Anda di halaman 1dari 46

PENELITIAN TINDAKAN SEKOLAH (PTS)

MENINGKATKAN KEMAMPUAN GURU


DALAM MENERAPKAN MODEL-MODEL PEMBELAJARAN
MELALUI KEGIATAN SUPERVISI KELAS
DI SD NEGERI 081235 SIBOLGA

DISUSUN OLEH :
NAMA

: HERMANTO PANJAITAN, S.Pd.Mat

NIP

JABATAN

TEMPAT BERTUGAS

: SD NEGERI 081235 SIBOLGA

NO. HP

DINAS PENDIDIKAN KOTA SIBOLGA


TAHUN 2014

ABSTRAK
Dalam

melaksanakan

proses

pembelajaran

disekolah

seorang

guru

hendaknyamampu memilih dan mendayagunakan model pembelajaran yang sesuai dengan


materi pembelajaran. Pada umumnya guru jarang mengunakan model pembelajaran dalam
setiap proses pembelajaran, karena kurangnya pemahaman guru terhadapmodel-model
pembelajaran yang dapat memudahkan guru dalam pelaksanaan proses pembelajaran di
kelas.Sebenarnya ada banyak model pembelajaran yang bisa dipakai oleh setiap guru
dalam proses pembelajaran. Dengan mengunakan model-model pembelajaran yang sesuai,
tentunya siswa akan termotivasi dalam belajar, dan ini akan berdampak positif pada hasil
belajarnya.Pokok masalah dalam penelitian, yaitu Apakah penerapan model-model
pembelajaran melalui

kegiatan

supervisi

kelas

dapat

meningkatkan

mutu

pembelajaran pada siswa di SD Negeri 081235 Sibolga?.


Berdasarkan hasil penelitian ini diperoleh simpulan bahwa penerapan model-model
pembelajaran melalui supervisi kelas oleh kepala sekolah terbukti berhasil meningkatkan
kemampuan guru SD Negeri 081235 Sibolga dalam mengelola proses pembelajaran. Selain
itu, dengan meningkatnya kemampuan guru SD Negeri 081235 Sibolga dalam mengelola
proses pembelajaran, bukan saja proses belajar siswa semakin bermakna tetapi juga hasil
belajarnya meningkat.

KATA PENGANTAR
Puji syukur saya panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa. atas segala rahmatNya
yang telah menjadikan penelitian tindakan sekolah (PTS) dengan judul Meningkatkan
Kemampuan Guru dalam Menerapkan Model-model Pembelajaran

Melalui Kegiatan

Supervisi Kelas di SD Negeri 081235 Sibolga. Untuk itu melalui kesempatan ini penulis
mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah memberikan bantuan dalam
penyelenggaraan kegiatan ini.
Penulis menyadari bahwa dalam pembuatan laporan PTS ini tidak menutup
kemungkinan masih terdapat kekurangan dari berbagai segi, mungkin sistematikanya,
mungkin isinya, maupun segi kebahasaannya. Oleh karena itu, kritik dan saran dari
pembaca umumnya sangat penulis harapkan. Walaupun begitu, penulis tetap berharap PTS
ini bisa memberikan kontribusi kepada dunia pendidikan umumnya dan kepada kepala
sekolah dalam melaksanakan tugas. Terima kasih.

Sibolga,

Maret 2014

Penulis

Hermanto, S.Pd. Mat

ii

DAFTAR ISI
Halaman
i
ii
iii

ABSTRAK
KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
B. Rumusan Masalah
C. Tujuan Penelitian
D. Manfaat Penelitian

1
1
2
2
3

BAB II IMPLEMENTASI SUPERVISI KELAS


A. Kajian Teori
1. Model Pembelajaran
2. Supervisi Kelas
B. Kerangka Berpikir
C. Hipotesis Tindakan

4
4
4
6
8
8

BAB III MERODOLOGI PENELITIAN KELAS


A. Subjek, Lokasi, dan Waktu Penelitian
B. Prosedur Penilaian
C. Indikator Kerja
D. Teknik Pengumpulan Data
E. Teknik Analisis Data

4
4
4
6
8
9

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN


A. Hasil Penelitian
1. Siklus 1
2. Siklus 2
B. Kerangka Berpikir
C. Hipotesis Tindakan

4
4
4
6
8
9

BAB V KESIMPULAN & REKOMENDASI OPERASIONAL


A. Kesimpulan
B. Rekomendasi Operasional
DAFTAR PUSTAKA

10
10
10

iii

10

BAB I
PENDAHULUAN
A.

Latar Belakang Masalah


Sekolah merupakan lembaga formal yang berfungsi membantu khususnya orang

tua dalam memberikan pendidikan kepada anak-anak mereka. Sekolah memberikan


pengetahuan, keterampilan dan sikap kepada anak didiknya secara lengkap sesuai dengan
yang mereka butuhkan. Semua fungsi sekolah tersebut tidak akan efektif apabila
komponen dari sistem sekolah tidak berjalan dengan baik, karena kelema,han dari salah
satu komponen akan berpengaruh pada komponen yang lain yang pada akhirnya akan
berpengaruh juga pada jalannya sistem itu sendiri. Salah satu dari bagian komponen
sekolah adalah guru.
Guru dituntut untuk mampu menguasai kurikulum, menguasai materi, menguasai
metode, dan tidak kalah pentingnya guru juga harus mampu mengelola kelas sedemikian
rupa sehingga pembelajaran berlangsung secara aktif, inovatif, dan menyenangkan. Namun
umumnya guru masih mendominasi kelas, siswa pasif (datang, duduk, nonton,berlatih, .,
dan lupa). Guru memberikan konsep, sementara siswa menerima bahan jadi. menurut
Suherman, ada hal yang menyebabkan siswa tidak menikmati (senang) untuk belajar, yaitu
kebanyakan siswa tidak siap terlebih dahulu dengan (minimal) membaca bahan yang akan
dipelajari, siswa datang tanpa bekal pengetahuan seperti membawa wadah kosong. Lebih
parah lagi, siswa tidak menyadari tujuan belajar yang sebenarnya, tidak mengetahui
manfaat belajar bagi masa depannya nanti.
Berdasarkan pengamatan penulis di SD Negeri 081235 Sibolga, terdapat beberapa
kendala pada pembelajaran selama ini antara lain :
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.

Siswa mengalami kesulitan dalam memahami konsep.


Siswa kurang aktif / siswa pasif dalam proses pembelajaran.
Siswa belum terbiasa untuk bekerja sama dengan temannya dalam belajar.
Guru kurang mengaitkan materi pembelajaran dengan kehidupan sehari-hari.
Hasil nilai ulangan / hasil belajar siswa pada pembelajaran rendah.
KKM tidak tercapai.
Pembelajaran tidak menyenangkan bagi siswa.
Kurangnya minat siswa terhadap pembelajaran.
1
Sebagai kepala sekolah, penulis melihat pembelajaran menjadi kurang efektif karena

hanya cenderung mengedepankan aspek intelektual dan mengesampingkan aspek


pembentukan karakter. Hal ini tentu suatu hambatan bagi guru. Namun penulis ingin

mengubah hambatan tersebut menjadi sebuah kekuatan dalam pengelolaan kegiatan belajar
mengajar yang efektif dan efisien sehingga nantinya akan mendapatkan hasil yang
memuaskan.
Untuk menjawab hal itu, penulis mencoba memberi solusi kepada guru-guru untuk
menerapkan model-model pembelajaran melalui kegiatan supervisi kelas di SD Negeri
081235 Sibolga dengan menyusun berbagai perangkat pembelajaran yang dibutuhkan
seperti : RPP, alat peraga, teknik pengumpulan data, dan instrumen yang dibutuhkan untuk
membantu guru dalam mengelola kelas dan mengevaluasi pembelajaran yang dilakukan.
B.

Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah yang diuraikan di atas, pokok masalah dalam

penelitian ini dapat dirumuskan seperti tertuang pada pertanyaan berikutApakah


penerapan

model-model

pembelajaran melalui

kegiatan

supervisi

kelas

dapat

meningkatkan mutu pembelajaran pada siswa di SD Negeri 081235 Sibolga?


C.

Tujuan Penelitian
Penelitian ini ditujukan untuk hal-hal sebagai berikut.

1.

Meningkatkan peran serta kepala sekolah SD Negeri 081235 Sibolga dalam


memfasilitasi para guru yang dihadapkan dengan kesulitan teknis pengelolaan
pembelajaran, yang akan memberi dampak kurang baik terhadap proses dan hasil

2.

belajar siswa.
Meningkatkan kemampuan guru SD Negeri 081235 Sibolga dalam mengelola

3.

proses pembelajaran.
Meningkatkan kebermaknaan proses belajar siswa SD Negeri 081235 Sibolga guna

4.

mencapai aneka tujuan pembelajaran.


Untuk mengetahui efektivitas upaya yang ditempuh (model-model pembelajaran)
kepala sekolah pada saat melakukan supervisi kelas.

2
D.

Manfaat Penelitian
Penelitian tindakan sekolah ini, dilakukan dengan harapan memberikan manfaat

bagi siswa, guru, maupun sekolah. Adapun manfaat dimaksud, sebagai berikut.
1.

Manfaat bagi siswa, antara lain:

a)
b)
c)
d)

memperoleh pengalaman belajar yang lebih menarik;


meningkatkan aktivitas siswa dalam belajar;
meningkatkan penguasaan konsep;
menumbuhkan keberanian mengemukakan pendapat dalam kelompok / membiasakan
bekerja sama dengan teman.

2.

Manfaat bagi guru, antara lain:

a)

memperoleh alternatif baru dalam meningkatkan pemahaman siswa terhadap materi

b)
3.
a)
b)

yang diajarkan;
memperoleh alternatif baru untuk peningkatan mutu pembelajaran.
Manfaat bagi sekolah, antara lain:
meningkatkan prestasi sekolah dalam bidang akademis;
meningkatkan kinerja sekolah melalui peningkatan profesionalisme guru.

3
BAB II
KAJIAN TEORI
A.

Kajian Teori

1.

Model Pembelajaran

a.

Arti Model Pembelajaran

Model pembelajaran dapat diartikan sebagai kerangka konseptual yang melukiskan


prosedur yang sistematik dalam mengorganisasikan pengalaman belajar untuk mencapai
tujuan belajar tertentu dan berfungsi sebagai pedoman bagi perancang pembelajaran dan
para guru dalam merencanakan dan melaksanakan aktivitas belajar mengajar (Winataputra,
1994:34).
Banyak model-model pembelajaran yang dapat dikembangkan oleh guru dalam
proses kegiatan belajar mengajar yang pada prinsipnya pengembangan model
pembelajaran bertujuan untuk menciptakan situasi belajar mengajar yang efektif dan
efisien, menyenangkan, bermakna, lebih banyak mengaktifkan siswa.
Dalam

pengembangan

model

pembelajaran

yang

mendapat

penekanan

pengembangannya terutama dalam strategi dan metode pembelajaran. Untuk masa


sekarang ini perlu juga dikembangkan sistem penilaian yang mencakup ranah kognitif,
afektif, dan psikomotorik. Oleh karena itu guru dalam pelaksanaan proses belajar mengajar
bisa saja mengembangkan model pembelajaran sendiri dengan tujuan proses pembelajaran
lebih efektif dan efisien, lebih banyak memberikan kesempatan kepada siswa untuk
berkreasi, sehingga siswa lebih aktif.
b.

Ciri-ciri Model Pembelajaran


Suatu model pembelajaran memiliki ciri-ciri tersendiri. Secara khusus, ciri-ciri

tersebut dikemukakan Sanjaya (2006: 115), yakni sebagai berikut.


1)
2)
3)

Rasional teoritik yang logis yangdisusun oleh para pencipta atau pengembangnya.
Landasan pemikiran tentang apa dan bagaimana siswa belajar.
Tingkah laku mengajar yang diperlukan agar model tersebut dapat dilaksanakan

4)

dengan berhasil.
Lingkungan belajar yang duperlukan agar tujuan pembelajaran dapat tercapai.

4
Sebagai seorang guru harus mampu memilih model pembelajaran yang tepat bagi
peserta didik. Karena itu dalam memilih model pembelajaran guru harus memperhatikan
keadaan atau kondisi siswa, bahan pelajaran serta sumber-sumber belajar yang ada agar
penggunaan model

pembelajaran dapat

diterapkan

secara

efektif

dan

menunjang keberhasilan belajar siswa.


Seorang guru diharapkan memiliki motivasi dan semangat pembaharuan dalam
pengelolaan proses pembelajaran yang dijalaninya.

c.

Beberapa Contoh Model Pembelajaran


Di antara model-model pembelajaran dimaksud, yakni model pembelajaran

lansung, kooperatif, pembelajaran berdasarkan masalah, inkuiri, atau belajar melalui


penemuan, dan masih banyak model pembelajaran inovatif lainnya yang bisa menjadi
pilihan bagi guru sekolah dasar.
2.

Supervisi Kelas

a.

Arti Supervisi Kelas


Supervisi kelas adalah supervisi yang difokuskan pada perbaikan pembelajaran

melalui siklus yang sistematis mulai dari tahap perencanaan, pengamatan dan analisis yang
intesif terhadap penampilan pembelajarannya dengan tujuan untuk memperbaiki proses
pembelajaran. Istilah supervisi kelas mengacu kepada misi utama pembelajaran, yaitu
kegiatan yang ditujukan untuk memperbaiki dan meningkatkan mutu proses dan prestasi
akademik. Dengan kata lain, supervisi kelas adalah kegiatan yang berurusan dengan
perbaikan dan peningkatan proses dan hasil pembelajaran di sekolah.
Beberapa alasan mengapa supervisi kelas diperlukan, diantaranya:
1)

tidak ada balikan dari orang yang kompeten sejauh mana praktik profesional telah

2)
3)
4)
5)
6)
7)
8)
9)

memenuhi standar kompetensi dan kode etik;


ketinggalan iptek dalam proses pembelajaran;
kehilangan identitas profesi;
kejenuhan profesional (bornout);
pelanggaran kode etik yang akut;
mengulang kekeliruan secara masif;
erosi pengetahuan yang sudah didapat dari pendidikan prajabatan (PT);
siswa dirugikan, tidak mendapatkan layanan sebagaimana mestinya;
rendahnya apresiasi dan kepercayaan masyarakat dan pemberi pekerjaan.
5

b.

Tujuan Supervisi Kelas


Secara umum tujuan supervisi kelas, yaitu untuk:

1)

menciptakan kesadaran guru tentang tanggung jawabnya terhadap pelaksanaan

2)

kualitas proses pembelajaran;


membantu guru untuk senantiasa memperbaiki dan meningkatkan kualitas proses

3)

pembelajaran;
membantu guru untuk mengidentifikasi dan menganalisis masalah yang muncul

4)

dalam proses pembelajaran;


membantu guru untuk dapat menemukan cara pemecahan maslah yang ditemukan
dalam proses pembelajaran;

5)

membantu guru untuk mengembangkan sikap positif dalam mengembangkan diri


secara berkelanjutan.

c.

Manfaat Supervisi Kelas


Supervisi kelas merupakan strategi untuk dapat meningkatkan kompetensi seorang

guru dalam proses kegiatan belajar mengajar dan ketepatan dalam membuat perencanaan
pembelajaran. Harapan dari supervisi kelas akan berdampak pada proses belajar mengajar
yang efektif dan efisien.
d.

Sasaran dan Prinsip-prinsip Supervisi Kelas


Sasaran dari supervisi kelas, di antaranya: (1)proses pembelajaran peserta didik, (2)

menjadikan kepala sekolah dan guru sebagai professional learners, dan (3) membina kepala
sekolah dan guru-guru untuk memiliki kemampuan manajemen sumber daya
pendidikan. Untuk itu, kepala sekolah yang akan bertindak sebagai supervisor harus
memahami benar prinsip-prinsip supervisi kelas, di antaranya:
1)

Supervisi (pengawasan) kegiatan pembelajaran dimaksudkan untuk untuk

2)
3)
4)
5)

meningkatkan kompetensi guru;


pembinaan tepat dan kontinyu;
penjaminan mutu pendidikan harus selalu ditingkatkan;
menjalin komunikasi yang harmonis dan iklim kondusif;
menumbuhkan keyakinan bahwa guru dapat selalu meningkatkan kemampuan dan
berprestasi.

6
e.

Langkah-langkah Supervisi Kelas


Langkah-langkah yang perlu dilakukan oleh kepala sekolah dalam melakukan

supervisi kelas, yaitusebagai berikut.


1)
2)
3)
4)

Membuat kesepakatan waktu pelaksanaan supervisi kelas dengan guru.


Mendiskusikan materi pelajaran apa yang akan diajarkan pada saat supervisi kelas.
Membantu guru dalam membuat persiapan mengajar.
Meyakinkan pada guru kedatangan kepala sekolah sebagai supervisor bukan akan
menilai atau mengawasi namun untuk memberikan bantuan teknis yang diperlukan

5)

oleh guru.
Membuat kesepakatan untuk berbagi peran antara supervisor dan guru dalam proses
pembelajaran.
Untuk lebih memantapkan program supervisi kelas dan meyakinkan guru-guru SD

Negeri 081235 Sibolga bahwa program supervisi kelas ini akan memberikan manfaat bagi
guru, yang dilakukan kepala sekolah, yakni sebagai berikut.

1)

Datang lebih pagi sebelum guru masuk kelas untuk melakukan kontrak ulang
tentang: langkah-langkah pembelajaran yang akan dilakukan, peran masing-masing

2)

yang akan dilakukan, dan pengorganisasian waktu.


Masuk ke dalam kelas bersama-sama dengan guru yang bersangkutan. Kalau kepala
sekolah yang akan bertindak sebagai supervisor masuk ke dalam kelas belakangan,
dikhawatirkan akan menganggu konsentrasi anak pada saat proses pembelajaran,

3)

dan mungkin menimbulkan rasa takut.


Meminta guru yang bersangkutan untuk menyampaikan bahwa kepala sekolah
(supervisor) datang di kelas tersebut akan membantu dalam proses pembelajaran

4)

sehingga tidak menimbulkan rasa penasaran bagi anak.


Kepala sekolah ikut berperan dalam proses pembelajaran tersebut, dan tidak lupa
membuat catatan-catatan kecil tentang kelebihan-kelebihan maupun hal-hal yang

5)

terjadi selama proses pembelajaran yang memerlukan perbaikan.


Kepala sekolah tidak akan mengambil alih peran guru.

7
Setelah supervisi kelas selesai dilaksanakan, kepala sekolah SD Negeri 081235
Sibolga melakukan upaya tindak lanjut, dengan cara sebagai berikut.
1)
2)

Melakukan diskusi dengan guru atas dasar sikap menghargai.


Melakukan refleksi diri misalnya melalui pertanyaan, Bagaimana perasaan
Bapak/Ibu selama proses pembelajaran tadi? Apakah masih ada kekurangan yang

3)
4)
5)

Bapak/Ibu lakukan selama proses pembelajaran tadi, di bagian mana saja?


Menanyakan peningkatan yang ingin dilakukan oleh guru.
Memberikan saran atau arahan.
Merencanakan tindak lanjut, misalnya: Apa yang perlu Bapak/Ibu lakukan
selanjutnya agar pembelajaran yang akan dilakukan besok lebih baik?

Kerangka Berpikir

Berdasarkan kajian teori di atas, maka dengan melalui kegiatan penerapan modelmodel pembelajaran melalui kegiatan supervisi kelas oleh kepala sekolah diyakini benar
akan meningkatkan kemampuan guru dalam mengelola proses pembelajaran, yang
akhirnya proses dan hasil belajar siswa SD Negeri 081235 Sibolgapun meningkat. Hal ini
hanya mungkin akan terjadi apabila antara kepala sekolah dan guru serta siswa SD Negeri
081235 Sibolga mau bersinergis untuk saling berkontribusi secara positif. Untuk itu, semua
pihak yang terlibat perlu lebih dulu merencanakan segala sesuatunya dengan matang.
Perencanaan yang dibuat tentunya didasarkan pada prinsip-prinsip supervisi kelas dengan

mempertimbangkan upaya strategis yang akan diterapkan (dalam hal ini model-model
pembelajaran terpilih yang konteks dengan situasi dan tujuan yang ingin dicapai).
Adapun pelaksanaannya, tidak boleh menyimpang dari yang sudah direncanakan.
Selama proses supervisi sedang berlangsung, kepala sekolah dan guru berkolaborasi
menciptakan iklim pembelajaran yang memungkin seluruh siswa belajar secara aktif,
kreatif, inovatif, efektif, dan menyenangkan. Sejak awal hingga akhir proses supervisi
kelas berlangsung, kepala sekolah mencatat dan menilai kinerja guru dan siswa, yang
hasilnya akan dijadikan bahan diskusi untuk menentukan langkah tindak lanjut ke depan
supaya lebih berhasil mencapai sasaran.
C.

Hipotesis Tindakan
Bertolak dari masalah, hasil kajian teori, dan kerangka pikir di atas, dapat

dirumuskan suatu hipotesis tindakan, yakni sebagai berikut Penerapan model-model


pembelajaran melalui supervisi kelas oleh kepala sekolah dapat meningkatkan kemampuan
guru dalam mengelola proses pembelajaran serta meningkatkan proses dan hasil belajar
siswa SD Negeri 081235 Sibolga.
8
BAB III
METODOLOGI PENELITIAN
A.

Subjek, Lokasi, dan Waktu Penelitian


Subjek penelitian ini adalah guru SD Negeri 081235 Sibolga. Lokasi SD Negeri

081235 Sibolga ada di lingkungan Pendidikan Kecamatan Utara Kotamadya Sibolga.


Waktu palaksanaan penelitian ini, yakni pada semester 2 tahun pelajaran 2014, yang di
mulai sejak tanggal 20 Maret hingga 1 April.
B.

Prosedur Penelitian
Penelitian ini tergolong penelitian tindakan sekolah, dengan empat langkah

pokok,yaitu : perencanaan tindakan, pelaksanaan tindakan, pengamatan (observasi), dan


refleksi, dengan melibatkan enam orang guru SD Negeri 081235 Sibolga. Penelitian
dilakukan secara berkelanjutan selama 10 hari. Keempat langkah tersebut dapat dijelaskan
sebagai berikut.
1.

Perencanaan Tindakan
Hal-hal yang diupayakan pada tahap perencanaan tindakan, yaitu sebagai berikut.

a)

Pemilihan topik.

b)

Melakukan review silabus untuk mendapatkan kejelasan tujuan pembelajaran untuk


topik tersebut dan mencari ide-ide dari materi yang ada dalam buku pelajaran.

c)
d)
e)
f)
g)
h)
i)
j)

Selanjutnya bekerja dalam kelompok untuk menyusun rencana pembelajaran.


Menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran.
Merencanakan penerapan pembelajaran.
Menentukan indikator yang akan dijadikan acuan.
Mempersiapkan kelompok mata pelajaran.
Mempersiapkan media pembelajaran.
Membuat format evaluasi.
Membuat format observasi.
Membuat angket respon guru dan siswa.

2.

Pelaksanaan Tindakan
Menerapkan tindakan sesuai dengan rencana, dengan langkah-langkah:

a)

Setiap guru yang telah menyusun rencana pembelajaran menyajikan atau


mempresentasikan rencana pembelajarannya, sementara guru lain memberi

b)

masukan, sampai akhirnya diperoleh rencana pembelajaran yang lebih baik.


9
Guru yang ditunjuk menggunakan masukan-masukan tersebut untuk memperbaiki

c)

rencana pembelajaran.
Guru yang ditunjuk tersebut mempresentasikan rencana pembelajarannya di depan
kelas untuk mendapatkan umpan balik.

3.

Pengamatan (Observasi)
Pada tahap observasi:

a)

Observer melakukan pengamatan sesuai rencana dengan menggunakan lembar

b)
c)

observasi.
Menilai tindakan dengan menggunakan format evaluasi.
Pada tahap ini seorang guru melakukan implementasi rencana pembelajaran yang
telah disusun, guru lain melakukan observasi dengan menggunakan lembar
observasi yang telah dipersiapkan. Selain itu dilakukan pemotretan yang mengclose up kejadian-kejadian khusus selama pelaksanaan pembelajaran.

4.

Refleksi
Refleksi dilakukan secara kolaborasi. Baik kepala sekolah, guru, maupun observer

turut memikirkan hasil tindakan serta bagaimana langkah tindak lanjut ke depan, agar
terjadi peningkatan yang lebih baik.
C.

Indikator Kinerja
Indikator kinerja yang ditetapkan adalah meningkatkan kemampuan guru dalam

menerapkan model-model pembelajaran melalui kegiatan supervisi kelas di SD Negeri

081235 Sibolga. Aspek yang diukur dalam observasi adalah antusiasme guru SD Negeri
081235 Sibolga dalam menerapkan model-model pembelajaran, interaksi siswa dengan
guru

dalam

proses

belajar

mengajar,

interaksi antarsiswa, kerja

sama antarsiswa

dalamkelompok, dan aktivitas siswa dalam diskusi kelompok.


D.

Teknik Pengumpulan Data


Data dikumpulkan melalui beberapa teknik, sebagai berikut.

1.

Teknik Observasi
Teknik observasi digunakan untuk memperoleh data langsung dari pelaksanaan

aktivitas kegiatan yang sudah direncanakan.

10
2.

Teknik Wawancara
Teknik wawancara digunakan untuk memperoleh sejumlah keterangan dari pihak-

pihak yang terlibat secara langsung dalam penelitian.


3.

Teknik Dokumentasi
Teknik dokumentasi digunakan untuk memperoleh berbagai dokumen yang

berkaitan dengan proses dan hasil penelitian untuk memperkuat perolehan data dari teknik
observasi dan teknik wawancara.
E.

Teknis Analisis Data


Data yang sudah terkumpul melalui beberapa teknik pengumpul data, kemudian

dianalisis dengan cara mendeskripsikan arti masing-masing data, baik yang berkaitan
dengan perubahan kemampuan guru maupun siswa setelah diupayakan melalui perlakuan
(treatement) yang diterapkan, dalam hal ini model-model pembelajaran terpilih untuk
mentasi permasalahan yang ada. Kriteria yang digunakan dalam rangka itu, yakni sebagai
berikut.
1.

Kemampuan guru dalam mengelola proses pembelajaran dikatakan meningkat

apabila:
a)

mampu menyusun rencana pembelajaran dengan menerapkan model-model

b)

pembelajaran terpilih untuk meningkatkan proses dan hasil belajar siswa;


mampu melaksanakan pembelajaran sesuai dengan rencana;

c)

mampu mengevaluasi kemampuan siswa dengan menggunakan teknik yang tepat

d)

seperti yang telah direncanakan;


mampu menindaklanjuti hasil belajar siswa dengan cara-cara yang tepat.

2.

Proses dan hasil belajar siswa dikatakan meningkat apabila:


1)
2)
3)

siswa aktif selama belajar;


antarsiswa terjadi saling belajar secara bermakna;
siswa mampu menyelesaikan tugas belajar, baik secara individu maupun

4)

kelompok;
siswa mencapai hasil belajar sesuai dengan kriteria ketuntasan minimal
(KKM) masing-masing mata pelajaran yang telah ditetapkan sekolah.

11
BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A.

Hasil Penelitian

1.

Siklus I
Proses pelaksanaan siklus I menempuh empat tahapan, yakni: a) perencanaan, b)

pelaksanaan, c) observasi, dan d) refleksi. Adapun deskripsi masing-masing tahapan


tersebut, sebagai berikut.
a.

Perencanaan
Perencanaan tindakan siklus I dilakukan secara kolaborasi antara peneliti, guru, dan

pengawas. Hal-hal yang diupayakan pada tahap tahap ini oleh semua pihak, antara lain:
1)

Mengidentifikasi masalah terkait dengan kemampuan guru SD Negeri 081235


Sibolga dalam mengelola proses pembelajaran berdasarkan model-model

a)

pembelajaran terkini, yang hasil menunjukkan sebagai berikut:


setiap guru kurang mampu menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran sesuai
dengan

b)

ketentuan

komponen-komponennya

dan

tuntutan

model-model

pembelajaran yang diupayakan;


setiap guru kurang mampu melaksanakan pembelajaran seperti yang telah
direncanakannya dan apalagi mengelolanya sesuai dengan ketentuan model-model

c)

pembelajaran yang diupayakan;


setiap guru kurang mampu mengevaluasi kemampuan siswa dengan menggunakan
berbagai teknik yang tepat, sesuai dengan teknik-teknik evaluasi yang menjadi
skala prioritas pada model-model pembelajaran yang diupayakan;

d)

setiap guru kurang mampu menindaklanjuti hasil belajar siswa, sehingga banyak
siswa yang kurang mencapai kriteria ketuntasan minimal masih tetap dibiarkan.

2)

Menetapkan upaya yang tepat pada saat melaksanakan supervisi kelas agar
berhasil mengatasi setiap persoalan yang dialami guru dengan cara memberikan
bantuan pemikiran dan contoh-contoh yang tepat mengenai penggunaan modelmodel pembelajaran terkini yang konteks dengan keadaan sekolah. Dalam rangka
itu, kepala sekolah membagikan contoh konsep rencana pelaksanaan pembelajaran
mata pelajaran sosial dan eksak kepada para guru. Melalui pemberian contoh
tersebut diharapkan para guru dapat membuat kembali sebuah rencana pelaksanaan
pembelajaran yang lebih mengakomodir kepentingan siswa untuk belajar lebih baik
12
dari sebelumnya pada kompetensi dasar yang akan disampaikan. Setelah semua
guru menerima konsep-konsep yang dibuat oleh supervisor (penulis sebagai kepala
sekolah), kepada mereka diberi kesempatan untuk bertanya seperlunya terkait
dengan hal-hal yang sudah direncanakan yang dianggap masih kurang dipahami.
Selama kegiatan ini berlangsung diharapkan ada masukan dari para guru untuk
lebih

memaksimalkan

perencanaan

pembelajaran

yang

dijadikan

konsep

percontohan. Oleh karena waktu jualah yang kurang memadai, maka kepada
masing-masing guru, supervisor memberikan tenggang waktu untuk memikirkan
setiap tuntutan rencana pelaksanaan pembelajaran di rumah. Menutup kegiatan
dikusi ini, kepala sekolah menetapkan waktu pelaksanaan supervisi kelas untuk
masing-masing guru, seperti tertera pada uraian di bawah.
3)

Menetapkan waktu pelaksanaan supervisi kelas, seperti rincian berikut.


(a) Pada tanggal 21 Maret 2014, supervisi kelas ditujukan untuk memberikan
bantuan kepada saudari Ronenti Gurning yang mengajar di kelas I, saudari
Nurmalina Panjaitan yang mengajar di kelas II, dan saudari Lamria Silalahi
yang mengajar di kelas III.
(b) Pada tanggal 22 Maret 2014, supervisi kelas ditujukan untuk memberikan
bantuan kepada saudari Reni Manurung yang mengajar di kelas IV. Saudari
Erna Sulastri Sigalingging yang mengajar di kelas V, saudari Elly Sari Pasaribu
yang mengajar di kelas VI.

4)

Menetapkan kriteria keberhasilan supervisi kelas pada siklus I dapat

meningkatkan kemampuan guru dalam mengelola proses pembelajaran, dengan


ketentuan sebagai berikut:
(a)
(b)
(c)
(d)

meningkatnya kemampuan guru dalam merencanakan pembelajaran;


meningkatnya kemampuan guru dalam melaksanakan pembelajaran;
meningkatnya kemampuan guru dalam melaksanakan evaluasi pembelajaran;
meningkatnya kemampuan guru dalam menindaklanjuti hasil belajar siswa setelah
mengikuti pembelajaran.

13
5)

Menyusun instrumen yang diperlukan, seperti:

(a)

lembar observasi untuk menilai kemampuan guru dalam merencanakan

(b)

pembelajaran;
lembar observasi

(c)

pembelajaran;
lembar observasi untuk menilai kemampuan guru dalam mengevaluasi kemampuan

(d)

siswa dalam memenuhi setiap tuntutan pembelajaran;


lembar observasi untuk menilai kemampuan guru dalam menindaklanjuti hasil

(e)

belajar siswa dalam mencapai kriteria ketuntasan minimal yang telah ditetapkan;
lembar wawancara dengan guru dan siswa.

b.

Pelaksanaan

untuk menilai

kemampuan

guru dalam melaksanakan

Pelaksanaan tindakan berlangsung sesuai dengan waktu yang telah ditentukan.


Adapun deskripsi pelaksanaannya, sebagai berikut.
Pada tanggal 21 April 2014, penulis mengadakan supervisi kelas untuk membantu
saudari Ronenti Gurning yang mengajar di kelas . Sebagai supervisor, penulis datang lebih
dulu ke sekolah. Sebelumnya sudah ada konteks dengan yang bersangkutan, agar datang ke
sekolah 20 menit sebelum jam pelajaran. Sesuai dengan waktu yang telah ditentukan, yang
bersangkutan pun tiba, kemudian menemui penulis di ruang kerja. Tanpa membuang
waktu, langsung saja penulis berdiskusi dengan yang bersangkutan. Selama lebih kurang
10 menit, barulah diperoleh kesepakatan untuk melaksanakan pembelajaran sesuai dengan
rencana yang telah dipersiapkan. Namun sebelumnya, penulis bersama yang bersangkutan
mempersiapkan dulu kondisi kelas, agar menunjang pelaksanaan pembelajaran.
Setelah tiba waktunya jam pelajaran di mulai, penulis dan saudari Ronenti Gurning
memasuki ruang kelas I. Seluruh siswa tampak menyambut dengan hangat, tentunya
karena suasana pada hari ini sedikit agak berbeda dengan suasana sebelumnya. Saudari

Ronenti Gurning mulai membuka kegiatan pembelajaran dengan memimpin berdoa


sebelum belajar. Selesai berdoa, yang bersangkutan dengan penulis mengondisikan siswa,
agar memahami tujuan pembelajaran dan cara belajar untuk mencapainya. Memasuki
kegiatan inti pembelajaran, penulis mulai memperhatikan, mencatat, dan menilai aktivitas
guru dan siswa. Hal ini terus dilakukan hingga akhir kegiatan pembelajaran.

14
Pada tanggal 21 April 2014, penulis mengadakan supervisi kelas untuk memberikan
bantuan berupa bimbingan pelaksanaan pembelajaran kepada saudari Nurmalina Panjaitan
yang mengajar di kelas II. Penulis dan yang bersangkutan tiba di sekolah sekitar 30 menit
sebelum jam pelajaran di mulai. Sebelum pembelajaran di mulai, penulis dengan saudari
Nurmalina Panjaitan mengadakan diskusi terkait dengan kompetensi dasar yang harus
dikuasai siswa dan model pembelajaran yang sudah direncanakan untuk menyiasati
ketercapaiannya kompetensi dasar tersebut oleh siswa. Tidak sedikit masukan dan suport
yang penulis berikan kepadanya, dengan tujuan menyemangati dan agar pada saat
pelaksanaannya tidak terkesan kaku dengan kehadiran penulis di kelas.
Tiba waktunya jam pelajaran di mulai, penulis dan saudari Lamria Silalahi
memasuki ruang kelas III. Sebelum memasuki ruangan, kami menyampaikan salam, yang
dijawab dengan baik oleh seluruh siswa. Saudari Lamria Silalahi mengawali pembelajaran
dengan doa bersama sebelum belajar. Seluruh siswa tampak berdoa dengan hidmat.
Selesai kegiatan berdoa, yang bersangkutan dan penulis berusaha mengondisikan siswa,
agar dalam kondisi siap belajar. Barulah setelah itu, yang bersangkutan menjelaskan tujuan
pembelajaran dan cara belajar untuk mencapainya. Mengakhiri kegiatan awal, beliau dan
penulis memotivasi siswa dengan cara akan memberi reward dan punishment yang
setimpal.
Proses kegiatan inti pembelajaran pun berlangsung di bawah kendali saudari
Lamria Silalahi. Kadang-kadang penulis membantu membimbing dan mengarahkan siswa
pada hal-hal yang diinginkan dalam pembelajaran. Dalam pada itu, penulis
memperhatikan, mencatat, dan menilai aktivitas yang bersangkutan dan siswa. Hal ini
berlangsung hingga kegiatan pembelajaran berakhir.
Demikian pun dengan supervisi kelas berikutnya, dilaksanakan dilaksanakan pada
tanggal 22 April 2014 Kepada masing-masing guru (Reni Manurung, Erna Sulastri

Sigalingging, Elly Sari Pasaribu), penulis berusaha sekemampuan membina, seperti halnya
yang dilakukan kepada beberapa orang guru sebelumnya. Ketika masing-masing sedang
berinteraksi dengan siswa, penulis membantu, mengarahkan, dan turut serta memotivasi
siswa. Selain itu, penulis pun memperhatikan dengan seksama aktivitas guru dan siswa,
serta mencatat hal-hal penting dan menilainya pada lembar observasi.

15
c.

Observasi
Observasi dilakukan oleh penulis sejak awal hingga akhir kegiatan pembelajaran

dilaksanakan oleh guru dan siswa. Berdasarkan hasil observasi diperoleh beberapa catatan
serta hasil penilaian terhadap kemampuan masing-masing guru. Berikut ini ringkasnya
hasil catatan dan penilaian tersebut.
1)

Saudara Ronenti Gurning mengawali pembelajaran dengan sebuah rencana yang


terdiri atas komponen-komponen berikut: (1) standar kompetensi, (2) kompetensi
dasar, (3) indikator hasil belajar, (4) tujuan pembelajaran, (5) materi pokok, (6)
model pembelajaran (pendekatan, metode, dan teknik), (7) langkah-langkah
kegiatan pembelajaran, (8) alat dan sumber pembelajaran, dan (9) penilaian
pembelajaran. Untuk komponen 1, 2, 3, dan 4 sudah dirumuskan dengan baik. Oleh
karena itu yang bersangkutan dinilai mampu memenuhi tuntutan ini. Untuk
komponen materi pokok, dinilai kurang untuk memenuhi tuntutan tujuan
pembelajaran. Pemilihan model pembelajaran (pendekatan, metode, dan teknik),
sudah dilakukan, meski akurasinya untuk mencapai tujuan pembelajaran masih
disangsikan. Barulah dalam menjabarkan langkah-langkah pembelajaran dinilai
kurang mampu mengaktualisasikan karakter, tahapan eksplorasi, elaborasi, dan
konfirmasi. Demikian pun dalam penilaian pembelajaran, tidak mencantum
prosedur dan pedoman penilaian yang jelas,kriteria yang tepat untuk menentukan
batas minimal tuntas. Lebih jelasnya catatan dan hasil penilaian itu tertuang pada
tabel1 (terlampir) observasi berikut.
Tabel 1 Penilaian Kemampuan Merencanakan Pembelajaran
Nilai
No. Komponen yang Dinilai
1
2
3
4
1 Rumusan Standar Kompetensi

2 Rumusan Kompetensi Dasar

3
4
5
6

Rumusan Indikator Hasil Belajar


Rumusan Tujuan Pembelajaran
Rumusan Materi Pokok
Rumusan Model Pembelajaran (Pendekatan, Metode,
Teknik)
7 Rumusan Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran
8 Rumusan Alat dan Sumber Pembelajaran
9 Rumusan Penilaian Pembelajaran
Jumlah Nilai
Rata-rata Nilai
16

27
3

Keterangan:
Nilai 1 : Tidak Mampu
Nilai 2 : Kurang Mampu
Nilai 3 : Cukup Mampu
Nilai 4 : Mampu
Selain itu, kemampuan yang bersangkutan pun dalam melaksanakan pembelajaran,
mengevaluasi, dan menindaklanjuti hasilnya pun dinilai secara objektif. Ada beberapa
catatan penting terkait dengan hasil observasi terhadap substansi tersebut, yakni sebagai
berikut.
a)

Pelaksanaan pembelajaran masih didominasi guru. Hal ini mungkin karena sudah
terbiasa gaya mengajarnya seperti. Kemungkinan lainnya, yang bersangkutan
sepertinya belum terbiasa dengan langkah-langkah membelajarkan siswa berdasarkan
model pembelajaran yang dipilihnya. Oleh karena, kurang terjadi proses
pembentukan karakter siswa, seperti yang diharapkan. Demikian pun dalam
membelajarkan siswa pada eksplorasi, elaborasi, dan konfirmasi, sepertinya terlewati

b)

begitu saja dengan kebiasaan fokus pada penyajian materi ajar.


Evaluasi pembelajaran dilaksanakan sesuai dengan rencana, meski tidak ditentukan
dalam rencana tersebut bahwa prosedur penilaiannya menggunakan prosedur
penilaian hasil belajar. Hasil evaluasi yang menunjukkan kemampuan siswa setelah
mengikuti pembelajaran tidak dinilai berdasarkan pedoman dan kriteria yang jelas.
Oleh karena itu, sulit untuk menentukan nilai akhir yang diperoleh siswa sebagai

c)

bukti kemampuannya dalam memenuhi setiap tuntutan pembelajaran.


Hasil belajar siswa yang menunjukkan tingkat keberhasilan pengelolaan proses
pembelajaran, saat itu tidak sempat ditindaklanjuti yang disebabkan oleh waktu
pembelajaran sudah berakhir. Untuk mengetahui hal ini, yang bersangkutan
bersepakat dengan penulis akan menganalisisnya pada saat refleksi.

Lebih jelasnya mengenai nilai yang diberikan penulis pada saat observasi terhadap
setiap substansi di atas, tertuang dalam tabel 2 (terlampir) berikut.

17
Tabel 2 Penilaian Kemampuan Melaksanakan Pembelajaran,
Evaluasi, dan Menindaklanjuti Hasilnya
No.

Indikator Kemampuan yang Dinilai


1

1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13

Membuka kegiatan pendahuluan


Mengelola kegiatan eksplorasi
Mengelola kegiatan elaborasi
Mengelola kegiatan konfirmasi
Menumbuhkembangkan karakter
Pendayagunaan alat dan sumber
Mengelola evaluasi
Menindaklanjuti hasil evaluasi
Menutup kegiatan pembelajaran
Pemanfaatan waktu dalam setiap kegiatan
Menjelaskan materi ajar disertai contoh
Membimbing dan mengarahkan siswa secara aktif
dalam pembelajaran
Memberi solusi terhadap setiap kesulitan siswa
Jumlah Nilai
Rata-rata Nilai

Nilai
2
3

31
2,38

Keterangan:
Nilai 1 : Tidak Mampu
Nilai 2 : Kurang Mampu
Nilai 3 : Cukup Mampu
Nilai 4 : Mampu
2)

Saudari Nurmalina Panjaitan, dalam mengelola proses pembelajaran diawali

dengan sebuah rencana yang terdiri atas komponen-komponen berikut: (1) standar
kompetensi, (2) kompetensi dasar, (3) indikator hasil belajar, (4) tujuan pembelajaran, (5)
materi pokok, (6) model pembelajaran (pendekatan, metode, dan teknik), (7) langkahlangkah kegiatan pembelajaran, (8) alat dan sumber pembelajaran, dan (9) penilaian
pembelajaran. Dalam merumuskan komponen 1, 2, 3, dan 4, yang bersangkutan

dinilai

18
cukup mampu. Lain halnya dengan komponen materi pokok, kurang mampu dirumuskan
dalam uraian yang jelas, serta kurang disertai contoh yang konkret. Demikian pun dalam
pemilihan model pembelajaran (pendekatan, metode, dan teknik), sepertinya antara
pendekatan, metode, dan teknik kurang sesuai. Terlebih lagi bila dikaitkan dengan tujuan
pembelajaran, karakter yang diinginkan, dan karakteristik siswa. Selain itu, dalam
komponen langkah-langkah pembelajaran dinilai kurang mengakomodir proses belajar
siswa pada tahapan eksplorasi, elaborasi, dan konfirmasi. Komponen lainnya yang dinilai
masih kurang direncanakan dengan baik, yaitu teknis penilaian. Adapun hasil penilaian
komponen-komponen tersebut secara keseluruhan, seperti tertuang pada tabel 3 (terlampir)
berikut.
Tabel 3 Penilaian Kemampuan Merencanakan Pembelajaran
No.
1
2
3
4
5
6

Komponen yang Dinilai


Rumusan Standar Kompetensi
Rumusan Kompetensi Dasar
Rumusan Indikator Hasil Belajar
Rumusan Tujuan Pembelajaran
Rumusan Materi Pokok
Rumusan Model Pembelajaran (Pendekatan,

Metode, Teknik)
7
Rumusan Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran
8
Rumusan Alat dan Sumber Pembelajaran
9
Rumusan Penilaian Pembelajaran
Jumlah Nilai
Rata-rata Nilai
Keterangan:
Nilai 1

: Tidak Mampu

Nilai 2

: Kurang Mampu

Nilai 3

: Cukup Mampu

Nilai 4

: Mampu

Nilai
2 3

24
2,67

19
Substansi lainnya yang dinilai dari kemampuan saudari Nurmalina Panjaitan, yaitu
dalam melaksanakan pembelajaran, mengevaluasi, dan menindaklanjuti hasilnya. Ada
beberapa catatan penting terkait dengan hasil observasi terhadap substansi tersebut, yakni
sebagai berikut.

(a)

(b)

(c)

Pelaksanaan pembelajaran masih berfokus pada penyajian materi ajar. Padahal model
pembelajaran yang digunakan lebih menitikberatkan pada aktivitas belajar siswa.
Pemberdayaan siswa dalam mengeksplorasi, mengelaborasi, dan mengkonfirmasi
kurang mendapat perhatian yang serius. Hal ini lebih disebabkan oleh kebiasaan
sebelumnya, di mana pusat belajar siswa pada guru bukan pada proses mandiri dan
kerjasasama. Tidak heran kalau kemudian siswa hanya duduk, dengar, catat, dan
hafalkan (DDCH) bukan CBSA (ke cara belajar siswa aktif).
Evaluasi pembelajaran hanya dilaksanakan di akhir pembelajaran. Di awal
pembelajaran tidak ada evaluasi. Itu sebabnya kemajuan siswa dalam belajar kurang
terukur. Paling tidak dengan adanya tes awal dan tes akhir, tingkat kemajuannya
dapat diketahui.
Hasil belajar siswa di akhir pembelajaran tidak sempat ditindaklanjuti, karena waktu
lebih banyak tersita untuk penyajian meteri ajar.Itu sebabnya untuk menentukan
upaya tindak lanjut yang tepat, terpaksa harus menunggu hasil refleksi.
Untuk mengetahui nilai kemampuan yang bersangkutan terkaitan dengan setiap

indikator di atas, dapat dilihat pada tabel 4 (terlampir) berikut.


Tabel 4 Penilaian Kemampuan Melaksanakan Pembelajaran, Evaluasi,
dan Menindaklanjuti Hasilnya
No.
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11

Indikator Kemampuan yang Dinilai


Membuka kegiatan pendahuluan
Mengelola kegiatan eksplorasi
Mengelola kegiatan elaborasi
Mengelola kegiatan konfirmasi
Menumbuhkembangkan karakter
Pendayagunaan alat dan sumber
Mengelola evaluasi
Menindaklanjuti hasil evaluasi
Menutup kegiatan pembelajaran
Pemanfaatan waktu dalam setiap kegiatan
Menjelaskan materi ajar disertai contoh

Nilai
2 3

20
12

Membimbing dan mengarahkan siswa secara aktif dalam


pembelajaran
13 Memberi solusi terhadap setiap kesulitan siswa
Jumlah
Rata rata
Keterangan:
Nilai 1 : Tidak Mampu
Nilai 2

: Kurang Mampu

Nilai 3

: Cukup Mampu

28
2,15

Nilai 4
3)

: Mampu
Saudari Lamria Silalahi, mengawali pengelolaan proses pembelajaran dari sebuah

rencana yang terdiri atas komponen-komponen berikut: (1) standar kompetensi, (2)
kompetensi dasar, (3) indikator hasil belajar, (4) tujuan pembelajaran, (5) materi pokok, (6)
model pembelajaran (pendekatan, metode, dan teknik), (7) langkah-langkah kegiatan
pembelajaran, (8) alat dan sumber pembelajaran, dan (9) penilaian pembelajaran. Untuk
komponen 1, 2, 3, dan 4, sudah dirumuskan dengan baik. Oleh karena itu, yang
bersangkutan dinilai mampu merumuskan keempat komponen tersebut. Berbeda dengan
komponen materi pokok, yang bersangkutan dinilai kurang mampu. Harusnya komponen
ini dirumuskan dalam uraian yang jelas, yang disertai contoh konkret untuk memudahkan
pemahaman siswa. Sama halnya dengan mengupayakan komponen model pembelajaran
(pendekatan, metode, dan teknik), alat dan sumber pembelajaran, serta penilaian
pembelajaran, yang bersangkutan dinilai kurang mampu.Lebih jelasnya mengenai hasil
penilaian penulis terhadap komponen-komponen tersebut dituangkan pada tabel 5
(terlampir) berikut.
Tabel 5 Penilaian Kemampuan Merencanakan Pembelajaran
No.
1
2
3
4
5
6

Komponen yang Dinilai


Rumusan Standar Kompetensi
Rumusan Kompetensi Dasar
Rumusan Indikator Hasil Belajar
Rumusan Tujuan Pembelajaran
Rumusan Materi Pokok
Rumusan Model Pembelajaran (Pendekatan, Metode,
Teknik)
7 Rumusan Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran
8 Rumusan Alat dan Sumber Pembelajaran
9 Rumusan Penilaian Pembelajaran
Jumlah Nilai
Rata-rata Nilai
21

Nilai
1 2 3
4

22
2,44

Keterangan:
Nilai 1 : Tidak Mampu
Nilai 2 : Kurang Mampu
Nilai 3 : Cukup Mampu
Nilai 4 : Mampu
Selain menilai kemampuannya dalam merencanakan pembelajaran, penulis pun
menilai kemampuannya dalam melaksanakan pembelajaran, mengevaluasi, dan
menindaklanjuti hasilnya. Beberapa catatan penting yang dapat direkomendasikan untuk
memperkuat hasil penilaian tersebut, yakni sebagai berikut.

(a)

Fokus pembelajaran masih pada materi ajar, bukan pada siswa supaya belajar
mengalami sendiri, baik secara individu maupun kelompok. Di mana kegiatan belajar
siswa pada tahap eksplorasi, elaborasi, dan konfirmasi, tidak diketahui. Hal ini
karena pelaksanaan pembelajaran kurang berpedoman pada rencana. Tidak tampak
antarsiswa saling belajar, sebagaimana model pembelajaran yang diupayakan yang
bersangkutan.
(b) Evaluasi pembelajaran hanya dilaksanakan di akhir pembelajaran. Di awal
pembelajaran tidak ada evaluasi. Itu sebabnya kemajuan siswa dalam belajar kurang
terukur. Paling tidak dengan adanya tes awal dan tes akhir, tingkat kemajuannya
dapat diketahui.
(c) Hasil belajar siswa di akhir pembelajaran tidak sempat ditindaklanjuti, karena waktu
lebih banyak tersita untuk penyajian meteri ajar. Itu sebabnya untuk menentukan
upaya tindak lanjut yang tepat, terpaksa harus menunggu hasil refleksi.
Bertolak dari beberapa catatan di atas, penulis memberikan penilaian terhadap
kemampuan yang bersangkutan, seperti tertuang pada tabel 6 (terlampir) berikut.
Tabel 6 Penilaian Kemampuan Melaksanakan Pembelajaran,
Evaluasi, dan Menindaklanjuti Hasilnya
Nilai
No. Indikator Kemampuan yang Dinilai
1 2 3 4
1 Membuka kegiatan pendahuluan

2 Mengelola kegiatan eksplorasi

3 Mengelola kegiatan elaborasi

4 Mengelola kegiatan konfirmasi

5 Menumbuhkembangkan karakter

6 Pendayagunaan alat dan sumber

7 Mengelola evaluasi

8 Menindaklanjuti hasil evaluasi

9 Menutup kegiatan pembelajaran

10 Pemanfaatan waktu dalam setiap kegiatan

11 Menjelaskan materi ajar disertai contoh

12 Membimbing dan mengarahkan siswa secara aktif dalam

pembelajaran
13 Memberi solusi terhadap setiap kesulitan siswa

Jumlah Nilai
28
Rata-rata Nilai
2,15

22
Keterangan:
Nilai 1 : Tidak Mampu
Nilai 2 : Kurang Mampu
Nilai 3 : Cukup Mampu
Nilai 4 : Mampu

4) Saudari Reni Manurung, dalam menyusun rencana pembelajaran, berpatokan pada


ketentuan umum tentang komponen-komponen rencana pembelajaran beorientasi KTSP,
yang sekurang-kurangnya terdiri atas komponen: (1) standar kompetensi, (2) kompetensi
dasar, (3) indikator hasil belajar, (4) tujuan pembelajaran, (5) materi pokok, (6) model
pembelajaran

(pendekatan,

metode,

dan

teknik),

(7)

langkah-langkah

kegiatan

pembelajaran, (8) alat dan sumber pembelajaran, dan (9) penilaian pembelajaran. Dari
kesembilan komponen tersebut, empat komponen dinilai sudah benar, yakni komponen 1,
2, 3, dan 4. Sementara itu dalam merumuskan komponen materi pokok, komponen model
pembelajaran (pendekatan, metode, dan teknik), komponen langkah-langkah pembelajaran,
komponen alat dan sumber pembelajaran, komponen penilaian pembelajaran, yang
bersangkutan dinilai kurang mampu. Adapun hasil penilaian penulis terhadap
kemampuannya dalam merumuskan komponen-komponen tersebut dituangkan pada tabel
7 (terlampir) berikut.
Tabel 7 Penilaian Kemampuan Merencanakan Pembelajaran
No. Komponen yang Dinilai
1 Rumusan Standar Kompetensi
2 Rumusan Kompetensi Dasar
3 Rumusan Indikator Hasil Belajar
4 Rumusan Tujuan Pembelajaran
5 Rumusan Materi Pokok
6 Rumusan Model Pembelajaran (Pendekatan, Metode, Teknik)
7 Rumusan Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran
8 Rumusan Alat dan Sumber Pembelajaran
9 Rumusan Penilaian Pembelajaran
Jumlah Nilai
Rata-rata Nilai
23

Nilai
2 3

22
2,44

Keterangan:
Nilai 1 : Tidak Mampu
Nilai 2 : Kurang Mampu
Nilai 3 : Cukup Mampu
Nilai 4 : Mampu
Kemampuan lainnya yang turut dinilai dari yang bersangkutan, yakni kemampuan
melaksanakan pembelajaran, mengevaluasi, dan menindaklanjuti hasilnya. Ada sejumlah
catatan penting untuk dijadikan bahan pertimbangan penilaian dan refleksi atas
kemampuan yang bersangkutan, seperti tertuang pada tabel berikut.
(a) Pembelajaran masih berpusat pada guru dan materi ajar bukan pada siswa untuk
mengalami segala ketentuan yang diinginkan dalam pembelajaran. Ketiga tahapan

penting dalam proses tersebut, seperti halnya eksplorasi, elaborasi, dan konfirmasi,
sama sekali tidak disentuh.
(b) Pelaksanaan evaluasi pembelajaran dilakukan hanya di akhir. Padahal dalam rencana
disebutkan akan dilakukan penilaian proses (di awal) dan penilaian hasil (di akhir).
Oleh karena itu, kemajuan siswa sulit diukur.
(c) Hasil evaluasi yang menunjukkan keberhasilan pengelolaan proses pembelajaran tidak
segera ditindaklanjuti, yang disebabkan oleh ruang waktunya yang tidak tersedia. Itu
sebabnya untuk menentukan upaya tindak lanjut yang tepat, terpaksa harus menunggu
hasil refleksi.
Guna melengkapi catatan di atas, pada tabel 8 (terlampir) disajikan hasil penilaian
penulis pada saat mensupervisi yang bersangkutan terkait dengan substansi di atas.
Tabel 8 Penilaian Kemampuan Melaksanakan Pembelajaran, Evaluasi, dan
Menindaklanjuti Hasilnya
Nilai
No. Indikator Kemampuan yang Dinilai
1 2 3 4
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12

Membuka kegiatan pendahuluan


Mengelola kegiatan eksplorasi
Mengelola kegiatan elaborasi
Mengelola kegiatan konfirmasi
Menumbuhkembangkan karakter
Pendayagunaan alat dan sumber
Mengelola evaluasi
Menindaklanjuti hasil evaluasi
Menutup kegiatan pembelajaran
Pemanfaatan waktu dalam setiap kegiatan
Menjelaskan materi ajar disertai contoh
Membimbing dan mengarahkan siswa secara aktif dalam
pembelajaran
13
Memberi solusi terhadap setiap kesulitan siswa
Jumlah Nilai
Rata-rata Nilai

28
2,15

24
Keterangan:
Nilai 1

: Tidak Mampu

Nilai 2

: Kurang Mampu

Nilai 3

: Cukup Mampu

Nilai 4

: Mampu

5) Saudari Erna Sulastri Sigalingging, dalam mengawali proses pembelajaran, tidak jauh
berbeda dengan guru yang lainnya. Yang bersangkutan mengawalinya dari sebuah rencana,
yang di dalamnya terdapat beberapa komponen berikut: (1) standar kompetensi, (2)
kompetensi dasar, (3) indikator hasil belajar, (4) tujuan pembelajaran, (5) materi pokok, (6)

model pembelajaran (pendekatan, metode, dan teknik), (7) langkah-langkah kegiatan


pembelajaran, (8) alat dan sumber pembelajaran, dan (9) penilaian pembelajaran.
Kemampuannya dalam hal ini sama halnya dengan guru lain, baru pada beberapa
komponen seperti komponen 1, 2, 3, dan 4. Dalam komponen lainnya, seperti komponen
materi pokok, komponen model pembelajaran (pendekatan, metode, dan teknik), alat dan
sumber pembelajaran, serta penilaian pembelajaran, dinilai kurang mampu. Atas dasar itu,
penulis memberikan penilaian sebagaimana tertuang pada tabel 9 (terlampir) berikut.
Tabel 9 Penilaian Kemampuan Merencanakan Pembelajaran
No. Komponen yang Dinilai
1 Rumusan Standar Kompetensi
2 Rumusan Kompetensi Dasar
3 Rumusan Indikator Hasil Belajar
4 Rumusan Tujuan Pembelajaran
5 Rumusan Materi Pokok
6 Rumusan Model Pembelajaran (Pendekatan, Metode, Teknik)
7 Rumusan Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran
8 Rumusan Alat dan Sumber Pembelajaran
9 Rumusan Penilaian Pembelajaran
Jumlah Nilai
Rata-rata Nilai

Nilai
1 2 3 4

22
2,44

25
Keterangan:
Nilai 1 : Tidak Mampu
Nilai 2 : Kurang Mampu
Nilai 3 : Cukup Mampu
Nilai 4 : Mampu
Selain

itu,

yang

bersangkutan

pun

masih

dinilai

kurang

mampu

mengimplementasikan setiap langkah kegiatan berdasarkan pada model pembelajaran yang


dipilihnya untuk menyiasati siswa agar belajar lebih bermakna dan berhasil mencapai
tujuan yang diinginkan. Untuk memperkuat hasil penilaian tersebut, berikut ini disertakan
beberapa catatan penting yang dibuat penulis pada saat melaksanakan observasi.
(a)

Implementasi langkah kegiatan yang sudah direncanakan berdasarkan tuntutan model


pembelajaran tertentu, tidak tampak sama sekali, baik pada tahapan eksplorasi,
elaborasi, maupun konfirmasi. Demikian pun dengan proses pembentukan karakter

yang diinginkan, terisolir oleh karena fokus pada sajian materi ajar. Guru sebagai
pusat belajar, tampak lebih dominan daripada siswa mengalami proses belajar yang
(b)

sesungguhnya.
Kegiatan evaluasi pembelajaran lebih ditujukan pada pengukuran aspek kognitif
ketimbang aspek afektif dan psikomotor. Padahal ketiga ranah ini merupakan target
bidikan setiap kali proses pembelajaran di kelas. Kegiatan ini pun hanya dilakukan di
akhir pembelajaran. Sementara di awal pembelajaran, tidak dilakukan. Oleh karena
itu, sulit ditentukan tingkat kemajuan yang sudah dicapai siswa, karena tidak ada

(c)

pembanding.
Hasil evaluasi yang merupakan bukti keberhasilan proses pembelajaran yang telah
berlangsung, belum sempat mendapatkan perhatian, karena waktu sudah tidak
memungkinkan. Apalagi sampai pada upaya menindaklanjutinya. Jika demikian,
upaya tindak lanjut ke depan belum dapat diketahui karena untuk itu terpaksa harus
menunggu hasil refleksi.
Bertolak dari catatan di atas, kepada yang bersangkutan, penulis memberikan nilai

seperti tertuang pada tabel 10 (terlampir) berikut.

26
Tabel 10 Penilaian Kemampuan Melaksanakan Pembelajaran, Evaluasi, dan
Menindaklanjuti Hasilnya
Nilai
No. Indikator Kemampuan yang Dinilai
1
2
3
4
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12

Membuka kegiatan pendahuluan


Mengelola kegiatan eksplorasi
Mengelola kegiatan elaborasi
Mengelola kegiatan konfirmasi
Menumbuhkembangkan karakter
Pendayagunaan alat dan sumber
Mengelola evaluasi
Menindaklanjuti hasil evaluasi
Menutup kegiatan pembelajaran
Pemanfaatan waktu dalam setiap kegiatan
Menjelaskan materi ajar disertai contoh
Membimbing dan mengarahkan siswa secara aktif
dalam pembelajaran

13 Memberi solusi terhadap setiap kesulitan siswa


Jumlah Nilai
Rata-rata Nilai
Keterangan:
Nilai 1

: Tidak Mampu

Nilai 2

: Kurang Mampu

Nilai 3

: Cukup Mampu

Nilai 4

: Mampu

28
2,15

6) Saudari Elly Sari Pasaribu, mengawali pengelolaan proses pembelajaran dari sebuah
rencana yang terdiri atas komponen-komponen berikut: (1) standar kompetensi, (2)
kompetensi dasar, (3) indikator hasil belajar, (4) tujuan pembelajaran, (5) materi pokok, (6)
model pembelajaran (pendekatan, metode, dan teknik), (7) langkah-langkah kegiatan
pembelajaran, (8) alat dan sumber pembelajaran, dan (9) penilaian pembelajaran.

27
Untuk komponen 1, 2, 3, dan 4, sudah dirumuskan dengan baik. Oleh karena itu,
yang bersangkutan dinilai mampu merumuskan keempat komponen tersebut. Berbeda
dengan komponen materi pokok, yang bersangkutan dinilai kurang mampu. Harusnya
komponen ini dirumuskan dalam uraian yang jelas, yang disertai contoh konkret untuk
memudahkan pemahaman siswa. Sama halnya dengan mengupayakan komponen model
pembelajaran (pendekatan, metode, dan teknik), alat dan sumber pembelajaran, serta
penilaian pembelajaran, yang bersangkutan dinilai kurang mampu. Lebih jelasnya
mengenai hasil penilaian penulis terhadap komponen-komponen tersebut dituangkan pada
tabel 11 (terlampir) berikut.
Tabel 11 Penilaian Kemampuan Merencanakan Pembelajaran
No.
1
2
3
4
5
6

Komponen yang Dinilai


Rumusan Standar Kompetensi
Rumusan Kompetensi Dasar
Rumusan Indikator Hasil Belajar
Rumusan Tujuan Pembelajaran
Rumusan Materi Pokok
Rumusan Model Pembelajaran (Pendekatan, Metode,

7
8

Teknik)
Rumusan Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran
Rumusan Alat dan Sumber Pembelajaran

Nilai
1 2 3 4

9 Rumusan Penilaian Pembelajaran


Jumlah Nilai
Rata-rata Nilai

22
2,44

Keterangan:
Nilai 1 : Tidak Mampu
Nilai 2 : Kurang Mampu
Nilai 3 : Cukup Mampu
Nilai 4 : Mampu

28
Selain menilai kemampuannya dalam merencanakan pembelajaran, penulis pun
menilai kemampuannya dalam melaksanakan pembelajaran, mengevaluasi, dan
menindaklanjuti hasilnya. Beberapa catatan penting yang dapat direkomendasikan untuk
memperkuat hasil penilaian tersebut, yakni sebagai berikut.
(a) Fokus pembelajaran masih pada materi ajar, bukan pada siswa supaya belajar
mengalami sendiri, baik secara individu maupun kelompok. Di mana kegiatan belajar
siswa pada tahap eksplorasi, elaborasi, dan konfirmasi, tidak diketahui. Hal ini
karena pelaksanaan pembelajaran kurang berpedoman pada rencana. Tidak tampak
antarsiswa saling belajar, sebagaimana model pembelajaran yang diupayakan yang
bersangkutan.
(b) Evaluasi pembelajaran hanya dilaksanakan di akhir pembelajaran. Di awal
pembelajaran tidak ada evaluasi. Itu sebabnya kemajuan siswa dalam belajar kurang
terukur. Paling tidak dengan adanya tes awal dan tes akhir, tingkat kemajuannya
dapat diketahui.
(c) Hasil belajar siswa di akhir pembelajaran tidak sempat ditindaklanjuti, karena waktu
lebih banyak tersita untuk penyajian meteri ajar. Itu sebabnya untuk menentukan
upaya tindak lanjut yang tepat, terpaksa harus menunggu hasil refleksi.
Bertolak dari beberapa catatan di atas, penulis memberikan penilaian terhadap
kemampuan yang bersangkutan, seperti tertuang pada tabel 12 (terlampir) berikut.
Tabel 12 Penilaian Kemampuan Melaksanakan Pembelajaran, Evaluasi, dan
Menindaklanjuti Hasilnya
Nilai
No. Indikator Kemampuan yang Dinilai
1 2 3 4
1 Membuka kegiatan pendahuluan

2 Mengelola kegiatan eksplorasi

3 Mengelola kegiatan elaborasi

4 Mengelola kegiatan konfirmasi

5 Menumbuhkembangkan karakter

6 Pendayagunaan alat dan sumber

7 Mengelola evaluasi

8
9
10
11
12

Menindaklanjuti hasil evaluasi


Menutup kegiatan pembelajaran
Pemanfaatan waktu dalam setiap kegiatan
Menjelaskan materi ajar disertai contoh
Membimbing dan mengarahkan siswa secara aktif dalam
pembelajaran
13 Memberi solusi terhadap setiap kesulitan siswa
Jumlah Nilai
Rata-rata Nilai

28
2,15

29
Keterangan:
Nilai 1

: Tidak Mampu

Nilai 2

: Kurang Mampu

Nilai 3

: Cukup Mampu

Nilai 4

: Mampu

d.

Refleksi
Dalam merefleksi hasil pelaksanaan tindakan siklus I, penulis beserta guru-guru

dan pengawas melaksanakan diskusi. Melalui upaya ini diperoleh suatu kesepakatan
mengenai keberhasilan dan kegagalan siklus I serta upaya untuk mengatasi agar tidak
timbul kegagalan pada hal yang sama di siklus II. Adapun mengenai hal itu, yakni sebagai
berikut.
1)

Setelah siklus I berlangsung, sedikit banyaknya kemampuan guru SD Negeri 081235


Sibolga mengalami peningkatan, baik dalam merencanakan pembelajaran maupun
melaksanakan pembelajaran berlandaskan model pembelajaran yang terpilih oleh
masing-masing. Hal ini setidaknya telah memberi dampak positif terhadap proses

2)

dan hasil belajar siswa.


Suatu hal yang masih dipandang kurang baik dan ini merupakan kegagalan dari
siklus

I,

yakni

kurang

berhasil

meningkatkan

kemampuan

guru

dalam

menumbuhkembangkan karakter yang diinginkan, baik pada saat eksplorasi,


elaborasi, maupun konfirmasi. Hal ini dapat terjadi karena kebiasaan guru dan siswa
dalam kegiatan pembelajaran sebelumnya masih dibawa ke kegiatan pembelajaran
siklus I. Itu sebabnya, aktivitas belajar siswa kurang mencerminkan karakter model
pembelajaran yang dipilih oleh masing-masing guru SD Negeri 081235 Sibolga. Sisi
lainnya yang kurang direncanakan dengan baik oleh masing-masing guru, yaitu

komponen materi pokok pembelajaran, alat dan sumber pembelajaran, dan teknis
penilaian

pembelajaran.

Demikian

pun

dalam

efektivitas

waktu,

perlu

dipertimbangkan agar jangan sampai terjadi lebih banyak digunakan untuk penyajian
materi ajar, sehingga kegiatan-kegiatan lainnya yang sama pentingnya kurang
difasilitasi waktu yang memadai. Akibat dari persoalan ini, sebagian besar siswa
hasil belajarnya kurang mencapai target (dalam hal ini nilai kriteria ketuntasan
minimal (KKM) dari mata pelajaran yang sudah ditentukan sekolah).

30
Untuk mempertahankan dan meningkatkan keberhasilan siklus I, maka pada siklus
II direncanakan tindakan sebagai berikut.
a)

Penulis sebagai kepala sekolah yang bertugas menjadi supervisor harus berusaha
meningkatkan pemahaman guru SD Negeri 081235 Sibolga, baik dalam mengelola
administrasi

perencanaan

pembelajaran,

pelaksanaan

pembelajaran,

evaluasi

pembelajaran, maupun upaya menindaklanjuti hasil pembelajaran.


b) Penulis sebagai kepala sekolah yang bertugas sebagai supervisor harus pula
memotivasi para guru, agar mereka memiliki semangat dan tetap bertanggung jawab
dalam mengelola proses pembelajaran. Cara yang akan ditempuh untuk itu, akan
c)

digunakan sistem pemberian reward dan punishment yang setimpal.


Pada saat proses pembelajaran sedang berlangsung, mulai dari menyusun rencana
pembelajaran, melaksanakan pembelajaran, mengevaluasi, dan menindaklanjuti
hasilnya, penulis sebagai kepala sekolah yang bertugas sebagai supervisor harus selalu
mendampingi para guru, agar tidak terjadi lagi hal-hal yang diharapkan seperti pada
siklus I. Tentunya untuk itu perlu ada waktu. Oleh karena itu, satu minggu sebelum
pelaksanaan siklus II akan digunakan untuk proses pembinaan, yang dilakukan setelah
jam pelajaran efektif berlangsung. Atas dasar itu, kepada semua guru, penulis
memohon kesediaannya agar tidak lantas meninggalkan sekolah. Waktu yang
diperlukan untuk itu lebih kurang 2 jam. Hal ini telah disepakati oleh para guru, tanpa
terkecuali oleh pengawas.

2.

Siklus II
Seperti halnya proses pelaksanaan siklus I, pada siklus II pun menempuh beberapa
tahapan berikut: (1) perencanaan, (2) pelaksanaan, (3) observasi, dan (4) refleksi. Untuk

menggambarkan aktivitas pelaksana tindakan dan subjek, serta aktivitas pengamat untuk
mendapatkan data yang diharapkan, perlu dibuat deskripsinya, yakni sebagai berikut.
a.

Perencanaan
Dalam merencanakan tindakan siklus II, peneliti, guru, dan pengawas bersandar

pada hasil refleksi siklus I. Adapun hasilnya, meliputi:


1)

Supervisi kelas pada siklus II harus ditujukan pada upaya pemulihan pemahaman
guru SD Negeri 081235 Sibolga terhadap hal-hal yang kurang mampu dipenuhi, baik

31
terkait dengan beberapa komponen perencanaan pembelajaran maupun tahapantahapan penting dalam melaksanakan pembelajaran yang didasarkan pada suatu
model pembelajaran terpilih. Dalam rangka itu, penulis sebagai supervisor
merencanakan tindakan sebagai berikut:
a)

Berusaha meningkatkan pemahaman guru terhadap beberapa komponen rencana


pembelajaran yang diketahui kurang mampu dipenuhinya dengan baik. Dalam
rangka itu, peneliti mengalokasikan waktu khusus. Untuk mempermudah
pamahaman guru, maka dibuatlah beberapa contoh rumusan komponen tersebut

b)

yang didasarkan pada ketentuan model pembelajaran terpilih.


Lebih bersahabat, baik dengan guru maupun siswa yang sedang berusaha secara

c)

sungguh-sungguh memenuhi setiap tuntutan pembelajaran.


Memotivasi guru dan siswa dengan cara akan memberikan reward dan
punishment yang setimpal. Reward yang akan diberikan kepada guru dan siswa
ketika mereka berlaku sesuai dengan harapan, bukan saja berupa pujian tetapi juga
materi yang setimpal. Demikian pun jika satu sama lain kurang berhasil
mengupayakan tercapainya perubahan perilaku yang diharapkan, bukan hanya
sangsi berupa teguran tetapi juga nilai prestasi tidak akan ditingkatkan.

2)

Supervisi kelas siklus II akan dilaksanakan pada bulan Juli 2011. Adapun waktu yang
direncanakan untuk masing-masing guru, seperti pada rincian berikut.

Pada tanggal 28 Maret 2014, supervisi kelas ditujukan untuk memberikan bantuan
kepada saudari Ronenti Gurning yang mengajar di kelas I, saudari Nurmalina
Panjaitan yang mengajar di kelas II, dan saudari Lamria Silalahi yang mengajar di
kelas III.

Pada tanggal 29 Maret 2014, supervisi kelas ditujukan untuk memberikan bantuan
kepada saudari Reni Manurung yang mengajar di kelas IV. Saudari Erna Sulastri
Sigalingging yang mengajar di kelas V, saudari Elly Sari Pasaribu yang mengajar di
kelas VI.

3)

Pada supervisi kelas siklus II tidak megubah target yang diinginkan, karena kriteria
keberhasilannya masih tertuju pada hal-hal yang diupayakan, seperti:

a)

setiap guru tidak lagi mengalami kesulitan dalam merencanakan pembelajaran,


terutama dalam merumuskan beberapa komponen tertentu yang sebelumnya
diketahui kurang mampu dipenuhinya, serta meningkatkan pemahamannya terhadap
32
arti penting tahapan ini guna mewujudkan proses pembelajaran yang didasarkan pada

b)

model pembelajaran terpilih;


setiap guru tidak lagi mengalami kesulitan dalam membelajarkan siswa, baik pada
tahap eksplorasi, elaborasi, maupun konfirmasi, dan hal ini terbukti memberi dampak

c)

positif pada tumbuhkembangnya karakter yang dinginkan;


setiap guru tidak lagi mengalami kesulitan dalam menentukan prosedur evaluasi dan

d)

bahkan dalam implementasinya pun dapat berlangsung seperti yang diharapkan;


meningkatnya aktivitas siswa dalam belajar dan hasil belajarnya lebih baik dari
siklus sebelumnya, baik dilihat dari aspek kognitif, afektif, maupun psikomotor.

4)

Pada supervisi kelas siklus II, masih menggunakan instrumen sejenis dengan siklus I,
yakni:

a)

lembar

observasi

untuk

menilai

kemampuan

guru

dalam

merencanakan

b)

pembelajaran;
lembar observasi

untuk

menilai

kemampuan

guru

dalam

melaksanakan

c)

pembelajaran;
lembar observasi untuk menilai kemampuan guru dalam mengevaluasi kemampuan

d)

siswa dalam memenuhi setiap tuntutan pembelajaran;


lembar observasi untuk menilai kemampuan guru dalam menindaklanjuti hasil

e)

belajar siswa dalam mencapai kriteria ketuntasan minimal yang telah ditetapkan;
lembar wawancara dengan guru dan siswa.

b.

Pelaksanaan
Memasuki kegiatan inti pelaksanaan supervisi kelas siklus II, baik peneliti maupun

guru saling berusaha membangun karakter yang diinginkan. Sejak awal hingga akhir
kegiatan ini berlangsung, baik peneliti maupun guru tidak lagi menghadapi hambatan
seperti pada siklus sebelumnya. Bersamaan dengan itu, perilaku siswa pun bergeser ke arah
karakter yang dinginkan.

Bersama saudari Ronenti Gurning, segala sesuatunya yang akan menunjang


pelaksanaan pembelajaran dapat diupayakan. Mulai dari pemenuhan komponen rencana
pembelajaran hingga dalam memenuhi tahapan-tahapan penting dalam pembelajaran,
seperti tumbuhkembangnya karakter guru dan siswa pada saat eksplorasi, elaborasi, dan
konfirmasi, tidak terkendalai oleh persoalan seperti yang timbul pada siklus I. Demikian
pun dalam mengelola kegiatan evaluasi dan mengupayakan langkah tindak lanjutnya, dapat
dipenuhi dengan baik oleh yang bersangkutan.
33
Perubahan yang sama terjadi pula pada guru lainnya. Baik pada perilaku saudari
Nurmalina Panjaitan, Lasmaria Silalahi, Reni Manurung, Erna Sigalingging, dan Elly Sari
Pasaribu masing-masing cukup mengalami kemajuan ke arah yang diinginkan.
Setiap perubahan yang terjadi pada masing-masing guru, ini tidak lepas dari
perubahan perilaku supervisor. Disadari pula bahwa dalam rangka itu pun supervisor
sedikit banyaknya ada bantuan dari pengawas. Kerja sama yang sinergis ini, memang
beresiko. Bukan saja menguras tenaga dan pemikiran, tetapi juga meteri sedikit banyaknya
pasti harus rela dikeluarkan.
c.

Observasi
Berdasarkan catatan dan penilaian observer, diperoleh gambaran sebagai berikut.

1)

Saudari Ronenti Gurning, tercatat tidak lagi mengalami kesulitan dalam


merumuskan

beberapa

komponen

rencana

pembelajaran.

Meningkatnya

kemampuan yang bersangkutan dalam memenuhi setiap komponen rencana


pembelajaran, diikuti dengan meningkatnya nilai yang diberikan observer dan
penulis seperti tertuang pada tabel 13 (terlampir). Selain itu, kemampuan yang
bersangkutan pun dalam melaksanakan pembelajaran, mengevaluasi, dan
menindaklanjuti hasilnya pun dinilai mengalami peningkatan, seperti tertuang pada
tabel 14 (terlampir).
Tabel 13 Penilaian Kemampuan Merencanakan Pembelajaran
Nilai
No.
1
2
3
Komponen yang Dinilai
1 Rumusan Standar Kompetensi
2 Rumusan Kompetensi Dasar
3 Rumusan Indikator Hasil Belajar
4 Rumusan Tujuan Pembelajaran
5 Rumusan Materi Pokok

Rumusan Model Pembelajaran (Pendekatan, Metode,

Teknik)
Rumusan Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran

Rumusan Alat dan Sumber Pembelajaran

Rumusan Penilaian Pembelajaran

Jumlah Nilai
Rata-rata Nilai

31
3,44
34

Keterangan:
Nilai 1 : Tidak Mampu
Nilai 2 : Kurang Mampu
Nilai 3 : Cukup Mampu
Nilai 4 : Mampu
Tabel 14 Penilaian Kemampuan Melaksanakan Pembelajaran,
Evaluasi, dan Menindaklanjuti Hasilnya
No.

Indikator Kemampuan yang Dinilai


1

1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13

Membuka kegiatan pendahuluan


Mengelola kegiatan eksplorasi
Mengelola kegiatan elaborasi
Mengelola kegiatan konfirmasi
Menumbuhkembangkan karakter
Pendayagunaan alat dan sumber
Mengelola evaluasi
Menindaklanjuti hasil evaluasi
Menutup kegiatan pembelajaran
Pemanfaatan waktu dalam setiap kegiatan
Menjelaskan materi ajar disertai contoh
Membimbing dan mengarahkan siswa secara aktif
dalam pembelajaran
Memberi solusi terhadap setiap kesulitan siswa
Jumlah Nilai
Rata-rata Nilai

Keterangan:
Nilai 1 : Tidak Mampu
Nilai 2 : Kurang Mampu
Nilai 3 : Cukup Mampu
Nilai 4 : Mampu

Nilai
2
3

41
3,15

2)

Saudari Nurmalina Panjaitan, berdasarkan catatan dari observer dan penulis


dinyatakan tidak lagi mengalami kesulitan dalam merumuskan beberapa komponen
rencana pembelajaran, yang sebelumnya diketahui kurang mampu dipenuhinya.
Atas dasar itu, nilai kemampuannya dalam memenuhi tuntutan tersebut dan
komponen lainnya dinilai mengalami peningkatan, seperti tertuang pada tabel 15
(terlampir).Substansi lainnya yang dinilai dari kemampuan saudari Jumnati, yaitu
dalam melaksanakan pembelajaran, mengevaluasi, dan menindaklanjuti hasilnya.
Dalam memenuhi tuntutan ini, pada siklus II yang bersangkutan tercatat tidak lagi
mengalami kesulitan. Atas dasar itu, observer dan penulis memberikan nilai lebih
dari sebelumnya, seperti tertuang pada tabel 16 (terlampir).
Tabel 15 Penilaian Kemampuan Merencanakan Pembelajaran
No.
1
2
3
4
5
6

Komponen yang Dinilai


Rumusan Standar Kompetensi
Rumusan Kompetensi Dasar
Rumusan Indikator Hasil Belajar
Rumusan Tujuan Pembelajaran
Rumusan Materi Pokok
Rumusan Model Pembelajaran (Pendekatan, Metode,

Teknik)
7 Rumusan Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran
8 Rumusan Alat dan Sumber Pembelajaran
9 Rumusan Penilaian Pembelajaran
Jumlah Nilai
Rata-rata Nilai
Keterangan:
Nilai 1

: Tidak Mampu

Nilai 2

: Kurang Mampu

Nilai 3

: Cukup Mampu

Nilai 4

: Mampu

Nilai
2 3

31
3,44

Tabel 16. Penilaian Kemampuan Melaksanakan Pembelajaran, Evaluasi, dan


Menindaklanjuti Hasilnya
Nilai
1 2 3
No. Indikator Kemampuan yang Dinilai
1

Membuka kegiatan pendahuluan

2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12

Mengelola kegiatan eksplorasi


Mengelola kegiatan elaborasi
Mengelola kegiatan konfirmasi
Menumbuhkembangkan karakter
Pendayagunaan alat dan sumber
Mengelola evaluasi
Menindaklanjuti hasil evaluasi
Menutup kegiatan pembelajaran
Pemanfaatan waktu dalam setiap kegiatan
Menjelaskan materi ajar disertai contoh
Membimbing dan mengarahkan siswa secara aktif dalam

pembelajaran
13 Memberi solusi terhadap setiap kesulitan siswa
Jumlah Nilai
Rata - rata
3)

46
3,53

Saudari Lasmaria Silalahi, tercatat mengalami peningkatan kemampuan dalam


memenuhi beberapa komponen rencana pembelajaran, yang mana sebelumnya (pada
siklus I) dinilai kurang mampu. Atas dasar itu, observer dan penulis meningkatkan
nilai kemampuannya. Demikian pun dalam mempertahankan kemampuannya dalam
memenuhi tuntutan komponen lainnya yang dinilai sudah benar, seperti tertuang
pada tabel 17 (terlampir). Seiring dengan meningkatnya penilaian di atas, observer
pun dan penulis meningkatkan pula nilai kemampuan yang bersangkutan dalam
melaksanakan pembelajaran, mengevaluasi, dan menindaklanjuti hasilnya, seperti
tertuang pada tabel 18 (terlampir).

Tabel 17 Penilaian Kemampuan Merencanakan Pembelajaran


No.
1
2
3
4
5
6

Komponen yang Dinilai


Rumusan Standar Kompetensi
Rumusan Kompetensi Dasar
Rumusan Indikator Hasil Belajar
Rumusan Tujuan Pembelajaran
Rumusan Materi Pokok
Rumusan Model Pembelajaran (Pendekatan, Metode,
Teknik)
7
Rumusan Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran
8
Rumusan Alat dan Sumber Pembelajaran
9
Rumusan Penilaian Pembelajaran
Jumlah Nilai
Rata-rata Nilai

Nilai
2 3

30
3,33

4)

Saudari Reni Manurung, tidak tercatat lagi kurang mampu memenuhi beberapa
komponen rencana pembelajaran. Bahkan berdasarkan hasil penilaian observer dan
penulis, nilai beberapa komponen tersebut meningkat, seperti tertuang pada tabel 19
(terlampir). Meningkatnya kemampuan yang bersangkutan dalam memenuhi tuntutan
komponen-komponen tersebut, telah memberi dampak positif terhadap peningkatan
kemampuannya dalam melaksanakan pembelajaran, mengevaluasi, dan
menindaklanjuti hasilnya, seperti tertuang pada tabel 20 (terlampir) berikut.
Tabel 19 Penilaian Kemampuan Merencanakan Pembelajaran
No. Komponen yang Dinilai
1 Rumusan Standar Kompetensi
2 Rumusan Kompetensi Dasar
3 Rumusan Indikator Hasil Belajar
4 Rumusan Tujuan Pembelajaran
5 Rumusan Materi Pokok
6 Rumusan Model Pembelajaran (Pendekatan, Metode, Teknik)
7 Rumusan Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran
8 Rumusan Alat dan Sumber Pembelajaran
9 Rumusan Penilaian Pembelajaran
Jumlah Nilai
Rata-rata Nilai
23

Nilai
2 3

32
3,56

Keterangan:
Nilai 1 : Tidak Mampu
Nilai 2 : Kurang Mampu
Nilai 3 : Cukup Mampu
Nilai 4 : Mampu
Tabel 20 Penilaian Kemampuan Melaksanakan Pembelajaran, Evaluasi, dan
Menindaklanjuti Hasilnya
Nilai
No. Indikator Kemampuan yang Dinilai
1 2 3 4
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11

Membuka kegiatan pendahuluan


Mengelola kegiatan eksplorasi
Mengelola kegiatan elaborasi
Mengelola kegiatan konfirmasi
Menumbuhkembangkan karakter
Pendayagunaan alat dan sumber
Mengelola evaluasi
Menindaklanjuti hasil evaluasi
Menutup kegiatan pembelajaran
Pemanfaatan waktu dalam setiap kegiatan
Menjelaskan materi ajar disertai contoh

12 Membimbing dan mengarahkan siswa secara aktif dalam


pembelajaran
13 Memberi solusi terhadap setiap kesulitan siswa
Jumlah Nilai
Rata-rata Nilai
5)

43
3,31

Saudari Erna Sulastri Sigalingging, cukup mengalami kemajuan dalam mememnuhi


beberapa komponen rencana pembelajaran, yang sebelumnya tercatat dan nilai
kurang baik. Itu sebabnya, observer dan penulis meningkatkan nilai kemampuannya,
seperti tertuang pada tabel 21 (terlampir). Sebagai dampak dari meningkatnya
kemampuan yang bersangkutan dalam memenuhi tuntutan beberapa komponen
perencanaan pembelajaran tersebut, kemampuannya pun dalam melaksanakan
pembelajaran, mengevaluasi, dan menindaklanjuti hasilnya, meningkat, seperti
terungkap pada hasil penilaian observer dan penulis yang tertuang pada tabel 22
(terlampir).

Tabel 21 Penilaian Kemampuan Merencanakan Pembelajaran

No.
Komponen yang Dinilai
1 Rumusan Standar Kompetensi

Nilai
1 2 3 4

Rumusan Kompetensi Dasar

Rumusan Indikator Hasil Belajar

Rumusan Tujuan Pembelajaran

5 Rumusan Materi Pokok


6 Rumusan Model Pembelajaran (Pendekatan, Metode, Teknik)
7 Rumusan Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran

8 Rumusan Alat dan Sumber Pembelajaran

9 Rumusan Penilaian Pembelajaran

Jumlah Nilai
33
Rata-rata Nilai
3,67
Keterangan:
Nilai 1 : Tidak Mampu
Nilai 2 : Kurang Mampu

Nilai 3 : Cukup Mampu


Nilai 4 : Mampu

Tabel 22 Penilaian Kemampuan Melaksanakan Pembelajaran, Evaluasi, dan


Menindaklanjuti Hasilnya
Nilai
No. Indikator Kemampuan yang Dinilai
1
2
3
4
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12

Membuka kegiatan pendahuluan


Mengelola kegiatan eksplorasi
Mengelola kegiatan elaborasi
Mengelola kegiatan konfirmasi
Menumbuhkembangkan karakter
Pendayagunaan alat dan sumber
Mengelola evaluasi
Menindaklanjuti hasil evaluasi
Menutup kegiatan pembelajaran
Pemanfaatan waktu dalam setiap kegiatan
Menjelaskan materi ajar disertai contoh
Membimbing dan mengarahkan siswa secara aktif

dalam pembelajaran
13 Memberi solusi terhadap setiap kesulitan siswa
Jumlah Nilai
Rata-rata Nilai
Keterangan:
Nilai 1

: Tidak Mampu

Nilai 2

: Kurang Mampu

Nilai 3

: Cukup Mampu

Nilai 4

: Mampu

6)

43
3,31

Saudara Elly Sari Pasaribu, yang sebelumnya (pada siklus I) diketahui kurang
mampu memenuhi tuntutan beberapa komponen rencana pembelajaran, terbukti pada
siklus II mengalami peningkatan ke arah yang lebih baik, dengan nilai seperti
tertuang pada tabel 23 (terlampir).Peningkatan yang cukup berarti pun terjadi dalam
memenuhi tuntutan melaksanakan pembelajaran, mengevaluasi, dan menindaklanjuti
hasilnya. Atas dasar itu, baik observer maupun penulis meningkatkan nilai
kemampuann dalam memenuhi tuntutan tersebut, seperti tertuang pada tabel 24.

Tabel 23 Penilaian Kemampuan Merencanakan Pembelajaran


No.
1
2
3
4
5
6

Komponen yang Dinilai


Rumusan Standar Kompetensi
Rumusan Kompetensi Dasar
Rumusan Indikator Hasil Belajar
Rumusan Tujuan Pembelajaran
Rumusan Materi Pokok
Rumusan Model Pembelajaran (Pendekatan, Metode,

Teknik)
7 Rumusan Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran
8 Rumusan Alat dan Sumber Pembelajaran
9 Rumusan Penilaian Pembelajaran
Jumlah Nilai
Rata-rata Nilai

Nilai
1 2 3 4

27
3

Keterangan:
Nilai 1 : Tidak Mampu
Nilai 2 : Kurang Mampu
Nilai 3 : Cukup Mampu
Nilai 4 : Mampu
Tabel 24 Penilaian Kemampuan Melaksanakan Pembelajaran, Evaluasi, dan
Menindaklanjuti Hasilnya
Nilai
1
2
3 4
No. Indikator Kemampuan yang Dinilai
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12

Membuka kegiatan pendahuluan


Mengelola kegiatan eksplorasi
Mengelola kegiatan elaborasi
Mengelola kegiatan konfirmasi
Menumbuhkembangkan karakter
Pendayagunaan alat dan sumber
Mengelola evaluasi
Menindaklanjuti hasil evaluasi
Menutup kegiatan pembelajaran
Pemanfaatan waktu dalam setiap kegiatan
Menjelaskan materi ajar disertai contoh
Membimbing dan mengarahkan siswa secara aktif dalam
pembelajaran
13 Memberi solusi terhadap setiap kesulitan siswa
Jumlah Nilai
Rata-rata Nilai

41
3,15

Keterangan:
Nilai 1

: Tidak Mampu

Nilai 2

: Kurang Mampu

Nilai 3

: Cukup Mampu

Nilai 4
d.

: Mampu

Refleksi
Setelah melakukan serangkaian kegiatan siklus II, pada akhirnya diperoleh suatu

bahan refleksi untuk didiskusikan bersama observer dan para guru SD Negeri 081235
Sibolga. Melalui diskusi ini, ada hasil kemufakatan, antara lain:
1)

Masing-masing guru mengalami peningkatan kemampuan dalam mengelola proses


pembelajaran yang didasarkan pada model pembelajaran terpilih. Setelah siklus II
ini, tidak lagi ditemukan adanya guru yang mengalami kesulitan dalam merumuskan
setiap komponen rencana pembelajaran, dan hal ini telah memberi dampak yang
positif terhadap meningkatnya kemampuan masing-masing dalam melaksanakan
pembelajaran, mengevaluasi, dan menindaklanjuti hasilnya dengan berbagai upaya

2)

yang tepat.
Seiring dengan meningkatnya kemampuan masing-masing guru dalam mengelola

3)

proses pembelajaran, proses dan hasil belajar siswa pun mengalami peningkatan.
Terbukti melalui supervisi kelas yang dilakukan secara berkala dengan menerapkan
teknik yang tepat, akhirnya kemampuan guru dan siswa dalam suatu pembelajaran
dapat ditingkatkan. Adapun teknik yang dimaksud dalam rangka itu, yakni
menerapkan model-model pembelajaran.

BAB VI
SIMPULAN DAN SARAN
Setelah melakukan serangkaian kegiatan penelitian, akhirnya diperoleh hasil, seperti
telah diuraikan. Untuk kemudian dilakukan pembahasan terhadap hasil penelitian tersebut.
Barulah dapat diambil suatu simpulan guna menjawab pokok masalah penelitian ini.
Simpulan dimaksud, sebagai berikut.

1.

Penerapan model-model pembelajaran melalui supervisi kelas oleh kepala sekolah


terbukti berhasil meningkatkan kemampuan guru SD Negeri 081235 Sibolga dalam
mengelola proses pembelajaran.

2.

Dengan meningkatnya kemampuan guru SD Negeri 081235 Sibolga dalam mengelola


proses pembelajaran, selain proses belajar siswa lebih bermakna juga hasil belajarnya pun
turut meningkat.
Berdasarkan simpulan di atas, penulis dapat merekomendasikan beberapa saran
sebagai berikut.

1.

Ada baiknya, pengawas ikut serta dalam melaksnakan supervisi kelas bersama dengan
kepala sekolah SD Negeri 081235 Sibolga.

2.

Ada baiknya, untuk ke depan supervisi kelas oleh kepala sekolah dilakukan atas
permintaan guru SD Negeri 081235 Sibolga.

3.

Ada baiknya, untuk program supervisi kelas yang akan datang, khususnya di SD Negeri
081235 Sibolga dibuat bersama-sama dengan melibatkan berbagai pihak terkait, terutama
pengawas, kepala sekolah, guru, dan bahkan stakeholders sekolah.

DAFTAR PUSTAKA
Erman

Suherman,

(2009).

Model-model

Pembelajaran. http

://re-

searchengines.com/1207trimo1.html Penelitian Tindakan Sekolah.


Iim Waliman, dkk. 2001. Supervisi kelas (Modul Manajemen Berbasis Sekolah). Bandung :
DinasPendidikan Provinsi Jawa Barat
S

Syaodih

Nana,

(2006).

Pengendalian

Mutu

Menengah(konsep,prinsif,dan instrumen). Bandung : Aditama.


Sudrajat Akhmad. Pendekatan Pembelajaran.
Udin Winataputra,( 1994), Model pembelajaran

Pendidikan

Sekolah

Undang-undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan


Nasional.
Peraturan Pemerintah Nomor 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan.
Peraturan Pemerintah Nomor 22 tahun 2006 tentang Standar Isi untuk Satuan Pendidikan
Dasar dan Menengah.
Piet, A. Sahertian. Frans Mataheru, 1981. Prinsip Teknik Supervisi Pendidikan, Surabaya,
UsahaNasional.
Colin Marsh. (1996). Handbook for beginning teachers. Sydney : Addison Wesley
Longman Australia Pry Limited.
Sardiman, A. M. (2004). Interaksi dan motivasi belajar-mengajar. Jakarta: Rajawali