Anda di halaman 1dari 3

KASUS PENGGELAPAN PAJAK GAYUS

1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.

Gayus Halomoan Partahanan Tambunan atau hanya Gayus Tambunan (lahir


di Jakarta,9 Mei 1979; umur 33 tahun) adalah mantan pegawai negeri sipil di Direktorat
Jenderal PajakKementerian Keuangan Indonesia. Namanya menjadi terkenal ketika
Komjen Susno Duadjimenyebutkan bahwa Gayus mempunyai uang Rp 25 miliar di
rekeningnya plus uang asing senilai 60 miliar dan perhiasan senilai 14 miliar di brankas bank
atas nama istrinya dan itu semua dicurigai sebagai harta haram. Dalam perkembangan
selanjutnya Gayus sempat melarikan diri ke Singapura beserta anak istrinya sebelum
dijemput kembali oleh Satgas Mafia Hukum di Singapura. Kasus Gayus mencoreng
reformasi Kementerian Keuangan Republik Indonesia yang sudah digulirkan Sri Mulyani dan
menghancurkan citra aparat perpajakan Indonesia
Setelah lulus dari Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (STAN) pada tahun 2000, Gayus
ditempatkan di Balikpapan. Beberapa tahun kemudian Gayus yang diangkat menjadi PNS
golongan IIIA di Bagian Penelaah Keberatan pada Seksi Banding dan Gugatan Wilayah
Jakarta II Ditjen Pajak. Gayus terus berkarier di Direktorat Jenderal Pajak sampai
diberhentikan karena tersandung kasus mafia kasus Pajak pada tahun 2010.
Mereka yang diduga terkait kasus Gayus, antara lain:
12 Pegawai Dirjen Pajak termasuk seorang direktur, yaitu Bambang Heru Ismiarso dicopot
dari jabatannya dan diperiksa.
2 orang Petinggi Kepolisian , Brigjen Pol Edmon Ilyas dan Brigjen Pol Radja
Erizman dicopot dari jabatanya dan diperiksa.
Bahasyim Assifie, mantan Inspektur Bidang Kinerja dan Kelembagaan Bappenas
Andi Kosasih
Haposan Hutagalung sebagai pengacara Gayus
Kompol Muhammad Arafat
Lambertus (staf Haposan)
Alif Kuncoro

Beberapa aparat kejaksaan diperiksa


1. Jaksa Cirus Sinaga dicopot dari jabatannya sebagai Asisten Tindak Pidana Khusus Kejati
Jawa Tengah, karena melanggar kode etik penanganan perkara Gayus HP Tambunan.
2. Jaksa Poltak Manulang dicopot dari jabatannya sebagai Direktur Pra Penuntutan (Pratut)
Kejagung
Gayus Tambunan diketahui berada di Bali dan menonton pertandingan
tenisCommonwealth World Championship pada tanggal 5 November 2010 dan Gayus pun
mengaku berada di Bali pada tanggal tersebut di persidangan pada tanggal 15
November2010.
Polri telah melakukan penggeledahan terhadap rumah terdakwa mafia hukum, Gayus
Tambunan terkait pemalsuan paspor atas nama Sony Laksono. Hasil pemeriksaan rumah
Gayus di daerah Kelapa Gading, penyidik telah menemukan berbagai barang bukti perjalanan
ke beberapa negara.

Dengan menggunakan paspor atas nama Sony Laksono, Gayus pelesir ke berbagai
tempat Meski berstatus tahanan, Gayus diduga mengajak Milana pergi ke sejumlah negara.
Mereka diduga pergi ke Makau (Hong Kong), Singapura, dan Kuala Lumpur (Malaysia).
Selain Milana, untuk melengkapi keterangan yang dibutuhkan, penyidik juga berharap bisa
memperoleh keterangan dari Devina, penulis surat pembaca Harian Kompas yang menguak
kepergian Gayus ke luar negeri
Analisis:
Prinsip Pertama Tanggung Jawab Profesi
Dalam melaksanakan tanggung-jawabnya sebagai profesional seorang pejabat
perpajakan untuk mengelola pendapatan keuangan Negara harus senantiasa menggunakan
pertimbangan moral dan profesional dalam semua kegiatan yang dilakukannya. Tapi dalam
kasus pengelapan pajak keuangan Negara seorang Gayus telah melupakan tanggung jawab
(tidak bertanggiung jawab) sebagai profesinya. Sejalan dengan peranan tersebut, seorang
pejabat perpajakan gayus seharusnya mempunyai tanggung jawab kepada semua pemakai
jasa profesional mereka.
Prinsip Kedua Kepentingan Publik
Setiap anggota berkewajiban untuk senantiasa bertindak dalam kerangka pelayanan
kepada publik, menghormati kepercayaan publik, dan menunjukkan komitmen atas
profesionalisme. Melihat kasus penggelapan pajak yang dilakukan oleh pejabat perpajakan
Gayus jelas tidak menghormati kepercayaan masyarakat luas(kepercayaan public). Dan
semua itu tidak dilakukan oleh pejabat perpajakan Gayus. Dalam mememuhi tanggungjawab profesionalnya, pejabat perpajakan mungkin menghadapi tekanan yang saling
berbenturan dengan pihak-pihak yang berkepentingan. Dalam mengatasi benturan ini,
anggota harus bertindak dengan penuh integritas, dengan suatu keyakinan bahwa apabila
pejabat memenuhi kewajibannya kepada publik, maka kepentingan penerima jasa terlayani
dengan sebaik-baiknya.
Prinsip Ketiga Integritas
Untuk memelihara dan meningkatkan kepercayaan publik, setiap anggota harus
memenuhi tanggung jawab profesionalnya dengan integritas(perilaku,kejujuran,kebulatan)
setinggi mungkin. Dalam kasus penggelapan pajak oleh pejabat pajak Gayus tidak
ditemukan sama sekali integritas yang tinggi, dalam hal kejujuran pejabat tersebut telah
membohongi public, dalam hal perilaku pejabat persebut telah melukai hati public sebagai
pembayar pajak.
Prinsip Keempat Obyektivitas
Setiap anggota harus menjaga obyektivitasnya dan bebas dari benturan kepentingan
dalam pemenuhan kewajiban profesionalnya. Menengok kasus pejabat perpajakan Gayus
syarat dengan banyak kepentingan yang berbenturan dan bertentangan dengan kewajiban dan
etika profesi. Sementara dalam kasus pejabat pajak Gayus tidak menunjukkan indikasi

seperti diatas alias bertentangan dengan prinsip Obyektifitas yang mana harus bekerja dalam
berbagai kapasitas yang berbeda dan harus menunjukkan obyektivitas mereka dalam berbagai
situasi.

Prinsip Kelima - Kompetensi dan Kehati-hatian Profesional


Dalam masalah pejabat perpajakan Gayus Kompetensi dan kehati-hatian
Profesional tidak ditunjukkan dengan memihak kepada organisasi dan golongan tertentu
untuk memupuk keuntungan sendiri.
Prinsip Keenam Kerahasiaan
Setiap anggota harus, menghormati Kerahasiaan informasi yang diperoleh selama
melakukan jasa profesional dan tidak boleh memakai atau mengungkapkan informasi tersebut
tanpa persetujuan, kecuali bila ada hak atau kewajiban profesional atau hukum untuk
mengungkapkannya. Kewajiban kerahasiaan berlanjut bahkan setelah hubungan antara
anggota dan klien atau pemberi kerja berakhir. Kerahasiaan harus dijaga oleh anggota kecuali
jika persetujuan khusus telah diberikan atau terdapat kewajiban legal atau profesional untuk
mengungkapkan informasi. Melihat kasus terhadap penyimpangan pajak yang dilakukan
pejabat perpajakan Gayus, seharusnya kerahasiaan itu benar benar dilakukan untuk dan
demi kepentingan pembangunan Negara dan Bangsa dan bukan untuk melindungi
kepentingan golongan tertentu.
Prinsip Ketujuh Perilaku Profesional
Setiap anggota harus berperilaku yang konsisten dengan reputasi profesi yang baik
dan menjauhi tindakan yang dapat mendiskreditkan profesi: Hal ini sama sekali tidak di
tunjukkan oleh pejabat perpajakan Gayus dimana prilaku profesinya jelas jelas merugikan
masyarakat bangsa dan Negara.
Prinsip Kedelapan - Standar Teknis
Bahwa setiap pejabat harus melaksanakan jasa profesionalnya sesuai dengan standar teknis
dan standar profesional yang relevan sebagai seorang pejabat perpajakan. Dalam kasus
penggelapan pajak oleh pejabat perpajakan Gayus tidak ditemukan standar teknis dan
standar professional dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya yang mana harus
sesuai dengan ketentuan yang berlaku dan tentunya bermuara pada penerimaan pendapatan
Negara guna pembangunan Bangsa sesuai dengan standar dan ketentuan yang berlaku.