Anda di halaman 1dari 16

BAB 1

PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Konsep merupakan suatu ide di mana terdapat suatu kesan yang abstrak yang dapat
diorganisir menjadi simbol-simbol yang nyata, sedangkan konsep keperawatan merupakan
ide untuk menyusun suatu kerangka konseptual atau model keperawatan. Teori itu sendiri
merupakan suatu kelompok konsep yang membentuk sebuah pola yang nyata atau suatu
pernyataan yang menjelaskan suatu proses, peristiwa atau kejadian yang didasari oleh
fakta-fakta yang telah diobserfasi tetapi kurang absolut atau bukti secara langsung.
Teori keperawatan digunakan untuk menyusun suatu model konsep dalam
keperawatan sehingga model keperawatan ini mengandung arti aplikasi dari struktur
keperawatan itu sendiri yang memungkinkan perawat untuk menerapkan cara meraka
bekerja dalam batas kewenangan sebagai seorang perawat. Model konsep keperawatan ini
digunakan dalam menetukan model praktek keperawatan, mengingat dalam model praktek
keperawatan mengandung komponen dasar sepertai adanya keyakinan dan nilai yang
mendsasari sebuah model, adanya tujuan praktek yang ingin dicapai dalam memberikan
pelayanan kepada kebutuhan semua pasien serta adanya pengehetahuan dan keterampilan
dalam hal ini dibutuhkan oleh perawat dalam mengembangkan tujuannya.
Perkembangan ilmu keperawatan, model konseptual dan teori merupakan aktivitas
berpikir yang tinggi. Model konseptual mengacu pada ide-ide global mengenai individu,
kelompok, situasi atau kejadian tertentu yang berkaitan dengan disiplin yang spesifik.
Konsep merupakan suatu ide dimana terdapat suatu kesan yang abstrak yang dapat
diorganisir menjadi simbol-simbol yang nyata, sedangkan konsep keperawatan merupakan
ide untuk menyusun suatu kerangka konseptual atau model keperawatan.

MARTHA E ROGERS
Page 1

Martha E. Rogers dilahirkan pada tanggal 12 Mei tahun 1914 di Dallas Texas, tertua
dari 4 bersaudara pasangan Bruce Taylor Rogers dan Lucy Mulholland Kener Rogers. Dia
menerima gelardiploma keperawatan dari

sekolah rumah

sakit Knoxville pada

tahun

1936. Pada tahun 1937 ia menerima gelar B.S. dari perguruan tinggi George Peabody
di Nashville,Tennessee. (Tomey & Alligood, 1998). Setelah aktif sebagai perawat kesehatan
dia melanjutkan pendidikan yang lebih tinggi, sampai mendapatkan gelar doktor dari
universitas Johns Hopkins di Baltimore. Menduduki posisi staf dalam keperawatan
kesehatan masyarakat, serta membentuk pelayanan perawat pertama di Arizona, kemudian
beliau pindah ke perguruan tinggi sebagai dosen tamu dan kemudian sebagai bergabung
dengan Rogers adalah Profesor dan Kepala Divisi Perawat Pendidikan di Universitas New
York mulai tahun 1954. Secara resmi beliau mengundurkan diri sebagai Professor dan
Kepala Bagian Keperawatan pada tahun 1975 setelah 21 tahun dalam pelayanan. Pada
tahun 1979 beliau pensiun dengan hormat dengan memakai gelar Professornya dan terus
aktif mengembangkan dunia keperawatan sampai beliau meninggal pada 13 maret.
1.2 Rumusan Masalah
1.2.1 Apa pengertian keperawatan menurut teori Martha E. Rogers?
1.2.2 Bagaimana konsep utama teori Martha E. Rogers?
1.2.3 Apa saja Paradigma keperawatan menurut toeri Martha E. Rogers?
1.2.4 Bagaimana Asumsi utama dari Martha E. Rogers?
1.2.5 Apa Pengaruh teori Martha E Roger terhadap keperawatan?
1.2.6 Apa saja aplikasi/implikasi keperawatan dari teori Martha E. Rogers?
1.3 Tujuan Penulisan
1.2.7
1.2.8
1.2.9
1.2.10
1.2.11
1.2.12

Untuk mengetahui pengertian keperawatan menurut teori Martha E. Rogers


Untuk mengetahui konsep utama teori Martha E. Rogers
Untuk mengetahui Paradigma keperawatan dari toeri Martha E. Rogers
Untuk mengetahui Asumsi utama dari Martha E. Rogers
Untuk mengetahui Pengaruh teori Martha E Roger terhadap keperawatan
Untuk mengetahui aplikasi/implikasi keperawatan dari teori Martha E. Rogers

MARTHA E ROGERS
Page 2

BAB 2
PEMBAHASAN
2.1 Pandangan Martha E Roger Tentang Keperawatan

MARTHA E ROGERS
Page 3

Unitary human Being yaitu manusia sebagai unit adalah hasil pernyataan dari
seorang

Martha

roger.

Keperawatan

adalah

ilmu

humanistic

yang

menggambarkan dan memperjelas bahwa manusia dalam strategi yang utuh dan
dalam perkembangan hipotesis secara umum dengan memperkirakan prinsip
prinsip dasar untuk ilmu pengetahuan praktis. Keperawatan adalah ilmu
pengetahuan humanistik yang didedikasikan untuk menghibur agar dapat
menjaga dan memperbaiki kesehatan, mencegah penyakit, dan merawat serta
merehabilitasi seseorang yang sakit dan cacat. Ilmu keperawatan adalah ilmu
kemanusiaan,

mempelajari

tentang

alam

dan

hubungannya

dengan

perkembangan manusia.
Rogers menekankan bahwa keperawatan adalah disiplin ilmu yang dalam
aktifitasnya mengedepankan aplikasi keterampilan, dan teknologi. Praktek
professional keperawatan bersifat kreatif, imajinatif, eksis untuk melayani orang,
hal tersebut berakar dalam keputusan intelektual, pengetahuan abstrak dan perasaan
mahkluk. Rogers mengungkapkan bahwa aktivitas yang di dasari prinsip prinsip
kreatifitas, seni dan imaginasi. Aktifitas keperawatan dinyatakan Rogers merupakan
aktifitas yang berakar pada dasar ilmu pengetahuan abstrak, pemikiran intelektual,
dan hati nurani. Aktivitas keperawatan meliputi pengkajian, intervensi, dan
pelayanan rehabilitatif senantiasa berdasar pada konsep pemahaman
manusia / individu seutuhnya.

2.2 Konsep Utama Teori Martha E Roger


1. Keperawatan. Rogers menjelaskan

keperwatan

sebagai

profesi

yang

menggabungkan unsur ilmu pengetahuan dan seni. Keperawatan sebagai ilmu


merupakan ilmu pengetahuan humanistik yang didedikasikan untuk menghibur
agar dapat mempertahankan dan memulihkan kesehatan, mencegahan penyakit,

MARTHA E ROGERS
Page 4

merawata, serta merehabilitasi individu yang sakit dan cacat. Pada dasarnya,
ilmu keperawatan mempelajari ilmu sifat dan arah pengembangan
manusia sebagai satu kesatuan yang utuh dengan lingkungan. Kaitannya
dengan proses kehidupan manusia, ilmu keperawatan merupakan ilmu
pengetahuan empiris yang menggabrakan, menerangkan, dan memprediksi
proses kehidupan manusia. Oleh sebab itu, keperawatan bersifat unik karena
merupakan satu-satunya ilmu pengetahua yang berkaitan dengan seluruh aspek
kehidupan manusia. Lebih lanjut, praktik keperawatan professional merupakan
praktik yang bersifat kreatif, imajinatif, dan eksis untuk melayani individu.
Praktik keperawatan profesional tidak memiliki fungsi dependen, malaikan
bersifat kolaboratif.
2. Individu. Individu menurut Rogers merupakan suaru kesatuan yang tidak bias
disederhanakan dan merupakan manifestasi karakteristik yang melebihi dan
bahkan berbeda dari bagian-bagiannya, Manusia sebagai satu kesatuan
merupakan aspek integrasi manusia dengan lingkungan. Manusia bearada
dalam proses kehidupan yang kontinu lingkungan secara keseluruhan, yang
tidak dapat dipahami jika disederhakan menjadi bagian-bagian tertentu. Proses
kehiudpan, menurut Rogers, adalah homeodinamis yang bersifat produktik.
Rogers mengartikan individu sebagai sistem terbuka di dalam proses kontinu
bersama sistem terbuka lingkungan. Keperawatan memendang individu sebagai
bagian dari satu kesatuan yang tidak dapat disederhanakan.
3. Lingkungan. Rogers mendefinisikan lingkungan sebagai suatu medan
energi empat dimensi yang tidak dapat disederhanakan, yang dicirikan
oleh pola dan manisfestasi karakter yang berbeda dengan bagianbagiannya. Lingkungan merupakan medan energy lingkungan, keduanya
bersifat tidak terbatas. Interaksi antara manusia dan lingkungan bersifat
kontinu, mutual, dan simultan.

MARTHA E ROGERS
Page 5

4. Kesehatan. Rogers banyak menggunakan kata kesehatan (health) dalam tulisan


pertamanya, namun ia tidak pernah mendefinisikan kata tersebut. Ia
menggunakan kata kesehatan pisitif (positive health) untuk menunjukkan
kondisi bugar (wellness) dan tidak adanya penyakit dan penyakit parah.
Istilah health digunakan oleh Rogers dalam kondisi nilai yang ditentukan
oleh budaya atau individu
2.3 Paradigma Keperawatan Menurut Teori Martha E Roger
Paradigma keperawatan : Merupakan suatu pandangan global yang dianut oleh
perawat yang mengatur hubungan di antara teori guna mengembangkan model
konseptual dan teori-teori keperawatan sebagai kerangka kerja keperawatan.

Unsur paradigma keperawatan


Paradigma keperawatan adalah suatu cara pandang yang mendasar atau
cara kita melihat, memikirkan, member makna, menyikapi

dan memilih

tindakan terhadap berbagai fenomena yang ada dalam keperawatan.


Paradigma Keperawatan
Perawatan merupakan bagian dari sistem pelayanan kesehatan dan salah
satu faktor yang memenuhi tercapainya pembangunan nasional, oleh karena itu
tenaga keperawatan berada ditatanan pelayanan kesehatan terdepan dengan
kontak pertama dan terlama dengan klien, yaitu selama 24 jam perhari dan 7
hari perminggu, maka perawat perlu mengetahui dan memahami tentang
paradigma keperawatan, peran, fungsi dan tanggung jawab sebagai perawat
profesional agar dapat memberikan pelayanan keperawatan yang optimal dalam
memberikan

asuhan

keperawata

pada

klien.

Perawat

harus

selalu

memperhatikan keadaan secara individual dari segi bio, psiko, sosial, spiritual
dan cultural.

MARTHA E ROGERS
Page 6

1. Manusia
Manusia merupakan satu kesatuan yang utuh dan memiliki sifat dan
karakter yang berbeda-beda. Proses kehidupan manusia dinamis selalu
berinteraksi dengan lingkungan, saling mempengaruhi dan dipengaruhi
atau sebagai system terbuka. Rogers juga mengkonsepkan manusia sebagai
unit yang mampu berpartisipasi secara kreatif dalam perubahan.
2. Keperawatan
Rogers menyatakan bahwa ilmu keperawatan adalah Unitary Human
Being, yaitu manusia sebagai unit. Dia mengartikan bahwa tidak ada ilmu
lain yang mempelajari manusia secara keseluruhan atau utuh. Rogers
menjelaskan keperawatan sebagai profesi yang menggabungkan unsur ilmu
pengetahuan dan seni. Keperawatan adalah ilmu pengetahuan humanistik yang
didedikasikan untuk menghibur agar dapat menjaga dan memperbaiki
kesehatan, mencegah penyakit, dan merawat serta merehabilitasi seseorang yang
sakit dan cacat. Praktek professional keperawatan bersifat kreatif, imajinatif,
eksis untuk melayani orang, hal tersebut berakar dalam keputusan intelektual,
pengetahuan abstrak dan perasaan mahkluk.
3. Kesehatan
Istilah kesehatan digunakan sebagai terminologi nilai yang ditentukan oleh
budaya atau individu. Kesehatan dan penyakit merupakan manifestasi pola dan
diangap menunjukkan pola perilaku yang nilainya tinggi dan rendah. Rogers
memandang konsep sehat-sakit sebagai suatu ekspresi dari interaksi manusia
dengan lingkungannya dalam proses yang mendasar .
4. Lingkungan
Lingkungan sebagai empat bangunan energi yang tidak dapat direduksi
yang diidentifikasi dengan pola dan manifestasi karakteristik yang spesifik.
Lingkungan mencakup segala sesuatu yang berada diluar yang diberikan
oleh bangunan manusia.

MARTHA E ROGERS
Page 7

2.4 Asumsi Utama Teori Martha E Roger


Menurut Roger ada 5 asumsi mengenai manusia, yaitu :
1. Manusia merupakan makhluk yang memiliki kepribadian unik, antara satu dan
lainnya berbeda di beberapa bagian. Secara signifikan mempunyai sifat-sifat
yang khusus jika semuanya jika dilihat secara bagian perbagian ilmu
pengetahuan dari suatu subsistem tidak efektif bila seseorang memperhatikan
sifat-sifat dari sistem kehidupan manusia. Manusia akan terlihat saat
bagiannya tidak dijumpai.
2. Berasumsi bahwa individu dan lingkungan saling tukar-menukar energi dan
material satu sama lain. Beberapa individu mendefenisikan lingkungan
sebagai faktor eksternal pada seorang individu dan merupakan satu kesatuan
yang utuh dari semua hal.
3. Bahwa proses kehidupan manusia merupakan hal yang tetap dan saling
bergantung dalam satu kesatuan ruang waktu secara terus menerus. Akibatnya
seorang individu tidak akan pernah kembali atau menjadi seperti yang
diharapkan semula.
4. Perilaku pada individu merupakan suatu bentuk kesatuan yang inovatif.
5. Manusia bercirikan mempunyai kemampuan untuk abstrak, membayangkan,
bertutur bahasa dan berfikir, sensasi dan emosi. Dari seluruh bentuk kehidupan
di dunia hanya manusia yang mampu berfikir dan menerima dan
mempertimbangkan luasnya dunia.
Berdasar pada asumsi-asumsi terdapat 4 batasan utama yang ditunjukkan oleh Martha
E Roger:

MARTHA E ROGERS
Page 8

1. Sumber energi.
2. Keterbukaan.
3. Pola-pola perilaku.
4. Ukuran ukuran 4 dimensi.
Disini terdapat elemen-elemen yang saling berhubungan pada ini adalah
manusia dan lingkungannya. Sebagai sistem hidup dan sumber energi, individu
mampu mengambil energi dan informasi dari lingkungan dan menggunakan energi
dan informasi untuk lingkungan. Karena pertukaran ini individu adalah sistem
terbuka yang mendasari dan membatasi asumsi-asumsi utama Martha E Roger.
Menurut Martha E Roger ilmu tentang keperawatan berhubungan langsung
dengan proses kehidupan manusia dan bertujuan untuk menjelaskan dan
memperkirakan kealamiahan dan hubungannya dengan perkembangan. Untuk
memperkuat teorinya Martha E. Rogers mengkombinasikan konsep manusia
seutuhnya dengan prinsip homeodinamik yang kemudian di kemukakannya.

Prinsip-prinsip Hemodinamika
Teori menyatakan bahwa dalam keperawatan dipergunakan prinsip hemodinamika untuk
melayani manusia, yaitu :
1.

Integral

Prinsip pertama adalah integral. badan manusia dan lingkungannya tidak dapat
dipisahkan, rangkaian pertukaran proses kehidupan terus terjadi pembaharuan
interaksi antara badan manusia dan lingkungannya. Keduanya saling berinteraksi yang

MARTHA E ROGERS
Page 9

konstan dan saling bertukar dimana pembentukan keduanya ditempatkan dalam waktu yang
sama. Maka, integral adalah kelanjutan proses interaksi antara manusia dan lingkungan.
2.

Resonansi

Prinsip selanjutnya, resonansi, berbicara pada kejadian pertukaran alam antara


manusia dan bidang lingkungan. Pertukaran adalah pola manusia dan bidang lingkungan
disebarkan dari gelombang yang berpindah dari gelombang yang lebih tinggi dari frekuensi
rendah ke gelombang yang lebih pendek dari frekuensi yang lebih tinggi. Proses
kehidupan dalam badan manusia adalah simfoni dari ritme yang bergerak dalam
frekuensi tertentu. Pengalaman manusia di lingkungannya seperti segaris kompleks
kesatuan gelombang resonansi mereka dengan dunia istirahat
3.

Helicy

Terakhir, prinsip helicy sependapat dengan alam dan pertukaran langsung pada manusialingkungan. Manusia dan lingkungan adalah dinamis, sistem terbuka dalam
pertukaran adalah hak berlanjut pada pertukaran yang konstan antara manusia dan
bidang lingkungan.Pertukaran ini juga mengalami pembaharuan. Jika, pertukaran
tidak dapat diprediksi. Akhirnya, pertukaran langsung menuju peningkatan perbedaan dan
kerumitan. Proses ini dan polanya tidak dapat di prediksi, dinamis, dan peningkatan
perbedaan

2.5 Pengaruh teori Martha E Roger terhadap keperawatan


Jika profesi keperawatan dipandang sebagai kepedulian pada umat manusia,
prinsip-prinsip homeodynamics memberikan pedoman untuk memprediksi sifat
dan

arah perkembangan individu

kesehatan. Diharapkan,

praktik

sebagai respon

keperawatan

MARTHA E ROGERS
Page 10

terhadap

profesional

masalah

kemudian

akan

meningkatkan dinamika

integrasi manusia dan

lingkungannya,

untuk

memperkuat hubungan dan integritas bidang manusia, dan untuk mengarahkan


pola dari bidang manusia dan lingkungan untuk realisasi maksimum kesehatan
(Rogers, 1992). Tujuan ini akan tercermin dalam proses keperawatan.
Untuk

berhasil

menggunakan

prinsip-prinsip

homeodinamik,

diperlukan

pertimbangan perawat dan melibatkan perawat dan klien dalam proses


keperawatan. Jika sesuatu atau seseorang di luar individu adalah bagian dari
lingkungan,

maka

perawat

akan

menjadi

bagian

dari

lingkungan

klien. Maka tersirat bahwa klien berpartisipasi, serta bersedia maju dalam proses
keperawatan.

Akibatnya,

hasil

keperawatanmandiri, yang Rogers (1992),

mempertahankan diperlukan jika klien berusaha mencapai potensi maksimal


dengan

cara

yang

positif.

Keperawatan,

adalah bekerja

dengan klien,

bukan kepada atau untukklien. Keterlibatan ini dalam proses keperawatan oleh
perawat menunjukkan kepedulian terhadap semua orang bukan dari satu aspek,
satu masalah, atau segmen terbatas pemenuhan kebutuhan.
Dalam tahap keperawatan, semua fakta dan opini tentang klien dan
lingkungan dikumpulkan. Karena keterbatasan kita dalam mengukur dan alat
pengumpulan data, informasi yang dikumpulkan sesering mungkin dari suatu
pemisahan diri atau bagian lainnya. Namun, untuk melaksanakan pedoman,
analisis data harus dalam keadaan yang mencerminkan keutuhan, yang mungkin
dicapai dengan menanyakan beberapa pertanyaan dan mendapat respon dari data
yang ada.
Pertanyaan seri pertama mencerminkan prinsip Integrasi. Seri berikutnya akan
mencerminkan prinsip resonancy. Seri terakhir dari pertanyaan akan dipengaruhi oleh
prinsip helicy.
Untuk mencerminkan pola gagasan, terkadang akan ditambahkan beberapa
pertanyaan untuk prinsip helicy sebagai pertimbangan. Harus diingat bahwa tanggapan

MARTHA E ROGERS
Page 11

klien merupakan cerminan suatu titik tertentu dalam ruang-waktu. Akibatnya, pola yang
diidentifikasi ini tidak statis tetapi terus berubah, mencerminkan perubahan waktu dan
menambahkan pengalaman masa lalu. Bukan berarti pertanyaa

n-pertanyaan ini

memuat semua, tetapi menggunakan mereka sebagai referensi akan membantu


memberikan perawat dengan melihat klien seutuhnya. Ini akan mengidentifikasi
perbedaan individu dan pola pertukaran bagian-bagian secara berurutan dalam proses
kehidupan. Penilaian keperawatan adalah penilaian dari seluruh keadaan manusia
dan bukan penilaian yang hanya berdasarkan fisik atau status mental. Ini
merupakan penilaian potensi sehat dan sehat secara mandiri dan bukan penilaian dari
suatu penyakit atau proses penyakit. Hasilnya ialah bahwa kemandirian memiliki
kedudukan lebih tinggi dibandingkan penyakitnya.
Sebagai hasil dari penilaian keperawatan, ditarik kesimpulan tentang
kemandirian. Kesimpulannya adalah diagnosis keperawatan, langkah kedua
dalam

proses

keperawatan,

dan

itu

mencerminkan

prinsip-prinsip

homeodynamik. Irama, pola, keanekaragaman, interaksi, dan variasi proses


kehidupan terlihat dengan jelas. Diagnosis keperawatan bertujuan untuk mengetahui
pola pertukaran bagian-bagian tersebut dalam proses kehidupan yang mencakup
hubungan manusia-lingkungan (Roger, 1970). Meskipun tidak sempurna, diagnosa
keperawatan berdasarkan pola kesehatan fungsional Gordon memiliki potensi yang
lebih besar kegunaannya dengan kerangka Roger karena cenderung mencerminkan
pandangan yang lebih tentang keutuhan individu. Mengingat bersifat statis dan
kehilangan tradisi sepanjang diagnosa, sehingga penggunaannya dalam sistem abstrak
dinamis bahkan mungkin tidak tepat (Smith, 1988).
Dengan membuat diagnosis keperawatan, mengarahkan perawat memberikan
asuhan keperawatan. Fokus pada perkembanagn yang membutuhkan implementasi
dalam lingkungan maupun di dalam individu. Diharapkan bahwa perubahan yang satu
ini akan terkait dengan perubahan simultan lainnya. Karena integrasi individu dengan

MARTHA E ROGERS
Page 12

lingkungan, masalah kesehatan tidak dapat dipisahkan dari penyakit sosial di dunia.
Oleh karena itu, masalah ini tidak bisa ditangani dengan efektif dengan cara yang
umumnya diterima secara umum, transisi, tindakan penyakit berorientasi (Rogers,
1992). Dibutuhkan daya imajinasi dan kreatifitas.
Resonansi mensyaratkan bahwa rencana keperawatan diarahkan untuk mendukung
atau memodifikasi variasi proses kehidupan seluruh manusia. karena proses kehidupan
manusia merupakan fenomena searah, sehingga tidak bisa mengembalikan individu ke
tingkat mantan keberadaan, melainkan, perawat membantu individu bergerak maju ke
tingkat yang lebih tinggi lebih beragam eksistensi.
Program keperawatan di bidang helicy membutuhkan penerimaan perbedaan individu
sebagai ungkapan munculnya evolusi, untuk mendukung atau memodifikasi irama dan
tujuan hidup. Untuk melakukan ini membutuhkan partisipasi dan aktif dari klien dalam
asuhan keperawatannya. Kesehatan tidak hanya tercapai dengan mempromosikan
homeostasis dan keseimbangan, melainkan mengambil langkah-langkah untuk
meningkatkan dinamika dan keragaman dalam individu
2.6 Pengaplikasian/ Implikasi Teori Martha E Roger dalam Proses Keperawatan.
Martha E Rogers mengungkapkan bahwa teori yang diambilnya dari konsepnya sangat
mungkin untuk di terapkan dalam praktik keperawatan. Malinski mencatat ada tujuh
trend yang ada dalam praktik keperawatan, yang kesemuanya berdasar pada konsep
teori yang di kemukakan Martha E Rogers.
1) Pemberian kewenangan penuh dalam hubungan perawat klien
2) Menerima perbedaan sebagai sesuatu yang wajar
3) Penyesuaian terhadap pola
4) Menggunakan modalitas gelombang seperti lampu musik, pergerakan dalam proses
penyembuhan.
5) Menunjukkan suatu perubahan yang positif
6) Memperluas fase pengkajian dalam proses keperawatan
7) Menerima hubungan yang menyeluruh dalam hidup.

MARTHA E ROGERS
Page 13

Roger meyakini bila teori-teorinya yang diturunkan dari model konseptualnya mudah
diterjemahkan ke dalam praktek, tetapi contoh-contohnya tidak spesifik. Meski dalam
model konseptual abstraknya tidak secara langsung bisa digunakan dalam praktek, ia
memberikan landasan bagi penelitian dan pengembangan teoriyang memberikan dasar
pengetahuan bagi praktek.

Ia berusaha membangun suatu rencara perawatan

menggunakan prinsi-prinsip hemodinamis. Tetapi, hasil-hasil dari implementasi ini


masih

berupa

hal-hal

umum,

belum

spesifik.

Awal tahun 1960-an Rogers mengusulkan agar posisi paling dasar dalam perawatan
profesional haruslah level sarjana muda. Waktu itu tujuannya kelihatan idealistis,
namun sekarang penegasan-penegasannya menjadi standar, bukannya eksepsi. Ia
katakan hanya orang-orang yang kompeten mengajar perawatan atau apa-apa yang
seharusnya dilakuakan oleh para perawat, merupakan perawat-perawat yang
berkualitas. Anjurannya menjadi bukti dalam pendidikan keperawatan saat ini, seperti
banyaknya perawat telah dipersiapkan untuk mengajar para perawat lain di semua level
pendidikan keperawatan.Teori-teori Rogers secara langsungberhubungan dengan
pengembangan riset dan teori dalam ilmu keperawatan. Model konseptual memberikan
stimulus dan arah bagi aktivitas keilmuan. Prinsip-prinsip hemodinamik sedang dikaji.
Sifat integral hubungan manusia-lingkungan dan pertumbuhan kompleksitas kehidupan
digunakan dalam studi-studi terkini menggunakan model Rogers. Meski hipotesisihipotesis sulit untuk dibangun, teori tersebut sedang dicoba dengan riset.
Bagian yang terpenting dari teori Rogers adalah menggabungkan fenomena yang ada
pada manusia dan praktek keperawatan secara langsung. Konsep ini memberikan arah
dalam

memberikan

stimulasi

dan

untuk

aktivitass

keilmuan.

Konsep

ini

menghubungkan fenomena yang ada pada grand dan middle range theory. Dua contoh
dalam grand nursing theory pada theory Rogers adalah teory Neumans health as
expanding consciousness dan Parses human becoming. Rogers (1986) mengatur

MARTHA E ROGERS
Page 14

bahwa riset keperawatan harus mencakup kesatuan manusia yang terintegrasi dengan
lingkungan.

BAB 3
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Model konsep dan teori keperawaran menurut Martha E. Rogers dikenal dengan nama
konsep manusia sebagai unit. Dalam memahami konsep model dan teori ini,Rogers
berasumsi bahwa manusia merupakan satu kesatuan yang utuh,yang memiliki sifat dan
karakter yang berbeda beda. Keperawatan adalah ilmu humanistic yang
menggambarkan dan memperjelas bahwa manusia dalam strategi yang utuh dan dalam
perkembangan hipotesis secara umum dengan memperkirakan prinsip prinsip dasar
untuk ilmu pengetahuan praktis.
3.2 Kritik dan Saran
Dalam mengaplikasikan model konseptual keperawatan yang dibuat oleh para ahli,
maka terlebih dahulu perawat harus memahami konsep utama dari teori tersebut. Agar
perawat dapat melakukan pengkajian kepada kliennya dengan baik dan sempurna.

MARTHA E ROGERS
Page 15

DAFTAR PUSTAKA
Asmadi. 2008.Konsep Dasar Keperawatan. Jakarta: Buku Kedokteran EGC.
Muwarni, Arita.2008. Pengantar konsep Dasar keperawatan. Yogyakarta: Fitramaya.
Hidayat, A.Aziz Alimul.2008.Pengantar Konsep Dasar Keperawatan Edisi 2. Jakarta:
Salemba Medika.
H.Zaidin Ali. 2008. Dasar-Dasar Keperawatan Profesional. Jakarta: Widya Medika.

MARTHA E ROGERS
Page 16