Anda di halaman 1dari 7

RESUME

TATA CARA PELAPORAN SUMBERDAYA DAN CADANGAN


MINERAL BERDASARKAN SNI NO : 4726-2011
Dibuat untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah
Teknik Eksplorasi
Pada Program Studi Pertambangan Fakultas Teknik
Universitas Islam Bandung

oleh :

Dimas Tidar Febrian


10070109044

PROGRAM STUDI TEKNIK PERTAMBANGAN

FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS ISLAM BANDUNG
2012 M / 1433 H
TATA CARA PELAPORAN SUMBERDAYA DAN CADANGAN
MINERAL BERDASARKAN SNI NO : 4726-2011
1.1 Penyusunan Laporan Secara Umum
Laporan yang berkaitan dengan hasil eksplorasi, sumberdaya mineral atau
cadanganmineral dari perusahaan harus meliputi penjelasan mengenai tipe dan
sifat alamiah darimineralisasi.
Perusahaan harus memaparkan informasi yang berkaitan dengan cebakan
mineral yangdapat mempengaruhi nilai ekonomi cebakan tersebut bagi
perusahaan, serta harussecepatnya melaporkan setiap perubahan tentang
sumberdaya mineral atau cadanganmineral dan mengkaji ulang dan melaporkan
kembali atas sumberdaya mineral ataucadangan mineral sedikitnya setahun
sekali. Kualitas mineral dapat diartikan dengan kadar dan volume atau tonase.

1.2 Penyusunan Laporan Eksplorasi


Hasil eksplorasi terdiri dari data dan informasi yang diperoleh dari program
eksplorasi yangberguna bagi semua pemangku kepentingan.Hasil eksplorasi
dapat berupa sumberdayamineral dan/atau cadangan mineral.
Contoh hasil eksplorasi meliputi hasil percontohan singkapan, hasil analisa
laboratorium(assays) dari lubang bor, hasil analisa geokimia, dan hasil survei
geofsika. Laporan dari hasil eksplorasi harus mengandung informasi yang cukup
untuk membuatpenilaian yang berimbang terhadap signifikansinya.Laporan
harus meliputi informasi yang relevan seperti konteks eksplorasi, jenis, metode,
interval, lokasi pemercontohan, lokasi relatif semua data assay, metode-metode
agregasi datam status kepemilikan tanah, dan informasi kriteria lainnya.
Laporan atas hasil eksplorasi tidak boleh dipresentasikan sedemikian rupa
sehinggamemberikan kesan tidak wajar seolah-olah mineralisasi yang memiliki
potensi ekonomisudah ditemukan.Jika ketebalan sebenarnya dari mineralisasi
tidak dilaporkan,penjelasan (kualifikasi) yang memadai harus tercakup dalam
laporan tersebut.Pelaporan informasi selektif seperti pencilan (isolated) assay,
pencilan lubang bor, assaydari konsentrat dulang atau percontoh tanah dan
batuan dari zona pengkayaan sekunder, tanpa menempatkannya pada perspektif

yang benar adalah hal yang tidak dapat diterima.

1.3 Pelaporan Sumberdaya Mineral


Sumberdaya mineral adalah suatu konsentrasi atau keterdapatan dari
material yangmemiliki nilai ekonomi pada atau di atas kerak bumi, dengan
bentuk, kualitas dan kuantitastertentu yang memiliki keprospekan yang beralasan
yang pada akhirnya dapat diekstraksisecara ekonomis. Lokasi, kuantitas, kadar,
karakteristik geologi dan kemenerusan darisumberdaya mineral harus diketahui,
diestimasi atau diintepretasikan berdasar bukti-buktidan pengetahuan geologi
yang

spesifik.

Sumberdaya

Mineral

dikelompokkan

lagi

berdasartingkat

keyakinan geologinya, ke dalam kategori tereka, tertunjuk, dan terukur.


Penentuan tingkat sumberdaya tersebut berdasarkan jarak

titik

pengamatan yang dilakukan, semakin rapat maka tingkat sumberdayanya pun


semakin

tinggi.Misalnya

untuk

sumberdaya

tereka

spasi

antar

titik

pengamatannya maksimum 200 m. Semakin tinggi tingkat sumberdaya semakin


tinggi tingkat keyakinan geologinya, dan semakin rendah tingkat kesalahannya.
Pemilihan kategori sumberdaya mineral yang tepat tergantung pada
kuantitas, distribusi,dan kualitas dari data yang tersedia dan tingkat keyakinan
yang melekat pada data tersebut.
Kategori sumberdaya mineral yang tepat haruslah ditentukan oleh seorang
tenagakompeten atau tim tenaga kompeten dan harus mempertimbangkan isuisu mengenai jenis mineralisasi dan cut-off grade ketika mengkaji kemenerusan
geologi dan kadar.Cut-off grade yang dipilih dalam estimasi harus realistis dalam
hubungannya dengan jenismineralisasi.

1.4 Pelaporan Cadangan Mineral


Cadangan mineral adalah bagian dari sumberdaya mineral terukur dan/
atau tertunjuk yangdapat ditambang secara ekonomis.Hal ini termasuk tambahan
material dilusi ataupunmaterial hilang, yang kemungkinan terjadi ketika material
tersebut ditambang.Padaklasifikasi ini pengkajian dan studi yang tepat sudah
dilakukan, dan termasuk pertimbangandan modifikasi dari asumsi yang realistis
atas faktor-faktor penambangan, pengolahan/pemurnian, ekonomi, pemasaran,
hukum, lingkungan, sosial, dan peraturan pemerintah.
Pada saat laporan dibuat, pengkajian ini menunjukkan bahwa ekstraksi
telah dapatdibenarkan (reasonably be justified).Cadangan mineral dipisahkan
berdasarkan naiknyatingkat keyakinan menjadi cadangan mineral terkira dan

cadangan mineral terbukti.Dalam pelaporan cadangan mineral, informasi tentang


estimasi faktor recovery pemrosesanmineral adalah sangat penting, dan harus
selalu dimasukkan dalam laporan.

1.5 Pelaporan Fill, Remnants, Pillars yang mengandung mineral;


Mineralisasi Kadar Rendah, Stockpiles, Dumps, dan Tailing
Jika tidak ada prospek yang beralasan untuk pada akhirnya diekstraksi
secara ekonomisuntuk semua ataupun sebagian dari material termineralisasi,
maka material ini tidak dapat diklasifikasikan baik sebagai sumberdayamineral
maupun cadangan mineral. Jika sebagian dari material termineralisasi saat
inibernilai sub-ekonomis, tetapi ada harapan yang masuk akal bahwa kemudian
akan menjadiekonomis, maka material tersebut dapat diklasifikasikan sebagai
sumberdaya mineral.
Jikastudi keteknikan dan keekonomian menunjukkan bahwa ekstraksi
secara ekonomis dapatdijustifikasi dengan asumsi kondisi yang realistis, maka
material tersebut dapatdiklasifikasikan sebagai cadangan mineral.
Petunjuk di atas diterapkan secara sama untuk mineralisasi insitu kadar
rendah, kadangkala diacu sebagai material kadar marginal (mineralized waste),
dan sering dimaksudkanuntuk stockpiling dan diproses di akhir masa
penambangan. Agar lebih jelasmemahaminya, disarankan agar estimasi tonase
dan kadar dari mineralisasi tersebutdipisah dalam laporan, walaupun mungkin
adalah bagian dari total sumberdaya mineraldan cadangan mineral.
Stockpiles didefinisikan meliputi stockpiles permukaan dan bawah tanah,
termasuk brokenore di stopes, dan dapat termasuk mineral yang ditimbun
pada sistem penyimpananmineral. Material termineralisasi yang sedang diproses
(temasuk pelindian), jika hendakdilaporkan, harus dilaporkan secara terpisah.

1.6 Pelaporan Hasil Eksplorasi, Sumberdaya, dan Cadangan Intan


dan Batumulia Lainnya
Untuk kepentingan pelaporan, persyaratan untuk pelaporan intan dan batu
mulia lainnyaumumnya mirip dengan komoditas lainnya, dengan penggantian
istilah seperti mineral denganintan dan kadar dengan "kadar dan kandungan
nilai rata-rata intan. Istilah kualitas tidak bisadiganti oleh kadar, karena dalam
cebakan intan hal ini memiliki arti sangat berbeda. Panduan laindari industri
untuk estimasi dan pelaporan sumberdaya dan cadangan intan dapat digunakan

tetapitidak boleh mengabaikan ketentuan dan maksud yang ada


Laporan mengenai intan yang diperoleh dari program pengambilan
percontoh harusmencantumkan informasi penting yang berhubungan dengan
dasar pengambilan percontoh,metode recovery dan angka recovery intan.Berat
dari intan yang diperoleh dapat tidakdilaporkan jika berat intan tersebut terlalu
kecil sehingga tidak mempunyai nilai ekonomi.Batas ukuran terkecil (lower cut-off
size) harus dinyatakan dalam laporan.
Untuk laporan yang berhubungan dengan intan atau mineralisasi batu
mulia lainnya,dipersyaratkan bahwa setiap laporan penilaian ekonomis sejumlah
intan atau batumulia,harus disertai dengan suatu pernyataan bahwa penilaian
ekonomis tersebut dilakukansecara independen.Penilaian ekonomis harus
didasarkan pada suatu laporan oleh ahliyang kompeten.
Jika penilaian ekonomis dari sejumlah intan dilaporkan, maka berat (dalam
karat) dan batasminimum ukuran intan harus dinyatakan, dan harga intan
dinyatakan dalam US Dollars per-karat. Bila penilaian ekonomis digunakan pada
estimasi sumberdaya mineral dan cadanganmineral intan, maka penilaian
ekonomis harus didasarkan pada distribusi ukuran, bentukdan warna sejumlah
intan yang ada dalam populasi intan pada cebakan tersebut.
Penilaian ekonomis intan tidak harus dilaporkan untuk percontoh intan
yang diprosesmenggunakan metode pembebasan total (total liberation).

1.7 Pelaporan Hasil Eksplorasi, Sumberdaya, dan Cadangan Mineral


Industri
Mineral industri yang dimaksud adalah kaolin, fosfat, batugamping, talk,
zeolit, granit, bentonit, pasir kuarsa.Ketika melaporkan informasi dan hasil
estimasi mineral industri, maka prinsip-prinsipdan maksud standar harus
diterapkan.Hasil analisa laboratorium tidak selalu relevan, dan kriteriakualitas
lainnya mungkin lebih bisa diterapkan. Kalau kriteria seperti mineral pengotor
atau sifat fisikmineral adalah lebih relevan daripada komposisi dari mineral bulk
itu sendiri, maka ini harusdilaporkan sesuai apa adanya.
Beberapa cebakan mineral industri dapat menghasilkan beberapa produk
yang dapatdigunakan untuk lebih dari satu penerapan dan/atau spesifikasi.Jika
dianggap penting olehperusahaan yang membuat laporan, produk ganda seperti
ini harus dihitung baik secaraterpisah atau sebagai suatu persentase dari
cebakan bulk.

Untuk beberapa mineral industri, merupakan praktek umum untuk


melaporkan produk yanglayak jual daripada produk tertambang, yang secara
tradisional dianggap sebagaicadangan mineral.Kecenderungan pada standar
adalah bahwa apabila produk yang layakjual dilaporkan, harus bersama-sama
dengan pelaporan Cadangan Mineral.Tetapi,diketahui bahwa kepekaan pasar
tidak selalu menerima bentuk pelaporan seperti ini.Hal inipenting bahwa di
segala situasi dimana produk layak jual dilaporkan, maka pernyataanklarifikasi
harus

disertakan

untuk

memastikan

bahwa

pembaca

mendapatkan

informasisepenuhnya mengenai hal-hal dilaporkan.

1.8 Tenaga Kompeten Penyusun Laporan Eksplorasi


Seorang Tenaga Kompeten harus mempunyai pengalaman sekurangkurangnya lima tahundalam bidang yang sesuai dengan bentuk mineralisasi dan
jenis cebakan yang sedangdipertimbangkan dan sesuai dengan kegiatan yang
sedang dilakukan oleh tenaga kompetentersebut.Seorang atau beberapa
orangtenaga kompeten yang melakukan kegiatan ini harus paham bahwa
merekamenerima tanggung jawab penuh dalam estimasi tersebut dan dokumen
pendukungnya.
Apabila tenaga kompeten tersebut menyusun suatu laporan tentang hasilhasil eksplorasi,maka pengalaman Tenaga Kompeten tersebut harus sesuai
dengan bidang eksplorasi.Jika tenaga kompeten tersebut sedang melakukan
atau mengawasi kegiatan estimasi sumberdaya mineral, pengalaman tenaga
kompeten tersebut harus relevan dengan estimasi, kajian, danevaluasi
sumberdaya mineral. Jika Tenaga Kompeten tersebut sedang melakukan
ataumengawasi

kegiatan

estimasi

cadangan

bijih,

pengalaman

Tenaga

Kompeten tersebut harusrelevan dengan estimasi, kajian, evaluasi, dan


keekonomian proses ekstraksi dari cadanganbijih.
Tambahan pengalaman selain mengenai jenis mineralisasi, seorang tenaga
kompeten yangbertanggung jawab atas kompilasi hasil-hasil eksplorasi atau
estimasi sumberdaya mineralharus memiliki cukup pengalaman dalam teknikteknik pengambilan percontoh dan analisalaboratorium yang relevan dengan
cebakan yang sedang dipertimbangkan, agar menyadaripersoalan-persoalan
yang dapat mempengaruhi tingkat kepercayaan dari data.
Pemahamantentang teknik-teknik penambangan dan pengolahan yang

akan dipakai pada jenis cebakantersebut mungkin juga menjadi hal yang penting.
Ketika perusahaan yang memiliki kepentingan di luar negeri akan melaporkan
hasil-hasileksplorasi, estimasi sumberdaya mineral atau cadangan bijih di
Indonesia, perusahaan tersebutharus menunjuk seorang atau beberapa Tenaga
Kompeten untuk bertangung jawab atas hasil-hasil eksplorasi, estimasi
sumberdaya mineral atau cadangan bijih.