Anda di halaman 1dari 13

BAB I

PENDAHULUAN
1.1.

Latar Belakang
Kesehatan Reproduksi menurut WHO adalah kesejahteraan fisik, mental dan

sosial yang utuh bukan hanya bebas dari penyakit atau kecatatan, dalam segala aspek
yang berhubungan dengan system reproduksi, fungsi serta prosesnya. (WHO).
Salah satu butir kesepakatan ICPD Cairo 1994 adalah Hak reproduksi dan
kesehatan reproduksi termasuk masalah KB dan kesehatan seksual. ICPD Cairo
memberikan defenisi tentang kesehatan reproduksi sebagai berikut Kesehatan
Reproduksi adalah kesehatan secara fisik, mental dan kesejahteraan sosial secara utuh
pada semua hal yang berhubungan dengan sistem dan fungsi serta proses reproduksi
dan bukan hanya kondisi yang bebas dari penyakit dan kecacatan.
Masa reproduksi merupakan masa terpenting bagi wanita dan berlangsung
kira-kira 33 tahun. Haid pada masa ini paling teratur dan siklus pada alat genital
bermakna untuk memungkinkan kehamilan. Pada masa ini terjadi ovulasi kurang
lebih 450 kali, dan selama ini wanita berdarah selama 1800 hari. Biarpun pada usia 40
tahun ke atas wanita masih mampu hamil, tetapi fertilitas menurun cepat sesudah usia
tersebut.
Faktor-faktor yang mempengaruhi siklus kesehatan wanita :
1.

Genetik

Merupakan modal utama atau dasar faktor bawaan yang normal, contoh : jenis
kelamin, suku, bangsa.
2.

Lingkungan

Komponen biologis, misalnya : organ tubuh, gizi, perawatan kebersihan


lingkungan, pendidikan, sosial budaya, tradisi, agama, adat, ekonomi, politik.
3.

Perilaku

Keadaan perilaku akan mempengaruhi tumbuh kembang anak. Perilaku yang


tertanam pada masa anak akan terbawa dalam kehidupan selanjutnya.
Faktor yang mempengaruhi siklus kehidupan wanita pada masa dewasa :
a.

Perkembangan organ reproduksi

b.

Tanggapan seksual

c.

Kedewasaan psikologis.

Faktor yang mempengaruhi siklus kehidupan wanita usia lanjut :

a.

Faktor hormonal

b.

Kejiwaan

c.

Lingkungan

d.

Pola makan

e.

Aktifitas fisik (olah raga).

Dengan demikian perlu diberikan pelayanan kesehatan reproduksi yang sesuai


dengan siklus perkembangan reproduksi wanita.
1.2.

Rumusan Masalah
1. Apa yang di maksud dengan WUS (Wanita Usia Subur) ?
2. Bagaimana perhitungan Masa subur?
3. Penyakit apa saja yang sering menyerang terutama pada Wanita Usia
Subur?
4. Bagaimana Asuhan Keperawatan Komunitas Keluarga Pada Wanita Usia
Subur?

1.3.
1.3.1

Tujuan
Tujuan Umum
Mahasiswa dapat memahami Asuhan Keperawatan Komunitas Keluarga Pada
Wanita Usia Subur

1.3.2
Tujuan Khusus
1. Untuk memenuhi tugas mata kuliah Asuhan Keperawatan Komunitas Keluarga
2. Untuk menambah wawasan pembaca terutama mahasiswa Keperawatan
1.4.
Manfaat
2. Mahasiswa dapat memahami definisis wanita usia subur
3. Mahasiswa dapat memahami perhitungan Masa subur
4. Mahasiswa dapat memahami tentang Penyakit yang sering menyerang terutama
pada Wanita Usia Subur
5. Mahasiswa dapat memahami Asuhan Keperawatan Komunitas Keluarga Pada
Wanita Usia Subur

BAB II
KONSEP TEORI
I.

PENGERTIAN WUS
Menurut Yuwielueninet 2008, usia dewasa muda yaitu antara 18 tahun sampai

40 tahun sering dihubungkan dengan masa subur karena pada usia ini kehamilan sehat
paling mungkin terjadi.

1)
2)
3)
4)
5)
6)
7)

Tahap tahap perkembangan pada masa usia subur :


Tahap Transisi (keluarga antara dewasa muda yang belum kawin)
Tahap I (pemula)
Tahap II (keluarga yang mengasuh anak)
Tahap III (keluarga dengan anak usia pra-sekolah)
Tahap IV (keluarga dengan anak usia sekolah)
Tahap V (kelurga dengan anak remaja)

Tahap

perkembangan

keluarga

dengan

usia

subur

Tahap ini di mulai pada tahap transisi,keluarga yang mengasuh anak, keluarga dengan
anak usia pra-sekolah, keluarga dengan anak usia sekolah, karena usia subur berkisar
antara 18 tahun sampai 40 tahun. Pada masa ini, individu semakin terpisah dari
keluarga mereka, membangun tujuan karir, dan memutuskan apakah akan menikah
dan memulai sebuah keluarga atau tetap sendiri serta mampu beradaptasi dengan
pengalaman baru .

Wanita usia subur ( WUS ) adalah wanita yang keadaan organ reproduksinya
berfungsi dengan baik antara umur 20-45 tahun. Pada wanita usia subur ini
berlangsung lebih cepat dari pada pria. Puncak kesuburan ada pada rentang usia 20-29
tahun. Pada usia ini wanita memiliki kesempatan 95% untuk hamil. Pada usia 30-an
persentasenya menurun hingga 90%. Sedangkan memasuki usia 40, kesempatan hamil
berkurang hingga menjadi 40%. Setelah usia 40 wanita hanya punya maksimal 10%
kesempatan untuk hamil. Masalah kesuburan alat reproduksi merupakan hal yang
sangat penting untuk diketahui. Dimana dalam masa wanita subur ini harus menjaga
dan merawat personal hygiene yaitu pemeliharaan keadaan alat kelaminnya dengan
rajin membersihkannya.oleh karena itu WUS dianjurkan untuk merawat diri.

Untuk mengetahui tanda-tanda wanita subur antara lain :


1) Siklus haid
Wanita yang mempunyai siklus haid teratur setiap bulan biasanya subur. Satu
putaran haid dimulai dari hari pertama keluar haid hingga sehari sebelum haid
datang kembali, yang biasanya berlangsung selama 28 hingga 30 hari. Oleh
karena itu siklus haid dapat dijadikan indikasi pertama untuk menandai
seorang wanita subur atau tidak. Siklus menstruasi dipengaruhi oleh hormon
seks perempuan yaitu esterogen dan progesteron. Hormon-hormon ini

menyebabkan perubahan fisiologis pada tubuh perempuan yang dapat dilihat


melalui beberapa indikator klinis seperti, perubahan suhu basal tubuh,
perubahan sekresi lendir leher rahim (serviks), perubahan pada serviks,
panjangnya siklus menstruasi (metode kalender) dan indikator minor
kesuburan seperti nyeri perut dan perubahan payudara.
2) Alat pencatat kesuburan
Kemajuan teknologi seperti ovulation thermometer juga dapat dijadikan
sebagai alat untuk mendeteksi kesuburan seorang wanita. Thermometer ini
akan mencatat perubahan suhu badan saat wanita mengeluarkan benih atau sel
telur. Bila benih keluar, biasanya thermometer akan mencatat kenaikan suhu
sebanyak 0,2 derajat celsius selama 10 hari. Namun jika wanita tersebut tidak
mengalami perubahan suhu badan pada masa subur, berarti wanita tersebut
tidak subur.
3) Tes Darah
Wanita yang siklus haidnya tidak teratur, seperti datangnya haid tiga bulan
sekali atau enam bulan sekali biasanya tidak subur. Jika dalam kondisi seperti
ini, beberapa tes darah perlu dilakukan untuk mengetahui penyebab dari tidak
lancarnya siklus haid. Tes darah dilakukan untuk mengetahui kandungan
hormon yang berperan pada kesuburan seorang wanita.
4) Pemeriksaan fisik
Untuk mengetahui seorang wanita subur juga dapat diketahui dari organ tubuh
seorang wanita. Beberapa organ tubuh, seperti buah dada, kelenjar tiroid pada
leher, dan organ reproduksi. Kelenjar tiroid yang mengeluarkan hormon
tiroksin berlebihan akan mengganggu proses pelepasan sel telur. Sedangkan
pemeriksaan buah dada ditujukan untuk mengetahui hormon prolaktin di mana
kandungan hormon prolaktin yang tinggi akan mengganggu proses
pengeluaran sel telur. Selain itu, pemeriksaan sistem reproduksi juga perlu
dilakukan untuk mengetahui sistem reproduksinya normal atau tidak.
5) Track record
Wanita yang pernah mengalami keguguran, baik disengaja ataupun tidak,
peluang terjangkit kuman pada saluran reproduksi akan tinggi. Kuman ini
akan menyebabkan kerusakan dan penyumbatan saluran reproduksi.
II.

PERHITUNGAN MASA SUBUR


Ada beberapa metode yang digunakan untuk dapat menghitung masa subur

seorang wanita. Metode yang paling efektif adalah dengan menggunakan pendekatan

berbagai indikator biasanya perubahan suhu yang dikombinasikan dengan perubahan


lendir serviks. Indikator-indikator ini secara ilmiah telah terbukti merefleksikan
perubahan hormonal dan status kesuburan secara akurat.
Perhitungan masa subur dengan menggunakan sistem kalender adalah cara
natural atau alamiah yang digunakan hanya bila seorang wanita mempunyai siklus
menstruasi yang teratur. Perhitungan masa subur ini didasarkan saat ovulasi terjadi
pada hari ke 14 dari menstruasi yang akan datang dan dikurangi 2 hari karena sperma
dapat hidup selama 48 jam setelah ejakulasi serta ditambahkan 2 hari karena sel telur
dapat hidup 24 jam setelah ovulasi.
Dengan mengetahui masa subur, ini akan bermanfaat bagi pasangan yang
bermasalah dalam mendapatkan keturunan, yaitu dengan cara:
1) Menilai kejadian dan waktu terjadinya ovulasi.
2) Memprediksikan hari-hari subur yang maksimum.
a) Mengoptimalkan waktu untuk melakukan hubungan seksual untuk
mendapatkan kehamilan.
b) Membantu mengindentifikasi sebagian masalah infertilitas.
Kurangnya pengetahuan tentang kesuburan alat reproduksi khususnya pada
wanita, sering kali di kaitkan dengan berbagai macam penyakit,padahal tingkat masa
kesuburan setiap orang berbeda beda tergantung kondisi fisik, mental dan
kebersihnnya. Ketidaksuburan alat repproduksi sering kali juga dikaitkan dengan
berbagai penyakit yang diderita oleh salah satu pasangan yang mengidapnya,
diantaranya 40% faktor ketidaksuburan disebabkan oleh wanita sedangkan 40% lain
oleh sebab pria, dan sisa 20% karena keduanya.

Namun pada dasarnya ketidaksuburan alat reproduksi pada wanita disebabkan


oleh :
1

Disfungsi hormon

Tersumbatnya saluran telur

Endometriosis.

Kista Ovarii

Pergerakan sperma yang kurang baik.

Oleh karena itu Wanita Usia Subur (WUS) harus melakukan pemeriksaan
kesehatan (pemeriksaan alat kelamin) walaupun ia memiliki siklus haid/menstruasi
yang teratur. Hal ini bukan tanda bahwa wanita itu subur. Artinya WUS harus sehat
bebas dari penyakit kelamin. Sebelum menikah WUS sebaiknya melakukan
pemeriksaan kesehatan agar mengetahui kondisi organ reproduksinya apakah
berfungsi dengan baik. Dengan mengadakan pemeriksaan kesehatan maka akan
mencegah penyakit alat kelamin. Alat kelamin wanita sangat berhubungan dengan
dunia luar yang melalui liang senggama, saluran mulut rahim, rongga/ruang rahim.
Saluran telur (tuba falopi) yang bermuara dalam ruang perut. Karena adanya
hubungan yang langsung ini infeksi alat kelamin wanita disebabkan oleh hubungan
seks yang tidak sehat, sehingga infeksi bagian luarnya berkelanjutan dapat berjalan
menuju ruang perut dalam bentuk infeksi selaput dinding perut atau disebut juga
peritonitis.
Sistem pertahanan dari alat kelamin wanita yang cukup baik yaitu dari sistem
asam, biasanya sistem pertahanan yang lainnya dengan cara pengeluaran lendir yang
selalu mengalir ke luar yang menyebabkan bakteri yang dibuang dalam bentuk
menstruasi, sistem pertahanan ini sangat lemah, sehingga infeksinya sering dibendung
dan pasti menjalar ke segala arah yang menimbulkan infeksi mendadak dan menahun.
Contoh penyakit alat kelamin pada wanita adalah LEUKOREA. Leukorea
adalah keputihan, yaitu cairan putih yang keluar dari liang senggama secara
berlebihan.
A. Leukorea dibedakan atas 2 bagian yaitu :
1

Leukorea Normal (Fisiologis): Terjadi pada fase sekresi antara hari ke 1016 menstruasi melalui rangsangan seksual.

Leukorea abnormal: Terjadi pada semua infeksi alat kelamin yaitu : infeksi
bibit kemaluan, liang senggama, mulut rahim dan jaringan penyangganya,
dan infeksi penyakit hubungan kelamin.

Leukorea bukanlah penyakit, tetapi gejala penyakit yang dapat oleh ditentukan
dengan pertanyaan.Yaitu :
1

Kapan mulainya?

Berapa jumlahnya?

Serta gejala penyertanya?


Penanganannya perlu dilakukan pemeriksaan, seperti : pemeriksaan fisik

umum dan khusus, pemeriksaan laboratorium/rutin. Pemeriksaan mencakup :


Pewarnaan gram, preparat basah, preparat KOH, kultur/pembiakan, dan Pap Smear.
Beberapa hal yang bisa menghambat atau menganggu kesuburan seorang
wanita :
1) Siklus haid yang tidak teratur atau terlambat
Seiring dengan bertambahnya usia masalah kesuburan wanita akan berkurang
dan terganggu karena berbagai hal seperti sel telur menjadi cepat mati,
berkurangnya produksi lendir leher rahim, dan masa sel telur berovulasi
menjadi lebih pendek.
Siklus haid normal adalah sekitar 35 hari. Siklus haid yang lebih panjang dari
normal berhubungan erat dengan unovulatory (tidak adanya sel telur yang
dihasilkan indung telur). Sementara siklus haid yang tidak teratur bisa
disebabkan karena adanya gangguan kista ovarium atau penyakit lainnya,
kondisi stress, kecapean, terganggunya keseimbangan hormone. Anda tentu
perlu memeriksakan diri ke dokter bila mengalami masalah gangguan ini.
2) Berat badan yang tidak seimbang
Hampir sekitar 30 40 % wanita saat ini mengalami masalah kesuburan dan
gangguan pembuahan (konsepsi). Gangguan kesuburan tersebut biasanya
disebabkan karena masalah berat badan yang tidak seimbang, terlalu gemuk
atau terlalu kurus. Idealnya, berat badan sebelum hamil (pada masa pra
konsepsi) tidak melebihi atau kurang dari 10 % berat badan normal sesuai
tinggi badan.
Wanita usia subur tidak boleh terlalu kurus dan tentu harus memerhatikan
asupan gizinya. Namun kenyataannya, banyak wanita usia subur yang makan
tidak teratur, tidak sarapan pagi misalnya atau sering makan junk food yang
kadar gizinya tidak seimbang. Status gizi selama masa prakonsepsi yaitu
sekitar 3 6 bulan sebelum berencana konsepsi (berencana untuk hamil) akan
berdampak terhadap bayi dilahirkan nantinya. Terlalu gemuk akan
menyebabkan terganggunya keseimbangan hormone-hormon yang dapat
menghambat kesuburan.
Diketahui bahwa tubuh membutuhkan 17 % lemak tubuh pada awal siklus
haid, dan 22 % sepanjang siklus haid tersebut. Lemak tubuh mengandung

enzim aromatase, yaitu sejenis enzim yang dibutuhkan untuk memproduksi


hormone estrogen.
3) Poli Cycstic Ovary Syndrome (PCOS) dan Endrometriosis
Masalah ketidaksuburan pada wanita biasanya juga timbul akibat adanya
sindrom ovarium polisistik atau Poli Cycstic Ovary Syndrome (PCOS) dan
Endometriosis.
PCOS merupakan gangguan dimana folikel (kantung sel telur) tidak
berkembang dengan baik, sehingga tidak terjadi ovulasi (pematangan sel
telur). Wanita yang mengalami PCOS ini menjadi infertile (tidak subur) karena
tidak ada sel telur yang matang, sehingga tidak akan terjadi pembuahan.
Gejala yang timbul dari PCOS ini biasanya adalah siklus haid yang tidak
teratur (terlambat, tidak haid, atau haid 2 3 kali dalam sebulan).
Sementara Endometriosis merupakan suatu keadaan patologi pada system
reproduksi perempuan dimana jaringan selaput lendir rahim (endometrium)
yang seharusnya berada dalam rahim, malah tumbuh di luar rongga rahim
(saluran telur /tuba falopi, indung telur, atau pada rongga pinggul). Hal ini bisa
mengganggu kesuburan wanita sehingga akan menghambat terjadinya
kehamilan. Diperkirakan sekitar 30 40 % wanita dengan keluhan
endometriosis sulit memiliki keturunan.
4) Adanya infeksi penyakit TORCH
Infeksi TORCH sering menimbulkan gangguan kesuburan wanita. Sel telur
yang terinfeksi TORCH menjadi rusak, mengecil dan tidak bisa dibuahi
sehingga menjadi sulit hamil. Lebih jauh mengenai TORCH, Anda bisa
membaca artikel TORCH, Waspadai Infeksi dan Penyebarannya.
5) Rokok
Merokok tidak hanya akan mengganggu kesehatan, namun juga dapat
menghambat dan menimbulkan masalah pada kesuburan Anda. Dalam asap
rokok terdapat lebih dari 4000 zat racun seperti karbon monoksida (CO),
Nitrogen oksida, sianida, ammonia, asetilen, benzaldehide, methanol, nikotin,
dan lain sebagainya. Pada wanita, merokok dapat menyebabkan penurunan
produksi sel telur sehingga dapat menganggu kesuburan.
Apabila perokok wanita tersebut hamil, akan timbul berbagai masalah pada
kehamilan dan bayi yang dilahirkan nanti. Misalnya, perkembangan janin
terhambat, resiko keguguran kehamilan akan semakin meningkat, kelahiran
bayi premature dan Bayi Berat Lahir rendah.
6) Efek samping obat

Setiap obat pasti memiliki efek samping. Anda yang berencana ingin hamil,
kurangilah kebiasaan pemakaian sembarang obat. Pantangan konsumsi
sembarang obat tidak hanya berlaku pada masa sebelum kehamilan, namun
akan terus berlanjut pada masa selama kehamialan dan masa setelah persalinan
yaitu masa menyusui.
Apabila sakit cobalah penyembuhan dengan cara alami, misalnya mengatasi
flu dengan banyak minum, istirahat yang cukup dan makan makanan yang
bergizi. Langkah pencegahan agar tidak mudah sakit tentu merupakan langkah
yang lebih baik dan tepat. Untuk itu, jagalah kondisi kesehatan Anda agar
tubuh Anda selalu bugar dan siap untuk hamil.
Itulah beberapa masalah kesuburan yang sering terjadi pada wanita. Masalahmasalah tersebut dapat menghambat atau mengganggu kesuburan Anda,
sehingga menjadi sulit hamil. Hal-hal tersebut harus dipantang dan dihindari
bila Anda ingin segera (cepat) hamil. Siapkan kondisi kesehatan yang benarbenar fit dan prima sebelum kehamilan, agar Anda siap menjalani kehamilan
selama sembilan bulan ke depan dan bayi Anda pun akan tumbuh sehat.
III.

PENYAKIT INFEKSI KELAMIN PADA WANITA


1. Infeksi Kelenjar Bartholini
Disebabkan oleh bakteri gonorea, siapolokokus atau streptococus. Pada
pemeriksaannya dijumpai pembengkakan kelenjar, padat, berwarna merah,
nyeri, dan panas.
Pengobatan : dengan insisi yang mengurangi pembengkakan mengeluarkan
isinya.
Therapy : antibiotik dosis tepat
Yang menahun dalam letak kista bartholini yang diperlukan tindakan
marsupialisasi. Yaitu operasi menyembuhkan kista dalam membuka,
mengeluarkan isi dan menjahit tepi kista di irisan kulit.
2. Kondiloma Akuminata
Berbentuk seperti bunga kol dengan jaringan ikat dan tertutup oleh epitel
hiperkeratasis (Penebalan lapisan tanduk). Penyebabnya semacam virus
sejenis virus veruka.
Pengobatan pada infeksi ini dengan tungtura podofilin 10%.
3. Infeksi Vagina (Vulvitis) Diabetika
Terdapat pembengkakan vagina, merah dan terutama ada rasa gatal yang
hebat, dapat disertai dengan rasa nyeri. Ini terjadi pada mereka yang berbadan
relatif gemuk. Pada pemerikaan laboratorium dijumpai penyakit kencing
manis.

4. Infeksi Liang Senggama (Vaginitis)


Di dalam liang senggama hidup bersama saling menguntungkan beberapa
bakteri yaitu hasil doderlain, stafilokokus dan streptokokus, serta hasil
difteroid. Secara umum gejala infeksi liang senggama (vaginitis) disertai
infeksi bagian luar (bibir), pengeluaran cairan (bernanah), terasa gatal dan
terbakar. Pada permukaan kemaluan luar tampak merah membengkak dan
terdapat bintik-bintik merah.
5. Infeksi Spesifik Vagina
Beberapa infeksi khusus pada vagina meliputi trikomonas vaginalis, dengan
gejala leukorea encer sampai kental, berbau khas, gatal dan rasa terbakar.
Disebabkan oleh bakteri trikomonas vaginalis. Cara utama penularannya
adalah dengan hubungan seksual. Infeksi vagina lain adalah kandidiasis
vaginitis, yang disebabkan oleh jamur candida albican. Leukorea berwarna
putih, bergumpal dan sangat gatal, dan pengobatan dengan mycostatin sebagai
obat minum atau dimasukkan kedalam liang senggama.
6. Servisitis Akuta
Infeksi ni dapat disebabkan oleh gonokokus (gonorea) sebagai salah satu
infeksi

hubungan

seksual.

Gejalanya

pembengkakan

mulut

rahim,

pengeluaran cairan bernanah, adanya rasa nyeri yang dapat menjalar


kesekitarnya.
7. Servisitis Menahun (Kronis)
Infeksi ini terjadi pada sebagian besar wanita yang telah melahirkan.
Terdapatnya perlukaan ringan pada mulut rahim. Gejalanya leokorea yang
kadang sedikit atau banyak dan dapat terjadi perdarahan (saat berhubungan
seks).
8. Penyakit Radang Panggul
Infeksi ini sebagian berkaitan dengan infeksi alat kelamin bagian atas. Bentuk
infeksi ini dapat mendadak (akut) dengan gejala nyeri dibagian perut bawah.
Ada pula Penyakit menular seksual yang banyak dialami oleh wanita usia
subur yang melakukan hubungan seks bebas, berikut dampak melakukan
hubungn seks bebas antara lain :
1. Penyakit Gonore
Penyakit ini paling banyak dijumpai dalam jajaran penyakit hubungan
seksual. Penyebabnya Neisseria gonorhoe, tergolong bakteri diplokokus
berbentuk buah kopi. Gejala umumnya adalah rasa gatal dan patas diujung
kemaluan, rasa sakit saat kencing dan banyak kencing, diikuti pengeluaran
nanah diujung kemaluan dapat bercampur darah. Upaya preventif agar tidak

terinfeksi gonore pada mata dilakukan pemberian tetes mata nitras argentil
1% secara crede dan tetes mata dengan antibiotika langsung pada BBL.
2. Penyakit Sifilis
Penyebab : Treponema pallidum, ordo spirochaetaeas. Yang diserang adalah
semua organ tubuh, sehingga cairan tubuh mengandung Treponema pallidum.
Masa inkubasinya sekitar 10-90 hari dan rata-rata 3 minggu. Timbul
perlukaan di tempat infeksi masuk, terdapat infiltrat (pemadatan karena
serbuan sel darah putih) yang mengelupas dan menimbulkan perlukaan
dengan permukaan bersih, berwarna merah dan kulit terdapat tanda radang
membengkak dan nyeri. Upaya preventif yaitu melakukan pemeriksaan
sebelum pernikahan.
3. Trikomoniasis
Trikomoniasis adalah infeksi genitalia yang disebabkan oleh trichomonas
vaginalis. Trikomoniasis pada wanita pada keadaan akut terdapat gejala lendir
vagina banyak dan berbusa, bentuk putih bercampur nanah terdapat
perubahan warna (kekuningan, kuning-hijau), berbau khas. Adanya iritasi
pada lipatan paha dan kulit sekitar kemaluan sampai liang dubur. Dengan
penyampaian penyakit pada alat kelamin maka WUS diharapkan akan
memeriksakan kesehatan dan menjaga kebersihan dan tidak melakukan
hubunganseks bebas serta tidak berganti-ganti pasangan untuk mencegah
penyakit menular seksual.
IV.

Pelayanan

Kesehatan

Wanita

Usia

Subur

(WUS)

Dapat dilakukan dengan Penyuluhan tentang kesehatan pada masa pra


kehamilan disampaikan pada kelompok wanita usia subur/pria usia subur yang akan
menikah. Penyampaian tentang kesehatan ini disesuaikan dengan tingkat intelektual
klien. Nasehat yang diberikan menggunakan bahasa yang mudah dicerna, karena
informasi yang diberikan bersifat pribadi dan sensitif. Wanita usia subur juga
diberikan pendidikan mengenai gangguan kesehatan, akibat gangguan sistem
reproduksi. Gangguan sistem reproduksi tidak berdiri sendiri. Gangguan tersebut
dapat terhadap kondisi psikologis dan lingkungan sosial klien itu sendiri. Bila masalah
kesehatan itu sangat kompleks, perlu dikonsultasikan ke ahli yang relevan atau
dirujuk ke unit pelayanan kesehatan yang fasilitasnya lebih lengkap. Faktor keluarga
juga turut mempengaruhi kondisi WUS/PUS yang akan memasuki pintu gerbang

pernikahan Bidan dapat menggunakan pengaruh keluarga untuk memperkuat mental


WUS/PUS dalam memasuki masa perkawinan dan kehamilan.

BAB III
ASUHAN KEPERAWATAN
BAB IV
PEMBAHASAN
BAB V
PENUTUP
5.1.

Kesimpulan
Kesehatan Reproduksi menurut WHO adalah kesejahteraan fisik, mental dan

sosial yang utuh bukan hanya bebas dari penyakit atau kecatatan, dalam segala aspek
yang berhubungan dengan system reproduksi, fungsi serta prosesnya. (WHO).
Wanita usia subur ( WUS ) adalah wanita yang keadaan organ reproduksinya
berfungsi dengan baik antara umur 20-45 tahun. Pada wanita usia subur ini
berlangsung lebih cepat dari pada pria. Puncak kesuburan ada pada rentang usia 20-29
tahun. Pada usia ini wanita memiliki kesempatan 95% untuk hamil. Pada usia 30-an
persentasenya menurun hingga 90%. Sedangkan memasuki usia 40, kesempatan hamil
berkurang hingga menjadi 40%. Setelah usia 40 wanita hanya punya maksimal 10%
kesempatan untuk hamil. Masalah kesuburan alat reproduksi merupakan hal yang
sangat penting untuk diketahui. Dimana dalam masa wanita subur ini harus menjaga
dan merawat personal hygiene yaitu pemeliharaan keadaan alat kelaminnya dengan
rajin membersihkannya.oleh karena itu WUS dianjurkan untuk merawat diri.
5.2.

Saran
Sebagai Wanita dalam usia subur baik masyarakat dan terutama kita para calon

perawat hendaknya dapat memahami tentang Wanita Usia subur agar kita dapat
menghindari dari berbagai masalah reproduksi yang terkadang di anggap remeh akan
tetapi pada dasarnya dapat berakibat fatal.
Salah satu yang harus kita pahami betul terutama dalam pembersihan dan
perawatan organ reproduksi untuk meminimalisir terjadinya penyakit reproduksi yang
banyak menyerang wanita usia subur.

DAFTAR PUSTAKA
1

Taylor, Shelley E., 2003, Health Psychology, 5th edition, New York: McGraw
Hill.

WHO, 1986, The Ottawa Charter for Health Promotion, Geneva: WHO

Manuaba, IBG. 1999. Memahami Kesehatan Reproduksi Wanita. Jakarta :


Arcan

Widyastuti,Y. 2009. Kesehatan Reproduksi. Yogyakarta : Fitramay

Departemen Kesehatan Repubik Indonesia. Undang-undang Nomor 23 tahun


1992 tentang Kesehatan. http: //id.wikipedia.org/wiki/promosi kesehatan,
diakses tanggal 25 September 2008

Iqi, Iqbal, 2008, Promosi Kesehatan, dalam http://iqbal-iqi.blogspot.com,


diakses tanggal 15 Oktober 2008

Kapalawi, Irwandi, 2007, Tantangan Bidang Promosi Kesehatan Dewasa Ini,


dalam Irwandykapalawi.wordpress.com, diakses tanggal 25 September 2008

Tawi, Mirzal, 2008, Pemberdayaan Masyarakat dalam Promosi Kesehatan,


diambil dari http://syehaceh.wordpress.com/2008/05/13/pemberdayaanmasyarakat-dalam-promkes, diakses tanggal 15 Oktober 2008