Anda di halaman 1dari 7

1.

Surat Keterangan Kematian


Surat keterangan kematian adalah surat yang menerangkan bahwa seseorang telah
meninggal dunia. Surat keterangan kematian ini berisi identitas, saat kematian, dan sebab
kematian. Kewenangan penerbitan surat keterangan kematian ini adalah dokter yang telah
diambil sumpahnya dan memenuhi syarat administratif untuk menjalankan praktik kedokteran.1,2
Surat keterangan kematian merupakan suatu keterangan tentang kematian yang dibuat
oleh dokter. Hal ini penting sehingga dokter harus bertanggungjawab sepenuhnya terhadap halhal yang berhubungan dengan surat keterangan kematian.2
Surat keterangan kematian biasa/ alamiah ini penting dibuat untuk kepentingan berbagai
kalangan seperti pihak ahli waris (asuransi), statistic/ sensus penduduk dan instansi tempat
korban bekerja serta untuk penguburan.2
Pada waktu menuliskan surat keterangan kematian, maka keadaan orang tersebut sebelum
meninggal dapat diperoleh dari keluarga yang meninggal sebelum jenazahnya dikuburkan atau
dikremasi.2
Peran dokter dalam hal ini adalah:1

Menentukan seseorang telah meninggal dunia (berhenti secara permanen: sirkulasi,

respirasi dan neurologi)


Melengkapi surat keterangan kematian bagian medis (menuliskan sebab kematian, jika

diperlukan otopsi)
Jika jenazah tidak dikenal, membantu identifikasi.

2. Kegunaan Surat Keterangan Kematian


Manusia hidup di dunia ini selalu tercatat. Manusia lahir tercatat dalam bentuk akta
kelahiran atau surat keterangan kelahiran. Jika suatu saat meninggal, manusia juga seharusnya

Suciningtyas, Martiana. 2008. Death Certification.

Gani, M. Husni. 1997. Ilmu Kedokteran Forensik. Padang : FK Unand.

tercatat dalam surat keterangan kematian. Banyak kegunaan mengapa surat keterangan kematian
ini perlu untuk diterbitkan/dibuat yaitu diantaranya adalah :3

Untuk kepentingan pemakaman jenazah


Kepentingan pengurusan asuransi
Kepentingan pengurusan warisan
Pengurusan pensiunan janda/duda
Persyaratan menikah lagi
Pengurusan hutang piutang
Untuk tujuan hukum, pengembangan kasus kematian tidak wajar
Kepentingan statistik
Dalam dunia kesehatan, pencatatan atau pembuatan surat kematian penting dilakukan

sebagai salah satu cara pengumpulan data statistik penentuan tren penyakit dan tren penyebab
kematian pada masyarakat. Hal ini perlu sebagai bagian dari system surveillance guna
menentukan tindakan dan intervensi apa yang bisa dilakukan. Selain itu, data bisa juga dipakai
sebagai upaya monitoring jalannya suatu program sekaligus sebagai bahan evaluasi program
yang telah berjalan. Dalam hal penelitian, data ini dapat menjadi sumber data untuk penelitian
biomedis maupun sosiomedis.3
3. Landasan Hukum Surat Keterangan Kematian
Peraturan

bersama

Mendagri

dan

Menkes

No.15

tahun

2010,

nomor

162/MENKES/PB/I/2010, tentang Pelaporan Kematian dan Penyebab Kematian.4


Dasar hukum surat keterangan kematian :
Bab I pasal 7 KODEKI, Setiap dokter hanya memberikan keterangan dan pendapat yang
telah diperiksa sendiri kebenarannya
Bab II pasal 12 KODEKI, Setiap dokter wajib merahasiakan segala sesuatu yang
diketahuinya tentang seorang pasien bahkan juga setelah pasien meninggal dunia
Pasal 267 KUHP : Ancaman pidana untuk surat keterangan palsu
Pasal 179 KUHAP: Wajib memberikan keterangan ahli demi pengadilan, keterangan yang
akan diberikan didahului dengan sumpah jabatan atau janji.

4. Macam-macam Surat Keterangan Kematian


3

Suciningtyas, Martiana. 2008. Death Certification.

Peraturan Bersama Menteri Dalam Negeri dan Kementrian Kesehatan Nomor 15 Tahun
2010 Nomor 162/MENKES/PB/I/2010

Surat Keterangan Kematian ada 2 macam, yaitu:5


a. Surat Keterangan Kematian Biasa (Ordinary Death Certificate)
Surat ini mencatat kematian individu yang mati secara alamiah, yang tidak
berhubungan dengan suatu kekerasan, tetapi dibawah pengawasan dokter. Dimana
dokter harus mengawasi selama waktu tertentu sebelum mati dan telah
mengadakan kunjungan professional dalam waktu 24 jam di saat kritis penyakit
penderita.
b. Surat Keterangan Kematian yang dikeluarkan oleh dokter forensic (Medical
Examiners Death Certificate)
Jika dokter tidak dapat menentukan kematian ini disebabkan karena alamiah atau tidak
alamiah maka dapat disarankan sebelum memberi surat keterangan kematian dibuat dapat
menanyakan pada penyidik yang akan memberikan petunjuk yang terbaik untuk diikuti. 5
5. Syarat Surat Keterangan Kematian
Kematian sebaiknya dilaporkan kepada penyidik dengan benar. Dokter dinasehatkan
untuk memberikan keterangan kepada penyidik secepat mungkin pada kasus kematian
mendadak, kematian dengan abortus, kematian yang disebabkan oleh penyebab tidak alamiah,
kecelakaan yang fatal, alkoholisme, kematian yang disebabkan oleh anastesi atau operasi atau
obat-obatan. Keracunan yang fatal termasuk keracunan makan juga harus dilaporkan dan
kematian akibat pekerjaan. Setelah dilakukan pemeriksaan oleh dokter maka dapat dibuatkan
surat keterangan kematian.5
Surat keterangan kematian alamiah harus dihadiri oleh dokter sebelum surat tersebut
dikeluarkan. Pada surat keterangan kematian ini juga harus dicantumkan penyebab kematian.
Dokter yang membuat surat keterangan kematian tersebut harus yakin bahwa orang tersebut
benar-benar meninggal dan atautidak dalam mati suri serta yakin penyebab kematian satusatunya alamiah.6
6. Instruksi Pengisian Surat Keterangan Kematian
Dalam melengkapi surat keterangan kematian, perlu dilakukan sesuai guideline :7
5

Gani, M. Husni. 1997. Ilmu Kedokteran Forensik. Padang : FK Unand.

Gani, M. Husni. 1997. Ilmu Kedokteran Forensik. Padang : FK Unand.

Suciningtyas, Martiana. 2008. Death Certification.

Menggunakan formulir ter-update yang diterbitkan pemerintah


Isi semua item, ikuti petunjuk pengisian setiap item
Buat surat dengan jelas dengan tinta hitam
Jangan gunakan singkatan kecuali ada instruksi khusus pada pengisian item
Konfirmasikan ejaan penulisan nama terutama nama yang homofon (beda ejaan penulisan

tapi sama pengucapannya) seperti : Edi, Edy, Eddie dsb


Dapatkan semua tanda tangan yang diperlukan. Tidak boleh menggunakan tanda tangan

cap atau print


Jangan mengubah formulir
Jangan menduplikasi/membuat 2 surat keterangan kematian yang sama. Jika diperlukan,
bisa dicopy yang selanjutnya di sahkan bahwa hasil copy tersebut sesuai dengan aslinya

7. Isi Surat Keterangan Kematian


Keterangan yang diberikan pada surat keterangan kematian adalah:6
Yang berhubungan dengan kematian dan adanya keterangan dokter secara
terperinci, yaitu nama, umur, tempat, dan tanggal kematian.

Bagian ini melaporkan tentang penyebab kematian, yaitu:

Sebab primer

Immediate cause of death (Sebab kematian segera)

Countributery cause of Death (sebab kematian tambahan)


Surat kematian primer adalah sebab yang utama yang menyebabkan kematian.
Sebab kematian segera adalah komplikasi fatal yang dapat membunuh penderita
yang berasal dari sebab utama. Sedangkan Countributery cause of Death adalah
proses yang tidak ada hubungannya dengan sebab utama dan sebab segera dari
kematian tetapi mempunyai tambahan resiko menyebabkan kematian

Bagian terakhir dari surat keterangan kematian berisi tentang:

Kehadiran dokter saat melihat kritis penyakit penderita

Penyebab kematian tersebut ditulis dengan benar berdasarkan keyakinan


dan keilmuannya.

8. Format Surat Keterangan Kematian

Contoh surat keterangan kematian dari rumah sakit (terlampir)


Contoh surat keterangan kematian dari kelurahan (terlampir)

DAFTAR PUSTAKA
1. Suciningtyas, Martiana. 2008. Death Certification.
2. Gani, M. Husni. 1997. Ilmu Kedokteran Forensik. Padang : FK Unand.
3. Peraturan Bersama Menteri Dalam Negeri dan Kementrian Kesehatan Nomor 15 Tahun 2010
Nomor 162/MENKES/PB/I/2010

Lampiran1

Lampiran2