Anda di halaman 1dari 16

Protozoa adalah sekelompok organisme yang bersel satu, jumlahnya kurang lebih

50.000 species yang telah diidentifikasi dan 20.000 species yang berupa fosil. Ribuan spesies
dideskripsikan sebagai organisme yang bebas sedangkan lainnya hidup secara parasit pada
hewan lain.
Protozoa hidup di lingkungan yang basah, misalnya dalam air baik tawar, maupun air
bergaram atau dalam tanah yang basah sampai kedalaman kurang lebih 20 cm, dalam tubuh
manusia atau hewan tingkat tinggi lainnya yang bercairan, atau di semua tempat di mana saja.
Jumlah hewan protozoa dalam suatu tempat sering sangat menakjubkan, misalnya dalam
suatu kolam dapat mencapai jutaan hewan, bahkan milyaran. Alat gerak protozoa bermacammacam dari yang sederhana berupa pseudopodia sampai flagella dan silia. Pseudopodia selalu
dibentuk dari ektoplasma, walaupun endoplasma akan mengikutinya dan pada tubuh protozoa
akan dijumpai plastida dan benda-benda sejenisnya, misalnya khromatofora, piroid, stigmata,
pigmen dan alat-alat simbiotik.
Hewan paling sederhana di dunia ini adalah protozoa. Disebut paling sederhana
karena hewan tersebut hanya terdiri dari satu sel dan biasanya berukuran mikroskopis antara
5-5.000 mikron, rata-rata antara 30-300 mikron (Sugiarji, 2005: 26).
Protozoa berasal dari bahasa yunani, yaitu protos yang artinya pertama dan zoon yang
artinya hewan. Protozoa merupakan hewan bersifat uniseluler, dimana setiap satu sel
protozoa merupakan keseluruhan dari organisme itu sendiri. Protoplasma dari protozoa dapat
mengadakan modifikasi-modifikasi atau penonjolan-penonjolan yang dapat bersifat
sementara atau tetap (Hartati, 2009: 17).
Protozoa merupakan sekelompok makhluk yang bersel tunggal, yang heterogen,
meliputi kurang lebih 50.000 species yang telah diberi nama, dan 20.000 species yang telah
berupa fosil. Ribuan species telah berhasil dideskripsikan sebagai makhluk yang hidup bebas
dan sebagian lainnya hidup secara parasit pada hewan lain, terutama hewan tingkat tinggi.

Jumlah hewan protozoa dalam suatu tempat sering sangat menakjubkan, misalnya dalam
suatu kolam dapat mencapai jutaan hewan, bahkan milyaran (Maskoeri, 1984: 31).
Protozoa yang jumlahnya besar itu mempunyai ciri-ciri yang berbeda, dan beberapa
ahli membagi menjadi 3 kingdom dan puluhan phyla. Sehubungan dengan hal tersebut
Whittaker (1969) mencoba mengklasifikasikan protozoa yang beraneka ragam itu satu
kingdom lain. Seperti kita ketahui bahwa hewan pada masa lalu hanya terdapat satu kingdom
yaitu kingdom Animalia, yang banyak diterima orang (Maskoeri, 1984: 31).
Seperti halnya sel makhluk hidup lain, sel protozoa terdiri dari protoplasma yang
dibungkus membran sel (plasmolemma) yang berfungsi sebagai dinding sel. Protoplasma
terdiri dari dua komponen utama yaitu inti sel (nukleus) dan isi sel atau sitoplasma. Dengan
menggunakan mikroskop akan terlihat bahwa sitoplasma terdiri atas dua bagian. Bagian
terluar tampak homogen dan jernih (hyalin) disebut ektoplasma, dan bagian dalam disebut
endoplasma. Dalam endoplasma terlihat benda-benda seperti butir-butir kecil dan serabut
benang halus yang ternyata adalah materi mengandung protein, karbohidrat, lemak, garam
mineral, serta organel. Protozoa tidak memiliki organ sejati seperti alat pencernaan dan alat
reproduksi sebagaimana layaknya metazoa. Akan tetapi mampu melakukan semua kegiatan
biologis seperti bergerak, makan, bernapas, dan reproduksi. Proses-proses tersebut dilakukan
oleh bagian di dalam sel, yang disebut vakuola kontraktil (Sugiarji, 2005: 26).
Sebagian besar Protozoa berkembang biak secara aseksual (vegetatif) dengan cara :
pembelahan mitosis dan spora. Pembelahan mitosis (biner), yaitu pembelahan yang diawali
dengan pembelahan inti dan diikuti pembelahan sitoplasma, kemudian menghasilkan 2 sel
baru. Pembelahan biner terjadi pada Amoeba, Paramaecium. sp, dan Euglena. sp.
Paramaecium membelah secara membujur/ memanjang setelah terlebih dahulu melakukan
konjugasi. Euglena membelah secara membujur /memanjang (longitudinal). Spora,
Perkembangbiakan aseksual pada kelas Sporozoa (Apicomplexa) dengan membentuk spora

melalui proses sporulasi di dalam tubuh nyamuk Anopheles. Spora yang dihasilkan disebut
sporozoid. Perkembangbiakan secara seksual pada Protozoa dengan cara : konjugasi dan
sporozoa. Konjugasi, Peleburan inti sel pada organisme yang belum jelas alat kelaminnya.
Pada Paramaecium. sp mikronukleus yang sudah dipertukarkan akan melebur dengan
makronukleus, proses ini disebut singami. Peleburan gamet Sporozoa (Apicomplexa) telah
dapat menghasilkan gamet jantan dan gamet betina. Peleburan gamet ini berlangsung di
dalam tubuh nyamuk (Anonim, 2010).
Pernapasan atau pertukaran oksigen dan karbondioksida berlangsung secara difusi
karena adanya perbedaan tekanan gas di dalam sel dan di luar sel. Protozoa bergerak dengan
menggunakan kaki semu (pseudopodia), cilia, atau flagella. Pseudopodia berasal dari
penjuluran sitoplasma, dan bersifat sementara terutama untuk berpindah tempat atau makan.
Gerakan tersebut timbul akibat dari kontraksi protoplasma memanjang dan memendek secara
lambat. Protozoa yang bergerak dengan pseudopodia

adalah dari kelas Sarcodina.

Pseudopodia dibagi dalam empat tipe atas dasar bentuk penjuluran protoplasmanya yaitu;
lobopodia, filopodia, reticulopodia, dan axopodia (Sugiarto, 2005: 26-27).
Cilia atau bulu getar merupakan alat gerak yang berbentuk bulu-bulu halus, biasanya
banyak dan selalu bergetar. Ada beberapa tipe-tipe cilia, yaitu; Holotrich, Heterotrich,
Peritrich, dan Hypotich (Hartati, 2009: 28).
Flagela (bulu cambuk) merupakan alat gerak berupa protoplasma panjang seperti
cambuk, berjumlah satu atau lebih tetapi umumnya dua helai. Flagela berfungsi sebagai alat
gerak maju dengan kecepatan antara 15 sampai 300 mikron per detik (Sugiarto, 2005: 28).
Cara makan protozoa ada 3 macam; yaitu autotrof, heterotrof, dan amfitrof. Autotrof
artinya dapat mensintesis makanan sendiri seperti layaknya tumbuh-tumbuhan dengan jalan
fotosintesis. Protozoa yang tidak dapat melakukan fotosintesis, mendapatkan makanannya
dengan jalan menelan benda padat, atau memakan organisme lain seperti bakteri, jamur atau

protozoa lain bersifat heterotrof. Protozoa yang bersifat autotrof dan heterotrof disebut
amfitrof (Sugiarto, 2005: 28).
Protozoa yang bersifat heterotrof dan dinding selnya terdiri dari suatu membran tipis,
mengambil makanannya dengan cara membungkus makanan kemudian menelannya ke dalam
sitoplasma. Cara ini disebut fagositosis. Pada jenis yang berdinding tebal (petikula), cara
mengambil mangsanya dengan menggunakan mulut sel yang disebut cytostome, dan biasanya
dilengkapi cilia untuk mengalirkan air hingga bila ada makanan yang lewat dapat ditangkap
dan dimasukkan ke dalam sitoplasma (Sugiarto, 2005: 28).
Makanan yang masuk ke dalam sitoplasma bersama air akan ditempatkan dalam
suatu rongga kecil yang disebut gastriola (vakuola makanan). Makanan di dalam gastriola
dicerna secara enzimatis. Hasil pencernaan disebarkan ke seluruh bagian protoplasma dengan
proses dengan proses pynocytose, sedangkan sisa pencernaan dibuang melalui lubang
sementara pada membrane sel; pada flagelata dan ciliata adakalanya terdapat lubang
permanen yang disebut cytopyge atau cytoproct. Kelebihan air dalam sel akan dikeluarkan
oleh organel yang disebut vakuola kontraktil dengan gerakan sistol dan diastolnya. Dalam
suatu sel protozoa biasanya ditemukan beberapa vakuola kontraktil yang terdapat dekat
dinding sel. Vakuola kontraktil pada protozoa yang hidup di air tawar berkembang dengan
baik, sedangkan yang di laut kurang berkembang (Sugiarto, 2005: 28-29).
Sampai saaat ini diperkirakan ada 50.000 spesies protozoa yang sudah diidentifikasi.
Habitat hidupnya di laut, air payau, air tawar dan daratan yang lembab maupun pasir kering.
Diantaranya banyak yang hidup bebas dan merupakan makanan bagi organisma dari
tingkatan yang lebih tinggi. Beberapa jenis flagelata dan ciliate merupakan makanan bagi
anak ikan. Akan tetapi banyak juga yang hidup sebagai parasit baik pada hewan, tumbuhan
maupun pada manusia. Parasit pada ikan antara lain Trichodina dan Ichthyophthirius dari
kelas ciliate, serta Heneguya dari kelas Myxosporea. Adapula jenis protozoa yang dapat

menghasilkan racun seperti Pyrodinium bahamense yang diduga sebagai penyebab red tide
atau pasang merah di berbagai pantai daerah Indopasifik, misalnya India, Thailand,
Singapura, Sabah, Philipina, Indonesia, dan Australia. Disamping itu ada juga jenis protozoa
yang dapat digunakan untuk mencegah serangan protozoa jenis tertentu. Misalnya
Tetrahymena pyriformis digunakan sebagai vaksin pencegah serangan jenis Ichthyophthirius
multifiliis (Anonim, 2010).

Adapun alat yang digunakan dalam praktikum ini adalah mikroskop, kaca preparat,
deck glass dan pipet biasa.
2. Bahan
Adapun bahan yang digunakan dalam praktikum ini adalah sebagai berikut methylen
blue encer, sampel air yang diperoleh dari tempat genangan air seperti pada genangan air
selokan, air kolam, air jerami, dan tissue.
3. Prosedur Kerja
Adapun prosedur kerja yang digunakan pada praktikum ini sebagai berikut;
1. Mengambil sampel air dengan menggunakan pipet, meletakkan dengan hati-hati di atas objek
gelas lalu mengamati pada mikroskop (mengusahakan mulai pada perbesaran terkecil).
2. Mengamati struktur morfologi ataupun anatomi dari organisme yang telah diamati kemudian
mencatat jenisnya.
3. Dapat memberi pewarna pada organisme tersebut, misalnya methylen blue encer dengan cara
meneteskan pada salah satu sisi deck glass dan menghisapnya dengan menggunakan tissue
atau kertas saring pada sisi lain deck glass.
Adapun hasil pengamatan pada praktikum ini yaitu sebagai berikut :
1. Air selokan (Paramecium sp)

Perbesaran : 10 X 10
Keterangan :
1.

Cilia

2.

Membrane plasma

3.

Endoplasma

4.

Mikronukleus

5.

Makronikleus

6.

Cell mulut

7.

Sitoplasma

8.

Ektoplasma

9.

Vakuola kontraktil

10. Vakuola makanan


11. Sitosoma

2.Air selokan (Chlamidomonas sp)


Perbesaran : 10 X 10
Keterangan :
1. Dinding sel
2. Mitokondria
3. Badan golgi
4. Nukleus
5. Pyrenoid body
6. Kloroplas
7. Star granule

8. Vakuola kontraktil
9. Flagella
1. Paramecium sp
a.

Morfologi
Paramecium ini berukuran sekitar 50-350m. yang telah memiliki selubung inti
(Eukariot). Protista ini memiliki dua inti dalam satu sel, yaitu inti kecil (Mikronukleus) yang
berfungsi untuk mengendalikan kegiatan reproduksi, dan inti besar (Makronukleus) yang
berfungsi untuk mengawasi kegiatan metabolisme, pertumbuhan, dan regenerasi. Sistem
reproduksi pada protista yaitu secara aseksual (membelah diri dengan cara transversal), dan
seksual (dengan konjugasi). Paramecium bergerak dengan menggetarkan silianya, yang
bergerak melayang-layang di dalam air. Cara menangkap makanannya adalah dengan cara
menggetarkan rambut (silianya), maka terjadi aliran air keluar dan masuk mulut sel. Saat
itulah bersamaan dengan air masuk bakteri bahan organik atau hewan uniseluler lainnya.
memiliki vakuola makanan yang berfungsi untuk mencerna dan mengedarkan makanan, serta
vakuola berdenyut yang berguna untuk mengeluarkan sisa makanan.

b.

Anatomi
Paramecium memiliki bentuk oval, sandal, bulat di bagian depan / atas dan menunjuk
di belakang / bawah. Kulitnya tipis dan elastis. Adapun yang menutupi kulit tipis adalah
rambut-rambut kecil banyak, yang disebut silia. Lubang bagian belakang disebut pori anal.
Pada bagian luar paramecium ditemukan vakuola kontraktil dan kanal. Dan bagian dalam
paramecium terdapat sitoplasma, trichocysts, kerongkongan, vakuola makanan, macronucleus
dan mikronukleus itu sendiri. Paramecium sering disebut sepatu animalcules karena
bentuknya seperti sepatu. Paramecia adalah organisme uniseluler biasanya kurang dari 0,25
mm (0,01 in) panjang dan ditutupi dengan rambut yang disebut silia. Silia digunakan dalam
gerak dan selama makan. Ketika bergerak melalui air, paramecia mengikuti jalan spiral

sementara berputar pada sumbu panjang. Paramecium memiliki inti besar yang disebut
macronucleus, dan satu atau dua inti kecil yang disebut micronuclei. Reproduksi aseksual
biasanya oleh pembelahan biner melintang, kadang-kadang seksual dengan konjugasi, dan
jarang oleh endomixis, proses nuklir yang melibatkan reorganisasi total DNA organisme
individu. Macronuclear di Paramecium memiliki gen kepadatan tinggi sangat. macronucleus
dapat berisi sampai 800 eksemplar dari setiap gen. Paramecia berlimpah-limpah di kolam air
tawar di seluruh dunia; satu spesies hidup di perairan laut.
Paramecium menggunakan pemukulan silia pada saat berenang. Bergeraknya
paramecium oleh spiral melalui air pada sumbu yang tak terlihat. Paramecium bergerak
mundur, para silia hanya mengalahkan maju di sudut. Jika paramecium berjalan ke arah
benda padat berubah silia dan memukul ke depan, menyebabkan paramecium untuk pergi ke
belakang. paramecium itu berbalik sedikit dan berjalan maju lagi.
Paramecium memakan mikroorganisme seperti bakteri, alga, dan ragi. paramecium
menggunakan silia untuk menyapu makanan bersama dengan air ke dalam mulut sel setelah
jatuh ke dalam alur lisan. Makanan berjalan melalui mulut ke dalam tenggorokan dalam sel.
Jika ada cukup makanan di dalamnya sehingga telah mencapai ukuran tertentu, melepaskan
diri dan membentuk vakuola makanan. Vakuola makanan berjalan menuju sel. Lalu bergerak
sepanjang enzim dari sitoplasma masuk vakuola dan mencernanya. Makanan dicerna
kemudian masuk ke dalam sitoplasma dan vakuola semakin kecil dan lebih kecil. Ketika
vakuola mencapai pori anal limbah sisa belum dicernakan akan dihapus. Paramecium dapat
mengeluarkan trichocyts ketika mereka mendeteksi makanan, dalam rangka untuk lebih
menangkap mangsanya. Trichocyts ini diisi dengan protiens. Trichocysts juga dapat
digunakan sebagai metode pertahanan diri. Paramecium adalah heterotrophs. bentuk umum
mereka dari mangsanya adalah bakteri. Organisme tunggal memiliki kemampuan untuk

makan sehari 5.000 bakteri. Mereka juga dikenal untuk makan ragi, alga, dan protozoa kecil
ambil. Paramecium mangsanya melalui fagositosis.
c.

Habitat
Habitat dari Paramecium yaitu hidup di perairan, biasanya stagnan, air hangat. Spesies
Paramecium bursaria bentuk hubungan simbiotik dengan ganggang hijau. Ganggang ini
hidup di sitoplasma nya. fotosintesis ganggang menyediakan sumber makanan untuk
Paramecium. Beberapa spesies membentuk hubungan dengan bakteri. Mereka tidak bisa
tumbuh di luar organisme ini. Spesies ini mengakuisisi-shock perlawanan panas ketika
terinfeksi obtusa Holospora, yang berkontribusi terhadap gerakan silia. Paramecium juga
dikenal sebagai mangsa untuk Didinium .
Paramecia berperan dalam siklus karbon karena bakteri mereka makan sering
ditemukan pada tanaman membusuk. Paramecium akan memakan materi tanaman membusuk
di samping bakteri, lebih lanjut membantu dekomposisi.

d.

Klasifikasi
Adapun klasifkasi Paramecium .sp yaitu :
Kingdom

: Protista

Filum

: Ciliophora

Class

: Ciliatea

Subkelas

: Rhabdophorina

Ordo

: Peniculida

Subordo

: Hymenostomatida

Family

: Parameciidae

Genus

: Paramecium

Species

: Paramecium .sp

Sedangkan jenis-jenis Paramecium itu sendiri terbagi atas :


Paramecium Aurelia
Paramecium bursaria
Paramecium caudatum
Paramecium tetraurelia

2.

Chlamidomonas sp

a.

Morfologi
Chlamydomonas merupakan genus dari ganggang hijau yang bersifat uniselular dan
bergerak dengan flagelata. Chlamydomonas digunakan sebagai model organisme untuk
biologi molekular, terutama pembelajaran pergerakkan flagella dan dinamika kloropas,
biogenesis dan genetika.
Reproduksi chalamydomonas secara seksual dan aseksual. Reproduksi secara
aseksual dilakukan dengan cara membentuk zoospora melalui pembelahan inti secara mitosis,
sedangkan reproduksi seksualnya dimulai dengan membelahnya sel dan kemudian
menghasilkan gamet jantan atau gamet betina. Kedua jenis gamet tersebut akan dihasilkan
dengan bentuk yang dan ukuran yang sama dan akan membentuk zigot yang dinding selnya
tebal atau zigospora. Setelah terbentuk Zigospora, dinding tebal zigospora akan pecah dan
keluar zoospora. Kemudian akan melakukan pembelahan meiosis untuk membentuk sel anak
Chlamydomonas
Chlamydomonas merupakan sel haploid berflagela. Selama reproduksi seksual, sel
tersebut akan melakukan tiga kali pembelahan mitosis dan membentuk 2-8 sel haploid
berflagela.

b.

Anatomi

Dua filamen sitoplasma, flagela, (sing. flagela), memperpanjang dari satu ujung, dan
banyaknya mereka cambuk-seperti tarik Chlamydomonas melalui air dan memutar itu pada
saat yang sama, satu kloroplas berbentuk cangkir menempati sebagian besar sel. Dalam
kloroplas ini merupakan wilayah protein yang disebut pyrenoid, yang terlibat dalam produksi
pati dan sering dikelilingi oleh butiran pati.
Sebuah daerah sitoplasma dekat asal flagela ini sangat sensitif terhadap cahaya, dan
terkait dengan ini adalah tempat pigmen merah, yang bayangan ketika dilemparkan pada
daerah sensitif diperkirakan menimbulkan gerakan berputar pada Chlamydomonas dan
membawanya ke kawasan di mana intensitas cahaya yang paling cocok untuk itu.
Chlamydomonas membuat makanan dalam cara yang sama seperti tanaman hijau, tapi
tanpa sistem yang rumit dari akar, batang dan daun dari tanaman yang lebih tinggi. Hal ini
dikelilingi oleh air yang mengandung karbon dioksida terlarut dan garam sehingga di dalam
terang, dengan bantuan kloroplas, ia dapat membangun pati oleh fotosintesis. Dari
karbohidrat ini, dengan unsur-unsur tambahan, dapat mensintesis semua bahan lainnya yang
diperlukan untuk keberadaannya.
c.

Habitat
Chlamydomonas adalah hidup di air tawar. Dalam kondisi baik individu
Chlamydomonas akan terus tumbuh dan kemudian, pada ukuran tertentu, berkembang biak
dengan pembelahan sel. flagela yang ditarik, sitoplasma menyusut sedikit dalam dinding sel,
nukleus dan sitoplasma kemudian membagi sekali, dua kali, atau kadang-kadang tiga kali,
untuk memberikan dua, empat atau delapan unit terpisah dari sitoplasma masing-masing
dengan inti dan kloroplas. Masing-masing unit membentuk dinding sel baru dan sepasang
flagella.

d.

Klasifikasi
Adapun Klasifikasi dari Chlamidomonas sp yaitu :

Kingdom

: Plantae

Divisi

: Chlorophyta

Kelas

: Chlorophyceae

Ordo

: Volvocales

Famili

: Chlamydomonadaceae

Genus

: Chlamydomonas

Species

: Chlamidomonas .sp

Adapun yang termasuk spesies Chlamidomonas sp yaitu :


Chlamydomonas reinhardtii
Chlamydomonas moewusii
Chlamydomonas nivalis

KESIMPULAN
Adapun kesimpulan yang dapat diambil dari praktikum ini adalah sebagai berikut;
1. Berdasarkan struktur dan alat geraknya atau berdasarkan fase yang dominan selama siklus
hidupnya, protozoa terdiri dari; Sarcodina atau Rhizopoda, Magitisphora atau Flagellata,
Sporozoa, Ciliata atau Infuzoria, dan, Suctoria.
2. Protozoa terdiri dari protoplasma yang di bungkus membran sel yang berfungsi sebagai
dinding sel. Protoplasma terdiri dari dua komponen utama yaitu inti sel (nukleus) dan isi sel
atau sitoplasma.
DAFTAR PUSTAKA
Suwignyo, Sugiarji, dkk. Avertebrata jilid I. Bogor: Penebar Swadaya. 2005
Jasin, Maskoeri. Zoologi Invertebrata. Surabaya: Sinar Wijaya. 1984

protozoa adalah berasal dari bahasa Yunani, yaitu protos artinya pertama dan zoon artinya
hewan. Jadi,Protozoa adalah hewan pertama.Protozoa merupakan kelompok lain protista
eukariotik. Kadang-kadang antara algae dan protozoa kurang jelas perbedaannya.
Kebanyakan Protozoa hanya dapat dilihat di bawah mikroskop. Habitat hidupnya adalah
tempat yang basah atau berair. Jika kondisi lingkungan tempat hidupnya tidak
menguntungkan maka protozoa akan membentuk membran tebal dan kuat yang disebut
Kista

Ciri -ciri Protozoa


1.Umumnya tidak dapat membuat makanan sendiri (heterotrof)
2.Protozoa memiliki alat gerak yaitu ada yang berupa kaki semu, bulu getar (cillia)
atau bulu cambuk (flagel).
3.Hidup bebas, saprofit atau parasit
4.Organisme bersel tunggal
5.Eukariotik atau memiliki membran nukleus/ berinti sejati
6.Hidup soliter (sendiri) atau berkoloni (kelompok)
7.Dapat membentuk sista untuk bertahan hidup. sista, merupakan bentuk sel
protozoa yang terdehidrasi dan berdinding tebal mirip dengan endospora yang
terjadi pada bakteri
8.Protozoa mampu bertahan hidup dalam lingkungan kering maupun basah.
9.Protozoa tidak mempunyai dinding sel
10.Protozoa merupakan organisme mikroskopis yang prokariot

PROTOZOA DIBAGI MENJADI 4 KELAS BERDASAR


ALAT
GERAK
1
alat

memiliki
vakuola

geraknya
dua

jenis

Rhizopoda
(Sarcodina),
berupa
pseudopoda
(kaki
semu)
Amoeba
proteus
vakuola
yaitu
vakuola
makanan
dan
kontraktil.


Entamoeba
histolityca
menyebabkan
disentri
amuba
(bedakan
dengan
disentri
basiler
yang
disebabkan
Shigella
dysentriae)

Entamoeba
gingivalis
menyebabkan
pembusukan
makanan
di
dalam
mulut
radang
gusi
(Gingivitis)

Foraminifera
sp.
fosilnya
dapat
dipergunakan
sebagai
petunjuk
adanya
minyak
bumi. Tanah yang mengandung fosil fotaminifera disebut tanah globigerina.

Radiolaria
sp.
endapan
tanah
yang
mengandung
hewan
tersebut
digunakan
untuk
bahan
penggosok.
2
Flagellata
(Mastigophora),
alat geraknya berupa nagel (bulu cambuk). Dibagi menjadi 2 kelompok, yaitu:

Golongan
phytonagellata
Euglena
viridis
(makhluk
hidup
peralihah
antara
protozoa
dengan
ganggang)
Volvax
globator
(makhluh
hidup
peralihah
antara
protozoa
dengan
ganggang)
Noctiluca
millaris
(hidup
di
laut
dan
dapat
mengeluarkan
cahaya
bila
terkena
rangsangan
mekanik)

Golongan
Zooflagellata,
contohnya
:
Trypanosoma
gambiense
&
Trypanosoma
rhodesiense.
Menyebabkan
penyakit
tidur
di
Afrika
dengan
vektor
(pembawa)

lalat
Tsetse
(Glossina
sp.)
Trypanosoma
gambiense
vektornya
Glossina
palpalis

tsetse
sungai
Trypanosoma
rhodeslense
vektornya
Glossina
morsitans

tsetse
semak
Trypanosoma
cruzl

penyakit
chagas
Trypanosoma
evansi

penyakit
surra,
pada
hewan
ternak
(sapi).
Leishmaniadonovani

penyakit
kalanzar
Trichomonas
vaginalis

penyakit
keputihan
3
Ciliata
(Ciliophora),
alat
gerak
berupa
silia
(rambut
getar)
Paramaecium caudatum disebut binatang sandal, yang memiliki dua jenis
vakuola yaitu vakuola makanan dan vakuola kontraktil yang berfungsi untuk
mengatur
kesetimbangan
tekanan
osmosis
(osmoregulator).
Memiliki dua jenis inti Makronukleus dan Mikronukleus (inti reproduktif). Cara
reproduksi,
aseksual

membelah
diri,
seksual

konyugasi.

Balantidium
coli

menyebabkan
penyakit
diare.
4
Sporozoa,
adalah
protozoa
yang
tidak
memiliki
alat
gerak
Cara bergerak hewan ini dengan cara mengubah kedudukan tubuhnya. Pembiakan
secara vegetatif (aseksual) disebut juga Skizogoni dan secara generatif (seksual)
disebut
Sporogoni.

Marga yang berhubungan dengan kesehatan manusia Toxopinsma dan


Plasmodium.
Jenis-jenisnya
antara
lain:
Plasmodiumfalciparum

malaria
tropika

sporulasi
tiap
hari
- Plasmodium vivax malaria tertiana sporulasi tiap hari ke-3
(48
jam)
- Plasmodium malariae malaria knartana sporulasi tiap hari
ke-4
(72
jam)
Plasmodiumovale

malaria
ovale
Siklus hidup Plasmodium mengalami metagenesis terjadi di dalam tubuh manusia
(reproduksi vegetatif skizogoni) dan didalam tubuh nyamuk Anopheles sp.
(reproduksi generatif sporogoni). secara lengkap sebagai berikut:
Sporozoit Masuk Tubuh Di Dalam Hati (Ekstra Eritrositer) Tropozoid Merozoit
(memakan eritrosit Eritrositer) Eritrosit Pecah (peristiwanya Sporulasi)
Gametosit Terhisap Nyamuk Zygot Ookinet Oosis Sporozeit.

Peranan Protozoa
Peran menguntungkan :
1. Mengendalikan populasi Bakteri, sebagian Protozoa memangsa Bakteri
sebagai makanannya, sehingga dapat mengontrol jumlah populasi Bakteri di
alam.
2. Sumber makanan ikan, Di perairan sebagian Protozoa berperan
sebagai plankton (zooplankton) dan benthos yang menjadi makanan hewan
air, terutama udang, kepiting, ikan, dll.
3. Indikator minyak bumi, Fosil Foraminifera menjadi petunjuk sumber minyak,
gas, dan mineral.
4. Bahan penggosok, Endapan Radiolaria di dasar laut yang membentuk tanah
radiolaria, dapat dijadikan sebagai bahan penggosok.
Peran
Merugikan
:
Protozoa menyebabkan penyakit pada manusia dan hewan ternak. Penyakitpenyakit yang disebabkan Protozoa antara lain :
Jenis penyakit
Protozoa
Disentri
Entamoeba histolytica
Diare (Balantidiosis)
Balantidium coli
Penyakit tidur (Afrika)
Trypanosoma gambiense
Toksoplasmosis (kematian janin) Toxoplasma gondii
Malaria tertiana
Plasmodium vivax
Malaria quartana
Plasmodium malariae
Malaria tropika
Plasmodium falciparum
Kalaazar
Leishmania donovani
Surra (hewan ternak)
Trypanosoma evansi