Anda di halaman 1dari 7

LAPORAN PRAKTIKUM ANTENA DAN PROPAGASI

PENGUKURAN GAIN, POLA RADIASI, DAN ISOLASI SILANG PADA


ANTENA
Disusun untuk memenuhi tugas
Mata Kuliah Praktikum Antena dan Propagasi
Semester 4

PEMBIMBING:

M. Taufik, ST, MT.

Kelompok 3
Badiatul Fitriyah

(JTD 2A / 1341160024)

Heru Firmansyahroni

(JTD 2A / 1341160029)

Ishlah Attobarani Nusantara

(JTD 2A / 1341160031)

Yoga Tomy Nyoto Harianto

(JTD 2A / 1341160053)

JARINGAN TELEKOMUNIKASI DIGITAL


TEKNIK ELEKTRO
POLITEKNIK NEGERI MALANG
2015

1.1.

1.
2.
3.
4.

Tujuan Praktikum
Untuk melakukan pengukuran penguatan (gain) antena.
Untuk mengetahui pengaruh elemen-elemen antenna terhadap penguatan antena.
Untuk memahami karakteristik directional dan half-power beamwidth antena.
Untuk menggambarkan diagram polar pola radiasi horizontal dan vertical untuk antena

dari hasil pengukuran yang didapat.


5. Untuk menghitung sidelobe attenuation dan front-to-back ratio dari antena berdasarkan
diagram polar yang telah diplot.
1.2.

Peralatan yang Digunakan


1. Directional Coupler
2. Signal Generator
3. Measuring Receiver
4. 50 terminator
5. Short terminator
6. Antena dipole
7. Antena under test (antena TV VHF-Yagi Uda 9 elemen)
8. Antena rotater
9. Matching pad (75 50)
10. Konektor BNC to N
11. Konektor male to male BNC
12. Konektor female to male BNC
13. Kabel RF 50 (2,5m)

1 buah
1 buah
1 buah
1 buah
1 buah
2 buah
1 buah
1 buah
1 buah
1 buah
1 buah
1 buah
2 buah

1.3.

Prosedur Praktikum
A. Pengukuran Gain Antena
Pada pengukuran gain antena dalam praktikum ini, antena dipole pertama
digunakan sebagai antena pemancar, sedangkan antena keduaa digunakan sebagai antena
standar yang berfungsi sebagai pembanding (dianggap sebagai antena standar dengan
gain 2,1 dB). Sebagai antena yang diukur (under test) adalah antena TV VHF. Antena ini
adalah jenis YAGI UDA ARRAY 9 elemen yang bekerja pada rentangan frekuensi 170
MHz sampai 230 MHz.
1. Mengukur level tegangan yang diterima oleh antena dipole 2.
Menyusun diagram pengukuran seperti gambar di bawah ini (antena terpasang).

Gambar 3. Diagram pengukuran gain gain antena

Signal Generator

Kontrol Rotaror

Measuring Receiver

2. Mengatur signal generator pada frekuensi 200 MHz, dan level RF out = 80 dB V.
Kemudian mematikan RF output (OFF).
3. Mengatur measuring receiver sebagai berikut.
RF ATT
ON
UNITS
dB V
FREQ
200 MHz
4. Menghidupkan RF output (ON).
5. Mengatur (dengan memutar rotator) arah antena kedua tepat menghadap antena
pertama (antena pemancar), sehingga input level panel menunjukkan harga
maksimum. Mencatat harga ini sebagai E1.
6. Men-switch RF output pada pemancar OFF.
7. Mengganti antena kedua dengan antena under test. Mengulangi langkah 5. Mencatat
harga ini sebagai E2.
8. Menghitung gain antena yang diuji.

B. Melihat Pengaruh Elemen-elemen pada Antena Array (Yagi-Uda)


1. Menyusun diagram pengukuran seperti langkah 7. Mengulangi langkah 7.
2. Pada langkah berikut, melepas elemen satu persatu sesuai dengan nomor elemen.

3. Mencatat data pengukuran pada tabel.

1.4. Hasil Percobaan

Perhitungan untuk menentukan panjang antena dipole

Keterangan:
c

= kecepatan cahaya (

= frekuensi yang digunakan (

0.95

= konstanta konduktor

A. Pengukuran Gain Antena


Frekuensi (MHz)

E1 (dBV/m)

E2 (dBV/m)

174
181
188
195
202
209
216
223
230

59,5
58,2
58,1
60,0
55,5
59,9
59,2
58,6
59,5

58,7
58,2
59,0
60,5
57,0
59,7
59,1
58,0
59,7

Gain (dB)
Gain = E2 E1 + 2.15 dB
0,95
2,15
3,05
2,65
3,65
1,95
2,05
2,09
2,35

B. Melihat Pengaruh Elemen-elemen pada Antena Array (Yagi-Uda)


Pada Frekuensi 230 MHz
No elemen yang dilepas
1
1
1
1
1
1
1
1

2
2
2
2
2
2
2

3
3
3
3
3
3

4
4
4
4
4

5
5
5
5

6
6
6

8
8

Level (dB)
305
290
287
282
279
300
291
280

C. Pola Radiasi Vertikal Antena Dipole


Sudut
0
10
20
30
40
50
60
70
80
90

Level
520
473
480
486
478
484
485
479
480
464

Sudut
100
110
120
130
140
150
160
170
180
190

Level
469
466
463
467
461
459
477
460
489
486

Sudut
200
210
220
230
240
250
260
270
280
290

Level
495
437
420
430
435
437
429
425
428
427

Sudut
300
310
320
330
340
350
360

Level
524
516
510
512
515
517
520

Sudut
200
210
220
230
240
250
260
270
280
290

Level
450
439
428
415
403
370
411
424
415
425

Sudut
300
310
320
330
340
350
360

Level
441
452
457
472
487
491
480

D. Pola Radiasi Horizontal Antena Dipole


Sudut
0
10
20
30
40
50
60
70
80
90

Level
482
466
435
426
428
415
393
357
297
350

Sudut
100
110
120
130
140
150
160
170
180
190

Level
428
449
440
400
326
376
428
432
443
453

1.5 Analisis Data


Gain seperti yang telah kita ketahui merupakan adalah perolehan/ nilai yang didapat dari
pemakaian sebuah antena dengan membandingkannya dengan antena lain yang digunakan
sebagai referensi.
Berikut adalah perhitungan Gain pada antena yang diperoleh dari rumus :
Gain = E2 E1 + 2.15 dB
1. Gain
2. Gain
3. Gain
4. Gain
5. Gain
6. Gain
7. Gain
8. Gain
9. Gain
Hasil dari praktikum menunjukkan besar E1 dan E2 hampir sama. Itu disebabkan karena E1
dari antena pertama adalah acuan dari E2 antena kedua.
1.5. Kesimpulan
Semakin banyak elemen yang dilepas pada antena, gain yang didapat saat pengukuran
semakin kecil. Hal ini berarti elemen yang terdapat pada antena berpengaruh pada pembentukan
gain. Baik buruknya penerimaan antena tergantung dari beberapa faktor, diantaranya:
a.
b.
c.
d.
e.

Pola radiasi,
Posisi antena beserta lingkungannya,
Kesempurnaan antena.
Kelebaran bandwidth pancaran.
Power.

Antena Dipole pada ketinggian free space (setidaknya 1/2 dari permukaan tanah) arah
pancarannya ke depan dan belakang (bi directional). Untuk mendapatkan 1/2 atau panjang
antena harus menetapkan terlebih dahulu frekuensi kerja yang akan digunakan dalam praktikum.