Anda di halaman 1dari 13

MAKALAH

MASYARAKAT MADANI

Disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah


Agama Islam
Yang dibina oleh Bapak

Oleh
NAMA

: YUFINTA SANDYA NINGSIH

NIM

: 821 344 405

UNIVERSITAS TULUNGAGUNG
FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK
PROGAM STUDI S1 ILMU ADMINISTRASI NEGARA
November 2014

KATA PENGANTAR
Segala puji bagi Tuhan kita panjatkan karena atas segala rahmat dan hidayahNya kita dapat menyelesaikan tugas makalah ini dengan baik dan lancar. Penulisan
makalah merupakan salah satu tugas dan persyaratan untuk menyelesaikan tugas mata
kuliah Agama Islam.
Pada kesempatan ini penulis menyampaikan ucapan terimakasih kepada :
1

Bapak H. Soim, M.Pd.I sebagai dosen pembimbing Agama Islam yang


telah memberi arahan bimbingan sehingga bisa memperlancar pembuatan

makalah ini.
Teman teman yang telah memberikan bantuan dan dukungan dalam
menyelasaikan
makalah ini.

Dalam Penulisan makalah ini penulis merasa masih banyak kekurangankekurangan baik pada teknis penulisan maupun materi, mengingat akan kemampuan
yang dimiliki penulis. Untuk itu kritik dan saran dari semua pihak sangat penulis
harapkan demi penyempurnaan pembuatan makalah ini. kami sangat berharap
makalah ini bisa bermanfaat bagi para mahasiswa khususnya dan bagi para pembaca
umumnya.

Tulungagung, November 2014

Penulis,

ii

DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL

......................................................

KATA PENGANTAR

......................................................

ii

DAFTAR ISI

......................................................

iii

1.1 Latar belakang

......................................................

1.4 Perumusan masalah

......................................................

......................................................

......................................................

......................................................

......................................................

10

......................................................

11

BAB I
PENDAHULUAN

BAB II
PEMBAHASAN
1
2
3

Pengertian masyarakat madani


Karakteristik masyarakat madani
Mewujudkan masyarakat madani

BAB III
PENUTUP
3.1 KESIMPULAN
DAFTAR PUSTAKA

BAB I

iii

PENDAHULUAN
1

LATAR BELAKANG
Pengembangan masyarakat sebagai sebuah kajian keilmuan dapat
menyentuh keberadaan manusia yang berperadaban. Pengembangan masyarakat
merupakan sebuah proses yang dapat merubah watak, sikap dan prilaku
masyarakat

ke

arah

pembangunan

yang

dicita-citakan.

Semua

orang

mendambakan kehidupan yang aman, damai dan sejahtera sebagaimana yang


dicita-citakan masyarakat Indonesia, yaitu adil dan makmur bagi seluruh lapisan
masyarakat. Untuk mencapainya berbagai sistem kenegaraan muncul, seperti
demokrasi.

Cita-cita

suatu

masyarakat

tidak

mungkin

dicapai

tanpa

mengoptimalkan kualitassumber daya manusia. Hal ini terlaksana apabila semua


bidang pembangunan bergerak secara terpadu yang menjadikan manusia sebagai
subjek.
Indikator dalam menentukan kemakmuran suatu bangsa sangat tergantung
pada situasi dan kondisi serta kebutuhan masyarakatnya.Akhir-akhir ini
masyarakat Indonesia mencuatkan suatu kemakmuran yang didambakan yaitu
terwujudnya masyarakat madani. Munculnya istilah masyarakat madani pada era
reformasi ini, tidak terlepas dari kondisi politik negara yang berlangsung selama
ini. Sejak Indonesia merdeka, masyarakat belum merasakan makna kemerdekaan
yang sesungguhnya. Pemerintah atau penguasa belum banyak member
kesempatan bagi semua lapisan masyarakat mengembangkan potensinya secara
maksimal. Bangsa Indonesia belum terlambat mewujudkan masyarakat madani,
asalkan semua potensi sumber daya manusia mendapat kesempatan berkembang
dan dikembangkan. Mewujudkan masyarakat madani banyak tantangan yang
harus dilalui. Untuk itu perlu adanya strategi peningkatan peran dan fungsi
masyarakat dalam mengangkat martabat manusia menuju masyarakat madani itu
sendiri.

PERUMUSAN MASALAH
1 Apa pengertian masyarakat madani?
2 Apa saja karakteristik masyarakat madani?
3 Bagaimana cara mewujudkan masyarakat madani ?

BAB II
PEMBAHASAN
1

PENGERTIAN MASYARAKAT MADANI


Masyarakat madani merupakan penerjemahan istilah dari konsep civil
society Orang yang pertama kali mengungkapkan istilah ini adalah Anwar
Ibrahim. Pemaknaan civil society sebagai masyarakat madani merujuk pada
konsep dan bentuk masyarakat Madinah yang dibangun Nabi Muhammad.
Masyarakat Madinah dianggap sebagai legitimasi historis ketidakbersalahan
pembentukan civil society dalam masyarakat muslim modern.
Kata madani berasal dari kata Madinah, yaitu sebuah kota tempat hijrah
Nabi Muhammad SAW. Madinah berasal dari kata madaniyah yang berarti
peradaban. Oleh karena itu masyarakat madani berarti masyarakat yang beradap.
Di bawah ini adalah beberapa definisi masyarakat madani dari para tokoh :
1

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, masyarakat madani adalah


masyarakat yang menjunjung tinggi norma, nilai-nilai, dan hukum yang

ditopang oleh penguasaan teknologi yang beradab, iman dan ilmu.


Menurut Syamsudin Haris, masyarakat madani adalah suatu lingkup
interaksi sosial yang berada di luar pengaruh negara dan model yang
tersusun dari lingkungan masyarakat paling akrab seperti keluarga, asosiasi
sukarela, gerakan kemasyarakatan dan berbagai bentuk lingkungan

komunikasi antar warga masyarakat.


Menurut Nurcholis Madjid, masyarakat madani adalah masyarakat yang
merujuk pada masyarakat Islam yang pernah dibangun Nabi Muhammad
SAW di Madinah, sebagai masyarakat kota atau masyarakat berperadaban
dengan ciri antara lain : menghargai prestasi, keterbukaan, toleransi dan

musyawarah.
Menurut Ernest Gellner, Civil Society atau Masyarakat Madani merujuk
pada mayarakat yang terdiri atas berbagai institusi non pemerintah yang

otonom dan cukup kuat untuk dapat mengimbangi Negara.


Menurut Cohen dan Arato, Civil Society atau Masyarakat Madani adalah
suatu wilayah interaksi sosial diantara wilayah ekonomi, politik dan Negara
yang didalamnya mencakup semua kelompok-kelompok sosial yang
bekerjasama membangun ikatan-ikatan sosial diluar lembaga resmi,
menggalang solidaritas kemanusiaan, dan mengejar kebaikan bersama
(public good).

Menurut Muhammad AS Hikam, Civil Society atau Masyarakat Madani


adalah wilayah-wilayah kehidupan sosial yang terorganisasi dan bercirikan
antara lain kesukarelaan (voluntary), keswasembadaan (self-generating),
keswadayaan (self-supporing),dan kemandirian yang tinggi berhadapan
dengan negara, dan keterikatan dengan norma-norma dan nilai-nilai hukum

yang diikuti oleh warganya.


Menurut M. Ryaas Rasyid, Civil Society atau Masyarakat Madani adalah
suatu gagasan masyarakat yang mandiri yang dikonsepsikan sebagai
jaringan-jaringan yang produktif dari kelompok-kelompok sosial yang
mandiri, perkumpulan-perkumpulan, serta lembaga-lembaga yang saling
berhadapan dengan negara.
Masyarakat madani atau civil society secara umum bisa diartikan sebagai

masyarakat yang beradab, menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan, yang maju


dalam penguasaan ilmu pengetahuan, dan teknologi.
Masyarakat madani jika dipahami secara sepintas merupakan format
kehidupan sosial yang mengedepankan semangat demokratis dan menjunjung
tinggi nilai-nilai hak asasi manusia.Dalam masyarakat madani, warga negara
bekerjasama membangun ikatan sosial, jaringan produktif dan solidaritas
kemanusiaan yang bersifat non-govermental untuk mencapai kebaikan
bersama.Karena itu, tekanan sentral masyarakat madani adalah terletak pada
independensinya terhadap negara.Masyarakat madani berkeinginan membangun
hubungan yang konsultatif bukan konfrontatif antara warga negara dan negara.

Masyarakat madani juga tidak hanya bersikap dan berperilaku sebagai


citizen yang memiliki hak dan kewajiban, melainkan juga harus menghormati
equalright, memperlakukan semua warga negara sebagai pemegang hak
kebebasan yang sama.
Disinilah kemudian, masyarakat madani menjadi alternative pemecahan,
dengan pemberdayaan dan penguatan daya kontrol masyarakat terhadap
kebijakan-kebijakan pemerintah yang pada akhirnya nanti terwujud kekuatan
masyarakat sipil yang mampu merealisasikan dan mampu menegakkan konsep
hidup yang demokratis dan menghargai hak-hak asasi manusia.Masyarakat
madani dipercaya sebagai alternatif paling tepat bagi demokratisasi, terutama di

negara yang demokrasinya mengalami ganjalan akibat kuatnya hegemoni negara.


Tidak hanya itu, masyarakat madani kemudian juga dipakai sebagai cara pandang
untuk memahami universalitas fenomena demokrasi di berbagai negara.

KARAKTERISTIK MASYARAKAT MADANI


Ada beberapa karakteristik masyarakat madani, diantaranya:
1. Terintegrasinya individu-individu dan kelompok-kelompok ekslusif kedalam
masyarakat melalui kontrak sosial dan aliansi sosial.
2. Menyebarnya kekuasaan sehingga kepentingan-kepentingan

yang

mendominasi dalam masyarakat dapat dikurangi oleh kekuatan-kekuatan


alternatif.
3. Dilengkapinya program-program pembangunan yang didominasi oleh negara
dengan program-program pembangunan yang berbasis masyarakat.
4. Terjembataninya kepentingan-kepentingan individu dan negara karena
keanggotaan organisasi-organisasi volunter mampu memberikan masukanmasukan terhadap keputusan-keputusan pemerintah.
5. Tumbuhkembangnya kreatifitas yang pada mulanya terhambat oleh rejimrejim totaliter.
6. Meluasnya kesetiaan (loyalty) dan kepercayaan (trust) sehingga individuindividu

mengakui

keterkaitannya

dengan

orang

lain

dan

tidak

mementingkan diri sendiri.


7. Adanya pembebasan masyarakat melalui kegiatan lembaga-lembaga sosial
dengan berbagai ragam perspektif.
8. Bertuhan, artinya bahwa masyarakat tersebut adalah masyarakat yang
beragama, yang mengakui adanya Tuhan dan menempatkan hukum Tuhan
sebagai landasan yang mengatur kehidupan sosial.
9. Damai, artinya masing-masing elemen masyarakat, baik secara individu
maupun secara kelompok menghormati pihak lain secara adil.
10. Tolong menolong tanpa mencampuri urusan internal individu lain yang dapat
mengurangi kebebasannya.
11. Toleran, artinya tidak mencampuri urusan pribadi pihak lain yang telah
diberikan oleh Allah sebagai kebebasan manusia dan tidak merasa terganggu
oleh aktivitas pihak lain yang berbeda tersebut.
12. Keseimbangan antara hak dan kewajiban sosial.
13. Berperadaban tinggi, artinya bahwa masyarakat tersebut memiliki kecintaan
terhadap ilmu pengetahuan dan memanfaatkan kemajuan ilmu pengetahuan
untuk umat manusia.
14. Berakhlak mulia.

4
5

Dari beberapa ciri tersebut, kiranya dapat dikatakan bahwa masyarakat


madani adalah sebuah masyarakat demokratis dimana para anggotanya
menyadari akan hak-hak dan kewajibannya dalam menyuarakan pendapat dan
mewujudkan

kepentingan-kepentingannya;

dimana

pemerintahannya

memberikan peluang yang seluas-luasnya bagi kreatifitas warga negara untuk


mewujudkan program-program pembangunan di wilayahnya. Namun demikian,
masyarakat madani bukanlah masyarakat yang sekali jadi, yang hampa udara,
taken for granted. Masyarakat madani adalah konsep yang cair yang dibentuk
dari poses sejarah yang panjang dan perjuangan yang terus menerus. Bila kita
kaji, masyarakat di negara-negara maju yang sudah dapat dikatakan sebagai
masyarakat madani, maka ada beberapa prasyarat yang harus dipenuhi untuk
menjadi masyarakat madani, yakni adanya democratic governance (pemerintahan
demokratis) yang dipilih dan berkuasa secara demokratis dan democratic civilian
(masyarakat sipil yang sanggup menjunjung nilai-nilai civil security; civil
responsibility dan civil resilience).

Apabila diurai, dua kriteria tersebut menjadi tujuh prasyarat masyarakat madani
sbb:
1

Terpenuhinya kebutuhan dasar individu, keluarga, dan kelompok dalam

masyarakat.
Berkembangnya modal manusia (human capital) dan modal sosial (socail
capital) yang kondusif bagi terbentuknya kemampuan melaksanakan tugas-

tugas kehidupan dan terjalinya kepercayaan dan relasi sosial antar kelompok.
Tidak adanya diskriminasi dalam berbagai bidang pembangunan; dengan kata

lain terbukanya akses terhadap berbagai pelayanan sosial.


Adanya hak, kemampuan dan kesempatan bagi masyarakat dan lembagalembaga swadayauntuk terlibat dalam berbagai forum dimana isu-isu

kepentingan bersama dan kebijakan publik dapat dikembangkan.


Adanya kohesifitas antar kelompok dalam masyarakat serta tumbuhnya sikap

saling menghargai perbedaan antar budaya dan kepercayaan.


Terselenggaranya sistem pemerintahan yang memungkinkan lembagalembaga ekonomi, hukum, dan sosial berjalan secara produktif dan

berkeadilan sosial.
Adanya jaminan, kepastian dan kepercayaan antara jaringan-jaringan
kemasyarakatan yang memungkinkan terjalinnya hubungan dan komunikasi
antar mereka secara teratur, terbuka dan terpercaya.

Tanpa prasyarat tesebut maka masyarakat madani hanya akan berhenti pada
jargon. Masyarakat madani akan terjerumus pada masyarakat sipilisme yang
sempit yang tidak ubahnya dengan faham militerisme yang anti demokrasi dan
sering melanggar hak azasi manusia. Dengan kata lain, ada beberapa ramburambu yang perlu diwaspadai dalam proses mewujudkan masyarakat madani.

MEWUJUDKAN MASYARAKAT MADANI


Selanjutnya Peran Umat Islam Dalam Mewujudkan Masyarakat Madani yaitu :
1. Kualitas SDM Umat Islam
Dalam Q.S. Ali Imran ayat 110
Artinya :
Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh
kepada yang maruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada
Allah. sekiranya ahli Kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka, di
antara mereka ada yang beriman, dan kebanyakan mereka adalah orangorang yang fasik.
Dari ayat tersebut sudah jelas bahwa Allah menyatakan bahwa umat
Islam adalah umat yang terbaik dari semua kelompok manusia yang Allah
ciptakan. Di antara aspek kebaikan umat Islam itu adalah keunggulan kualitas
SDMnya dibanding umat non Islam. Keunggulan kualitas umat Islam yang
dimaksud dalam Al-Quran itu sifatnya normatif, potensial, bukan riil.
Realitas dari norma tersebut bergantung pada kemampuan umat islam sendiri
untuk memanfaatkan norma atau potensi yang telah dimilikinya.
2. Sistem ekonomi islam dan kesejahteraan umat
Menurut ajaran Islam, semua kegiatan manusia termasuk kegiatan
sosial dan ekonomi haruslah berlandaskan tauhid (keesaan Allah). Setiap
ikatan atau hubungan antara seseorang dengan orang lain dan penghasilannya
yang tidak sesuai dengan ajaran tauhid adalah ikatan atau hubungan yang
tidak Islami. Dengan demikian realitas dari adanya hak milik mutlak tidak
dapat diterima dalam Islam, sebab hal ini berarti mengingkari tauhid.
Manurut ajaran Islam hak milik mutlak hanya ada pada Allah saja. Hal ini
berarti hak milik yang ada pada manusia hanyalah hak milik nisbi atau relatif.

Islam mengakui setiap individu sebagai pemilik apa yang diperolehnya


melalui bekerja dalam pengertian yang seluas-luasnya, dan manusia berhak
untuk mempertukarkan haknya itu dalam batas-batas yang telah ditentukan
secara khusus dalam hukum Islam. Pernyataan-pernyataan dan batas-batas
hak milik dalam Islam sesuai dengan kodrat manusia itu sendiri, yaitu dengan
sistem keadilan dan sesuai dengan hak-hak semua pihak yang terlibat di
dalamnya.
Islam memandang umat manusia sebagai satu keluarga, maka setiap
manusia adalah sama derajatnya di mata Allah dan di depan hukum yang
diwahyukannya. Konsep persaudaraan dan perlakuan yang sama terhadap
seluruh anggota masyarakat di muka hukum tidaklah ada artinya kalau tidak
disertai dengan keadilan ekonomi yang memungkinkan setiap orang
memperoleh hak atas sumbangan terhadap masyarakat.
Dalam ajaran Islam ada dua dimensi utama hubungan yang harus
dipelihara, yaitu hubungan manusia dengan Allah dan hubungan manusia
dengan manusia dalam masyarakat. Kedua hubungan itu harus berjalan
dengan serentak. Dengan melaksanakan kedua hungan itu hidup manusia
akan sejahtrera baik di dunia maupun di akhirat kelak.
3. Menejemen zakat
Zakat adalah memberikan harta yang telah mencapai nisab dan haul
kepada orang yang berhak menerimanya dengan syarat-syarat tertentu. Nisab
adalah ukuran tertentu dari harta yang dimiliki yang mewajibkan
dikeluarkannya zakat, sedangkan haul adalah berjalan genap satu tahun.
Zakat juga berarti kebersihan, setiap pemeluk Islam yang mempunyai harta
cukup banyaknya menurut ketentuan (nisab) zakat, wajiblah membersihkan
hartanya itu dengan mengeluarkan zakatnya.
Di dalam Alquran Allah telah berfirman sebagai berikut:
Al-Baqarah: 110 yang artinya:
Dan Dirikanlah shalat dan tunaikanlah zakat. dan kebaikan apa saja yang
kamu usahakan bagi dirimu, tentu kamu akan mendapat pahala nya pada sisi
Allah. Sesungguhnya Alah Maha melihat apa-apa yang kamu kerjakan.
4. Menejemen Wakaf
Wakaf adalah salah satu bentuk dari lembaga ekonomi Islam. Ia
merupakan lembaga Islam yang satu sisi berfungsi sebagai ibadah kepada
Allah, sedangkan di sisi lain wakaf juga berfungsi sosial. Wakf muncul dari
satu pernyataan dan perasaan iman yang mantap dan solidaritas yang tinggi

87

antara sesama manusia. Dalam fungsinya sebagai ibadah ia diharapkan akan


menjadi bekal bagi si wakif di kemudian hari, karena ia merupakan suatu
bentuk amalan yang pahalanya akan terus menerus mengalir selama harta
wakaf itu dimanfaatkan. Sedangkan dalam fungsi sosialnya, wakaf
merupakan aset amat bernilai dalam pembangunan umat.
dapun ayat-ayat Al-Quran dan hadist yang menerangkan tentang
wakaf ini ialah:
Al-Baqarah ayat 267:
Artinya: Hai orang-orang yang beriman, nafkahkanlah (di jalan
Allah) sebagian dari hasil usahamu yang baik-baik dan sebagian dari apa
yang kami keluarkan dari bumi untuk kamu. dan janganlah kamu memilih
yang buruk-buruk lalu kamu menafkahkan daripadanya, padahal kamu
sendiri tidak mau mengambilnya melainkan dengan memincingkan mata
terhadapnya. dan Ketahuilah, bahwa Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji.
Al-Hajj ayat 77 :
Artinya: Hai orang-orang yang beriman, rukulah kamu, sujudlah
kamu, sembahlah Tuhanmu dan perbuatlah kebajikan, supaya kamu
mendapat kemenangan.
Abu Hurairah r.a. menceritakan, bahwa Rasullullah SAW bersabda,
Jika seorang manusia meninggal dunia, maka terputuslah masa ia
melanjutkan amal, kecuali mengenai tiga hal, yaitu: Sedekah jariyah
(waqafnya) selama masih dipergunakan, ilmunya yang dimanfaatkan
masyarakat, dan anak salehnya yang mendoakannya. (Riwayat Muslim).
Abu Hurairah r.a. menceritakan bahwa Rasullullah SAW mengutus
Umar untuk memungut zakat di dalam hadist itu terdapat pula Khalid
mewakafkan baju besi dan perabot perangnya di jalan Allah.

BAB III
PENUTUP

3.1. KESIMPULAN DAN SARAN


Untuk mewujudkan masyarakat madani dan agar terciptanya kesejahteraan
umat maka kita sebagai generasi penerus supaya dapat membuat suatu perubahan
yang signifikan. Selain itu, kita juga harus dapat menyesuaikan diri dengan apa yang
sedang terjadi di masyarakat sekarang ini. Agar di dalam kehidupan bermasyarakat
kita tidak ketinggalan berita. Di dalam mewujudkan masyarakat madani dan
kesejahteraan umat haruslah berpacu pada Al-Quran dan As-Sunnah yang
diamanatkan oleh Rasullullah kepada kita sebagai umat akhir zaman. Sebelumnya
kita harus mengetahui dulu apa yang dimaksud dengan masyarakat madani itu dan
bagaimana cara menciptakan suasana pada masyarakat madani tersebut, serta ciri-ciri
apa saja yang terdapat pada masyarakat madani sebelum kita yaitu pada zaman
Rasullullah.
Selain memahami apa itu masyarakat madani kita juga harus melihat pada
potensi manusia yang ada di masyarakat, khususnya di Indonesia. Potensi yang ada di
dalam diri manusia sangat mendukung kita untuk mewujudkan masyarakat madani.
Karena semakin besar potensi yang dimiliki oleh seseorang dalam membangun
agama Islam maka akan semakin baik pula hasilnya. Begitu pula sebaliknya, apabila
seseorang memiliki potensi yang kurang di dalam membangun agamanya maka
hasilnya pun tidak akan memuaskan.
Oleh karena itu, marilah kita berlomba-lomba dalam meningkatkan potensi
diri melalui latihan-latihan spiritual dan praktek-praktek di masyarakat.
Maka diharapkan kepada kita semua baik yang tua maupun yang muda agar dapat
mewujudkan masyarakat madani di negeri kita yang tercinta ini yaitu Indonesia.
Yakni melalui peningkatan kualiatas sumber daya manusia, potensi, perbaikan sistem
ekonomi serta menerapkan budaya zakat, infak, dan sedekah.. Insya Allah dengan
menjalankan syariat Islam dengan baik dan teratur kita dapat memperbaiki kehidupan
bangsa ini secara perlahan.
Demikianlah makalah yang dapat kami sampaikan pada kesempatan kali ini
semoga di dalam penulisan ini dapat dimengerti kata-katanya sehingga tidak
menimbulkan kesalahpahaman di masa yang akan datang.

DAFTAR PUSTAKA

Fixguy. 2013. MASYARAKAT MADANI. (Online)


http://fixguy.wordpress.com/makalah-masyarakat-madani/. Diakses : 20 Juli 2013.
Nitaistyawati. 2014 Peran Umat Islam Dalam Mewujudkan Masyarakat Beradab
( Masyarakat Madani ). (Online) http://nitaistyawati.blogspot.com/2014/03/peran-umatislam-dalam-mewujudkan_22.html

10
11