Anda di halaman 1dari 13

Identitas :

Nama Pasien

: Ny. Y

Pendidikan terakhir

: SMA

Pekerjaan

: ibu rumah tangga

Umur

: 34 tahun

Alamat

: Jln. Hayam wuruk 45 B, 01/02, dandangan, Kota Kediri

Nama Suami

: Tn. Gunawan

Pendidikan terakhir

: SMA

Pekerjaan

:Swasta( karyawan PT. Polytron)

No. registrasi

: 32 45 28

Masuk RS

: Tgl 29 April 2015, pukul 13.30

Anamnesis

KeluhanUtama :
Pasien baru dari BKIA dengan IUFD (rujukan puskesmas balowerti dengan
GV P4 A0 14 mg Abortus imminent) keluhan ibu hamil 3 bulan, perdarahan
4 hari, tanggal 28 april 2015 periksa ke dr.Beni di Aura syifa.Tanggal 29 april
2015 periksa ke BKIA dan di USG oleh dr. Heru di BKIA, hasil belum ada.

a/p MRS pro kuret.


RPD : HT(-), Asma (-), DM (-)

Riwayat Haid:
Menarche
: usia 15 tahun
Polahaid
: teratur
Siklus
: 28 hari
HPHT
: 12 januari 2015
Riwayat keputihan : ya
Warna
: putih
Bau
: tidak berbau dan tidak gatal
Sejakkapan
: 1 bulan ini
Riwayat kehamilan/persalinan
Persalinan
: 4 kali
Jumlah anak hidup : 3
Jumlah anak mati : 1
Abortus
:0
Anak terkecil umur : 3 tahun
AnakI :Laki-laki /2900 g/ bidan/ meninggal usia 10 harikarenasakitkuning
Anak II: perempuan/ 3400 g/ RS Bhayangkara Kediri/ 10 tahun
Anak III: Laki-laki/ 3400 g/ RS Baptis Kediri/ 8 tahun
Anak IV: perempuan/ 2500g/ RS Baptis Kediri/ 3 tahun
Anak V: Hamil ini
Riwayat perkawinan
Kawin
: ya
Berapa kali
: 1x
Lama perkawinan : 14 tahun
Riwayat KB
: IUDsudah dilepas 2014

Pemeriksaan Fisik:
Keadaan Umum: baik
Kesadaran: baik
T: 130/90 mm/Hg, N: 80x/menit, t axilla: 36,8C
Anemis/ikterik:Jantung: Paru: 2

Abdomen:

Leopold I: TFU tak teraba

Genetalia:

v/v: darah + sedikit flek coklat

Ekstremitas: Reflek Patella: Pemeriksaan penunjang


-

USG : IUFD
Lab :
SGOT
: 17
SGPT
: 30
Gula Darah Acak
: 91
BUN
:8
Creatinin
: 0,7
HbsAg
: NEGATIF
Pemeriksaan darah lengkap:
WBC
: 7,57
RBC
: 4,79
HGB
: 10,2
HCT
: 30,5
MCV
: 63,7
MCH
: 21,3
MCHC
: 33,4
PLT
: 386

Diagnosis: IUFD
Terapi:

Dilatasi dan Kuretase


Infus NS
Cateter urin
Inj. Pycin 3 x 1500 g
Cyprofloxacin 3 x 1
Asam mefenamat 3 x 1
Sulfat ferrous 2 x 1
Pembahasan:
Identitas
Untuk anamnesis identitas kurang ditanyakan tentang suku dan agama
dikarenakan berhubungan dengan faktor kebiasaan(Maroef, 2009).
Anamnesis
-

Keluhan utama seharusnya diisi keluhan pertama yang membuat pasien


datang, tidak dijadikan satu dengan RPS, RPD, RPK dan RPSos (djunaedi,

2009).
RPS :
Perdarahan pervaginam :belum ditanyakan jumlah perdarahan, warna
dan bentuk perdarahan ( darah merah segar, darah merah kehitaman
seperti haid, flek-flek, darah segar bercampur dengan jaringan

berwarna keputihan atau darah bercampur dengan lendir)(maroef,


2009).
Belum ditanyakan apakah pasien mengeluh mulas atau nyeri perut
bawah sebelum atau selama perdarahan.

Juga ditanyakan apakah

pasien mengeluh mual, muntah, pusing disertai mata berkunangkunang disertai lemas badan untuk memperkirakan pasien dalam
keadaan hypoxia karena anemia atau syok hipovolemik (djunaedi,
2009).
Belum ditanyakan keluhan pasien lainnya saat ini seperti demam,atau
nyeri di daerah kemaluan sebagai penyebab perdarahan(prawirohardjo,
2009)
-

RPD :
Belum ditanyakan riwayat pernah menderita mioma uteri, penyakit auto
imun,

infeksi,

diabetes

mellitus,dan

gangguan

pembekuan

darah(prawirohardjo, 2009).
-

RPK :
Belum ditanyakan apakah dikeluarga (Ibu, saudara perempuan dll.)
pernah mengalami perdarahan pervaginam ketika hamil muda, mioma
uteri, penyakit auto imun, gangguan pembekuan darah ( genetik)
(prawirohardjo, 2009).

RPSos:

Belum ditanyakan riwayat merokok, alkohol, narkoba, minum obat


maag (misoprostol), koitus, pemakaian sabun vagina (prawirohardjo,
-

2009).
Riwayat Haid
Belum ditanyakan jumlah darah ketika haid (banyak, biasa, sedikit)
Belum ditanyakan nyeri haid (sebelum, selama, sesudah haid)
(maroef, 2009).
Riwayat keputihan
Belum ditanyakan lama keputihan(maroef, 2009).
Riwayat kehamilan
riwayat ANC (dimana, berapa kali)
suntik TT sebelum atau selama kehamilan(maroef, 2009).
Riwayat persalinan
belum ditanyakan metode persalinan (normal pervaginam atau section
Caesar)
riwayat perdarahan pada waktu nifas(maroef, 2009).
Riwayat perkawinan: sudah ditanyakan dengan tepat
Riwayat KB: kurang ditanyakan secara detail. Padahal dari riwayat Kb dan
efek samping yang terjadi dapat mencerminkan keadaan hormon pasien
(affandi, 2011).

Pemeriksaan Fisik:
-

Pada pemeriksaan pasien dengan perdarahan pada kehamilan muda, kesadaran


dituliskan menggunakan GCS agar dapat dipahami secara pasti oleh setiap

orangnya (djunaedi, 2009).


Pemeriksaan tanda-tanda vital pada pasien juga telah dilakukan. Hal ini
bermanfaat untuk monitoring keadaan pasien. Akan tetapi pemeriksaannya

juga belum lengkap seharusnya dituliskan pula respiratory rate nya (djunaedi,
-

2009).
Status lokalis pasien ini juga tidak diperiksa secara teliti. Padahal status
lokalis ini bermanfaat untuk melihat keadaan pasien, dan mencocokkan

dengan keluhan yang ia rasakan(djunaedi, 2009).


Pemeriksaan pada konjungtiva tidak dilakukan pada pasien dengan perdarahan
flek ini, akan tetapi menurut buku saku pelayanan ibu di pelayanan dasar dan
rujukan tahun 2013 diperlukan peentuan kadar Hb pada ibu dengan
perdarahan. Sehingga seharusnya pemeriksaan konjungtiva untuk melihat

anemis atau tidaknya juga diperlukan(


Mengingat kemungkinan dibutuhkannya oksitosin untuk pematangan uterus
pada kasus ini, maka sebaiknya pemeriksaaan jantung juuga dilakukan.
Dikarenakan efek dari oksitosin tidak hanya terjadi pada uterus saja.
Melainkan dapat berefek pada jantung juga seperti halnya gagal jantung,

hipotensi (katzung, 2010)


Pada pemeriksaan abdomen juga sudah tepat hanya dengan memeriksa
leopold satu saja untuk mengetahui TFU. Akan tetapi dikarenakan tidak
terabanya TFU maka pemeriksaan leopold 2, 3 dan 4 tidak dilakukan

(maroef, 2009).
Pada pemeriksaan genetalia tidak dilakukan, padahal dengan pemeriksaan
genetalia dapat diketahui adanya infeksi atau tidak. Seperti halnya
pemeriksaan pada mons pubis untuk melihat adanya lesi, iritasi atau adanya
parasit. Demikian pula di labia mayor, minor dan daerah rektal. Selain itu
pada kasus ini tidak dilakukan pemeriksaan spekulum, untuk melihat adanya
darah atau jaringan yang mungkin keluar bersama flek-flek. Pada

pemeriksaaan dalam hanya dituliskan darah +, sedikit flek-flek coklat. Akan


tetapi tidak digambarkan bagaimana servik (adakah lesi, bentuk, ukuran, dan
juga mobilitasnya), uterus (posisi, ukuran, mobilitas, ada tidaknya nyeri tekan,
-

adneksa (adanya massa, nyeri tekan)(maroef, 2009).


Pemeriksaan ekstremitas juga tidak dilakukan: padahal pada pemeriksaan
ekstremitas setidaknya dapat menilai sirkulasi pada pasien dengan
pemeriksaan CRT. Dapat pula digunakan untuk melihat adanya edem atau
tidak untuk mengetahui adanya edem yang normal ataukah yang abnormal

(djunaedi, 2009).
Pemeriksaan reflek patella juga tidak dilakukan. Hal tersebut dilakukan bila
ada indikasi pemberian MgSO4. Sedangkan pada pasien, tekanan darahnya
masih normal (prawirohardjo, 2009)

Pemeriksaan penunjang :
-

USG : seharusnya pemeriksaan ini tidak dilakukan terlalu dini, untuk langkah
awal pada pemeriksaan penunjang dapat dimulai dengan terlebih dahulu
memstikan adanya kehamilan dengan menggunakan plano test, dan
pemeriksaan kadar HcG. Setelah itu baru dilakukan pemeriksaan USG untuk
mengetahui lebih lanjut kondisi janin, karena pada usia kehamilan 14-16
minggu pada pasien ini belum terdengar DJJ, maka diperlukan pemeriksaan
USG untuk mengetahui kondisi janin dalam rahim.
Pada pasien ini tidak dicantumkan hasil pemeriksaan USG, apa saja yang
didapatkan pada saat pemeriksaan USG. Pada pemeriksaan USG kasus missed
abortion seharusnya akan didapatkan uterus yang mengecil, kantong gestasi

yang mengecil, dan bentuknya tidak beraturan disertai gambaran fetus yang
tidak ada tanda-tanda kehidupan, tidak tampak gerakan jantung janin
-

(prawirohardjo, 2009).
Faal hemostasis : karena harus diperhatikan kemungkinan terjadinya
gangguan pengendalan darah oleh karena hipofibrinogenemia, perlu diperiksa

koagulasi sebelum tindakan evakuasi dan kuretase (prawirohardjo, 2009).


Pemeriksaan darah lengkap juga telah sesuai yaitu untuk mengetahui adanya
infeksi dan melihat adakah anemia sebagai akibat dari perdarahan

(prawirohardjo, 2009).
Pemeriksaan lain yang dapat dilakukan diantaranya urin lengkap untuk
melihat adanya infeksi, dan tes urin kehamilan yang memberikan nilai negatif
setelah satu minggu kematian janin tidak dilakukan (prawirohardjo, 2009).

Diagnosis:
Menurut prawirohardjo, IUFD merupakan kematian janin di dalam rahim dengan
berat badan 500 gram atau lebih atau kematian janin dalam rahim pada kehamilan 20
minggu atau lebih. Sedangkan pada pasien HPHT : 12-01-2015. Sehingga menurut
hitungan berdasarkan HPHT usia kehamilan sekitar 14-16 minggu. Sehingga menurut
kami diagnosisnya adalah misscarriage atau missed abortion. Karena menurut
pengertian missed abortion oleh prawirohardjo missed abortion merupakan abortus
yang ditandai dengan embrio atau fetus yang telah meninggal dalam kandungan
sebelum 20 minggu, dan hasil konsepsi seluruhnya masih tertahan dalam kandungan
(prawirohardjo, 2009).
Terapi:

Dilakukan induksi dengan pemberian misoprostol secara sublingual sebanyak


400 mg yang dapat diulangi 2 kali dengan jarak 6 jam. Dengan obat ini akan
terjadi pengeluaran hasil konsepsi atau terjadi pembukaan ostium serviks
sehingga

tindakan

evakuasi

dan

kuretase

dapat

dikerjakan

untuk

mengosongkan kavum uteri (prawirohardjo, 2009).


Perlu disiapkan transfusi darah segar atau fibrinogen apabila terdapat

hipofibrinogenemia (prawirohardjo, 2009).


Pemberian antibiotik seharusnya tidak diperlukan dikarenakan tidak adanya

tanda-tanda infeksi (prawirohardjo, 2009).


Pemangan kateter urin pada pasien sebelum kuret juga tidak diperlukan
(ACOG, 2012)

Tambahan :
Pemeriksaan dasar awal untuk memastikan kehamilan belum dilakukan, untuk
langkah awal dapat dilakukan pemeriksaan kadar HcG dan test plano.
Pada pemeriksaan fisik :
Semestinya dilakukan pemeriksaan ginekologi secara lengkap mulai dari
inspeksi dan palpasi abdomen, pada kehamilan di kulit dinding perut akan ditemukan
terjadi perubahan warna menjadi kemerahan, kusam, dan terkadang juga akan
mengenai daerah payudara dan paha. Perubahan ini dinamakan striae gravidarum.

10

Selain itu kulit di garis pertengahan perut (linea alba) akan berubah menjadi hitam
kecoklatan ( linea nigra)
inspeksi dan palpasi genitalia eksterna, dimana selama kehamilan akan didapatkan
tanda Chadwick yang diketahui pada vagina terlihat berwarna keunguan.
pemeriksaan inspekulo untuk melihat serviks, dimana satu bulan setelah konsepsi
serviks akan terlihat kebiruan
VT : satu bulan setelah konsepsi serviks menjadi lebih lunak

11

DAFTAR PUSTAKA
ACOG,

2012,

http://www.acog.org/-/media/For-Patients/faq062.pdf?dmc=

1&ts=20150512T1815008370, pp 1-2.
Affandi B, Adriiansz G, Gunardi E, et al, 2011, Buku Panduan Praktis Pelayanan
Kontrasepsi, Jakarta: Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo
DjunaediD, Suswati I, Setyawan M, 2009, Pengantar Klinik Ilmu Penyakit Dalam,
Malang: UMM Press.
Katzung B, 2010, Farmakologi Dasar dan Klinik, Jakarta: EGC
Maroef M, Andriana K, 2009, Pengantar Klinik Ilmu Kebidanan dan Penyakit
Kandungan, Malang: UMM Press
Prawirohardjo S, 2009, Ilmu Kebidanan, Jakarta: Bina Pustaka
Universitas Airangga, 2008, Pedoman Diagnosis dan TerapiIlmu Kebidanan dan
Penyakit Kandungan Edisi III, Surabaya: Rumah Sakit Dokter Soetomo
Surabaya

12

WHO, POGI, IBI, et al, 2013, Pelayanan Kesehatan Ibu di Fasilitas Kesehatan
Dasar

dan

Rujukan,

http://www.gizikia.depkes.go.id/wp-

content/uploads/downloads/2013/12/Buku-Saku-Pelayanan-Kesehatan-Ibu.pdf
pp.84-88

13