KLINIK ILMU KANDUNGAN DAN KEBIDANAN


RUMAH SAKIT UMUM DAERAH AMBARAWA SEMARANG
PERIODE 15 Maret 22 Mei 2015

LEMBAR PENGESAHAN KOORDINATOR


KEPANITERAAN ILMU KEBIDANAN DAN KANDUNGAN

Laporan Kasus
Blighted Ovum

Diajukan untuk Mengikuti Ujian Kepaniteraan Klinik


di Bagian Ilmu Kandungan dan Kebidananan
Rumah Sakit Umum Ambarawa

Disusun Oleh :
Febri Qurrota Aini

1320.221.136

Telah disetujui oleh Pembimbing


Nama Pembimbing

Tanda Tangan

Tanggal

dr. Adi Rachmanadi, Sp.OG

Mengesahkan :
Koordinator Kepaniteraan Ilmu Kebidanan dan Kandungan

dr. Hary Purwoko, Sp.OG,KFER

KATA PENGANTAR
Puji syukur penulis panjatkan ke hadirat Allah SWT karena atas rahmat dan
karunia-Nyalah penulis dapat menyelesaikan laporan yang berjudul Blighted
Ovum. Laporan ini dibuat untuk memenuhi salah satu syarat ujian Kepaniteraan
Klinik Bagian Ilmu Kandungan dan Kebidanan di RSUD Ambarawa.
Penyusunan laporan ini dapat terselesaikan tak lepas dari pihak-pihak yang
telah banyak membantu penulis dalam merampungkan laporan ini. Untuk itu, penulis
mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada
1. dr. Hary Purwoko, Sp.OG, KFER atas bimbingan dan kesabarannya selama
penulis menempuh pendidikan di kepaniteraan klinik.
2. dr. Adi Rachmanadi, Sp.OG atas kesabaran dan bimbingannya selama penulis
menempuh pendidikan di kepaniteraan klinik.
3. Para staf medis dan non-medis yang bertugas di Bagian Ilmu Kandungan dan
Kebidanan di RSUD Ambarawa atas bantuannya untuk penulis.
4. Teman-teman seperjuangan di kepaniteraan klinik Ilmu Kandungan dan
Kebidanan di RSUD Ambarawa.

Penulis menyadari bahwa laporan ini masih jauh dari kesempurnaan. Oleh
karena itu, kritik dan saran yang dapat membangun laporan ini kedepannya sangat
penulis harapkan demi perbaikan materi penulisan dan menambah wawasan penulis.

Ambarawa,

Mei 2015

Penulis

BAB I

STATUS PASIEN

I.

IDENTIFIKASI
A. Identitas Pasien

II.

Nama

: Ny. R

Tanggal Lahir

: 30 April 1969

Umur

: 46 tahun

Jenis Kelamin

: Perempuan

Agama

: Islam

Status perkawinan

: Menikah

Pendidikan

: SD

Pekerjaan

: Swasta

Alamat

: Warak 5/6 Dukuh, Sidomukti

Tanggal masuk RS

: 15 Mei 2015

No RM

: 060508

ANAMNESIS
Keluhan Utama :
Pasien G4P2A1 datang dari poliklinik Kandungan RSUD Ambaawa dengan
keluhan flek-flek sejak 1 minggu yang lalu.
Riwayat penyakit sekarang
Pasien G4P2A1 datang dari poliklinik Kandungan RSUD Ambaawa dengan
keluhan flek-flek sejak 1 minggu yang lalu. Flek berwarna kecoklatan namun
tidak penuh dalam 1 pembalut, keluhan disertai nyeri perut (+). Pasien sejak 1
minggu yang lalu sudah berobat ke Poliklinik Kandungan RSUD Ambarawa dan
diberi obat, sejak diberikan obat flek mulai berkurang. 1 minggu yang lalu

pasien sudah USG dan pasien mengatakan hasil USG menyatakan baginya
masih belum terlihat diusia kehamilan 10 minggu. Pasien diminta control
kembali 1 minggu kemudian jika obatnya sudah habis. Selama menggunakan
obat pasien mengeluh flek mulai berkurang, lalu datanglah pasien tanggal 15
mei 2015 untuk kontol karena obat habis. Saat di USG hanya terlihat kantong
janin dan tidak terlihat janinnya. Lalu pasien juga mengatakan sejak obat yang
diberikan 1 minggu yang lalu habis pasien mengeluhkan flek pada tanggal 15
Mei 2015 semakin banyak semenjak obat habis. Riwayat trauma (-).
Riwayat penyakit dahulu
Hipertensi, diabetes melitus, asma, alergi makanan dan obat disangkal
Riwayat Haid / Keluarga Berencana
Haid pertama kali umur

: 14 tahun

Siklus haid

: teratur, 28 hari / bulan

Durasi & banyaknya haid

: 7 hari, 2-3 kali ganti softex

KB

:-

Riwayat Perkawinan & Kehamilan


Pasien menikah sudah 2. Lama menikah dengan suami sekarang 2 tahun.
Anak :
1. Laki-laki, lahir pontan pervaginam, dukun beranak, aterm, BB 3000 gram, usia
23 th
2. Laki-laki, lahir spontan pervaginam, dukun beranak, preterm , BB 1500 gram,
usia 10th
3. Keguguran
4. Hamil ini

Riwayat Ante natal care

Pasien belum pernah kontrol ke bidan


2 x USG di RSUD Ambarawa

III.

PEMERIKSAAN FISIK
Dilakukan pertama kali pada tanggal 15 Mei 2015

STATUS GENERALIS
Keadaan Umum

: Tampak sakit sedang

Kesadaran

: Compos mentis

Tanda Vital
Tekanan Darah

: 106/75 mmHg

Nadi

: 72 x/menit, reguler, cukup, simetris kanan kiri

Suhu

: 36,0 C

Pernapasan

: 22 x/menit, teratur

BB

: 51kg

TB

: 157cm

BMI

: 20,69

Kulit

: Sawo matang, ikterik (-), sianosis (-), turgor


normal, kelembaban normal

Kepala dan Leher

Kepala

: Normosefali, ubun-ubun normal, rambut warna


hitam, distribusi merata, tidak mudah dicabut,
pucat

Mata

: Konjungtiva anemis -/-, sklera ikterik -/-

Hidung

: Bentuk normal, septum deviasi (-), nafas cuping


hidung -/-, sekret -/-,

Mulut

: Bibir merah muda, kering (-), sianosis (-)

Lidah

: Tidak dinilai

Tonsil

: Tidak dinilai

Tenggorokan

: Tidak dinilai

Leher

: KGB tidak teraba membesar

Thorax
Paru
Inspeksi

: Bentuk dada normal, simetris, gerak pernapasan


simetris

Palpasi

: Gerak napas simetris, vocal fremitus simetris

Perkusi

: Sonor di semua lapang paru

Auskultasi

: Suara napas vesikuler, ronchi -/-, wheezing -/-

Jantung
Inspeksi

: Ictus cordis tidak tampak

Palpasi

: Ictus cordis teraba, thrill (-)

Perkusi

: Redup

Auskultasi

: SISII reguler, murmur (-), gallop (-)

Abdomen
Inspeksi

: Datar

Palpasi

: Teraba supel, nyeri tekan di seluruh kuadran


abdomen

Auskultasi

: Bising usus (+) normal

Ekstremitas

: Akral hangat, edema (-) pada ekstremitas, sianosis


(-), CRT <2 detik

Pemeriksaan obstetri
TFU

: setinggi symphisis pubis

PPV (+) merah, prongkol-prongkol (-)

PEMERIKSAAN LABORATORIUM
Hb

: 8.6 g/dl

PDW

: 15.1 %

Leukosit

: 25.000/l

MPV

: 8.8 mikro m3

Eritrosit

: 3.76 juta

Limfosit

: 1.2

Hematokrit

: 25.8%

Monosit

: 0.7

MCV

: 68.6 mikro m3

Granulosit

: 23.1

MCH

: 22.9 pg

Limfosit

MCHC

: 33.3 g/dl

monosit: 0.7%

RDW

: 14%

granulosit

: 92.4 %

Trombosit

: 248.000

PCT

: 0.218

PTT

: 10.6

APTT

: 30.5

Golongan darah : A

: 4.7%

Sekresi dan Ekskresi:

IV.

Protein Urin
Serologi

: negatif
: HbsAg non reactive

RESUME
Pasien G4P2A1 datang dari poliklinik Kandungan RSUD Ambaawa dengan
keluhan flek-flek sejak 1 minggu yang lalu. Flek berwarna kecoklatan namun
tidak penuh dalam 1 pembalut, keluhan disertai nyeri perut (+). Pasien sejak 1
minggu yang lalu sudah berobat ke Poliklinik Kandungan RSUD Ambarawa dan
diberi obat, sejak diberikan obat flek mulai berkurang. 1 minggu yang lalu pasien
sudah USG dan pasien mengatakan hasil USG menyatakan baginya masih belum
terlihat diusia kehamilan 10 minggu. Pasien diminta control kembali 1 minggu
kemudian jika obatnya sudah habis. Selama menggunakan obat pasien mengeluh
flek mulai berkurang, lalu datanglah pasien tanggal 15 mei 2015 untuk kontol
karena obat habis. Saat di USG hanya terlihat kantong janin dan tidak terlihat
janinnya. Lalu pasien juga mengatakan sejak obat yang diberikan 1 minggu yang
lalu habis pasien mengeluhkan flek pada tanggal 15 Mei 2015 semakin banyak
semenjak obat habis. Riwayat trauma (-).

V.

DIAGNOSIS KERJA
G4P2A1 usia kehamilan 10 minggu dengan blighted ovum

VI.

PENATALAKSANAAN
Rencana Diagnostik:

Bed rest, observasi tanda vital, keadaan umum, perdarahan pervaginam.

Rencana Terapi:
Methergin iv 3x1 ampul
Oksitosin iv 5 IU 12 tpm dalam infuse RL 500cc
Citostol 3x1 tab
Curettage
FOLLOW UP

15/5/2015
Pukul : 07.00
WIB

S : pusing (+), sesak (-)


O : Ku/ Kes sakit sedang / CM
TD :100/70 mmHg RR : 18x/menit
N : 73x/menit
S : 36,50C
Mata : CA +/+
Mulut : mukosa lembab, sianosis (-)
A : G4P2A1 uk 10 minggu dengan blighted ovum

16/5/2015
Pukul :
07.00WIB

S : pusing, lemas. Keluar pronkolan seperti daging


O : Ku/Kes : sakit sedang / CM
TD : 110/70mmHg RR : 18x/menit
N : 80x/menit
S : 370C
Mata : CA -/A : G4P2A1 uk 10 minggu dengan blighted ovum
S : tidak ada keluhan
O : ku/ kes sakit sedang/ CM
TD : 110/80mmHg
RR : 20x/menit
N : 80x/menit
S : 36,3 0C
Mata : CA -/Hb : 11,6 g/dl
A : G4P2A1 uk 10 minggu dengan blighted ovum

17 / 5 / 2015
Pukul : 06.30
WIB

18 / 5 / 2015
Pukul : 06.00
WIB

S : tidak ada keluhan


O : Ku / kes sakit ringan/CM
TD : 110/70 mmHg RR : 20x/menit
N : 76x/menit
S : 360C
A : G4P2A1 uk 10 minggu dengan blighted ovum

BAB II
TINJAUAN TEORI

10

Blighted Ovum (BO) adalah kehamilan tanpa janin (anembryonic pregancy), jadi
cuma ada kantong gestasi (kantong kehamilan) dan air ketuban saja.
kehamilan anembryonic mengacu pada kehamilan di mana kantung kehamilan
berkembang di dalam rahim, namun kantung kosong dan tidak mengandung
embrio. Penjelasan yang paling mungkin adalah bahwa embrio berhenti berkembang
pada tahap yang sangat awal dan itu kembali diserap. Kehamilan Anembryonic"
berarti kehamilan tanpa embrio.
dikenal sebagai "kehamilan anembryonic" terjadi ketika telur yang telah dibuahi
menempel pada dinding rahim, tetapi embrio tidak berkembang.Sel berkembang
untuk membentuk kantung kehamilan, tetapi tidak embrio itu sendiri.
blighted ovum adalah jenis umum
dalam rahim

keguguran. Ini terjadi ketika telur dibuahi di

tetapi embrio yang dihasilkan berhenti berkembang sangat awal

atau tidak terbentuk sama sekali. (Dr Umesh Jindal). Blighted ovum adalah keadaan
dimana seorang wanita merasa hamil tetapi tidak ada janin di dalam kandungan.
Blighted ovum (kehamilan anembrionik) merupakan kehamilan patologik, dimana
mudigah tidak terbentuk sejak awal. Di samping mudigah, kantong kuning telur juga
tidak ikut terbentuk. Seorang wanita yang mengalaminya juga merasakan gejalagejala kehamilan seperti terlambat menstruasi, mual dan muntah pada awal kehamilan
(morning sickness), payudara mengeras, serta terjadi pembesaran perut, bahkan saat
dilakukan tes kehamilan baik test pack maupun laboratorium hasilnya pun positif.
Blighted ovum (anembryonic pregnancy) terjadi pada saat ovum yang sudah dibuahi
menempel ke dinding uterus, tapi embrio tidak berkembang. Sel-sel berkembang
membentuk kantong kehamilan, tapi tidak membentuk embrio itu sendiri. Blighted
ovum biasanya terjadi pada trimester pertama sebelum wanita tersebut mengetahui
tentang kehamilannya.
1. Etiologi
Kelainan kromosom pada saat proses pembuahan sel telur dan sel
sperma (kualitas sel telur yang tidak bagus.

11

Blighted ovum merupakan penyebab sekitar 50% keguguran trimester


pertama dan biasanya merupakan akibat dari masalah kromosom. Tubuh
wanita mengenali kromosom abnormal pada janin dan secara alami tidak
mencoba untuk melanjutkan kehamilan karena janin tidak akan berkembang
menjadi bayi yang sehat. Hal ini dapat disebabkan oleh pembelahan sel

abnormal, atau kualitas sperma yang buruk atau telur.


Infeksi dari torch, kelainan imunologi dan penyakit diabetes dapat ikut

menyebabkan terjadinya blighted ovum


Faktor usia:semakain tinggi usia suami atau istri, semakin tinggi pula

peluang terjadinya blighted ovum.


Meskipun prosentasenya tidak terlalu besar, infeksi rubella, infeksi TORCH,
kelainan imunologi, dan sakit kencing manis/diabetes melitus yang tidak
terkontrol.pada ibu hamil dapat menjadi menyebabkan terjadinya kehamilan

kosong.
Sekitar 60% blighted ovum disebabkan kelainan kromosom dalam proses
pembuahan sel telur dan sperma. Tubuh ibu mengenali adanya kromosom
yang abnormal pada janin dan secara alami tubuh berusaha untuk tidak
melanjutkan kehamilan karena janin tidak akan berkembang menjadi bayi
normal yang sehat. Hal ini dapat disebabkan oleh pembelahan sel yang
abnormal, atau kualitas sperma atau telur yang kurang baik.Infeksi TORCH
dan streptokokus, penyakit kencing manis (diabetes mellitus) yang tidak
terkontrol, rendahnya kadar beta HCG serta faktor imunologis seperti adanya
antibodi terhadap janin juga dapat menyebabkan blighted ovum. Risiko juga
meningkat bila usia suami atau istri semakin tua karena kualitas sperma atau

ovum menjadi turun.


2. Patogenensis
Pada saat pembuahan, sel telur yang matang dan siap dibuahi bertemu sperma.
Namun dengan berbagai penyebab (diantaranya kualitas telur/sperma yang
buruk atau terdapat infeksi torch), maka unsur janin tidak berkembang sama
sekali. Hasil konsepsi ini akan tetap tertanam didalam rahim lalu rahim yang
berisi hasil konsepsi tersebut akan mengirimkan sinyal pada indung telur dan

12

otak sebagai pemberitahuan bahawa sudah terdapat hasil konsepsi didalam


rahim. Hormon yang dikirimkan oleh hasil konsepsi tersebut akan
menimbulkan gejala-gejala kehamilan seperti mual, muntah dan lainya yang
lazim dialami ibu hamil pada umumnya hal ini disebabkan Plasenta
menghasilkan hormon hCG (human chorionic gonadotropin) dimana hormon
ini akan memberikan sinyal pada indung telur (ovarium) dan otak sebagai
pemberitahuan bahwa sudah terdapat hasil konsepsi di dalam rahim. Hormon
hCG yang menyebabkan munculnya gejala-gejala kehamilan seperti mual,
muntah, ngidam dan menyebabkan tes kehamilan menjadi positif. Karena tes
kehamilan baik test pack maupun laboratorium pada umumnya mengukur kadar
hormon hCG (human chorionic gonadotropin) yang sering disebut juga sebagai
hormon kehamilan.
3. Manifestasi Klinis
Pada awal kehamilan berjalan baik dan normal tanpa ada tanda-tanda

kelainan
Kantung kehamilan terlihat jalas, tes kehamilan urin positif
Blighted ovum terdeteksi saat ibu melakukan USG pada usia kehamilan

memasuki 6-7 minggu.


kemungkinan memiliki kram perut ringan, dan atau perdarahan bercak

ringan.
Blighted ovum sering tidak menyebabkan gejala sama sekali. Gejala dan

o
o
o
o
o

tanda-tanda mungkin termasuk:


Periode menstruasi terlambat
Kram perut
Minor vagina atau bercak perdarahan
Tes kehamilan positif pada saat gejala
Ditemukan setelah akan tejadi keguguran spontan dimana muncul keluhan

perdarahan
o Hampir sama dengan kehamilan normal
o Gejala tidak spesifik (perdarahan spotting coklat kemerah-merahan, kram
perut, bertambahnya ukuran rahim yang lambat)
o Tidak sengaja ditemukan dengan USG
4. Diagnosa
Anamnesis (tanda - tanda kehamilan)
Pemeriksaan fisik
13

diagnosis pasti dengan pemeriksaan penunjang (USG)


Diagnosis kehamilanan embrionik bisa dilakukan saat kehamilan memasuki
usia 6-7 minggu. Sebab saat itu diameter kantung kehamilan sudah lebih
besar dari 16 milimeter sehingga bisa terlihat lebih jelas. Dari situ juga akan
tampak, adanya kantung kehamilan yang kosong dan tidak berisi janin.
Diagnosis kehamilan anembriogenik dapat ditegakkan bila pada kantong
gestasi yang berdiameter sedikitnya 30 mm, tidak dijumpai adanya struktur
mudigah dan kantong kuning telur.

Gambar 1 : Blighted Ovum

Gambar 2 : Kehamilan Normal


Hingga saat ini belum ada cara untuk mendeteksi dini kehamilan blighted
ovum. Seorang wanita baru dapat diindikasikan mengalami blighted ovum

14

bila telah melakukan pemeriksaan USG transvaginal. Karena gejalanya yang


tidak spesifik, maka biasanya blighted ovum baru ditemukan setelah akan
tejadi keguguran spontan dimana muncul keluhan perdarahan. Selain
blighted ovum, perut yang membesar seperti hamil, dapat disebabkan hamil
anggur (mola hidatidosa), tumor rahim atau penyakit usus.
5. Penanganan
Jika telah didiagnosis blighted ovum, maka tindakan selanjutnya adalah
mengeluarkan hasil konsepsi dari rahim (kuretase). Hasil kuretase akan
dianalisa untuk memastikan apa penyebab blighted ovum lalu mengatasi
penyebabnya. Jika karena infeksi maka dapat diobati sehingga kejadian ini
tidak berulang. Jika penyebabnya antibodi maka dapat dilakukan program
imunoterapi

sehingga

kelak

dapat

hamil

sungguhan.

Lebih

penting

adalah trauma mental untuk pasangan. Hal ini membutuhkan konseling dan
meyakinkan mereka bahwa proses ini sangat umum. Hal ini lebih baik untuk
menghindari

kehamilan selama

2 bulan

dan dapat

mencoba

lagi. Tidak

perlu menunggu sangatlama.Umumnya sel telur blighted adalah kejadian acak


dan kemungkinan pengulangancukup kurang.
6. Pencegahan
Dalam banyak kasus blighted ovum tidak bisa dicegah. Beberapa pasangan
seharusnya melakukan tes genetika dan konseling jika terjadi keguguran
berulang di awal kehamilan. Blighted ovum sering merupakan kejadian satu

kali, dan jarang terjadi lebih dari satu kali pada wanita.
Untuk mencegah terjadinya blighted ovum, maka dapat dilakukan beberapa
tindakan pencegahan seperti pemeriksaan TORCH, imunisasi rubella pada
wanita yang hendak hamil, bila menderita penyakit disembuhkan dulu,
dikontrol gula darahnya, melakukan pemeriksaan kromosom terutama bila
usia di atas 35 tahun, menghentikan kebiasaan merokok agar kualitas
sperma/ovum baik, memeriksakan kehamilan yang rutin dan membiasakan

pola hidup sehat.


Untuk mencegah terjadinya blighted ovum, maka dapat dilakukan beberapa
tindakan pencegahan seperti pemeriksaan TORCH, imunisasi rubella pada

15

wanita yang hendak hamil, bila menderita penyakit disembuhkan dulu,


dikontrol gula darahnya, melakukan pemeriksaan kromosom terutama bila
usia di atas 35 tahun, menghentikan kebiasaan merokok agar kualitas
sperma/ovum baik, memeriksakan kehamilan yang rutin dan membiasakan
pola hidup sehat.

DAFTAR PUSTAKA

1. Affandi B, Adriaanz G, Widohariadi, dkk. Paket Pelatihan Klinik: Asuhan Pasca


Keguguran, Edisi Kedua. Jakarta: JNPK-KR/POGI, 2002. Hal. 2-1 s.d. 2-9; 4-1 s.d.
4-13.
2. Cunningham FG, Leveno KJ, Bloom SL (Editors). Abortion. In: Williams
Obstetrics, 23rd Edition. New York: McGraw-Hill, 2010. [e-book].
3. DeCherney AH, Nathan L, Goodwin TM, et al. Spontaneous Abortion. In:
Current Diagnosis and Treatment in Obstetric and Gynecology. New York:
McGraw-Hill, 2003. [e-book].
4. Hadijanto B. Perdarahan pada Kehamilan Muda. Saifuddin AB, Rachimhadhi T,
Wiknjosastro GH (Editor). Dalam: Ilmu Kebidanan, Edisi Keempat. Jakarta: PT
Bina Pustaka Sarwono Prawiroharjo, 2010. Hal. 460-74.
5. Hanretty KP. Vaginal Bleeding in Pregnancy. In: Obstetrics Illustrated, 6 th
Edition. London: Churchill-Livingstone, 2003. [e-book].

16

6. Mathai M, Sanghvi H, Guidotti RJ. Vaginal Bleeding in Early Pregnancy. In;


Managing Complications in Pregnancy and Childbirth: A Guide for Midwives
and Doctors. Geneva: WHO, 2007. p. S-7 s.d S-17.

17