Anda di halaman 1dari 3

Studi Kasus

Pertanyaan
1. Apakah sumber dari konflik peran di sini?
2. Apakah terdapat manfaat fungsional bagi manajemen dari konflik peran? Jelaskan!
3. Haruskah konflik peran diantara pelayanan telepon ini lebih besar dibandingkan seorang
karyawan biasa yang bekerja sebagai bagian dari sebuah tim dan harus memenuhi
ekspektasi dari seorang atasan sekaligus sebagai anggota tim? Jelaskan!
4. Apakah yang dapat dilakukan Maggie untuk mengelola konflik peran tersebut?

Jawaban
1. Sumber konflik peran dalam kasus ini adalah dari keadaan lingkungan kerja yang berbeda
dari perusahaan P&G dan OPI. Lingkungan kerja yang meliputi beberapa kelompok kerja
yang berbeda ini menimbulkan budaya organisasi yang berbeda dan membentuk perilaku
karyawan yang berbeda pula. Atas dasar perbedaan ini membuat terjadinya konflik peran
antara karyawan yang bekerja mengorientasikan kepuasan kerja dan konsumen dengan
karyawan yang bekerja hanya berorientasi pada kompensasi dan upah. Lingkungan kerja
yang terdiri dari beberapa kelompok karyawan kerja memiliki beragam karakter
karyawan yang mau tidak mau harus diterima sebagai suatu bentuk keseimbangan dalam
suatu organisasi. Namun adakalanya beberapa karyawan atau bahkan Maggie sendiri
sebagai seorang manajer merasakan ketidaknyamanan dan ketidaksesuaian dengan
beberapa perilaku kelompok kerjanya. Hal ini jugalah yang memicu adanya konflik peran
terjadi. Sumber konflik peran bisa juga berasal dari adanya misskomunikasi yang
menyebabkan kurangnya pemahaman antar peran sehingga tidak tercapainya tujuan
bersama yaitu kerjasama yang baik.
2. Manfaat fungsional bagi manajemen di konflik peran ini diantaranya; dari konflik yang
muncul dapat menjadi stimulus agar lebih termotivasi lagi dalam bekerja unuk
mendukung pencapaian tujuan kelompok kerja. Konflik peran juga dapat memperbaiki
kinerja kelompok, karena dengan adanya konflik peran menyebabkan semua pihak

mampu mengevaluasi kinerja diri dan meningkatkan kinerjanya menjadi lebih baik lagi.
Manajemen dapat melakukan beberapa upaya pencegahan dan penanganan terhadap
konflik peran yang terjadi. Upaya yang dapat dilakukan itu ialah merangsang adanya
konflik dalam organisasi yang prestasi kerjanya rendah akibat konflik peran yang
tingkatnya terlalu kecil. Hal ini bermanfaat tidak hanya bagi manajemen tetapi juga bagi
seluruh pihak organisasi terkait.
3. Tentu saja konflik peran di antara karyawan pelayanan telepon ini tidak lebih besar
dibandingkan seorang karyawan biasa yang bekerja sebagai bagian dari sebuah tim dan
harus memenuhi ekspektasi dari seorang atasan sekaligus sebagai anggota tim. Karena,
yang terjadi dalam kehidupan nyata adalahseorang karyawan yang bekerja harus
memenuhi ekspektasi atasannya akan merasa lebih tertekan dengan keadaan yang ia
hadapi ditambah lagi dengan peranannya sebagai anggota tim atau kelompok kerja yang
memiliki tugas dan tanggung jawab bersama untuk memenuhi kepuasan konsumen dan
pelanggan. Dalam hal ini, konflik yang terjadi lebih besar dibandingkan dengan seorang
karyawan pelayanan telepon yang hanya bekerja untuk memenuhi ekspektasi manajemen
demi kepuasan konsumennya. Focus yang dimiliki dalam bekerja antara dua tipe
karyawan ini berbeda. Namun, apapun eksektasi yang dipenuhi dalam bekerja, seorang
karyawan maupun atasan akan selalu menemui konflik peran dalam hidupnya khususnya
dalam bekerja, apapun konflik yang ditemui haruslah dihadapi dengan sikap professional
agar dapat tercapai tujuan yaitu memnuhi target kerja yang menghasilkan laba.
4. Hal-hal yang dapat dilakukan Maggie untuk mengelola konflik peran tersebut

diantaranya, dengan melakukan re-schedule job desc bagi setiap kelompok kerja. Konflik
peran yang terjadi pada umumnya disebabkan karena penurunan kepuasan kerja, maka
dari itu Maggie dapat melakukan perbaikan mutu dan peningkatan target kerja untuk
mencapai kepuasan kerja bersama. Sanksi dan hukuman yang tegas juga dapat diterapkan
dalam mengatasi ketidakhadiran kerja yang meningkat. Upaya yang paling utama harus
dilakukan adalah dengan memberikan pelatihan kerja yang rutin bagi seluruh
karyawannya. Pelatihan yang bertujuan untuk menambah pemahaman dan keyakinan
pekerjaan mereka. Sehingga ketika evaluasi kinerja dilaksanakan Maggie dapat
memberikan penghargaan kepada karyawannya yang berhasil mencapai target dan

memperoleh prestasi kerja lainnya sebagai bentuk apresiasi dalam pekerjaan yang telah
diselesaikan.