Anda di halaman 1dari 15

TUGAS KELOMPOK BAKTERI MIKROBIOLOGI

PENGANTAR MIKROBIOLOGI

Disusun oleh Kel B4 :

1. Agung Budianto A. 060810312


2. Chrisna Teja M. 060810367
3. Wakhid Nur H 060810368
4. Luviana Kristianingtyas 060810370
5. Nabila Laryska 060810371
6. Ike Yuniarni 060810372
7. Luthfi Andika F 060810373
8. Dwi Agita Sari 060810374
9. Nur Aini 060810375
10. Siti Nur Aisyah 060810376
11. Roudlotul Anggaraini 060810377
12. Tri Yongki I 060810378
13. Yunita F. Ola 060810379
14. Ike Martania H 060810380
15. Sofiatur R 060810381
16. Nurul 060810382
17. Dara Recard 060810383

Fakultas Kedokteran Hewan


Universitas Airlangga
Surabaya
2009
SOAL PENGANTAR MIKROBIOLOGI

1.Apa peran kontribusi Anthony Van Leeuwenhoek’s terhadap mikrobiologi? Jelaskan


alat apa yang dibuatnya dan apa yang diamati?
Jawab:
Kontribusi van Leeuwenhoek’s terhadap mikrobiologi adalah dia yang
pertama kali mampu menjelaskan mikroorganisme secara terperinci serta dilengkapi
dengan gambar-gambar bakteri. Tetapi penemuan-penemuan Leeuwanhoek pada saat
itu tidak dihiraukan. Alat yang dibuat oleh Leuwenhoek pada saat itu adalah sebuah
mikroskop sederhana dengan mengkombinasikan lensa-lensa sehingga dapat
digunakan untuk memperbesar penglihatan untuk melihat mikroorganisme.
Leeuwenhoek menggunakan mikroskopnya yang sangat sederhana untuk mengamati
air sungai, air hujan, ludah, feses dan lain sebagainya. Ia tertarik dengan banyaknya
benda-benda kecil yang dapat bergerak yang tidak terlihat dengan mata biasa. Ia
menyebut benda-benda bergerak tadi dengan ‘animalcule’ yang menurutnya
merupakan hewan-hewan yang sangat kecil. Penemuan ini membuatnya lebih antusias
dalam mengamati benda-benda tadi dengan lebih meningkatkan mikroskopnya. Hal
ini dilakukan dengan menumbuk lebih banyak lensa dan memasangnya di lempengan
perak. Akhirnya Leewenhoek membuat 250 mikroskop yang mampu memperbesar
200-300 kali. Leewenhoek mencatat dengan teliti hasil pengamatannya tersebut dan
mengirimkannya ke British Royal Society.
2.Apa yang dimaksud dengan generasi spontan (spontaneus generation) ? Siapa
pendukungnya? Bagaimana pembuktiannya? Siapa penyangga teori tersebut?
Jawab:
Yang dimaksud dengan Generatio Spontanea adalah munculnya jasad renik
berasal dari dekomposisi jaringan tumbuhan/hewan yang telah mati atau dengan kata
lain kehidupan muncul begitu saja yang berasal dari bahan mati.
– Pendukung Teori Generatio Spontanea:
a. John Needham (1713-1781)
Pembuktian :
John Needham melakukan percobaan dengan cara memasak sepotong daging
untuk menghilangakan organisme yang ada dan mengambil kaldunya yang
kemudian dimasukan dalam toples terbuka. Ia mengamati adanya koloni pada
permukaan daging tersebut. Sehingga ia menyimpulkan bahwa mikroorganisme
muncul secara spontan dari daging tersebut.
b. Felix Archimede Pouchet (1800-1872)
Pembuktian :
Pada tahun 1859 ia banyak mempublikasikan tulisan yang mendukung
teori Generatio Spontanea (Abiogenesis). Tetapi dia tidak dapat membantah
penemuan-penemuan Pasteur.
– Penyanggah Teori Generatio Spontanea:
a. Francesco Redi (1626-1697)
Pembuktian :
Hasil dari percobaan Francesco Redi menunjukkan bahwa ulat yang ada
dalam daging busuk adalah larva yang berasal dari telur lalat, bukan hasil dari
Generatio Spontanea.
b. Lazzaro Spallanzani (1729-1799)
Pembuktian:
Lazzaro Spallanzani melakukan percobaan dengan merebus kaldu daging
selama satu jam dan menempatkannya pada satu toples yang disegel atau
ditutup/rapat menunjukkan tidak ditemukannya mikroorganisme dalam kaldu
tersebut. Jadi experimen ini menentang teori abiogenesis. Tetapi Needham
mengatakan bahwa sumber makhluk hidup tadi adalah udara dimana pada
percobaan Spallazani tersebut tidak berinteraksi langsung dengan udara.
c. Franz Schulze(1815-1873) dan Theodor Schwann (1810-1882)
Pembuktian:
Pada tahun 1836, Franz Schulze melewatkan larutan asam kuat ke dalam
tabung tertutup yang berisi daging yang telah dimasak. Tahun 1837, Theodor
Schwann mengalirkan udara melalui pipa yang dipanasi ke dalam tabung tertutup
yang berisi kaldu. Keduanya tidak menemukan adanya mikroba sebab mikroba
telah mati oleh adanya asam kuat maupun oleh panas. Tetapi para pendukung
teori generatio spontanea berpendapat bahwa adanya asam dan panas akan
mengubah udara sehingga tidak mendukung pertumbuhan mikroba. Sampai
akhirnya tahun 1954 peneliti menyelesaikan perdebatan tersebut dengan
melakukan percobaan menggunakan tabung tertutup berisi kaldu yang telah
dipanaskan. Ke dalam tabung tersebut dimasukkan pipa yang pada sebagiannya
diisi dengan kapas dan ujungnya dibiarkan terbuka. Dengan demikian mikroba
akan tersaring dan udara tetap bisa masuk.
d. Louis Pasteur (1822-1895)
Pembuktian:
Pasteur melakukan serangkaian eksperimen. Ia menggunakan bejana dengan
leher anjang dan dibengkokkan yang dikenal dengan leher angsa. Bejana ini diisi
dengan kaldu kemudian dipanaskan. Udara dapat dengan bebas melewati tabung
atau pipa leher angsa tersebut tetapi tidak ditemukan adanya mikroorganisme di
kaldu tadi. Dalam hal ini mikroba beserta debu akan mengendap pada bagian
tabung yang berbentuk U sehingga tidak dapat mencapai kaldu. Ia juga membawa
tabung tersebut ke pegunungan Pyrenes dan Alpen. Pasteur menemukan bahwa
mikroorganisme terbawa debu oleh udara dan ia menyimpulkan bahwa semakin
bersih/murni udara yang masuk ke dalam bejana, semakin sedikit kontaminasi
yang terjadi.
e. John Tyndall (1820-1893)
Pembuktian :
Salah satu argumen klasik untuk menantang biogenesis adalah bahwa panas
yang digunakan untuk mensterilkan udara atau bahan juga dianggap merusak
‘vitalforce’. Mereka yang mendukung teori abiogenesis berpendapat bahwa tanpa
adanya kekuatan vital force tersebut mikroorganisme tidka dapat muncul serta
spontan. Untuk merespon argumen tersebut John Tyndall mengatakan udara
dapat dengan mudah dibebaskan dari mikroorganisme dengan cara melakukan
percobaan dengan meletakkan tabung reaksi berisi kaldu steril ke dalam kotak
tertutup. Udara dari luar masuk ke dalam kotak melalui pipa yang sudah
dibengkokkan membentuk dasar U seperti spiral. Terbukti bahwa meskipun udara
luar dapat masuk ke dalam kotak yang berisi tabung dengan kaldu di dalamnya,
namun tidak ditemukan adanya mikroba. Hasil percobaan Pasteur dan Tyndall
memacu diterimanya konsep biogenesis.
f. Schroder (1850-an) dan Von Dusch (1850-an)

1.Jelaskan cara Pasteur dengan penelitiannya dalam membantu meningkatkan mutu wine
(minuman anggur)?
Jawab:
Pada tahun 1850-an pasteur memecahkan masalah yang timbul dalam
industri anggur. Dengan meneliti anggur yang baik dan anggur yang kurang bagus
Pasteur menemukan mikroorganisma yang berbeda. Mikroorganisma tertentu
mendominasi anggur yang bagus sementara tipe yang lain mendominasi anggur yang
kurang bagus. Dia menyimpulkan bahwa pemilihan mikroorganisma yang sesuai akan
menghasilkan produk yang bagus. Untuk itu dia memusnahkan mikroba yang telah ada
dalam sari buah anggur dengan cara memanaskannya. Setelah dingin ke dalam sari buah
tersebut diinokulasi dengan anggur yang berkualitas baik yang mengandung
mikroorganisma yang diinginkan. Hasilnya menunjukkan bahwa anggur yang dihasilkan
memiliki kualitas yang baik dan tidak mengalami perubahan aroma selama disimpan jika
sebelumnya dipanasi dulu selama beberapa menit pada 50 – 60 ºC. Proses ini dikenal
dengan pasteurisasi yang digunakan secara luas di bidang industri makanan. Sebelumnya
orang meningkatkan produk fermentasi melalui trial and error dimana sebelumnya
tidak tahu bahwa kualitas produk tergantung pada mikroorganisma tertentu.

2.Apa yang dimaksud dengan konsep kultur murni dalam mikrobiologi?


Jawab:
Isolasi bakteri merupakan suatu cara untuk memisahkan atau memindahkan
mikroba tertentu dari lingkungannya sehingga diperoleh kultur murni atau biakan
murni. Ada beberapa cara umum yang dapat dilakukan untuk mengisolasi mikroba
antara lain, untuk mengisolasi bakteri dapat dilakukan dengan cara goresan (streak
plate), cara taburan atau tuang (pour palte), cara sebar (spread plate), cara
pengenceran (dilution method), serta mikromanipulator (the micromanipulator
method) (Lim, 1999).
Biakan murni bakteri adalah biakan yang terdiri atas satu spesies bakteri yang
ditumbuhkan dalam medium buatan. Medium buatan tersebut berfungsi sebagai
medium pertumbuhan. Medium ini dapat berfungsi sebagai sumber nutrisi yang
diperlukan bakteri untuk tumbuh dan berkembang biak. Bahan dasar yang digunakan
untuk medium pertumbuhan ini adalah agar-agar. Untuk bakteri heterotrof, medium
dilengkapi dengan air, molekul makanan (misal gula) sumber nitrogen dan mineral.
Untuk hasil yang lebih baik agar bakteri tumbuh, alat dan bahan yang digunakan
disterilkan terlebih dahulu (Dwidjoseputro, 1994).

3.Sebutkan postulat koch dan jelaskan kepentinganya!


Jawab:
Robert Koch (1843-1910), yang menggunakan kritetia yang dikembangkan
oleh gurunya, Jacob Henle (1809-1895), Untuk menjelaskan hubungan antara
Bacillus anthracis and anthrax; kriterianya dikenal sebagai postulat Koch dan masih
digunakan untuk menjelaskan hubungan antara mikroorganisme tertentu dengan
penyakit tertentu. Adapun Postulat Koch yaitu:
a. Spesifik mikroorganisme selalu ditemukan pada mahkluk yang sakit.
b. Mikroorganisme tersebut dapat diisolasi dan dapat dibiakkan dalam bentuk
biakan murni.
c. Bila biakan tersebut disuntikkan pada hewan yang sesuai maka hewan
tersebut menjadi sakit dengan tanda seperti makhluk hidup lainya.
d. Bila dari makhluk hidup yang sakit tersebut diisolasi kembali maka
mikroorganisme yang didapat adalah sama dengan mikroorganisme
sebelumnya.
Adanya kriteria tersebut menjadi jalan ditemukannya berbagai bakteri
penyebab berbagai penyakit dalam waktu yang cukup singkat (kurang dari 30 tahun).
Penemuan virus, adanya bakteri yang dapat menimbulkan berbagai penyakit serta
adanya penyakit tertentu yang ditimbulkan oleh lebih dari 1 mikroorganisma
memerlukan modifikasi dari postulat Koch.

1.Apa yang dimaksud dengan pembedahan aseptis? Siapa yang memperkenalkannya?


Jawab:
Pembedahan aseptis adalah pembedahan yang dilakukan dengan higienis,
dengan melakukan sterilisasi pada alat-alat bedah yang akan digunakan pada operasi
sampai pada alat-alat perlengkapan lainnya dengan mensterilisasi alat tersebut
menggunakan zat kimia seperti asam karbonat / fenol, alkohol, dan larutan iodium
agar kasus infeksi yang terjadi pada proses pembedahan menurun dan steril.

Oliver Weldell Holmes (1809 – 1894) seorang dokter Ameraka pada tahun 1843
menekankan bahwa penyakit demam pada wanita bersifat menular. Oleh karena itu
ditularkan dari satu wanita lain melalui tangan dokter. Pada tahun 1860 ahli bedah
dari Inggris, Josept Lister menemukan asam karbol atau phenol dapat digunakan
untuk membunuh bakteri. Lister menggunakan larutan ini untuk merendam alat-alat
bedah dan menyemprot ruangan operasi. Cara tersebut demikian sukses untuk
mengatasi infeksi setelah operasi yang sebelumnya menyebabkan kematian 45% dari
pasiennya. Cara tersebut segera dapat diterima dan dilakukan oleh ahli bedah yang
lain. Penemuan tersebut merupakan hari penemuan teknik aseptik untuk mencegah
infeksi. Sekarang ini berbagai macam senyawa kimia dan alat fisik lain dapat
mengurangi mikroorganisme di ruang operasi, ruangan untuk bayi prematur dan
ruangan. Sehingga yang memperkenalkann metode ini adalah Josept Lister.

2.Siapa Alexander Fleming itu?


Jawab:
Alexander Fleming (1881 – 1955) menemukan penicilin, senyawa kimia
yang dihasilkan mikroorganisma jamur Peniceliium notatum. Fleming menduga
bahwa jamur tersebut menghasilkan sesuatu yang menghambat pertumbuhan bakteri.
Tulisannya mengenai hal tersebut tidak mendapat perhatian sampai 10 tahun
kemudian saat peneliti dari Universitas Oxford mencoba menemukan senyawa
antibakteri yang berasal dari mikroorganisma. Sebagian dari riset ini untuk mengobati
korban perang dunia kedua dan penyakit ternak. Peneliti yang dipimpin oleh Howard
W.Florey dan Ernst Chain melakukan pengobatan dengan penicilin yang hasilnya
sangat memuaskan. Penicilin selanjutnya dianggap sebagai ‘miracle drug’. Dan
bertiga, Florey, Chain dan Fleming mendapat Nobel untuk penemuan tersebut.

3.Sebutkan kontribusi penting terhadap mikrobiologi dari orang-orang dibawah ini:


Jenner, Metchnikoff, Lister, Reed and Welch?
Jawab:

a. Joseph Lister (1860): menemukan asam karbol atau phenol dapat digunakan untuk
membunuh bakteri dan meredam perlengkapan bedah, menyemprot rusng bedah,
melindungi luka torehan bedah.

b. Walter Reed (1851-1902): dengan menggunakan manusia sebagai volunter


membuktikan bahwa virus yellow fever dibawa oleh nyamuk tertentu lainya
membawa penyakit tersebut adalah menguras air tergenang yang digunakan nyamuk
untuk tempat berkembang biak.

c. Edward Jenner (1749-1823): telah berhasil menemukan vaksin penyakit kolera


ayam , anthrax dan rabies.

d. Elie Metchinkof (1845-1916): telah berhasil mengenali dan membuat hipotesis


bahwa fagosit mempunyai peranan untuk melawan infeksi olehbakteri

e. William Henry Welch (1850-1934): salah satu penemuan Welch adalah dia
menemukan bahwa penyakit gangrene disebabkan oleh bakteri Bacillus welchii

4.Jelaskan apa yang dimaksud dengan sistem binomial pada penamaan bakteri?
Jawab:
Sistem binomial pada dasarnya adalah sistem tata nama yang terdiri dari 2 bagian,
yaitu bagian pertama sebagai genus dan bagian kedua sebagai penunjuk spesies.
Nama genus dimulai dengan huruf besar dan nama penunjuk spesies ditulis dengan
huruf kecil. Nama bakteri dapat berasal dari kata baru yang disesuaikan dengan
bahasa latin atau nama seseorang (penyelidik). Contoh:
a. Berdasarkan bentuk.
– Bacillus : Batang
– Clostridium : Spindle, pintalan yang halus
– Micrococcus : Butir kecil
a. Berdasarkan penemu bakteri
– Erwinia : dari nama Erwin
– Pasteurella : dari nama Pasteur
– Salmonella : dari nama Salmon
– Bruccella : dari nama Bruce
– Clostridium welchii : ditemukan oleh Welch

1. Berikan beberapa contoh bakteri dengan nama umum dan nama ilmiah !
Jawab:
Nama umum beserta nama ilmiah (Scientific name) pada kehidupan sehari-
hari yang lebih banyak dipakai adalah:
• Sifilis : Treponema pallidum
• Basil Lepra : Mycobacterium leprae
• Gonocuccus : Neisseria gonorhoeae
• Basil tuberculosa : Mycobacterium tuberculosis

1.Bedakan antara istilah nomenklatur dan taksonomi!


Jawab:
Kata taksonomi diambil dari bahasa yunani Tassein yang berarti untuk
mengklasifikasikan dan nomos yang berarti aturan. Taksonomi dapat diartikan sebagai
pengklasifikasian berhierarki dari sesuatu atau prinsip yang mendasari klasifikasi. Jadi
taksonomi adalah ilmu yang mempelajari tentang klasifikasi/ penataan sistematika
organisme kedalam kelompok/ kategori yang disebut taksa/takson (tunggal). Dalam
taksonomi, unit-unit organisme di tata secara teratur kedalam satuan kelompok yang
lebih besar. Dalam taksonomi dilakukan pengklasifikasian dari tingkatan paling
rendah yaitu spesies ketingkatan paling tinggi yaitu kerajaan. Adapun
pengelompokanya yaitu:
a. Spesies
b. Genus (Marga)
c. Famili (Suku)
d. Ordo (Bangsa)
e. Classes (Kelas)
f. Phylum (Filum)
g. Divisio (Divisi)
h. Kingdom (Kerajaan)
Sedangkan untuk nomenklatur berasal dari bahasa latin yaitu: bi= dua dan
nomen = nama. Nomenklatur adalah pemberian nama untuk hal-hal taksonomi.
Metode penamaan ini diperlukan dalam hal klasifikasi. Nomenklatur digunakan untuk
memberi nama suatu kelompok organisme tertentu. Contoh: Streptococcus
pneuminie.

1.Berikan contoh kuman dalam penataan sistematik mikroorganisme!


Jawab:
contoh kuman dalam penataan sistematik mikroorganisme adalah:
a. Stahylococcus aureus
Spesies : Aureus
Genus : Staphylococcus
Famili : Micrococaceae
Ordo : Eubacteriales
Class : Schizomycetes
Divisi : Thallophta
Kingdom: Plant
b. Anabaenna sphaerica
Spesies : Sapheriaca
Genus : Anabaena
Famili : Nostocaceae
Ordo : Nostocales
Class : Eubacteria
Divisi : Cyanobacteria
Kingdom: Procaryotae
c. Mycobacterium tuberculosis
Spesies : Tuberculosis
Genus : Mycobacterium
Famili : Mycobacteriacea
Ordo : Actinomycetale
Class : Actinomycetae
Divisi : Cyanobacteria
Kingdom : Procaryotae

1.Jenis-jenis informasi penting apa yang dibutuhkan sehubungan dengan klasifikasi


bakteri? Jawab:
Klasifikasi dapat diidentifikasikan sebagai penyusunan organisme kedalam
grup taksonomi dengan berdasarkan persamaan atau hubungan. Klasifikasi bakteri
memerlukan pengetahuan yang didapat dari pengalaman dan juga teknik observasi ,
sifat biokimia, fisiologi, genetik dan morfologi untuk menggambarkan sebuah takson.
Informasi yang penting dapat diketahui secara mikroskopis dengan melihat lapisan sel
dan ada/ tidaknya struktur khusus , misalnya spora /flagella. Banyak bakteri dibawah
mikroskop menunjukkan bentuk morfologi yang sama, tetapi sifat-sifat fisiologi
berlainan. Kegiatan secara keseluruhan, tentang pengklasifikasian penamaan dan
pengidentifikasian mikroorganisme disebut sebagai sistematika mikroba. Dari segi
mikrobiologi, bakteri dimasukkan dalam satu golongan sendiri yang disebut
prokaryota, yaitu kelompok mikroba yang tidak mempunyai inti yang jelas. Prokariota
bersel tunggal dan contoh klasifikasinya adalah :
Kingdom = Prokaryota
Divisi = Bacteria
Kelas = Schizomycetes
Ordo = Ortobacteriales
Famili = Micrococcaceae
Genus = Staphylococcus
Spesies = Aureus.

2.Jelaskan 2 cara mempersiapkan barang untuk pemeriksaan mikroskop! Apa


keuntungannya masing-masing?
Jawab:
Untuk mengamati bakteri dengan mikroskop dapat digunakan dengan dua cara
yaitu dengan preparat yang bersifat basah dengan preparat yang diolesi warna.
Preparat basah digunakan umtuk melihat gerakan bakteri yang masih hidup,
sedangkan preparat yang olesan yang diwarnai untuk mengamati morfologi bakteri
yang telah dimatikan / difiksasi.
a. Preparat basah / natif
Terdapat dua macam preparat yang bersifat basah yaitu natif sederhana dan
tetes bergantung. Preparat natif sederhana diperoleh dengan menaruh setetes cairan
yang mengandung bakteri pada kaca obyek dan menutupinya dengan kaca penutup,
sedangkan untuk preparat tetes bergantung menggunakan gelas preparat khusus
dengan cekungan ditengahnya. Kedua cara ini digunakan untuk mengetahui apakah
bakteri dapat bergerak ( motil ) atau tidak ( non motil ) dalam keadaan ilmiah yang
tidak terganggu. Bakteri lebih sering diamati dalam olesan yang terwarnai dari pada
dalam keadaan hidup.
b. Preparat dengan pewarnaan
Terdapat dua macam pewarnaan yaitu negatif dan positif. Dinamakan negatif
karena bakterinya tidak terwarnai, sedangkan latar belakangnya gelap karena
terwarnai dengan tinta bak/ tinta india. Preparat negatif digunakan untuk mengamati
bakteri yang sudah diwarnai dengan pewarnaan biasa, misalnya Leptospiral.
Pewarnaan positif lebih sering digunakan daripada pewarnaan negatif. Teknik
pewarnaan ini menggunakan olesan atau lapisan tipis spesimen yang dikeringkan,
difeksasi dan diwarnai dengan zat pewarna kimia yaitu tunggal utnuk pewarnaan
sederhana, serangkaian larutan pewarna untuk pewarnaan diferensial dan zat pewarna
khusus diperlukan untuk melihat spora, kapsul, flagela dan sebagainya.
Pada pemeriksaan mikroskopik tujuan pewarnaan sederhana adalah untuk
mengamati morfologi bakteri secara tepat; pewarnaan Gram dan tahan asam ( Ziehl
Neelsen), disamping melihat morfologi bakteri juga melihat afinitas zt warna terhadap
bakteri sehingga dapa membedakan bakteri Gram positif dan negatif untuk pewarnaan
Gram dan membedakan golongan bakteri yang tahan asam dan tidak tahan asam pada
pewarnaan tahan asam; sedangkan pewarnaan spora dilakukan untuk mengetahui
ukuran dan letak spora.

3.Jelaskan perbedaan antara prosedur pewarnaan sederhana dan pewarnaan diferensial!


Jawab:
a. Pewarnaan Sederhana.
Pemberian warna pada bakteri/jasad- jasad renik lain yang dengan menggunakan
larutan tunggal suatu pewarna pada lapisan tipis atau olesan yang sudah difiksasi.
Lapisan tadi digenangi dengan larutan pewarna selama jangka waktu tertentu.
Kemudian larutan itu dicuci dengan air dan kaca objeknya dikeringkan dengan kertas
penghisap. Pada umumnya sel terwarnai secara merata akan tetapi ada beberapa
organisme terutama bila zat pewarna biru metilen beberapa granula dalam sel tampak
berwarna lebih gelap dibanding sel lainya.
b. Pewarnaan Diferensial
Prosedur pewarnaan yang menampilkan perbedaan di antara sel-sel mikroba /
bagian-bagian sel mikroba. Dengan teknik ini biasanya digunakan lebih dari satu
jaringan zat pewarna/ reagen pewarnaaan.

1.Jelaskan mengapa beberapa bakteri berwarna biru / violet dan bakteri lainnya berwarna
merah pada pewarnaan gram!
Jawab:
Pewarnaan gram didasarkan pada perbedaan struktur dinding sel bakteri,
sehingga menyebabkan perbedaan reaksi dalam permeabilitas zat warna dan
penambahan larutan pencuci. Dinding sel bakteri gram positif terdiri dari lapisan
peptidoglikan yang tebal sedangkan dinding sel bakteri gram negatif mempunyai
kandungan lipid yang tebal. Ketika ditambahkan pewarnaan kristal violet maka
dinding sel bakteri gram positif maupun gram negatif akan luntur disebabkan struktur
dinding selnya sebagian besar tersusun oleh lipid sehingga ketika diberi safronin (zat
warna ) dinding sel bakteri gram negatif akan menyerap kembali sehingga hasilnya
pewarnaan merah sedangkan bakteri gram positif akan tetap berwarna ungu walaupun
diberi zat warna kedua karena dinding selnya tersusun oleh lapisan peptidoglikan
yang tebal sehingga tidak dapat dicuci oleh alkohol sehingga berwarna ungu.

2.Apa warna bakteri tahan asam pada pewarnaan tahan asam? Jelaskan prosesnya!
Jawab:

Pada pewarnaan tahan asam, bakteri diwarnai dengan pewarnaan anilin dan
kemudian ditangani dengan asam, sehingga tidak kehilangan warnanya. Pada prinsipnya,
Pemanasan akan membantu penyerapan zat warna utama (karbol fuchsin) melalui
pemberian larutan pemucat (asam alkohol) bakteri tahan asam tetap berwarna merah
sedangkan pada bakteri tidak tahan asam zat warna utama akan luntur sehingga pada
penambahan warna kedua (Methylen blue) bakteri akan menyerap zat warna tersebut
(biru). Adapun prosses pembuatannya sbb:

a. Buat sediaan oles bakteri


b. tuangkan larutan karbolfuchsin sambil dipanaskan selama 5 menit dan perhatikan
jangan sampai terlihat keluar uap

c. biarkan dingin, lalu cuci dengan air mengalir

d. sediaan dicelup dalam larutan asam alkohol yaitu larutan HCl 3 % dalam 95% etanol
sampai tidak tampak lagi zat warna yang terlarut

e. cuci dengan air.

f. warnai dengan zat warna kedua biru metilen 1 % selama 1-2 menit

g. cucilah sediaan dengan air

h. keringkan di antara kertas saring

1.Bedakan antara biakan murni dan biakan campuran!


Jawab:
Perbedaanya adalah sebagai berikut:
a. Pada Biakan Murni
- Menggunakan metode menggores suspensi mikroba-diisolasi pada lempengan agar
sebagai media pertumbuhan
- Diperoleh koloni penyebar dan terpisah
- Sifat koloni mudah di pelajari pada setiap spesiesnya
- Biakan yang hanya terdiri dari 1 spesies, bakteri yang berasal dari biakan campuran
b. Pada Biakan Campuran
- Biakan yang masih terdiri lebih dari 1 spesies bakteri
- Biasanya didapatkan pada awal penanaman inokulasi

2.Jelaskan teknik isolasi biakan murni (isolasi primer)!


Jawab:
Isolasi bakteri artinya memisahkan satu jenis bakteri dari biakkan campuran
menjadi biakan murni yaitu biakkan yang hanya terdiri dari satu jenis mikrorganisme.
Untuk mendapatkan biakkan murni dan biakkan campuran dengan cara mengisolasi
dan biakkan campuran. Biakkan murni tersebut dikatakan berhasil jika mikroba yang
diisolasi sama dengan aslinya baik warna/ciri-ciri yang lainnya.
Mikroorganisme dibiakkan dilaboratorium pada bahan nutrien yang disebut
medium. Banyak sekali medium yang tersedia, macamnya yang dipakai bergantung
pada beberapa faktor salah satu diantaranya ialah macam organisme yang akan
ditumbuhkan. (Pelczar, 1986 :85).
Teknik biakkan murni dapat dilakukan dengan:

a. Metode piringan goresan (streak-platemetod)

Medium agar steril dicairkan, didinginkan pada suhu 450C, dimana dalam
cawan petri steril dan dibiarkan sampai menjadi padat.

b. Metode piringan tuangan (pour-plate metod) (Volk, 1990 :36)

Pertama kali mengadakan piaraan biasanya diperoleh dari piaraan campuran,


piaraan pertama disebut primary culture dan sifatnya murni. Piaraan semacam ini
dapat disimpan tetapi harus diadakan peremajaan dengan memindahkannya ke
medium baru yang disebut piaraan turunan (Sub-culture) yaitu piaraan yang diperoleh
dari piaraan pertama. (Dwidjoseptro, 2003 :36).

Persyaratan utama bagi isolasi dan kultivasi fage ialah harus adanya kondisi
optimum untuk pertumbuhan organisme inangnya. (Pelzcur, 2005 :275). Sebelum
diinokulasi tangan dan tempat kerja disemprot dengan alkohol dengan menggunakan
metode aseptik, jarum inokulasi disterilkan dengan membakarnya, dengan api sampai
jarum tersebut pijar. (Gunawan, 2004 :60).

3.Apa yang dimaksud dengan uji biologis, bagaimana cara inokulasinya (5 cara) dan
hewan apa yang umum digunakan (5 jenis)?
Jawab:
Uji Biologis merupakan identifikasi penggunaan hewan percobaan yang bertujuan
untuk melengkapi hasil pemeriksaan lainnya.
• Cara inokulasinya 1. Intramuskular
2. Intra peritonial
3. Intra vena
4. Intra dermal
5. Subcutan
• Hewan yang umum digunakan  1. Marmut
2. Kelinci
3. Tikus putih
4. Mencit
5. Ayam