Anda di halaman 1dari 7

LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA ANALISIS

ANALISIS KUALITATIF SENYAWA ORGANIK

Golongan / Kelompok
Maria Yosevine K
Chia EstiPhany
SitiHafidatul M
Nori Diva Tanisa

U/D

/ 2443013033
/ 2443013139
/ 2443013182
/ 2443013302

FAKULTAS FARMASI
UNIVERSITAS KATOLIK WIDYA MANDALA
SURABAYA
2015
I.

Tujuan

Dapat mengetahui reaksi khusus golongan senyawa organik, gugus fungsi, dan identifikasi
II.

anion organik.
Landasan Teori
Senyawa organik adalah golongan besar senyawa kimia yang molekulnya mengandung
karbon, kecuali karbida, karbonat, dan oksida karbon. Studi mengenai senyawaan organik
disebut kimia organik. Banyak di antara senyawaan organik, seperti protein, lemak, dan
karbohidrat, merupakan komponen penting dalam biokimia.Di antara beberapa golongan
senyawaan organik adalah senyawa alifatik, rantai karbon yang dapat diubah gugus
fungsinya; hidrokarbon aromatik, senyawaan yang mengandung paling tidak satu cincin
benzena; senyawa heterosiklik yang mencakup atom-atom nonkarbon dalam struktur
cincinnya; dan polimer, molekul rantai panjang gugus berulang.Pembeda antara kimia
organik dan anorganik adalah ada/tidaknya ikatan karbon-hidrogen. Sehingga, asam
karbonat termasuk anorganik, sedangkan asam format, asam lemak pertama, organik. Nama
"organik" merujuk pada sejarahnya, pada abad ke-19, yang dipercaya bahwa senyawa
organik hanya bisa dibuat/disintesis dalam tubuh organisme melalui vis vitalis - "life-force".
Kebanyakan senyawaan kimia murni dibuat secara artificial(Team teaching prak. Kimia
Organik. 2008. Modul Praktikum. Gorontalo: UNG).
Senyawa organik menunjukan sifat kimia dan fisika yang sangat berbeda karena
strukturnya berbeda. Beberapa diantaranya berwujud padat, sebagian berwujud cair, dan
ada pula gas. Adda yang rasanya manis dan ada pula yang asam. Ada yang beracun, ada
yang sangat penting untuk kehidupan. Untuk memahami berbagai sifat molekul organik
perlu diketahui strukturnya. Tiga prinsip sederhana yang dapat memberikan pengertian
dasar tentang struktur dan kimiawi molekul organik adalah:
1. Atom karbon dapat membentuk ikatan kovalen dengan ikatan hidrogen
2. Atom karbon dapat membentuk ikatan kovalen dengn atom karbon lain untuk
membangun rantai karbon,
3. Atom karbon dapat membentuk ikatan kovalen dengan unsur lain, terutam
oksigen, nitrogen, belerang, dan halogen(Antony C. Wilbraham & Michael S.
Matta. Hal: 24-25)
Dalam senyawa organik unsur sering terjadi terjadi bersama dengan karbon dan hidrogen

adalah oksigen, nitrogen, sulfur, klor, brom, dan iodin. Deteksi unsur ini tergantung pada mereka
untuk mengkonversi larut dalam air senyawa ionik dam penerapan tes khusus.Deteksi berbagai
unsur hadir dalam senyawa organik yang disebut analisis kualitatif. Karbon dan hidrogen yang

hadir di hampir semua senyawa organik.Unsur lainnya biasanya hadir dalam senyawa organik
adalah oksigen, nitrogen, halogen, silfur, dan kadang-kadang fosfor(Drs. Faizar Farid, M.Si.
hal:03)
III.

Cara Kerja
a. AnalisisPendahuluan
1. Warna : senyawa organik / obat
Putih
Kuning
2. Bau
Berbau caramel
3. Kelarutan dalam asam dan basa
Penetesan H2SO4 pekat warna kekuningan
4. Analisis unsur
Cara Middleton : Dalam mortir kering gerus 25g Na 2CO3 anhidrat dan 50g
serbuk seng. Dalam tabung reaksi kering, 100 mg sampel
ditambah kira-kira 1g campuran pereaksi diatas, campur
homogen. Panaskan, mula-mula dengan api kecil kemudian api
dibesarkan sampai campuran merah membara. Segera tabung
masukkan mortir yang berisi 15 ml air. Kemudian gerus dan
pindahkan ke erlenmeyer, didihkan selama 5 menit lalu
disaring. Selanjutnya digunakan untuk identifikasi adanya
unsur-unsur. Pada pemanasan diatas terjadi reaksi berikut :
N
S
Zn + Na2CO3
NaCN + NaX + ZnS
X
ZnS berupa endapan, asamkan. H2S yang dibebaskan akan memberikan endapan
hitam dengan pereaksi Pb++
Unsur Nitrogen
Ambil 1 ml filtrat Middleton masukkan ke dalam tabung reaksi dan
tambahkan 2 tetes larutan jenuh FeSO4 (r.p). Didihkan campuran tersebut
selama 1 menit. Dinginkan dan asamkan dengan H 2SO4 encer sambil dikocok

sampai terbentuk biru berlin.


Unsur Sulfur
Ambil endapan hasil filtrasi cara Middleton, masukkan ke dalam tabung
reaksi, tambahkan 1 ml HCl encer. Basahi kertas saring dengan Pb asetat,

tutup mulut tabung saat HCl encer ditambahkan lalu dikocok. Terjadi warna

kecoklatan pada kertas saring menunjukkan adanya sulfur.


Halogen
Asamkan 2 ml filtrat Middleton dengan HNO 3 encer dan tambahkan beberapa
tetes larutan AgNO3 : terbentuk endapan putih atau kuning yang menunjukkan
adanya ion halogen.
Unsur Klor (Cl)
Ambillah lapisan air dari percobaan unsur Iodium lalu tambahkan HNO3
encer dan beberapa tetes AgNO3, terbentuk endapan putih abu-abu yang

dapat larut dalam NH4OH yang menunjukkan adanya klor.


b. Reaksi Khusus Golongan Senyawa Organik
1. Senyawa mengandung Nitrogen
Pemeriksaan senyawa amin (basa)
Zat + H2SO4 + pereaksi Mayer endapan, bermacam warna
Pereaksi Mayer : HgCl2 dalam larutan KI 5%
2. Senyawa pereduksi
Zat + campuran Fehling I + II 30 (wb) Cu2O
merah bata
R. Fehling
I. CuSO4 7%
II. K Na Tartrat + NaOH
Percobaan dengan KmnO4
Dalam larutan netral atau asam
Larutan zat + KmnO4 0,1% warna hilang coklat (suhu kamar)
c. Analisis Gugus Fungsi(Amina,Amida,Alkohol,Karboksil,Nitro)
1. Gugus Alkohol (R-OH)
- Uji Esterifikasi
Kedalam 3 tetes sampel tambahkan 10 mg serbuk asam salisilat dan 1 ml.
H2SO4 p lalu panaskan dan dinginkan. Encerkan dengan air,tercium bau ester
-

yang khas.
Uji Oksidasi
Bakar kawat tembaga yang telah dibersihkan smapai memijar lalu celupkan
kedalam 10 tetes sampel. Lakukan perlakuan ini berkali kali. Tercium bau
khas. Ambil 2 tetes cairan lalu teteskan pereaksi Schiff,terbentuk warna

merah ungu(menandakan Alkohol Primer).


2. Gugus Karboksil (-COOH)
.
3. Gugus Amina (-NH2)
- Uji p-DAB HCl
Larutkan 10 mg zat dalam 1 ml HCl encer,tambahkan 2 tetes p-DAB
HCl,terbentuk endapan kuning sampai jingga.

4. Gugus Nitro
- Tidak dilakukan.
d. Identifikasi Anion Organik
1. Benzoat
Zat + alkohol + H2SO4 p etil benzoat + H2O
(bau spesifik)

IV.

Data Pengamatan
Pemeriksaan
Warnazat
Bau

Hasil
Putih
Bau caramel

Kesimpulan
Gula, asam tartrat

Kelarutan dalam asam dan

Larut dalam H2SO4 pekat

Klotimazol

basa
Unsur Nitrogen
Unsur Sulfur

warna kekuningan
Terbentuk warna biru berlin
Warna kecoklatan pada

Adanya unsur Nitrogen


Adanya unsur Sulfur

Unsur Halogen
Unsur Klor

kertas saring
Terbentuk endapan putih
Terbentuk endapan putih

Adanya unsur halogen


Adanya unsur Klor

Pemeriksaan senyawa amin

abu-abu
Terbentuk endapan dan

Mengandung unsur

(basa)
Senyawa pereduksi

warna jingga
Terbentuk endapan merah

Nitrogen
Adanya senyawa

Percobaan dengan KmnO4

bata
Warna hilang, terbentuk

pereduksi (gula pereduksi)


Adanya senyawa
pereduksi

Reaksi iodoform
Analisis gugus Karboksil

warna coklat (suhu kamar)


Bau iodoform
Lakmus biru merah

Adanya gugus karboksil (-

(Uji Kertas Lakmus)


Analisis gugus Amina (Uji

Terbentuk warna merah

COOH)
Adanya gugus amina (-

Diazotasi dan

ungu

NH2)

Penggabungan)
Analisis Senyawa Tak Jenuh

Perubahan warna dari coklat Adanywa senyawa tak

(Uji Adisi Brom)


Benzoat

pucat
Bau menyengat

jenuh
Adanya anion benzoat

V.

Pembahasan
Zat yang kami amati sebenarnya adalah klorampenikol, sulfasetamid, dan asam
benzoate. Berikut adalah struktur kimia senyawa tersebut :

Kloramfenikol

Asam Benzoat
Praktikum ini dimulai dengan analisa pendahuluan. Zat kami bewarna putih dan
berbau caramel dengan pemijaran. Penetesan dengan H2SO4 pekat menghasilkan warna
kuning. Lalu untuk analisa unsur digunakan destruksi cara Middleton. Cara Lassaigne tidak
dilakukan karena logan Na bersifat eksplosif. Destruksi dilakukan untuk memecah
campuran tersebut menjadi lebih sederhana sehingga lebih mudah diamati. Pada analisa
unsur kami menggunakan filtrat Middleton untuk mengetahui unsur Nitrogen dan halogen.
Sedangkan endapannya kami gunakan untuk menganalisa unsur Sulfur. Analisa nitrogen,

halogen, dan sulfur memberikan hasil positif namun saat kami menganalisa lebih lanjut
halogen apa yang terkandung, tidak ada hasil positif untuk iodium, brom, maupun klorida.
Hal ini dikarenakan kesalahan kami dalam mengambil lapisan air.
Untuk penetapan reaksi khusus golongan senyawa organik, kami mendapatkan hasil
positif pada pemeriksaan senyawa amin (basa) dengan terbentuk nya endapan dan warna
merah jingga. Kami juga mendapati hasil positif pada senyawa pereduksi, zat ketika di
campurkan dengan reagen fehling I + II dan dipanaskan membentuk endapan merah bata,
selain itu percobaan dengan KmnO4 menunjukkan warna coklat (suhu kamar). Golongan
amida aromatis tidak kami temukan.
Dalam analisa gugus fungsi, kami menemukan hasil positif melalui uji kertas lakmus
yang menandakan adanya gugus karboksil (-COOH) dengan berubahnya kertas lakmus
biru menjadi merah, hasil positif pada uji diazotasi dan penggabungan menunjukkan
adanya gugus amina (-NH2) dengan terbentuknya warna merah ungu, dan hasil positif pada
uji adisi brom yang menandakan adanya senyawa tak jenuh. Sebenarnya dalam campuran
kami terdapat gugus Nitro (-NO2), tetapi kami tidak menemukan karena uji Besi (II)
hidroksida terhadap gugus Nitro (-NO2) negatif.
Pada identifikasi anion organik, kami menemukan anion benzoat melalui reaksi
antara sampel zat, alkohol, dan asam sulfat pekat yang menimbulkan bau menyengat dari
etil benzoat.
VI.

Kesimpulan
1. Unsur yang ditemukan yaitu unsur Nitrogen dan Sulfur.
2. Golongan senyawa organik yang ditemukan senyawa mengandung nitrogen (senyawa
amin) dan senyawa pereduksi.
3. Gugus fungsi : gugus karboksil, gugus amina sekunder dan senyawa tak jenuh.
4. Anion organik yang didapat benzoat.

VII.

DaftarPustaka
Shevla, G. 1979. Vogels textbook of macro and semimicro qualitative inorganic
analysis fifth edition. London & New York : Longman Group Limited