Anda di halaman 1dari 10

BAB II

PEMBAHASAN
2.1

Protozoa
Protozoa adalah berasal dari bahasa Yunani, yaitu protos artinya pertama

dan zoon artinya hewan. Jadi, Protozoa adalah hewan pertama. Protozoa
merupakan filum hewan bersel satu yang dapat melakukan reproduksi seksual
(generatif) maupun aseksual (vegetatif). Habitat hidupnya adalah tempat yang
basah atau berair. Jika kondisi lingkungan tempat hidupnya tidak menguntungkan
maka protozoa akan membentuk membran tebal dan kuat yang disebut Kista.
Ilmuwan yang pertama kali mempelajari protozoa adalah Anthony van
Leeuwenhoek. [anonim A, 2011]
Protozoa juga merupakan mikroorganism salah satu filum dari Kingdom
Protista. Seluruh kegiatan hidupnya dilakukan oleh sel itu sendiri dengan
menggunakan organel-organel antara lain membran plasma, sitoplasma, dan
mitokondria.
[Anonim B, 2008]
Ciri-ciri umum protozoa :
1. Umumnya tidak dapat membuat makanan sendiri (heterotrof).
2. Protozoa memiliki alat gerak yaitu ada yang berupa kaki semu, bulu getar
3.
4.
5.
6.
7.

(cillia) atau bulu cambuk (flagel).


Hidup bebas, saprofit atau parasit.
Organisme bersel tunggal.
Eukariotik atau memiliki membran nukleus/ berinti sejati
Hidup soliter (sendiri) atau berkoloni (kelompok)
Dapat membentuk sista untuk bertahan hidup. sista, merupakan bentuk sel
protozoa yang terdehidrasi dan berdinding tebal mirip dengan endospora

yang terjadi pada bakteri.


8. Protozoa mampu bertahan hidup dalam lingkungan kering maupun basah.
9. Protozoa tidak mempunyai dinding sel
10. Protozoa merupakan organisme mikroskopis yang prokariot

Gambar 1 Ciri-Ciri protozoa


[sumber : http://gurungeblog.wordpress.com/2008]

Pada protozoa memiliki jenis-jenis sistem yang berguna untuk


mempertahankan hidup dilingkungannya dan juga bereproduksi, berikut jenisjenis sistem yang sangat penting bagi protozoa

Tabel 1 Sistem Pada protozoa


[sumber : http://blog.unila.ac.id/wasetiawan]

2.2

Habitat Protozoa

Protozoa hidup di air atau setidaknya di tempat yang basah. Mereka


umumnya hidup bebas dan terdapat di lautan, lingkungan air tawar, atau daratan.
Beberapa spesies bersifat parasitik, hidup pada organisme inang. Inang protozoa
yang bersifat parasit dapat berupa organisme sederhana seperti algae, sampai
vertebrata yang kompleks, termasuk manusia. Beberapa spesies dapat tumbuh di
dalam tanah atau pada permukaan tumbuh-tumbuhan. [wesatiawan, 2008]
Semua protozoa memerlukan kelembaban yang tinggi pada habitat
apapun. Beberapa jenis protozoa laut merupakan bagian dari zooplankton.
Protozoa laut yang lain hidup di dasar laut. Spesies yang hidup di air tawar dapat
berada di danau, sungai, kolam, atau genangan air. Ada pula protozoa yang tidak
bersifat parasit yang hidup di dalam usus termit atau di dalam rumen hewan
ruminansia. [wesatiawan, 2008]
Beberapa protozoa berbahaya bagi manusia karena mereka dapat
menyebabkan penyakit serius. Protozoa yang lain membantu karena mereka
memakan bakteri berbahaya dan menjadi makanan untuk ikan dan hewan lainnya.
[wesatiawan, 2008]

2.3

Klasifikasi Protozoa Berdasarkan Alat Gerak


Protozoa memiliki 4 kelas yang dibedakan berdasarkan alat geraknya.

Gambar 2 Klasifikasi Protozoa

2.3.1

Rhizopoda

Bergerak dengan kaki semu (pseudopodia)yang merupakan penjuluran


protoplasma sel.

Hidup di air tawar, air laut, tempat-tempat basah, dan sebagian

ada yang hidup dalam tubuh hewan atau manusia.Jenis yang paling mudah
diamati adalah Amoeba.
Ektoamoeba adalah jenis Amoeba yang hidup di luar tubuh organisme lain
(hidup bebas), contohnya Ameoba proteus, Foraminifera, Arcella, Radiolaria.
Entamoeba adalah jenis Amoeba yang hidup di dalam tubuh organisme,
contohnya Entamoeba histolityca, Entamoeba coli.
2.3.2 Flagellata
Bergerak dengan flagel (bulu cambuk) yang digunakan juga sebagai alat
indera dan alat bantu untuk menangkap makanan.
Dibedakan menjadi 2 (dua), yaitu :
a. Flagellata autotrofik (berkloroplas), dapat berfotosintesis. Contohnya :
Euglena viridis, Noctiluca milliaris, Volvox globator.Zooflagellata
b. Flagellata heterotrofik (Tidak berkloroplas). Contohnya : Trypanosoma
gambiens, Leishmania.

Gambar 3 Flagellata
[sumber : anonim B, 2008]

2.3.3

Ciliata (Ciliophora)

Anggota Ciliata ditandai dengan adanya silia (bulu getar) pada suatu fase
hidupnya, yang digunakan sebagai alat gerak dan mencari makanan. Ukuran silia
lebih pendek dari flagel memiliki 2 inti sel (nukleus), yaitu makronukleus (inti
besar) yang mengendalikan fungsi hidup sehari-hari dengan cara mensisntesis
RNA, juga penting untuk reproduksi aseksual, dan mikronukleus (inti kecil) yang
dipertukarkan pada saat konjugasi untuk proses reproduksi seksual.
Ditemukan

vakuola

kontraktil

yang

berfungsi

untuk

menjaga

keseimbangan air dalam tubuhnya. Banyak ditemukan hidup di laut maupun di air
tawar. Contoh : Paramaecium caudatum, Stentor, Didinium, Vorticella,
Balantidium coli.

Gambar 4 Ciliata
[sumber : anonim B, 2008]

2.3.4

Sporozoa
Sporozoa tidak memiliki alat gerak khusus, Cara bergerak hewan ini

dengan cara mengubah kedudukan tubuhnya. Pembiakan secara vegetatif


(aseksual) disebut juga Skizogoni dan secara generatif (seksual) disebut
Sporogoni atau menghasilkan spora. Sporozoid memiliki organel-organel
kompleks pada salah satu ujung (apex) selnya yang dikhususkan untuk menembus
sel dan jaringan inang. Hidupnya parasit pada manusia dan hewan. Contoh :
Plasmodium falciparum, Plasmodium malariae, Plasmodium vivax. Gregarina.
2.4
2.4.1

Perkembangbiakan Protozoa
aseksual (vegetatif)
Perkembangbiakan secara aseksual pada Protozoa dengan cara :

a. Pembelahan mitosis (biner), yaitu pembelahan yang diawali dengan


pembelahan

inti

dan

diikuti

pembelahan

sitoplasma,

kemudian

menghasilkan 2 sel baru. Pembelahan biner terjadi pada Amoeba.


Paramaecium, Euglena. Paramaecium membelah secara membujur/
memanjang

setelah

terlebih

dahulu

melakukan

konjugasi.Euglena

membelah secara membujur /memanjang (longitudinal).

Gambar 5 pembelahan mitosis


[sumber : anonim B, 2008]

b. Spora, Perkembangbiakan aseksual pada kelas Sporozoa (Apicomplexa)


dengan membentuk spora melalui proses sporulasi di dalam tubuh nyamuk
2.4.2

Anopheles. Spora yang dihasilkan disebut sporozoid.


Seksual (Generatif)

Perkembangbiakan secara seksual pada Protozoa dengan cara :


a. Konjugasi, Peleburan inti sel pada organisme yang belum jelas alat
kelaminnya. Pada Paramaecium mikronukleus yang sudah dipertukarkan
akan melebur dengan makronukleus, proses ini disebut singami.
b. Peleburan gamet Sporozoa (Apicomplexa) telah dapat menghasilkan
gamet jantan dan gamet betina. Peleburan gamet ini berlangsung di dalam
tubuh nyamuk.

Gambar 5 Peleburan gamet pada Plasmodium


[sumber : anonim B, 2008]

2.5 Peranan Protozoa


2.5.1

Peran menguntungkan

a. Mengendalikan populasi Bakteri, sebagian Protozoa memangsa Bakteri


sebagai makanannya, sehingga dapat mengontrol jumlah populasi Bakteri
di alam.
b. Sumber makanan ikan, Di perairan sebagian Protozoa berperan sebagai
plankton (zooplankton) dan benthos yang menjadi makanan hewan air,
terutama udang, kepiting, ikan, dll.
c. Indikator minyak bumi, Fosil Foraminifera menjadi petunjuk sumber
minyak, gas, dan mineral.
d. Bahan penggosok, Endapan Radiolaria di dasar laut yang membentuk
tanah radiolaria, dapat dijadikan sebagai bahan penggosok.
[Poberson Naibaho, 2011]

2.5.2

Peran Merugikan
Protozoa menyebabkan penyakit pada manusia dan hewan ternak.

Penyakit-penyakit yang disebabkan Protozoa antara lain :


Jenis penyakit

Protozoa

Disentri

Entamoeba histolytica

Diare (Balantidiosis)

Balantidium coli

Penyakit tidur (Afrika)

Trypanosoma gambiense

Toksoplasmosis (kematian janin)

Toxoplasma gondii

Malaria tertiana

Plasmodium vivax

Malaria quartana

Plasmodium malariae

Malaria tropika

Plasmodium falciparum

Kalaazar

Leishmania donovani

Surra (hewan ternak)

Trypanosoma evansi

Tabel 2 Penyakit disebankan protozoa


[sumber : Poberson Naibaho, 2011]

BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Protozoa adalah berasal dari bahasa Yunani, yaitu protos artinya pertama
dan zoon artinya hewan. Jadi, Protozoa adalah hewan pertama. Protozoa
merupakan filum hewan bersel satu yang dapat melakukan reproduksi seksual
(generatif) maupun aseksual (vegetatif).
Ciri-ciri umum protozoa :
a. Umumnya tidak dapat membuat makanan sendiri (heterotrof).
b. Protozoa memiliki alat gerak yaitu ada yang berupa kaki semu, bulu getar
c.
d.
e.
f.
g.

(cillia) atau bulu cambuk (flagel).


Hidup bebas, saprofit atau parasit.
Organisme bersel tunggal.
Eukariotik atau memiliki membran nukleus/ berinti sejati
Hidup soliter (sendiri) atau berkoloni (kelompok)
Dapat membentuk sista untuk bertahan hidup. sista, merupakan bentuk sel
protozoa yang terdehidrasi dan berdinding tebal mirip dengan endospora

yang terjadi pada bakteri.


h. Protozoa mampu bertahan hidup dalam lingkungan kering maupun basah.
i. Protozoa tidak mempunyai dinding sel
j. Protozoa merupakan organisme mikroskopis yang prokariot
Protozoa hidup di air atau setidaknya di tempat yang basah. Mereka
umumnya hidup bebas dan terdapat di lautan, lingkungan air tawar, atau daratan.
Beberapa spesies bersifat parasitik, hidup pada organisme inang.
Protozoa memiliki 4 kelas yang dibedakan berdasarkan alat geraknya,
yaitu Rhizopoda, Flagellata, Siliata dan Sporozoa. Dari ke-empat kelas tersebut
secara umum protozoa berkembang biak dengan cara aseksual (Pembelahan
mitosis dan spora) dan seksual (Konjugasi dan Peleburan gamet).

Daftar Pustaka
Anonim A, 2011. Protozoa. http://id.wikipedia.org/wiki/Protozoa. diakses tanggal
05 Oktober 2011.
Anonim B, 2008. Mengenal Protozoa.
http://www.scribd.com/doc/34101227/Mengenal-Protozoa. Diakses
tanggal 05 Oktober 2011
Wesatiawan, 2008. Protozoa. http://blog.unila.ac.id/wasetiawan. diakses tanggal
02 oktober 2011
Poberson Naibaho, 2011. Klasifikasi protozoa. http://id.shvoong.com/exactsciences/biology/2148727-klasifikasi-protozoa/. Diakses tanggal 05
Oktober 2011