Anda di halaman 1dari 19

Asuhan Keperawatan Aplikasi NANDA

Silahkan berkunjung keblog saya, semoga bermanfaat bagi kita semua dan dapat memajukan
dunia keperawatan.

ASUHAN KEPERAWATAN CHRONIC KIDNEY DISEASE (CKD) DENGAN


NANDA, NOC, NIC
Diposkan oleh Rizki Kurniadi
I. PENGERTIAN
Chronic Kidney Disease (CKD) merupakan gangguan ginjal yang progresif dan irreversibel di
mana kemampuan tubuh gagal untuk mempertahankan metabolisme dan keseimbangan cairan
dan elektrolit, menyebabkan uremia (retensi urea dan sampah nitrogen lain dalam darah
II. ETIOLOGI
CKD dapat disebabkan oleh penyakit sistemik diantaranya adalah sebagai berikut:
1. DM.
2. Glomerulonefrtitis kronis
3. Pielonefritis
4. Agen toksis
5. Hipertensi yang tidak terkontrol
6. Obstruksi traktus urinalisis
7. Gangguan vaskuler
8. Infeksi

Terdapat 8 kelas sebagai berikut :

Klasifikasi penyakit
Infeksi
Penyakit peradangan
Penyakit vascular
hipertensif
Gangguan jaringan
penyambung
Gangguan kongenital dan herediter
Penyakit metabolik
Nefropati toksik
Nefropati obstruktif

Penyakit
Pielonefritis kronik
Glomerulonefritis
Nefrosklerosis benigna
Nefrosklerosis maligna
Stenosis arteri renalis
Lupus eritematosus sistemik
Poliarteritis nodus
Skelrosis sistemik progresif
Penyakit ginjal polikistik
Asidosis tubulus ginjal
Diabetes mellitus, Gout
Hiperparatiroidisme, Amiloidosis
Penyalahgunaan analgesik
Nefropati timbal
Saluran kemih atas : kalkuli, neoplasma
fibrosis retroperitoneal
Saluran kemih bawah : hipertropi
prostat,
striktur uretra, anomaly
congenital pada leher kandung kemih
dan uretra

III. PATOFISIOLOGI
Perjalanan umum GGK melalui 3 stadium:
1. Stadium I : Penurunan cadangan ginjal
Kreatinin serum dan kadar BUN normal
Asimptomatik
Tes beban kerja pada ginjal: pemekatan kemih, tes GFR
2. Stadium II : Insufisiensi ginjal
Kadar BUN meningkat (tergantung pada kadar protein dalam diet)
Kadar kreatinin serum meningkat
Nokturia dan poliuri (karena kegagalan pemekatan)
Ada 3 derajat insufisiensi ginjal:
a.

Ringan
40% - 80% fungsi ginjal dalam keadaan normal

b. Sedang
15% - 40% fungsi ginjal normal

c.

Kondisi berat
2% - 20% fungsi ginjal normal
3. Stadium III: gagal ginjal stadium akhir atau uremia
kadar ureum dan kreatinin sangat meningkat
ginjal sudah tidak dapat menjaga homeostasis cairan dan elektrolit
air kemih/urin isoosmotis dengan plasma, dengan BJ 1,010
Patofisiologi umum GGK
Hipotesis Bricker (hipotesis nefron yang utuh)
Bila nefron terserang penyakit maka seluruh unitnya akan hancur, namun sisa nefron yang masih
utuh tetap bekerja normal

PATWAY CKD / GAGAL GINJAL :


Infeksi
Penyakit metabolik
Penyakit vaskulair
Nefropati toksik
Peradangan
Nefropati obstruksi
Gg jaringan penyambung
Gg konginetal & Heriditer
----------------------------------------------------------------------------------------------

Kerusakan nefron ginjal

Hipertropi nefron tersisa u/ mengganti kerja nefron yg rusak


-peningkatan kecepatan filtrasi, beban solute dan reabsorbsi tubulus dalam tiap nefron, meskipun
GFR untuk seluruh massa nefron menurun
di bawah normal
---------------------------------------------------------------------------------------------------------STD II

nurunan cadangan ginjal

insuf renal (BUN, Creat ,


(asimtomatik)

hancur, BUN.

STD III
GG std akhir (90% massa
nokturia, poliuri)

nefron

Creat , oliguri

Perubahan sistem tubuh


1-----------------2------------------3-----------------4------------------5------------6-----------7-Sist GI

Hematologi

Syaraf otot

Cardiovasculair Indokrin

Kulit

Sist lain

Anoresia,
Nausea, -Anemia
vomitus (< eritropoet)

- Gg sex -gatal,pct
pegal tungkai,

- HT

PK: HT - GTT

-urea

frost
Kesemutan

Nutrisi<
mdh

PK:Anemia

- nyeri dada

- sesek

(GG F. Trombcyt) Nyeri akut

-ekimosis

PK: Hiperglikemi - gg as. bs


- Gg. Metab lemak

stomatitis
PK: Asidosis metblk - Gg. Metab. VIT D
parotts
Pl nfas tdk effektf
gastritis PK: Perdarahan
- edema
Gg. Integritas kulit
(Gg lekosit)
Risk Infeksi

Gg. Konsep diri


Ke> cairan
PK: Ktdkseimbngan

PK:asidosis metabolik

Cairan elektrolit

-gg

elektrolit
PK : Hipoalbumin
PK: Aritmia
- Gg irama jantung
PK: ktdk seimb Cairan &Elektrolit
- kalsifikasi, metastase
IV. MANIFESTASI KLINIK
1. Sistem kardiovaskuler: mencakup hipertensi (akibat retensi cairan dan natrium dari aktivasi
sistem renin-angiotensin-aldosteron), gagal jantung kongestif dan edema pulmoner (akibat cairan
berlebih) dan perikarditis (akibat iritasi pada lapisan perikardial oleh toksin uremik).
2. Sistem integrumenurum: rasa gatal yang parah (pruritus). Butiran uremik merupakan
suatu penunpukkan kristal urin di kulit, rambut tipis dan kasar.
3. Sistem gastrointestinal: anoreksia, mual, muntah.
4. Sistem neurovaskuler: perubahan tingkat kesadaran, tidak mampu berkonsentrasi,
kedura otot dan kejang.
5. Sistem pulmoner: krekels, sputun kental, nafas dalam dan kusmaul.
6. Sistem reproduktif: amenore, atrifi testikuler.

V. PEMERIKSAAN PENUNJANG
1.Laboratorium
Pemeriksaan penurunan fungsi ginjal : ureum kreatinin, asam urat serum
Identifikasi etiologi gagal ginjal : analisis urin rutin, mikrobiologi urin, kimia darah, elektrolit,
imunodiagnosis
Identifikasi perjalanan penyakit : progresifitas penurunan fungsi ginjal, ureum
kreatinin, klearens kreatinin test : CCT = (140 umur ) X BB (kg)
72 X kreatinin serum
wanita = 0,85
pria

= 0,85 X CCT

- hemopoesis : Hb, trobosit, fibrinogen, factor pembekuan


- elektrolit
-endokrin

: PTH dan T3,T4

-pemeriksaan lain: infark miokard


2. Diagnostik
Etiologi GGK dan terminal
-Foto polos abdomen, USG, Nefrotogram
-Pielografi retrograde, Pielografi antegrade
- mictuating Cysto Urography (MCU)
Diagnosis pemburuk fungsi ginjal : retogram, USG
VI. MANAJEMEN TERAPI

GGK
Terapi konserv

Penyakit ginjal terminal


Dialisis

HD di RS, Rumah, CAPD

Transplantasi ginjal
Tujuan penatalaksanaan adalah untuk mempertahankan fungsi ginjal dan homeostasis selama
mungkin.
Intervensi diit. Protein dibatasi karena urea, asam urat dan asam organik merupakan hasil
pemecahan protein yang akan menumpuk secara cepat dalam darah jika terdapat gangguan pada
klirens renal. Protein yang dikonsumsi harus bernilai biologis (produk susu, telur, daging) di
mana makanan tersebut dapat mensuplai asam amino untuk perbaikan dan pertumbuhan sel.
Biasanya cairan diperbolehkan 300-600 ml/24 jam. Kalori untuk mencegah kelemahan dari
karbohidrat dan lemak. Pemberian vitamin juga penting karena pasien dialisis mungkin
kehilangan vitamin larut air melalui darah sewaktu dialisa.
Hipertensi ditangani dengan medikasi antihipertensi kontrol volume intravaskule. Gagal
jantung kongestif dan edema pulmoner perlu pembatasan cairan, diit rendah natrium, diuretik,

digitalis atau dobitamine dan dialisis. Asidosis metabolik pada pasien CKD biasanya tanpa gejala
dan tidak perlu penanganan, namun suplemen natrium bikarbonat pada dialisis mungkin
diperlukan untuk mengoreksi asidosis.
Anemia pada CKD ditangani dengan epogen (erytropoitin manusia rekombinan). Anemia
pada pasaien (Hmt < 30%) muncul tanpa gejala spesifik seperti malaise, keletihan umum dan
penurunan toleransi aktivitas. Abnormalitas neurologi dapat terjadi seperti kedutan, sakit kepala,
dellirium atau aktivitas kejang. Pasien dilindungi dari kejang.
Pada prinsipnya penatalaksanaan Terdiri dari tiga tahap :
Penatalaksanaan konservatif : Pengaturan diet protein, kalium, natrium, cairan
Terapi simptomatik : Suplemen alkali, transfusi, obat-obat local&sistemik, anti hipertensi
Terapi pengganti : HD, CAPD, transplantasi

VII. KOMPLIKASI
1. Hiperkalemia: akibat penurunan ekskresi, asidosis metabolik, katabolisme dan masukan
diit berlebih.
2. Perikarditis : Efusi pleura dan tamponade jantung akibat produk sampah uremik dan
dialisis yang tidak adekuat.
3. Hipertensi akibat retensi cairan dan natrium serta malfungsi sistem renin-angiotensinaldosteron.
4. Anemia akibat penurunan eritropoetin, penurunan rentang usia sel darah merah.
5. Penyakit tulang serta kalsifikasi akibat retensi fosfat, kadar kalsium serum rendah,
metabolisme vitamin D dan peningkatan kadar aluminium.
6. Asidosis metabolic
7. Osteodistropi ginjal
8. Sepsis

9. neuropati perifer
10. hiperuremia

VIII. KLASIFIKASI GGK atau CKD (Cronic Kidney Disease) :


Stage
1
2
3
4
5

Gbran kerusakan ginjal


Normal atau elevated GFR
Mild decrease in GFR
Moderate decrease in GFR
Severe decrease in GFR
Requires dialysis

GFR (ml/min/1,73 m2)


90
60-89
30-59
15-29
15

IX. DIAGNOSA KEPERAWATAN YANG MUNGKIN MUNCUL


1.

Intoleransi aktivitas b.d keletihan/kelemahan, anemia, retensi produk sampah

dan prosedur

dialysis.
2.

Pola nafas tidak efektif b.d edema paru, asidosis metabolic, pneumonitis, perikarditis

3.

Kelebihan volume cairan b.d penurunan haluan urin, retensi cairan dan natrium.

4.

Ketidakseimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh b.d intake makanan yang inadekuat
(mual, muntah, anoreksia dll).

5.

Kurang pengetahuan tentang penyakit dan perawatannya b.d kurangnya informasi kesehatan.

6.

Risiko infeksi b.d penurunan daya tahan tubuh primer, tindakan invasive

7.

PK: Insuf Renal

8.

PK : Anemia

9.

Sindrom defisit self care b.d kelemahan, penyakitnya.

RENPRA CKD
No
Diagnosa
Tujuan/KH
Intervensi
1
Intoleransi aktivitas Setelah
dilakukan NIC: Toleransi aktivitas

B.d
ketidakseimbangan
suplai & kebutuhan
O2

Pola nafas tidak


efektif
b.d
hiperventilasi,
penurunan energi,
kelemahan

askep ... jam Klien


dapat
menoleransi
aktivitas & melakukan
ADL dgn baik
Kriteria Hasil:

Berpartisipasi dalam
aktivitas fisik dgn TD,
HR, RR yang sesuai
Warna
kulit
normal,hangat&kering
Memverbalisasikan
pentingnya
aktivitas
secara bertahap
Mengekspresikan
pengertian pentingnya
keseimbangan latihan
& istirahat
toleransi aktivitas

Tentukan penyebab intoleransi


aktivitas & tentukan apakah
penyebab
dari
fisik,
psikis/motivasi
Kaji
kesesuaian
aktivitas&istirahat klien seharihari
aktivitas secara bertahap,
biarkan klien berpartisipasi dapat
perubahan
posisi,
berpindah&perawatan diri
Pastikan klien mengubah posisi
secara bertahap. Monitor gejala
intoleransi aktivitas
Ketika membantu klien berdiri,
observasi gejala intoleransi spt
mual, pucat, pusing, gangguan
kesadaran&tanda vital
Lakukan latihan ROM jika klien
tidak dapat menoleransi aktivitas
Monitor Pernafasan:
Monitor irama, kedalaman dan
frekuensi pernafasan.
Perhatikan pergerakan dada.
Auskultasi bunyi nafas
Monitor
peningkatan
ketdkmampuan
istirahat,
kecemasan dan seseg nafas.

Setelah
dilakukan
askep ..... jam pola
nafas
klien
menunjukkan ventilasi
yg adekuat dg kriteria :
Tidak ada dispnea

Kedalaman nafas
normal
Tidak ada retraksi dada
/ penggunaan otot Pengelolaan Jalan Nafas
bantuan pernafasan
Atur posisi tidur klien untuk
maximalkan ventilasi
Lakukan fisioterapi dada jika
perlu
Monitor status pernafasan dan
oksigenasi sesuai kebutuhan
Auskultasi bunyi nafas
Bersihhkan skret jika ada dengan
batuk efektif / suction jika perlu.
Kelebihan volume Setelah
dilakukan Fluit manajemen:
cairan
b.d. askep ..... jam pasien
Monitor
status
hidrasi
mekanisme
mengalami
(kelembaban membran mukosa,
pengaturan
keseimbangan cairan nadi adekuat)
melemah
dan elektrolit.
Monitor tnada vital

Kriteria hasil:

Bebas dari edema


anasarka, efusi

Suara paru bersih


Tanda vital dalam

batas normal

Monitor adanya indikasi


overload/retraksi
Kaji daerah edema jika ada

Fluit monitoring:
Monitor intake/output cairan
Monitor serum albumin dan
protein total
Monitor RR, HR
Monitor turgor kulit dan adanya
kehausan
Monitor warna, kualitas dan BJ
urine

Ketidakseimbangan Setelah
dilakukan
nutrisi kurang dari askep .. jam klien
kebutuhan tubuh
menunjukan
status
nutrisi
adekuat
dibuktikan dengan BB
stabil tidak terjadi mal

nutrisi, tingkat energi


adekuat,
masukan
nutrisi adekuat

Manajemen Nutrisi
kaji pola makan klien
Kaji adanya alergi makanan.
Kaji makanan yang disukai oleh
klien.
Kolaborasi dg ahli gizi untuk
penyediaan nutrisi terpilih sesuai
dengan kebutuhan klien.
Anjurkan
klien
untuk
meningkatkan asupan nutrisinya.
Yakinkan diet yang dikonsumsi
mengandung cukup serat untuk
mencegah konstipasi.

Berikan informasi tentang


kebutuhan nutrisi dan pentingnya
bagi tubuh klien

Monitor Nutrisi
Monitor BB setiap hari jika
memungkinkan.
Monitor respon klien terhadap
situasi yang mengharuskan klien
makan.
Monitor lingkungan selama
makan.
jadwalkan pengobatan dan
tindakan tidak bersamaan dengan
waktu klien makan.
Monitor adanya mual muntah.
Monitor adanya gangguan dalam

proses mastikasi/input makanan


misalnya perdarahan, bengkak
dsb.
Monitor intake nutrisi dan kalori.
5

Kurang
Setelah dilakukan
pengetahuan
askep jam

tentang
penyakit Pengetahuan klien /
dan pengobatannya keluarga meningkat dg
b.d.
kurangnya KH:
sumber informasi Pasien mampu:
Menjelaskan kembali
penjelasan
yang
diberikan
Mengenal kebutuhan
perawatan
dan
pengobatan
tanpa
cemas
Klien / keluarga
kooperatif
saat
dilakukan tindakan

Resiko infeksi b/d


tindakan invasive,
penurunan
daya
tahan tubuh primer

Setelah
dilakukan
askep ... jam risiko
infeksi terkontrol dg
KH:

Bebas dari tanda-tanda


infeksi

Angka leukosit normal


Ps mengatakan tahu
tentang tanda-tanda
dan gejala infeksi

Pendidikan : proses penyakit


Kaji pengetahuan klien tentang
penyakitnya
Jelaskan tentang proses penyakit
(tanda dan gejala), identifikasi
kemungkinan penyebab.
Jelaskan kondisi klien
Jelaskan tentang program
pengobatan
dan
alternatif
pengobantan
Diskusikan perubahan gaya
hidup yang mungkin digunakan
untuk mencegah komplikasi
Diskusikan tentang terapi dan
pilihannya
Eksplorasi kemungkinan sumber
yang bisa digunakan/ mendukung
instruksikan kapan harus ke
pelayanan
Tanyakan kembali pengetahuan
klien tentang penyakit, prosedur
perawatan dan pengobatan
Kontrol infeksi
Ajarkan tehnik mencuci tangan
Ajarkan tanda-tanda infeksi
laporkan dokter segera bila ada
tanda infeksi
Batasi pengunjung
Cuci tangan sebelum dan
sesudah merawat ps
Tingkatkan masukan gizi yang
cukup
Anjurkan istirahat cukup
Pastikan penanganan aseptic
daerah IV
Berikan PEN-KES tentang risk
infeksi
proteksi infeksi:
monitor tanda dan gejala infeksi

PK: Insuf Renal

PK: Anemia

Pantau hasil laboratorium


Amati faktor-faktor yang bisa
meningkatkan infeksi
monitor VS
Setelah dilakukan
Pantau tanda dan gejala insuf
askep ... jam Perawat
renal ( peningkatan TD, urine
akan menangani atau
<30 cc/jam, peningkatan BJ
mengurangi
urine, peningkatan natrium urine,
komplikasi dari insuf
BUN Creat, kalium, pospat dan
renal
amonia, edema).

Timbang
BB
jika
memungkinkan
Catat balance cairan
Sesuaikan pemasukan cairan
setiap hari = cairan yang keluar +
300 500 ml/hr

Berikan dorongan untuk


pembatasan
masukan cairan
yang ketat : 800-1000 cc/24 jam.
Atau haluaran urin / 24 jam +
500cc
Kolaborasi dengan ahli gizi
dalam pemberian diet, rendah
natrium (2-4g/hr)
pantau tanda dan gejala asidosis
metabolik ( pernafasan dangkal
cepat, sakit kepala, mual muntah,
Ph rendah, letargi)
Kolaborasi dengan timkes lain
dalam therapinya

Pantau perdarahan, anemia,


hipoalbuminemia
Kolaborasi untuk hemodialisis
Setelah
dilakukan Monitor tanda-tanda anemia
askep .... jam perawat Anjurkan untuk meningkatkan
akan
dapat asupan nutrisi klien yg bergizi
meminimalkan
Kolaborasi untuk pemeberian
terjadinya komplikasi terapi initravena dan tranfusi
anemia :
darah
Hb >/= 10 gr/dl.
Kolaborasi kontrol Hb, HMT,
Konjungtiva tdk
Retic, status Fe
anemis
Observasi keadaan umum klien
Kulit tidak pucat
Akral hangat

Sindrom defisit self Setelah


dilakukan
care b/d kelemahan askep . jam klien
mampu Perawatan diri
Self care :Activity
Daly Living (ADL)
dengan kriteria :

Pasien
dapat
melakukan
aktivitas
sehari-hari
(makan,
berpakaian,

kebersihan, toileting,
ambulasi)

Kebersihan diri pasien


terpenuhi

Bantuan perawatan diri


Monitor kemampuan pasien
terhadap perawatan diri
Monitor kebutuhan akan
personal hygiene, berpakaian,
toileting dan makan
Beri bantuan sampai klien
mempunyai kemapuan untuk
merawat diri
Bantu klien dalam memenuhi
kebutuhannya.
Anjurkan klien untuk melakukan
aktivitas
sehari-hari
sesuai
kemampuannya
Pertahankan aktivitas perawatan
diri secara rutin

Evaluasi kemampuan klien


dalam memenuhi kebutuhan
sehari-hari.
Berikan reinforcement atas usaha
yang dilakukan.

Hari Rabu, Maret 14, 2012


Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Berbagi ke TwitterBerbagi ke FacebookBagikan ke Pinterest
Tidak ada komentar:
Poskan Komentar
Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda
Langganan: Poskan Komentar (Atom)

My Profile

Rizki Kurniadi
Lihat profil lengkapku

Rank & Link

Arsip Blog

12 (1425)
o Desember (79)
o November (51)
o Oktober (50)
o September (6)
o Juni (23)
o Mei (91)
o April (39)
o Maret (673)

31 Mar (6)

30 Mar (29)

29 Mar (2)

28 Mar (13)

27 Mar (9)

26 Mar (63)

24 Mar (20)

22 Mar (6)

21 Mar (9)

20 Mar (51)

19 Mar (20)

18 Mar (16)

17 Mar (7)

16 Mar (32)

15 Mar (12)

14 Mar (44)

ASUHAN KEPERAWATAN PADA An. FM DENGAN


CYTOMEGALOVI...

ASUHAN KEPERAWATAN HISCHPRUNG ( MEGACOLON


AGANGG...

ASUHAN KEPERAWATAN PASIEN DENGAN


HIDROSEFALUS APL...

ASUHAN KEPERAWATAN HIPERTENSI APLIKASI


DOENGES

SOP PERAWATAN LUKA GANGGREN

PRE PLANNING PENYULUHAN DAN DEMONSTRASI CUCI


TANG...

PROSEDUR MENGANGKAT JAHITAN

MAKALAH ETIKA KEPERAWATAN TENTANG HUBUNGAN


PERAWAT...

LAPORAN PENDAHULUAN INFEKSI SALURAN


PERNAPASAN AKU...

LAPORAN PENDAHULUAN SINDROM NEFROTIK

ASUHAN KEPERAWATAN RETARDASI MENTAL

KONSEP SEPSIS NEONATORUM DAN


HIPERBILIRUBUNEMIA

ASUHAN KEPERAWATAN TALASEMIA APLIKAS DOENGES

LAPORA PENDAHULUAN TUMBUH KEMBANG ANAK

ASUHAN KEPERAWATAN KEJANG DEMAM APLIKASI


NANDA, NO...

ASUHAN KEPERAWATAN BRONKIOLITIS APLIKASI


NANDA, NO...

KONSEP KEHAMILAN DALAM KEPERAWATAN

ASUHAN KEPERAWATAN TETANUS DENGAN NANDA,


NOC, NIC

ASUHAN KEPERAWATAN STROKE DENGAN NANDA, NOC,


NIC

ASUHAN KEPERAWATAN SIROSIS HEPATIS DENGAN


NANDA, N...

ASUHAN KEPERAWATAN KOLELITIASIS DENGAN


NANDA, NOC,...

ASUHAN KEPERAWATAN GOUT PIRAI DENGAN NANDA,


NOC, N...

ASUHAN KEPERAWATAN GAGAL JANTUNG / CONGESTIF


HEART...

ASUHAN KEPERAWATAN EFUSI PLEURA DENGAN


NANDA, NOC,...

ASUHAN KEPERAWATAN DEMAM TIPOID DENGAN


NANDA, NOC,...

ASUHAN KEPERAWATAN DIARE CAIR AKUT DENGAN


NANDA, N...

ASUHAN KEPERAWATAN DIABETES MELITUS DENGAN


NANDA, ...

ASUHAN KEPERAWATAN HEMODIALISA DENGAN


NANDA, NOC, ...

ASUHAN KEPERAWATAN CHRONIC KIDNEY DISEASE


(CKD) D...

ASUHAN KEPERAWATAN BRONKOPNEUMONIA DENGAN


NANDA, N...

ASUHAN KEPERAWATAN ANEMIA DENGAN NANDA, NOC,


NIC

ASUHAN KEPERAWATAN LUKA BAKAR DENGAN NANDA,


NOC, N...

ASUHAN KEPERAWATAN TUMOR / CA NASOFARING


DENGAN NA...

ASUHAN KEPERAWATAN TUMOR OTAK DENGAN


NANDA, NOC, N...

ASUHAN KEPERAWATAN KANKER PAYUDARA (CA


MAMAE) DENG...

ASUHAN KEPERAWATAN HERNIA NUKLEUS PULPOSUS


(HNP) D...

ASUHAN KEPERAWATAN HEMOROID DENGAN NANDA,


NOC, NIC...

ASUHAN KEPERAWATAN FRAKTUR DENGAN NANDA,


NOC, NIC

ASUHAN KEPERAWATAN KOLOSTOMI DENGAN NANDA,


NOC, NI...

ASUHAN KEPERAWATAN CEDERA KEPALA DENGAN


NANDA, NOC...

ASUHAN KEPERAWATAN KANKER REKTUM DENGAN


NANDA, NOC...

ASUHAN KEPERAWATAN BENIGNA PROSTAT


HIPERPLASIA (BP...

ASUHAN KEPERAWATAN APENDIKSITIS DENGAN


NANDA, NOC,...

KOMUNIKASI PADA KEPERAWATAN ANAK

11 Mar (9)

10 Mar (17)

09 Mar (7)

08 Mar (65)

07 Mar (76)

06 Mar (26)

03 Mar (38)

02 Mar (59)

01 Mar (37)

o Februari (380)
o Januari (33)

11 (62)

Entri Populer

DIAGNOSA KEPERAWATAN NANDA DALAM 9 POLA KEBUTUHAN


KESEHATAN DASAR MANUSIA

ASUHAN KEPERAWATAN PASIEN DENGAN FEBRIS

MACAM-MACAM SUARA NAFAS

ASUHAN KEPERAWATAN KEJANG DEMAM PADA An. R DI MELATI 2 INSKA


RSUP DR. SARDJITO

CONTOH ASUHAN KEPERAWATAN LENGKAP

ASUHAN KEPERAWATAN POST OP SECTIO CAESARIA TERHADAP NY. S DI


POLI KEBIDANAN RSU BANYUMAS JAWA TENGAH APLIKASI NANDA, NOC,
NIC

ASUHAN KEPERAWATAN PADA Ny. SR DENGAN POST PARTUM DI RUANG


DDS RSUP DR SARDJITO JOGJAKARTA

Konsep Dasar Terapi Intravena (Infus)

ASUHAN KEPERAWATAN FRAKTUR DENGAN NANDA, NOC, NIC

CONTOH SOAL UJIAN PATOLOGI

Ada kesalahan di dalam gadget ini