Anda di halaman 1dari 12

C.

Pembahasan
Kingdom
Sub-Filum
Classis
Ordo
Sub-ordo
Famili
Genus
Species

: Animalia
: Chordata
: Amphibia
: Anura
: Phaneroglossa
: Ranidae
: Rana
: Rana cancrivora

Kelas Amphibia umumnya hidup di dua tempat, yaitu darat dan air selama
metamorfosisnya. Sebagian besar Amphibia memiliki ciri-ciri khusus lainnya, yaitu :
- Berkulit licin tidak bersisik, - Menggunakan energi lingkungannya untuk mengatur
suhu tubuhnya sehingga tergolong hewan eksoterm, - Fertilisasi secara eksternal di
air tau tempat lembab, - Menghasilkan telur (bersifat ovipar) yang tidak
bercangkang. Tidak semua jenis Amphibia hidup di dua tempat kehidupan.Beberapa
jenis katak, salamander, dan caecilian ada yang hanya hidup di air dan ada yang
hanya di darat.Namun habitatnya secara keseluruhan dekat dengan air dan tempat
yang lembap seperti rawa dan hutan hujan tropis.Amphibia terdiri dari tiga ordo,
yaitu Anura, Urodela, dan Apoda.
Anura Anura memiliki ciri tidak berekor saat dewasa. Kaki belakangnya yang
lebih panjang daripada kaki depan digunakan untuk melompat. Lidahnya besar,
lengket, dan dapat dijulurkan untuk menangkap mangsanya. Bagi yang jantan
memiliki kantong udara di kerongkongannya yang dapat mengeluarkan suara untuk
menarik betina saat musim kawin. Contoh hewan ini adalah katak hijau (Rana
signata), katak pohon (Rachoporus sp.) dan kodok atau bangkong (Bufo sp). Urodela
Urodela merupakan kelompok amphibia yang memiliki ekor saat larva, muda dan
dewasa.Tubuhnya berbentuk silinder memanjang serta memiliki kaki depat yang
sama ukurannya dengan kaki belakang. Beberapa jenis ini hidup di air dan ada yang
di darat. Hewan yang tegolong kelompok ini adalah salamander. Apoda Apoda yang
disebut juga sesilian merupakan amphibia tak berkaki. Bentuk tubuhnya seperti
cacing tanah atau belut. Larva sesilian sangat menyerupai sesilian dewasa.
Sesilian hidup terutama bersarang dalam lubang di tanah. Katak adalah,
hewan melata dengan makanan utama serangga-serangga kecil dengan ciri-ciri:
Tubuh langsing Kulit basah (lembab), tipis, dan halus Kaki panjang, sehingga
dapat membuat lompatan yang jauh Biasanya hidup di daerah basah atau berair
Contoh katak: Rana esculenta, Rana tigrina. Katak ini banyak sekali hidup di sawahsawah daerah bersuhu tropis, hutan dan daerah-daerah gambut. Dan katak ini
mempunyai banyak sekali jenis-jenisnya yang memang terkadang warna dan
bentuknya amat lucu, sehingga banyak yang dijadikan sebagai koleksi. Family
Ranidae ini sering disebut juga katak sejati. Bentuk tubuhnya relatif ramping.
Tungkai relatif panjang dan diantara jari-jarinya terdapat selaput untuk membantu

berenang. Kulitnya halus, licin dan ada beberapa yang berbintil. Gelang bahu
bertipe firmisternal. Pada kepala tidak ada pematang seperti pada Bufo. Mulutnya
lebar dan terdapat gigi seperti parut di bagian maxillanya.
Sacral diapophysis gilig (Berry, P.Y. 1975). Katak adalah bilateral
simetris, dengan bagian sisi kiri dan kanan equal. Bagian tengah disebut medial,
samping/lateral, badan muka depan adalah ujung anterior, bagian belakang disebut
ujung posterior, bagian punggung atau dorsal, sedang bagian muka ventral. Bagian
badan terdiri atas kepala/ caput, kerongkongan/ cervik, dada/ thorax atau pectoral,
perut atau abdomen, pantat pelvis serta bagian kaudal pendek. Sistem pencernaan
makanan pada amfibi, hampir sama dengan ikan, meliputi saluran pencernaan dan
kelenjar pencernaan. salah satu binatang amphibi adalah katak. Makanan katak
berupa hewan-hewan kecil (serangga).
Secara berturut-turut saluran pencernaan pada katak meliputi:
a. Rongga mulut: terdapat gigi berbentuk kerucut untuk memegang mangsa dan
lidah untuk menangkap mangsa,
b. Esofagus; berupa saluran pendek,
c. Ventrikulus (lambung), berbentuk kantung yang bila terisi makanan menjadi
lebar. Lambung katak dapat dibedakan menjadi 2, yaitu tempat masuknya
esofagusdanlubangkeluarmenujuusus,
d. Intestinum (usus): dapat dibedakan atas usus halus dan usus tebal. Usus halus
meliputi: duodenum. jejenum, dan ileum, tetapi belum jelas batas-batasnya.
e. Usus tebal berakhir pada rektum dan menuju kloata, dan
f. Kloaka: merupakan muara bersama antara saluran pencernaan makanan, saluran
reproduksi, dan urine.
g. Kelenjar pencernaan pada amfibi, terdiri atas hati dan pankreas. Hati berwarna
merah kecoklatan, terdiri atas lobus kanan yang terbagi lagi menjadi dua lobulus.
h. Hati berfungsi mengeluarkan empedu yang disimpan dalam kantung empedu
yang berwarna kehijauan. Pankreas berwarna kekuningan, melekat diantara
lambung dan usus dua belas jari (duadenum).
i. Pankreas berfungsi menghasilkan enzim dan hormon yang bermuara pada
duodenum
Reptilia adalah salah satu hewan kelas vertebrata dalam kelompok hewan yang
melata. Seluruh hidupnya sudah menyesuaikan diri dengan kehidupan darat, tidak
membutuhkan air lagi untuk pertumbuhan embrionya karena tidak memiliki tingkat
larva. Kulit diselaputi sisik keras atau kepingan dari bahan tanduk. Yang bertubuh
besar dibawah sisik ada kepingan tulang, untuk memperkuat daya perlindungan

dilengkapi dengan eksoskelet, ekor panjang, jari-jari bercakar, poikiloterm, bernafas


dengan paru-paru saja, pembuahan di dalam tubuh dan ovipar.
Reptilia merupakan kelompok hewan yang hidupnya merayap atau merangkak di
dalam habitatnya. Reptil juga tergolong ke dalam hewan yang berdarah dingin.
Beda reptil dengan amphibi adalah melakukan perbiakan di darat. Tubuh reptil
ditutupi oleh sisik-sisik atau plot-plot dari bahan tanduk (horny scales or plates).
Adapun bagian-bagian dari organ tersebut yaitu sebagai berikut :
1.

Jantung (cor)

Cor pada reptialia berwarna merah terletak di atas paru-paru. Jantung berfungsi
sebagai alat untuk memompa darah ke seluruh tubuh.
2.

Paru-paru (pulmonum)

Berwarna merah muda, sepasang diatas cor. Pulmo berfungsi sebagai alat
pernapasan, yaitu sebagai tempat bertukarnya oksigen dan karbon dioksida.
3.

Hati (hepar)

Hepar pada reptilia berwarna coklat. Hati berfungsi untuk menawarkan racun yang
masuk ke dalam tubuh bersama makanan. Ia juga berfungsi sebagai tempat
perombakan sel darah merah yang telah tua.
4.

Empedu (vesica fellea)

Terletak dibagian tengah hepar dan berwarna hijau

5.

Lambung (ventriculu)

Berwarna putih, panjang, terletak sebelah sisi kiri dan melengkung kesebelah
kanan.
6.

Intestinum

Terdiri dari usus kecil dan usus besar.


7.

Telur

Tempat berkembang biaknya anak.


8.

Kandung kemih (vesica urenaria)

Vessica urinaria yang merupakan kantong berdinding tipis dimidiventral pada ujung
posterior coelom
9.

Anus

Yaitu merupakan lubang pengeluaran.


10. Ginjal
Berbentuk seperti kacang, berfungsi menyaring kotoran (terutama urea) dari darah
dan membuangnya bersama dengan air dalam bentuk urin.
- See more at: http://ferrydwirestuhendra.blogspot.com/2013/07/laporan-praktikumkadal-mobouya.html#sthash.YqgXZdwc.dpuf
B.

Pembahasan

Inspectio burung merpati (Columba livia) Caput (kepala).


Pada caput terdapat alat-alat berikut:
Rostrum (paruh), terbentuk dari maxilla pada ruang atas dan mandibula pada
ruang bawah. Bagian dalam paruh dilapisi oleh lapisan yang disebut cera,
sedangkan sebelah luar dilapisi oleh pembungkus selaput zat tanduk.
Nares (lubang hidung), terdapat dibagian lateral dari paruh bagian atas, nares
interna pada sebelah dalam dan nares eksterna pada sebeleh luar.
Cera, merupakan suatu tonjolan kulit yang lemah dan terdapat pada rostum
bagian atas.
Organon visus (alat penglihat), pada burung dara relatif besar dan terletak
sebelah lateral pada kepala dengan kelopak mata yang berbulu. Iris berwarna
kuning atau jingga kemerah-merahan, sedangkan pupil jika dibandingkan dengan
besarnya mata relatif besar. Pada sudut medila mata terdapat membrana nictitans
yang dapat ditarik untuk menutupi mata.
Porus acusticus externus (lubang telinga luar), terletak di sebeleh dorso-caudal
mata, sedangkan membrana tymphani yang terdapat disebelah dalamnya untuk
menangkap getaran suara.
Cervix (leher).
Pada burung merpati, leher ini biasanya pendek. Bagian cervix ini merupakan
perpanjangan caput sampai ke bagian truncus. Truncus sebagian besar ditutupi oleh
bulu. Pada facies dorsalis uropygium terdapat papilla yang mempunyai lubang
sebagai muara kelenjar minyak (glanduld uropygialis). Pada bagian. Ekor hanya
terdiri dari bulu-bulu yang di bawahnya terdapat kloaka.

Truncus (badan).
Truncus pada burung merpati dibungkus oleh kulit yang seolah-olah tak melekat
pada otot. Dari kulit akan muncul bulu dari hasil pertumbuhan epidermis menjadi
bentuk ringan, fleksibel dan berguna sebagai pembungkus tubuh yang sangat
resisten.
Pada uropygium berpangkal bulu-bulu ekor, sedangkan pada facies dorsalis
uropygium ada papilla yang mempunyai lubang sebagai muara kelenjar minyak,
minyak ini berguna untuk meminyaki bulu-bulunya dan kelenjar minyak disebut
glandula uropyglalis.
Caudal (ekor).
Burung dara mempunyai bulu-bulu ekor yang berpangkal di uropygium.
Extremitas / membran liberi.
Extremitas anterior.
Berupa ala (sayap) yang skeletonnya terdiri atas humerus (lengan atas), radius
(tulang pengumpil), ulna (tulang hasta) dan ossa carpalia (tulang pergelangan
tangan). Pada aves tinggal 2 buah, yaitu os scaphoideum yang menempel pada
radius dan os cunieforme menempel pada ulna.
Persatuan antara ossa carpalia (tulang pergelangan tangan) dengan ossa
metacarpalia (tulang telapak tangan) sebagai tempat melekatnya digiti yang ada 3
yaitu jari I, II, III yang nomor-nomornya sesuai dengan banyaknya ruas jari
(phalanges) yang ada.
Extremitas posterior.
Terdiri atas femur, patella, crus yang terdiri fibula yang pendek dan tibio-tarsus
yang merupakan persatuan dari tulang tibia dan tarsalia. Pes (tulang cakar) terdiri
atas meta-tarsus dan digiti yang mempunyai ruas phalanx (jari-jari). Pada ujung jari
terdapat falcula yaitu kuku untuk mencakar, 4 jari itu ada 3 yang mengarah ke
muka dan 1 yang mengarah ke belakang.
Cavum oris (rongga mulut).
Maxilla (rahang atas).
Di sini tidak ada gigi, nares posteriors (yang menghubungkan rongga mulut dengan
rongga hidung), fissura choanae secundaria, ostium pharyngeum tuba auditiva
eustachii, tunggal dan letaknya di medial. Pada palatum terdapat lipatan-lipatan
crista marginalis dan plica palatini.
Mandibula (rahang bawah).

Terdapat aditus laryngis, lingua yang sempit, panjang dan dilapisi oleh lapisan
tanduk.
Struktur bulu.
Bulu adalah ciri khas kelas aves yang tidak dimiliki oleh vertebrata lain. Hampir
seluruh tubuh aves ditutupi oleh bulu, yang secara filogenetik berasal dari
epidermal tubuh, yang pada reptile serupa dengan sisik. Secara embriologis bulu
aves bermula dari papil dermal yang selanjutnya mencuat menutupi epidermis.
Dasar bulu itu melekuk ke dalam pada tepinya sehingga terbentuk folikulus yang
merupakan lubang bulu pada kulit. Selaput epidermis sebelah luar dari kuncup bulu
menanduk dan membentuk bungkus yang halus, sedang epidermis membentuk
lapisan penyusun rusuk bulu.Sentral kuncup bulu mempunyai bagian epidermis
yang lunak dan mengandung pembuluh darah sebagai pembawa zat-zat makanan
dan proses pengeringan pada perkembangan selanjutnya.
Berdasarkan susunan anatomis bulu dibagi menjadi:
a.

Plumae (contour-feathers).

Terdiri atas bagian-bagian :


Calamus (quill) adalah tangkai bulu.
Rachis (shaft) adalah lanjutan dari calamus yang menjadi sumbu dari vexillum
dan di dalamnya tidak berongga.
Umbilicus inferior, merupakan lubang pada pangkal calamus.
Umbilicus superior, merupakan lubang di bagian distal calamus yang
melanjutkan diri sebagai sulcus pada rachis. Saat masih muda bulunya kedua
umbilicus dilalui pembuluh darah untuk memberi makanan pada bulu muda tadi.
Vexillum (vane), terbentuk dari barbae yaitu suatu cabang ke arah lateral dari
rachis, tiap barbae mempercabangkan lagi banyak barbulae, menurut arahnya
barbulae terbagi atas :

barbulae yang distal, menuju ke arah ujung bulu/ distal, mempunyai kait-kait
(radioli) untuk mengait barbulae yang proximal.

b.

barbulae yang proximal, menuju ke arah pangkal bulu/ proximal.


Plumulae (down-feather)

Biasanya terdapat pada burung dara yang masih muda, atau yang sedang
mengerami telurnya. Plumulae mempunyai bagian-bagian seperti calamus pendek,
rachis agak mereduksi, barbae yang panjang dan fleksibel, serta barbulaeyang
pendek.

c.

Filoplumae (hair-feather).

Fungsinya belum diketahui, berbentuk sebagai rambut yang ujungnya bercabangcabang pendek halus, tumbuh dengan jarak yang jarang di seluruh tubuh,
mempunyai tangkai yang panjang dan pada puncaknya terdapat beberapa barbae.
Menurut letaknya, bulu aves dibedakan menjadi:

Tectrices, bulu yang menutupi badan.

Rectrices, bulu yang berada pada pangkal ekor, vexilumnya simetris dan
berfungsi sebagai kemudi.

Remiges, bulu pada sayap yang dibagi lagi menjadi:

Remiges primarie yang melekatnya secara digital pada digiti dan secara
metacarpal pada metacarpalia.

Remiges secundarien yang melekatnya secara cubital pada radial ulna.

Remiges tertier yang terletak paling dalam nampak sebagai kelanjutan


sekunder daerah siku.

Parapterum, bulu yang menutupi daerah bahu.

Ala spuria, bulu kecil yang menempel pada ibu jari.


Pada burung heron terdapat bentukan bulu yang khusus yang disebut sebagai bulu
powder/ bulu bubuk. Bulu ini hampir sama dengan bulu pada umumnya tetapi
barbulaenya terpisah menjadi bubuk halus seperti bedak. Fungsi bulu ini belum
jelas, tetapi pada saat burung melumasi bulu dengan cara menjilatinya, bulu bubuk
membantu mengisolasi panas tubuh dan membantu menghangatkan telur saat
pengeraman.
Semi plumae adalah kumpulan bulu barbula yang letaknya tersembunyi di bawah
bulu-bulu luar. Bistle adalah bulu perasa berupa shaft yang memanjang melebihi
bulu luar, ditemukan pada kepala burung Caprimulgids dan burung penangkap
serangga flycatchers. Bristle yang menutupi lubang hidung terdapat pada burung
pelatuk. Hal ini merupakan bentuk adaptasi burung pelatuk agar partikel-partikel
kayu tidak masuk saluran pernafasan. Bristle pada burung hantu dan caprimulgids
membantu mendeteksi posisi sarang, tempat bertengger dan benda yang
menghalangi. Fungsi bristle didukung oleh adanya getaran dan tekanan reseptor
didekat folikel bulu.
Bentuk bulu ekor burung pada saat tidak terbang bermacam-macam, antara lain
berbentuk persegi, bertakik, bercabang, bulu sebelah luar memanjang, bulu ekor
dengan raket, bulu tengah panjang, bundar, berbentuk cakram, berbentuk
tingkatan, dan berujung runcing.

Sectio burung merpati (Columba livia) :


Burung merpati memiliki alat-alat dalam seperti cor, esophagus, ingluvies,
proventriculus, ventriculus, intestinum tenue, caecum, rectum, hepar, pancreas,
ren, pulmo, trachea yang membentuk sistem organ diantaranya :
1.

Sistem Cardiovasculare.

Sentralnya adalah cor yang ada di linea mediana, yang berbentuk kerucut,
dibungkus oleh oleh pericardium. Pada aves tidak ada sinus venosus, pembuluh
darahnya adalah venae dan arteriae yang keluar dari ventriculum sebanyak 3 buah
yaitu :
Arteri anonima sinistra menuju ke kiri.
Arteri anonima dextra menuju ke kanan.
Masing-masing arteri anonima bercabang menjadi arteri carotis communis yang
menuju ke kepala, arteri pectoralis yang besar menuju ke musculus pectoralis
mayor, arteri sublavia yang menuju ke ketiak menjadi arteri axillaris dan yang
menuju ke anggota muka menjadi arteri branchialis.
Aorta merupakan sisa dari archus aorticus yang menuju ke kanan, sedangkan
archus aorticus yang menuju ke kiri telah hilang. Archus aortae itu melingkari
bronchus dextrum lalu membelok ke caudal menjadi aorta dorsalis.
Dari ventriculum dextrum yang keluar hanya sebuah arteri yaitu arteri pulmonalis
yang selanjutnya pecah menjadi ramus dextrum menuju ke pulmo kanan dan ramus
sinistrum menuju ke pulmo kiri.
Sistem Digestorium.
Terbagi atas :
Trachus digestivus: Terdiri atas cavum oris yang di dalamnya ada lingua kecil
runcing yang dibungkus oleh lapisan zat tanduk, pharynx yang pendek, esophagus
yang panjang dan melebar menjadi ingluvies (tembolok) sebagai tempat
penimbunan bahan makanan sementara dan pelunakan. Dari ingluvies masuk
dalam proventriculus/ lambung kelenjar yang menghasilkan cairan lambung (asam),
ventriculus yang berdinding tebal berlapis jaringan epitel yang keras di sebelah
dalam dan menghasilkan sekresi, intestinum yang terbagi atas bagian haluys dan
bagian akhir adalah rectum, lalu kloaka dan yang terakhir adalah anus.

Glandulae digestoria.

Terdiri atas glandulae buccalis/ glandulae salivales (kelenjar ludah). Hepar sebagai
salah satu kelenjar pencernaan yang relatif besar, berwarna merah coklat dengan
beberapa lobus, yaitu lobus dexter dan sinister, tiap lobus memiliki satu ductus
hepaticus yang bermuara pada duodenum, vesica fellea sebagai penampung billus
(empedu). Pancreas terletak antara pars ascendens dan pars descendens doudeni.
Biasanya mempunyai 3 saluran yang bermuara pada pars ascendens doudeni.
Sistematis pencernaan makanan pada aves :
Mulut / paruh Kerongkongan Tembolok Lambung kelenjarLambung
pengunyah Hati Pankreas Usus halusUsusbesarUsus buntu Poros usus
(rectum) Kloaka.
3.

Sistem urogenital.

Terdiri atas organa uropoetica dan organa genitalia, yaitu :


o Organa uropoetica terdiri atas :
ren (metanephros), berjumlah sepasang dan masing-masing terdiri atas 3 lobi.
ureter, berjumlah sepasang, menuju ke caudal dan bermuara langsung dalam
kloaka.
kloaka adalah suatu ruangan yang tunggal, dimana bermuara saluran-saluran
kelamin, kencing dan makanan.
bursa fabricli, terletak pada dinding kloaka sebelah dorsal, tunggal, besar dan
makin mengecil untuk kemudian manghilang sama sekali.
o Organa genitalia, terdiri atas :
ovarium, hanya yang sebelah kiri saja.
oviduct (saluran telur), merupakan saluran lurus yang bermuara pada kloaka.

4.

Sistem respiratorium.

Bagian-bagiannya adalah :
nares (lubang hidung), berjumlah sepasang, terdapat pada pangkal rostrum
bagian dorsal.
nares posteriores, meruapakan lubang pada palatum.
larynx, terdiri atas tulang rawan, membatasi suatu ruangan yang disebut glottis,
dihubungkan dengan rongga mulut dengan perantaran celah yang disebut rima
glottidis.
trachea, berupa suatu pipa, mempunyai cincin-cincin tulang yang disebut
annulus trachealis, tersusun sepanjang trachea tadi ke arah caudal lalu bercabang
menjadi bronchus dexter dan sinister dimana tempat percabangannya disebut
bifurcatia trachea.
pulmo, berjumlah sepasang, relatif kecil, hanya dapat mengembang sedikit dan
melekat pada dinding dorsal thorax. Pulmo dibungkus oleh selaput yang disebut
pieura.
kantong udara (sakus pneumatikus) yang menyebar sampai ke leher, perut dan
sayap. Kantong udara terdapat pada :
pangkal leher (servikal)
ruang dada bagian depan (toraks anterior)
antar tulang selangka (korakoid)
ruang dada bagian belakang (toraks posterior)
rongga perut (saccus abdominalis)
ketiak (saccus axillaris
Fungsi kantong udara :

membantu pernafasan terutama saat terbang

menyimpan cadangan udara (oksigen)

memperbesar atau memperkecil berat jenis pada saat burung berenang

mencegah hilangnya panas tubuh yang terlalu banyak.

syrinx (alat suara), terdapat pada bifurcation tracheae, tersusun dari


beberapa annulus trachealis yang paling caudal dan annulus branchialis yang paling
cranial.

System nervosum
System nervosum pada Columba livia terdiri atas system saraf pusat dan system
saraf tepi. System saraf pusat Columba livia terdiri dari otak yang bagian
cerebrumnya berkembang dengan baik. Pada system nervosun, encephalon (otak)
secara relative lebih besar bila dibandingkan dengan reptilian. Dibagian atas
terdapat tiga bagian yang pokok, yaitu :
Prosencephalon (bagian muka), terbagi atas :

Telenchepalon (bagian muka)

Diencephalon (bagian belakangnya)

Mesencephalon (bagian tengah).


Rhombencephalon, terdiri dari :

Metencephalon (bagian atas)

Myencephalon (bagian tengah)

Kedudukan Columba livia dalam susunan sistematikanya:


Phylum

: Chordata

Subphylum

: Vertebrata

Class

: Aves

Sub class

: Neornithes

Ordo

: Columbae

Familia

: Columbidae

Genus

: Columba

Spesies
Varietas

: Columba livia
: Domestica

Columba livia berada dalam sistematika phylum chordata karena sudah memiliki
notochord atau chorda dorsalis. Dan phylum vertebrata karena memilki

endoskeleton di punggung berupa ruas-ruas tulang belakang atau vertebrate, yang


mengalami penulangan dan segmentasi. Columba livia digolongkan ke dalam kelas
aves karena burung merpati merupakan unggas atau burung. Burung merupakan
hewan berbulu dan bersayap yang pada umumnya dapat terbang. Dan termasuk
ordo columbiformes/columbae karena burung merpati merupakan burung yang
memiliki tembolok yang besar pemakan biji-bijian. Digolongkan family Columbidae
karena dari keluarga burung. Digolongkan genus Columba karena dari bangsa
burung.
Klarifikasi sistem-sistem organ Columba livia antara lain: inspectio, sectio, dan
topografi. Inspectio berupa organ-organ luar, bagian kepala/caput terdiri dari
rostrum, nares, organon visus, cera, dan Porus acusticus externus (lubang telinga
luar). Bagian servix. Bagian truncus terdiri dari dorsum, pectoral,
ventrum/abdomen, extrimitas anterior/cranialis, extrimitas posterior/caudalis,
uropygium, papilla glandula, uropygialis, cloaca, sejumlah bulu (plumae, plumulae,
filoplumae. Dan bagian ekor terdiri dari sejumlah bulu ekor. Sectio berupa organ
dalam seperti system pencernaan, system respirasi, system sirkulasi, system
reproduksi, system skeleti, system nervosum. Dan topografi menyatakan letak alat
tubuh satu dengan alat tubuh lainnya
Persamaannya burung merpati dengan jenis aves lain yaitu adanya sayap dan bulu,
memiliki kantung udara dan berkembang biak dengan bertelur.
Perbedaannya burung merpati dengan jenis aves lain adalah kemampuan untuk
terbang, yaitu pada burung penguin, unta, rea, kiwi dll tidak memiliki kemampuan
untu terbang. Perbedaan lainnya dilihat dari jenis habitat, dan jenis makanannya.