Anda di halaman 1dari 9

BAB I

PENDAHULUAN
A. DEFINISI
Melasma adalah hipermelanosis didapat yang umumnya
simetris berupa makula yang tidak merata berwarna coklat
muda sampai coklat tua, mengenai area yang terpajan sinar
ultra violet dengan tempat predileksi pada pipi, dahi, daerah
atas bibir, hidung, dan dagu.1,5
Terdapat beberapa jenis melasma, ditinjau dari gambaran
klinis, pemeriksaan histopatologik, dan pemeriksaan dengan
sinar

wood.

gambaran

Melasma
klinis,

dapat

pemeriksaan

dibedakan

berdasarkan

histopatologik

dan

pemeriksaan dengan sinar wood.1,5


Penyakit infeksi lain atau diagnosa banding yang harus
diperhatikan dalam kasus melasma adalah lentiginosis yang
dijumpai makula coklat atau coklat kehitaman berbentuk
bulat atau polisiklik dan timbul dalam jumlah yang banyak.
Diagnosis

banding

lain

yaitu,

efelid

yaitu

macula

hiperpigmentasi berwarna coklat terang yang tinmbul pada


kulit yang sering terkena sinar matahari.1
Umumnya pengobatan untuk melasma sering diberikan
pengobatan topikal dan sistemik. Tujuan dari pengobatan ini
untuk mengurangi immorbiditas dan mencegah komplikasi. 1
Melasma adalah hipermelanosis umumnya pada daerah
yang terpapar sinar matahari dan simetris. Hal ini sangat
umum pada wanita oriental. Faktor etiologi utama termasuk
pengaruh genetik, paparan ultraviolet (UV) radiasi, dan
hormon

seks.

Namun,

patogenesis

melasma

belum

sepenuhnya dipahami. Perubahan kulit dapat mempengaruhi


perkembangan melasma.2
B. ETIOLOGI

Etiologi melasma pada saat ini belum diketahui pasti.


Faktor kausatif

yang dianggap berperan pada patogenesis

melasma adalah; sinar ultraviolet, hormon, obat-obatan,


genetik, ras, kosmetik dan idiopatik. 1,5
Spektrum pada sinar matahari bisa merusak gugus
sulfhidril di epidermis yang merupakan penghambat enzim
tirosinase. Sinar matahari menyebabkan enzim ini tidak
dihambat lagi sehingga memacu proses melanogenesis.
Hormon, misalnya estrogen, progesterone dan penggunaan
pil kontrasepsi berperan terjadinya melasma. Obat obatan
seperti misalnya mesantoin, sitostatik dan minosiklin. Obat ini
ditimbun di lapisan epidermis bagian atas dan merangsang
melanogenesis. Genetik, dilaporkan kasus keluarga sekitar
20-70%.

Rassering

di

temui

pada

orang

kulit

hitam.

Pemakaian kosmetika yang mengandung zat pewarna atau


bahan tertentu yang fotosensitivitas dapat mengakibatkan
hiperpigmentasi pada wajah.1
C. EPIDEMIOLOGI
Melasma dapat mengenai semua ras terutama penduduk
yang tinggal di daerah tropis. Melasma terutama di jumpai
pada wanita, meskipun didapat pula pada pria (10%). Di
Indonesia perbandingan kasus wanita dan pria adalah 24:1.
Terutama tampak pada wanita usia subur dengan riwayat
langsung terkena pajanan sinar matahari. Insiden terbanyak
pada usia 30-44 tahun. Kelainan ini dapat mengenai pada
wanita hamil, wanita pemakai pil kontrasepsi, pemakai
kosmetik, pemakai obat dan lain-lain.1,5,6

BAB II
DIAGNOSIS
I.

DIAGNOSIS
Diagnosis
pemeriksaan

melasma
klinis.

ditegakkan

Untuk

menentukan

hanya

dengan

tipe

melasma

dilakukan pemeriksaan sinar Wood, sedangkan pemeriksaan


histopatologik hanya dilakukan pada kasus-kasus tertentu.1,5
II.

GEJALA KLINIS
Lesi melasma berupa makula berwarna coklat muda atau
coklat tua berbatas tegas dengan tepi tidak teratur, sering
pada

pipi

dan

hidung

yang

disebut

pola

malar.

Pola

mandibular terdapat pada dagu sedangkan pola sentrofasial


di pelipis, dahi, alis dan bibir atas. Warna keabu-abuan atau
kebiru-biruan terutama pada tipe dermal.1,5

Gambar

1.

Melasma.
Makul berwarna kuning ke coklatan dengan batas iregular pada
dahi5

Terdapat beberapa jenis melasma ditinjau dari gambaran

klinis, pemeriksaan histopatologik, dan pemeriksaan dengan


sinar

Wood.

gambaran

Melasma
klinis,

dapat

pemeriksaan

dibedakan

berdasarkan

histopatologik,

dan

pemeriksaan dengan sinar wood.1


3

II.1 Berdasarkan gambaran klinis:


II.1.1 Bentuk sentro-fasial: dahi, hidung, pipi bagian
medial, bawah hidung, serta dagu (63%).
II.1.2 Bentuk malar: hidung dan pipi bagian lateral (21%)
II.1.3 Bentuk mandibular: mandibula (16%)1,5
II.2 Berdasarkan pemeriksaan histopatologis:
II.2.1 Tipe epidermal: umumnya berwarna coklat,
melanin terutama terdapat pada lapisan basal dan
suprabasal, kadang-kadang di seluruh stratum
korneum dan stratum spinosum.
II.2.2 Tipe dermal: berwarna coklat kebiruan, terdapat
makrofag bermelanin di sekitar pembuluh darah di
dermis bagian atas terdapat fokus-fokus infiltrat. 1
II.3 Tipe melasma dengan pemeriksaan sinar wood:
II.3.1 Tipe epidermal : melasma tampak batas lebih jelas
II.3.2 Tipe dermal : melasma tampak tidak jelas
II.3.3 Tipe mix : melasma pada tempat tertentu tampak
jelas.
III.

1,2

PEMERIKSAAN PENUNJANG
Pada permeriksaan histopatologik

terdapat

tipe

hipermelanosis; tipe epidermal dan tipe dermal.Pada tipe


epidermal, melanin terutama terdapat di lapisan basal dan
suprabasal, kadang-kadang di seluruh stratum spinosum
sampai stratum korneum; sel-sel yang padat mengandung
melanin adalah melanosit, sel-sel lapisan basal, dan supra
basal juga terdapat pada keratinosit dan sel-sel stratum
korneum.1
Pemeriksaan mikroskop elektron.

Pada pemeriksaan ini

terdapat gambaran ultrastruktur melanosit dalam lapisan


basal memberi kesan aktivitas melanosit meningkat.1
Pemeriksaan dengan sinar wood. Pada melasma tipe
epidermal, warna lesi tampak lebih kontras. Pada tipe dermal,
warna lesi tidak bertambah kontras. Pada tipe campuran, lesi
ada yang bertambah kontras ada yang tidak jelas. Pada tipe

tidak jelas, dengan sinar wood lesi menjadi tidak jelas,


sedangkan dengan sinar biasa jelas terlihat.1
IV.

DIAGNOSIS BANDING
1. LENTIGO
Lentigo adalah makula coklat atau coklat kehitaman
berbentuk bulat atau polisiklik. Lentiginosis adalah keadaan
timbulnya lentigo dalam jumlah yang banyak atau dengan
distribusi tertentu. Etiologi karena bertambahnya jumlah
melanosit pada dermo-epidermal tanpa adanya proliferasi
lokal. Gejala klinis, lesi berupa makula hiperpigmentasi
yang timbul sejak lahir dan berkembang pada masa anakanak. Makula sering mengenai selaput lender mulut
berbentuk bulat, oval atau tidak teratur, berwarna coklat
kehitaman berukuran 1-5mm.1

G
Gambar 2 : Lentigo. Makula hiperpigmentasi berwarna coklat
kehitaman berbentuk bulat pada wajah4

2. EFELID
Efelid adalah makula hiperpigmentasi berwarna coklat
terang yang timbul pada kulit yang sering terkena sinar
matahari. Insiden sering terjadi pada orang kulit putih.
Etiologi, diturunkan secara dominan autosomal. Gejala
klinis biasanya muncul pada usia 5 tahun berupa makula
hiperpigmentasi terutama pada kulit yang sering terkena
sinar matahari.1

Gambar 3 : Efelid. Makula hiperpigmentasi berwarna coklat terang


pada wajah4

BAB III
PENATALAKSANAAN
I.

PENATALAKSANAAN
Pengobatan melasma memerlukan waktu yang cukup
lama, kontrol yang teratur serta kerja sama yang baik antara
penderita dan dokter yang menanganinya. Kebanyakan

penderita berobat untuk alasan kosmetik. Pengobatan dan


perawatan kulit harus dilakukan secara teratur dan sempurna
karena melasma bersifat kronis residif. Pengobatan yang
sempurna adalah pengobatan yang kausal, maka penting
dicari etiologinya.1
1
Pengobatan topical
1
Hidrokinon 2-5%. Krim ini dipakai pada malam hari, umumnya
tampak perbaikan dalam 6-8 minggu dan dilanjutkan sampai 6
bulan. Efek samping dari hidrokinon adalah dermatitis kontak
iritan atau alergik. Setelah penghentian penggunaan hidrokinon
2

sering terjadi kekambuhan.


Asam retinoat. Terutama digunakan sebagai terapi tambahan
atau kombinasi. Krim tersebut juga dipakai pada malam hari,
karena pada siang hari dapat terjadi fotodegenerasi. Kini asam
retinoat dipakai sebagai monoterapi, dan didapatkan perbaikan
klinis secara bermakna, meskipun berlangsung agak lambat.

Efek samping berupa eritema, deskuamasi, dan fotosensitasi.


Asam azeleat merupakan obat yang aman untuk dipakai.
Pengobatan dengan asam azelat 20% selama 6 bulan
memberikan hasil yang baik. Efek sampingnya rasa panas dan

gatal.1,2,5
Pengobatan sistemik
1
Asam askorbat/ vitamin C. Mempunyai efek merubah melanin
bentuk oksidasi menjadi melanin bentuk reduksi yang berwarna
lebih cerah dan mencegah terbentuknya melanin dengan
2

merubah DOPA kinon menjadi DOPA.


Glutation bentuk reduksi adalah senyawa sulfhidril (SH) yang
berpotensi menghambat pembentukan melanin dengan jalan

bergabung dengan Cuprum dari tirosinase.1


Tindakan khusus
1
Pengelupasan kimiawi dengan mengoleskan asam glikolat 5070% selama 4-6 menit, dilakukan setiap 3 minggu selama 6 kali.
Sebelum dilakukan pengelupasan kimiawi diberikan krim asam
glikolat 10% selama 14 hari.

Bedah laser dengan menggunakan Q-switched ruby dan laser

Argon, kekambuhan dapat juga terjadi.1


Aturan Prinsip dalam pengobatan melasma termasuk
menghindari

paparan

sinar

matahari

yang

berlebihan,

keterbelakangan dari melanosit proliferasi, penghambatan


pembentukan

melanosom

dan

promosi

degradasi

melanosom. Hal ini dapat dicapai dengan penggunaan rutin


depigmentasi agen dan tabir surya dengan atau tanpa
keratolitik.3
II.

PROGNOSIS
Walaupun sering mengalami residif, prognosisnya baik. Faktor
predisposisi dicari, sering terpapar matahari, penggunaan kosmetik ataupun
pegobatan obat-obatan.4,5,6

DAFTAR PUSTAKA
1. Budimulja U. Eritrasma. In: Djuanda A, Hamzah M, Aisah S
editors. Ilmu Penyakit Kulit Dan Kelamin 5th Edition, Balai
Penerbit FKUI Jakarta; p.289-94.
2. Kim E.H., Kim Y.C., Lee E.S., Kang H.Y. The vascular
characteristics of melasma. Journal of Dermatological
Science (2007) 46, 111 116.
3. Habif T. Clinical Dermatology: A Color Guide to Diagnosis
and Therapy. 4th ed. USA: mosby; 2003. P.691-95.

4. Valkova S. Treatment of melasma with glycolic versus


trichloroacetic acid feel: comparison of clinical efficacy.
JIMAB 2004, vol. 10, book 1 / 43.
5. Craft N et al. Disorder of melanocytes In: Wolff K, Goldsmith
AL,

Katz

IS,

Gilchrest

AB,

Paller

SA,

LeffelJD

editors.Fitzpatricks Dermatology In General Medecine8th


Edition. New York: Mc Grew Hill Medical; p.1145-46.
6. Hay RJ, Adriaans BM. Bacterial Infections, In: Burns T,
Breathnach S, Cox N, Griffiths C editors.Rooks Textbook of
Dermatology. 8thEdition.Willey-Blackwell; p.236-7.