Anda di halaman 1dari 16

PLANKTONOLOGI

Coelenterata, Nematoda, Chaetoghnata dan Annelida

Disusun Oleh:
Kelompok 3

Amalia Fajri R

achmadiany

230110140076

Neng Rima Nuraini

230110140080

Ristiana Dewi

230110140099

Zukhrufa Rahmadewi

230110140107

Achmad Raffi Ukasyah

230110140116

Ahmad Abdul Gofur

230110140120

Ayang Denika

230110140131

Deliani Darma Freskya

230110140133

UNIVERSITAS PADJADJARAN
FAKULTAS PERIKANAN DAN ILMU KELAUTAN
PROGRAM STUDI PERIKANAN
JATINANGOR
2015

KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa, karena-Nya
penulis dapat menyelesaikan tugas pembuatan makalah yang berjudul
Coelenterata, Nematoda, Chaetoghnata dan Annelida.
Penulis mendapat bantuan dari berbagai pihak dalam penulisan makalah
ini, maka pada kesempatan ini penulis mengucapkan terima kasih kepada dosen
yang telah memberikan kesempatan sehingga makalah ini dapat selesai dengan
lancar. Orangtua dirumah yang telah memberikan bantuan materil maupun
doanya, sehingga pembuatan makalah ini dapat terselesaikan. Semua pihak yang
tidak dapat penulis sebutkan satu persatu yang membantu pembuatan makalah ini.
Akhir kata semoga makalah ini bisa bermanfaat bagi pembaca pada
umumnya dan penulis pada khususnya, penulis menyadari bahwa dalam
pembuatan makalah ini masih jauh dari sempurna untuk itu penulis menerima
saran dan kritik yang bersifat membangun demi perbaikan kearah kesempurnaan.
Akhir kata penulis sampaikan terimakasih.

Jatinangor, Mei 2015

Kelompok 3

DAFTAR ISI

Kata Pengantar.......................................................................................................i
Daftar Isi................................................................................................................ii
BAB I PENDAHULUAN.....................................................................................1
BAB II ISI.............................................................................................................
2.1 Coelenterata................................................................................................
2.1.1 Sistematika Coelenterata ......................................................................
2.1.2 Klasifikasi Coelenterata........................................................................
2.1.3 Reproduksi Coelenterata.......................................................................
2.2 Nematoda....................................................................................................
2.2.1 Sistematika Nematoda ..........................................................................
2.2.2 Klasifikasi Nematoda............................................................................
2.2.3 Reproduksi Nematoda...........................................................................
2.3 Chaetoghnata..............................................................................................
2.3.1 Sistematika Chaetoghnata.....................................................................
2.3.2 Klasifikasi Chaetoghnata.......................................................................
2.3.3 Reproduksi Chaetoghnata......................................................................
2.4 Annelida......................................................................................................
2.4.1 Sistematika Annelida.............................................................................
2.4.2 Klasifikasi Annelida..............................................................................
2.4.3 Reproduksi Annelida.............................................................................
BAB III PENUTUP...............................................................................................
2

3.1 Kesimpulan.................................................................................................
3.2 Saran...........................................................................................................
DAFTAR PUSTAKA............................................................................................

BAB I
PENDAHULUAN

Zooplankton disebut juga plankton hewani, adalah hewan yang hidupnya


mengapung, atau melayang dalam laut. Kemampuan renangnya sangat terbatas
hingga keberadaannya sangat ditentukan kemana arus membawanya. Zooplankton
bersifat heterotrofik, yang maksudnya tidak dapat memproduksi sendiri bahan
organik dari bahan anorganik. Oleh karena itu, untuk kelangsungan hidupnya ia
sangat tergantung pada bahan organik dari fitoplankton yang menjadi
makanannya. Jadi zooplankton lebih berfungsi sebagai konsumen (consumer)
bahan organik.
Berdasarkan siklus hidupnya zooplankton dapat dibedakan menjadi dua
golongan, yaitu sebagai meroplankton dan holoplankton banyak jenis hewan yang
menghabiskan sebagian hidupnya sebagai plankton, khususnya pada tingkat larva.
Plankton kelompok ini disebut meroplankton atau plankton sementara. Sedangkan
holoplankton atau plankton tetap, yaitu biota yang sepanjang hidupnya sebagai
plankton. (Raymont, 1983; Omori dan Ikeda, 1984; Arinardi et al.,1994, 1996).
Meroplankton terdiri atas larva dari Filum Annelida, Moluska,
Echinodermata, Coelenterata atau planula Cnidaria, berbagai macam Nauplius
dan zoea sebagai Artrhopoda yang hidup di dasar, juga telur dan 6 tahap larva
kebanyakan ikan. Kemudian yang termasuk holoplankton antara lain: Filum
Arthopoda

terutama

Subkelas

Copepoda,

Chaetognata,

Chordata

kelas

Appendiculata, Ctenophora, Protozoa, Annelida Ordo Tomopteridae dan sebagian


Moluska (Newell dan Newell, 1977; Raymont, 1983; Omori dan Ikeda, 1984).

BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Coelenterata
2.1.1. Sistematika Coelenterata
Coeleanterata disebut juga Cnidaria (Cnido = penyengat) karena
sesuai dengan cirinya yang memiliki sel penyengat. Sel penyengat terletak
pada tentakel yang terdapat disekitar mulutnya. Coelenterata (Cnidaria) terdiri
dari kelas Hydrozoa, Scypozoa, dan Anthozoa. Hanya pada kelas Hydrozoa,
dimana Hydra juga termasuk dan terdiri dari spesies - spesies berupa ubur-ubur
kecil yang hidup sebagai plankton (Sachlan, 1982).
2.2.2 Klasifikasi Coelenterata
A. Kelas Hydrozoa
Hydrozoa berasal dari bahasa yunani hydro = air, dan zoa = hewan
Hydrozoa adalah kelas dari anggota hewan tak bertulang belakang yang
termasuk dalam filum Coelenterata.
Terdiri atas 4 ordo yaitu :

Ordo Hydroidea dengan dua genus yaitu Obelia, Proboscidactyla


Ordo Hydroconallina dengan genus yaitu Stylantheca
Ordo Trachylina dengan genus yaitu Homoeonema
Ordo Siphonophera dengan tiga genus yaitu Physalia Pelagea, Vellella,
Porpita
Kingdom

: Animalia

Filum

: Coelenterata

Kelas
Famili
Ordo

: Hydrozoa
: Proboscidactylidae
: Hydroidea

Genus
Spesies

: Obelia
: Obelia sp

Obelia sp

Kingdom

: Animalia

Filum

: Coelenterata

Kelas

: Hydrozoa

Famili

: Proboscidactylidae

Ordo

: Hydroidea

Genus

: Proboscidactyla

Spesies

: Proboscidactyla sp

B. Kelas Scyphozoa
Scyphozoa (dalam bahasa yunani, scypho = mangkuk, zoa = hewan)
memiliki bentuk dominan berupa medusa dalam siklus hidupnya. Medusa
Scyphozoa dikenal dengan ubur-ubur. Bentuk polip hanya pada tingkat
larva. Contoh jenis dari kelas tersebut adalah Aurelia sp. (ubur-ubur kuping)
Pada tahap larva disebut Planula.
Terdiri atas 4 ordo yaitu :

Ordo Discomedusae dengan genus yaitu Aurelia (ubur-ubur)


Ordo Stavromedusae dengan dua genus yaitu Haliclystus, Lucernaria
Ordo Cubomedusae dengan genus yaitu Tamoyo
Ordo Coronatae dengan tiga genus yaitu Periphylla, Nausithoe, Linuche
Kingdom

: Animalia

Filum
Kelas
Ordo
Famili
Genus
Spesies

: Coelenterata
: Scypozoa
: Discomedusae
: Ulmaridae
: Aurelia
: Aurelia sp (larva)

C. Kelas Anthozoa

Anthozoa (dalam bahasa yunani, anthus = bunga, zoa = hewan)


memiliki banyak tentakel yang berwarna-warni seperti bunga.Anthozoa
tidak memiliki bentuk medusa,hanya bentuk polip. Polip Anthozoa
berukuran lebih besar dari dua kelas Coelenterata lainnya. Hidupnya di laut
dangkal secara berkoloni. Terdiri atas 2 subkelas dan 7 ordo yaitu :
1. SubKelas Hexacoralliaa.
Ordo Actiniaria dengan genus yaitu Metridium (Anemone)
Ordo Madreporaria dengan dua genus yaitu Acropore, Fungia
Meandrina
Ordo Antipatharia dengan genus yaitu Antipathes (Akar bahar)
Ordo Zoanthidea dengan genus yaitu Epizoanthuse.
Ordo Ceriantheria dengan genus yaitu Cerianthus
2. Subclass Octocorallia / Alcyonariaa.
Ordo Stolonifera dengan dua genus yaitu Tubipora Musica,

Clavularia, (karang sling)


Ordo Pennatulacea dengan tiga genus yaitu Pennidula Sulcata,
Pennatula, Renilla (bulu laut)

Kingdom
Filum
Kelas
Ordo
Famili
Genus
Spesies

: Animalia
: Coelenterata
: Anthozoa
: Actiniaria
: Actiniariaceae
: Metridium
: Metridium sp (larva)

D. Sistem Reproduksi Coelenterata

Kingdom
Filum
Kelas
Ordo
Famili
Genus
Spesies

: Animalia
: Coelenterata
: Anthozoa
: Madreporia
: Madreporiaceae
: Acropore
: Acropore sp (larva)

Reproduksi seksual dan aseksual adalah umum di antara cnidaria, dan


ada banyak spesies yang dapat mereproduksi melalui kedua metode.
Reproduksi aseksual terjadi dengan kloning dan termasuk tunas,
fragmentasi, dan pembelahan. Reproduksi seksual terjadi dengan fertilisasi
eksternal ketika dewasa - yang biasanya gonochoric (jenis kelamin
terpisah), walaupun beberapa takson yang hermafrodit - bibit gamet masuk
ke dalam air. (Ruppert, Fox, & Barnes 2004).
Reproduksi pada semua medusa adalah seksual. Telur dan sperma
terbentuk dari sel interstisial epidermis di bawah kanal, adakalanya pada
epidermis manubrium, Terdapat dua jenis pembuahan pada medusa, yakni
pembuahan eksternal dan internal. Pembuahan eksternal terjadi di air laut,
pembuahan internal terjadi pada permukaan manubrium atau di gonad.

2.2 Nematoda
2.2.1. Sistematika Nematoda
Nematoda adalah hewan multiseluler yang paling banyak jumlahnya
di bumi dan terdapat hampir di seluruh habitat dan beberapa juga terdapat di
tempat yang tidak biasa seperti sumber mata air panas, es, laut dalam, dan
lingkungan berasam dan dengan kadar oksigen rendah. Kelimpahannya
mencapai jutaan individu per m2 tanah pada tanah dan sedimen dasar perairan.
Nematoda secara umum memiliki ciri-ciri bentuk seperti cacing
(vermiform), tidak bersegmen, bilateral simetri, pseudocoelomata, sistem
pencernaan lengkap, memiliki sistem respiratori dan sirkulasi yang belum

terspesialisasi.
Taksonomi Nematoda :

Kingdom : Animalia

Subkingdom

Superfilum : Aschelminthes

Filum

Subfilum : Mandibulata

Infrafilum : Atelocerata

Superkelas : Panhexapoda

Kelas

: Bilateria

: Nematoda

: Adenophorea
Secernentea

2.3 Chaetognata
2.3.1. Sistematika Chaetognata
Kata Chaetognatha berasal Dari bahasa Yunani yang terdiri dari dua
kata yaitu : chaeton yang berarti sikat dan gnatos yang berarti rahang atau mulut,
yang umumnya dikenal sebagai panah cacing, adalah sebuah divisi dari predator
cacing laut yang merupakan komponen utama plankton di seluruh dunia. Sekitar
20% dari spesies yang dikenal adalah bentik, dan dapat menempel pada ganggang
dan batu. Mereka ditemukan di seluruh perairan laut, dari permukaan perairan
tropis

dan

pasang,

dangkal

sampai

laut

dalam

dan

daerah

kutub.

Kebanyakan chaetognatha transparan dan berbentuk torpedo dan berukuran 2-120


milimeter.
Filum Chaetognatha terbagi dalam 1 kelas yaitu Sagittoidea dan terbagi
menjadi

ordo

yaitu

Monaghramophora,

Aphragmophora.

Kingdom
Subkingdom
Infrakingdom
Filum

: Animalia
: Bilateria
: Ecdysozoa
: Chaetognatha

Biphragmophora,

dan

Kelas
Order

: Sagittoidea
: Biphragmophora
Monaghramophora
Aphragmophora

2.4 Annelida
2.4.1. Sistematika Annelida
Annelida berasal dari kata annulus yang berarti cincin dan oidos yang
berarti bentuk. Annelida dapat hidup di berbagai tempat, baik di air tawar, air laut,
atau daratan.Umumnya hidup bebas. Annelida memiliki coelom yang besar untuk
mengakomodasi organ dalam yang lebih kompleks. Terdapat sekitar 12,000 jenis
di laut, air tawar dan daratan.
Annelida dibagi menjadi tiga kelas, yaitu Polychaeta (cacing berambut
banyak), Oligochaeta (cacing berambut sedikit), dan Hirudinea.
1. Polychaeta
Polychaeta (dalam bahasa yunani, poly = banyak, chaetae = rambut kaku)
merupakan annelida berambut banyak.Tubuh Polychaeta dibedakan menjadi
daerah

kepala

(prostomium)

dengan

mata,

antena,

dan

sensor

palpus.Polychaeta memiliki sepasang struktur seperti dayung yang disebut


parapodia (tunggal = parapodium) pada setiap segmen tubuhnya.Fungsi parapodia
adalah sebagai alat gerak dan mengandung pembuluh darah halus sehingga dapat
berfungsi juga seperti insang untuk bernapas.Setiap parapodium memiliki rambut
kaku yang disebut seta yang tersusun dari kitin.
Kebanyakan Polychaeta hidup di laut serta memiliki parapodia dan
setae.Parapodia adalah kaki seperti dayung (sirip) digunakan untuk berenang
sekaligus bertindak sebagai alat pernafasan.Setae adalah bulu-bulu yang melekat
pada parapodia, yang membantu polychaeta melekat pada substrat dan juga
membantu mereka bergerak.
2. Oligochaeta

10

Oligochaeta (dalam bahasa yunani, oligo = sedikit, chaetae = rambut


kaku) yang merupakan annelida berambut sedikit. Oligochaeta tidak memiliki
parapodia, namun memiliki seta pada tubuhnya yang bersegmen.
3. Hirudinea
Hirudinea merupakan kelas annelida yang jenisnya sedikit. Hewan ini
tidak memiliki arapodium maupun seta pada segmen tubuhnya . Tubuhnya pipih
dengan ujung anterior dan posterior yang meruncing.Pada anterior dan posterior
terdapat alat pengisap yang digunakan untuk menempel dan bergerak.Sebagian
besar

Hirudinea

adalah

hewan

ektoparasit

pada

permukaan

tubuh

inangnya.Inangnya adalah vertebrata dan termasuk manusia.

Kingdom

: Animalia

Subkingdom

: Bilateria

Supefilum

: Eutrochozoa

Filum

: Annelida

Kelas

: Polychaeta
Oligochaeta
Hirudinea

Klasifikasi

Nematoda

Annelida

Chaetognata

Gambar

Kingdom Animalia

Animalia

Animalia

Subkingdom Bilateria

Bilateria

Bilateria

11

Filum Nematoda

Annelida

Chaetognatha

Kelas

Adenophorea

Polychaeta

Sagittoidea

Ordo

Desmoscolecida

Eunicida

Biphragmophora

Eunicidae

Spadellidae

Keluarga Greeffiellidae
Genus

Greeffiella

Eunice

Spadella

Spesies

Greeffiella
antarctica

Eunice viridis

Spadella
cephaloptera

2.2. Morfologi
2.2.1 Ciri ciri Umum Filum Nematoda

Bilateral

pseudoselomatik, tidak bersegmen.


Tubuh ramping silindris, ditutupi oleh

kutikula yang kuat


Saluran pencernaan lengkap, bentuk

simetris,

triploblastik,

lurus (tabung) dimulai mulut sampai

anus.
Tubuh dilengkapi serabut otot longitudinal.
Tidak mempunyai alat respirasi, sirkulasi, dan alat ekskresi sederhana.
Memiliki cincin saraf yang mengelilingi esophagus, 6 saraf anteriror, 6

atau lebih saraf posterior.


Jenis kelamin terpisah, jantan lebih kecil dari betina

2.2.2 Ciri ciri Umum Filum Annelida


Annelida adalah hewan triploblastik yang sudah mempunyai rongga sejati
sehingga disebut triploblastik selomata. Annelida
memiliki sistem peredaran darah tertutup, dengan
pembuluh darah memanjang sepanjang tubuhnya
serta

bercabang-cabang

segmen.Annelida

mempunyai

di

setiap

bentuk

tubuh

simetri bilateral, dengan tubuh beruas-ruas dan


dilapisi lapisan kutikula

12

2.2.3 Ciri-ciri Umum Filum Chaetognata


Bentuk tubuhnya seperti anak panah (arrow), Tubuhnya memanjang,
memiliki sirip, Salah satu hewan deuterostomata, Terdiri dari kepala, badan dan
ekor, Memiliki satu atau dua pasang sirip, Memiliki Hooks pada kepalanya,
Matanya

berupa

mata

majemuk,

Memiliki

bulu-bulu

cilia

disekitar tubuhnya

2.3 Metode Reproduksi


Metode reproduksi pada Nematoda, Annelida dan Chaetognatha terjadi
pada fase dewasa.
REPRODUKSI

Nematoda

Annelida

Sexual

Asexual

Peleburan gamet jantan dan gamet


betina. Sistem reproduksi bersifat
gonokoris, yaitu organ kelamin
jantan dan betina terpisah pada
individu yang berbeda. Fertilisasi
terjadi secara internal. Telur hasil Belum ditemukan
fertilisasi dapat membentuk kista
dan kista dapat bertahan hidup
pada lingkungan yang tidak
menguntungkan.
Annelida umumnya bereproduksi fragmentasi, yang
secara
seksual
dengan kemudian beregenerasi.
pembantukan gamet Organ seksual
annelida ada yang menjadi satu
13

dengan individu (hermafrodit) dan


ada yang terpisah pada individu
lain (gonokoris).

Chaetognatha

. Semua spesies hermaphrodit,


yang berarti mereka memiliki
kedua bagian jantan dan betina.
Belum ditemukan
Telur terbentuk di wilayah batang
tubuh,
sedangkan
sperma
berkembang di bagian ekor

14

15