Anda di halaman 1dari 31

PERENCANAAN BELT DAN PULLEY

Belt digunakan untuk mentransmisikan putaran dan daya dari suatu poros ke poros yang
lain, biasanya mempunyai jarak yang jauh sehingga tidak memungkinkan transmisi langsung
dengan rodagigi. Sebagian besar transmisi belt menggunakan tipe V, karena penanganannya
mudah dan harga nya pun murah.
Dalam perencanaan belt ini, yang digunakan adalah standar V-belt berjumlah 2 buah.
Transmsi ini diharapkan mampu menghasilkan putaran yang diinginkan, sehingga proses
pemotongan yang dilakukan oleh piringan eksentrik dapat berjalan dengan baik.

Gambar 3.1 Skema belt tipe V

Menentukan design Power


Dari table 8.2 ( Mechanical Design Peter Child) untuk mesin pemotong dengan asumsi waktu
kerja 10 jam/hari didapatkan servis factor 1.

Rumus :

DesignPowe r Power servisFaktor


= 1.5 HP x 1
= 1.5 HP

Menentukan Diameter Pulley 1 dan 2


Spesifikasi data perencanaan:
Bahan belt

: Chrome Leather

Daya motor

: P = 1.12 kW = 1.5 hp

Putaran pulley 1 (penggerak)

: n1 = 1000 rpm

Putaran pulley 2

: n2 = 424 rpm

Rasio Kecepatan

: 2.35

Diameter Pulley :
Diameter Pulley 1 dan 2 didapatkan dari table 8.4 (Mechanical Design Peter Child), dimana
untuk speed ratio 2.35 diameter pitch yang sesuai adalah :
Diameter 1 : 170 mm
Diameter 2 : 400 mm
Center of distance :
Penentuan center of distance dapat di peroleh dari perumusan yang ada pada buku Mechanical
Design Deutschman

C 3R1 R 2

Rumus:

C 3(85mm) 200mm
C 455mm
Keterangan:
C

= Center of distance

R1

= Jari-jari pulley 1

R2

= Jari-jari Pulley 2

Kecepatan keliling (Vp1):

V p1

D1 n1
170 mm 1000 rpm

8,9 m s
60 1000
60 1000

Penentuan Tipe Belt


Dari ketentuan yang ada pada buku Mechanical Design Peter Child, jenis belt yang dipakai
dipengaruhi oleh power, kecepatan putar dan rasio kecepatan.

Gambar 3.2 Prosedur untuk menentukan jenis belt

Dari perencanaan didapatkan power sebesar 1.5 HP , Kecepatan putar 8,9 m/s dan rasio
kecepatan 2.35 sehingga jenis belt yang dipakai adalah V-belt.
Penentuan Tipe Pulley
Gaya keliling rata-rata (Frate):

Frate

102 P 102 1.12kW

12.84kgf
Vp
8.9 m / s

= 125.9 N

Karena adanya overload atau tarikan awal yang besar, maka diperkirakan bahwa ada
kemungkinan gaya akan bervariasi dan mencapai harga maksimum. Tarikan awal biasanya dibuat
sebesar mungkin dengan tambahan 50 %. Maka:
Fmax 150 % Frate

= 1,5 12.84 N

= 19.26 kgf = 188.9 N

Penampang belt dipilih berdasarkan tegangan yang timbul dan tegangan akibat beban
mula (K), yaitu:
K 2 o
keterangan:

= faktor tarikan, untuk V-belt

o = tegangan mula-mula, untuk V-belt

= 0,7
= 12 kgf/cm2

K = 2 (0,7) 12 kgf/cm2 = 16,8 kgf/cm2

maka

Dari tegangan yang timbul karena beban tersebut, maka dapat dicari luasan penampang
belt:

z A

Fmax
19.26 kgf

1.15 cm 2
K
16,8 kgf / cm 2

Berdasarkan tabel 20.1 ( Mechanical Design Khurmi Gupta), tipe penampang yang
dipilih adalah A karena power perencanaan sebesar 1.5 HP :
Tipe Belt

:A

Jangkauan Power

: 0,94 4,7 HP

Lebar(b)

: 13 mm

Tebal(h)

: 8 mm

Massa belt per meter : 0.1 kg/m


Groove angle (2)

: 322

: Chrome Leather dengan max =3.1 MN/m2

Bahan Belt

Cross Section Area(A): 104 mm2


Penentuan Panjang Belt

( R2 R1)

L 2 . c ( R2 R1 )

2 455 (200 85)

(200 85) 2
455

= 1834.42 mm

Berdasarkan tabel 20.3 ( Mechanical Design Khurmi Gupta), panjang standard belt
adalah 1941 mm.

Kekendoran V-Belt, Amin(mm)


Tipe Belt-A

Amin = c 2h
= 455 mm 2(8 mm) = 439 mm
Ketegangan V-Belt, Amax(mm)
Tipe Belt-A

Amax = (1.05~1.10). c
= 1.05 . 455 mm = 477.75 mm
Penentuan Jumlah Belt
Sudut putar ( ):

sin

D2 D1
(400 170)mm

0,25
2c
2 455mm

= 14.642

180 2 180 (2 14.64) 150.72

= 150.72 x

180

= 2,63 rad

Gaya sentrifugal :

Rumus:

Fc m v

= 0,1 kg/m x (8,9 m/s)2


= 7,92 N
Gaya maksimal pada belt :
Rumus: Fmax=

. a = 12 106 N/m2 104.10-6 m2 = 1248 N

Gaya pada sisi belt yang tertarik:

Rumus:

F1 F Fc

= (1248 7,92) N
= 1240,08 N

2,3 log

F1
cos ec
F2

2,3 log

F1
0,25 2,63 cos ec16
F2

2,3 log

log

F1
0.63
F2

F1
0.63

0.27
F2
2,3
F1
1.86
F2

F2

F1 1240.08

665.96 N
1.86
1.86

Power yang ditransmisikan/belt :


HPb

= ( F1 F2) V
= ( 1240,08 665.96 ) x 8,9
= 5109.65 watt
= 5.11 kW
= 6.85 HP

Jumlah belt yang digunakan adalah:


z

HP
HPb

1.5 HP
6.85 HP

= 0,21 1( aman dengan menggunakan 1 belt )

Tegangan Yang Terjadi Pada Belt


a. Tegangan akibat gaya tarik awal (o):

o 12 kgf cm 2

untuk jenis V-belt

b. Tegangan akibat gaya sentripetal (v):

. Vp

10 . g

keterangan: = berat jenis bahan = 0,75 1,05 kg/dm3

v
maka:

1,05 8,9
10 9,81

0,84 kg m 2

c. Tegangan akibat bending (b):

b Eb

h
Dmin

keterangan: Eb = modulus elastisitas belt = 300 600 kgf/cm2, dari tabel 3-4
untuk jenis bahan Chrome Leather.

b 600
Maka:

8
28.24 kgf cm 2
170

K = !6.8 kgf/cm2
Sehingga didapat tegangan maksimum:

max 0

16,8

12
0,84 28.24 kgf cm 2 49.48 kgf / cm 2
2

Penentuan Umur Belt (H)

Rumus:

fat
N base
H

3600 u X max

Keterangan:
Nbase = 107, basis dari fatigue test

fat

= batas kelelahan (fatigue), endurance limit yang berkaitan dengan Nbase


= 90 kgf/cm2 untuk jenis V-belt dan terbuat dari leather

= Jumlah putaran belt per detik


u

8,9 m s
1,834 m

Vp
l

= 4.85 rps

= 2, jumlah pulley yang berputar

= 8 untuk jenis V-belt

maka:
90 kg cm 2
10 7
H

3600 4.85 1 49.48 kg cm 2

Dimensi-Dimensi Pulley

68621.2 jam kerja

Dari tabel 20.2 ( Machine Design Khurmi Gupta ) untuk V-belt type A diperoleh data dimensi
pulley sebagai berikut:
w = 11 mm

a = 3,3 mm

f = 10 mm

c = 8,7 mm

e = 15 mm

= 32,34,38
d = 12 mm
Diameter pulley:
Dout, 1 = D1 + 2 .a

= 170 + 2(3,3)

= 176.6 mm

Dout, 2 = D2 + 2 .a

= 400 + 2(3,3)

= 406.6 mm

Din, 1 = Dout, 1 2 .c

= 176.6 - 2(8,7) = 159.2 mm

Din, 2 = Dout, 2 - 2 .c = 406.6 - 2(8,7) = 389.2 mm


Lebar pulley (b):
Lebar pulley penggerak = lebar pulley yang digerakkan
maka: b1 = b2 = (z 1).e + 2.f
= (1 1) 15 + 2 (10) = 20 mm

Berat Pulley 1 Dan 2


Bahan Pulley

: Cast carbon steel

Massa jenis

: = 0,283 lb./in3 7833,45 kg/m3 (tabel A-16)

Diameter pulley 1 : Dout,1 = 176,6 mm


Diameter pulley 2 : Dout,2 = 406,6 mm
Lebar pulley 1

Volume pulley 1:

: b = 20 mm

V1

1
4

2
Dout
,1 . b h A

1
4

0,176 2 .20 .10 3 8.10 3 1.15 .10 4

V1 = 4,89.10-4 m3
Volume pulley 2:
V2

1
4

2
Dout
,2 .b h A

1
4

0,406 .20 .10 3 8.10 3 1.15 .10 4


2

V1 = 2,59.10-3 m3

Berat pulley 1 :

wp . Vp . g

= 7833,45 4,89.10-4 9,81 m/s2 = 37.57 N

Berat pulley 2 :

wp . Vp . g

= 7833,45 1,55.10-3 9,81 m/s2

Spesifikasi Pulley dan Belt yang direncanakan :


Belt
Bahan

: Chrome leather

Jenis

: V-Belt type A

Panjang

: 1834 mm

Jumlah

:1

Pulley

Pulley I
Bahan

: Cast Carbon Steel

Dout

: 176,6 mm

= 198.75 N

Din

: 159.2 mm

Lebar

: 20 mm

Berat Pulley

: 37.57N

Pulley II
Bahan

: Cast Carbon Steel

Dout

: 406.6 mm

Din

: 389.2 mm

Lebar

: 20 mm

Berat Pulley

: 198.75 N

Menentukan Diameter Pulley 3 dan 4


Spesifikasi data perencanaan:
Bahan belt

: Chrome Leather

Daya motor

: P = 1.12 kW = 1.15 hp

Putaran pulley 1 (penggerak)

: n3 = 424 rpm

Putaran pulley 2

: n4 = 192 rpm

Rasio Kecepatan

: 2.25

Diameter Pulley :
Diameter Pulley 3 dan 4 didapatkan dari table 8.4 (Mechanical Design Peter Child), dimana
untuk speed ratio 2.25 diameter pitch yang sesuai adalah :
Diameter 3 : 140 mm
Diameter 4 : 315 mm
Center of distance :

Penentuan center of distance dapat di peroleh dari perumusan yang ada pada buku Mechanical
Design Deutschman

C 3 R3 R 4

Rumus:

C 3(70mm) 107.5mm
C 317.5mm
Keterangan:
C

= Center of distance

R3

= Jari-jari pulley 3

R4

= Jari-jari Pulley 4

Kecepatan keliling (Vp3):

V3

D3 n3
140 mm 424 rpm

3.1 m s
60 1000
60 1000

Penentuan Tipe Belt


Dari ketentuan yang ada pada buku Mechanical Design Peter Child, jenis belt yang dipakai
dipengaruhi oleh power, kecepatan putar dan rasio kecepatan.

Gambar 3.2 Prosedur untuk menentukan jenis belt

Dari perencanaan didapatkan power sebesar 1.5 HP , Kecepatan putar 3.1 m/s dan rasio
kecepatan 2.25 sehingga jenis belt yang dipakai adalah V-belt.

Penentuan Tipe Pulley

Gaya keliling rata-rata (Frate):

Frate

102 P 102 1.12kW

36.85kgf
Vp
3.1 m / s

= 361.38 N

Karena adanya overload atau tarikan awal yang besar, maka diperkirakan bahwa ada
kemungkinan gaya akan bervariasi dan mencapai harga maksimum. Tarikan awal biasanya dibuat
sebesar mungkin dengan tambahan 50 %. Maka:
Fmax 150 % Frate

= 1,5 36.85 N

= 55.28 kgf = 542.11 N

Penampang belt dipilih berdasarkan tegangan yang timbul dan tegangan akibat beban
mula (K), yaitu:
K 2 o
keterangan:

= faktor tarikan, untuk V-belt

o = tegangan mula-mula, untuk V-belt


maka

= 0,7
= 12 kgf/cm2

K = 2 (0,7) 12 kgf/cm2 = 16,8 kgf/cm2


Dari tegangan yang timbul karena beban tersebut, maka dapat dicari luasan penampang

belt:

z A

Fmax
55.28 kgf

3.3 cm 2
2
K
16,8 kgf / cm

Berdasarkan tabel 20.1 ( Mechanical Design Khurmi Gupta), tipe penampang yang
dipilih adalah A karena power perencanaan sebesar 1.5 HP :
Tipe Belt

:A

Jangkauan Power

: 0,94 4,7 HP

Lebar(b)

: 13 mm

Tebal(h)

: 8 mm

Massa belt per meter : 0.1 kg/m


Groove angle (2)

: 322

Bahan Belt

: Chrome Leather dengan max =3.1 MN/m2

Cross Section Area(a) : 104 mm2


Penentuan Panjang Belt
L 2 . c ( R2 R1 )

( R2 R1)

(107.5 70) 2
2 317.5 (107.5 70)
317.5

= 1196.77 mm

Berdasarkan tabel 20.3 ( Mechanical Design Khurmi Gupta), panjang standard belt
adalah 1204 mm.

Kekendoran V-Belt, Amin(mm)


Tipe Belt-A

Amin = c 2h
= 317.5 mm 2(8 mm) = 301.5 mm
Ketegangan V-Belt, Amax(mm)
Tipe Belt-A

Amax = (1.05~1.10). c
= 1.05 . 317.5 mm = 333.38 mm

Sudut putar ( ):

D2 D1
(315 140) mm

0,28
2c
2 317.5mm

sin

16.26

180 2 180 (2 16.26) 147.48

= 147.48 x

180

= 2,57 rad

Gaya sentrifugal :

Rumus:

Fc m v

= 0,1 kg/m x (3.1 m/s)2


= 0.96 N
Gaya maksimal pada belt :
Rumus: Fmax=

.a = 12 106 N/m2 104.10-6 m2 = 1248 N

Gaya pada sisi belt yang tertarik:

Rumus:

F 3 F Fc

= (1248 0.96) N
= 1247.04N

2,3 log

F3
cos ec
F4

2,3 log

F3
0,25 2,57 cos ec16
F4

2,3 log

F3
0.62
F4

log

F3
0.62

0.27
F4
2,3
F3
1.86
F4

F3

F 4 1247.04

670.45 N
1.86
1.86

Power yang ditransmisikan/belt :


HPb

= ( F3 F4) V
= ( 1247,04 670.45 ) x 3.1

= 1787.42 watt
= 1.787 kW
= 2.4 HP

Jumlah belt yang digunakan adalah:


z

HP
HPb

1.5 HP
2.4 HP

= 0,625 1( aman dengan menggunakan 1 belt )

Tegangan Yang Terjadi Pada Belt


d. Tegangan akibat gaya tarik awal (o):

o 12 kgf cm 2

untuk jenis V-belt

e. Tegangan akibat gaya sentripetal (v):

. Vp

10 . g

keterangan: = berat jenis bahan = 0,75 1,05 kg/dm3

v
maka:

1,05 8,9
10 9,81

0,84 kg m 2

f. Tegangan akibat bending (b):

b Eb

h
Dmin

keterangan: Eb = modulus elastisitas belt = 300 600 kgf/cm2, dari tabel 3-4
untuk jenis bahan Chrome Leather.

b 600
Maka:

8
34.29 kgf cm 2
140

K = !6.8 kgf/cm2
Sehingga didapat tegangan maksimum:
K

max 0

16,8

12
0,84 34.29 kgf cm 2 55.53 kgf / cm 2
2

Penentuan Umur Belt (H)

Rumus:

fat
N base
H

3600 u X max

Keterangan:
Nbase = 107, basis dari fatigue test

fat

= batas kelelahan (fatigue), endurance limit yang berkaitan dengan Nbase


= 90 kgf/cm2 untuk jenis V-belt dan terbuat dari leather

= Jumlah putaran belt per detik


u

3 .1 m s
1.204 m

Vp
l

= 2.57 rps

= 2, jumlah pulley yang berputar

= 8 untuk jenis V-belt

maka:
90 kg cm 2
10 7
H

3600 2.57 1 55.53 kg cm 2

51461.57 jam kerja

Dimensi-Dimensi Pulley

Dari tabel 20.2 ( Machine Design Khurmi Gupta ) untuk V-belt type A diperoleh data dimensi
pulley sebagai berikut:
w = 11 mm

a = 3,3 mm

f = 10 mm

c = 8,7 mm

e = 15 mm

= 32,34,38
d = 12 mm

Diameter pulley:
Dout, 3 = D3 + 2 .a

= 140 + 2(3,3)

= 146.6 mm

Dout, 4 = D4 + 2 .a

= 315 + 2(3,3)

= 321.6 mm

Din, 3 = Dout, 3 2 .c

= 146.6 - 2(8,7) = 129.2 mm

Din, 4 = Dout, 4 - 2 .c = 321.6 - 2(8,7) = 304.2 mm

Lebar pulley (b):


Lebar pulley penggerak = lebar pulley yang digerakkan
maka: b3 = b4 = (z 1).e + 2.f
= (1 1) 15 + 2 (10) = 20 mm
Berat Pulley 3 Dan 4
Bahan Pulley

: Cast carbon steel

Massa jenis

: = 0,283 lb./in3 7833,45 kg/m3 (tabel A-16)

Diameter pulley 3 : Dout,3 = 146.6 mm


Diameter pulley 4 : Dout,4 = 321.6 mm
Lebar pulley 3,4 : b = 20 mm
Volume pulley 3:

V3

1
4

2
Dout
,3 . b h A

1
4

0,146 .20 .10 3 8.10 3 3.3 .10 4


2

V3 = 3,26.10-4 m3
Volume pulley 4:

V4

1
4

2
Dout
,4 .b h A

1
4

0,321 2 .20 .10 3 8.10 3 3.3 .10 4

V4 = 1.61.10-3 m3

Berat pulley 3 :

wp . Vp . g

= 7833,45 3.26.10-4 9,81 m/s2 = 25.05 N

Berat pulley 4 :

wp . Vp . g

= 7833,45 1,61.10-3 9,81 m/s2

= 123.72 N

Spesifikasi Pulley dan Belt yang direncanakan :


Belt
Bahan

: Chrome leather

Jenis

: V-Belt type A

Panjang

: 1204 mm

Jumlah

:1

Pulley

Pulley 3
Bahan

: Cast Carbon Steel

Dout

: 146,6 mm

Din

: 129.2 mm

Lebar

: 20 mm

Berat Pulley

: 25.05 N

Pulley 4
Bahan

: Cast Carbon Steel

Dout

: 321.6 mm

Din

: 304.2 mm

Lebar

: 20 mm

Berat Pulley

: 123.72 N

Menghitung diameter poros 1 :


FR

B
150 mm

Fw,p1
75 mm

D
75 mm

Gambar 1. Reaksi gaya pada poros 1

Reaksi tumpuan pada titik B dan D:

FV = 0; BV + DV Fw,p1 + FR= 0
BV + DV 37.57 + 1906.04 = 0
BV + DV = -1868.47 N

MB = 0; - Bv .150 FR.75 + Fw,P1.75 = 0


-BV .150 + 1906.04.75 37.57.75 = 0
BV .150 = (-1868.47).75
BV = -934.24 N (arah ke bawah)
Maka,

BV + DV = -1868.47 N
DV = -934.24 N (arah ke bawah)

Diagram Bidang Momen:


Momen = Bv<x-150>1 - Fw,p1 <x-225>1 +FR1<x-225>1 - Dv<x-300>1
Momen = -934.24 (x-150) - 37.57 (x-225) +1906.04 (x-225>) + 934.24 (x-300)

Gambar 2. Diagram Momen pada poros 1

Momen bending maksimal berada pada titik C.

Torsi pada Pulley 1:


T = (F1 F2)R1
= (1240,08 665.96). 88.3
= 50,7.103 N.mm

Ekuivalen momen putar:

Te =

M 2 T 2

(70067,63) 2 (50700) 2

=86486,77 N.mm

Momen bending ekuivalen :

Me =

1
( M Te )
2

= 0,5( -70067.63+86486,77) = 8209.57 N.mm

Menentukan Diameter Poros 1:


Untuk menentukan diameter suatu poros digunakan teori Soderberg, persamaannya
adalah sebagai berikut:

32 N
D
. S yp

S yp

Me
Se

13

3 2
Tm

Dalam perencanaan ini, material poros 1 diambil AISI 1010 CDA.


Dari tabel A-2 didapat:

Syp

= 40 ksi = 48000 psi

Su

= 64 ksi = 64000 psi

Keterangan:
Syp

tegangan yang diijinkan dari material (psi)

faktor keamanan = 3,5 untuk material yang dioperasikan pada lingkungan,


beban dan tegangan rata-rata

Me

momen bending ekivalen = 8209.57 N.mm = 72.66 lb-in.

Tm

Torsi pada poros 1

Se

63000 hp
63000 1.5

n1
1000

= 94.5 lb-in.

endurance limit terkoreksi (psi)

Dirumuskan:

Se

1
C R . CS . C F . S n . Cw
Kf

Keterangan:
Kf

CR

faktor pengkonsentrasian tegangan lelah (fatigue stress) akibat bending

1,6 (Appendix B)

realibility atau faktor ketahanan


CR = 1 0,008 D.M.F
D.M.F = Deviation Multiplication Factor = 1,64 (tabel 3-2).

Untuk poros yang beroperasi pada atmosfer non korosif dan memiliki laju ketahanan
survival rate) 95%. Sehingga:
CR = 1 0,008.(1,64) = 0,8688

CF

= faktor pengurangan fatigue strength karena finishing permukaan atau faktor

koreksi finishing permukaan = 0,79. Berdasarkan gambar B-3 untuk permukaan yang
dimesinkan.
CS

= faktor pengurangan fatigue strength karena ukuran atau faktor koreksi.Ukuran

= 0,85 untuk bending atau torsi dari diameter in. s.d. 2 in.
Sn

batas ketahanan (endurance limit)


Sn = 0,5 Su, untuk Su < 200.000 psi dan BHN < 400

CW

faktor koreksi welding = 1

Maka:
Se

1
0,8688 0,85 0,79 0,5 64000 1 11668
1,6

psi

Jadi diameter poros 1 yang diijinkan adalah:

32 3,5 48000
D
72.66

48000 11668

13

94.5 2

= 0,23 in.

Direncanakan diameter poros1: D1 = 30 mm = 1.18 in, maka perencanaan poros 1 adalah


AMAN.

Kesimpulan Poros 1:
Poros I aman terhadap beban bending,beban putar dan beban puntir. Diameter
poros yang direncanakan aman karena lebih besar dari diameter keamanan.
Spesifikasi pada poros 1 :

Diameter poros 1

: 1.18 inchi

Diameter aman

: 0.23 inchi

Bahan Poros

: AISI 1010 CDA

Menghitung gaya pada poros 2 :


F R2

FR3

B
A

Fw,p2
75mm

C
Fw,p3

125 mm

Gambar 3. Reaksi gaya pada poros 2

Reaksi tumpuan pada titik A dan D:

FV = 0; AV + DV (Fw,p2 + Fw,p3 + FR2) + FR3 = 0


AV + DV (198.75+ 25.05 + 1906.04) + 1917.49 = 0
AV + DV = 212.35 N

MA = 0; - Dv .250 Fw,p2.75 - FR2.75 + FR3.125 - Fw,p3.125= 0


-DV .250 - 198,75.75 1906,04.75 + 1917,49.200 25,05.200= 0
DV .250 = -78695.75 N.mm
DV
Maka,

= -882.52 N (arah ke bawah)

AV + DV = 212.35 N
AV = 1094.87 N (arah ke atas)

Diagram Bidang Momen

Mencari diagram momen dengan persamaan diskontinuitas :

50mm

Momen = Av<x-0.00>1 - Fw,p2 <x-75.00>1 - FR2<x-75.00>1 + FR3<x-200.00>1 - Fw,p3 <x200.00>1 - Dv<x-250.00>1


Momen = 1094.87 (x) 198.75 (x-75) 1906.04 (x-75) + 1917.49(x-200) 25.05 (x-200) +
504.027 (x-250.00)

Gambar 4. Diagram momen pada poros 2

Momen bending maksimal berada pada titik B.

Torsi pada Pulley 2:

T1

= (F1 F2)R2
= (1240,08 665.96). 203.3
= 116718 N.mm

Torsi pada Pulley 3:

T2

= (F3 F4)R3
= ( 1247,04 670.45 ). 73.3
= 42264.05 N.mm

T=

T 12 T 2 2

Ekuivalen momen putar:

116718 2 42264.05

= 116718 N.mm

Te =

M 2 T2

(82114.88) 2 (116718) 2

=116718 N.mm

Momen bending ekuivalen :

Me =

1
( M Te )
2

= 0,5(

82114.88

+116718) = 99416.44 N.mm

Menentukan Diameter Poros 2 :


Untuk menentukan diameter suatu poros digunakan teori Soderberg, persamaannya
adalah sebagai berikut:

32 N
D
. S yp

S yp

Me
Se

13

3 2
Tm

Dalam perencanaan ini, material poros 1 diambil AISI 1095 HR.


Dari tabel A-2 didapat:

Syp

= 60 ksi = 60000 psi

Su

= 105 ksi = 10500 psi

Keterangan:
Syp

tegangan yang diijinkan dari material (psi)

faktor keamanan = 3,5 untuk material yang dioperasikan pada lingkungan,


beban dan tegangan rata-rata

Me

momen bending ekivalen = 99416.44 N.mm = 879.9 lb-in.

Tm

Torsi pada poros 2

63000 hp
63000 1.5

n2
424

= 222.88 lb-in.

Se

endurance limit terkoreksi (psi)

Dirumuskan:

Se

1
C R . CS . C F . S n . Cw
Kf

Keterangan:
Kf

CR

faktor pengkonsentrasian tegangan lelah (fatigue stress) akibat bending

1,6 (Appendix B)

realibility atau faktor ketahanan


CR = 1 0,008 D.M.F
D.M.F = Deviation Multiplication Factor = 1,64 (tabel 3-2).

Untuk poros yang beroperasi pada atmosfer non korosif dan memiliki laju ketahanan
survival rate) 95%. Sehingga:
CR = 1 0,008.(1,64) = 0,8688
CF

= faktor pengurangan fatigue strength karena finishing permukaan atau faktor

koreksi finishing permukaan = 0,79. Berdasarkan gambar B-3 untuk permukaan yang
dimesinkan.
CS

= faktor pengurangan fatigue strength karena ukuran atau faktor koreksi.Ukuran

= 0,85 untuk bending atau torsi dari diameter in. s.d. 2 in.
Sn

batas ketahanan (endurance limit)


Sn = 0,5 Su, untuk Su < 200.000 psi dan BHN < 400

CW
Maka:

faktor koreksi welding = 1

Se

1
0,8688 0,85 0,79 0,5 64000 1 11668
1,6

psi

Jadi diameter poros 1 yang diijinkan adalah:

32 3,5 60000
D
879.9

60000 11668

13

222.88
2

= 1.34 in.

Direncanakan diameter poros 2: D2 = 40 mm = 1.57 in, maka perencanaan poros 2


adalah AMAN.
Kesimpulan Poros 2:
Poros 2 aman terhadap beban bending,beban putar dan beban puntir. Diameter
poros yang direncanakan aman karena lebih besar dari diameter keamanan.
Spesifikasi pada poros 2 :
-

Diameter poros 2

: 1.57 inchi

Diameter aman

: 1.34 inchi

Bahan Poros

: AISI 1010 CDA