Anda di halaman 1dari 8

KOMBINASI BISNIS DAN KONSOLIDASI

1. Investasi pada Entitas Lain (PSAK 15)


Definisi aset keuangan menurut PSAK 50 adalah etiap aset yang berbentuk: (a) kas; (b)
instrumen ekuitas yang diterbitkan entitas lain; (c) hak kontraktual; (i) untuk menerima kas atau
aset keuangan lain dari entitas lain; atau (ii) untuk mempertukarkan aset keuangan atau liabilitas
keuangan dengan entitas lain dengan kondisi yang berpotensi menguntungkan entitas tersebut,
atau (d) kontrak yang akan atau mungkin diselesaikan dengan menggunakan instrumen ekuitas
yang diterbitkan oleh entitas dan merupakan: (i) nonderivatif di mana entitas harus atau mungkin
diwajibkan untuk menerima suatu jumlah yang bervariasi dari instrumen ekuitas yang diterbitkan
entitas; atau (ii) derivatif yang akan atau mungkin diselesaikan selain dengan mempertukarkan
sejumlah tertentu kas atau aset keuangan lain dengan sejumlah tertentu instrumen ekuitas yang
diterbitkan entitas. Untuk tujuan ini, instrumen ekuitas yang diterbitkan entitas tidak termasuk
instrument keuangan yang mempunyai fitur opsi jual (puttable financial instruments) yang
dikategorikan sebagai instrumen ekuitas, instrumen yang mensyaratkan suatu kewajiban terhadap
entitas untuk menyerahkan kepada pihak lain bagian prorata aset neto entitas hanya pada saat
likiudasi dan dikategorikan sebagai instrumen ekuitas, atau instrumen yang merupakan kontrak
untuk menerima atau menyerahkan instrumen ekuitas yang diterbitkan entitas tersebut di masa
yang akan datang.
Dalam PSAK 15, dijelaskan definisi-definisi berikut:

Entitas asosiasi (associate) adalah suatu entitas, termasuk entitas nonkorporasi seperti
persekutuan, dimana investor mempunyai pengaruh signifikan dan bukan merupakan entitas

anak ataupun bagian partisipasi dalam ventura bersama


Entitas anak (subsidiary) adalah suatu entitas, termasuk entitas nonkorporasi seperti

persekutuan, yang dikendalikan oleh entitas lain (yang dikenal sebagai entitas induk)
Ventura bersama (joint venture) adalah perjanjian kontraktual dimana dua atau lebih pihak
menjalankan aktivitas ekonomi yang tunduk pada pengendalian bersama

Pengaruh signifikan adalah kekuasaan untuk berpartisipasi dalam keputusan kebijakan keuangan
dan operasional suatu aktivitas ekonomi, tetapi tidak mengendalikan atau mengendalikan
bersama atas kebijakan tersebut.

Indikasi kuantitatif

Hak suara 20% dianggap memiliki pengaruh signifikan, kecuali dapat dibuktikan

sebaliknya
Hak suara <20% dianggap tidak memiliki pengaruh signifikan, kecuali dapat dibuktikan
sebaliknya

Indikasi kualitatif

Keterwakilan dalam dewan direksi dan komisaris atau organ setara


Partisipasi proses pembuatan kebijakan, termasuk dividen dan distribusi lain
Transaksi material investor dengan investee
Pertukaran personel manajerial
Penyediaan informasi teknis pokok

Metode ekuitas (PSAK Paragraf 3) adalah metode akuntansi di mana investasi pada awalnya
diakui sebesar biaya perolehan dan selanjutnya disesuaikan untuk perubahan pasca perolehan
dalam bagian investor atas asset neto investee. Laba rugi investor mencakup bagiannya atas laba
atau rugi investee dan penghasilan komprehensif lain investor mencakup bagiannya atas
penghasilan komprehensif lain investee.

Ditambah atau dikurangi untuk mengakui bagian laba atau rugi investee setelah tanggal

perolehan.
Pengakuan atas pendapatan komprehensif investee diakui sebagai pendapatan komprehensif

dan kenaikan investasi pada pembukuan investor.


Distribusi dari investee mengurangi nilai tercatat investasi

Entitas dengan pengendalian bersama atau pengaruh signifikan atas investee mencatat
investasinya pada entitas investasi atau ventura bersama dengan menggunakan metode ekuitas,
kecuali jika investasi tersebut memenuhi syarat pengecualian penerapan metode ekuitas. Kecuali,
jika investasi dimilliki atau dimiliki secara tidak langsung melalui entitas modal ventura, reksa
dana, unit perwalian dan entitas serupa termasuk dana asuransi terkait investasi, entitas dapat
memilih menggunakan nilai wajar PSAK 55: Instrumen Keuangan: Pengakuan dan pengukuran,
atau jika entitas mau dijual dapat menerapkan PSAK 58: Aset Tidak Lancar yang Dimilki untuk
Dijual dan Operasi yang Dihentikan.
Penghentian Penggunaan Metode Ekuitas

Entitas menghentikan penggunaan metode ekuitas sejak tanggal ketika investasinya berhenti
menjadi investasi pada entitas asosiasi atau ventura bersama sebagai berikut:

Jika investasi menjadi investasi entitas anak, maka entitas mencatat investasinya sesuai

dengan PSAK 22: Kombinasi Bisnis dan PSAK 65: Laporan Keuangan Konsolidasian
Jika sisa kepentingan merupakan aset keuangan, maka entitas mengukur sisa kepentingan
tersebut pada nilai wajar. Nilai wajar sisa kepentingan diangggap sebagai nilai wajar pada
saat pengakuan awal aset keuangan sesuai PSAK 55: Instrumen Keuangan: Pengakuan dan

pengukuran, entitas mengakui selisihnya sebagai laba rugi.


Ketika entitas menghentikan penggunaan metode ekuitas, entitas mencatat seluruh jumlah
yang sebelumnya telah diakui dalam penghasilan komprehensif lain yang terkait dengan
investasi tersebut menggunakan dasar perlakuan yang sama dengan yang disyaratkan jika
investee telah melepaskan secara langsung aset dan liabilitas terkait

Prosedur Metode Ekuitas

Penyesuaian atas bagian laba dan penghasilan komprehensif lain.


Keuntungan atas transaksi hulu dan hilir harus dieliminasi. Hulu dieliminasi penuh, hilir

dieliminasi sebesar bagiannya.


Selisih antara harga perolehan dan nilai wajar aset neto dicatat sebagai goodwill
Selisih lebih harga nilai wajar terhadap biaya perolehan investasi dicatat sebagai penghasilan

dalam menentukan bagian entitas atas laba rugi pada periode investasi diperoleh.
Penyesuaian nilai entitas atas laba rugi entitas asosiasi atau ventura bersama setalah
perolehan dilakukan untuk untuk rugi penurunan nilai yang diakui entitas asosiasi.

Laporan keuangan terkini entitas asosiasi atau ventura bersama yang tersedia digunakan oleh
entitas dalam menerapkan metode ekuitas. Jika akhir periode pelaporan entitas berbeda dengan
entitas asosiasi atau ventura bersama, maka entitas asosiasi atau ventura bersama menyajikan
(untuk digunakan oleh entitas) laporan keuangan dengan tanggal yang sama dengan laporan
keuangan entitas, kecuali hal tersebut tidak praktis.
Jika laporan keuangan entitas asosiasi atau ventura bersama yang digunakan dalam menerapkan
metode ekuitas disusun berbeda dari tanggal entitas, maka penyesuaian dilakukan terhadap
dampak dari transaksi atau peristiwa signifikan yang terjadi di antara tanggal laporan keuangan
entitas asosiasi atau ventura bersama dengan tanggal laporan keuangan entitas. Dalam kasus

apapun, perbedaan antara akhir periode pelaporan entitas asosiasi atau ventura bersama dengan
akhir periode pelaporan entitas tidak boleh lebih dari tiga bulan. Panjangnya periode pelaporan
dan perbedaan apapun antara akhir periode pelaporan adalah sama dari periode ke periode.
Laporan keuangan entitas disusun dengan menggunakan kebijakan akuntansi yang sama untuk
transaksi dan peristiwa dalam keadaan serupa.
Rugi Penurunan Nilai

Indikasi penurunan nilai menggunakan ketentuan dalam instrumen keuangan (PSAK 55:

Instrumen Keuangan: Pengakuan dan pengukuran)


Penurunan nilai investasi (termasuk didalamnya goowill) diuji berdasarkan PSAK 48:
Penurunan Nilai Aset, sebagai aset tunggal.
Rugi penurunan adalah selisih nilai tercatat dan nilai yang dapat dipulihkan.
Nilai dipulihkan adalah nilai tertinggi antara nilai wajar dikurangi biaya penjualan
dengan nilai pakai)

2. Kombinasi Bisnis (PSAK 22)


Dalam arti umum, kombinasi bisnis berarti bergabungnya entitas-entitas bisnis yang sebelumnya
terpisah.

Integrasi horizontal adalah penggabungan perusahaan yang berada dalam lini bisnis atau
pasar yang sama.

Intergrasi vertical adalah penggabungan perusahaan yang operasinya berbeda, tetapi berada
dalam tahap produksi atau distribusi yang berkesinambungan.

Konglomerasi adalah penggabungan perusahaan yang menghasilkan produk atau jasa yang
tidak berkaitan satu sama lain.

Kombinasi bisnis dari segi hukum:

Akuisisi terjadi ketika satu perusahaan membeli aset-aset produktif entitas-entitas bisnis lain
dan mengintegrasikan aset-aset itu ke dalam operasinya. Akuisisi juga terjadi ketika satu
perusahaan memperoleh kendali operasi atas fasilitas produksi entitas-entitas lain melalui
pembelian mayoritas saham berhak suara dari entitas-entitas lain itu.

Merger terjadi ketika satu perusahaan mengambil alih seluruh aset dan operasi entitas-entitas
bisnis lain dan membubarkan entitas-entitas lain itu.

Konsolidasi terjadi ketika satu perusahaan baru didirikan dan mengambil alih semua aset dan
operasi entitas-entitas bisnis yang tergabung, dan membubarkan entitas-entitas itu

Definisi kombinasi bisnis menurut PSAK 22: Kombinasi Bisnis adalah suatu transaksi atau
peristiwa lainnya dimana pihak pengakuisisi memperoleh kendali atas satu atau lebih bisnis.
True mergers atau mergers of equals juga termasuk kombinasi bisnis.
Konsep kombinasi bisnis dalam akuntansi menekankan keterpisahan entitas-entitas sebelum
penggabungan serta terbentuknya satu entitas bisnis tunggal. Meskipun kombinasi bisnis bisa
berakibat bubarnya status badan hukum dari entitas-entitas yang tergabung, pembubaran status
badan hukum itubukanlah keniscayaan dari segi akuntansi. Bisnis-bisnis yang sebelumnya
terpisah bergabung menjadi satu entitas bisnis ketika sumber daya dan operasi bisnis-bisnis itu
berada di bawah kendali satu tim manajemen. Kendali dalam satu entitas bisnis terjadi ketika:

Satu atau lebih perseroan menjadi perusahaan anak dari satu perusahaan lain sebagai

perusahaan induk.
Satu atau lebih perusahaan mengalihkan aset dan liabilitas kepada perusahaan lain.
Perusahaan-perusahaan yang bergabung mengalihkan aset dan liabilitas ke satu perseroan
yang baru didirikan.

Metode Akuisisi
Entitas mencatat setiap kobinasi bisnis dengan menerapkan metode akuisisi. Penerapan metode
akuisisi mensyaratkan (PSAK 22 Paragraf 5):

Pengidentifikasian pihak pengakuisisi


Untuk setiap kombinasi bisnis, salah satu dari entitas yang bergabung diidentifikasikan
sebagai pihak pengakuisisi.
Penentuan tanggal akuisisi
Pihak pengakuisisi mengidentifi kasi tanggal akuisisi, yaitu tanggal pihak pengakuisisi
memperoleh pengendalian atas pihak yang diakuisisi.
Pengakuan dan pengukuran aset teridentifikasi yang diperoleh, liabilitas yang diambil-alih,
dan kepentingan nonpengendali pihak yang diakuisisi.
Pada tanggal akuisisi, pihak pengakuisisi mengakui, secara terpisah dari goodwill, asset
teridentifikasi yang diperoleh, liabilitas yang diambil-alih, dan kepentingan nonpengendali
pihak yang diakuisisi.

Untuk memenuhi kualifikasi pengakuan sebagai bagian dari penerapan metode akuisisi, aset
teridentifikasi yang diperoleh dan liabilitas yang diambil-alih harus memenuhi defi nisi aset
dan liabilitas dalam Kerangka Dasar Penyusunan dan Penyajian Laporan Keuangan pada
tanggal akuisisi. Sebagai tambahan, asset teridentifikasi yang diperoleh dan liabilitas yang
diambil-alih merupakan bagian yang dipertukarkan antara pihak pengakuisisi dan pihak yang
diakuisisi (atau pemilik sebelumnya) dalam transaksi kombinasi bisnis, bukan hasil transaksi
terpisah.
Pihak pengakuisisi mengukur aset teridentifikasi yang diperoleh dan liabilitas yang diambil

alih dengan nilai wajar pada tanggal akuisisi.


Pengakuan dan pengukuran goodwill atau keuntungan dari pembelian dengan diskon
Pihak pengakuisisi mengakui goodwill pada tanggal akuisisi yang diukur sebagai selisih
lebih (a) atas (b) di bawah ini:
(a) nilai agregat dari:
imbalan yang dialihkan yang diukur sesuai dengan Pernyataan ini, yang pada
umumnya mensyaratkan nilai wajar tanggal akuisisi (lihat paragraf 37);
jumlah setiap kepentingan nonpengendali pada pihak yang diakuisisi yang diukur
sesuai dengan Pernyataan ini; dan
untuk kombinasi bisnis yang dilakukan secara bertahap, nilai wajar pada tanggal
akuisisi kepentingan ekuitas yang sebelumnya dimiliki oleh pihak pengakuisisi pada
pihak yang diakuisisi.
(b) selisih jumlah dari aset teridentifikasi yang diperoleh dan liabilitas yang diambil-alih
pada tanggal akuisisi, yang diukur sesuai Pernyataan ini.

Pengungkapan
Pihak pengakuisisi mengungkapkan informasi yang memungkinkan pengguna laporan keuangan
dapat mengevaluasi sifat dan dampak keuangan dari kombinasi bisnis yang terjadi:

selama periode pelaporan berjalan; atau


setelah akhir periode pelaporan tetapi sebelum tanggal penyelesaian laporan keuangan.

Pihak pengakuisisi mengungkapkan informasi yang memungkinkan pengguna laporan keuangan


dapat mengevaluasi dampak keuangan dari penyesuaian yang diakui pada periode pelaporan
berjalan yang berhubungan dengan kombinasi bisnis yang terjadi pada periode tersebut atau
periode pelaporan sebelumnya.
3. Kombinasi Bisnis Entitas Pengendali

4. Laporan Keuangan Konsolidasian dan Laporan Keuangan Tersendiri (PSAK 4)


Tujuan laporan keuangan konsolidasi adalah untuk menyajikan hasil operasi dan posisi keuangan
entitas induk serta seluruh entitas anak seolah-olah kelompok usaha yang terkonsolidasi itu
adalah satu entitas ekonomi tunggal. Sasaran laporan keuangan konsolidasi terutama adalah
pemilik dan kreditor entitas induk. Diasumsikan, laporan keuangan konsolidasi lebih bermakna
daripada laporan keuangan tersendiri. Laporan keuangan konsolidasi juga dianggap perlu dalam
rangka penyajian wajar (fair presentation), jika salah satu entitas dalam kelompok usaha yang
terkonsolidasi itu secara langsung atau tidak langsung memiliki kepentingan keuangan sebagai
pengendali atas entitas-entitas lainnya.
Berikut definisi di dalam PSAK 4 Paragraf 3:

Laporan keuangan konsolidasian adalah laporan keuangan suatu kelompok usaha yang di
dalamnya aset, liabilitas, ekuitas, penghasilan, beban, dan arus kas entitas induk dan entitas

anak disajikan sebagai suatu entitas ekonomi tunggal.


Laporan keuangan tersendiri adalah laporan keuangan yang disajikan oleh entitas induk
(yaitu investor yang mempunyai pengendalian atas entitas anak) yang mencatat investasi
pada entitas anak, entitas asosiasi, dan ventura bersama berdasarkan biaya perolehan atau
sesuai dengan PSAK 55: Instrumen Keuangan: Pengakuan dan Pengukuran. Laporan
keuangan tersendiri hanya dapat disajikan sebagai informasi tambahan dalam laporan
konsolidasian. Entitas induk tidak boleh menyajikan laporan keuangan tersendiri sebagai
laporan keuangan bertujuan umum (general purposes financial statements). Laporan
keuangan tersendiri minimal terdiri dari laporan posisi keuangan, laporan laba rugi
komprehensif, laporan perubahan ekuitas, dan laporan arus kas

Penyusunan Laporan Keuangan Tersendiri


Laporan keuangan tersendiri disusun sesuai dengan SAK yang berlaku Jika entitas induk
menyusun laporan keuangan tersendiri sebagai informasi tambahan, maka entitas induk tersebut
mencatat investasi pada entitas anak, ventura bersama, dan entitas asosiasi pada:

biaya perolehan; atau


sesuai PSAK 55: Instrumen Keuangan: Pengakuan dan Pengukuran

Entitas induk menerapkan akuntansi yang sama untuk setiap kategori investasi. Investasi yang
dicatat pada biaya perolehan dicatat sesuai dengan PSAK 58: Aset Tidak Lancar yang Dimiliki
untuk Dijual dan Operasi yang Dihentikan ketika investasi tersebut diklasifikasikan sebagai
dimiliki untuk dijual (atau termasuk kelompok lepasan yang diklasifikasikan sebagai dimiliki
untuk dijual). Pengukuran investasi yang dicatat sesuai dengan PSAK 55 tidak berubah dalam
keadaan yang demikian.
Entitas induk mengakui dividen dari entitas anak, ventura bersama, atau entitas asosiasi pada
laba rugi dalam laporan keuangan tersendiri ketika hak menerima dividen ditetapkan.