Anda di halaman 1dari 7

Perawatan Lateral Periodontal Cyst (LPC) dengan

menggunakan Guided Tissue Regeneration


ABSTRAK
Lateral Periodontal Cyst (LPC), berasal dari sisa epitel di ligamen periodontal, merupakan kista
noninflamatori pada permukaan lateral akar gigi vital. LPC umumnya asimtomatik dan secara
radiografi terlihat berupa gambaran radiolusen berbentuk bulat atau oval dengan batas yang jelas.
Dalam laporan kasus ini, akan dibahas mengenai temuan klinis, histologis dan radiografi serta
perawatan periodontal dari pasien wanita berusia 32 tahun, yang dirujuk ke Departemen
Periodontology Klinik Fakultas Kedokteran Gigi, Universitas Marmara dengan lesi hiperplastik
yang menyakitkan di daerah distobuccal gigi 12. Gigi 12 masih vital dan secara radiografi
terdapat area radiolusen yang membulat dengan batas yang jelas pada tulang kortikal. Diagnosis
awal LPC berdasarkan temuan klinis dan radiografi. Perawatan periodontal mekanik terdiri atas
instruksi kebersihan mulut, scaling dan root planing diterapkan dan bedah flap dilakukan untuk
mendapatkan akses ke lesi. Setelah lesi di enukleasi lesi, dapat diamati kerusakan tulang alveolar
yang berbentuk seperti terowongan (tunnel) dari daerah labial ke palatinal. Rongga tulang
dicangkok (grafted) dengan menggunakan bovine-derived xenograft, diikuti dengan penempatan
membran kolagen resorbable. Jaringan lesi yang diangkat diperiksa secara histologis. Pewarnaan
Hematoxylen-Eosin menunjukkan struktur granulomatosa pembuluh darah dibawah epitel
skuamosa dan terdapat kerusakan tulang, dimana memiliki kesamaan dengan LPC.
Penyembuhan klinis terlihat setelah 6 bulan follow-up. Hasil klinis dan radiografi yang
memuaskan dapat dicapai dalam pengobatan LPC menggunakan pendekatan periodontal
regeneratif.

Kata Kunci : Guided Tissue Regeneration, kista periodontal, bedah flap

PENDAHULUAN
Lateral Periodontal Cyst (LPC) merupakan kista noninflamatori pada permukaan lateral
akar gigi vital. Etiologi LPC belum jelas, sisa sel Malassez, penurunan epitel enamel atau
sisa-sisa lamina dental dianggap menyebabkan pembentukan dan pengembangan LPC. Hal ini
jarang terjadi pada orang muda di bawah 30 tahun dan mempengaruhi individu antara dekade
kelima dan ketujuh kehidupan. LPC dilaporkan tidak memiliki predileksi untuk ras tertentu.
Meskipun beberapa penelitian melaporkan tingkat kejadian berdasarkan jenis kelamin sama,
namun peneliti lainnya melaporkan bahwa laki-laki lebih dominan. LPC lebih sering terjadi
pada mandibula, terutama pada aspek lateral permukaan akar premolar-caninus.
Pasien dengan LPC umumnya asimtomatik dan LPC sering diidentifikasi selama
pemeriksaan radiografi rutin. Tampakan radiografi berbentuk bulat atau oval dengan batas
yang jelas berdiameter <1 cm. Karakteristik radiografi LPC tidak patognomonik dan dapat
menyerupai odontogenik keratocyst atau kista radikuler lateral.
Secara histologi, LPC terdiri dari rongga kistik dengan dinding jaringan ikat serta
lapisan epitel skuamosa yang tidak berkeratin memiliki ketebalan sel 1-5 dan umumnya tanpa
peradangan.
Kista odontogenic yang tidak dirawat dapat mengakibatkan resorpsi akar, pergeseran
gigi, ekspansi, dan rasa sakit. Perawatan LPC diantaranya berupa pengangkatan lesi secara
bedah dengan enukliasi konservatif dan follow-up pasien secara radigrafi untuk memantau
kekambuhan (rekurensi). Selama masa penyembuhan dari 6 bulan sampai 1 tahun, regenerasi
tulang akan terbentuk pada defek tulang dan kekambuhan jarang terjadi. Di sisi lain,
pendekatan regeneratif yang berbeda, termasuk teknik guided tissue regeneration (GTR) yang

dikombinasikan dengan teknik decalcified freeze-dried bone allograft (DFDBA) dan platelet
rich plasma (PRP) telah digunakan dalam mengobati rongga kistik intraosseous.

LAPORAN KASUS

Dalam laporan kasus ini, akan dibahas mengenai temuan klinis, histologis dan
radiografi serta perawatan periodontal dari pasien wanita berusia 32 tahun, yang dirujuk ke
Departemen Periodontology Klinik Fakultas Kedokteran Gigi, Universitas Marmara dengan
lesi hiperplastik yang menyakitkan di daerah distobukal gigi 12 [Gambar 1]. Kondisi sistemik
pasien sehat dan tidak mengkonsumsi obat, yang dapat mempengaruhi metabolisme jaringan
periodontal. Pemeriksaan klinis menunjukkan akumulasi plak dan gingiva yang sedikit
kemerahan dan edema ringan tanpa kehilangan tulang secara radiografi. Plak yang
berhubungan dengan gingivitis didiagnosis berdasarkan hasil pemeriksaan klinis dan
radiografi. Parameter klinis kesehatan periodontal mulut secara keseluruhan adalah sebagai
berikut indeks rata-rata plak (PI) 1,69 0,34, indeks gingiva (GI) 1,72 0,42, dan kedalaman
probing (PD) 2,45 0,73 mm.
Pada pemeriksaan intraoral dimensi dari lesi hiperplastik membran mukosa mulut
tercatat 4.0 4.0 mm. Gigi 12 tidak goyang dan tidak memberikan respon terhadap tes
perkusi secara horisontal dan vertikal dan masih vital berdasarkan hasil tes pulpa elektrik.
Hasil pemeriksaan Radiografi terlihat area radiolusen yang membulat dengan batas yang jelas,
yang <1 cm [Gambar 1]. Nilai rerata PI, GI, PD (mm) diukur dari enam lokasi gigi 12 antara
lain 1,1 0,11, 1,09 0,09, 2,83 0,40, masing-masing dan tidak ada akses ke area lesi

melalui sulkus periodontal. Diagnosis awal dari lesi tersebut adalah LPC berdasarkan hasil
pemeriksaan klinis dan radiografi.
Perawatan periodontal mekanik yang terdiri dari instruksi kebersihan mulut, scaling dan
root planing diaplikasikan dan bedah flap dilakukan untuk mendapatkan akses ke lesi.
Pertama-tama, lesi hiperplastik gingiva diangkat [Gambar 2]. Kemudian, insisi sulcular dari
distal line angle gigi 11 ke mesial line angle gigi 14 kemudian insisi vertikal dilakukan pada
daerah bukal [Gambar 2]. Insisi sulcular serupa dilakukan di daerah palatal tanpa insisi
vertikal. Flaps mucoperiostal bukal dan palatinal dibuka dan semua jaringan granulasi
diangkat. Rongga pada tulang alveolar yang berbentuk saluran berjalan dari bagian bukal ke
bagian palatinal [Gambar 2] dicangkok (grafted) dengan menggunakan bovine-derived
xenograft (Geistlich Bio-Oss Spongious Bone Substitute Granules 0.25 mm 1 mm/0.5 g,
Wolhusen, Switzerland) [Figure 2] kemudian ditempatkan resorbable collagen membrane
(Geistlich Bio-Gide Membrane 16 mm 22 mm, Wolhusen, Switzerland) untuk
menstabilkan graft bahan [Gambar 2]. Flaps dijahit dengan 5/0 polyglycolide-co-lactide
braided absorbable suture material (Dogsan Pegelak 5/0, 16 mm 3/8, cutting suture,
Trabzon, Turkey) [Figure 2]. Amoksisilin / asam klavulanat diberikan 2 1 selama 5 hari
(Augmentin-BID 1000 mg 10 tablet, GlaxoSmithKline, London, Inggris) dan naproxen
sodium 2 1 selama 5 hari (Apranax Fort 550 mg 10 tablet Film, Abdi Ibrahim, stanbul,
Turki) pada pasien untuk mencegah kemungkinan terjadinya komplikasi pasca operasi.
Penyembuhan klinis dicapai tanpa komplikasi pasca operasi seperti nyeri, perdarahan,
bengkak atau kekambuhan dan radiolusen awal menghilang pada 6 bulan periode follow-up
[Gambar 3].

Sampel jaringan yang diambil difiksasi dalam larutan formalin 10%, dipotong dan
diwarnai dengan Hematoxylen-eosin. Pemeriksaan histologis di bawah mikroskop cahaya
menunjukkan struktur pembuluh darah granulomatosa dan diatasnya terdapat epitel skuamosa,
yang semuanya konsisten dengan LPC [Gambar 4].

PEMBAHASAN
Lateral periodontal cyst, merupakan lesi noninflamatori pada rongga mulut, merupakan
kista intraosseous pada akar gigi vital, yang tidak memiliki tanda dan gejala klinis. Kadangkadang, terlihat berupa pembengkakan kecil dari gingiva atau mukosa alveolar dan diagnosis
dari pemeriksaan radiologi rutin seperti yang diamati dalam kasus kami.
Pada kasus ini, pasien memiliki lesi yang menyakitkan, berukuran lebih kecil dari 1 cm,
pada mukosa alveolar aspek distobuccal dari gigi 12. Hasil pemeriksaan pulpa elektrik pada
gigi 12 menunjukkan bahwa gigi tersebut masih vital. Hasil pemeriksaan radiografi
menunjukkan adanya daerah radiolusen berbentuk bulat atau oval dengan batas yang jelas
berdiameter <1 cm yang berdekatan dengan gigi 12.
Differential diagnosis penting, karena salah diagnosa dapat menyebabkan pengobatan
lesi yang salah. Hal ini penting bagi dokter untuk berhati-hati memberikan diagnosa karena
keratocysts odontogenik juga sering berada di lateral periodontal. Keratocysts harus
dibedakan dengan LPC karena agresivitas mereka dan potensi rekurensi yang tinggi setelah
pengangkatan secara bedah.. Selain itu, kista gingiva, lateral radicular cyst, pseudocysts dan
tumor odontogenik yang radiolusen juga harus dipertimbangkan dalam diferensial diagnosis
LPC.

Secara histologi, LPC terdiri dari rongga kistik dengan ataupun tanpa inflamasi dinding
jaringan ikat dengan lapisan epitel skuamosa yang tidak berkeratin. Pada kasus ini terlihat
lapisan epitel LPC, dan adanya peradangan kronis ringan pada jaringan ikat.
Perawatan LPC adalah mengenukleasi kista secara keseluruhan, meninggalkan rongga
pada tulang untuk diisi secara langsung. Berbagai perawatan endodontik ataupun bedah
periapikal tidak diperlukan karena gigi masih vital. Dalam kasus kami, kami menggunakan
prinsip-prinsip GTR, rongga pada tulang dicangkok (grafted) dengan menggunakan bovinederived xenograft kemudian ditutupi oleh membran kolagen resorbable. Bovine-derived
xenograft memiliki sifat osteokonduktif yang merangsang sel regeneratif pada rongga di
tulang pasien. Membran kolagen adalah pelindung fisik untuk mencegah migrasi sel tanpa
sifat regeneratif untuk rongga di tulang. Nart dkk. Menunjukkan bahwa rongga pada tulang
terisi secara radiografi, yang yang terlihat pada kunjungan setelah perwatan LPC
menggunakan GTR, bersama dengan pencangkokan (grafted) tulang 7 bulan pasca operasi.
Pada kasus kami, karena masalah etika hasil kunjungan tidak dapat ditampilkan. Meskipun,
Nart dkk. telah memilih DFDBA untuk mencangkok rongga kistik, kami lebih memilih
bovine-derived xenograft karena bila diaplikasi dengan digabungkan dengan membran
kolagen resorbable dilaporkan dapat memberikan hasil yang sangat baik secara klinis dan
radiografi dalam meregenerasi periodontal. Subramaniam dkk. merawat rongga kistik
intraosseous menggunakan PRP tanpa graftng Meskipun penelitian ini menunjukkan hasil
yang menjanjikan dalam mengobati rongga kistik intraosseous, PRP masih memberikan hasil
klinis yang lebih konsisten dalam regenerasi periodontal.

Pasien disarankan untuk di follow-up secara radiografi untuk memantau kekambuhan


dan regenerasi defek tulang. Dalam kasus kami, penyembuhan klinis dapat terjadi tanpa
kekambuhan, kecuali pembentukan bekas luka karena insisi vertikal desain flap, dan
radioopak di daerah distobuccal gigi 12 dapat diamati, karena bahan graft stabil dalam rongga
kistik, setelah 6 bulan periode follow-up.
Hasil klinis dan radiografi yang memuaskan dapat dicapai dalam pengobatan LPC
menggunakan prinsip-prinsip GTR.

Gambar 1. Gambaran lesi secara klinis dan radiografi


Gambar 2. Perawata lesi secara bedah
Gambar 3. Gambaran penyembuhan secara klinis dan radiografi setelah 6 bulan follow-up
Gambar 4. Potongan lesi secara histologis memperlihatkan lapisan epitel lateral periodontal
cyst dan inflamasi kronis yang ringan pada jaringan ikat

Anda mungkin juga menyukai