Anda di halaman 1dari 27

Karies gigi

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Karies gigi
Klasifikasi dan rujukan eksternal

Kerusakan gigi berupa lubang yang disebabkan karies

ICD-10
ICD-9
DiseasesDB
MedlinePlus

K02.
521.0
29357
001055

Karies gigi adalah sebuah penyakit infeksi yang merusak struktur gigi.[1] Penyakit ini
menyebabkan gigi berlubang. Jika tidak ditangani, penyakit ini dapat menyebabkan nyeri,
penanggalan gigi, infeksi, berbagai kasus berbahaya, dan bahkan kematian. Penyakit ini telah
dikenal sejak masa lalu, berbagai bukti telah menunjukkan bahwa penyakit ini telah dikenal sejak
zaman perunggu, zaman besi, dan zaman pertengahan.[2] Peningkatan prevalensi karies banyak
dipengaruhi perubahan dari pola makan.[2][3] Kini, karies gigi telah menjadi penyakit yang
tersebar di seluruh dunia.
Ada beberapa cara untuk mengelompokkan karies gigi.[4] Walaupun apa yang terlihat dapat
berbeda, faktor-faktor risiko dan perkembangan karies hampir serupa. Mula-mula, lokasi
terjadinya karies dapat tampak seperti daerah berkapur namun berkembang menjad lubang
coklat. Walaupun karies mungkin dapat saja dilihat dengan mata telanjang, kadang-kadang
diperlukan bantuan radiografi untuk mengamati daerah-daerah pada gigi dan menetapkan
seberapa jauh penyakit itu merusak gigi.

Lubang gigi disebabkan oleh beberapa tipe dari bakteri penghasil asam yang dapat merusak
karena reaksi fermentasi karbohidrat termasuk sukrosa, fruktosa, dan glukosa.[5][6][7] Asam yang
diproduksi tersebut memengaruhi mineral gigi sehingga menjadi sensitif pada pH rendah. Sebuah
gigi akan mengalami demineralisasi dan remineralisasi. Ketika pH turun menjadi di bawah 5,5,
proses demineralisasi menjadi lebih cepat dari remineralisasi. Hal ini menyebabkan lebih banyak
mineral gigi yang luluh dan membuat lubang pada gigi.
Bergantung pada seberapa besarnya tingkat kerusakan gigi, sebuah perawatan dapat dilakukan.
Perawatan dapat berupa penyembuhan gigi untuk mengembalikan bentuk, fungsi, dan estetika.
Walaupun demikian, belum diketahui cara untuk meregenerasi secara besar-besaran struktur gigi,
sehingga organisasi kesehatan gigi terus menjalankan penyuluhan untuk mencegah kerusakan
gigi, misalnya dengan menjaga kesehatan gigi dan makanan.[8]

Daftar isi

1 Sejarah

2 Epidemiologi

3 Klasifikasi
o 3.1 Lokasi

3.1.1 Karies celah dan fisura

3.1.2 Karies permukaan halus

3.1.3 Deskripsi umum lainnya

o 3.2 Laju penyakit


o 3.3 Jaringan keras yang terpengaruh

4 Penyebab
o 4.1 Gigi
o 4.2 Bakteri
o 4.3 Karbohidrat yang dapat difermentasikan
o 4.4 Waktu
o 4.5 Faktor lainnya

5 Tanda dan gejala

6 Diagnosis

7 Perawatan

8 Pencegahan
o 8.1 Kebersihan mulut
o 8.2 Pengaturan makanan
o 8.3 Tindakan pencegahan lainnya

9 Catatan kaki dan sumber

10 Referensi

11 Pranala luar

Sejarah

Sebuah gambar dari tahun 1300 Masehi. Seorang dokter mencabut gigi pasiennya.
Bukti arkeologis menunjukkan bahwa karies gigi sudah ada sejak masa prasejarah. Sebuah
tengkorak yang diperkirakan berasal dari satu juta tahun yang lalu dari masa neolitikum memberi
petunjuk adanya karies.[2] Adanya peningkatan prevalensi karies sejak masa neolitikum mungkin
disebabkan banyaknya konsumsi makanan dari tumbuhan yang banyak mengandung karbohidrat.
[9]
Sebuah gurdi atau bor dari kayu ditemukan pada masa neolitikum. gurdi tersebut diperkirakan
digunakan sebagai pelubang gigi untuk mengeluarkan abses dari gigi.[10] Perubahan kebudayaan

berupa penemuan teknik pertanian di Asia Selatan dipercayai juga sebagai salah satu peningkat
prevalensi karies.
Sebuah teks dari Sumeria (5000 SM) menggambarkan sebuah "cacing gigi" sebagai penyebab
karies.[11] Bukti pada kepercayaan ini juga ditemukan pada India, Mesir, Jepang, dan Tiongkok.[3]
Banyak fosil tengkorak yang dapat menunjukkan adanya perawatan gigi yang primitif. Di
Pakistan, sebuah gigi yang diperkirakan berasal dari 5500 SM hingga 7000 SM menunjukkan
sebuah lubang yang mungkin disebabkan gurdi gigi. [12] Karies juga dituliskan oleh Homer dan
Guy de Chauliac dalam tulisan mereka.[3] Papirus Ebers, sebuah tulisan Mesir kuno (1550 SM)
menyebutkan sebuah penyakit gigi.[11] Selama pemerintahan dinasti Sargonid Assyria pada 668
SM hingga 626 SM, dituliskan bahwa dokter kerajaan memerlukan tindakan pencabutan gigi
untuk mencegah penyebaran radang.[3] Selama masa pendudukan Bangsa Romawi di Eropa,
proses pemasakan makanan menurunkan tingkat terjadinya karies.[13] Pada masa peradaban
Yunani dan Romawi dan Mesir, memiliki perawatan untuk meredakan rasa nyeri karena karies.[3]
Tingkat kejadian karies menurun pada zaman perunggu dan besi, namun meningkat tajam pada
zaman pertengahan.[2] Peningkatan prevalensi karies secara periodik ini serupa dengan kejadian
pada masa tahun 1000, ketika gula menjadi lebih mudah didapatkan di dunia Barat. Perawatan
yang diberikan berupa obat-obatan herbal dan jampi-jampi, serta pencabutan gigi.[14][3]Umat
Katolik menyampaikan doa dengan penyertaan Santo Appolonia, santo pelindung untuk dokter
gigi.[15]
Ada pula bukti yang menunjukkan adanya peningkatan tingkat karies di suku Indian, Amerika
Utara setelah memulai kontak dengan kolonial Eropa. Sebelum kolonisasi, Indian Amerika Utara
menggantungkan hidupnya pada berburu, kemudian berubah menjadi bertani jagung. Pergantian
diet makan ini menyebabkan peningkatan karies.[2]
Pada masa pencerahan, kepercayaan bahwa "cacing gigi" sebagai penyebab karies ditepis oleh
kelompok ilmuwan kedokteran.[16] Pierre Fauchard, yang dikenal sebagai bapak kedokteran gigi
masa kini, adalah salah satu pihak pertama yang menolak ide cacing gigi tersebut. Ia
menyebutkan bahwa konsumsi gula yang menjadi penyebab karies gigi.[17] Pada tahun 1850,
prevalensi karies meningkat lagi dan disebabkan oleh pergeseran pola makan.[3]
Pada 1890-an, W.D. Miller memulai rangkaian penelitian untuk menyelidiki perihal penyakit
karies gigi. Ia menemukan bahwa ada bakteri yang hidup di rongga mulut dan mengeluarkan
asam sehingga melarutkan struktur gigi ketika terdapat sisi karbohidrat.[18] Penjelasan ini dikenal
sebagai teori karies kemoparasitik.[19] Penemuan Miller, bersamaan penelitian terhadap plak gigi
oleh G.V. Black dan J.L. Williams, membuat sebuah dasar sebagai penjelasan patofisiologi karies
yang diterima hingga kini.[3]

Epidemiologi
Diperkirakan bahwa 90% dari anak-anak usia sekolah di seluruh dunia dan sebagian besar orang
dewasa pernah menderita karies. Prevalensi karies tertinggi terdapat di Asia dan Amerika Latin.
Prevalensi terendah terdapat di Afrika.[20] Di Amerika Serikat, karies gigi merupakan penyakit

kronis anak-anak yang sering terjadi dan tingkatnya 5 kali lebih tinggi dari asma.[21] Karies
merupakan penyebab patologi primer atas penanggalan gigi pada anak-anak.[22] Antara 29%
hingga 59% orang dewasa dengan usia lebih dari limapuluh tahun mengalami karies.[23]
Jumlah kasus karies menurun di berbagai negara berkembang, karena adanya peningkatan
kesadaran atas kesehatan gigi dan tindakan pencegahan dengan terapi florida.[24]

Klasifikasi

Celah atau fisura gigi dapat menjadi lokasi karies.


Karies gigi dapat dikelompokkan berdasarkan lokasi, tingkat laju perkembangan, dan jaringan
keras yang terkena.[4]

Lokasi
Secara umum, ada dua tipe karies gigi bila dibedakan lokasinya, yaitu karies yang ditemukan di
permukaan halus dan karies di celah atau fisura gigi.[25]
Karies celah dan fisura
Celah dan fisura adalah tanda anatomis gigi. Fisura terbentuk saat perkembangan alur, dan tidak
sepenuhnya menyatu, dan membuat suatu turunan atau depresio yang khas pada strutkur
permukaan email. Tempat ini mudah sekali menjadi lokasi karies gigi.[26] Celah yang ada daerah
pipi atau bukal ditemukan di gigi geraham.
Karies celah dan fisura kadang-kadang sulit dideteksi. Semakin berkembangnya proses
perlubangan akrena karies, email atau enamel terdekat berlubang semakin dalam. Ketika karies

telah mencapai dentin pada pertemuan enamel dengan dental, lubang akan menyebar secara
lateral. Di dentin, proses perlubangan akan mengikuti pola segitiga ke arah pulpa gigi.
Karies permukaan halus
Ada tiga macam karies permukaan halus. Karies proksimal, atau dikenal juga sebagai karies
interproksimal, terbentuk pada permukaan halus antara batas gigi. Karies akar terbentuk pada
permukaan akar gigi. Tipe ketiga karies permukaan halus ini terbentuk pada permukaan lainnya.

Pada radiograf ini, titik hitam pada batas gigi menunjukkan sebuah karies proksimal.
Karies proksimal adalah tipe yang paling sulit dideteksi.[27] Tipe ini kadang tidak dapat dideteksi
secara visual atau manual dengan sebuah eksplorer gigi. Karies proksimal ini memerlukan
pemeriksaan radiografi.[28]
Karies akar adalah tipe karies yang sering terjadi dan biasanya terbentuk ketika permukaan akar
telah terbuka karena resesi gusi. Bila gusi sehat, karies ini tidak akan berkembang karena tidak
dapat terpapar oleh plak bakteri. Permukaan akar lebih rentan terkena proses demineralisasi
daripada enamel atau email karena sementumnya demineraliasi pada pH 6,7, di mana lebih tinggi
dari enamel.[29] Karies akar lebih sering ditemukan di permukaan fasial, permukaan
interproksimal, dan permukaan lingual. Gigi geraham atas merupakan lokasi tersering dari karies
akar.
Deskripsi umum lainnya

Gambar skematis gigi.


Di samping pengelompokan diatas, lesi karies dapat dikelompokkan sesuai lokasinya di
permukaan tertentu pada gigi. Karies pada permukaan gigi yang dekat dengan permukaan pipi
atau bibir disebut "karies fasial", dan karies yang lebih dekat ke arah lidah disebut "karies
lingual". Karies fasial dapat dibagi lagi menjadi bukal (dekat pipi) dan labial (dekat bibir). Karies
lingual juga dapat disebut palatal bila ditemukan di permukaan lingual dari gigi pada rahang atas
(maksila) dan dekat dengan pallatum durum atau bagian langit-langit mulut yang keras.

Laju penyakit
Laju karies dapat membagi karies menjadi karies akut dan kronis. Karies rekuren berarti karies
yang terjadi pada bekas karies terdahulu.[butuh rujukan]

Jaringan keras yang terpengaruh


Berdasarkan pada jaringan keras yang terpengaruh, karies dapat dibedakan menjadi karies yang
memengaruhi enamel, dentin, atau sementum. Pada awal perkembangannya, karies mungkin
hanya memengaruhi enamel. Namun ketika karies semakin luas, dapat memengaruhi dentin.
Sementum adalah jaringan keras yang melapisi akar gigi, maka sementum dapat terkena bila akar
gigi terbuka.[butuh rujukan]
Karies di dekat leher gigi disebut karies servikal.[butuh rujukan]

Penyebab
Ada empat hal utama yang berpengaruh pada karies: permukaan gigi, bakteri kariogenik
(penyebab karies), karbohidrat yang difermentasikan, dan waktu.[30]

Gigi
Ada penyakit dan gangguan tertentu pada gigi yang dapat mempertinggi faktor risiko terkena
karies. Amelogenesis imperfekta, yang timbul pada 1 dari 718 hingga 14.000 orang, ada penyakit
di mana enamel tidak terbentuk sempurna.[31] Dentinogenesis imperfekta adalah
ketidaksempurnaan pembentukan dentin. Pada kebanyakan kasus, gangguan ini bukanlah
penyebab utama dari karies.[32]
Anatomi gigi juga berpengaruh pada pembentukan karies. Celah atau alur yang dalam pada gigi
dapat menjadi lokasi perkembangan karies. Karies juga sering terjadi pada tempat yang sering
terselip sisa makanan.

Bakteri

Preparat Streptococcus mutans.


Mulut merupakan tempat berkembanganya banyak bakteri, namun hanya sedikit bakteri
penyebab karies, yaitu Streptococcus mutans dan Lactobacilli di antaranya.[5][7] Khusus untuk
karies akar, bakteri yang sering ditemukan adalah Lactobacillus acidophilus, Actinomyces
viscosus, Nocardia spp., dan Streptococcus mutans. Contoh bakteri dapat diambil pada plak.

Karbohidrat yang dapat difermentasikan


Bakteri pada mulut seseorang akan mengubah glukosa, fruktosa, dan sukrosa menjadi asam
laktat melalui sebuah proses glikolisis yang disebut fermentasi.[6] Bila asam ini mengenai gigi
dapat menyebabkan demineralisasi. Proses sebaliknya, remineralisasi dapat terjadi bila pH telah
dinetralkan. Mineral yang diperlukan gigi tersedia pada air liur dan pasta gigi berflorida dan
cairan pencuci mulut.[33] Karies lanjut dapat ditahan pada tingkat ini. Bila demineralisasi terus
berlanjut, maka akan terjadi proses pelubangan.

Waktu
Tingkat frekuensi gigi terkena dengan lingkungan yang kariogenik dapat memengaruhi
perkembangan karies.[34] Setelah seseorang mengonsumsi makanan mengandung gula, maka
bakteri pada mulut dapat memetabolisme gula menjadi asam dan menurunkan pH. PH dapat

menjadi normal karena dinetralkan oleh air liur dan proses sebelumnya telah melarutkan mineral
gigi. Demineralisasi dapat terjadi setelah 2 jam.[35]

Faktor lainnya
Selain empat faktor di atas, terdapat faktor lain yang dapat meningkatkan karies.
Air liur dapat menjadi penyeimbangan lingkungan asam pada mulut. Terdapat keadaan dimana
air liur mengalami gangguan produksi, seperti pada sindrom Sjgren, diabetes mellitus, diabetes
insipidus, dan sarkoidosis.[36]

Karies yang merajalela karena penggunaan metamfetamin.


Obat-obatan seperti antihistamin dan antidepresan dapat memengaruhi produksi air liur.[37] Terapi
radiasi pada kepala dan leher dapat merusak sel pada kelenjar liur.[38]
Penggunaan tembakau juga dapat mempertinggi risiko karies.[39] Tembakau adalah faktor yang
signifikan pada penyakit periodontis, seperti dapat menyusutkan gusi.[40] Dengan gusi yang
menyusut, maka permukaan gigi akan terbuka. Sementum pada akar gigi akan lebih mudah
mengalami demineralisasi. [29]
Karies botol susu atau karies kanak-kanak adalah pola lubang yang ditemukan di anak-anak pada
gigi susu. Gigi yang sering terkena adalah gigi depan di rahang atas, namun kesemua giginya
dapat terkena juga.[41] Sebutan "karies botol susu" karena karies ini sering muncul pada anakanak yang tidur dengan cairan yang manis (misalnya susu) dengan botolnya. Sering pula
disebabkan oleh seringnya pemberian makan pada anak-anak dengan cairan manis.
Ada juga karies yang merajalela atau karies yang menjalar ke semua gigi.[42] Tipe karies ini
sering ditemukan pada pasien dengan xerostomia, kebersihan mulut yang buruk, pengonsumsi
gula yang tinggi, dan pengguna metamfetamin karena obat ini membuat mulut kering. [43] Bila
karies yang parah ini merupakan hasil karena radiasi kepala dan leher, ini mungkin sebuah karies
yang dipengaruhi radiasi.

Tanda dan gejala


Seseorang sering tidak menyadari bahwa ia menderita karies sampai penyakit berkembang lama.
[44]
Tanda awal dari lesi karies adalah sebuah daerah yang tampak berkapur di permukaan gigi
yang menandakan adanya demineralisasi. Daerah ini dapat menjadi tampak coklat dan
membentuk lubang. Proses tersebut dapat kembali ke asal atau reversibel, namun ketika lubang
sudah terbentuk maka struktur yang rusak tidak dapat diregenerasi. Sebuah lesi tampak coklat
dan mengkilat dapat menandakan karies. Daerah coklat pucat menandakan adanya karies yang
aktif.
Bila enamel dan dentin sudah mulai rusak, lubang semakin tampak. Daerah yang terkena akan
berubah warna dan menjadi lunak ketika disentuh. Karies kemudian menjalar ke saraf gigi,
terbuka, dan akan terasa nyeri. Nyeri dapat bertambah hebat dengan panas, suhu yang dindin,
dan makanan atau minuman yang manis.[1] Karies gigi dapat menyebabkan napas tak sedap dan
pengecapan yang buruk. [45] Dalam kasus yang lebih lanjut, infeksi dapat menyebar dari gigi ke
jaringan lainnya sehingga menjadi berbahaya.[46]

Diagnosis

Dental explorer, alat diagnostik karies.


Diagnosis pertama memerlukan inspeksi atau pengamatan pada semua permukaan gigi dengan
bantuan pencahayaan yang cukup, kaca gigi, dan eksplorer. Radiografi gigi dapat membantu
diagnosis, terutama pada kasus karies interproksimal. Karies yang besar dapat langsung diamati
dengan mata telanjang. Karies yang tidak ekstensif dibantu dulu dengan menemukan daerah
lunak pada gigi dengan eksplorer.[47]
Beberapa peneliti gigi telah memperingatkan agar tidak menggunakan eksplorer untuk
menemukan karies.[27] Pada kasus dimana sebuah daerah kecil pada gigi telah mulai terjadi
demineralisasi namun belum membentuk lubang, tekanan melalui eksplorer dapat merusak dan
membuat lubang.
Teknik yang umum digunakan untuk mendiagnosis karies awal yang belum berlubang adalah
dengan tiupan udara melalui permukaan yang disangka, untuk membuang embun, dan mengganti

peralatan optik. Hal ini akan membentuk sebuah efek "halo" dengan mata biasa. Transiluminasi
serat optik direkomendasikan untuk mendiagnosis karies kecil.[butuh rujukan]

Perawatan
Struktur gigi yang rusak tidak dapat sembuh sempurna, walaupun remineralisasi pada karies
yang sangat kecil dapat timbul bila kebersihan dapat dipertahankan.[1] Untuk lesi yang kecil,
florida topikal dapat digunakan untuk merangsang remineralisasi. Untuk lesi yang besar dapat
diberikan perawatan khusus. Perawatan ini bertujuan untuk menjaga struktur lainnya dan
mencegah perusakan lebih lanjut.[butuh rujukan]

Amalgam dapat digunakan sebagai media untuk penyembuhan karies.


Secara umum, pengobatan lebih awal akan lebih nyaman dan murah dibandingkan perawatan
lanjut karena lubang yang lebih buruk. Anestesi lokal, oksida nitro, atau obat lainnya dapat
meredam nyeri.[48] Pembuangan bor dapat membuang struktur yang sudah berlubang. Sebuah alat
seperti sendok dapat membersihkan lubang dengan baik.[49] Ketika lubang sudah dibersihkan,
maka diperlukan sebuah teknik penyembuhan untuk mengembalikan fungsi dan keadaan
estetikanya.
Material untuk penyembuhan meliputi amalgam, resin untuk gigi, porselin, dan emas.[50] Resin
dan porselin dapat digunakan untuk menyamakan warna dengan gigi asal dan lebih sering
digunakan. Bila bahan di atas tidak dapat digunakan, maka diperlukan zat crown yang terbutat
dari emas, porselin atau porselin yang dicampur logam.[butuh rujukan]
Pada kasus tertentu, diperlukan terapi kanal akar pada gigi.[51] Terapi kanal gigi atau terapi
endodontik, direkomendasikan bila pulpa telah mati karena infeksi atau trauma. Saat terapi,
pulpa, termasuk saraf dan pembuluh darahnya, dibuang. Bekas gigi akan diberikan material
seperti karet yang disebut gutta percha.[52] Pencabutan atau ekstraksi gigi juga menjadi pilihan
perawatan karies, bila gigi tersebut telah hancur karena proses pelubangan.[butuh rujukan]

Pencegahan

Menggosok gigi adalah salah satu tindakan pencegahan karies.

Kebersihan mulut
Kebersihan perorangan terdiri dari pembersihan gigi yang baik.[8] Kebersihan mulut yang baik
diperluklan untuk meminimalisir agen penyebab penyakit mulut dan membuang plak gigi. Plak
tersebut mengandung bakteri. [53] Karies dapat dicegah dengan pembersihan dan pemeriksaan
gigi teratur.

Pengaturan makanan
Untuk kesehatan gigi, pengaturan konsumsi gula penting diperhatikan.[34] Gula yang tersisa pada
mulut dapat memproduksi asam oleh bakteri. Pengonsumsian permen karet dengan xilitol dapat
melindungi gigi. Permen ini telah popler di Finlandia.[54] Efek ini mungkin disebabkan
ketidakmampuan bakteri memetabolisme xilitol.[55]

Perlatan medis untuk memberi florida pada gigi.

Tindakan pencegahan lainnya


Terapi florida dapat menjadi pilihan untuk mencengah karies. Cara ini telah terbukti menurunkan
kasus karies gigi.[56] Florida dapat membuat enbamel resisten terhadap karies.[57] Florida sering
ditambahkan pada pasta gigi dan cairan pembersih mulut.
Penelitian baru-baru ini menunjukkan bahwa pemberian radiasi laser intensitas rendah dengan
laser ion argon dapat mencengah karies enamel dan lesi daerah bercak putih.[58] Sedang
dikembangkan pula, vaksin untuk melawan bakteri karies. Pada 2004, vaksin ini telah berhasil
diujicobakan pada hewan[59], dan uji coba klinis pada manusia pada Mei 2006.[60]

Catatan kaki dan sumber


1.

^ a b c Dental Cavities, MedlinePlus Medical Encyclopedia, page accessed August


14, 2006.

2.

^ a b c d e Epidemiology of Dental Disease, hosted on the University of Illinois at


Chicago website. Page accessed January 9, 2007.

3.

^ a b c d e f g h Suddick, Richard P. and Norman O. Harris. "Historical Perspectives


of Oral Biology: A Series". Critical Reviews in Oral Biology and Medicine, 1(2), pages
135-151, 1990.

4.

^ a b Sonis, Stephen T. "Dental Secrets: Questions and Answers Reveal the Secrets
to the Principles and Practice of Dentistry." 3rd edition. Hanley & Belfus, Inc., 2003, p.
130. ISBN 1-56053-573-3.

5.

^ a b Hardie, J.M. (1982). The microbiology of dental caries. Dental Update, 9,


199-208.

6.

^ a b Holloway, P.J. (1983). The role of sugar in the etiology of dental caries.
Journal of Dentistry, 11, 189-213.

7.

^ a b Rogers A H (editor). (2008). Molecular Oral Microbiology. Caister


Academic Press. ISBN 978-1-904455-24-0 .

8.

^ a b Oral Health Topics: Cleaning your teeth and gums. Hosted on the American
Dental Association website. Page accessed August 15, 2006.

9.

^ Richards, MP. "A brief review of the archaeological evidence for Palaeolithic
and Neolithic subsistence." European Journal of Clinical Nutrition, 56. 2002.

10.

^ Freeth, Chrissie. "Ancient history of trips to the dentist" British Archaeology,


43, April 1999. Page accessed January 11, 2007.

11.

^ a b History of Dentistry: Ancient Origins, hosted on the American Dental


Association website. Page accessed January 9, 2007.

12.

^ Dig uncovers ancient roots of dentistry: Tooth drilling goes back 9,000 years in
Pakistan, scientists say, hosted on the MSNBC website. Page accessed on January 10,
2007.

13.

^ Touger-Decker, Riva and Cor van Loveren. Sugars and dental caries, The
American Journal of Clinical Nutrition, 78, 2003, pages 881S-892S.

14.

^ Anderson, T. "Dental treatment in Medieval England", British Dental Journal,


2004, 197, pages 419-425.

15.

^ Elliott, Jane. Medieval teeth 'better than Baldrick's', hosted on the BBC news
website. October 8, 2004. Page accessed January 11, 2007.

16.

^ Gerabek, W.E. "The tooth-worm: historical aspects of a popular medical belief."


Clinical Oral Investigations. March 1999, 3(1), pages 1-6. Abstract hosted on the PubMed
here.

17.

^ McCauley, H. Berton. Pierre Fauchard (1678-1761), hosted on the Pierre


Fauchard Academy website. The excerpt comes from a speech given at a Maryland PFA
Meeting on March 13, 2001. Page accessed January 17, 2007.

18.

^ Kleinberg, I. "A mixed-bacteria ecological approach to understanding the role


of the oral bacteria in dental caries causation: an alternative to Streptococcus mutans and
the specific-plaque hypothesis." Critical Reviews in Oral Biology and Medicine, 13(2),
pages 108-125, 2002.

19.

^ Baehni, P.C. and B. Guggenheim. "Potential of Diagnostic Microbiology for


Treatment and Prognosis of Dental Caries and Periodontal Disease". Critical Reviews in
Oral Biology and Medicine, 7(3), page 262, 1996.

20.

^ The World Oral Health Report 2003: Continuous improvement of oral health in
the 21st century - the approach of the WHO Global Oral Health Programme, released by
the World Health Organization. (File in pdf format.) Page accessed on August 15, 2006.

21.

^ Healthy People: 2010. Html version hosted on Healthy People.gov website.


Page accessed August 13, 2006.

22.

^ Frequently Asked Questions, hosted on the American Dental Hygiene


Association website. Page accessed August 15, 2006.

23.

^ "Dental caries", from the Disease Control Priorities Project. Page accessed
August 15, 2006.

24.

^ World Health Organization website, "World Water Day 2001: Oral health", page
2, page accessed August 14, 2006.

25.

^ Summit, James B., J. William Robbins, and Richard S. Schwartz.


"Fundamentals of Operative Dentistry: A Contemporary Approach." 2nd edition. Carol
Stream, Illinois, Quintessence Publishing Co, Inc, 2001, p. 30. ISBN 0-86715-382-2.

26.

^ Ash & Nelson, "Wheeler's Dental Anatomy, Physiology, and Occlusion." 8th
edition. Saunders, 2003, p. 13. ISBN 0-7216-9382-2.

27.

^ a b Summit, James B., J. William Robbins, and Richard S. Schwartz.


"Fundamentals of Operative Dentistry: A Contemporary Approach." 2nd edition. Carol
Stream, Illinois, Quintessence Publishing Co, Inc, 2001, p. 31. ISBN 0-86715-382-2.

28.

^ Heatlh Strategy Oral Health Toolkit, hosted by the New Zealand's Ministry of
Health. Page accessed on August 15, 2006.

29.

^ a b Banting, D.W. "The Diagnosis of Root Caries." Presentation to the National


Institute of Health Consensus Development Conference on Diagnosis and Management
of Dental Caries Throughout Life, in pdf format, hosted on the National Institute of
Dental and Craniofacial Research. Page 19. Page accessed on August 15, 2006.

30.

^ Soames, J.V. and Southam, J.C. (1993). Oral Pathology, second edition, chapter
2 - Dental Caries.

31.

^ Neville, B.W., Douglas Damm, Carl Allen, Jerry Bouquot. "Oral &
Maxillofacial Pathology." 2nd edition, 2002, page 89. ISBN 0-7216-9003-3.

32.

^ Cate, A.R. Ten. "Oral Histology: development, structure, and function." 5th
edition, 1998, p. 1. ISBN 0-8151-2952-1.

33.

^ Silverstone, L.M. (1983). Remineralization and dental caries: new concepts.


Dental Update, 10, 261-273.

34.

^ a b "Dental Health", hosted on the British Nutrition Foundation website, 2004.


Page accessed August 13, 2006.

35.

^ Dental Caries, hosted on the University of California Los Angeles School of


Dentistry website. Page accessed August 14, 2006.

36.

^ Neville, B.W., Douglas Damm, Carl Allen, Jerry Bouquot. "Oral &
Maxillofacial Pathology." 2nd edition, 2002, page 398. ISBN 0-7216-9003-3.

37.

^ Oral Health Topics A-Z: Dry Mouth, hosted on the American Dental
Association website. Page accessed January 8, 2007.

38.

^ Oral Complications of Chemotherapy and Head/Neck Radiation, hosted on the


National Cancer Institute website. Page accessed January 8, 2007.

39.

^ Neville, B.W., Douglas Damm, Carl Allen, Jerry Bouquot. "Oral &
Maxillofacial Pathology." 2nd edition, 2002, page 347. ISBN 0-7216-9003-3.

40.

^ Tobacco Use Increases the Risk of Gum Disease, hosted on the American
Academy of Periodontology. Page accessed on January 9, 2007.

41.

^ ADA Early Childhood Tooth Decay (Baby Bottle Tooth Decay). Hosted on the
American Dental Association website. Page accessed August 14, 2006.

42.

^ Radiographic Classification of Caries. Hosted on the Ohio State University


website. Page accessed August 14, 2006.

43.

^ ADA Methamphetamine Use (METH MOUTH). Hosted on the American


Dental Association website. Page accessed February 14, 2007.

44.

^ Health Promotion Board: Dental Caries, affiliated with the Singapore


government. Page accessed on August 14, 2006.

45.

^ Tooth Decay, hosted on the New York University Medical Center website. Page
accessed August 14, 2006.

46.

^ Ludwig's Anigna, hosted on Medline Plus. Page accessed on August 14, 2006.

47.

^ Rosenstiel, Stephen F. Clinical Diagnosis of Dental Caries: A North American


Perspective. Maintained by the University of Michigan Dentistry Library, along with the
National Institutes of Health, National Institute of Dental and Craniofacial Research.
2000. Page accessed August 13, 2006.

48.

^ Oral Health Topics: Anesthesia Frequently Asked Questions, hosted on the


American Dental Association website. Page accessed August 16, 2006.

49.

^ Summit, James B., J. William Robbins, and Richard S. Schwartz.


"Fundamentals of Operative Dentistry: A Contemporary Approach." 2nd edition. Carol
Stream, Illinois, Quintessence Publishing Co, Inc, 2001, p. 128. ISBN 0-86715-382-2.

50.

^ "Aspects of Treatment of Cavities and of Caries Disease" from the Disease


Control Priorities Project. Page accessed August 15, 2006.

51.

^ What is a Root Canal?, hosted by the Academy of General Dentistry. Page


accessed on August 16, 2006.

52.

^ FAQs About Root Canal Treatment, hosted on the American Association of


Endodontists website. Page accessed August 16, 2006.

53.

^ Introduction to Dental Plaque. Hosted on the Leeds Dental Institute Website,


page accessed August 14, 2006.

54.

^ "History", hosted on the Xylitol.net website. Page accessed October 22, 2006.

55.

^ Ly KA, Milgrom P, Roberts MC, Yamaguchi DK, Rothen M, Mueller G. Linear


response of mutans streptococci to increasing frequency of xylitol chewing gum use: a
randomized controlled trial. BMC Oral Health. 2006 Mar 24;6:6.

56.

^ Cate, A.R. Ten. "Oral Histology: development, structure, and function." 5th
edition, 1998, p. 223. ISBN 0-8151-2952-1.

57.

^ Ross, Michael H., Gordon I. Kaye, and Wojciech Pawlina, 2003. "Histology: a
text and atlas." 4th edition, p. 453. ISBN 0-683-30242-6.

58.

^ In vitro caries formation in primary tooth enamel: Role of argon laser


irradiation and remineralizing solution treatment. Journal of the American Dental
Association, Volume 137, Number 5, p. 638-644. Page accessed August 18, 2006.

59.

^ New Drill for Tomorrow's Dentists. WIRED Magazine, May, 2004. Page
accessed May 24, 2007.

60.

^ "Planet Biotechnology:Products". Planet Biotechnology.

Referensi
Sumber tercetak

Anderson, T. "Dental treatment in


Medieval England", British Dental
Journal, 2004, 197.

Ash & Nelson, "Wheeler's Dental


Anatomy, Physiology, and Occlusion."
8th edition. Saunders, 2003. ISBN 07216-9382-2.

Baehni, P.C. and B. Guggenheim.


"Potential of Diagnostic Microbiology
for Treatment and Prognosis of Dental
Caries and Periodontal Disease". Critical
Reviews in Oral Biology and Medicine,
7(3), 1996.

Bots CP, Brand HS, Veerman EC, van


Amerongen BM, Nieuw Amerongen AV.
Preferences and saliva stimulation of
eight different chewing gums. Int Dent J.
2004 Jun;54(3):143-8.

Cate, A.R. Ten. "Oral Histology:


development, structure, and function."
5th edition, 1998. ISBN 0-8151-2952-1.

Dababneh, R.H., A.T. Khouri and M.


Addy. "Dentine hypersensitivity - an
enigma? a review of terminology,
mechanisms, aetiology and
management." British Dental Journal,

Sumber dalam-jaring

FAQs About Root Canal Treatment,


hosted on the American Association of
Endodontists website. Page accessed
August 16, 2006.

ADA Early Childhood Tooth Decay


(Baby Bottle Tooth Decay). Hosted on
the American Dental Association
website. Page accessed August 14, 2006.

ADA Methamphetamine Use (METH


MOUTH). Hosted on the American
Dental Association website. Page
accessed February 14, 2007.

"Aspects of Treatment of Cavities and of


Caries Disease" from the Disease
Control Priorities Project. Page accessed
August 15, 2006.

Banting, D.W. "The Diagnosis of Root


Caries." Presentation to the National
Institute of Health Consensus
Development Conference on Diagnosis
and Management of Dental Caries
Throughout Life, in pdf format, hosted
on the National Institute of Dental and
Craniofacial Research. Page accessed on
August 15, 2006.

Dental Cavities, MedlinePlus Medical

vol. 187, no. 11, December 11, 1999.


Page accessed June 22, 2007.

Encyclopedia, page accessed August 14,


2006.

Darling, A.I. "Resistance of the Enamel


to Dental Caries," Journal of Dental
Research, 42(1): 488-496, 1963.

"Dental caries", from the Disease


Control Priorities Project. Page accessed
August 15, 2006.

Dawes, Colin. "What Is the Critical pH


and Why Does a Tooth Dissolve in
Acid?." Journal of the Canadian Dental
Association. Volume 69, Number 11,
pages 722 - 724. December 2003.
Hosted online. Page accessed August 14,
2006.

Dental Caries, hosted on the University


of California Los Angeles School of
Dentistry website. Page accessed August
14, 2006.

"Dental Health", hosted on the British


Nutrition Foundation website, 2004.
Page accessed August 13, 2006.

Dig uncovers ancient roots of dentistry:


Tooth drilling goes back 9,000 years in
Pakistan, scientists say, hosted on the
MSNBC website. Page accessed on
January 10, 2007.

Doniger, Sheri, B. "Sealed." Dental


Economics, 2003. Page accessed August
13, 2006.

Elliott, Jane. Medieval teeth 'better than


Baldrick's', hosted on the BBC news
website. October 8, 2004. Page accessed
January 11, 2007.

Epidemiology of Dental Disease, hosted


on the University of Illinois at Chicago
website. Page accessed January 9, 2007.

Frequently Asked Questions, hosted on


the American Dental Hygiene
Association website. Page accessed
August 15, 2006.

A Guide to Oral Health to Prospective


Mothers and their Infants, hosted on the
European Academy of Paediatric
Dentistry website. Page accessed August

Executive Summary of U.S. Surgeon


General's report titled, "The Health
Consequences of Smoking: A Report of
the Surgeon General," hosted on the
CDC website. Page accessed January 9,
2007.

Freeth, Chrissie. "Ancient history of


trips to the dentist" British Archaeology,
43, April 1999. Page accessed January
11, 2007.

Gerabek, W.E. "The tooth-worm:


historical aspects of a popular medical
belief." Clinical Oral Investigations.
March 1999, 3(1), pages 1-6. Abstract
hosted on the PubMed here.

Hardie, J.M. (1982). The microbiology


of dental caries. Dental Update, 9, 199208.

Holloway, P.J. (1983). The role of sugar


in the etiology of dental caries. Journal
of Dentistry, 11, 189-213.

Kidd, E.A.M. and B.G.N. Smith. (1990).


Pickard's Manual of Operative
Dentistry, Sixth Edition. Chapter 1 -

Why restore teeth?.

14, 2006.

Guideline on Infant Oral Health Care,


hosted on the American Academy of
Pediatric Dentistry website. Page
accessed January 13, 2007.

Health Promotion Board: Dental Caries,


affiliated with the Singapore
government. Page accessed on August
14, 2006.

Health Strategy Oral Health Toolkit,


hosted by the New Zealand's Ministry of
Health. Page accessed on August 15,
2006.

Healthy People: 2010. Html version


hosted on Healthy People.gov website.
Page accessed August 13, 2006.

"History", hosted on the Xylitol.net


website. Page accessed October 22,
2006.

Kleinberg, I. "A mixed-bacteria


ecological approach to understanding the
role of the oral bacteria in dental caries
causation: an alternative to
Streptococcus mutans and the specificplaque hypothesis." Critical Reviews in
Oral Biology and Medicine, 13(2), pages
108-125, 2002.

History of Dentistry: Ancient Origins,


hosted on the American Dental
Association website. Page accessed
January 9, 2007.

Introduction to Dental Plaque. Hosted on


the Leeds Dental Institute Website, page
accessed August 14, 2006.

Neville, B.W., Douglas Damm, Carl


Allen, Jerry Bouquot. "Oral &
Maxillofacial Pathology." 2nd edition,
2002. ISBN 0-7216-9003-3.

Ludwig's Anigna, hosted on Medline


Plus. Page accessed on August 14, 2006.

McCauley, H. Berton. Pierre Fauchard


(1678-1761), hosted on the Pierre
Fauchard Academy website. The excerpt
comes from a speech given at a
Maryland PFA Meeting on March 13,
2001. Page accessed January 17, 2007.

Kidd, E.A.M. and O. Fejerskov. "What


Constitutes Dental Caries?
Histopathology of Carious Enamel and
Dentin Related to the Action of
Cariogenic Biofilms," Journal of Dental
Research, 83(Spec Iss C):C35-C38,
2004.
Kleinberg, I. "A mixed-bacteria
ecological approach to understanding the
role of the oral bacteria in dental caries
causation: an alternative to
Streptococcus mutans and the specificplaque hypothesis." Critical Reviews in
Oral Biology and Medicine, 13(2), pages
108-125, 2002.
Ly KA, Milgrom P, Roberts MC,
Yamaguchi DK, Rothen M, Mueller G.
Linear response of mutans streptococci
to increasing frequency of xylitol
chewing gum use: a randomized
controlled trial. BMC Oral Health. 2006
Mar 24;6:6.

Richards, MP. "A brief review of the


archaeological evidence for Palaeolithic
and Neolithic subsistence." European
Journal of Clinical Nutrition, 56. 2002.

Robinson, C., R.C. Shore, S.J. Brookes,


S. Strafford, S.R. Wood, and J. Kirkham.
"The Chemistry of Enamel Caries,"
Critical Reviews in Oral Biology &
Medicine, 11(4):481-495, 2000.

Ross, Michael H., Gordon I. Kaye, and


Wojciech Pawlina, 2003. Histology: a
text and atlas. 4th edition. ISBN 0-68330242-6.

Rogers, Anthony H (2008). Molecular


Oral Microbiology Caister Academic
Press ISBN 978-1-904455-24-0

Smith, A.J., P.E. Murray, A.J. Sloan, J.B.


Matthews, S. Zhao. "Trans-dentinal
Stimulation of Tertiary Dentinogenesis,"
Advances in Dental Research, 15, pp. 51
-54, August, 2001. Page accessed June
23, 2007.

New Drill for Tomorrow's Dentists.


WIRED Magazine, May, 2004. Page
accessed May 24, 2007.

Oral Complications of Chemotherapy


and Head/Neck Radiation, hosted on the
National Cancer Institute website. Page
accessed January 8, 2007.

Oral Health Resources - Dental Caries


Fact Sheet. Hosted on the Centers for
Disease Control and Prevention website.
Page accessed August 13, 2006.

Oral Health Topics: Anesthesia


Frequently Asked Questions, hosted on
the American Dental Association
website. Page accessed August 16, 2006.

Oral Health Topics: Baby Bottle Tooth


Decay, hosted on the American Dental
Association website. Page accessed
August 14, 2006.

Oral Health Topics: Cleaning your teeth


and gums. Hosted on the American
Dental Association website. Page
accessed August 15, 2006.

Oral Health Topics: Dental Filling


Options, hosted on the American Dental
Association website. Page accessed
August 16, 2006.

Oral Health Topics: Dry Mouth, hosted


on the American Dental Association
website. Page accessed January 8, 2007.

"Planet Biotechnology:Products". Planet


Biotechnology.

Radiographic Classification of Caries.


Hosted on the Ohio State University

Rogers, Anthony H (2008). Molecular


Oral Microbiology Caister Academic
Press ISBN 978-1-904455-24-0

Soames, J.V. and Southam, J.C. (1993).


Oral Pathology, second edition, chapter
2 - Dental Caries.
Sonis, Stephen T. "Dental Secrets:
Questions and Answers Reveal the
Secrets to the Principles and Practice of
Dentistry." 3rd edition. Hanley & Belfus,
Inc., 2003. ISBN 1-56053-573-3.
Suddick, Richard P. and Norman O.
Harris. "Historical Perspectives of Oral
Biology: A Series". Critical Reviews in
Oral Biology and Medicine, 1(2), pages
135-151, 1990.
Summit, James B., J. William Robbins,
and Richard S. Schwartz. "Fundamentals

of Operative Dentistry: A Contemporary


Approach." 2nd edition. Carol Stream,
Illinois, Quintessence Publishing Co,
Inc, 2001. ISBN 0-86715-382-2.

Touger-Decker, Riva and Cor van


Loveren. Sugars and dental caries, The
American Journal of Clinical Nutrition,
78, 2003, pages 881S-892S.
Westerman, G. H. , John Hicks,
Catherine M. Flaitz, Lynn Powell. In
vitro caries formation in primary tooth
enamel: Role of argon laser irradiation
and remineralizing solution treatment.
Journal of the American Dental
Association, Volume 137, Number 5, p.
638-644. Page accessed August 18,
2006.

website. Page accessed August 13, 2006.

"Table 38.1. Mean DMFT and SiC Index


of 12-Year-Olds for Some Countries, by
Ascending Order of DMFT", from the
Disease Control Priorities Project. Page
accessed January 8, 2007.

"Teeth & Jaws: Caries, Pulp, &


Periapical Conditions," hosted on the
University of Southern California School
of Dentistry website. Page accessed June
22, 2007.

Tobacco Use Increases the Risk of Gum


Disease, hosted on the American
Academy of Periodontology. Page
accessed on January 9, 2007.

Tooth Decay, hosted on the New York


University Medical Center website. Page
accessed August 14, 2006.

What is a Root Canal?, hosted by the


Academy of General Dentistry. Page
accessed on August 16, 2006.

Wisdom Teeth, packet in pdf format


hosted by the American Association of
Oral and Maxillofacial Surgeons. Page
accessed on August 16, 2006.

World Health Organization website,


"World Water Day 2001: Oral health",
page 2, page accessed August 14, 2006.

The World Oral Health Report 2003:


Continuous improvement of oral health
in the 21st century - the approach of the
WHO Global Oral Health Programme,
released by the World Health
Organization. (File in pdf format.) Page
accessed on August 15, 2006.

Pranala luar

(Inggris) What causes cavities; an indepth look

(Inggris)Links to tooth decay pictures (Hardin MD/Univ of Iowa)

(Inggris)Caries Diagnosis - Coronal Caries from the University of Michigan, School of


Dentistry.

(Inggris)Diet, Nutrition and the prevention of chronic diseases (including dental caries)
by a Joint WHO/FAO Expert consultation (2003) .

(Inggris)Image showing various stages of dental caries

(Inggris)Global Oral Health - CaPP, a chart containing caries data from selected
countries.

(Inggris)kesehatan

Kategori:

Gigi

Penyakit gigi

Patologi mulut

Menu navigasi

Buat akun baru

Masuk log

Halaman

Pembicaraan

Baca

Sunting

Sunting sumber

Versi terdahulu

Halaman Utama

Perubahan terbaru

Peristiwa terkini

Halaman baru

Halaman sembarang

Komunitas

Warung Kopi

Portal komunitas

Bantuan

Wikipedia

Tentang Wikipedia

Pancapilar

Kebijakan

Menyumbang

Hubungi kami

Bak pasir

Bagikan

Facebook

Google+

Twitter

Cetak/ekspor

Buat buku

Unduh versi PDF

Versi cetak

Peralatan

Pranala balik

Perubahan terkait

Halaman istimewa

Pranala permanen

Informasi halaman

Item di Wikidata

Kutip halaman ini

Bahasa lain

Aymar aru

Azrbaycanca

()

Bosanski

Catal

etina

Dansk

Deutsch

English

Esperanto

Espaol

Eesti

Euskara

Suomi

Franais

Hrvatski

Magyar

Italiano

Latina

Lietuvi

Latvieu

Nederlands

Norsk bokml

Polski

Portugus

Runa Simi

Romn

Srpskohrvatski /

Simple English

Slovenina

Shqip

/ srpski

Svenska

Tagalog

Ting Vit

Bn-lm-g

Sunting interwiki

Halaman ini terakhir diubah pada 16.38, 3 September 2014.

Teks tersedia di bawah Lisensi Atribusi-BerbagiSerupa Creative Commo