Anda di halaman 1dari 44

LAPORAN PRAKTIKUM TEKNOLOGI STERIL

KLORAMFENIKOL EYE OINT


KLORAMFENIKOLA EYE OINT 1 %

NAMA KELOMPOK :
1. DEBY MAYA SANTI (O5335005)
2. DEWI SARTIKA PASARIBU ( 05335008 )
3. ENDAH SUSANTI ( 05335009 )

FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM


INSTITUT SAINS DAN TEKNOLOGI NASIONAL
2007

KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT kerena hanya dengan
rahmat dan karunia- Nya penulis dapat menyelesaikan laporan praktikum teknologi
steril tentang salep mata kloramfenikol
Dalam kesempatan ini penulis dengan segala kerendahan hati mengucapkan
terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu sehingga terselesailah laporan
ini.
Penulis menyadari dalam makalah ini masih banyak kekurangan. Oleh karena
itu, penulis sangat mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun demi
kesempurnaan laporan ini.
Akhir kata penulis berharap semoga Makalah ini dapat bermanfaat bagi para
pembaca dan semoga Allah SWT melimpahkan rahmat dan hidayah-Nya kepada kita
semua. Amin.

Jakarta, Agustus 2007

Penulis

DAFTAR ISI
Kata Pengantar .............................................................................................. i
Daftar Isi .......................................................................................................... ii
BAB I PENDAHULUAN
1.1

Latar Belakang

................................................................................. 1

1.2

Pembatasan Masalah

...................................................................... 1

1.3 Tujuan
1.3.1 Tujuan Umum

....................................................................... 1

1.3.2 Tujuan khusus

....................................................................... 1

BAB II TINJAUAN PUSTAKA


2.1

Mata

............................................................................................. 1

2.2

Kloramfenikol

................................................................................. 2

BAB 1II DATA DAN HASIL PERCOBAAN


A.

Rancangan sediaan

B.

Data Praformulasi bahan aktif.........................................................

C.

Data Praformulasi bahan tambahan

.............................................

D.

Formulir pengkajian praformulasi

...........................................

E.

Formula dan perhitungan

Prosedur Pembuatan

G.

Instruksi Kerja...............................................................................

H. Evaluasi sediaan

......................................................................

........................................................

...................................................................

BAB IV

PEMBAHASAN

..................................................................

BAB V

KESIMPULAN

...................................................................

DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN

.............................................................................

BAB I
PENDAHULUAN
1.1

Latar Belakang
Salep mata, oculenta adalah gel dengan perubahan bentuk plastis,yang
ditentukan untuk digunakan pada mata. Dari selep mata dituntut, bahwa mereka
harus steril atau ekstrem kuman ( angka kuman 0) dan tidak merangsang, memiliki
daya lembut. Mereka harus ditunjang oleh sifat hidrofil tertentu, yang menjamin
terjadinya emulsifikasi dengan cairan air mata sehingga distribusi dalam kantung
konjungtiva menjadi lebih baik

1.2

Pembatasan Masalah
Pada laporan ini penulis membatasi masalah hanya kepada sediaan steril salep
mata kloramfenikol

1.3 Tujuan
1.3.1 Tujuan umum
Agar mahasiswa dapat mengetahui dan lebih memahami tentang apa,
bagaimana cara pembuatan dari sediaan steril salep mata kloramfenikol
1.3.1 Tujuan Khusus
Menambah pengetahuan, pengalaman dan wawasan
memahami tentang sediaan steril salep mata kloramfenikol

penulis didalam

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1

Mata
[ L. oculus; Yun. Ophtalmus ] [ MeSH : Eye] organ penglihatan ; disebut juga
oculus. Bola mata ( bulbus okuli) berbentuk bulatan besar dengan segmen bulatan
yang lebih kecil, cornea disebelah depan. Organ ini tersusun atas tiga lapisan, yaitu
layer atau fibrous tunic yang kuat disebelah luar, yang terdiri dari sklera berwarna
putih yang menyelimuti sebagian besar bola mata serta kornea pada permukaan
anterior, vascular tunic, atau uvea pada bagian tengah yang terdiri dari koroid, badan
siliaris, dan iris, dan internal tunic yang berkaitan dengan saraf dan tugas sensorik,
terutama terdiri dari retina. Lensa merupakan lensa transparan dengan kedua
permukaan cembung ( bikonveks).1

2.2 Kloramfenikol
1

Hartanto, Huriawati( alih bahasa).2000.Kamus Kedokteran Dorland.Jakarta :


Penerbit Buku Kedokteran EGC.

Chlorampenicol diperoleh dari sejenis streptomyces (1947) tapi kemudian dibuat


secara sintesis. Antibiotikum broad spectrum ini berkhasiat terhadap hampir semua
kuman grampositif dan sejumlah kuman gram-negatif, juga terhadap spirokhaek,
chlamidya trachomatis dan micoplasma. Chlorampenicol bekerja bakterisid terhadap str.
Pneumoniae, Neiss. Meningitides, dan H. Influensa. Obat ini merupakan obat yang paling
unggul terhadap basil tipes. Keberatannya tidak berkhasiat mematikan kuman, sehingga
sering kali timbul pembawa bacill , juga dapat mengakibatkan anemia aplastis fatal.

OH
R

CH2OH

O
H

C C l2
H

O
Chlorampenicol digunakan sebagai salep 3% dan tetes atau salep mata 0,25 1% sebagai
H
J tetrasiklin tidak efektif. Rasa esternya (palmitat dan
pilihan kedua, jika fusidat dan
stearat) tidak pahit berlainan dengan chlorampenikol sebagai basa, maka sering
digunakan untuk sediaan suspensi. Ester inaktif ini dalam usus dihidrolisa oleh enzim
lipase dan menghasilkan basa aktif kembali. Untuk injeksi dipergunakan garamNa dari
ester suksinat yang mudah larut dan dalam jaringan dirombak menjadi chlorampenikol
aktif.
Masa paruh eliminasi pada orang dewasa lebih kurang 3jam, pada bayi berumur <
dari 2 minggu sekitar 24 jam. Kira-kira 50% chorampenikol dalam darah terikat dengan
albumin. Obat ini didistribusikan secara baik keberbagai jaringan tubuh, termasuk
jaringan otak, cairan ceresbrospinal dan mata. Sebagian kecil chorampenikol mengalami
reduksi menjadi senyawa aril aminyang tidak aktif lagi.Dalam waktu 24 jam, 8090%
chlorampenikol yang diberikan oral telah diekskresi melalui ginjal. Dari seluruh
chorampenikol yang diekskresi melalui urin hanya 5-10% dalm bentuk aktif. Bentuk aktif
chorampenikol diekskresi terutama melaui filtrat glumerolus sedangkan metabolitnya
dengan sekresi tubulus.

Pada gagal ginjal, masa paruh chlorampenikol bentuk aktif tidak banyak berubah
tetapi metabolitnya yang non toksik mengalami kumulasi. Dosis perlu dikurangi bila
terdapat gangguan fungsi hepar yang menyertai gagal ginjal. Dalam dosis terapi
chlorampenikol menghambat biotranspormasi tolbutamid, fenitoin, dikumarol, dan obat
lain yang dimetabolisme oleh enzim mirosom hepar. Dengan demikian toksisitas obat ini
lebih tinggi bila diberikan bersama chlorampenikol. Interaksi obat dengan phenobarbital
dan rimfamfisin akan memperpendek waktu paruh dari chlorampenikol.
Efek samping antara lain: gangguan lambung usus, neuropati optis dan ferifer,
radang lidah dan mukosa mulut tetapi, yang sangat berbahaya adalah depresi sumsum
tulang ( myelodepres ) yang dapat tampak dalm bentuk anemia, yakni sebagai:
a. Penghambat pembentukan sel-sel darah (eritrosit, trombosit, dan granulosit)
yang timbul dalam waktu 5 hari sesudah dimulai terapi. Gangguan ini tergantung
dari dosis serta lamanya terapi dan bersifat reversibel.
b. Anemia Aplastis, yang dapat timbul sesudah beberapa minggu sampai beberapa
bulan, pada penggunaan oral, parenteral dan okuler, maka tetes mata tidak boleh
digunakan lebih lama dari 10 hari.
Reaksi alergi, Chorampenikol dapat menimbulkan kemerahan kulit, angioudem,
urtikaria dan anapilaksis. Kelainan yang menyerupai reaksi Herxheimer dapat terjadi
pada pengobatan tipoid walaupun yang terakhir ini jarang dijumpai.

2.2

Salep Mata
Salep mata adalah gl dengan sifat deformasi plastis, yang digunakan pada mata.
Sediaan ini dapat mengandung bahan obat tersuspensi , terlarut, atau teremulsi.
Persyaratan
Salep mata harus memiliki sifat yang homogen. Untuk menjamin kemurnian
mikrobioogis yang disyaratkan, digunakan prosedur pembuatan yang diuraikan dalam
tetes mata. Sebagai basis salep jika tidak dinyatakan lain, digunakan salep mata
sederhana.
Berbeda dengan salep dermatologi, salep mata harus steril, Dibuat dari bahanbahan yang sudah steril dalam keadaan bebas hama sepenuhnya atau disterilkan sesudah
pembuatan. Salep mata harus memenuhi uji sterilitas sebagai tertera dalam kompendia
resmi.

BAB III
DATA DAN HASIL PERCOBAAN
A. RANCANGAN SEDIAAN
R/ Chloramphenicol eye oint 5 g
1
2
3
4
5

Nama Produk
Nama bahan aktif
Bentuk sediaan
Nama sediaan dasar
Dosis

6
7
8

Kadar bahan aktif


Berat / volume per unit
Pemerian
- Bentuk
- Warna

- Bau
- Rasa
- Konsistensi
Karakteristik Lain
* Viskositas
* Berat jenis
* Tipe Emulsi
* Metode Pembuatan
sediaan steril
* Sifat Aliran
* Jarak Lebur
* Rotasi Jenis
* Susut pengeringan
* Kemampuan Pengawet
* pH
* Stabilitas

Kloranfenikola
Kloramfenikol
Salep mata steril
Salep
1 %( Fornas 116 )
Nilai
1%
5g
salep
putih

10 mg / g = 0,01 g / g = 1 g/100 g = 1 %
Syarat
1%
5g
Bentuk Hablur/serbuk hablur
Putih hingga putih kelabu /

Rujukan
Fornas 116
Fornas 116
FI IV 189
FI IV 189

Tidak berbau
Tidak berasa
-

putih kekuningan
Tidak berbau
Tidak Berasa
-

FI IV 189
FI IV 189
-

Tehnik aseptik

Tehnik aseptik

Fornas 116

149 - 153-

149 - 153

USP xxii 271

Efektif
7,0
Stabil

Uji Efektifitas Pengawet


3,5 dan 7,0
Dalam larutan air, hidrolisis

FI IV 552
USP hal 877
Martindale

tidak terjadi
-

Ukuran Partikel
* Bentuk Wadah

tube

tube

* Volume Wadah

5g

5g

* Label

Obat keras dengan panandaan

bulat merah dengan tepi hitam


bertuliskan Keras (K).

Fornas 116
Fornas 116

DATA PRAFORMULASI BAHAN


Nama Bahan
* Pemerian :
- Bentuk

Bahan aktif
Kloramfenikol

Benzalkonium klorida

Bahan Tambahan
Vaselin Flavum

Parafin cair

Hablur halus berbentuk jarum

Serbuk amorf, higroskopik

Semisolid

Cairan

Putih hingga putih kalabu atau putih


kekuningan
Khas lemah
Agak asam (FI IV 189)

Putih sampai kuning

Kekuningan

Putih kekuningan

Tidak berbau
Rasa pahit (Handbook 27)

Tidak berbau
Tidak berasa ( HB)

Tidak berbau
Rasa mucilago

* Kelarutan

Sukar larut dalam air Mudah larut dalam


etanol propilen glikol aseton dan etil asetat
(FI IV 189)

Mudah larut dalam air, dan


benzene dan sukar larut dalam
eter

Tidak larut dalam air, benzene,


karondisulfidasida,
Chloroform,
Larut dalm eter, Praktis tidak larut
dalam etanol dingin

Praktis tidak larut dalam etanol


dan pelarut organic lain

* Indikasi

Infeksi
yang
disebabkan
mikroba,
Konjungtivitas (ISO 2006 448 - 449)

Sebagai antimikroba, antiseptic,


desinfektan, bahan pembasah
(HB 27)

Sebagai emollient : ointment base

Emollient, solvent

*% Pemakaian
*Stabilitas &Penyimpanan

1 % ; (fornas 116
Dalam larutan air, hidrolisis tidak terjadi
pada temperature ruangan pada pH 2 - 7.
Penyimpanan dalam wadah tertutup rapat (FI
IV 189)

0,01 0,02 %
Higroskopis, dipengaruhi oleh
cahaya , udara dan metal

Sampai 100
Dilindungi dari cahaya dingin

01 %
Dalam wadah tertutup rapat,
dilindungi dari cahaya, dingin
dan panas.

Pada
aluminium,
suraktan
anionic, sitrat, cotton, fluresen
hydrogen peroksida

Vaselin flavum adalah bahan yang


inert

OTT bahan pengoksidasi kuat

Dengan autoklaf (HB 27)

Kalor kering (HB)

Kalor kering (HB)

- Warna
- Bau
- Rasa

* OTT

* Cara Sterilisasi

Tehnik aseptik ( Fornas 116)

RANGKUMAN PENGKAJIAN PRAFORMULASI


NAMA BAHAN AKTIF

No

: Kloramfenikol

Aspek / parameter

Masalah

Alternatif Pemecahan
Formula

Bentuk sediaan

Basis salep

Proses

Keputusan
QC

Bentuk sediaan yang Bagaimana yang

1. tetes mata

cocok dengan sifat fisika, kimia dari

2. Salep mata

kloramfenikol karena waktu kontak salep

bahan aktif jka dibuat suatu sediaan

3. Suspensi

dengan larutan obat mata jauh lebih lam

steril unuk mata?


Basis salep yang mana yang cocok

1. Hidrokarbon

digunakan untuk pembuatan salep

2. Absorpsi

karena basis dapat bertahan lama pada

mata dari Kloramfenikol

3. Tercuci dgn air

mata, tidak tercuci dengan air mata.

4. Larut dlm air

Selain itu basis salep mata yang cocok

Dibuat sediaan steril salep mata dari

2-4 x
Digunakan

basis

salep

hidrokarbon

untuk sediaan mata adalah hidrokarbon.

Bakterisida

Didalam tehnik aseptik digunakan

1. Benzalkonium

bakterisida,.Bakterisida

klorida (0,01-0,02%)

sebagai bakterisida karena benzalkonium

2. Klorbutanol ( 0,5 %)

klorida ini tidak OTT dengan bahan aktif,

mana

yang

cocok didalam menbuat salep mata

kloramfenikol?

Digunakan benzalkonium klorida 0,02 %

dan basis salep yang digunakan untuk


membuat sediaan ini.
-

Metode

Metode pembuatan yang bagaimana

- Sterilisasi akhir

Dipilih metode pembuatan dengan Tehnik

Pembuatan / Cara

yang cocok didalam membuat salep

- Tehnik aseptik

aseptik, dipilih metode tersebut karena

sterilisasi

mata kloramfenikol?

bahan

aktif

tidak

tahan

terhadap

pemaasan. Dan bentuk sediaan steril yang


dibuat

adalah

salep.

Dimana

salep

disterilisasi dengan tehnik aseptik


5

Wadah yang cocok untuk salep mata


Wadah

kloramfenikol ?

Digunakan tube sebagai wadah untuk


salep mata kloramfenikol.

E. FORMULA DAN PERHITUNGAN

FORMULA
1
2.
3.

FUNGSI

% LAZIM

% PAKAI

1%
0,01%-0,02%
-

1%
0,02 %
-

* vaselin flavum

Dasar salep

90 %

90 %

21,3796 g

* Parafin cair

Dasar salep

10 %

10 %

2, 3755 g

Total

PERHITUNGAN

5,0

Kloramfenikol ( 1% )
Unit ( 5 g )

= 1 /100 x 5 g

Batch ( 20 g ) = 2/100 x 20 g

3.

= 0,05 g
= 0,2 g

Benzalkonium klorida ( 0,02 % )

Unit ( 5 g )

Batch ( 20 g ) = 20/100 x 0,02 g = 0,004 g

= 5 /100 x 0,02 g = 0,001 g

Basissalep
* Bahan aktif + Tambahan

Unit = ( Bahan aktif + Bahan tambahan) = 0,05 g + 0,001 g = 0,051 g

Batch = 0,2 g + 0,004 g = 0,204 g

* Basis salep

Unit ( 5 g)

Batch (20 g ) = 20 g 0,204 g = 19,796

= 5 g 0,051 g = 4,949 g

Penambahan basis 20% adalah untuk mencegah banyaknya kehilangan pada waktu penimbangan
/ Unit
Basis cream = (20/100 x 4,949 g ) = 0,9898 g
Basis total

= 4,949 g + 0,9898 g = 5,9388 g

/ Batch
Basis cream = (20/100 x 19,796 g ) = 3,9592 g
Basis total

= 19,796 g + 3,9592 g = 23,7552 g

4. Basis salep
Perhitungan basis :
Vaselin flavum 90 % :
* unit (5 g)

= 90 / 100 x 5,9388 g

= 5,34492 g

* Batch ( 20 g)

= 90 / 100 x 23,7552 g = 21,3796 g

Parafin cair ( 10 % )
* unit (5 g)

= 10 / 100 x 5,9388 g

= 0,59388 g

g
g

( 20 g)
0,2
g
0,004
g
g

Bahan aktif
pengawet
-

FORMULA

2.

( 5 g)
0,05
0.001
-

PER BATCH

Kloramfenikol
Benzalkonium klorida
Basis cream ( + 20 %)

1.

PER UNIT

20,0

* Batch ( 20 g)

= 10 / 100 x 23,7552 g = 2,37552 g

5. Pengenceran basis untuk benzalkonium klorida 4 mg


Dibuat pengenceran basis sebanyak 1000 mg = 4 mg / 50 mg x 1000 mg = 80 mg ( campuran basis dan benzalkonium klorida yg ditimbang)

vaselin flavum = 90 / 100 x 1000 mg = 900 mg = 0,9 g

Parafin cair

= 10 / 100 x 1000 mg = 100 mg = 0,1 g

+ 80 mg benzalkonium klorida

PROSEDUR PEMBUATAN
SEDIAAN STERIL SALEP MATA
Disusun Oleh :

Diperiksa Oleh :

Disetujui Oleh :

Tgl :

Tgl :

Tgl

Hal dari hal ..

No../ /.
Penanggung Jawab

Prosedur

1. Sterilisasi alat
2. Penimbangan bahan aktif dan bahan tambahan
3. Sterilisasi bahan aktif, basis salep, dan bahan tambahan
4. Peleburan basis salep dalam oven
5. Pembuatan basis salep
6. Pencampuran basis salep, bahan aktif dan tambahan
7. Penimbangan salep
8. Pengisian ( kedalam tube)
9. Pemberiaan etiket

INSTRUKSI KERJA PEMBUATAN SEDIAAN FARMASI


STERILISASI
Disusun Oleh :

Diperiksa Oleh :

Disetujui Oleh :

Hal dari hal ..

Tgl :

Tgl :

Tgl

No../ /.

Penanggung Jawab

Prosedur

Tujuan : Karena akan dibuat sediaan steril, maka Agar bahan dan alat yang
digunakan harus juga steril, sehingga kemungkinan tercemarnya mikroba
menjadi kecil
* Bahan : Kloramfenikol

* Alat

Benzalkonium klorida
Vaselin flavum

Spatel

Parafin cair

Mortir + lumpang

Kaca arloji

Kasa

steril

Batang pengaduk

Kertas

perkamen

Beaker glass

Pinset

Cawan penguap

tube

1 Oven ( 250 C 15 menit) : Beaker glass,erlenmeyer, tube


2

Api Bunsen : Spatel, batang pengaduk, kaca arloji, cawan penguap,


(disterilisasi dengan melewatkannya pada api bunsen yang berwarna
biru menyala selama 5 detik )

Autoklaf ( 121 C 15 menit ): kertas perkamen

Dengan gas etilen oksid : Kloramfenikol

Digodok selama 30 menit : Tutup tube salep

INSTRUKSI KERJA PEMBUATAN SEDIAAN FARMASI


PENIMBANGAN
Disusun Oleh :

Diperiksa Oleh :

Disetujui Oleh :

Hal dari hal ..

Tgl :

Tgl :

Tgl

No../ /.

Penanggung Jawab

Prosedur
Tujuan : Memperoleh bahan baku sesuai dengan jenis dan jumlah yang
diinginkan
* Bahan : Kloramfenikol

* Alat

Benzalkonium klorida

Basis salep : Vaselin flavum dan parafin cair

Timbangan kasar

Cawan penguap

Kaca arloji

Tabel nama bahan

No
1

Cara Kerja
Beri label wadah yang akan dipakai

Timbang masing masing bahan


Nama Bahan

Realita

Kloramfenikol
Benzalkonium klorida

0,2 g
0,08 g
21,3796 g

Vaselin flavum
Parafin cair

2,37552 g

Hasil
0,8 g
0,18 g
0,02 g
0,1 g

INSTRUKSI KERJA PEMBUATAN SEDIAAN FARMASI


PENGHALUSAN / MILLING
Disusun Oleh :

Diperiksa Oleh :

Disetujui Oleh :

Hal dari hal ..

Tgl :

Tgl :

Tgl

No../ /.

Penanggung Jawab

Prosedur

Tujuan : Memperoleh bahan dengan ukuran yang lebih kecil


* Bahan :

* Alat

Kloramfenikol

Lumpang dan alu

Wadah

No
1

Cara Kerja
Siapkan bahan yang akan dimilling

Operator

Lakukan milling sampai halus

Masukkan kedalam wadah masing masing bahan

SPV

yang telah diberi label


4

Bahan siap untuk dicampur

INSTRUKSI KERJA PEMBUATAN SEDIAAN FARMASI


PEMBUATAN BASIS SALEP
Disusun Oleh :

Diperiksa Oleh :

Disetujui Oleh :

Hal dari hal ..

Tgl :
Penanggung Jawab

Tgl :

Tgl

No../ /.
Prosedur

Tujuan : Memperoleh basis salep baik dan dengan jumlah yang diinginkan
* Bahan :
Vaselin flavum
Parafin cair

21,3796 g
2,37552 g

* Alat :
Lumpang dan alu

Cawan penguap

sudip

Batang Pengaduk
Cara Kerja
Vaselin flavum yang telah disterilkan dalam oven

No
1

Operator

disaring melalui kasa steril masuk kedalam


lumpang
2

Parafin cair yang juga telah disterilkan dalam oven


disaring melalui kasa steril masuk kedalam
lumpang

Kasa steril tersebut diperas, hasil perasan masuk


dalam lumpang.

Kemudian digerus hingga menjadi basis salep


(lumpang 1)

INSTRUKSI KERJA PEMBUATAN SEDIAAN FARMASI


PENCAMPURAN
Disusun Oleh :

Diperiksa Oleh :

Disetujui Oleh :

Hal dari hal ..

Tgl :

Tgl :

Tgl

No../ /.

Penanggung Jawab

Prosedur

SPV

Tujuan : Memperoleh campuran antara basis salep dan bahan tambahan yang baik
* Bahan :
Basis salep
Kloramfenikol
Benzalkonium klorida
* Alat :

Lumpang dan alu

Wadah

Spatel

Beaker glass

No
Cara Kerja
1
Terlebih dahulu dilakukan pengenceran terhadap benzalkonium

Operator

klorida dgn cara : Ditimbang 50 mg + basis salep 1g ( lumpang


2

2) kmd digerus homogen. Kemudian ditimbang 80 mg (dari


basis salep 1 g + 50 mg benzalkonium klorida) masukkan
kedalam basis salep yang telah dibuat tadi (lumpang 1)

Masukkan kloramfenikol kedalam basis salep, kemudian gerus


homogen.
.

INSTRUKSI KERJA PEMBUATAN SEDIAAN FARMASI


PENGISIAN KEDALAM TUBE
Disusun Oleh :

Diperiksa Oleh :

Disetujui Oleh :

Tgl :

Tgl :

Tgl

Penanggung Jawab

Hal dari hal ..

No../ /.
Prosedur

SPV

Tujuan : Memperoleh campuran antara basis salep dan bahan tambahan yang baik
* Bahan :
Sediaan steril salep mata yang telah jadi
* Alat :

Tube

Timbangan

Spatel

Pinset
No
Cara Kerja
1
Kemudian timbang 5 gram sediaan salep mata dengan

Operator

SPV

menggunakan kertas perkamen lalu masukkan kedalam


tube
2

Kemudian beri label dan kemasan

Lakukan uji evaluasi sediaan.

INSTRUKSI KERJA PEMBUATAN SEDIAAN FARMASI


EVALUASI SEDIAAN
Disusun Oleh :

Diperiksa Oleh :

Disetujui Oleh :

Hal dari hal ..

Tgl :
Penanggung Jawab

Tgl :

Tgl

No../ /.
Prosedur

Tujuan : Agar salep yang dibuat memenuhi persyaratan yang ditetapkan dalam
Farmakope Indonesia
* Bahan :
Salep mata kloramfenikol yang sudah jadi
* Alat

Kaca arloji

Viskometer Brookevield

pH indikator

Beaker glass

No
Cara Kerja
1
Ambil sampel, Lakukan Uji Organoleptik
2

Ambil sampel, Lakukan Uji pH

Ambil sampel, Lakukan Uji Kandungan air

Ambil sampel, Lakukan Uji Konsistensi

Ambil sampel, Lakukan Uji Daya sebar

Ambil sampel, Lakukan Uji Termoresistensi

Ambil sampel, Lakukan Uji Kebocoran tube

Ambil sampel, Lakukan Uji Sterilisitas

Operator

SPV

EVALUASI SEDIAAN
UJI ORGANOLEPTIK
Disusun Oleh :

Diperiksa Oleh :

Disetujui Oleh :

Hal dari hal ..

Tgl :
Penanggung Jawab

Tgl :

Tgl

No../ /.
Prosedur

Tujuan : Memastikan bahwa salep mata yang dihasilkan telah memenuhi


persyaratan yang ditetapkan dalam Farmakope Indonesia
* Bahan :

Salep mata kloramfenikol yang sudah


jadi

* Alat

Kaca arloji

Spatel

No
Cara Kerja
1
Ambil sampel, Lakukan Uji Organoleptik
2

Operator

SPV

Masukkan 1g salepi yang dibuat pada kaca arloji.


uji dengan panca indra
Keterangan Yg diinginkan
Bentuk

salep

Hasil
salep

Warna

Kuning muda

Kuning muda

Bau
Rasa

Tidak berbau
Tidak berasa

Tidak berbau
Tidak berasa

* Penafsiran Hasil : MS uji organoleptik

EVALUASI SEDIAAN
UJI pH
Disusun Oleh :

Diperiksa Oleh :

Disetujui Oleh :

Hal dari hal ..

Tgl :
Penanggung Jawab

Tgl :

Tgl

No../ /.
Prosedur

Tujuan : Memastikan bahwa salep mata yang dihasilkan telah memenuhi


persyaratan pH/ derajat keasaman yang ditetapkan dalam Farmakope
Indonesia
* Bahan :

Salep mata kloramfenikol yang sudah


jadi

* Alat

Kaca arloji

pH universal

No
Cara Kerja
1
Ambil sampel 1 ml , celupkan pH universal pada

Operator

SPV

sampel tersebut, kemudian lihat pH dari salep mata


tersebut..
PH untuk Salep mata kloramfenikol = 6
* penafsiran hasil : MS Uji pH

EVALUASI SEDIAAN
UJI STERILISITAS
Disusun Oleh :

Diperiksa Oleh :

Disetujui Oleh :

Hal dari hal ..

Tgl :
Penanggung Jawab

Tgl :

Tgl

No../ /.
Prosedur

Tujuan : Memastikan bahwa salep mata yang dihasilkan telah memenuhi


persyaratan Uji sterilisitas yang ditetapkan dalam Farmakope Indonesia
* Bahan :

Salep mata kloramfenikol yang sudah


jadi

* Alat

:
Jarum suntik steril

No
1
Pindahkan

cairan

Cara Kerja
dari wadah

Operator
uji

SPV

dengan

menggunakan pipet / jarum suntik steril secara


aseptik
2

Inokulasi sejumlah tertentu bahan dari tiap wadah


uji kedalam tabung media

Campur cairan dengan media

Inokulasi pada media tertentu seperti pada prosedur


umum pada media secara visual sesering mungkin

Sekurang-kurangnya pada hari ke 3, 4, 5,7,8 dan


pada hari terakhir dari masa uji
Syarat : Jika terjadi kekeruhan atau terdapat
pertumbuhan pada media maka sediaan tiak
steril.
Penafsiran Hasil : Uji Sterilisitas

tidak

dilakukan

EVALUASI SEDIAAN
UJI PENENTUAN TIPE EMULSI
Disusun Oleh :

Diperiksa Oleh :

Disetujui Oleh :

Hal dari hal ..

Tgl :
Penanggung Jawab

Tgl :

Tgl

No../ /.
Prosedur

Tujuan : Menentukan tipe emulsi yang dimiliki oleh salep mata kloramfenikol
sesuai dengan persyaratan viskositas yang ditetapkan Farmakope Indonesia.
* Bahan :
Salep mata kloramfenikol yang sudah jadi
* Alat

:
Pipet tetes
Spatel
Beaker glass

No
1

Kertas saring
Cara Kerja
a) Metode Pemerian Warna

Operator
Bila

ditambah

larutan Sudan III (larut dalam minyak) akan


terjadi warna merah maka tipe emulsi A/M

Bila

ditambah

larutan biru metilen (larut dalam air) akan


terjadi warna biru, maka tipe emulsi M/A

Penafsiran Hasil :
Uji Tipe emulsi tidak dilakukan.

b) Metode Pengenceran fase


Bila

ditetesi

dengan

air

dapat

segera

diencerkan maka tipe emulsi M/A, dan apabila


tidak dapat diencerkan maka tipe emulsi A/M.
Penafsiran Hasil : Uji Tipe emulsi tidak
dilakukan.

c) Metode Pembasahan kertas saring/ metode cincin

1 tetes emulsi
diteteskan pada kertas saring, dimana hasilnya
yaitu fase air membasahi kertas saring dan fase
minyak tetap tertahan diatas kertas saring
membentuk pola cincin.

SPV

Hasil : metode
ini tidak dilakukan didalam praktek

d) Metode Fluorosensi

Tipe

emulsi

M/A tidak memberikan fluorosensi dibawah


sinar

UV, sedangkan Tipe

emulsi A/M

memberikan fluorosensi dibawah sinar UV

Hasil : metode
ini tidak dilakukan didalam praktek

e) Metode konduktivitas listrik/ daya hantar

Lampu

neon

akan menyala jika elektroda dicelupkan dalam


emulsi M/A, dan lampu akan mati jika emulsi
A/M.

Hasil : metode
ini tidak dilakukan didalam praktek

EVALUASI SEDIAAN
UJI HOMOGENITAS
Disusun Oleh :

Diperiksa Oleh :

Disetujui Oleh :

Hal dari hal ..

Tgl :
Penanggung Jawab

Tgl :

Tgl

No../ /.

Prosedur
Tujuan : Untuk menguji sifat homogenitas dari sediaan salep mata
kloramfenikol yang sesuai dalam Farmakope Indonesia
* Bahan :
Salep mata kloramfenikol yang sudah jadi
* Alat

Kaca arloji

Spatel

No
Cara Kerja
1
Sediaan salep mata yang telah jadi diambil dengan
cara dioleskan pada kaca arloji secukupnya.
2

Ratakan permukaan dengan spatel

Lihat apakah menunjukkan susunan yang homogen


atau tidak
Yang diinginkan
Homogen

hasil
Homogen, tidak

ada

partikel partikel padat


yang tidak terdisperisi
dalam basis salep

EVALUASI SEDIAAN FARMASI


UJI ISI MINIMUM

Operator

SPV

Disusun Oleh :

Diperiksa Oleh :

Tgl :

Tgl :

Penanggung Jawab

Disetujui Oleh :

Hal dari hal ..

No../ /.
Prosedur
Tujuan : Mengetahui apakah isi minimum dari sediaan salep mata yang dibuat
Tgl

memenuhi persyaratan Farmakope Indonesia


* Bahan :

Salep mata kloramfenikol yang sudah jadi

: Timbangan analitik

* Alat

Spatel
Timbangan
No
Cara Kerja
1
Ambil sampel 10 wadah yang berisi zat uji, hilangkan

Operator

SPV

semua etiket yang dapat mempengaruhi berat


Timbang wadah yang berisi zat
2

Catat wadah + isi = (wo)


Keluarkan isi wadah jika perlu gunakan pelarut yang sesuai

agar wadah benar benar bersih dari isi.

Timbang wadah catat beratnya = (w1)

Hitung isi bersih salep :


No.

Pengamatan
% Isi minimum = Wi Wo x 100 %
Wi
Penafsiran Hasil : Tidak dilakukan uji isi
minimum

EVALUASI SEDIAAN FARMASI


SIFAT ALIRAN
Disusun Oleh :

Diperiksa Oleh :

Disetujui Oleh :

Hal dari hal ..

Tgl :
Penanggung Jawab

Tgl :

Tgl

No../ /.

Prosedur
Tujuan : Mengetahui apakah sifat aliran salep mata yang dibuat memenuhi
persyaratan yang ditetapkan dalam Farmakope Indonesia
* Bahan :
Salep mata kloramfenikol yang sudah jadi
* Alat

Viscometer brookfield

Spindel no 1

Gelas kimia
No
Cara Kerja
1
Siapkan alat viscometer brookfield

Operator

Pasang spindel No.1

Masukkan cream pada wadah

Turunkan spindle sampai garis batas, spindle tepat

SPV

pada permukaaan cream


5

Baca skala pada alat setelah alat berputar

Ulangi pembacaan pada alat, setiap rpm-nya

Catat hasil pengamatan pada tabel


* Penafsiran Hasil : Uji sifat aliran tidak dilakukan.

EVALUASI SEDIAAN
UJI KADAR AIR
Disusun Oleh :

Diperiksa Oleh :

Disetujui Oleh :

Hal dari hal ..

Tgl :

Tgl :

Tgl

No../ /.

Penanggung Jawab

Prosedur
Tujuan : Memastikan bahwa salep mata yang dihasilkan telah memenuhi
persyaratan yang ditetapkan dalam Farmakope Indonesia untuk kadar air
* Bahan :
Salep mata kloramfenikol yang sudah jadi
* Alat

Botol timbang

Oven

Spatel

No
Cara Kerja
1
Terlebih dahulu botol timbang dikeringkan pada
2

suhu 30 C selama 15 menit.

Timbang botol timbang kosong ( a gram)

Operator

SPV

Masukkan 0,5 1 g sampel ( b gram)


Dikeringkan di oven pada suhu dan waktu yang
sesuai dengan monografi
Masukkan kedalam desikator
Ditimbang botol timbang + sampel (c gram )
Hitung kadar air sampel dgn cara :
Kadar air =

( a + b ) c x 100 %
b

* Penafsiran Hasil : Uji kadar air tidak dilakukan

EVALUASI SEDIAAN
UJI DAYA MENYERAP AIR
Disusun Oleh :

Diperiksa Oleh :

Disetujui Oleh :

Hal dari hal ..

Tgl :

Tgl :

Tgl

No../ /.

Penanggung Jawab

Prosedur

Tujuan : Memastikan bahwa salep mata yang dihasilkan telah memenuhi persyaratan
yang ditetapkan dalam Farmakope Indonesia untuk kadar air
* Bahan :
Salep mata kloramfenikol yang sudah jadi
* Alat

Botol timbang

Oven

Spatel

No
1

Operator

Cara Kerja
Daya menyerap air, diukur sebagai bilangan air yang digunakan untuk
mengkarakterisasi basis absorpsi.

Bilangan air dirumuskan sebagai jumlah air maksimal (g) yang mampu diikat oleh
100 g basis bebas air pada suhu tertentu ( umumnya 15 20 C) secara terus
menerus atau dalam jangka waktu terbatas ( umumnya 24 jam) dimana air trsebut
digabungkan secara manual.

Evaluasi kuantitatif dari jumlah air yang diserap dilakukan melalui perbedaan
bobot penimbangan ( sistem mengandung air sistem bebas air)atau dengan
metode penentuan kandungan air yang akan diuraikan nanti. Daya menyerap air
akan berubah, jika larutan turut digabungkan didalamnya. Umumnya dapat
menurunkan bilangan airnya.

Bilangan air ( BA) dan kandungan air (KA), yang dinyatakn dalam persen adalah
tidak identik. Sebagai basis acuan untuk bilangan air digunakan basis bebas air,
sedangkan kandungan air mengacu kepada salep emulsi yang mengandung air.
Kedua bilangan ukur tersebut dapat dihitung kedalam yang lain menurut
persamaan ;
BA = 100 . KA
100 KA
KA = 100 . BA
100 BA
* Penafsiran Hasil : Uji daya menyerap air tidak dilakukan

EVALUASI SEDIAAN
UJI KADAR AIR
Disusun Oleh :

Diperiksa Oleh :

Disetujui Oleh :

Hal dari hal ..

Tgl :
Penanggung Jawab

Tgl :

Tgl

No../ /.
Prosedur

SPV

Tujuan : Memastikan bahwa salep yang dihasilkan telah memenuhi


persyaratan yang ditetapkan dalam Farmakope Indonesia untuk kadar air
* Bahan :
Salep mata kloramfenikol yang sudah jadi
* Alat

Botol timbang

Oven

Spatel
No
Cara Kerja
1
Terlebih dahulu botol timbag dikeringkan pada suhu

30 C selama 15 menit.

Timbang botol timbang kosong ( a gram)

Masukkan 0,5 1 g sampel ( b gram)

Dikeringkan di oven pada suhu dan waktu yang

Operator

sesuai dengan monografi


6

Masukkan kedalam desikator

Ditimbang botol timbang + sampel (c gram )

Hitung kadar air sampel dgn cara :


Kadar air =

( a + b ) c x 100 %
b

* Penafsiran Hasil : Uji kadar air tidak dilakukan

EVALUASI SEDIAAN
UJI KONSISTENSI
Disusun Oleh :

Diperiksa Oleh :

Disetujui Oleh :

Hal dari hal ..

Tgl :

Tgl :

Tgl

No../ /.

Penanggung Jawab

Prosedur

SPV

Tujuan : Memastikan bahwa salep yang dihasilkan telah memenuhi persyaratan


yang ditetapkan dalam literatur untuk Uji Koonsistensi
* Bahan :
Salep mata kloramfenikol yang sudah jadi
* Alat

No
1

Penetrometer kerucut

Spatel

Cara Kerja
Sebagai ukuran konsistensi digunakan apa yang

Operator

SPV

dinamakan penetrasi kerucut (mm.10 -1) artinya


kedalaman

penetrasi

sebuah

kerucut

berskala

(masanya tertentu dan sudut yang tertentu pula)


dengan kondisi percobaan yang telah diteapkan secara
tepat dalam waktu tertentu.
* Penafsiran Hasil : Uji Konsistensi tidak dilakukan

EVALUASI SEDIAAN
UJI PENYEBARAN
Disusun Oleh :

Diperiksa Oleh :

Disetujui Oleh :

Hal dari hal ..

Tgl :

Tgl :

Tgl

No../ /.

Penanggung Jawab

Prosedur

Tujuan : Memastikan bahwa salep yang dihasilkan telah memenuhi persyaratan


yang ditetapkan dalam literature untuk Uji penyebaran
* Bahan :
Salep mata kloramfenikol yang sudah jadi
* Alat

Extensometer

Spatel

No
Cara Kerja
1
Penyebaran salep diartikan sebagai kemampuannya

Operator

SPV

menyebar pada kulit.


2

Sebuah salep diambil volume tertentu diletakkan


diantara pusat antara dua lempeng gelas, dimana
lempeng sebelah atas dalam interval waktu tertenntu
dibebani

dengan

meletakkan

anak

timbangan

diatasnya. Permukaan penyebaran yang dihasilkan


dengan meningkatnya beban, merupakan karakterisasi
daya sebarnya.
* Penafsiran Hasil : Uji Penyebaran tidak dilakukan

EVALUASI SEDIAAN
UJI TERMORESISTENSI
Disusun Oleh :

Diperiksa Oleh :

Disetujui Oleh :

Hal dari hal ..

Tgl :

Tgl :

Tgl

No../ /.

Penanggung Jawab

Prosedur

Tujuan : Memastikan bahwa salep yang dihasilkan telah memenuhi persyaratan yang
ditetapkan dalam literature untuk Uji termoresistensi
* Bahan :
Salep mata kloramfenikol yang sudah jadi
* Alat

Spatel

No
1

Cara Kerja
Sampel salep yang terdapat dalam sebuah wadah

tertutup digunakan secara berulang dan ditempatkan

pada suhu yang berbeda-beda secara kontinyu , misalnya

Operator

SPV

20 jam pada 37 C dan 4 jam 10 C. Kemudian


waktunya ditentukan, selama tidak terjadi penurunan
kualitas seperti kerusakan konsistensi dan homogenitas.
* Penafsiran Hasil : Uji Termoresistensi tidak dilakukan

EVALUASI SEDIAAN
UJI KEBOCORAN TUBE
Disusun Oleh :

Diperiksa Oleh :

Disetujui Oleh :

Hal dari hal ..

Tgl :
Penanggung Jawab

Tgl :

Tgl

No../ /.
Prosedur

Tujuan : Memastikan bahwa salep mata yang dihasilkan telah memenuhi


persyaratan Uji kebocoran Tube yang ditetapkan dalam Farmakope Indonesia
* Bahan :
Salep mata kloramfenikol yang sudah jadi
* Alat

Kaca arloji

pH universal

No
Cara Kerja
1
Pilih 10 tube salep mata, bersihkan dan keringkan

Operator

SPV

permukaan luar tube. Letakkan tube dengan posisi


horizontal diatas lembaran keratas penyerap dalam
oven pada suhu 60 derajat Celcius + 3 selama 8 jam
Tidak boleh terjadi kebocoran yang berarti selama
pengujian terjadi.
* Syarat : Tidak satupun tube yang bocor, dan jika
ada satu tube yang bocor, ulangi pengujian dengan
20 tube tambahan . Dari 30 tube Tidak lebih dari
satu tube yang bocor.
* Penafsiran hasil : Tidak dilakukan Uji Kebocoran
Tube

LEMBAR STERILISASI
No

Nama alat / Bahan

Cara sterilisasi

Waktu
Awal

Alat
1
2

Gelas ukur
Corong + kertas saring

Autoklaf 121 C 15
Autoklaf 121 C 15

Kertas perkamen

Autoklaf 121 C 15

Beaker glass

Oven 250 C 15

Paraf

Akhir

Paraf

Erlenmeyer

Oven 250 C 15

Tube

Oven 250 C 15

Spatel

Api bunsen

Pinset

Api bunsen

Batang pengaduk

Api bunsen

10

Kaca arloji

Api bunsen

11

Cawan penguap

Api bunsen

12
13

Lumpang + alu
Tutup tube

Etanol 96 %
Digodok dalam air
mendidih 30

Bahan
1

Kloramfenikol

Gas etilen oksid

Benzalkonium klorida

Vaselin flavum

Oven 250 C 15

Parafin cair

Oven 250 C 15

Autoklaf 121 C 15

BAB IV
PEMBAHASAN
A. Rancangan Formula Salep mata Kloramfnikol
Keuntungan utama suatu salep mata terhadap larutan untuk mata adalah
penambah waktu hubungan antara obat dan mata. Pengkajian telah dilakukan bahwa
waktu kontak antara obat dan mata, dua sampai empat kali lebih besar apabila dipakai
salep dibandingkan jika dipakai larutan garam. Satu kekurangan bagi pengguna salep

mata adalah kaburnya pandangan yang terjadi begitu dasar salep meleleh dan menyebar
melalui lensa mata.2
Dasar salep pilihan untuk mata harus tidak mengiritasi mata dan
memungkinkan difusi bahan obat ke seluruh mata yang dibasahi karena sekresi cairan
mata.1
Pada salep mata kloramfenikol ini digunakan basis salep hidrokarbon Dimana
karakteristik dari basis salep ini adalah : Mempunyai batas mengalir sampai 10 -50 N.
M

-2

( 100 sampai 500 din.cm -2) dan daerah meleburnya 32-33 C ( suhu dari kornea

atau konjungtiva). Basis salep hidrokarbon tersebut terdiri dari Vaselin flavum dan
parafin cair. Diasarankan untuk menggunakan vaselin yang mengandung kolesterol,
yang dapat disterilkan dengan menggunakan udara panas tanpa mengurangi
kualitasnya.3
Digunakan basis salep hidrokarbon karena basis dapat bertahan lama pada
mata, tidak tercuci dengan air mata. Selain itu basis salep mata yang cocok untuk
sediaan mata adalah hidrokarbon
Digunakan benzalkonium klorida 0,02 % sebagai bakterisida karena
benzalkonium klorida ini tidak OTT dengan bahan aktif, dan basis salep yang
digunakan untuk membuat sediaan ini.Benzalkonium klorida adalah salah satu
pengawet larutan mata, yang paling dapat diandalkan, karena mempunyai aktivitas
antimikroba dengan spektum luas. pH Benzalkonium dalam sediaan mata bila kurang
dari lima daya kerjanya mundur.4
B.

Proses Pembuatan salep mata Kloramfenikol


Metode pembuatan juga merupakan faktor utama yang harus diperhatikan
untuk mendapatkan sediaan salep yang baik. Metode yang paling baik dimana fase
air, fase minyak, serta mortir dan stemper yang berada pada kondisi suhu yang sama
panas.
Pembuatan salep mata harus berlangsung pada kondisi aseptik untuk
menjamin kemurniaan mkrobiologis yang disyaratkan. Hal itu mensyaratkan bahwa
basis salep yang digunakan pun sedapat mungkin dapat disterilkan.

Ansel, C Howard. 1989.Pengantar bentuk sediaan farmasi. Jakarta : UI-press


Voigt, Rudolf. 1971. Buku Pelajaran Teknologi Farmasi. Yogyakarta : Gajah Mada University press
4
Watimena, M.Sc. Dra J. R dan Drs Tan Siang Gwan. 1968. Dasar-dasar pembuatan dan Resep
resep obat suntik. Bandung : Tarate
3

Dipilih metode pembuatan dengan Tehnik aseptik, dipilih metode tersebut


karena bahan aktif tidak tahan terhadap pemaasan. Dan bentuk sediaan steril yang
dibuat adalah salep. Dimana salep disterilisasi dengan tehnik aseptik
C. Sediaan Salep mata kloramfenikol yang telah dihasilkan
Salep mata kloramfenikol yang dihasilkan bagus, tidak ada partikel padat yang
tidak terdispersi didalam basis cream.
D. Evaluasi sediaan emulsi

Uji Organoleptik
Yang diinginkan dalam sediaan Salep mata kloramfenikol yaitu
mempunyai warna putih, tidak berbau dan tidak berasa. Sedangkan yang
dihasilkan juga seperti yang diinginkan sehingga dapat dikatakan bahwa
rancangan formulasi sesuai dengan yang diharapkan.

pH
pH sediaan Salep mata kloramfenikol yang didapat pada percobaan yaitu
mempunyai pH 5, hal ini berarti bahwa bahan tambahan yang digunakan seperti
(pengawet) akan bekerja optimal pada sediaan salep yang dibuat.

BAB III
KESIMPULAN
Berdasarkan pada percobaan pembuatan Salep mata kloramfenikol yang telah
dilakukan dapat disimpulkan bahwa Salep mata kloramfenikol yang dibuat adalah
bagus .Dan telah Memenuhi persyaratan yang ditetapkan oleh Farmakope Indonesia
edisi IV yaitu Memenuhi syarat (MS) untuk, Uji pH,Uji Sifat emulsi. Sehingga

formula didalam pembuatan Salep mata kloramfenikol dalam skala kecil (lab) ini
dapat dibuat dalam skala besar (pabrik).
Didalam pengujian untuk Salep mata kloramfenikol ini tidak dilakukan
pengujian Homogenitas, Kandungan air, Termoresistensi, Konsistensi, Uji efektivitas
pengawet, dan tipe emulsi. Hal ini dikarenakan keterbatasan alat dan waktu yang
ditentukan .

DAFTAR PUSTAKA
1.

Anief, Prof.Drs. Moh.Apt. 1997. Ilmu Meracik Obat. Yogyakarta : UGM press.

2.

Ansel, C Howard. 1989.Pengantar bentuk sediaan farmasi. Jakarta : UI-press.

3.

Bagian farmakologi FKUI. 1994. Farmakologi dan terapi ed. Keempat. Jakarta :
Bag. Farmakologi FKUI.

4.

Harkness, Richard. 1984. Interaksi Obat. Bandung : penerbit ITB.

5.

Hartanto, Huriawati( alih bahasa).2000.Kamus Kedokteran Dorland.Jakarta :


Penerbit Buku Kedokteran EGC.

6.

Martin, Alfred. 1993. Farmasi Fisik. Jakarta : UI Press.

7.

Martindale. 1972. The Extra Pharmacopeia, 28 th Ed. London : The Pharmaceutical


Press.

8.

Mutschler ,Ernest. 1985. Dinamika Obat. Bandung : penerbit ITB. Hal..

Tja y, Tan Hoan Drs, dan Drs Kirana Rahardja. 2002. Obat-obat penting. Jakarta :
Gramedia.

10.

Wade, Ainley and Paul J Weller.1994. Handbook of Pharmaceutical Excipient


second ed. London : The Pharmaceutical Press.

11.

Watimena, M.Sc. Dra J. R dan Drs Tan Siang Gwan. 1968. Dasar-dasar
pembuatan dan Resep resep obat suntik. Bandung : Tarate

KLORAMFENIKOLA EYE OINT

Komposisi
Tiap g salep mengandung kloramfenikol 10 mg
Indikasi
Infeksi
pada
mata
blefaritis,keratitis,konjungtivitis

seperti

trakoma,

Aturan pemakaian
3 4 x sehari, oleskan pada mata yang sakit.
Pengobatan harus diterskan sedikitnya 48 jam sesudah
bagian yang sakit normal kembali
Kontraindikasi
Penderita yang sensitif terhadap kloramfenikol
Efek samping
Kadang timbul reaksi hipersensitivitas seperti
rasa terbakar, gatal, kemerahan, ruam kulit, bengkak atau
tanda-tanda iritasi lain
Cara Penyimpanan
Disimpan dalam wadah tertutup rapat, tidak
tembus cahaya, dan terlindung dari panas berlebih.
Kemasan dan No. Regristrasi
Kloramfenikol 1 %, netto 5 g
No. Reg : DKL 0307
No. Batch : 0607

Exp.date : 03-01-09

SUSAN PHARMACEUTICAL

KLORAMFENIKOLA EYE OINT


Tiap g salep mengandung kloramfenikol 1 %
Indikasi : Infeksi pada mata seperti trakoma,
blefaritis,keratitis,konjungtivitis
Aturan pemakaian : 3 4 x sehari, oleskan pada mata
yang sakit. Pengobatan harus diterskan sedikitnya 48
jam sesudah bagian yang sakit normal kembali
Simpan di tempat sejuk serta terlindung dari cahaya.
SUSAN PHARMACEUTICAL
No batch : DK 0301
Exp date : JAN 09

Anda mungkin juga menyukai