Anda di halaman 1dari 3

Perbedaan vitamin larut air dan lemak

Secara klasik, berdasarkan kelarutannya, vitamin digolongkan dalam dua


kelompok, yaitu vitamin yang larut dalam lemak dan vitamin yang larut dalam air,
karena yang pertama dapat diekstraksi dari bahan makanan dengan pelarut lemak dan
yang terakhir dengan air. Beberapa vitamin larut lemak adalah vitamin A, D, E, dan
K, yang hanya mengandung unsur- unsur karbon, hidrogen dan oksigen. Vitamin yang
larut dalam air terdiri atas asam askorbat (C) dan B-komplek (B 1 sampai B12), yang
selain mengandung unsur-unsur karbon, hidrogen, oksigen, juga mengandung
nitrogen, sulfur atau kobalt.
Fungsi Vitamin Secara Umum
Beberapa vitamin berfungsi langsung dalam metabolisme penghasilan energi
Jalur metabolisme yang menghasilkan energi untuk mendukung kerja sel diantaranya
adalah glikolisis, siklus kreb, transport elektron, dan oksidasi
Cara Kerja Vitamin
Vitamin larut lemak dan vitamin larut air memiliki cara kerja berbeda, seperti berikut:
1. Vitamin yang larut dalam lemak : Vitamin yang larut dalam lemak akan
disimpan di dalam jaringan adiposa (lemak) dan di dalam hati. Vitamin ini
kemudian akan dikeluarkan dan diedarkan ke seluruh tubuh saat dibutuhkan.
Beberapa jenis vitamin hanya dapat disimpan beberapa hari saja di dalam
tubuh, sedangkan jenis vitamin lain dapat bertahan hingga 6 bulan lamanya di
dalam tubuh.
2. Vitamin yang larut dalam air : Berbeda dengan vitamin yang larut dalam
lemak, jenis vitamin larut dalam air hanya dapat disimpan dalam jumlah
sedikit dan biasanya akan segera hilang bersama aliran makanan. Saat suatu
bahan pangan dicerna oleh tubuh, vitamin yang terlepas akan masuk ke dalam
aliran darah dan beredar ke seluruh bagian tubuh. Apabila tidak dibutuhkan,
vitamin ini akan segera dibuang tubuh bersama urin. Oleh karena hal inilah,
tubuh membutuhkan asupan vitamin larut air secara terus-menerus.
Vitamin Larut Lemak
Fat Soluble Vitamin adalah vitamin yang larut dam lemak. Vitamin larut
lemak ini memiliki fungsi yang sangat penting dalam menjaga agar tubuh kita tetap
sehat, termasuk fungsi diferensiasi sel, fungsi sistem kekebalan tubuh dan juga
berfungsi untuk membantu menjaga tulang agar tetap kuat dan tidak keropos. Vitamin
larut lemak ini dapat disimpan oleh tubuh dalam hati dan kulit. Kelebihan vitamin
yang larut dalam lemak ini dapat berbahaya dan menyebabkan kerusakan sel tubuh
kerana itu kita disarankan untuk berhati-hati dengan suplemen diet yang terlalu
banyak mengandung Bitamin yang larut dalam lemak (Fat- soluble Vitamins).
Sebelum ditemukan vitamin yang larut dalam lemak, orang menduga bahwa
lemak hanya berfungsi sebagai sumber energi. Vitamin yang larut dalam lemak

biasanya ditimbun dalam tubuh dan karenanya tidak perlu disediakan setiap hari
dalam makanan.
Absorpsi vitamin larut lemak yang normal ditentukan oleh absorpsi normal
dari lemak. Gangguan absorpsi lemak yang disebabkan oleh gangguan sistim empedu
akan menyababkan gangguan absorpsi vitaminvitamin yang larut lemak. Setelah
diabsorpsi, vitamin ini dibawa ke hepar dalam bentuk kilomikron dan disimpan di
hepar atau dalam jaringan lemak. Di dalam darah, vitamin larut lemak diangkut oleh
lipoprotein atau protein pengikat spesifik (Spesific Binding Protein), dan karena tidal
larut dalam air, maka ekskresinya lewat empedu, yang dikeluarkan bersama-sama
feses.

Sifat umum vitamin larut lemak :

Berhubungan dengan absorpsi dan transport dari lipid


Absorpsi vitamin
terlarut dengan misel (untuk pembentukan misel
dibutuhkan garam empedu dan getah dari pankreas).
Transportasi ke hati oleh kilomikron melalui pembuluh darah limfe.
Penyimpanan vitamin A,D, dan Kterutama di hatidan vitamin E pada jaringan
adiposa.
Umumnya tidak diekskresikan ke urin tetapi ke feses.

Vitamin Larut Air


Sebagian besar vitamin larut air merupakan komponen system enzim yang
banyak terlibat dalam membantu metabolism energy. Vitamin larut air biasanya tidak
di simpan di dalam tubuh dan di keluarkan melalui urin dalam jumlah kecil. Oleh
sebab itu vitamin larut air perlu di konsumsi tiap hari untuk mencegah kekurangan
yang dapat menggangu fungsi tubuh normal.
Vitamin larut air di kelompokan menjadi vitamin C dan vitamin B, vitamin B
terdiri dari 8 faktor yang saling berkaitan fungsinya di dalam tubuh dan terdapat di
dalam bahan makanan yang hampir sama. Fungsi terkait dalam proses metabolism sel
hidup, baik dalam tumbuh-tumbuhan maupun hewan sebagai koenzim atau kofaktor.
Selain itu vtamin larut dalam air adalah vitamin yang hanya dapat disimpan
dalam jumlah sedikit dan biasanya akan segera hilang bersama aliran makanan. Saat
suatu bahan pangan dicerna oleh tubuh, vitamin yang terlepas akan masuk ke dalam
aliran darah dan beredar ke seluruh bagian tubuh. Apabila tidak dibutuhkan, vitamin
ini akan segera dibuang tubuh bersama urin. Oleh karena hal inilah, tubuh
membutuhkan asupan vitamin larut air secara terus-menerus.

Vitamin yang larut dalam air adalah:

Vitamin C
Vitamin B dengan 8 ragamnya (tiamin, riboflavin, niasin, asam pantotenat,
biotin, vitamin B6, Vitamin B12, dan folat)