Anda di halaman 1dari 8

DEFINISI

Helikopter merupakan alat transportasi yang digerakan oleh rotor dan memiliki
kemampuan mendarat dan terbang secara vertikal. Helikopter juga bisa bergerak
maju dan mundur di udara, selain itu helikopter memiliki kemampuan mengapung
di udara. Karena kemampuannya ini helikopter banyak di manfaatkan untuk
berbagai kepentingan.Helikopter mendapatkan daya untuk bergerak dari rotor yang
berputar. Rotor helikopter memiliki bentuk aerofoil yang mirip dengan sayap pada
pesawat terbang. Saat rotor berputar udara akan bergerak pada permukaan atas
rotor mengakibatkan tekanan diatas rotor rendah dari yang dibawah rotor sehingga
helikopter terangkat keatas.
Helikopter mesin diciptakan oleh penemu Slovakia Jan Bahyl. Dibandingkan dengan
pesawat sayap tetap lainnya, helikopter lebih komplex dan lebih mahal untuk
dibeli dan dioperasikan, lumayan lambat, memiliki jarak jelajah dekat dan muatan
yang terbatas. Sedangkan keuntungannya adalah gerakannya; helikopter mampu
terbang di tempat, mundur, dan lepas landas dan mendarat secara vertikal.
Terbatas dalam fasilitas penambahan bahan bakar dan beban/ketinggian, helikopter
dapat terbang ke lokasi mana pun, dan darat di mana pun dengan lapangan
sebesar rotor dan setengah diameter. Landasan helikopter disebut helipad.
Sejarah Helikopter Kata helikopter berasal dari bahasa Yunani helix (spiral) dan
pteron (sayap). Sesuai dengan namanya, Helikopter merupakan pesawat sayapberputar yang dapat bergerak naik turun secara vertikal dan bermanuver di udara
memanfaatkan tenaga yang dihasilkan dari oleh satu atau lebih rotor (propeller)
horizontal besar. Helikopter pertama dibuat oleh Paul Cornu pada tahun 1907.
Helikopter ini adalah pesawat terbang yang pertama yang dapat lepas landas
secara vertikal yang menggunakan dua rotor baling-baling berdiameter 6 meter
sebagai pengganti sayap pesawat dan mampu terbang pada ketinggian 1,5 meter
dan bertahan selama 1 menit Pada bulan Januari 1924, Raul Pateras de Pescara,
seorang kebangsaan Argentina yang bekerja di Eropa membuat helikopter Pescara
yang mampu terbang selama 10 menit, dan pada 18 April 1924 berhasil mengukir
rekor dunia helikopter dengan jarak terbang 736 meter selama 4 menit 11 detik,
namun pada 4 Mei 1924 Etienne Oemichen berkebangsaan Perancis berhasil
membuat rekor dunia baru yakni jarak terbang 1,692 km, waktu terbang 14 menit
dengan ketinggian 15 meter. Pada Oktober 1930, Corradino DAscanio
berkebangsaan Italia menciptakan helikopter DAscanio dan berhasil menempuh
jarak separuh mil pada ketinggian 59 ft ( 18 meter) selama 8 menit dan 45 detik Era
baru perkembangan helikopter terjadi pada September 1939, sebuah helikopter
Amerika pertama yang didesain oleh Igor Skorsky keturunan Rusia yang lahir di
Amerika melalui Vought-Sikorsky Company. Helikopter ini bernama Sikorskys VS300, merupakan helikopter pertama yang sukses menggunakan rotor/baling-baling
belakang (Tail Rotor) yang berfungsi untuk menetralkan tenaga putaran yang
diproduksi oleh baling-baling utama. Jenis-Jenis Helikopter Setelah perang dunia ke-

2 perkembangan helikopter terjadi sangat pesat untuk berbagai tujuan. Beberapa


jenis helikopter yang ada saat ini antara lain:
U.S. Army CH-137
Textron 206B-3 JetRanger III
V-22 Osprey
Sikorsky S-92A
CH-47 Chinook
RAH-66 Comanche
Westland Lynx
1.

Helikopter U.S. Army CH-137

Helikopter U.S. Army CH-137 merupakan helikopter militer AS yang digunakan untuk
mobilisasi pasukan dan peralatan perang
1. 2.
Helikopter Bell Textron 206B-3 JetRanger III Helikopter Bell Textron 206B3 JetRanger III merupakan helikopter sipil yang digunakan kepolisian di negara
bagian Texas, Amerika Serikat
3.

Helikopter V-22 Osprey

V-22 Osprey merupakan helikopter yang rotornya dapat diputar arah vertikal untuk
keperluan lepas landas maupun pendaratan dan jika rotor diputar horisontal
helikopter tersebut dapat melaju seperti layaknya pesawat terbang biasa. Pesawat
ini dikembangkan atas kerjasama antara Bell/Bel Textron Helikopter dan Boeing.
4.

Helikopter Sikorsy S-92A

Helikopter Sikorsky S-92A merupakan helikopter yang digunakan untuk mengangkut


orang/penumpang maupun barang. Desain Helikopter merupakan modifikasi dari
helikopter militer UH-60L Black Hawk dan SH-60B Sea Hawk. Helikopter ini mampu
mengangkut hingga 20 orang penumpang dan mempunyai kapasitas beban lebih
dari 4,6 ton.
5.

Helikopter CH-47 Chinook

Helikopter Ch-47 Chinook merupakan helikopter pengangkut ber-rotor ganda yang


dibuat tahun 1961 untuk keperluan militer Amerika Serikat.
6.

Helikopter RAH-66 Comanche

Helikopter RAH-66 Comanche merupakan helikopter pengintai yang dilengkapi


senjata dan pertama kali diterbangkan tahun 1996 untuk keperluan angkatan
perang AS. Helikopter ini hasil kerjasama antara Sikorsky cabang korporasi dan
perusahaan Boeing. Helikopter dengan dua awak ini mampu terbang dengan
kecepatan 320 km/jam.
7.

Helikopter Westland Lynx

Helikopter Westland Lynx merupakan helikopter buatan Inggris tercepat di dunia


saat ini, dengan kecepatan 249,10 mph (400,80 km/jam). Catatan waktu tercepat
ini diperoleh bulan Agustus 1986 yang dipiloti oleh John Egginton.
PRINSIP KERJA
Helikopter bisa terbang karena gaya angkat yang dihasilkan oleh aliran udara yang
dihasilkan dari bilah bilah baling baling rotornya. Baling baling itu yang
mengalirkan aliran udara dari atas ke bawah. Aliran udara tersebut sedemikian
deras sehingga mampu mengangkat benda seberat belasan ton.
1.

Airfoil

Pada dasarnya, prinsip dasar terbang dari pesawat bersayap tetap (fixed wing)
dengan helikopter yang dikenal juga pesawat bersayap putar. Kuncinya ada pada
dua kekuatan besar yang bekerja terpadu, menghasilkan gaya angkat dan daya
dorong yang besar.
Pada helikopter, fungsi sayap digantikan oleh baling-baling yang setiap balingbalingnya meski berukuran lebih kecil dari sayap pesawat biasa, namun ketika
diputar, curvanya relatip sama dengan sayap pesawat. Untuk mendapatkan gaya
angkat, baling-baling rotor harus diarahkan pada posisi tertentu sehingga dapat
membentuk sudut datang yang besar. Prinsipnya sama dengan pesawat bersayap
tetap, pada helikopter ada dua gaya besar yang saling memberi pengaruh. Aliran
udara yang bergerak ke depan baling baling menekan baling baling sehingga
bilah baling baling terdorong balik ke belakang menghasilkan suatu gaya angkat
kecil. Tetapi ketika ketika aliran udara bergerak cepat melewati bagian atas dan
bawah bilah bilah baling baling, tekanan udara yang besar diantara baling-baling
otomatis akan mengembang ke seluruh permukaan yang bertekanan lebih rendah,
menyebabkan baling-baling terdorong ke atas dan helikopterpun terangkat. Yang
perlu diingat, meski bilah-bilah baling-baling itu hanya beberapa lembar, namun
dalam keadaan berputar cepat, ia akan membentuk suatu permukaan yang rata
dan udara yang menekannya ke atas menimbukan tekanan besar yang akhirnya
menghasilkan gaya angkat yang besar pula. Prinsip ini sama dengan fungsi propeler
pada pesawat bermesin turboprop dan sama pula dengan kitiran mainan anakanak itu. Beberapa helikopter yang digunakan dalam perang, seperti Mi-26 Hind
misalnya dilengkapi dengan sayap kecil yang disebut canard, fungsi pertamanya
untuk meringankan beban rotor utama dan yang kedua untuk meningkatkan laju
kecepatan dan memperpanjang jangkauan jelajah. Fungsi lain adalah sebagai
gantungan senjata, rudal dan lain-lainnya. Dengan menambahkan sayap pendek ini,

maka perbedaan fungsional antara pesawat tetap dengan helikopter menjadi samar.
Pesawat bersayap tetap juga ada yang mampu terbang-mendarat secara vertikal
(Vertical Take-off Landing/VTOL). Contoh: Harrier dari jenis Sea Harrier atau AV-8
Harrier. Kelebihan pesawat bersayap tetap, terutama soal terbangnya karena
pesawat berjenis ini memiliki platform yang lebar sehingga relatif lebih stabil saat
melakukan penerbangan. Soal menerbangkannya, itu persoalan mengatur kemudi
guling pada sayap dan stabilizer tegak dan datar yang ada pada ekornya. Tetapi
pada Helikopter tidaklah demikian. Ketika bilah bilah baling baling rotornya
menghasilkan gaya angkat rotornya sendiri sendiri bekerja memindahkan udara di
atasnya ke bawah sebanyak banyaknya. Disaat itu berat udara yang dipindahkan
mengurangi berat helikopter sehingga helikopter itu terangkat. Dan bila helikopter
itu terangkat, berarti terjadi keseimbangan berat antara udara yang dipindahkan
dari atas ke bawah dengan bobot helikopternya. Untuk mengoperasikan helikopter
itu ada alat kemudi yang biasa disebut collective pitch dan cyclic pitch masingmasing berfungsi sebagai pengatur gaya angkat dan pendorong helikopter untuk
melaju ke depan.
2.

Tail Rotor

Begitu pula halnya dengan konfigurasi rotor, bukan hanya sekedar bisa berputar
lalu terbang dan mengambang. Sebab saat baling-baling diputar akan selalu
menimbulkan tenaga putaran yang disebut dengan istilah umum torque. Untuk
menghilangkan atau menangkal tenaga putar yang bisa menyebabkan badan
helikopter itu berputar, maka perlu dipasang antitorque.
Antitorque ini dapat berupa tail rotor atau rotor ekor yang dipasang pada ekor
pesawat yang juga berfungsi sebagai rudder. Konfigurasi ini dapat dilihat pada
helikopter umumnya seperti Bell-412, Bell-205 atau UH-1 Huey, atau NBO-105, dan
AS-330 Puma atau AS-335 Super Puma, AH-64 APACHE atau Mi-24 HIND. Selain
menggunakan tail rotor, masih ada beberapa desai yang lain. Misalnya yang
menggunakan sistem tandem seperti yang digunakan pada helikopter Boeing CH-47
Chinook atau CH-46 Sea Knight. Kedua rotor tersebut yang bersama-sama
berukuran besar masing-masing ditempatkan di depan dan di belakang badan
helikopter. Keduanya simetris namun memiliki putaran yang berlawanan arah .
Maksudnya untuk saling meniadakan efek putaran yang ditimbulkan satu sama lain,
intermesh dalam bahasa populernya. Cara lain adalah dengan konfigurasi eggbeater. Konfigurasi rancang bangun seperti ini digunakan pada helikopter Ka-25
Kamov buatan Rusia atau Kaman HH-43 Husky. Kedua baling-baling yang sama
besarnya itu diletakkan dalam satu poros, terpisah satu sama lain dimana yang satu
diletakkan diatas rotor lainnya. Keduanya berputar berlawanan arah. Maksudnya
untuk menghilangkan efek putaran atau torque. 1. 3.
Rotor Aktif atau Tilt Rotor
dan Sayap Aktif atau Tilt Wing Tinggal landas dan mendarat helikopter berkarakter
terbang seperti pesawat bersayap tetap merupakan konsep yang dianut oleh
helikopter jenis ini. Cara termudah adalah menggabungkan konsep kerja pesawat
helikopter dengan pesawat bersayap tetap dalam satu wujud.

Prinsip kerjanya secara teknis bila rotor utama diarahkan ke atas maka gerakan
vertikal yang dilakukan helikoter dapat dilakukan sedangkan saat rotor diarahkan ke
depan atau ke belakang (sebagai pursher atau pendorong) maka karakter terbang
seperti pesawat tetap dapat diperoleh. Gerakan rotor seperti ini tidak perlu
melibatkan sayap. Sebenarnya pengembangan rotor aktif ini masih diliputi
kegamangan, masalahnya adalah sistem tadi bisa saja disebut pesawat bersayap
tetap karena memiliki sayap yang berlumayan besar, sekaligus memiliki ekor
pesawat yang berkonfigurasi dengan pesawat bersayap tetap biasa. Akhirnya
konsep ini disebut konsep hybrid. Contoh helikopter ini: V-22 Osprey. Selain konsep
rotor aktif, ada pula konsep sayap aktif, dimana yang digerakkan bukanlah rotor
seperti pada rotor aktif melainkan sayap pesawatnya. Sementara mesin tetap pada
kedudukannya. Contoh helikopter ini: TW-68 (Ishida Corporation, Jepang) Rancangan
ini disebut sebut memiliki rancangan yang lebih ringkas dibandingkan dengan
rotor aktif.
BAGIAN BAGIAN UTAMA PADA HELIKOPTER
a)
Bilah rotor (rotor blade) merupakan bentuk aerofoil yang sudutnya bisa
diubah-ubah dan berfungsi untuk menimbulkan gaya angkat dan gaya dorong. Rotor
blade melekat pada main rotor dengan bantuah rotor hub.
b)
Tail rotor terletak dibagain belakan helikopter, rotor ini merupakan rotor kecil
yang berputar secara fertikal. fungsi rotor ini untuk mmebelokan helikopter sesuai
arah yang dinginkan. selain itu tail rotor juga berfungsi untuk melawan torsi yang
ditimbulkan oleh main rotor saat berputar (aksi dan reaksi)
c)
Swash plate mempunyai dua bagian utama utama yaitu satu pelat yang tetap
warna biru dan pelat yang berputar warna merah. Swash plate ini yang berfungsi
untuk mengatur pergerakan pesawat dengan cara mengatur sudut serang udara
pada rotor blade. CARA HELIKOPTER TERBANG Seperti yang kita singgung di atas,
helikopter memiliki kemampuan yang unik saat mengudara. Berikut ini bagaimana
cara helikopter terbang. Untuk lebih paham lebih baik kita lihat sekilas tentang
bentuk aerofoil baling-baling helikopter Setiap baling-baling heli memiliki bentuk
aerofoil yang mirip dengan sayap pada pesawat terbang. Daya angkat yang
ditimbulkannya tergantung pada sudut serang (angel of attack) dan kecepatan
baling-baling saat berputar. Collective control Gerakan ini berfungsi untuk
menaikan dan menurunkan helikopter. Gerakan ini di dapat dengan cara menaikan
atau menurukan swash plate terhadap poros rotor utama tanpa mengubah sudut
nya. Karena perubahan sudut serang (pith angel) serentak atau kolektif maka
gerakan naik heli akan selalu konstan terhadap putaran baling-balingnya. Cyclic
control Gerakan iniberhubungan dengan gerakan memutar dan maju. Untuk
bergerak maju sudut serang blade di ubah dengan cara memiringkan swash plate.
Karena sudut serang pada masing-masing blade tidak sama, maka gaya angkat pun
berubah. Perbedaan gaya angkat inilah yang digunakan untuk memajukan,
memundurkan, atau memutar peawat.

KAJIAN PUSTAKA
Materi dan Ilmu Fisika yang tercantum pada Helikopter :
a)
Ada beberapa macam gaya yang bekerja pada benda benda yang terbang di
udara. Namun hingga saat ini, setidaknya ada 3 penjelasan yang diterima untuk
fenomena munculnya gaya angkat pada sayap: prinsip Bernoulli, Hukum III Newton,
dan efek Coanda. Sayap pesawat memiliki kontur potongan melintang yang unik:
airfoil. Pada airfoil, permukaan atas sedikit melengkung membentuk kurva
cembung, sedangkan permukaan bawah relatif datar. Bila sekelompok udara
mengenai kontur airfoil ini, maka ada kemungkinan bahwa udara bagian atas akan
memiliki kecepatan lebih tinggi dari bagian bawah. Hal ini disebabkan karena udara
bagian atas harus melewati jarak yang lebih panjang (permukaan atas airfoil adalah
cembung) dibandingkan udara bagian bawah.
b)
Prinsip Bernoulli menyatakan bahwa semakin tinggi kecepatan fluida (untuk
ketinggian yang relatif sama), maka tekanannya akan mengecil. Dengan demikian
akan terjadi perbedaan tekanan antara udara bagian bawah dan atas sayap: hal
inilah yang mencipakan gaya angkat.
c)
Hukum III Newton menekankan pada prinsip perubahan momentum manakala
udara dibelokkan oleh bagian bawah sayap pesawat. Dari prinsip aksi - reaksi,
muncul gaya pada bagian bawah sayap yang besarnya sama dengan gaya yang
diberikan sayap untuk membelokkan udara. Sedangkan penjelasan menggunakan
efek Coanda menekankan pada beloknya kontur udara yang mengalir di bagian atas
sayap. Bagian atas sayap pesawat yang cembung memaksa udara untuk mengikuti
kontur tersebut. Pembelokan kontur udara tersebut dimungkinkan karena adanya
daerah tekanan rendah pada bagian atas sayap pesawat (atau dengan penjelasan
lain: pembelokan kontur udara tersebut menciptakan daerah tekanan rendah).
Perbedaan tekanan tersebut menciptakan perbedaan gaya yang menimbulkan gaya
angkat. Gaya-gaya aerodinamika ini meliputi gaya angkat (lift), gaya dorong
(thrust), gaya berat (weight), dan gaya hambat udara (drag). Gaya-gaya inilah yang
mempengaruhi profil terbang semua benda-benda di udara, mulai dari burungburung yang bisa terbang mulus secara alami sampai pesawat terbang yang paling
besar sekalipun. Namun hal mendasar yang menyebabkan pesawat itu bisa
mengudara adalah lebih kepada karena gaya angkat yang lebih tunduk kepada
hukum Newton ketiga, yang secara sederhana berbunyi : SETIAP AKSI (daya) AKAN
MENDAPAT REAKSI YANG BERLAWANAN ARAH DAN SAMA BESAR.
ANATOMI HELIKOPTER
1. Cockpit, merupakan kabin awak/pilot yang terletak di bagian paling depan dari
sebuah helikopter untuk mengendalikan/mengoperasikan helikopter.
2. Landing skids, merupakan bagian bawah helikopter untuk menyangga kedudukan
helikopter ketika berada di landasan.

3. Engine, Transmision, fuel, merupakan komponen utama dari sebuah helikopter


yang berfungsi menggerakkan semua mekanik yang ada dan tentunya memerlukan
bahan bakar untuk menjalankan mesin yang disuplai dari tangki bahan bakar yang
berada di bawah bagian belakang dari badan utama helikopter
4. Tail boom, merupakan tuas yang terletak di belakang badan utama helikopter
yang berfungsi untuk menstabilkan gerak/manuver helikopter. Kegunaan
Helikopter Helikopter digunakan untuk berbagai keperluan, antara lain:
Keperluan militer
Keperluan Riset
Keperluan Kepolisian
Keperluan kemanusiaan dan penyelamatan (SAR)
1. Keperluan militer antara lain untuk:
Pengintaian dan pengawasan wilayah
Penyerangan

Mobilisasi pasukan

2. Keperluan Riset sebagai alat transportasi penelitian


3. Keperluan Kepolisian sebagai alat patroli
4. Keperluan kemanusiaan dan penyelamatan (SAR) antara lain untuk:
Pengiriman bantuan ke manusiaan

Penyelamatan/Evakuasi korban

HUKUM NEWTON II Sebuah benda bermassa m yang mendapat gaya sebesar F akan
memmperoleh percepatan sebanding dengan gaya tersebut dan berbanding
terbalik dengan massanya Bila pada benda tersebut bekerja berbagai gaya, maka
percepatannya dapat ditentukan dari hukum Newton II :
F

Gaya [N = newton]

Massa [kg]

Percepatan [m/s2 ]

Contoh masalah : [Dinamika I Gerak Vertikal] Sebuah helikopter bermassa 15000 kg


mengangkat sebuah truk bermassa 4500 kg dengan percepatan sebesar 1,4 m/s2.
Truk disebut diangkat dengan menggunakan kabel baja, Gaya angkat yang diterima
oleh baling-baling helikopter arahnya vertikal ke atas. Tentukan besarnya tegangan
pada kabel baja dan besarnya gaya angkat pada baling-baling helikopter.